SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 03 Oktober 2010 0 komentar

Jakarta - Police line dipasang mengelilingi ruang jenazah RSUD Ashari. Selain keluarga korban dan petugas forensik, dilarang masuk ke dalam ruang tersebut. Tangisan histeris keluarga korban pun pecah.
Petugas keamanan RSUD Ashari Irwan M mengatakan, di dalam ruang jenazah saat ini masih dilakukan otopsi oleh petugas. Sejumlah keluarga korban tampak berada di dalam ruang tersebut, Sabtu (2/10/2010).
Tangisan histeris terdengar dari dalam ruangan. Ada juga anggota keluarga yang menangis setelah mengetahui anggota keluarganya menjadi korban tewas dalam kecelakaan antara KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama itu.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Hingga pukul 17.50 WIB, evakuasi korban masih terus dilakukan. Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.
Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
==================================

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan Kementerian Perhubungan tidak lagi mengelola jalur kereta api dan menghabiskan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perawatannya. Pemerintah bisa membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang khusus mengelola dan merawat jalur kereta api.
Menurut Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto, demi keselamatan penumpang kereta api diperlukan adanya reformasi pengelolaan jalur kereta api beserta peralatan pendukungnya yang selama ini dikelola Kementrian Perhubungan.
"Perlu diserahkan kepada BUMN atau dikelola secara korporasi sehingga pemeliharaan dan capex (capital expenditure/belanja modal) tidak tergantung APBN," katanya kepada detikFinance, Sabtu (2/10/2010).
Selain itu, menurutnya, dengan adanya pengelolaan jalur kereta api oleh sebuah perusahaan pelat merah maka modernisasi seluruh jalur dan peralatan kereta api bisa lebih cepat terlaksana. Tidak seperti sekarang ini saat jalur dan peralatan penunjang kereta api dikuasai oleh Kementerian Perhubungan.
"Dengan membentuk BUMN Jasa Rel Kereta Api dalam rangka memodernisasi seluruh jalur kereta api, maka pengaturan trafik kereta api dan keselamatan penumpang lebih terjamin," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Sampai sore ini korban tewas diperkirakan mencapai 36 orang.
Beberapa pihak, seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), mendesak Menteri Perhubungan Freddy Numberi meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada keluarga para korban tabrakan kereta api tersebut.
YLKI juga mendesak Freddy untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik.
===================================

Jakarta - Tabrakan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek sempat membuat lalu lintas kereta api yang melewati Stasiun Petarukan terganggu. Namun pihak Daop I Jakarta menjamin insiden tersebut tidak akan menghambat perjalanan dari dan ke ibukota.
"Saya telah melakukan pemantauan sejak dinihari tadi sampai pukul 16.00 WIB. Alhamdulillah tidak ada masalah sejauh ini untuk perjalanan dari Daop Semarang ke Jakarta atau sebaliknya," ujar Kepala Humas KAI Daop I Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Sabtu, (2/9/2010).
Mateta menambahkan, lokasi kejadian yang berada di stasiun Tarukan menjadi 'keuntungan' tersendiri. Pasalnya di stasiun jumlah track lebih banyak dibanding ketika jalur perjalanan.
"Di stasiun Tarukan memiliki tiga track, saat ini lalu lintas di sana menggunakan dua track saja, dan itu sudah cukup. Kalau pun kereta telat, ya cuma sebentar," tandasnya.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama pada sekitar pukul 03.00 WIB dinihari tadi. Sampai sejauh ini 36 orang telah meninggal karena insiden naas tersebut.
Dugaan sementara penyebab kejadian ini adalah lalainya masinis Argo Anggrek yang tidak melihat sinyal yang menyebabkan kereta yang dikemudikannya menghantam keras gerbong terakhir KA Senja Utama.
====================================
Pemalang - Proses pencarian sisa-sisa korban di bangkai KA Senja Utama masih terus dilakukan. Petugas menemukan sebuah potongan kepala dalam proses evakuasi ini.
Pantauan detikcom, Sabtu (2/10/2010), belasan petugas dari PT KAI, SAR, TNI dan Polri sejak siang tadi masih terus berusaha memotong-motong bagian kereta yang kini sudah diletakan di samping rel. Mereka mencari apakah masih ada jenazah yang terjepit atau korban yang tidak tertutup kemungkinan masih hidup.
Saat proses evakuasi berlangsung. di antara himpitan badan kereta dengan kursi yang sudah hancur berantakan, petugas menemukan sebuah potongan kepala. Belum bisa dipastikan identitas potongan kepala tersebut.
Petugas langsung membawa menggunakan keranda sambil menutupnya dengan koran. Potongan kepala itu pun langsung dibawa ke RSUD Dr M Ashari untuk diidentifikasi.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
=================================

