SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



KA Dirusak Bobotoh Purwakarta, Kerugian Ditaksir Rp 30 Juta

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 03 Mei 2010 0 komentar

Bandung - PT Kereta Api (PT KA) mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta, akibat ulah bobotoh yang tak bertanggung jawab. Sedikitnya 500 orang tak bayar tiket saat naik kereta menuju Bandung untuk menonton laga Persib-Persipura, Minggu (2/5/2010). Tak hanya itu, mereka pun merusak gerbong. "Dari 700 bobotoh hanya 235 yang bayar. Sisanya sekitar 500 lebih tidak bayar karcis seharga Rp 2 ribu," ujar Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno saat ditemui di Stasiun Kiaracondong, Senin (3/5/2010). Ia menuturkan, kereta berangkat dari Purwakarta sekitar 14.35 WIB dan di perjalanan gerbong kereta dirusak. Para bobotoh dari Purwakarta ini turun di Stasiun Cikudapateuh. Akibat kejadian ini, 30 kaca pecah dan interior dicoret-coret dengan cat semprot dan kursi penumpang dirobek. "Akibat tidak membayar dan kerusakan kami merugi sekitar Rp 30 juta," terang Bambang Sebagai tindak lanjut pihaknya akan melapor pada Polres Purwakarta dan melayangkan surat aduan pada KONI pusat dan Jabar, PSSI, penyelenggara LSI dan perwakilan bobotoh Purwakarta. Sementara itu, Vice President PT KA Daop II Slamet Suseno Prianto menyatakan untuk ke depannya pihaknya akan meminta bobotoh Purwakarta dikawal polisi jika ingin menyaksikan langsung laga pertandingan Persib di Bandung. "Kami meminta kejadian ini tidak terulang, bobotoh bisa dewasa dan tidak bertindak anarkis," tutup Slamet.

| | edit post

Jakarta - Pada periode kuartal I-2010, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia jumlahnya mencapai 1,61 juta orang, naik 14,59% dibandingkan periode yang sama di 2009 yang sebesar 1,41 juta orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, pada Maret 2010, jumlah wisman yang mengunjungi Indonesia mencapai 594,2 ribu orang, naik 16,22% dibandingkan Maret 2009 yang jumlahnya mencapai 511,3 ribu orang.

"Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Maret 2010 naik 13,74% dibanding Maret 2009. Jika dibanding Februari 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 0,12%, yaitu dari 191,4 ribu orang menjadi 191,1 ribu orang pada Maret 2010," ujar Rusman dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Soetomo, Jakarta, Senin (3/5/2010).

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada Maret 2010 mencapai rata-rata 50,04%, atau naik 2,73 poin dibanding TPK Maret 2009 sebesar 47,31%. Demikian juga, dibanding TPK hotel Februari 2010, TPK hotel berbintang pada Maret 2010 naik 2,89 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama Maret 2010 adalah 2,19 hari naik 0,15 poin dibanding keadaan Februari 2010.

Kemudian, jumlah penumpang kereta api pada bulan Maret 2010 tercatat mencapai 17,0 juta orang, naik 11,74% dibanding bulan Februari 2010. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api naik 9,4% menjadi 1,5 juta ton.

Selama kuartal I-2010 (Januari-Maret), jumlah penumpang mencapai 49,6 juta orang atau naik 1,33%, sebaliknya jumlah barang mencapai 4,3 juta ton atau turun 4,87% dibanding periode yang sama tahun 2009.

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Maret 2010 tercatat 504,8 ribu orang atau naik 13,62% dibanding bulan Februari 2010 dan jumlah barang yang diangkut naik 9,79% menjadi 8,7 juta ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009, selama Januari-Maret 2010 jumlah penumpang mencapai 1,5 juta orang atau naik 7,52%, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 25,4 juta ton atau turun 11,2%.

Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Maret 2010 mencapai 3,4 juta orang atau naik 14% dibanding bulan Februari 2010.

Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 16,21% menjadi 767,7 ribu orang. Selama Januari-Maret 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 9,6 juta orang atau naik 20,3%, dan jumlah penumpang internasional mencapai 2,1 juta orang atau naik 29,74% dibanding periode yang sama tahun 2009.

::: News LInk::>>>

| | edit post

Bandung - Dalam sweeping di Stasiun Kiaracondong, Senin (3/5/2010), tak hanya penumpang yang terjaring. Kondektur pun ada yang melakukan pelanggaran. Pelanggaran terungkap setelah petugas mendapati 6 pemuda tanpa karcis yang naik KA Kahuripan jurusan Kediri-Padalarang. Dan menurut 6 pengakuan pemuda itu mereka sudah membayar pada kondektur sebesar Rp 10 ribu untuk 1 orang. Menurut salah satu pemuda Nizar (20), ia bersama 5 rekannya berangkat dari Tasikmalaya dan loketnya belum buka. "Kami bayar 60 ribu untuk 6 orang karena loketnya tutup," ujarnya yang baru pertama kali naik KA dari Tasikmalaya ini. Ia dan kelima rekannya pun tidak mendapat tiket suplisi (tiket denda yang semestinya 2 kali lipat). Petugas pun mencari kondektur dan mendatanya. Humas Daop II Bambang S Prayitno menuturkan seharusnya tiket suplisi diberikan 2 kali lipat dari tarif normal. "Tadi kondektur itu tidak memberikat karcis suplisi. Seharusnya dia memberikan karcis suplisi," ujarnya ketika ditemui di sela-sela sweeping di Stasiun Kiaracondong. Ia menambahkan, tarif dari Tasik-Bandung Rp 10 ribu. "Tapi seharusnya mereka membayar Rp 20 ribu. Karena tidak beli di stasiun," terang Bambang. Terkait pelanggaran ini, pihaknya akan membahas secara internal dan si kondektur terancam sanksi. Di antaranya tidak boleh bekerja, penundaan kenaikan gaji berkala, penurunan pangkat hingga pemecatan. "Tapi akan dibahas secara internal," tandas Bambang.

| | edit post

Bandung - Dalam sweeping yang dilakukan Kementerian Perhubungan Dirjen Perkeretaapian bekerjasama dengan PT KA Daop II Bandung, Senin (3/5/2010), sedikitnya ada 131 penumpang kereta api yang terjaring penertiban. Dari jumlah tersebut, 29 di antaranya akan disidang di tempat. Umumnya mereka adalah penumpang dari KA KRD Padalarang dan juga Kahuripan Kediri Padalarang. Pelanggaran yang dilakukan adalah menumpang kereta tanpa karcis, duduk di kabin masinis dan duduk di atas kereta. Berdasarkan UU No 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian, penumpang dibawah umur hanya akan diperi peringatan sedangkan penumpang diatas 21 tahun akan disidang di tempat. Untuk yang sidang di tempat bisa dikenakan sanksi pidana kurungan 3 bulan dan atau denda paling banyak Rp 15 juta. Menurut Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko, masalah denda ini akan diputuskan oleh hakim. "Masalah denda ini tergantung hakim yang memvonisnya. Tetapi dari beberapa hal serupa yang pernah dilakukan, biasanya dikenakan ongkos perkara Rp 20 ribu sampai 50 ribu per orang," ujarnya. Sementara itu, Vice President PT KA Daop II Bandung Slamet Suseno Prianto menuturkan penumpang yang melanggar akan dikenakan denda. "Dendanya membayar 2 kali harga karcis," tutur Slamet.

| | edit post


Bandung - Kementerian Perhubungan Dirjen Perkeretaapian bekerjasama dengan PT KA Daop II
Bandung menggelar sweeping bagi penumpang KA ke berbagai jurusan di Stasiun
Kiaracondong, Senin (3/5/2010).

Sweeping dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Penumpang yang ditertibkan adalah
penumpang tanpa tiket dan yang berada di kabin kereta. Para penumpang yang
terbukti melanggar langsung digiring oleh petugas untuk selanjutnya didata.

Acara ini juga melibatkan Kejaksaan Negeri Bandung, Pengadilan Negeri Bandung,
Polsek Kiara Condong dengan jumlah personil gabungan sebanyak 65 personel.

Penertiban dipimpin Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Ditjen Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan dan ketertiban
perjalanan KA. Selain itu juga wujud pelaksanaan UU No 23 Tahun 2007 tentang
perkeretaapian terutama pasal 207.

"Kami menggelar penertiban ini untuk menegakan keselamatan bagi para penumpang
kereta api. Selain itu bertujuan menimbulkan efek jera bagi penumpang. Agar
tidak lagi menempati tempat yang bukan peruntukannya," tutur Hermanto di
sela-sela sweeping.

Hermanto menambahkan, sweeping dilakukan utamanya untuk penumpang di kabin
masinis, lokomotif, atap kereta dan gerbong barang.

"Penertiban dan sidang di tempat akan dilakukan secara rutin setiap 2 minggu
sekali di berbagai jalur kereta api," imbuhnya.

::: NEws Link ::>>

| | edit post

KA vs Bus di Karanganyar

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Kapolres: Penjaga Pintu Perlintasan Telat Terima Pemberitahuan
Karanganyar - Kapolres Karanganyar, AKBP Edi Suroso, mengatakan petugas penjaga perlintasan pintu kereta api di Palur, Karanganyar, terlambat menerima pemberitahuan kedatangan kereta dari stasiun terdekat.

Keterlambatan itulah yang menyebabkan terjadinya kecelakaan antara KA Bangun Karta jurusan Jombang-Jakarta dengan bus PO Langsung Jaya dan beberapa kendaraan lain.

"Keterangan awal yang kami terima dari penjaga pintu perlintasan di Palur menyebutkan, dia terlambat mendapatkan pemberitahuan dari stasiun terdekat yaitu Stasiun Kemiri yang sebelumnya dilewati KA Bangun Karta," papar Edi Suroso di lokasi kejadian, Minggu (2/5/2010) malam.

Edi mengatakan, petugas tersebut saat ini telah bersama petugas kepolisian. Disamping untuk dimintai keterangan lebih lanjut, juga untuk menghindarkan kemungkinan petugas tersebut menjadi sasaran kemarahan warga serta keluarga korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan terjadi di perlintasan KA Palur, Karanganyar. KA Bangun Karta menabrak bus PO Langsung Jaya AD 1528 AF, beberapa motor serta pejalan kaki yang sedang menyeberang di perlintasan. Saat kejadian palang pintu dalam keadaan terbuka.

Saksi mata menuturkan, ketika KA sudah berada tepat di depan pos penjagaan pintu yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari perlintasan, pintu perlintasan baru terlihat bergerak turun.

Hingga saat ini korban tewas sejumlah empat orang. Dua di antaranya adalah ibu dan anaknya yang berboncengan motor dan tertimpa bus. Tiga korban tewas saat ini masih berada Labfor UNS, sedangkan satu korban tewas masih berada di RS Dr Oen, Solo.

Sementara itu dua korban luka berat dirawat di RS Oen Solo, satu korban luka berat di RS Dr Moewardi. Hingga saat ini nama-nama korban meninggal dan luka belum bisa dikonfirmasi.

::: News Link ::

| | edit post
Diposting oleh paguyubancirex Sabtu, 01 Mei 2010 0 komentar


Inalillahi Wa inna lillahi Rojiun.

Sultan Sepuh XIII,
Dr H Maulana Pakuningrat,
( keturunan
Sunan Gunung Djati)
Mangkat pada Pukul 16.00 WIB
Jum'at 30 April 2010
di RS Pertamina Klayan, - Cirebon
dikarenakan sakit komplikasi.
Juru Bicara Keraton Kasepuhan, Amrodji AF,menjelaskan bahwa Jenazah akan dibawa ke Keraton Kasepuhan petang ini
( Jum'at 30 April 2010 )
Sultan mangkat di Usia 70 tahun, dan jenazah saat ini masih disemayamkan di Rumah Sakit Pertamina. Rencananya sore hari pihak keluarga dan keraton kasepuhan akan membawa jenazah untuk disemayamkan di Kraton Kasepuhan Cirebon.




