SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI
TANGERANG - Kubu Prita Mulyasari bisa bernapas lega usai persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang pada pagi tadi, Rabu (7/10/2009). Itu karena saksi ahli teknologi informasi (TI) dari Universitas Indonesia memberikan keterangan yang meringankan ibu dua anak itu.
Sumber Berita Dari :Bandung - Dalam minggu ini, Polda Jabar akan segera melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi di PT KA terkait investasi BUMN ini ke PT Optima Kharya Capital Management (PT OKCM) pada tahun 2008 sebesar Rp 100 miliar. Penyidik telah memeriksa 4 saksi yang berasal dari direksi maupun komisaris PT KA.
"Kita akan menggelar perkara ini dulu. Kita akan kumpulkan dulu bukti materil dan saksi yang kuat, baru kemudian mengarah kepada tersangka," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad, saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (7/10/2009).
Ketika disinggung soal dua calon tersangka yang sempat ditulis media cetak di Bandung, Dade membantahnya. "Belum ada siapa yang tersangka, itu media terlalu mengarahkan," kilahnya. Beberapa media cetak di Bandung sempat melansir jika Polda Jabar sudah mengantongi dua nama tersangka yaitu satu orang dari direksi PT KA inisial AK dan satu orang dari PT OKCM.
Menurut Dade, penyidik baru memeriksa sekitar 4 saksi yang berasal dari PT KA, yaitu anggota dewan komisaris, Mantan Dirut PT KA Ronny Wahyudi, Direktur Keuangan PT KA Achmad Kuntjoro, dan Irjen Departemen Keuangan Hekinu Manao.
Kasus dugaan korupsi di PT KA ini mulai diselidiki Polda Jabar pada 31 Agustus 2009. Pada tahun 2008, PT KA dan PT OKCM melakukan kerjasama untuk investasi. PT KA menyetorkan modal sebesar Rp 100 miliar, di mana dijanjikan akan mendapatkan keuntungan 11 persen setiap bulannya dari modal awal atau Rp 1,1 miliar.
Setoran Rp 1,1 miliar dari PT OKCM kepada PT KA terhenti pada Agustus 2008. Sementara modal awal Rp 100 miliar yang harusnya dicairkan pada Desember 2008 pun belum diketahui juntrungannya.
Sumber Berita Dari :
"Kita akan menggelar perkara ini dulu. Kita akan kumpulkan dulu bukti materil dan saksi yang kuat, baru kemudian mengarah kepada tersangka," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad, saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (7/10/2009).
Ketika disinggung soal dua calon tersangka yang sempat ditulis media cetak di Bandung, Dade membantahnya. "Belum ada siapa yang tersangka, itu media terlalu mengarahkan," kilahnya. Beberapa media cetak di Bandung sempat melansir jika Polda Jabar sudah mengantongi dua nama tersangka yaitu satu orang dari direksi PT KA inisial AK dan satu orang dari PT OKCM.
Menurut Dade, penyidik baru memeriksa sekitar 4 saksi yang berasal dari PT KA, yaitu anggota dewan komisaris, Mantan Dirut PT KA Ronny Wahyudi, Direktur Keuangan PT KA Achmad Kuntjoro, dan Irjen Departemen Keuangan Hekinu Manao.
Kasus dugaan korupsi di PT KA ini mulai diselidiki Polda Jabar pada 31 Agustus 2009. Pada tahun 2008, PT KA dan PT OKCM melakukan kerjasama untuk investasi. PT KA menyetorkan modal sebesar Rp 100 miliar, di mana dijanjikan akan mendapatkan keuntungan 11 persen setiap bulannya dari modal awal atau Rp 1,1 miliar.
Setoran Rp 1,1 miliar dari PT OKCM kepada PT KA terhenti pada Agustus 2008. Sementara modal awal Rp 100 miliar yang harusnya dicairkan pada Desember 2008 pun belum diketahui juntrungannya.