Pemalang - RSUD Dr M Ashari berhasil mengidentifikasi 26 jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama. Berarti tinggal 10 jenazah lagi yang belum berhasil diidentifikasi.
Berdasarkan data dari ruang informasi RSUD Dr M Ashari, ke-26 nama-nama jenazah tersebut adalah;
Budi Setiawan
Fikri Andika
Hartiono
Yeni
Bahtiar Okta Fiandi
Andres
Hena Adi Warsito
Fredi Adopan S
Bayu V
Eko Setiawan
Verigh Tahaling
Bayu Sakti
Ismail Anwar
Maryono
Budi Suyanto
Hery Pramono
Eko Suwonto
Widiya Sandi
Danang Fajar
Tohirin
Kol AL Ipnu
Khoir
Ahmad Dedi Setiawan
Ignatius Sapto
Jamil Setiawan
Hartiono

Pantauan detikcom hingga pukul 20.30 WIB, ruang jenazah rumah sakit ini masih sangat ramai. Wartawan, petugas kesehatan, sanak keluarga serta kepolisian menumpuk di ruangan ini.PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
==================================



Jakarta - 26 Jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama berhasil diidentifikasi oleh RSUD Dr M Ashari, Pemalang. 11 Jenazah bahkan akan segera dibawa pulang oleh pihak keluarga.
"11 Jenazah sudah diperbolehkan diambil oleh keluarga karena sudah selesai proses otopsi oleh tim forensik," ujar Kabid Pelayanan RSUD Dr M Ashari, Dr Andi, Sabtu (2/9/2010).
Andi menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan mobil yang akan membawa jenazah. Mobil itu dipersiapkan persis di depan ruang jenazah rumah sakit ini.
Sementara itu, ruang jenazah rumah sakit ini masih sangat ramai. Wartawan, petugas kesehatan, sanak keluarga serta kepolisian menumpuk di ruangan ini.Berikut nama-nama jenazah yang akan segera dibawa pulang oleh pihak keluarga:

Khoir
Ahmad Dedi Setiawan
Kol AL Ipnu
Tohirin
Hartiono
Ignatius Sapto
Hery Pramono
Eko Setiawan
Jamil Setiawan
Bayu Sakti
Maryono.
==========================================


Pemalang - Menko Kesra, Agung Laksono beserta rombongan menjenguk korban kecelakaan Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama di RSUD Dr M Ashari, Pemalang. Agung meminta seluruh korban kecelakaan mendapat perawatan yang baik.
"Baik korban luka ringan dan berat harus tertangani, bukan hanya di rumah sakit ini saja, tapi korban yang dirawat di rumah sakit lain," ujar Agung di RSUD Dr M Ashari, Pemalang, Sabtu (2/10/2010).
Agung beserta rombongan tiba di rumah sakit sekitar pukul 22.45 WIB. Agung sempat bertanya kepada bagian informasi rumah sakit soal jumlah jenazah yang telah dibawa pulang. Agung juga menyempatkan melihat kondisi jenazah di ruang mayat serta berbincang dengan korban kecelakaan yang mengalami luka ringan.
Agung mewanti-wanti agar pihak Jasa Raharja memberikan pelayanan maksimal terhadap korban kecelakaan ini. Jika ada keterlambatan, Agung meminta agar warga segera melapor ke kementeriannya.
Soal kecelakaan ini, Agung juga meminta pejabat daerah tidak sembarangan memberikan keterangan. Pasalnya, KNKT sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tabrakan ini."Agar para pejabat saat ini tidak memberikan keterangan seputar kejadian kecelakaan tersebut," pungkasnya.
===============================

Yogyakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaq mengaku prihatin atas tragedi kecelakaan kereta api di Pemalang yang menewaskan 36 orang. Kecelakaan antara KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek mencerminkan buruknya sistem transportasi di Indonesia.
"Kita prihatin atas peristiwa itu karena banyak memakan korban," ungkap Lutfi kepada wartawan seusai membuka Muswil PKS DIY di Auditorium MMTC di Jl Magelang, Sabtu (2/10/2010).
Menurut dia, peristiwa itu mencerminkan buruknya sistem transportasi d Indonesia baik darat, laut dan udara. Bahkan persoalan kemacetan di Jakarta maupun saat Lebaran sampai sekarang tidak bisa terselesaikan.
"Tidak hanya di darat saja, tapi juga di laut dan udara. Harus dibenahi sistem manajemen transportasi kita dan semua harus ditata ulang, sehingga tidak menimbulkan korban lagi," tegas dia.
Lutfi tidak setuju jika masinis yang disalahkan dalam kasus kecelakaan KA di Pemalang Jawa Tengah itu. Sebab seorang masinis itu adalah seorang pelaksana di lapangan. Di atas masinis ada tim yang bekerja atau atasan yang lain dalam manajemen perkeretaapian.
"Jangan hanya salahkan masinis, dia adalah pelaksana teknis di lapangan. Semua harus dibenahi. Soal masinis biar nanti urusan penegak hukum," kata Lutfi.
Dia pun setuju bila sistem transportasi di Indonesia di evaluasi secara keseluruhan. Namun bukan menterinya yang harus di reshufle.
"Evaluasi saya setuju tapi tidak hanya menteri saja tapi juga dirjen dan birokrat yang merupakan bawahannya. Karena merekalah yang tahu lebih banyak. Mereka harus di upgrade dan harus meningkatkan pelayanan untuk anak bangsa ini," pungkas dia.
================================

Pemalang - 36 Nyawa melayang akibat tabrakan Kereta Api (KA) Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang. Menko Kesra Agung Laksono menilai tidak tertutup kemungkinan kecelakaan itu akibat sabotase.
"Dan jangan diabaikan kemungkinan adanya sabotase. Sebagaimana diketahui, di tempat-tempat lain yang saat ini terjadi, Saya kira permasalahan yang ketiga ini jangan dikesampingkan," kata Agung di RSUD Dr M Ashari, Pemalang, Sabtu (2/10/2010).
Selain soal sabotase, Agung juga menyebut dua hal lain yang bisa saja menjadi penyebab kecelakaan. "Human error atau manusianya, peralatannya," lanjutnya.
Agung juga meminta agar Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) bisa bekerja cepat untuk mencari tahu penyebab sebenarnya tragedi ini. Agung berharap KNKT bisa bertindak dengan objektif.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
KNKT sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.

::: Sumber Detik.Com::

| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Kecelakaan KA di Pemalang
Tak Berdampak di Stasiun Bandung



Bandung - Kecelakaan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Pemalang Sabtu (2/9/2010) dini hari, tidak mengganggu perjalanan Kereta Api dari Bandung menuju Surabaya atau sebaliknya.
Hal itu diungkapkan Kepala Stasiun Kereta Api Daop II Bandung, Bambang S Prayitno melalui pesan singkatnya kepada detikbandung, Sabtu (2/9/2010).
"Pemberangkatan KA dari Bandung, maupun dari Surabaya seperti Argowilis dari Stasiun Bandung dan Pasundan Ekonomi dari Stasiun Kiaracondong berangkat normal," ujarnya.
Pengalihan lintas kereta api pun, kata Bambang tidak terjadi karena berada di lintas utara. "Tidak ada pengalihan lintas kereta akibat kejadian ini, karena berada di lintas utara," katanya.