Kami Segenap Keluarga Besar Paguyuban CIREX Menyampaikan Belasungkawa yang sedalam-dalamnya semoga Almarhum di terima disisi ALLOH SWT, dan diampuni segala kekhilafannya ... Amin...

| | edit post

Sultan sepuh XIII, Dr H Maulana Pakuningrat, Sabtu siang (01/05/2010) dimakamkan di Astana Gunung Djati Cirebon. Proses pemakaman pewaris Sunan Gunung Djati ini diiringi isak tangis ribuan rakyat Cirebon. Sebelum dimakamkan, jenazah Sultan Sepuh berumur 70 tahun ini dibawa dari keraton kasepuhan ke lokasi pemakaman sejauh 20 Kilometer. Ribaun warga tampak antusias untuk menghormati sosok sultan sepuh ini. "Sebagai bentuk penghormatan kepada sultan sepuh yang telah menjadi raja bagi rakyat Cirebon. Kami rela sebagai pengabdian terakhir," ujar Irma, Warga asal Brebes yang ikut mengiringi pemakaman sultan, Sabtu (01/04/2010). Selain keluarga dan abdi keraton, prosesi pemakaman sultan sepuh ini dihadiri sejumlah pejabat di antaranya Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf dan unsur muspida dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Wafatnya Sultan yang dikenal kharismatik dan sederhana ini membuat rakyat Cirebon berduka. Mereka pun menggelar pengajian dan tahlilan di masjid dan mushola masing-masing.

::: News Link :::

| | edit post

SUARA PEMBACA

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Argo Parahyangan yang Bukan Argo

Setelah pemberitaan yang cukup heboh dengan dihapusnya Kereta Api (KA) parahyangan menjadi Argo Parahyangan. Saya memutuskan mencobanya dan ternyata pada kenyataanya justru keberadaan Argo Gede yang dihapus.

KA Argo Parahyangan menggunakan gerbong Parahyangan yang kurang terawat dan minim fasilitas. Mohon pihak KA jangan melakukan pembohongan publik. Karena, yang kami tahu kereta Argo adalah kereta eksekutif KA.

Mohon direvisi segera agar tidak ada lagi yang berasumsi salah dengan memberikan rekomendasi bahwa Argo Parahyangan sama dengan Argo lainnya.

Singgih Gunarsa
s.gunarsa@gmail.com
081317566911
Jl Waas B No 50 Bandung

| | edit post

Sekitar 100 an orang dari Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) kantor pusat PT KA memperingati May Day dengan menggelar acara bersih-bersih di perlintasan rel kereta api, Sabtu (1/5/2010). Wakil Ketua DPD PT KA kantor pusat Tri Widodo mengatakan kegiatan tersebut dimulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan hingga perlintasan rel Jalan Sunda. "Ini salah satu bentuk kegiatan kami dalam rangka memperingati may day. Jadi para pekerja di DPD SPKA melakukan kerja bakti dan menyapa para penjaga pintu perlintasan rel di sejumlah perlintasan," ujar Widodo ditemui perlintasan rel Jalan Sunda. Menurut Widodo, setiap tahunnya PT KA akan melakukan peringatan may day dengan acara berbeda-beda. "Kalau tahun lalu penanaman pohon kalau sekarang bersih-bersih perlintasan rel," jelasnya. Widodo menambahkan aksi simpatik ini juga diisi dengan pembagian 200 brosur KA Malabar (Malang-Bandung Raya) yang baru diluncurkan PT KA kepada pengendara. Pantaun detikbandung, para pekerja PT KA melakukan bersih-bersih di perlintasan rel Jalan Braga, Jalan Merdeka dan Jalan Sunda. Mereka terlihat membawa perlatan bersih-bersih seperti sapulidi, pengki dan lain-lain.

| | edit post