Sumber Berita Dari :
Bangkok - Anjloknya kereta api (KA) di Thailand yang menewaskan 10 orang, diduga terjadi karena kelalaian manusia. Sang masinis diduga tertidur saat menjalankan tugas sehingga kereta pun akhirnya keluar dari jalur. "Presiden SRT mengatakan kecelakaan ini disebabkan karena sang masinis yang tertidur," ujar Juru Bicara Perusahaan Kereta Api Nasional Thailand (SRT) Montakarn Sivirat, seperti dilansir AFP, Selasa (6/10/2009). Salah satu anggota tim investigasi Letnan Kolonel Somsak Noeng-Auon, mengatakan mereka telah meminta keterangan dari 37 orang saksi, Senin (5/10/2009) kemarin. Namun, masih ada beberapa petugas stasiun setempat yang akan dimintai keterangan, termasuk sang masinis yang berhasil selamat tanpa luka apapun. "Laporan kepolisian belum dapat disimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan ini," kata Somsak. Menteri Transportasi Thailand Sophon Zarum mengatakan kereta saat itu memang sempat melanggar sinyal lampu merah. Kecepatannya justru bertambah sesaat sebelum insiden terjadi pada Senin pagi pukul 04.50 waktu setempat. Dikatakan Montakarn, tim investigasi yang ditugaskan untuk menyelidiki insiden ini akan menyampaikan hasilnya dalam 5 hari ke depan. SRT memperkirakan kerugian akibat insiden ini mencapai 129 juta baht atau setara dengan Rp 35,9 miliar. Kereta dengan tujuan Bangkok yang berangkat dari Trang anjlok sekitar 100 meter dari stasiun Khao Tao di Hua Hin, distrik Prachuab Khiri, Senin pagi. Insiden ini menewaskan 10 orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 2 tahun, puluhan lainnya luka-luka.
Sumber Berita dari :
Sumber Berita dari :
Manajemen PT Kereta Api mengakui penyidik dari Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah memeriksa dugaan korupsi dalam kerjasama Investasi Saham Perusahaan PT Kereta Api dengan PT Optima Kharya Capital Manajemen pada tahun 2008 senilai 100 milliar
"Setiap tindakan ada resiko. Nah yang kemarin ada resiko yang harus di hadapi"kata kepala Humas PT Kereta Api Adi Suryatmini.
Menurut Adi, perusahaan plat merah itu memepersilahkan penyidik memeriksa karyawannya atau jajaran direksi.Pihaknya kata Adi bersikap kooperatif dan mengikuti penyidikan yang tengah berjalan."Itu namanya dugaan yang perlu di buktikan benar atau tidak kami mengikuti sajalah "ujarnya.
Adi tidak tau siapa saja pejabat PT Kerta Api yang sudah di periksa. Pekan lalu penyidik Polda Jawa Barat memeriksa Inspektur Jendral Departemen Keuangan Hekinus manao dalam kapasitas sebagai Komisaris dan Komite Audit PT Kereta Api. Sebelumnya pemeriksaan juga dilakukan terhadap antara lain tiga anggota Dewan Komisaris PT Kereta Api, Direktur Keuangan dan bekas Direktur Utama PT Kereta Api."Sedangkan dari pihak PT Optima baru beberapa karyawan yang di periksa untuk pihak direksi kami baru melayangkan surat panggilan pemeriksaan "kata Kepala Satuan Tindak Pidana Korupsi Polda Jawa Barat Ajun Komisaris Besar Sonny Sonjaya pekan lalu. Semua yang di periksa berstatus sebagai saksi polisi juga belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sonny Menjelaskan PT Kereta Api Melakukan kerjasama dengan PT Optima berupa penyertaan dana perusahaan negara itu sebesar 100 milliar PT Optima memberi jaminan Asset senilai Rp 120 Milliar. Memang kata Sonny PT Optima sempat membayarkan keuntungan 11 persen kepada PT Kereta Api " Namun Desember 2008 sampai sekarang PT Optima tidak dapat mengembalikan dana pokok Rp 100 Milliar "kata Sonny begitupun jaminan senilai Rp 120 Milliar tidak dapat di cairkan.
di Kutip dari Koran Tempo
"Setiap tindakan ada resiko. Nah yang kemarin ada resiko yang harus di hadapi"kata kepala Humas PT Kereta Api Adi Suryatmini.
Menurut Adi, perusahaan plat merah itu memepersilahkan penyidik memeriksa karyawannya atau jajaran direksi.Pihaknya kata Adi bersikap kooperatif dan mengikuti penyidikan yang tengah berjalan."Itu namanya dugaan yang perlu di buktikan benar atau tidak kami mengikuti sajalah "ujarnya.
Adi tidak tau siapa saja pejabat PT Kerta Api yang sudah di periksa. Pekan lalu penyidik Polda Jawa Barat memeriksa Inspektur Jendral Departemen Keuangan Hekinus manao dalam kapasitas sebagai Komisaris dan Komite Audit PT Kereta Api. Sebelumnya pemeriksaan juga dilakukan terhadap antara lain tiga anggota Dewan Komisaris PT Kereta Api, Direktur Keuangan dan bekas Direktur Utama PT Kereta Api."Sedangkan dari pihak PT Optima baru beberapa karyawan yang di periksa untuk pihak direksi kami baru melayangkan surat panggilan pemeriksaan "kata Kepala Satuan Tindak Pidana Korupsi Polda Jawa Barat Ajun Komisaris Besar Sonny Sonjaya pekan lalu. Semua yang di periksa berstatus sebagai saksi polisi juga belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sonny Menjelaskan PT Kereta Api Melakukan kerjasama dengan PT Optima berupa penyertaan dana perusahaan negara itu sebesar 100 milliar PT Optima memberi jaminan Asset senilai Rp 120 Milliar. Memang kata Sonny PT Optima sempat membayarkan keuntungan 11 persen kepada PT Kereta Api " Namun Desember 2008 sampai sekarang PT Optima tidak dapat mengembalikan dana pokok Rp 100 Milliar "kata Sonny begitupun jaminan senilai Rp 120 Milliar tidak dapat di cairkan.
