SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



PT KA Proses Empat Taksi di Gambir

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 08 Maret 2010 0 komentar


PT KA Proses Empat Taksi di Gambir

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api (KA) Daop I Jakarta sedang memroses kembali empat perusahaan taksi yang akan diperbolehkan beroperasi di Stasiun Gambir, Jakarta.

"Empat lagi sedang diproses untuk menempati slot di Gambir. Sebelumnya kan sudah ada tiga perusahaan. Total slot di Gambir kan 36," kata Kahumas PT KA Daop I Jakarta, Sugeng Priyono saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Penegasan itu untuk menjawab keinginan sejumlah perusahaan yang berminat menjadi perusahaan taksi yang bisa beroperasi di Stasiun Gambir.

Pada Senin (8/3), sejumlah pengemudi taksi di luar taksi yang diperbolehkan beroperasi di Gambir, sejumlah tukang ojek dan pengemudi bajaj berdemontrasi di depan Stasiun Gambir.

Aksi demo yang intinya memprotes pengaturan dan penertiban angkutan umum berupa taksi dan bajaj di stasiun itu diikuti oleh sekitar 70 orang dan berlangsung sekitar satu jam mulai dari pukul 12.30 WIB dan sempat memblokir pintu masuk Stasiun Gambir.

Setelah aksi di depan Stasiun Gambir, mereka pindah di depan Kantor Kementerian BUMN di Jalan Merdeka Selatan sekitar pukul 17.00 WIB dan membubarkan diri setelah 30 menit kemudian.

Sugeng menjelaskan, prinsipnya perusahaan taksi mana pun yang berminat dipersilakan mengajukan diri dan jika memenuhi kriteria yang ditetapkan, langsung bisa menempati slot yang disiapkan di Stasiun Gambir.

"Tentu harus memenuhi persyaratan di sini, baik administrasi maupun teknis," kata Sugeng.

Sejak awal Februari 2010, Sugeng menyebutkan, EZ Parking, mitra parkir PT KA bersama manajemen PT KA Daop I telah menyeleksi 25 perusahaan peminat dan menentukan tiga operator, yaitu Blue Bird, Pusaka Satria dan Dian Taksi.

Tiga taksi inilah yang nantinya berhak menurunkan dan mengangkut penumpang dari Stasiun Gambir, sedangkan lainnya hanya berhak menurunkan penumpang.

"Selanjutnya, penumpang akan dikenakan biaya tambahan (surcharge) sebesar Rp3.000 tiap menggunakan taksi stasiun," katanya.

Selama ini, PT EZ Parking yang berwenang mengelola lahan parkir di Gambir. PT EZ sudah sejak lama ditunjuk sebagai pengelola lahan parkir di stasiun itu.

Perusahaan ini membayar kontrak sewa lahan parkir sebesar Rp530 juta per tahun ke PT KA.

Sementara itu, informasi yang beredar di kalangan pengunjuk rasa menyebutkan bahwa setiap satu slot di Stasiun Gambir sewanya sebesar Rp7 juta per bulan.

News Link

| | edit post


Jakarta - Puluhan sopir taksi non-Blue Bird, tukang ojek dan bajaj menggelar aksi blokir pintu masuk stasiun Gambir. Aksi dilakukan karena pihak stasiun dituding menerapkan tarif sewa pangkalan terlalu tinggi. Hal ini sontak dibantah.

Kahumas Daerah Operasi 1 (Daops 1) PT KA, Sugeng Priyono mengatakan, sejak tahun 2009, stasiun Gambir memang sedang dilakukan pembenahan internal. Hal ini dipicu oleh banyaknya keluhan penumpang yang menggunakan jasa kereta api, khususnya persoalan angkutan setelah turun dari kereta.

"Mereka semua pada komplain, Gambir itu tidak seperti yang dibayangkan. Banyak taksi yang membuat tarif seenaknya, lalu tukang ojek yang menawarkan dengan cara memaksa, dan lain-lain," jelas Sugeng saat dihubungi detikcom, Senin (8/3/2010).

Akibat keluhan itu, manajemen Gambir membuat aturan ketat tentang angkutan umum yang diizinkan 'mangkal'. Hanya taksi dengan tarif argo dan jelas perusahaannya yang diizinkan memiliki pangkalan.

Selain itu, disiapkan 36 lokasi untuk lokasi menunggu para sopir taksi. Sebagai biaya perawatan tempat, PT KA memang mengenakan tarif sebesar Rp 7,5 juta per bulan.

"Rp 7,5 per bulan itu relatif murah. Itu resmi masuk perusahaan (PT KA), mereka yang demo itu nggak mau, pengennya gratis," lanjutnya.

Dengan anggaran tersebut, PT KA mengaku ingin membuat Gambir menjadi lokasi yang lebih nyaman dari sebelumnya. Mulai dari taman, tempat kebersihan, hingga angkutan transportasi.

"Masuk stasiun tanpa peron, toilet gratis, penumpang datang dan berangkat ditata. Sampai taman pun ditata. Perusahaan taksi harus jelas, identitas sopir taksi harus jelas dan lain-lain," tambahnya.

Bagaimana jika para sopir taksi itu terus protes?

"Demo itu kan ada prosedurnya. Kita serahkan saja pada kepolisian," pungkasnya.

:: Link News ::

| | edit post


VIVAnews – Sedikitnya 100 pengemudi taksi, bajaj, dan ojek sepeda motor berunjuk rasa di lobi Stasiun Gambir, Senin 8 Maret 2010 siang. Mereka minta agar larangan mangkal di sekitar stasiun dicabut. Tapi, warga lainnya malah setuju bila kawasan ini bebas dari pangkalan angkutan umum yang setiap hari dinilai bikin semrawut.

Para pengemudi berorasi di depan stasiun. Sementara kendaraan mereka parkir di sekitar pintu masuk dan pintu keluar stasiun.

Mereka berteriak minta bertemu dengan pengelola stasiun kereta api agar dapat langsung menyampaikan keberatan atas kebijakan larangan beroperasi di sekitar stasiun.

Aksi ini mendapat penjagaan aparat Polsek Gambir. Aparat berjaga-jaga di sekitar pintu agar para pengemudi tidak merangsek masuk stasiun.

Sementara itu, akibat aksi demonstrasi ini, sebagian calon pembeli karcis kereta terganggu. Misalnya yang dialami Sapar, salah satu pengemudi mobil. Dia tidak bisa masuk dan terpaksa mengurungkan niat untuk membeli tiket ke Jawa.

Menanggapi aksi itu, sebagian warga yang setiap hari melintas di sekitar kawasan Gambir malah mendukung upaya pengelola Stasiun Gambir untuk menertibkan lingkungan stasiun.

“Soalnya selama ini tiap pagi macet. Gara-gara taksi dan bajaj mangkal sembarangan. Mereka itu kan tidak pernah mau tertib,” kata Franki Nugroho.

Franki menambahkan kawasan Gambir harusnya jadi simbol ketertiban kota Jakarta. Jadi, kawasan ini harus dibebaskan dari angkutan umum yang selalu memicu kesemrawutan lalu lintas.

:: News Link :::

| | edit post

KA Tabrak Tiga Sepeda Motor

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar




Kereta api Baraya Geulis jurusan Cicalengka-Bandung-Padalarang menabrak tiga sepeda motor di perlintasan rel Jalan Garuda, Bandung. Satu orang tewas dan dua orang terluka dalam kejadian ini.

::; Link News :::

| | edit post

Peniadaan KA Bandung - Jakarta Keberangkatan Pukul 04:00

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 07 Maret 2010 0 komentar

Surangga Wijaya - suaraPembaca



/ilustrasi ist.
Jakarta - Saya seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta yang berkantor di Jakarta yang memaksa saya untuk melakukan perjalanan pulang pergi Jakarta - Bandung setiap akhir pekan. Seperti biasa saya kembali ke Bandung setiap hari Jumat sore dan berangkat ke Jakarta hari Senin dini hari.

Kurang lebih 2 (tahun) saya melakukan rutin hal tersebut di atas. Untuk mengurangi kesalahan biasanya saya memesan tiket untuk pemberangkatan hari Senin dini hari jauh-jauh hari sebelumnya dan saya membeli untuk beberapa tiket hari Senin sekaligus. Alangkah kagetnya saya sewaktu membeli tiket untuk hari Senin tanggal 1 Maret 2010 pada hari Jumat, 26 Februari 2010 pukul 13.30 di Stasiun Kiaracondong. Petugas yang berada di loket mengatakan bahwa untuk ke depan keberangkatan dari Bandung ke Jakarta setiap Senin pukul 04:00 ditiadakan karena diganti dengan kereta barang.

Hal itu tidak menjadi masalah besar bagi saya karena kebijakan jadwal keberangkatan menjadi hak mutlak PT Kereta Ap (PT KA), karena saya tetap harus menuju Jakarta setiap hari Senin saya membeli 2 tiket. Satu tiket Argo Gede Senin, 01/03/2010 pukul 06:00 dan satu tiket lainnya Parahyangan untuk hari Senin, 08/03/2010 pukul 05:00 karena memang menurut petugas bersangkutan jadwal yang biasa saya gunakan sudah tidak ada lagi.

Hari Minggu tanggal 28/02/2010 pukul 08:15 saya terkaget karena teman saya baru mendapatkan tiket perjalanan untuk hari Senin, 01/03/2010 pukul 04:00. Saya mohon penjelasan dari pihak PT KA mengenai kejadian yang saya alami. Karena saya sudah membeli tiket untuk beberapa minggu ke depan dengan jadwal yang tidak sesuai karena keterangan dari petugas loket.

Demikian surat pembaca ini saya buat sebagai pengungkapan rasa kecewa. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

:::News Link:::::
Salam,
Surangga Wijaya
Jl Binong Jati Nur Ummat I No 6 Bandung
sami_hehe@yahoo.co.id
081221337887

| | edit post

jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat dari sebanyak 6.503 pejabat perusahaan-perusahaan plat merah yang wajib menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Negara Pejabat Negara (LHKPN) baru sekitar 3.576 orang atau sekitar 55% yang telah menyerahkan laporan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekretaris Kementrian BUMN M.Said Didu mengatakan, seluruh pejabat di perusahaan BUMN yang wajib menyerahkan LHKPN yakni Komisaris, Direksi dan satu tingkat dibawah direksi. Hal tersebut dikatakan Said ketika ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (05/03/2010).

Sebelumnya Plt Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyebutkan, dari 10.221 pejabat hanya 5.706 yang sudah melaporkan harta kekayaaan.

"Namun dari data kami, dari sebanyak 6.503 sebanyak 55% telah melaporkan. Itu berdasarkan data per tanggal 16 Februari 2010," ujar Said.

Said menambahkan, dari sebanyak 141 BUMN, PT Kereta Api Indonesia merupakan perusahaan yang memiliki pejabat terbanyak yang wajib menyerahkan LHKP yaitu sebanyak 475 orang.

"Diikuti oleh PT PT Perkebunan Nusantara II sebanyak 321 orang, PT Askes 293 orang. Sementara itu PT Pertamina (Persero) hanya wajib menyerahkan LHKPN dari 208 pejabatnya," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Mustafa Abubakar menghimbau agar seluruh pejabat-pejabat perusahaan BUMN yang terkena kewajiban penyerahan LHKPN dapat menyerahkan laporan tersebut tiga bulan terhitung mulai hari ini.

"Kami akan membuat surat edaran untuk mengingatkan batas waktu yang ditentukan sampai tiga bulan kedepan," ungkapnya.
:::News Link::::

| | edit post



Jakarta - Saya pada tanggal 3/2/2010 menumpang Kereta Api (KA) Executive Bima dari Surabaya ke Jakarta. Alangkah terkejutnya saya setelah sampai di rumah. Laptop saya diganti dengan beberapa majalah yang dibungkus koran.

Untuk itu kami bertanya kepada PT Kereta Api (PT KA) sekaligus sebagai laporan bagaimana kereta sekelas executive bisa berkeliaran maling di dalamnya. Kami juga menghimbau kepada penumpang KA lainnya harap berhati-hati.

KA kelas executive pun masih banyak malingnya. Terima kasih.

:::Link News:::
Agus N
Jl Cempaka Putih Barat XIVB/26 Jakarta
bagasthaa@yahoo.com
081384893827

| | edit post

Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih mempunyai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan tahun ini. Salah satunya mengembalikan aset-aset yang bermasalah dengan nilai yang ditaksir mencapai triliunan rupiah.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, karena nilainya yang sangat besar itu maka hal ini akan menjadi prioritas Kementerian BUMN di tahun 2010.

"Aset-aset bermasalah yang saat ini tercatat di kementerian adalah 11.000 rumah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan 15.000 rumah milik seluruh PT Perkebunan Nusantara (PTPN). PTPN II saja memiliki rumah yang bermasalah sebanyak 12.000. Itu yang akan kita kejar," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Mustafa menambahkan, disamping rumah, aset-aset bermasalah lain yang masih dalam sengketa adalah sejumlah lahan milik perusahaan BUMN. "Banyak aset-aset yang dihuni oleh orang yang tidak berhak," tegasnya.

Mustafa mengharapkan seluruh permasalahan aset bermasalah BUMN itu bisa selesaikan seluruhnya tahun ini. Hal itu tentunya harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang bakal memaksa pengalihan aset terlantar menjadi milik negara.

Selain itu, Mustafa juga meminta kepada semua BUMN untuk kembali mendata ulang serta mengaudit semua anak perusahaan di masing-masing BUMN.

"Nanti pada 9 Maret bertempat di Gedung Telkom akan ada pertemuan Menteri BUMN dengan seluruh jajaran Komisaris dan Direksi dari masing-masing BUMN, adapun beberapa poin utama yang dibicarakan nantinya semua perusahaan BUMN wajib mendata ulang serta melakukan audit atas semua anak perusahaannya," katanya.

Ia menjelaskan, maksud dari pendataan dan audit ini adalah untuk mengetahui perkembangan dari masing-masing perusahaan. "Jangan-jangan sudah banyak yang mati suri. Makanya ini tidak boleh dibiarkan sehingga bisa diketahui mana yang sakit, mana yang perlu diamputasi saja," ungkapnya.
:::News Link::::

| | edit post

Jakarta - Kementerian Perhubungan akan berencana membangun jalur kereta api di Papua dan Papua Barat. Dua jalur yang akan dibangun adalah Jayapura-Sarmi dan Manokwari–Sorong.

"Ada permintaan dari dua Gubernur (Papua dan Papua Barat), pembangunan kereta api Manokwari-Sorong dan Jayapura-Sarmi," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi.

Hal itu dia katakan saat ramah tamah dengan wartawan di Kantor Kemhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Kedua rute tersebut kemudian akan dikembangkan ke wilayah-wilayah lainnya sesuai dengan perencanaan jangka panjang selanjutnya. Terkait dengan rencana itu, maka dalam desain atau perencanaannya Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat diminta memperhatikan pengembangan jangka panjang.

Investasi Tidak Terganggu

Situasi politik yang memanas akibat kisruh kasus dana talangan Bank Century menjadi kekhawatiran bagi iklim investasi di Indonesia. Kementerian Perhubungan memastikan iklim investasi di bidang angkutan darat, laut dan udara tidak terganggu dengan hal itu.

"Tidak ada masalah, kita jalan terus, bahkan akan ada investasi di papua untuk kereta api. Kita bersyukur tidak terlalu berpengaruh," jelas Freddy.
::: Link News:::

| | edit post

Bantalan Rel Lapuk Diduga Penyebab KA Anjlok di Jember

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 01 Maret 2010 0 komentar


Jember - Penyebab anjloknya KA Mutiara Timur di Kalisat-Stasiun Kotok, Jember dipicu lapuknya bantalan rel dari kayu. Bantalan rel dari kayu hanya kuat bertahan 2-3 tahun.


"Sangat mungkin faktor lapuknya bantalan rel yang terbuat dari kayu. Tetapi penyebab pastinya masih menunggu penyelidikan dari tim," kata Manajer Komersial PT KA Daops IX Jember,Slamet Sriyanto kepada detiksurabaya.com, Senin (1/3/2010).

KA Mutiara Timur anjlok di Jember pada pukul 12.39 WIB, Minggu (28/2/2010).Kereta berangkat dari Banyuwangi ke Surabaya dan membawa 9 rangkaian gerbong.

7 kereta anjlok, 1 kereta anjlok separuh dan 1 kereta tidak anjlok atau masih berada di atas rel. Kejadian itu terjadi pada pukul 11.29 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Bantalan dari kayu itu rencananya diganti pada tahun 2010 ini dengan menggunakan dana APBN. Bantalan yang akan diganti mulai dari Klakah, Lumajang hingga Kalisat, Jember. Sementara sisanya dari Kalisat ke Banyuwangi masih menunggu anggaran selanjutnya.

"Kalau bantalan diganti dengan beton, diharapkan meminimalisir kecelakaan kereta api," ungkap Slamet.

Jalur Jember-Banyuwangi yang sempat tidak bisa dilalui akibat anjloknya Mutiara Timur sudah normal. Petugas mengevakuasi gerbong dan memperbaiki rel.
::: News Link::::

| | edit post