Kecelakaan antara Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek terjadi di Petarukan, Pemalang Jawa Tengah. 3 Gerbong Senja Utama diketahui keluar rel dan terguling akibat kecelakaan itu. Banyak penumpang mengalami luka-luka. Kecelakaan kereta itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.
===============================
Jakarta - Tabrakan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek menewaskan puluhan penumpang. Tak pelak, kinerja pemerintah di bidang kereta api disorot. Pemerintah dinilai belum melakukan perbaikan yang maksimal dalam urusan transportasi.
"Ini harus menjadi perhatian serius Kemenhub, khususnya Dirjen Perkeretaapian. Dan musibah ini menunjukan masih buruknya kinerja pemerintah dibidang perkeretaapian," kata anggota Komisi V DPR, Abdul Hakim dalam siaran pers, Sabtu (2/10/2010).
Hakim meminta Kemenhub untuk melakukan evaluasi komprehensif dan mengambil langkah-langkah radikal agar kecelakaan serupa tidak terjadi lagi. Apalagi, kecelakaan ini diduga terjadi akibat kelalaian petugas.
"Informasi yang saya dapat, kecelakaan ini kemungkinan besar kelalaian manusia atau human error. KA Agro Anggrek diduga melanggar sinyal dan masuk dalam jalur KA yan sudah diisi oleh KA Senja Utama sehingga terjadi kecelakaan. Persoalan ini harus jadi perhatian pemerintah," terangnya.
Selain itu PT KA selaku penyelenggaraan perkeretaapian diminta untuk melakukan penanganan kecelakaan KA sesuai dengan UU No.23/2007 pasal 125 dan meminta pemerintah memberikan sanksi tegas pada pihak-pihak yang lalai melaksanakan tugasnya sehingga menyebabkan kecelakaan maut tersebut.
Sesuai dengan UU No 23/2007, dalam hal terjadi kecelakaan kereta api, pihak Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian dan Penyelenggara Sarana Perkeretaapian harus melakukan hal-hal diantaranya, mengambil tindakan untuk kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
"Juga menangani korban kecelakaan, dan segera menormalkan kembali lalu lintas kereta api setelah dilakukan penyidikan awal oleh pihak berwenang dan mengurus klaim asuransi korban kecelakaan," imbuhnya.
Juga kepada awak sarana perkeretaapian yang mengoperasikan kereta api yang tidak mematuhi perintah petugas pengatur perjalanan kereta api, sinyal, atau tanda sehingga mengakibatkan kecelakaan kereta api, sebagaimana diatur dalam pasal 206 UU No 23/2007 dapat dikenakan sanksi pidana selama satu tahun penjara jika kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian bagi harta benda.
"Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun," terangnya
Sementara anggota Komisi V DPR lainnya, Yudi Widiana Adia meminta agar PT KA memperbaiki infrastruktur persinyalan. "Kami juga akan segera mengirim Panja keselematan kerja yang sudah dibentuk," tutupnya.
===================================
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberikan dana santunan duka sebanyak Rp 5 juta untuk korban kecelakaan kereta api di Pemalang. Dana ini di luar dana asuransi yang diberikan oleh PT Jasa Raharja (Persero).
"Kita juga akan memberikan tambahan uang duka sebanyak Rp 5 juta untuk korban yang meninggal dunia. Ini di luar asuransi Jasa Raharja, sebagai rasa bela sungkawa kita," kata Kepala Humas KAI Sugeng Priyono kepada detikFinance, Sabtu (2/10/2010).
Ia mengatakan, semua penumpang yang membeli tiket kereta api sudah mendapatkan fasilitas asuransi sehingga kerugiannya bisa diklaim dengan segera.
Menurutnya, dana asuransi yang diberikan KAI melalui Jasa Raharja untuk masinis jika meninggal maksimaal Rp 75 juta, cacat tetap Rp 65 juta dan biaya rawat sebanyak Rp 25 juta.
Sementara untuk penumpang, dana maksimal yang diberikan jika meninggal dunia sebanyak Rp 60 juta, cacat tetap Rp 50 juta dan biaya rawat inap Rp 25 juta.
"Uangnya itu dari semua dari kita (KAI) tetapi disalurkan melalui Jasa Raharja," ungkapnya.
Hingga saat ini, perusahaan pelat merah itu masih menghitung kerugian akibat insiden naas tersebut sehngga jumlah pastinya belum bisa diketahui.
Namun demikian, meski ada kecelakaan, jadwal perjalanan kereta api yang melintasi jalur tersebut tidak tergaanggu karena tidak menutupi rel kereta.
"Jalurnya kan ada dua jadi yang satu masih bisa dipakai. Kecelakaan tadi pagi kan tidak menutup semua jalur rel jadi jadwal tetap normal," ungkapnya.
Seperti diketahui, kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan
===================================