di Kutip dari Koran Tempo
Bangkok - Kereta api jurusan Trang-Bangkok tergelincir Senin (5/10/2009) pagi buta, melukai 100 penumpang dan menewaskan sedikitnya 4 orang.
Menurut media Thailand, The Nation, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 4.45 WIB di Stasiun Khao Tao. Menurut polisi, sebanyak 6 dari 16 gerbong anjlok.
Saat kejadian, hujan deras menerpa. Para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Upaya identifikasi juga masih berlangsung.
Sedangkan kantor berita AFP melaporkan, 4 orang diketahui tewas. Sebanyak 26 orang dikirim ke RS dan banyak orang terluka masih berada di TKP.
Sementara kantor berita Reuters menulis korban tewas sekitar 5 orang. KA itu tergelincir di kawasan wisata resort Hua Hin.
Sumber Berita:
Menurut media Thailand, The Nation, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 4.45 WIB di Stasiun Khao Tao. Menurut polisi, sebanyak 6 dari 16 gerbong anjlok.
Saat kejadian, hujan deras menerpa. Para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Upaya identifikasi juga masih berlangsung.
Sedangkan kantor berita AFP melaporkan, 4 orang diketahui tewas. Sebanyak 26 orang dikirim ke RS dan banyak orang terluka masih berada di TKP.
Sementara kantor berita Reuters menulis korban tewas sekitar 5 orang. KA itu tergelincir di kawasan wisata resort Hua Hin.
Sumber Berita:
Tentara Nasional Indonesia (TNI) merayakan ulang tahunnya (HUT) yang ke-64. Peringatan HUT kali ini akan dilakukan secara sederhana sebagai bentuk solidaritas bagi rakyat yang masih terus diterpa bencana.
Upacara HUT TNI akan digelar di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2009) mulai pukul 09.00 WIB. Rencananya yang akan bertindak sebagai inspektur upacara adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Tidak ada defile peralatan perang maupun atraksi pesawat tempur. Hanya ada demo koloni senjata dan drumband para taruna serta atraksi bela diri para prajurit.
Upacara HUT TNI rencananya diikuti sekitar 1.904 personel TNI gabungan ketiga angkatan, AD, AL dan AU, juga taruna AKMIL serta PNS TNI.
Harapan kami sebagai rakyat adalah bagai mana TNI bisa menjaga kadaulatan bangsa ini agar tidak ti lecehkan oleh negara lain, dan TNI juga bisa menjaga Netralitasnya di kancah politik
"SELAMAT ULANG TAHUN" Semoga semakin jaya dalam memperkokoh bangsa.
Salam FI
Upacara HUT TNI akan digelar di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2009) mulai pukul 09.00 WIB. Rencananya yang akan bertindak sebagai inspektur upacara adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Tidak ada defile peralatan perang maupun atraksi pesawat tempur. Hanya ada demo koloni senjata dan drumband para taruna serta atraksi bela diri para prajurit.
Upacara HUT TNI rencananya diikuti sekitar 1.904 personel TNI gabungan ketiga angkatan, AD, AL dan AU, juga taruna AKMIL serta PNS TNI.
Harapan kami sebagai rakyat adalah bagai mana TNI bisa menjaga kadaulatan bangsa ini agar tidak ti lecehkan oleh negara lain, dan TNI juga bisa menjaga Netralitasnya di kancah politik
"SELAMAT ULANG TAHUN" Semoga semakin jaya dalam memperkokoh bangsa.
