SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



SUARA PEMBACA

Diposting oleh paguyubancirex Jumat, 09 April 2010 0 komentar

Retribusi Peron Kalau Tidak Ikhlas Stasiun Gambir

Jakarta - Pada hari Kamis, 8 April 2010 jam 19.30 WIB saya bermaksud mengantarkan keberangkatan Ibu saya ke Gambir. Ibu saya membeli tiket Argo Lawu jurusan Yogya. Ketika saya bersama istri saya memasuki peron petugas satpam menyebutkan nominal 5 ribu rupiah.

Saya menyodorkan uang kepada petugas tersebut. Petugas tersebut menerima dan tidak memberikan tanda bukti pembayaran peron.

Saya kemudian menanyakan bukti pembayaran peron tersebut kepadanya. Dengan enteng petugas tersebut menjawab bahwa tidak ada bukti bayar, dan lagi pengantar dilarang masuk ke stasiun. Kalau Bapak tidak ikhlas uangnya saya diambil saja.

Bukan masalah uang yang saya permasalahkan. Sebagai warga negara yang berusaha menjadi baik saya ingin membayar retribusi peron. Akan tetapi hak saya juga menerima bukti pembayaran peron untuk memastikan uang tersebut benar disetor untuk negara.

Saya kecewa dengan tindakan satpam tersebut. Selama beberapa tahun saya naik kereta di Gambir baru kali ini ada informasi pengantar dilarang masuk stasiun.

Kalaupun memang bukti bayar peron itu sedang habis atau tidak ada akan lebih baiknya petugas tersebut berterus terang. Bukan dengan memberikan informasi yang tidak berdasar dan terkesan sekenanya.

Seharusnya Gambir sebagai Stasiun Kereta Api Terbesar di Indonesia bisa memberikan contoh profesionalisme untuk stasiun yang lain.

Febrian
Jln As Sakinah Kebagusan Jakarta
kulofebri@yahoo.com
085624615702

| | edit post

Probolinggo - Seorang pegawai stasiun Kereta Api (KA) Leces, Kabupaten Probolinggo bernasib naas. Pegawai bernama Maksum (42), itu dihajar orang gila hingga babak belur. Korban segera dilarikan ke RS dr Muhammad Saleh, karena mengalami luka parah.

Dari informasi yang dihimpum, peristiwa yang menimpa Maksum terjadi sekitar pukul 13.45 WIB, Jumat (9/4/2010). Saat itu, korban pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor. Namun sesampai di depan kantor Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, korban berpapasan dengan pria tidak waras itu di tengah jalan.

Tanpa banyak cakap, pria gila itu kemudian langsung menghajar korban yang masih di atas motor dengan sebongkah batu. Akibat hantaman batu itu, korban langsung terpental dan jatuh dari sepedanya. Korban pun langsung tak sadarkan diri dengan kepala bersimbah darah.

Melihat kejadian itu, warga yang kebetulan melihat langsung melakukan pertolongan. Bahkan, ada sebagian warga yang mengejar pria tidak waras itu, laiknya mengejar seekor babi yang kabur ke tengah perkampungan. Begitu tertangkap, pria yang hingga kini belum diketahui indentitasnya itu dihajar habis-habisan oleh warga hingga babak belur.

Dalam keadaan babak belur dan tangan diikat, pria tidak waras itu kemudian diserahkan ke Mapolsek Wonoasih. "Dia itu tidak hanya sekali melakukan onar dan mengganggu warga," ujar salah seorang warga setempat, Sukiman kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Sepengetahuan Sukiman, pria tidak waras itu tak hanya seringkali mengganggu warga, namun suka melempar batu pada kendaraan yang sedang lewat di jalan raya.

Kapolsek Wonoasih, AKP Ohim, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Kini korban bernama Maksum itu menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat perbuatan pria tidak waras itu. Sementara pria tidak waras itu hingga kini masih berada di Mapolsek Wonoasih, setelah diserahkan oleh warga setempat.

::: News Link ::

| | edit post

Tiket Terpadu Antar Moda, Naik KA Bisa Nyambung Bus dan Kapal

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 08 April 2010 0 komentar


Jakarta
- Jika Anda mau ke Bandung terus ke Palembang atau Batam, kini tak perlu pusing ganti-ganti moda transportasi. Beli saja satu tiket, naik kereta api (KA) bisa langsung nyambung bus dan kapal.


