SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



KA Prameks Rute Solo-Sragen Ditutup

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 10 Februari 2010 0 komentar

Solo, CyberNews. Rute kereta api (KA) Prameks jurusan Solo-Sragen yang berangkat tiap hari pukul 04.30 ditutup mulai 1 Maret. Selanjutnya, para penumpang KA Prambanan Ekspres itu dioper atau dialihkan ke KA Madiun Jaya yang jarak pemberangkatannya tidak terlalu lama.

"Sehingga penumpang dari Sragen yang akan berangkat ke Yogyakarta tetap bisa langsung berangkat, pindah menggunakan Prameks tanpa menungu lama," ungkap Humas PT KAI Daop VI, Yogyakarta, Eko Budiyanto, saat dihubungi, Senin (8/2).

Penghapusan KA Prameks rute Solo-Sragen untuk mengoptimalkan penumpang KA Madiun Jaya yang dioperasikan Daops VII Madiun. Dari Kertosono, Madiun menuju Solo, kereta api itu melewati beberapa stasiun di Sragen dan Karanganyar. Semula penumpang dari Sragen dan Karanganyar menuju Yogyakarta dijemput Prameks.

Menurut dia, dengan penghapusan salah satu rute Prameks dan pengoptimalan KA Madiun Jaya itu membuktikan tidak ada pengkotak-kotakan antara Daop satu dengan lainnya dalam mencari penumpang. "Meski rute Solo-Sragen diputus, jumlah pemberangkatan Prameks Solo-Yogyakarta-Kutoarjo tetap, yakni dua belas kali," tambahnya.

| | edit post

PEMBERANGKATAN KA PENUMPANG DARI STASIUN PADANG DIALIHKAN

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 04 Februari 2010 0 komentar

Pada tanggal 25 januari 2010 pemberangkatan KA penumpang tujuan Pariaman dialihkan ke stasiun Tabing yang sebelumnya dari stasiun Padang. Hal ini dilakukan karena adanya perbaikan jembatan di BH 67 KM 12 dekat Basko Minang. Waktu yang diperkirakan guna perbaikan jembatan ini lebih kurang 2 bulan, maka selama itu pulalah stasiun Tabing digunakan untuk stasiun pemberangkatan awal KA Penumpang tujuan Pariaman.

Jembatan BH 67 mengalami kerusakan pasca gempa 30 September 2009, yang mana dudukan bantalan jembatan bergeser lebih kurang 20 cm. Seandainya dilewati terus oleh KA maka akan berakibat fatal terhadap perjalanan KA, mungkin saja KA anjlok dan jembatan bergeser lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa akibat gempa Sumatera Barat 30 September 2009 beberapa prasarana KA mengalami kerusakan, antara lain bangunan kantor, dipo, stasiun, rumah dinas, jalan rel yang menggantung dan jembatan yang bergeser. Sebagian dari prasarana tersebut telah mengalami perbaikan secara bertahap.

Foto kiri: Para pekerja sedang memperbaiki jembatan di BH 67 KM 12 dekat Minang Basko yang pengerjaannya diperkirakan memakan waktu 2 bulan.
Foto kanan: VP Divre II PT.KA Sumbar Yudith Harianto (no 3 dari kanan) didampingi jajaran sedang menyaksikan perbaikan jembatan BH 67 di KM 12 dekat Minang Basko yang mengalami kerusakan saat gempa 30 September 2009.

Yudith Harrianto selaku VP Divre II PT.KA Sumatera Barat mengatakan bahwa perbaikan jembatan di BH 67 KM 12 ini dilakukan untuk menjamin keselamatan perjalanan KA dan sehubungan hal tersebut mohon pengertian dari masyarakat untuk sementara dengan adanya pengalihan jalur dari stasiun Padang ke Stasiun Tabing. ”Mudah-mudahan pekerjaan perbaikan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pelayanan penumpang dapat berjalan normal seperti biasa,” demikian tambahnya.(humaska)
Link News


| | edit post

(Link News )Minggu (31/1) sejak pagi hingga larut malam Balai Pelatihan PT.Kereta Api (Persero) Jl. Laswi Bandung dipenuhi oleh komoditas penggemar sepeda ontel atau sepeda baheula. Mereka berasal dari paguyuban Sepeda Onthel di berbagai daerah antara lain Jawa, Sumatera, bahkan dari Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Selama dua hari, mulai Sabtu dan Minggu (30-31/1) para penggila sepeda tua ini berkumpul dalam acara “Bandoeng Laoetan Onthel” yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-5 paguyuban Sepeda Onthel Kota Bandung.

Acara ini diikuti oleh Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi, Wakil Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, Vice President CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Kereta Api (Persero) Suyatno, dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Ketua Paguyuban Sapedah Baheula (PSB) Kota Bandung sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Yahya Johari, acara ini merupakan ajang silaturahmi dan kekeluargaan sekaligus menyatukan penggemar sepeda onthel yang ada di seluruh Indonesia yang jumlahnya saat ini sekitar 6.000 sepeda dan di Bandung sendiri yang terdaftar di PSB sebanyak 480 sepeda.

Ketika membuka event yang dihadiri oleh 2500 peserta itu, Ayi Vivananda selaku Wakil Walikota Bandung mengatakan bahwa Pemkot Bandung berencana menambah anggaran untuk membuat bike line (jalur speda) dalam rangka meningkatkan kualitas udara di kota kembang Bandung. ”Ini adalah salah satu upaya mengurangi polusi yang dihasilkan asap kendaraan bermoto,” ujarnya.

Sepeda onthel identik dengan alat transportasi masyarakat yang ramah lingkungan, bebas BBM, murah dan menyehatkan sebagai alat olah raga. Demikian juga dengan kereta api pada jaman dahulu sama-sama merupakan alat transportasi yang digunakan rakyat untuk berhubungan dari suatu tempat ke tempat lain dan sama-sama tua serta mempunyai nilai sejarah. “Bedanya kereta api merupakan alat transportasi massal yang dapat menempuh jarak lebih jauh sedangkan sepeda lebih fleksibel dalam mencapai tempat-tempat yang terpencil,” demikian kata VP CSR Suyatno di sela-sela pemberangkatan konvoi mengelilingi kota Bandung.

Rute yang dilalui para peserta “Bandoeng Laoetan Onthel” ini adalah Jl Laswi – Jl Gatot Subroto – Jl Asia Afrika - Jl Braga – Jl Lembong – Jl Veteran –Jl Sunda – Jl Aceh – Jl Banda - Jl l.l.R.E Martadinata dan kembali di Jl Laswi. Usai berkeliling kota Bandung, acara Bandoeng Laoten Onthel yang dipusatkan di halaman dan gedung Balai Pelatihan Manajerial Diklat PT.KA ini dilanjutkan dengan acara kesenian, atraksi onthel, talkshor dari Badan Narkotika Proovinsi Jawa Barat, renungan malam, api unggun, syukuran, dan hibur

Foto-foto suasana "Bandoeng Laoetan Onthel" di Balai Pelatihan PT.KA JL Laswi 23 Bandung:

| | edit post


Tarif Parkir Mahal Berlaku 1 Februari, Inisiatif Pengelola Parkir

Tarif parkir mahal berlaku di sejumlah mal/gedung di Jakarta sejak 1 Februari 2010. Tarif yang melanggar Pergub ini merupakan inisiatif dari pengelola parkir dan bukan kebijakan Pemprov DKI.

"Itu dari swasta," tegas Wakadishub DKI Jakarta Riza Hasyim kepada detikcom, Kamis (4/1/2010).

Menurut Riza, pengelola parkir swasta memang mengusulkan kenaikan tarif parkir baru. Namun Dishub DKI Jakarta belum mengeluarkan keputusan apa pun.

"Kan mereka usul dan kita evaluasi dulu," jelasnya.

Riza mengatakan tarif yang berlaku di Jakarta masih yang sesuai peraturan Pemprov. Oleh karena itu masyarakat harus melaporkan pelanggaran ini.

"Jangan mau, kan belum ada keputusan apa-apa dari Pemprov. Nanti mereka langsung kita tegur," pungkasnya.

Andhika, seorang pembaca detikcom, juga merasakan tarif mahal ini. "Saya juga Minggu lalu parkir di Mall Ambassador 15 menit kena Rp 4.000. Katanya per 1 Februari tarif parkir naik. Wahhh nggak bener nih," katanya.


Sesuai Pergub 48/2004 tentang retribusi dan parkir, tarif parkir untuk mobil per jam pertama Rp 2.000 dan jam berikutnya Rp 1.000. Untuk sepeda motor Rp 750 per jamnya.

Namun ternyata banyak gedung/mal yang menerapkan tarif parkir per 2 jam Rp 4.000 dan 2 jam selanjutnya Rp 4.000. Jadi, jika parkir hanya di bawah 1 jam pun, tarif dikenakan untuk 2 jam yaitu Rp 4.000. Jika parkir 2 jam lebih 1 menit pun, akan dikenai ongkos Rp 8.000.

Link News

| | edit post
Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 02 Februari 2010 0 komentar

CIREBON – Hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon sejak pukul 14.00 membuat sejumlah ruas jalan terendam. Bahkan, beberapa perkantoran milik pemerintan ikut tergenang. Antara lain kantor Badan Perpustakaan Daerah dan Arsip Daerah (Bapusipda), Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertran), dan SMKN 2 Kota Cirebon.

Kepala Dinsosnakertrans Drs HM Korneli MSi mengatakan, banjir yang menimpa kantornya sudah kerap terjadi, terutama pada saat hujan turun cukup deras. “Bahkan semenjak ada pembuatan saluran air di depan kantor, justeru banjir yang terjadi semakin besar dibandingkan sebelumnya,” kata Korneli, Senin (1/2).
Ia berharap, di sekitar kantor Dinsosnakertran dibuat saluran atau sodetan agar air bisa mengalir dengan cepat. Sebab, banjir tersebut diakibatkan air tidak mengalir lancar saat hujan turun.
“Diharapkan dengan dibuatkan sodetan, arus aliran air di depan Dinsosnakertrans bisa terbuang ke sungai yang lebih besar,” ujar dia.
Nasib sial juga dialami kantor Perpustakaan Daerah yang terendam air. Menurut Kabid Perpusatakaan Bapusipda, Ir Agung Sudidjono, meski belum sempat masuk ke dalam ruangan, namun genangan air yang mencapai betis orang dewasa di halaman kantor sempat membuat panik dan cemas.
“Kalau hujan turun 30 menit lebih lama, dapat dipastikan bahwa air akan masuk semua ke dalam bangunan perpustakaan,” jelasnya.
Agung mengatakan, kondisi yang terjadi Senin sore tersebut sempat terjadi 4 tahun lalu. Tingginya air disebabkan adanya limpahahan air di kawasan Bima yang bertemu dengan air yang ada di Terusan Pemuda. Namun karena tidak ada saluran yang berfungsi untuk pembuangan, maka air tidak bisa mengalir dengan lancar.
“Karena kondisi halaman gedung perpustakaan lebih rendah dari jalan, maka air masuk semua. Kami terpaksa harus membobol tembok untuk bisa membuang air ke saluran air,” tegas dia.
Sedangkan untuk koleksi buku-buku yang ada diperpustakaan, telah diamankan dari ancaman banjir. Khusus untuk koleksi buku-buku penting, ditempatkan 25 meter di atas lantai.
Sementara itu, Ketua RW 05 Semeru Asih, Perumnas Harjamukti, H Basirun kembali meminta kepada walikota untuk serius mengatasi daerah rawan banjir. Tidak melulu mengobral janji, setiap kali ganti pemerintahan, dan periode wakil rakyat. Permintaan warga Semeru hanya dua, yakni mengeruk Sungai Cikenis dan membuat jalan alternatif yang tidak banjir.
”Dua hal itu yang sampai sekarang tidak juga direalisasi. Gimana ini pemerintah, sementara kami rakyatnya kebanjiran. Selalu cemas saat musim hujan datang,” tandasnya.
Permintaan senada juga dikemukakan, Sekretaris Kelurahan Larangan, Lombri. Menurutya, kndisi warga yang kebanjiran telah terjadi sejak tahun 1985 dan hingga kini belum ada perhatian serius. ”Kami berharap daerah yang rawan banjir bisa mendapat skala prioritas untuk ditangani,” pintanya didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Buchori, saat berkunjung ke Graha Pena, Kantor Redaksi Radar Cirebon.
Sementara itu, genangan air juga meluas sampai simpang empat menuju Keraton Kasepuhan. Sebagian ruas jalan di alun-alun Kebumen dan Pasar Talang juga terendam. Meski genangan air tidak sampai mengganggu arus lalu lintas, namun warga yang tinggal dikawasan tersebut mengaku khawatir bila curah hujan tinggi.
“Lihat saja pagar depan sudah terendam, kalau hujan tidak berhenti juga air bisa masuk ke dalam,” ujar warga Jl Medeka, Agus Suwanda.
Menurut Agus, setiap kali terjadi hujan lebat lebih dari 30 menit, hampir dipastikan Jl Merdeka akan terendam meski hingga saat ini banjir belum pernah terjadi di kawasan tersebut. “Tapi, kami tetap saja khawatir sebab kalau sudah banjirkan repot,” tuturnya.
Sayangnya, kata dia, belum terlihat adanya tindakan dari aparat terkait untuk melakukan perbaikan saluran air. Agus yakin, banjir yang sering terjadi di kawasan tersebut bukan dikarenakan luapan air sungai, sebab di kawasan tersebut memang tidak ada sungai besar. Banjir lebih disebabkan saluran air yang tersumbat, sehingga air dari jalan raya tidak bisa masuk ke selokan. Akibatnya air menggenang di sepanjang jalan tersebut.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga Jl Merdeka, Muhamed Iqbal, menurutnya, sudah dua hari belakangan ini ketika hujan deras Jl Merdeka terendam. Bahkan, menurutnya, luapan air akibat selokan mampet, kemarin, adalah yang terparah. Sebab, genangan air meluas sampai ke ruas jalan di sekitar Jl Merdeka. “Biasanya cuma di sepanjang Jl Merdeka saja, itu pun kadang cuma separo badan jalan. Tapi sekarang air sampai meluas begini. Khawatirnya, bila hujan terus berlanjut air masuk ke rumah-rumah penduduk yang rata-rata ketinggian lantainya hampir sama dengan trotoar,” tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral, Ir Nasrun Mansyur mengatakan, banjir diruas Jl Merdeka disebabkan pompa air yang berada di Ade Irma, Jl Yos Sudarso tidak berfungsi.
Pompa air tersebut adalah penyedot air dari saluran-saluran air di kawasan pasuketan dan sekitarnya. “Jadi kalau pompanya tidak nyala, ya pasti banjir. Padahal saluran-saluran air di daerah tersebut debitnya tidak seberapa penuh,” terangnya.
Ditanya apakah pompa air tersebut mengalami kerusakan, Nasrun mengaku, dirinya tidak tahu menahu. Sebab, pompa air tersebut operatornya adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Kalau selokannya tidak penuh, ya berarti benar pompa airnya tidak berfungsi. Tapi saya tidak tahu kenapa sampai tidak berfungsi sebab operatornya adalah PDAM,” katanya.
TERKENDALA ANGGARAN
Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU ESDM Nasrun Mansyur mengatakan, penyebab banjir yang terjadi di kawasan Perumnas Sabtu (30/1) lalu karena valume air hujan tidak mampu ditampung oleh Sungai Cikenis dan anak Sungia Cikenis.
“Akibat curah hujan yang tinggi dan tidak bisa tertampung oleh aliran sungai yang ada, menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah warga,” kata Nasrun di ruang kerjanya.
Lebih lanjut Nasrun mengatakan, untuk mengatasi terjadinya banjir yang disebabkan oleh aliran sungai Cikenis dan anak Sungai Cikenis, PU ESDM sedang melakukan kajian apakah akan dikeruk, diperlebar atau diberi tanggul senderan. Namun untuk melakukan rencana tersebut dibutuhkan anggaran yang cukup besar, yakni Rp4 miliar untuk Sungai Cikenis dan Rp900 juta untuk anak Sungai Cikenis.
“Untuk perbaikan Sungai Cikenis yang membutuhkan Rp4 miliar kami belum menganggarkan. Sedangkan untuk anak Sungai Cikenis yang Rp900 juta telah kami ajukan kepada Pemprov Jawa Barat Rp400 juta, dan pemerintah pusat Rp500 juta. Mudah-mudahan pengajuan kami ini bisa disetujui, karena melalui APBD Kota Cirebon tidak dianggarkan,” paparnya.
Sedangkan untuk anggaran yang ada di APBD 2010, bidang SDA PU ESDM mendapatkan anggaran sebesar Rp1,075 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan pemeliharan rutin sejumlah saluran drainase sebesar Rp450 juta. Sedangkan Rp625 juta akan digunakan untuk pembebasan lahan perbaikan sungai di Kalijaga, tepatnya Ciremai Giri.
Dihubungi terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Cirebon Hendi Nurhidaya mengungkapkan, selama ini Pemkot Cirebon belum bekerja maksimal untuk penanggulangan daerah rawan banjir seperti di kawasan perumnas.
“Belum maksimalnya penanggulangan banjir disebabkan minimnya anggaran yang tersedia. Sebab selain banjir, anggaran yang ada di PU ESDM juga digunakan untuk perbaikan jalan maupun penataan pemukiman penduduk. Kami nanti akan mendorong agar PU ESDM bisa kembali mengajukan anggaran penanggulangan banjir melalui anggaran belanja tambahan (ABT),” ungkap dia.
Kader PAN ini menyatakan, selain minimnya anggaran, PU ESDM belum memiliki grand desain bagaimana menanggulangi banjir. Nantinya dengan memiliki grand desain tersebut, penanggulangan banjir bisa dilakukan secera terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Selama ini yang dilakukan hanya sebatas melakukan pemeliharaan saluran air yang ada. Belum sampai kepada perbaikan dan normalisasi sungai-sungai,” tegas Hendi
Link

| | edit post

Gangguan listrik yang terjadi di daerah Serpong dan Jurangmangu, Tangerang Selatan mengakibatkan perjalanan kereta menuju Serpong terganggu. Sejumlah kereta jalur Tanah Abang-Serpong masih belum melanjutkan perjalanan dan tertahan di Stasiun Kebayoran dan Palmerah.

"Semua kereta tertahan lama di setiap stasiun. Kereta Serpong Express keberangkatan pukul 17.44 dan 17.52 WIB sampai pukul 19.20 masih tertahan di Stasiun Kebayoran dan Palmerah," ujar Rangga, salah satu penumpang melalui Info Anda, Selasa (2/2/2010).

Seharusnya, kata Rangga, pukul 18.30 WIB kereta yang dia tumpangi sudah sampai di Stasiun Serpong. Akibat tersendatnya perjalanan kereta banyak penumpang kesal dan memilih turun dan menunggu kereta nonlistrik.

Kahumas Daops I Sugeng Priyono yang dikonfirmas menyatakan, ada tiga gardu yang mengalami gangguan di antaranya gardu di Jurangmangu dan Serpong. "Kalau istilah sederhananya listriknya turun," katanya.

Sugeng menyatakan, petugas telah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan gardu itu. "Ini yang rusak listriknya bukan masalah rel. Jadi kereta non listrik masih bisa lewat," katanya.

Link

| | edit post

Kabupaten Cirebon"Kedawung Zona Segitiga Emas"

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 01 Februari 2010 0 komentar

KEDAWUNG - Keberadaan wilayah sekitar jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung rupanya masih perlu untuk dilakukan penataan. Pasalnya selain batas wilayah yang kurang jelas, juga dalam rangka untuk meningkatkan potensi yang ada di daerah tersebut.

Menurut Sekretaris Camat Kedawung, Agus M walaupun kecamatan sudah menjadi organisasi perangkat daerah (OPD), akan tetapi kecamatan tidak mempunyai wewenang untuk melakukan hal itu. “Kecamatan hanya memfasilitasi pihak desa untuk merencanakan pembangunan (musrenbang) misalnya,” kata Agus
Melihat karakteristik masyarakat Kedawung yang begitu heterogen serta memiliki pemikiran yang tinggi, lanjutnya haruslah diimbangi dengan pelayanan yang prima.
Sementara itu, pengamat ekonomi Junaedi Noer SE MM berpendapat, kawasan Plered, Kedawung dan Tuparev merupakan daerah segi tiga emas di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, kawasan Kedawung yang berbatasan langsung dengan Kota Cirebon secara geoekonomik sangat prospektif.
Pria yang akrab disapa Bang Jun ini menilai, kawasan tersebut telah menyediakan jasa pendidikan, bisnis retail, otomotif, perbankan, asuransi sampai bidang informasi. “Suatu daerah akan maju kalau berbasis bisnis jasa dan iptek.” kata mantan staf ahli bupati Cirebon itu.
Selain itu di wilayah weru harusnya dibuatkan sebuah sentra komoditi dengan konsep yang jelas, apalagi ini sudah direncanakan bupati dengan tujuan untuk memusatkan hasil kerajinan berbasis kerakyatan seperti kue, batik, rotan, mebeler, sandal dan hasil karya lainnya.
“Selain bisa mengangkat dan memasarkan produk lokal juga dapat menyerap tenaga kerja lokal. Saya harap pihak terkait harus bisa membuat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang jelas. Jangan sampai potensi ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya
Radar Cirebon :

| | edit post

Walikota Cirebon Resmikan LARASITA

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


WAHIDIN – Seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya, Kantor Pertanahan Kota Cirebon secera resmi meluncurkan program Layanan Rakyat Untuk Sertifikat Tanah (Larasita), Rabu (13/1). Peluncurkan program Larasita dilakukan oleh Walikota Subardi SPd dan disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat Drs H Teddy Rufkiadi, dan Kepala Kantor Pertahanan Drs H Djuanda Syahbudin. Kepala Kantor Pertahanan Drs H Djuanda Syahbudin mengatakan, keberadaan Larasita ini merupakan jawaban terhadap keinginan masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayanan yang cepat dan mudah tentang pertanahan di Kota Cirebon. “Nantinya dengan pola pelayanan jemput bola, kami bisa melayani warga yang ingin mengurus surat-surat tanah hingga ke pelosok,” kata dia kepada Radar, kemarin (13/1). Dengan adanya Larasita ini diharapkan bisa mengurangi beban biaya tambahan warga dalam mengurus surat-surat tanah, seperti ongkos transportasi hingga campur tangan pihak ketiga. Sehingga rasa keadilan warga dalam proses pengurusan tanah bisa terjamin. “Mobil Larasita ini akan berkeliling ke setiap kelurahan yang ada sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, berkoordinasi terlebih dahulu dengan camat dan lurah,” papar Djuanda. Pria asal Lampung ini mengungkapkan, mobil Larasita dilengkapi dengan satelit dan internet network yang tersambung langsung dengan kantor pertanahan. Selain itu, juga dilengkapi dengan keamanan jaringan yang sangat ketat sehingga memberikan rasa aman bagi warga yang mengurus surat-surat tanah melalui Larasita. “Mobil ini juga dilengkapi dengan AC untuk memberikan rasa nyaman bagi petugas. Namun yang terpenting adalah keberadaan mobil Larasita ini harus didukung oleh masyarakat. Sebab, jika tidak didukung maka keberadaan Larasita ini tidak akan banyak bermanfaat,” ungkap dia. Sementara itu Kepala Kanwil BPN Jawa Barat Drs H Teddy Rufkiadi menyatakan, program Larasita sudah dilaksanakan oleh kantor pertanahan se-Jawa Barat. “Mudah-mudahan program Larasita ini bisa membantu warga dan Pemkot Cirebon agar lebih mudah dalam mengurus sertifikat tanah,” tegas dia. Teddy mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini Kanwil BPN Jawa Barat akan meluncurkan program bantuan sertifikat bagi para nelayan. Selain nelayan, bantuan sertifikat tanah juga akan diberikan bagi para pelaku usaha kecil menengah. “Sedangkan untuk melayani masyarakat yang berada di daerah kepulauan maka pada Jumat (15/1), kapal Larasita akan diresmikan langsung oleh Presiden SBY di Jakarta,” tandasnya. Sedangkan Walikota Subardi SPd menyatakan keberadaan Larasita adalah salahsatu bentuk reformasi birokrasi yang dilakukan oleh BPN pusat. “Dengan adanya program Larasita ini diharapkan para pejabat bisa lebih dekat dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia. Bahkan Subardi menyambut baik dengan keberadaan Larasita karena memang sudang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Sehingga dia meminta kepada para camat dan lurah bisa mendukung dan membantu warga untuk bisa memanfaatkan Larasita dalam proses sertifikasi tanah. “Keberadaan Larasita ini sudah dinantikan oleh masyarakat yang ingin mendapatkan layanan mudah untuk proses pembuatan sertifikat tanah,” tandas Subardi
Radar Cirebon:

| | edit post

Rel KA Rangkasbitung-Jakarta Rusak

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Banten: Rel kereta api jalur Rangkasbitung-Jakarta mengalami kerusakan di kilometer 72, yang terletak di desa Citeras, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (1/2) siang. Rel mengalami kerusakan hingga sepanjang 60 sentimeter. Akibat kerusakan ini, jalur kereta api sempat ditutup, karena dianggap berbahaya bagi laju kereta, sehingga sejumlah jadwal keberangkatan kereta api terpaksa dibatalkan untuk mengantisipasi kecelakaan.

Kerusakan rel kereta api penghubung Provinsi Banten dengan DKI Jakarta ini, mengalami kegompalan atau perenggangan sepanjang 60 sentimeter lebih. Belum diketahui secara pasti apakah kerusakan ini disebabkan struktur rel yang sudah rapuh atau karena upaya pencurian yang biasa dilakukan kawanan pencuri besi rel kereta api.

Wakil ketua stasiun Rangkasbitung, Suwandi mengatakan, kerusakan di rel kereta api jalur Rangkasbitung-Jakarta sudah sering terjadi. Salah satu pemicunya adalah, aksi pencurian besi rel yang biasa dilakukan kawanan spesialis pencuri besi rel. Arus kereta api jalur Rangkasbitung-Jakarta tersebut mulai berlangsung pulih Senin petang, setelah upaya perbaikan rel oleh petugas KA selesai.
Liputan6.com,

| | edit post

PT. KERETA API (Persero) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk berkarier dan membangun perusahaan dengan ketentuan sebagai berikut :
Kriteria Pelamar
1.
Warga Negera Indonesia (WNI)
2.
Jenis kelamin : Pria dan Wanita
3.
Usia Max per 31 Desember 2009
- Tingkat Sarjana (S1) 35 tahun
- Tingkat Diploma (D3) 30 tahun
4.
Lulusan perguruan tinggi negeri/swasta yang terakreditasi “ A” sesuai dengan kualifikasi/jurusan yang dibutuhkan, kecuali jurusan tertentu yang belum ada akreditasi "A"
5.
Tidak dalam ikatan kerja dengan instansi lain, termasuk PT. Kereta Api (Persero)
6.
IPK minimal 2,7
7.Sehat Jasmani dan rohani serta tidak buta warna
8.Berkelakuan Baik
Persyaratan Umum Lamaran :
1.
Surat lamaran (ditulis tangan) dan ditandatangani diatas materai Rp.6.000,00 (enam ribu rupiah) oleh peserta dengan melampirkan
a.
Fotocopy ijazah terakhir yang telah dilegalisir
b.
Fotocopy transkrip nilai yang telah dilegalisir
c.
Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
d.Fotocopy Akte Kelahiran / Kenal Lahir
e.
Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 X 6 cm, sebanyak 4 (empat) buah (diberi nama)
f.
Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Kepolisian yang masih berlaku
g.
Surat Pernyataan Bersedia di tempatkan diseluruh wilayah perusahaan bermaterai Rp. 6.000,00
h.
Curiculum Vitae, mencantumkan pengalaman bekerja sampai dengan saat ini, sertifikat (keahlian/kejuruan), Ijasah tertinggi yang dimiliki bila ada
i.Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah
j.Kartu pencari kerja (ak/1) dari Disnaker Setempat
2.
Prosedur melamar
a.
Pelamar harus mengisi/entry data pada Formulir lamaran kerja yang tersedia melalui Website : www.kereta-api.co.id
b.
Formulir yang telah diisi tersebut dicetak dan ditanda tangani oleh pelamar dan beserta persyaratannya dimasukkan dalam amplop berwarna cokelat tertutup dengan mencantumkan KODE JURUSAN/PROGRAM STUDI di sudut kiri atas dan NOMOR REGISTER yang di cetak dari website: www.kereta-api.co.id disudut kanan atas, dikirim melalui pos paling lambat tanggal 5 Februari 2010 (cap pos) dengan alamat :
MANAGING DIRECTOR OF HUMAN CAPITAL
UP. EVP PERSONNEL CARE AND CONTROL
PO BOX 1674 BANDUNG 40000
Persyaratan khusus untuk jurusan tertentu :
1.
Sarjana Psikologi diutamakan yang telah memiliki Profesi Psikologi.
2.
Sarjana Hukum diutamakan yang telah memiliki Sertifikat Advokat dan atau memiliki pengalaman dalam hukum bisnis.
3.
Sarjana Akuntansi diutamakan telah memiliki Sertifikat/Brevet Pajak A – B.
4.
Diploma Arsitektur diutamakan yang menguasai Aplikasi Computer Aid Design (CAD)

Bagi yang memiliki persyaratan khusus diatas agar melampirkan fotocopy sertifikat bersamaan dengan surat lamaran

Link

| | edit post