Bojonegoro - Kecelakaan Kereta Api (KA) eksekutif Argo Anggrek tujuan Surabaya dan KA bisnis Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, Jawa Tengah juga berpengaruh di Stasiun Bojonegoro.
Pasalnya, kedatangan KA Rajawali jurusan Semarang-Surabaya melalui Bojonegoro terlambat datang. Mestinya, tiba di Stasiun Bojonegoro pukul 11.00 WIB, namun hingga pukul 14.00 WIB, KA Rajawali belum juga tiba.
"Iya, terjadi keterlambatan kedatangan KA Rajawali. Mestinya sudah tiba di Stasiun Bojonegoro sejak pukul 11.00 WIB. Dan kita masih belum bisa memastikan kapan kereta Rajawali akan sampai di Bojonegoro," kata Kepala Stasiun Bojonegoro Murman kepada detiksurabaya.com di kantornya, Sabtu (2/10/2010).
Meski terjadi keterlambatan, namun tidak berdampak kepada penumpang di Stasiun Bojonegoro. Sebab, hari ini jumlah penumpang KA Rajawali hanya 6 orang.
"Untungnya hanya ada enam orang penumpang, jadi tidak bergitu berpengaruh. Namun, kita tetap berharap supaya kereta segera sampai dan penumpang bisa segera diangkut meskipun hanya berjumlah enam orang," sambungnya.
Dengan terlambatnya tiba di Bojonegoro, kedatangan KA Rajwali ke Stasiun Pasar Turi, Surabaya juga mengalami keterlambatan. Akibatnya, jadwal kereta api lainnya juga harus ikut menyesuaikan kedatangan KA Rajawali.
==================================

Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) pasrahkan posisi jabatan dirinya kepada Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Ia belum mau berkomentar seandainya pemerintah meminta untuk mencopot dari jabatannya terkait dengan banyaknya kecelakaan di sarana transportasi kereta api.
"Jangan berandai-andai. Silakan tanya langsung sama Menteri Perhubungan (soal pencopotan). Saya tidak mau berandai-andai," katanya di lokasi kecelakaan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/2010).
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kesiapan dirinya jika pemerintah memintanya mundur dengan segera, ia pun bungkam da tidak mau berkomentar lebih lanjut.
Jonan diangkat menjadi orang nomor satu di KAI pada 25 Februari 2009 oleh Menteri Negara BUMN saat itu, Sofyan Djalil. Jonan menggantikan posisi Ronny Wahyudi yang ditugaskan menjadi anggota Dewan Komisaris PT Industri Kereta Api (Inka).
Dikutip dari situs resmi Kementerian Perhubungan, sejak menjabat sebagai Dirut KAI, Jonan sudah menghadapi beberapa kasus kecelakaan kereta. Diantaranya PLH As Patah Lokomotif CC 20143 di Km 301+3/4 Petak jalan antara Stasiun Prupuk–Stasiun Linggapura, Jawa Tengah, pada 27 Juli 2009.
Selain itu, tiga gerbong KA Logawa yang terguling dan terjerembap ke dasar tanah rel berkedalaman tujuh hingga 12 meter, pada Juni 2010 lalu. sepanjang 300 meter rel berantakan dalam kecelakaan tersebut.
Hingga saat ini ada banyak kerusakaan yang terjadi di sarana transportasi kereta, seperti kerusakan bantalan beton sebanyak 597 buah, kerusakan rel sepanjang 400 meter, dan sebanyak 1.194 klip hilang.
==================================

Jakarta - Sedikitnya 36 penumpang kereta api luka-luka akibat kecelakaan di Stasiun Petarukan, Pemalang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menanggung seluruh biaya pengobatan hingga para korban sembuh.
"Untuk korban yang luka-luka biaya akan ditanggung PT KAI sampai sembuh," kata Kahumas Daop IV PT KA Sapto Hartoyo saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Sementara untuk korban tewas, kata Sapto, akan mendapat santunan dari Jasa Raharja. PT KAI telah bekerja sama dengan asuransi tersebut.
"Nanti akan ada santunan untuk mereka," kata Sapto.
Sapto mengatakan hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan ini mencapai 34 orang. Jenazah para korban masih berada di RSUD Ashari. Keluarga belum bisa mengambil jenazah korban karena masih ada sejumlah pemeriksaan dan administrasi.
"Tapi nanti kita secepatnya kita bantu supaya jenazah bisa segera dibawa pulang," kata Sapto.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling.
Data terakhir menyebutkan, akibat kejadian itu 34 orang tewas. Tidak tertutup kemungkinan, jumlah korban masih terus bertambah karena masih banyak korban yang terjepit di gerbong KA naas itu.
===================================
Surabaya - Pasca Kecelakaan Kereta Api (KA) eksekutif Argo Anggrek tujuan Surabaya dan KA bisnis Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, penumpang KA Argo Anggrek akan mendapatkan potongan tiket 50%.
Namun besaran pengembalian uang tiket penumpang kereta naas itu masih belum diketahui. Pengembalian sebagian uang tiket penumpang itu adalah bentuk kompensasi atas ketidaknyamanan menggunakan kereta api. Selain itu, penumpang juga diberikan kompensasi berupa makanan.
"Uang tiket penumpang akan kami kembalikan sebagian. Besarannya masih kami godok," kata Kepala Stasiun Pasar Turi, Djainuri saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (2/10/2010).
Ia menjelaskan, pengembalian tiket pada penumpang yang mengalami kecelakaan itu kemungkinan paling besar akan mencapai 50 persen dari harga tiket. Saat ini harga tiket sebesar Rp 320 ribu dan bila 50 persen, maka penumpang akan dapat kembalian sebesar Rp 160 ribu.
Djainuri menambahkan, penumpang diberi opsi melanjutkan menggunakan bus atau tetap berada di kereta. Bila tetap di kereta maka uang potongan akan diberikan setibanya di Surabaya.
"Kami masih belum tentukan besarnya pengembalian uang tiket karena masih berunding. Tapi kami berikan pelayanan tambahan atas kejadian ini," paparnya.
=================================

Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Menteri Perhubungan Freddy Numberi untuk meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada keluarga para korban tabrakan kereta api. YLKI juga mendesak Freddy untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Demikian disampaikan oleh Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).
"Telah terjadi kecelakaan masal yang menyebabkan korban tewas hingga 30 orang. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena merupakan tanggung jawab manajerial pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan. Dia (Menhub) harus meminta maaf dan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik," ujar Tulus.
Hal yang sama pernah terjadi di Jepang, Tulus mengungkapkan adanya kecelakaan kereta api di negeri Bunga Sakura tersebut memakan puluhan korban. "Saat itu dengan legowonya Menteri Perhubungan Jepang mengundurkan diri. Seharusnya Indonesia bisa bersikap seperti itu," tambahnya.
Selain itu, Tulus juga mengungkapkan Presiden SBY harus melakukan evaluasi total di tubuh BUMN yang menangani jasa transportasi publik seperti PT KAI.
"Konsumen kali ini dirugikan akibat human eror atau kesalahan seseorang. Presiden SBY harus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti kecelakaan kereta api, pesawat terbang dan tranportasi masa umum tidak lagi terjadi," tuturnya.
Menurut Tulus, tranportasi publik saat ini sudah lagi tidak menjadi fokus pembenahan pemerintah. Menurutnya, pemerintah hanya memikirkan bagaimana memperbaiki prasarana seperti jalan. "Apalagi khusus kereta api, bahkan dengan jenis eksekutif dimana prasyarat utamanya adalah kenyamanan dan keamanan. Itu yang harus diperhatikan sarana transportasinya," jelas Tulus.
Kejadian kecelakaan kereta api, sambung Tulus pernah juga dialami pada waktu tahun 2003 dimana KA Logawa memakan korban hingga 33 orang. Kemudian, masyarakat yang menjadi korban melakukan gugatan class action (gugatan kelompok) kepada pemerintah. "Hal seperti ini bisa dilakukan kembali oleh masyarakat dan YLKI siap untuk membantu mendapatkan haknya. Ini bagus sekali," terangnya.
Seperti diketahui, kecelakaan maut terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Sampai sore ini korban tewas diperkirakan mencapai 36 orang.
==================================