Tiket Terpadu Antar Moda (Titam), demikian program single ticketing online yang membuat tak perlu pusing memikirkan gonta-ganti moda transportasi itu.

Ada 2 rute Titam yang diluncurkan yaitu rute reguler yang meliputi Bandung-Gambir-Tanjungkarang-Kertapati/Palembang. Dan rute nonreguler yaitu Bandung-Gambir-Tanjung Priok-Sekupang-Batam.

Rute reguler misalnya. Dengan sekali membeli tiket KA Argo Gede dari Bandung, langsung mendapatkan tiket terusan untuk naik bus kemudian menyeberang di Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni dengan ferry menuju Lampung. Lalu lanjut naik KA menuju Palembang.

Jadwalnya, setiap hari KA Argo Gede yang berangkat pukul 06.00 WIB menuju Stasiun Gambir, dan check in dengan bus Damri pukul 10.00 WIB menuju Tanjngkarang. Di Stasiun Tanjungkarang check in pukul 21.00 WIB menuju Kertapati, Palembang dengan KA Sriwijaya.

Sedangkan rute nonreguler, yang melayani tiap hari Jumat saja berangkat dengan KA Argo Gede dari Bandung ke Gambir pukul 06.00 WIB. Kemudian dari Gambir naik bus Damri ke Pelabuhan Tanjung Priok check in pukul 09.00 WIB. Dari Tanjung Priok kemudian naik KM Kelud yang check in pukul 10.00 WIB menuju Sekupang/Batam.

Tarifnya, dihitung dengan menjumlahkan tarif masing-masing moda transportasi. Ada diskon sebesar 10% selama masa promosi 9 April- 8 Juli 2010.

Tarif Titam rute Bandung-Batam menggunakan kapal Pelni kelas ekonomi misalnya, bisa dibeli dengan harga Rp 300 ribu. Sementara bulan April, Pelni memberikan diskon 45% untuk kelas eksekutif sehingga tiket Titam menjadi Rp 510 ribu dan Mei - 8 Juli 2010, tarif Titam menjadi Rp 785 ribu.

Adapun tarif Titam rute Bandung-Tanjungkarang sebesar Rp 155 ribu dan rute Bandung-Palembang Rp 240 ribu.

VP Public Relation PT KA Adi Suryatmini mengatakan pembelian tiket Titam tak harus dari Bandung. Jika berangkat dari Jakarta menuju Palembang atau Batam, juga bisa dilayani.

"Asal minimal menggunakan dua moda transportasi," imbuh perempuan berjilbab ini saat peluncuran Titam di Stasiun Gambir, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2010).

Reservasi Titam bisa melalui call center PT KA 121 (dari telepon rumah) atau 021-21391121 (dari HP), bisa juga melalui loket khusus Titam di Stasiun Bandung dan Gambir.

Sementara Dirut PT KA Ignasius Johan mengatakan penumpang tak perlu pusing membeli tiket berkali-kali dengan layanan ini.

"Dengan adanya layanan Titam ini, maka masyarakat pengguna jasa tidak perlu mengurus pembelian tiket berkali-kalo setiap akan berganti moda transportasi, ujar Direktur Utama PT KA Ignasius Johan dalam sambutannya.

Titam ini terwujud berkat kerjasama nota kesepahaman 4 BUMN Perhubungan yaitu PT KA, PT Indonesia Ferry, PT Pelni dan Perum Damri. Untuk provider sistem ticketing online bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia.

Keempat BUMN itu berencana akan mengkaji dan mengembangkan rute Titam dari yang sudah ada sekarang.

:: News Link ::

| | edit post

SUARA PEMBACA

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 07 April 2010 0 komentar




KA: Mau Terima Profit Tidak Melihat Kenyamanan Penumpang


Jakarta - Sudah berkali-kali dan terulang pada liburan akhir pekan pasti ada lonjakan penumpang Kereta Api (KA) yang mudik. Khususnya KA ekonomi. Tapi, berkali-kali juga teriakan (suara)untuk kenyamanan penumpang tidak pernah didengar.

Nanti kalau sudah kejadian kecelakaan dan sampai merenggut nyawa baru di-follow up. Itu pun main lempar-lemparan dan tidak bertanggung jawab seperti yang sudah-sudah.

Tidak ada inisiatif tambah gerbongkah. Atau potongan harga bagi yang tidak mendapatkan tempat duduk bayar sama full tapi kenyamanan jauh dari yang dibayangkan. Bisa-bisa emosi bahkan nyawa melayang. Antar pihak keamanan/tiket dgn penumpang dan juga antar penumpang yang saling tindih.