Salam FI
umlah korban tewas akibat gempa 7,6 SR di Sumatera Barat (Sumbar) terus meningkat. Data Departeman Kesehatan (Depkes) menyebutkan, di hari keempat pasca gempa, korban tewas mencapai 501 orang. "Yang tewas 501 orang, 785 luka berat, 2.650 luka ringan," kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya, saat ditemui di Bandara Internasional Minangkabau, Sabtu (3/10/2009). Dikatakan dia, antara 3.000-5.000 orang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan dan belum ditemukan. Jumlah korban tersebut khusus di Kota Padang. Sementara korban hilang di Pariaman diperkirakan sebanyak 618 orang. "Di Jambi ada 3 orang tewas, luka berat 14, dan 58 luka ringan," pungkasnya. Pada kesempatan itu, Rustam juga mengungkapkan bencana tanah longsor di Kalimantan Selatan. Sebanyak 4 orang dinyatakan meninggal dan 1 orang mengalami luka berat dalam tragedi tersebut
Sumber Berita :
Sumber Berita :
Terbang ke Padang Maskapai Beri Keringanan Tiket Pesawat untuk Sukarelawan
Diposting oleh
paguyubancirex
0
komentar
Selain untuk penumpang umum, beberapa maskapai memangkas bahkan menggratiskan tiket pesawat Jakarta-Padang dan sebaliknya. Syaratnya, sukarelawan harus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Untuk sukarelawan Garuda memberikan 50 persen harga dari Rp 1 juta. Sedangkan Batavia free, untuk 1 penerbangan tiap hari," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang S Ervan, Sabtu (3/10/2009). Namun, imbuh Bambang, ada syaratnya. Para sukarelawan itu harus berkoordinasi dengan BNPB. "Harus ada rekomendasi dari BNPB agar tidak ada orang yang tidak berkepentingan masuk. Kalau organisasinya sudah jelas seperti PMI atau Wanadri langsung ditangani posko di Cengkareng," jelasnya. Kesepakatan tarif itu diambil setelah Dirjen Perhubungan Udara Dephub melakukan rapat dengan jajajaran maskapai yaitu Sriwijaya Air, Lion Air, Mandala Air, Batavia, Indonesia Air Asia dan Cardig Air pada Jumat kemarin. Rapat juga dihadiri wakil dari Angkasa Pura 2, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan para Kapolres. Minta Avtur Turun Atas keringanan yang diberikan maskapai itu, Dephub pun meminta pengertian ke Pertamina agar menurunkan harga avtur untuk pesawat yang melayani Jakarta-Padang. Sumber Berita :
Yeni, seorang warga Surau Gadang, Kota Padang, termasuk korban gempa Sumatera Barat yang beruntung. Setelah tertimpa kayu dan tembok rumahnya, janda 46 tahun itu berhasil selamat. Saat gempa 7,6 skala richter (SR) mengguncang, 30 September lalu, Yeni sedang mencuci di kamar mandi rumahnya di Surau Gadang No 1 Rt 6 Rw 1. "Saya sedang sendirian di rumah waktu itu, anak-anak saya sedang pergi semua," kata ibu 4 anak itu di pengungsian Surau Gadang, Kota Padang, Sumbar, Sabtu (3/10/2009). Yeni mengatakan, gempa dahsyat telah meluluhlantakkan rumahnya. Tubuh Yeni pun sempat tertimpa reruntuhan rumahnya. "Kepala saya tertimpa batu lumayan besar, saya teriak minta tolong tapi tidak ada yang datang," cerita Yeni sambil menunjukkan luka di kepalanya yang mendapat 7 jahitan. Akhirnya dengan susah payah, Yeni pun mencoba menyelamatkan diri. "Saya coba bongkar sendiri, sekitar 15 menit sampai 20 menit saya tertimbun," katanya. Kebahagiaan Yeni pun lengkap sudah saat mengetahui dua anaknya yang sedang berada di luar rumah juga selamat. Sedangkan dua anaknya yang lain berada di Bandung, Jawa Barat, untuk bekerja dan kuliah. "Rumah saya roboh, tapi saya senang anak-anak saya juga selamat. Saat ini saya butuh tenda untuk tempat tinggal," kata Yeni yang kini mengungsi di masjid ini.
Sumber Berita:
Sumber Berita:
Bau mayat mulai merebak di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada hari keempat bencana gempa bumi 7,6 SR. Untuk menanggulanginya, Departemen Kesehatan (Depkes) akan menyemprotkan cairan disinfektan. "Besok mulai akan disemprot disinfektan, sejenis cairan untuk mengurangi penyebaran bau dan kuman-kuman," kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya, saat ditemui di Bandara Internasional Minangkabau, Sabtu (3/10/2009). Dikatakan dia, fokus penyemprotan cairan itu adalah di Kampung China, Kota Padang. Di tempat tersebut, diperkirakan masih banyak jasad yang belum ditemukan. "Terus di beberapa wilayah lainnya juga," ujar Rustam. Sebelumnya, Rustam menyebutkan, korban tewas akibat gempa bumi di Sumbar mencapai 501 jiwa, luka berat 785 orang dan luka ringan 2.650 orang. Tim penyelamat masih berupaya untuk mengevakuasi ribuan korban lainnya yang masih tertimbun reruntuhan.
Sumber berita:
Sumber berita:









