Diposting oleh
paguyubancirex
Minggu, 11 Juli 2010
0
komentar
Menjelang berakhirnya masa liburan sekolah, seluruh tiket kereta api jurusan Jakarta di Stasiun Cirebon telah habis terjual hingga tanggal 11 Juli. Penumpang yang akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta api, terpaksa membeli tiket berdiri. (09/07)
Tiket kereta api Cirebon Ekspress dan Argo Djati yang melayani Cirebon-Stasiun Gambir sejak Jumat siang (09/07) telah habis terjual. Para penumpang yang akan berangkat ke Jakarta untuk keberangkatan pada 11 Juli nanti telah membeli tiket sejak kamis (08/07) di reservasi tiket Stasiun Cirebon.Sedangkan penumpang yang akan berangkat pada Sabtu dan Minggu besok, terpaksa membeli tiket berdiri. Puncak arus balik usai liburan sekolah di Stasiun Kejaksan Cirebon diperkirakan akan terjadi pada hari minggu besok.
Untuk harga tiket sendiri yang pada kondisi normal untuk Cirebon Ekspress kelas eksekutif dijual Rp 80ribu, tetapi pada musim liburan ini tiket dijual dengan harga mencapai Rp90ribu. (AJH/FRI-Cirebon) :: News Link :::
Musim Libur Sekolah Jumlah Penumpang Kereta Api Naik 15 Persen
Yogyakarta, CyberNews. Memasuki musim liburan sekolah Yogyakarta, dibanjiri wisatawan domestik yang datang dari berbagai daerah dengan berbagai macam alat transportasi termasuk kereta api. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah penumpang kereta api memasuki libur panjang sekolah.
Setidaknya jumlah penumpang kereta api mulai dari kelas eksekutif hingga kelas ekonomi, sejak liburan anak sekolah ini mengalami kenaikan hingga 15 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa.
''Pada hari biasa, jumlah penumpang kereta api dengan jumlah kursi yang tersedia hanya terisi 70 persen, namun saat libur panjang, jumlah kursi kereta api yang terisi hingga 90 persen,'' kata Eko Budiyanto, Kepala Humas PT KAI, Daop VI, siang tadi (24/6).
Jumlah penumpang ini akan mencapai puncaknya, terutama pada hari Sabtu dan Minggu dengan berbagai tujuan terutama di Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan. Bahkan, peningkatan ini mencapai 100 persen, sehingga banyak penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk sehingga terpaksa harus berdiri.
''Untuk kereta kelas bisnis toleransi penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk sebanyak 25 persen dari kursi yang ada dan untuk kelas ekonomi mencapai 50 persen. Khusus untuk kereta kelas eksekutif tidak ada tiket tanpa tempat duduk. Jika penumpang memaksa naik dengan tiket tanpa tempat duduk maka harus membuat surat pernyataan terlebih dahulu '' katanya.
Eko memprediksi pada awal Juli mendatang, jumlah pengguna kereta api akan semakin tinggi karena bersamaan dengan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah yang akan digelar pada tanggal 3 hingga 8 Juli mendatang.
Khusus dalam liburan panjang sekolah ini, kereta Pramek jurusan Kutoarjo-Solo, banyak dimanfaatkan oleh pelajar Taman Kanak-Kanak maupun anak-anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengenalkan kereta api sembari berwisata ke daerah Solo-Yogyakarta maupun Kutoarjo.
Minggu, 11 Juli 2010 18:35:55 WIB Reporter : Misti P.
Mojokerto (beritajatim.com) - Puncak meningkatnya penumpang Kereta Api di Stasiun Kereta Api Mojokerto terjadi hari ini, Minggu (11/07/2010). Sebanyak 1.866 penumpang diberangkatkan dari Stasiun Kereta Api dari 22 jadwal keberangkatan.
''Hari ini, puncak dari akhir libur sekolah. Karena besok sudah mulai masuk, hari ini mereka memili kembali dengan naik kereta. Ada 1.866 penumpang yang kita berangkatkan dari 22 jadwal keberangkatan kereta api di Stasiun Kereta Api Mojokerto,'' ungkap Kepala Stasiun Kereta Api Mojokerto, Lutfi Wijaya.
Masih kata Lutfi, jika hari-hari biasa Stasiun Kereta Api Mojokerto hanya memberangkatkan 1.300 penumpang. ''Ada peningkatan 40 persen dari hari biasanya. Hari biasa, rata-rata 1.300 penumpang tapi puncak akhir libur sekolah tahun ini mencapai 1.866 penumpang,'' katanya.
Kereta Api Gaya Baru misalnya, jika hari bisa Stasiun Kereta Api Mojokerto memberangkatan 100 penumpang. Saat akhir libur sekolah ini, Stasiun Kereta Api Mojokerto memberangkatkan 176 penumpang. Ini meningkat 76 persen dari hari biasa,'' jelasnya.
Lutfi menambahkan, dari 22 jadwal kereta api yang berangkat dari Stasiun Kereta Api Mojokerto, rata-rata warga Mojokerto lebih memilih naik kereta api Gaya Baru. ''Orang Mojokerto lebih suka naik KA Gaya Baru,'' jelasnya.
Jelang berakhirnya liburan sekolah, beberapa transportasi mengalami lonjakan penumpang baik yang datang maupun yang akan berangkat. Kereta api misalnya. Sarana transportasi massal ini ramai diserbu calon penumpang. Hal ini membuat PT KA Daop VIII harus menambah gerbong untuk seluruh rangkaian kereta baik kelas ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Penambahan gerbong ini akanterjadi hingga 2 hari kedepan."Sekarang kita lagi kebingungan untuk melakukan penambahan gerbong untuk seluruh kereta akibat tingginya volume jumlah penumpang," kata Koordinator Humas PT KA Daop VIII, Herry Winarno, saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (9/7/2010).Menurutnya, penambahan gerbong tidak hanya terjadi di kereta yang melintas jalur utara, tapi juga kereta semua kelas yang melintas di jalur selatan. Meski mengalami peningkatan jumlah penumpang yang mengakibatkan penambahan gerbong, kata Herry pihaknya masih belum perlu mengeluarkan kereta tambahan untuk mengangkut seluruh penumpang dari semua jurusan. "Untuk tiket sendiri semua kelas baik yang melintas jalur selatan maupun utara sudah ludes. Dan kebanyakan tiket sudah dipesan tiga hari lalu sebelum keberangkatan," ujarnya.
Diposting oleh
paguyubancirex
Selasa, 06 Juli 2010
0
komentar
PENGUMUMAN Kepada Yth Rekan-Rekan Paguyuban CIREX Dimana Saja Berada
Assalamu'alaikum Wr Wb Sesuai Kesepakatan Teman-teman bahwa pertemuan rutin dua bulanan, akan di adakan pada : Hari/Tgl : Sabtu 10 Juli 2010 Waktu : 11.00 s/d Selesai Tempat : Di Kediaman Bpk Wawan Heradi -Komplek Lingga Hara I No D/3, Jl Saputra- Tuparev- Cirebon-Jawa Barat - Indonesia Kami Sangat Mengharapkan Kehadiran kawan-kawan semua berikut keluarganya untuk dapat berkumpul silaturahim tepat pada waktunya.
Bagi yang berhalangan atau mungkin tidak bisa hadir dimohon untuk segera menghubungi/menginformasikan kepada Sekretaris Paguyuban Cirex yaitu Sdr Agus Sadikin 0815 894 8422 .
Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih
Jakarta - Hari Sabtu siang tanggal 3 Juli 2010 saya ke Stasiun Jatinegara Jakarta untuk membeli tiket dari Jakarta - Brebes yang sudah saya ajukan lewat formulir pemesanan dengan kota berangkat Jakarta dan kota tiba Brebes untuk 5 orang tanggal 4 Juli 2010. Tapi, ternyata kereta hanya sampai Cirebon.
Seharusnya petugas KA melihat formulir dan menginfokan ke saya kalau kereta hanya sampai Cirebon. Akhirnya keluarga saya menyambung kendaraan untuk sampai ke Brebes, dan saya merasa direpotkan untuk hal ini.
Surabaya - Selama musim liburan, PT KA Daop VIII meningkatkan pengamanan di sekitar stasiun dan perjalanan kereta. Hal ini untuk memberi kenyamanan penumpang dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Peningkatan personel pengamanan masing-masing stasiun akan dilakukan dengan polisi khusus kereta api (polsuska) dan polisi sebesar 10 persen, dibanding jumlah keamanan yang berjaga di hari-hari biasa.
"Selama musim liburan sekolah, pengamanan di sekitar stasiun dan selama perjalanan kereta kita tingkatkan," kata Koordinator Humas PT KA Daop VIII, Hery Winarno , Senin (5/7/2010).
Herry mencontohkan, perjalanan KA dari Surabaya-Yogyakarta. Awal pengamanan akan diamankan oleh polsuska dari Surabaya kemudian ditambah polsuska dari masing-masing stasiun yang akan ikut mengamankan hingga tujuan akhir.
"Sedangkan pengamanan selama perjalanan kereta sendiri akan dilakukan oleh polsuska ditambah polsuska dari masing-masing stasiun. "Jadi jumlahnya setiap berhenti di stasiun akan makin banyak dan bertambah," pungkasnya. ::: News Link :::
Jakarta - Rangkaian kasus ledakan tabung gas 3 kg jadi salah satu isu yang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cermati saat di luar negeri. Dia mendesak segera diadakan investigasi menyeluruh terhadap musibah yang sudah menelan banyak korban itu.
"Adakan investigasi yang jelas apa yang jadi akar masalahnya," kata SBY saat membuka rapat kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/7/2010).
Investasi yang jelas sangat diperlukan agar isu tersebut tidak lantas dipelintir ke sana ke mari sehingga membuat masyarakat bingung. Hasil investigasi itu selanjutnya dijelaskan ke masyarakat secara gamblang agar semua isu yang jadi pertanyaan bisa terjawab.
"Pers yang jelas mewartakannya sehingga rakyat mendapatkan kejelasan. Itu yang disebut demokrasi," sambung SBY.
Musibah lain yang juga perlu mendapatkan perhatian serius adalah kasus kecelakaan kereta api. Seringkali musibah yang memakan korban jiwa itu terjadi oleh hal sepele namun tidak mendapatkan penanganan segera.
Jakarta - Sebuah KRL ekonomi jurusan Jakarta-Bogor mogok di antara Stasiun Bojong Gede dan Cilebut. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di Stasiun Bogor.
"KRL Pakuan Bogor-Jakarta yang seharusnya berangkat pukul 9.20 WIB hingga saat ini belum tiba di Stasiun Bogor. Hal ini akibat ada KRL ekonomi mogok di Cilebut. Saat ini ratusan penumpang menumpuk di Stasiun Bogor," kata Hendra salah seorang penumpang KRL kepada detikcom, Senin (5/7/2010).
Sementara itu, Kahumas Daops I Mateta Rizalulhaq menyatakan, saat ini petugas masih berusaha memperbaiki kereta yang mogok tersebut. "Untuk sementara hanya satu jalur yang bisa digunakan, jadi dipakainya bergantian," katanya.
Mateta mengaku belum mengetahui penyebab mogoknya kereta tersebut. "Saya belum dapat laporan penyebabnya, tapi sekrang petugas sedang melakukan perbaikan," katanya. ::: News Link :::
Blitar - Kecelakaan kereta api (KA) kembali terjadi. Kali ini terjadi di Kelurahan Gedong Kecamatan Sananwetan Kota Blitar yang menewaskan pengemudi Xenia. Korban tewas pengemudi Xenia Nopol AG 334 GD bernama Ismono (45) warga Jalan PK Bangsa Banjaran, Kediri. Saat itu mobil warna hitam terseret KA Penataran jurusan Surabaya-Blitar lewat malang di perlintasan tanpa palang pintu, Sabtu (3/7/2010). Kejadian ini berawal saat KA berloko CC 20113 yang dimasinisi Muhammad Thalib melaju dari arah timur ke arah barat melewati perlintasan tanpa palang pintu tersebut. Namun naas mobil Ismono tiba-tiba berhenti di tengah rel. Kecelakaan pun tak terhindarkan hingga kendaraan terseret sejauh 500 meter. "Mobil itu dari arah selatan tiba-tiba berhenti di tengah rel dan akhirnya tertabrak kereta dari arah timur," tutur salah satu saksi Pri (38) warga Gedog, Sananwetan kepada wartawan di lokasi. Akibatnya, mobil ringsek tepat di bagian kemudi hingga menjepit Ismono dan tewas. Meski begitu kondisi ini tak menganggu arus lalu lintas KA jalur Blitar-Malang. Proses evakuasi pun dibantu puluhan warga sehingga kondisi perlintasan kembali normal.Sementara Kapolresta Blitar AKBP AA Marwan polisi masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini. Kini jenazah akan dibawa ke RSUD Mardiwaluyo Blitar."Dugaan awal adalah kelalaian korban yang tidak waspada terhadap datangnya kereta api. Sebab informasi dari beberapa saksi melihat korban bermain bermain HP saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu itu," jelas Marwan kepada wartawan.