Bayar full tapi berdiri dari Jakarta sampai Semarang atau sebaliknya. Bayar di atas kereta duitnya masuk ke kantong petugas cek (entah ke mana larinya). Tidak bayar taring petugas keluar siap menerkam.

Saya pikir ini perlu diinvestigasi untuk fasilitas dan sistem PT KAI. Memangnya tidak ada orang yang bisa analisa kapan pasang-surutnya penumpang. Kapan waktunya tambah gerbong. Belum lagi kendala anjlok dan juga sampai merenggut nyawa orang.

Asuransi tidak seberapa dibanding nyawa melayang. Mohon para aparat pemerintah yang bersangkutan untuk memantai kasus ini lebih lanjut. Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau bukan kami penumpang setia KA siapa lagi? Terima kasih.

Imam
Kav DKI Pondok Kelapa Jakarta Timur
miftahudin_80@yahoo.com
02199259643



<

| | edit post

SUARA PEMBACA

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 06 April 2010 0 komentar

Jadwal Online Kereta Api yang Bikin Pusing

Jakarta - Sebagai pelanggan setia jasa kereta api (KA) saya dibuat pusing dengan result jadwal kereta di situs www.kereta-api.co.id. Minggu lalu, tepatnya Senin, (29/3) dari Jakarta saya berniat pergi ke Surabaya dengan kereta.

Karena pekerjaan yang belum kelar saya memutuskan berangkat malam. Tapi, tidak dengan Eksekutif mengingat tarifnya yang sangat mahal. Apa saja tak masalah, yang penting sampai Madiun untuk kemudian lanjut ke Surabaya, entah dengan bis atau kereta lagi.

Saya cek jadwal via online. Hasil yang didapat tertera KA Brantas berangkat pk 19.40, sampai Madiun jam 06.00. Pas sekali batin saya. Berarti sesampai Madiun saya tinggal tunggu KA Bisnis Sancaka pk 09-an.

Namun, tiba di stasiun Jatinegara, saya kaget mendapati info bahwa KA Brantas sudah berangkat sore tadi pk 16.04. Sebagaimana yang tertera di papan jadwal stasiun sebenarnya banyak alternatif lain. Misal kereta jurusan Semarang atau Yogya. Tapi, itu berarti saya harus lama menunggu sehingga tak mungkin menjadi pilihan.

Tak perlu pikir panjang saya memutuskan naik KA Bengawan, tujuan akhir Solo. Dengan begitu sesampai Solo tetap bisa lanjut dengan Sancaka, meski berarti cost yang saya keluarkan jadi bertambah.

Sekali lagi saya dikecewakan karena kereta tidak berhenti di Stasiun Balapan tempat di mana Sancaka berhenti. Okelah saya tunggu sampai stasiun terakhir, dengan harapan ada angkutan dari Jebres ke Balapan.

Sayang meleset lagi. Karena, sesampai di Jebres tidak ada kereta ke Balapan di waktu-waktu tersebut. Oleh petugas saya disuruh keluar naik becak atau jalan kaki menuju halte yang terbilang cukup jauh. Sementara bawaan saya sangat banyak. Sekali lagi, cost jadi bertambah.

Agar tidak menimpa penumpang lain saya menghimbau kepada PT KAI agar:
1. Koreksi keakuratan jadwal kereta! Masyarakat sekarang sudah banyak yang melek internet sehingga fasilitas online jadwal selalu jadi pegangan.

2. Perjelas mana situs yang resmi. Ada kereta-api.com dan ada yang .co.id tapi keduanya berbeda. Di .com setahu saya sudah tidak ada lagi jadwal.

3. Upayakan memperbarui index di google, entah bagaimana caranya pasti webmaster PT KA sangat canggih untuk melakukan itu. Sebab kenapa, bagi yang tidak biasa mengikuti update pengguna akan nyasar ke http://infoka.kereta-api.com karena hasil keyword jadwal kereta masih mengarah ke situ.

4. Jika situs masih developing berilah info tentang kondisi yang ada. Sudah sebulan saya masuk ke infoka.kereta-api.com selalu dikatakan problem server, atau mungkin lebih baik ditutupi dengan variasi 404 page. Ahh, kalau ini webmasternya pasti paham.

5. Sediakan angkutan antar stasiun sebagai fasilitas penumpang. Di surabaya, jika penumpang yang turun di stasiun Pasar Turi hendak melanjutkan ke Banyuwangi (arah
timur) disediakan kendaraan menuju ke Stasiun Gubeng.

Novi Setiyarso
Bratang gede VI E / 38 Surabaya
novis97@gmail.com
085730857996

| | edit post


Bandung - Perkara korupsi di PT Kereta Api (Persero) dengan dua terdakwa bekas staff PT KA Widyasono dan Dirut PT OKCM (Optima Kharya Capital Management) Antonius Torang P. Siahaan mulai disidangkan dengan agenda pembacaan dakwaan.

Staf PT KA didakwa membantu memuluskan investasi yang digelontorkan pihak PT KA kepada PT OKCM.
Justify Full
Sidang digelar di ruang sidang 1 Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (6/4/2010), dengan Majelis Hakim yang diketuai Syahrul Mahfud.

Dalam dakwaan yang dibacakan, Jaksa Penuntut Umum Riski Fahrudi terungkap Widyasono membantu pihak OKCM agar PT KA mau berinvestasi dan menggelontorkan uang sebesar Rp 100 miliar.

Padahal, kata Riski, tugas dan kewenangan tersebut bukan bagian dari terdakwa. Namun bagian dari wewenang bagian hukum PT KA.

"Setelah perjanjian ditandatangani, terdakwa Antonius memberikan sejumlah uang kepada terdakwa Widyasono sebesar Rp 100 juta," kata Riski seusai sidang di halaman PN Bandung Jl RE Martadinata.

Uang tersebut, lanjut Riski, dibagikan kepada empat pejabat kereta api bernama Mulyana, Widodo, dan Bambang Sulistyo.

Widyaseno dikenakan pasal 5, 11, dan 12 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan minimal hukuman 1 tahun bui.

:: News Link ::

| | edit post

Gempa 7,2 SR di Aceh

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Warga Sinabang Sempat Berlarian ke Gunung
Gempa yang menguncang sungguh dahsyat. Bahkan ketika gempa terjadi, warga berhamburan ke luar rumah dan langsung mencari lokasi yang aman ke gunung.

"Pas gempa dahsyat, warga lari ke gunung semua," ujar warga Sinabang, Erwin Edyansyah, kepada detikcom, Rabu (7/4/2010).

Menurut Erwin gempa berkekuatan 7,2 SR dirasakannya sekitar dua menit. Kemudian dilanjutkan gempa susulan sebanyak dua kali.

Erwin menambahkan, tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan akibat gempa ini.

"Kerusakan fisik belum tampak," jelasnya.

Erwin mengatakan, kini warga telah kembali turun dari gunung dan berada di sekitar rumahnya namun belum berani masuk ke dalam rumah. Meski listrik masih pada tapi aktivitas warga mulai berjalan normal.

"Petugas penyapu jalan sudah kerja, toko-toko sudah mulai buka," terangnya.

Data Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan, titik pusat gempa berada di 2.33 LU - 97.02 BT atau 75 km tenggara Sinabang NAD. Gempa terjadi di kedalaman 34 Km dan berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

::: News Link :::

| | edit post

Malam Ini, Puncak Arus Balik di Gambir

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 04 April 2010 0 komentar

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Puncak kedatangan warga Jakarta di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat diprediksi akan terjadi malam ini. Kepadatan penumpang yang ada di stasiun ini sudah mulai terasa sejak tadi pagi.

"Hari ini adalah puncak kedatangan, sampai nanti malam," kata Humas Daops I PTKA Sugeng Priyono saat dihubungi detikcom, Minggu (4/4/2010).

Sugeng menjelaskan, sejak pagi tadi, kereta api dari berbagai daerah di Jawa
sudah mulai membawa kembali ribuan warga Jakarta. Penumpang terbanyak berasal dari Solo, Yogya dan Semarang.

:: News Link :::

"Kepadatan yang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah," jelasnya.

Diperkirakan, arus balik akan terjadi hingga malam nanti. Sedangkan kereta api yang berangkat dari Gambir, menurut Sugeng, berlangsung normal.

"Dari Gambir normal," tegasnya.

| | edit post

Perjalanan KA ke Jawa Mulai Normal

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Jakarta
- Perjalanan kereta api (KA) di Jawa sudah mulai berangsur-angsur normal. Kereta Argo Sindoro yang anjlok sudah dievakuasi dari Haurgeulis dan jalur kereta telah berfungsi seperti sedia kala.


"Pukul 10.00 WIB tadi kan sudah ditangani, jadi perjalanan KA sudah berangsur-angsur normal kembali," kata Humas Daops I PTKA Sugeng Priyono, kepada detikcom, Minggu (4/4/2010).

Menurut Sugeng, Haurgeulis sudah memakai jalur ganda. Ketika Argo Sindoro anjlok, masih ada satu jalur yang berfungsi namun memang harus bergantian.

"Kalau jalur pulih, perjalanan pun akan pulih," kata dia.

PTKA juga menerima banyak keluhan penumpang akibat masalah ini. Sementara untuk perjalanan KA di Jabodetabek juga sudah normal terkait hambatan pada KRL Ekonomi di Stasiun Jatinegara.

"Pantograf (kait di atap KRL ke kabel listrik) nyangkut, bukan karena mogok. Tapi itu juga sudah beres pada pukul 09.35 WIB," pungkasnya.

:: News Link ::::

| | edit post

Kereta Api Anjlok di Hargeulis

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Kereta api anjlok di Hargeulis. Akibatnya banyak kereta lain yang terlambat.
Kereta Api Bima dari Surabaya ke Jakarta, harusnya sampai Gambir Jam 05.39 WIB. Saat ini pukul 07.30 WIB masih tertahan di Stasiun Jatibarang. Ada apa ?tanya seorang penumpang.
KA Argo Sindoro Anjlok, Kereta Tujuan Jakarta Telat
Kereta Api Argo Sindoro jurusan Semarang-Jakarta anjlok di daerah Hargeulis, Cirebon, Jawa Barat. Akibatnya, semua kereta api yang menuju Jakarta mengalami keterlambatan.

Hal ini tersebut disampaikan oleh Kahumas PT Kereta Api Daops I Sugeng Priyono saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (4/4/2010).

Sugeng mengatakan, KA Argo Sindoro anjlok sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu 3 April 2010 kemarin. Namun dalam musibah ini tidak ada korban jiwa. "Yang anjlok cuma 6 as, atau satu setengah gerbong. Saat ini sedang dievakuasi," imbuhnya.

Dia mengatakan, akibat insiden ini, dua lajur rel kereta yang biasanya bisa dipakai sekaligus kini cuma satu lajur saja yang bisa dipakai. "Jadi kereta antre, kedatangan dari Jatim dan Jateng mengalami keterlambatan," imbuhnya.

Sebelumnya, pembaca detikcom melalui fasilitas Info Anda mengatakan kereta Bima jurusan Surabaya Jakarta tertahan di Stasiun Losarang. Kereta yang harusnya tiba di Jakarta pukul 05.30 pun dipastikan telat.

KA Cireks Cirebon-Jakarta Telat - Kereta api Cirebon Ekspress tujuan Jakarta telat. Pasti berimbas ke jadwal-jadwal berikutnya

Kereta Anjlok di Haurgeulis Ganggu Perjalanan KA di Jawa
Kereta api Argo Sindoro yang anjlok di Haurgeulis, Indramayu, berimbas kepada sejumlah perjalanan kereta pagi ini. Sejumlah penumpang dari berbagai kota mengeluhkan keterlambatan perjalanan.

Misalnya saja Hans, penumpang Cirebon Ekspress tujuan Jakarta. Lewat Info Anda, dia mengeluhkan keterlambatan perjalanannya.

"Kereta api Cirex Cirebon-Jakarta, Minggu pagi telat dan lama. Pagi-pagi sudah telat, pasti berimbas ke jadwal-jadwal berikutnya," keluh Hans, Minggu (4/4/2010).

Keluhan juga disampaikan dalam Info Anda oleh Paijo. Penumpang kereta Taksaka ini mengalami keterlambatan sampai 4 jam.

"Kereta Taksaka mengalami keterlambatan sampai 4 jam. Pukul 09.15 WIB baru sampai Yogya," kata dia.

Penumpang dari Jakarta juga mengeluhkan masalah yang sama lewat Info Anda. Bowie, penumpang Bangunkarta Ekspress ini semestinya sudah berangkat sejak subuh tadi. Namun hingga pukul 09.30 WIB, Bowie masih menunggu di stasiun.

"Mestinya pukul 05.00 pagi sudah masuk Jakarta. Tapi pukul 09.30 WIB masih tertahan di Stasiun Tambun,

Berita di himpun dari beberapa Sumber.

| | edit post