Jakarta - Kecelakaan besar KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Pemalang, Jawa Tengah, membuat parlemen bereaksi. Komisi V DPR akan memanggil Menhub Freddy Numberi pada Senin 4 Oktober mendatang, khusus meminta penjelasan mengenai kecelakaan tersebut.
"Ini memang kita agendakan khusus," kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Yosef Umarmadi, saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010). Hingga saat ini, korban tewas akibat kecelakaan sudah mencapai 36 orang.
Pada pertemuan Senin mendatang, parlemen akan menanyakan semua aspek yang menyebabkan kecelakaan bisa terjadi. Baik sarana prasarana, maupun manajerial perkeretaapian.
"Ini kan seperti bom waktu, berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam sistem perkeretaapian kita," ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Yosef mengatakan, pihaknya juga akan menanyakan perihal adanya indikasi ketidakharmonisan hubungan antara Kementerian Perhubungan sebagai regulator dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pelaksana.
"Kita lihat ini hubungannya tidak bergitu mesra," kata mantan wartawan ini.
Ditanya apakah partainya akan bereaksi keras kepada Menhub atas kecelakaan ini, Yosef mengatakan masih akan meminta penjelasan lebih dulu.
"Tunggu satu dua hari inilah," ujarnya.
==================================

Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Menteri Perhubungan Freddy Numberi untuk meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada keluarga para korban tabrakan kereta api. YLKI juga mendesak Freddy untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Demikian disampaikan oleh Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi ketika berbincang dengan detikcom di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).
"Telah terjadi kecelakaan masal yang menyebabkan korban tewas hingga 30 orang. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena merupakan tanggung jawab manajerial pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan. Dia (Menhub) harus meminta maaf dan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik," ujar Tulus.
Hal yang sama pernah terjadi di Jepang. Tulus mengungkapkan adanya kecelakaan kereta api di negeri Bunga Sakura tersebut memakan puluhan korban. "Saat itu dengan legowonya Menteri Perhubungan Jepang mengundurkan diri. Seharusnya Indonesia bisa bersikap seperti itu," tambahnya.
Selain itu, Tulus juga mengungkapkan Presiden SBY harus melakukan evaluasi total di tubuh BUMN yang menangani jasa transportasi publik seperti PT KAI.
"Konsumen kali ini dirugikan akibat human error atau kesalahan seseorang. Presiden SBY harus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti kecelakaan kereta api, pesawat terbang dan tranportasi massa untuk umum tidak lagi terjadi," tuturnya.
Menurut Tulus, tranportasi publik saat ini sudah lagi tidak menjadi fokus pembenahan pemerintah. Menurutnya, pemerintah hanya memikirkan bagaimana memperbaiki prasarana seperti jalan. "Apalagi khusus kereta api, bahkan dengan jenis eksekutif dimana prasyarat utamanya adalah kenyamanan dan keamanan. Itu yang harus diperhatikan sarana transportasinya," jelas Tulus.
Kejadian kecelakaan kereta api, sambung Tulus pernah juga dialami pada waktu tahun 2003 dimana KA Logawa memakan korban hingga 33 orang. Kemudian, masyarakat yang menjadi korban melakukan gugatan class action (gugatan kelompok) kepada pemerintah. "Hal seperti ini bisa dilakukan kembali oleh masyarakat dan YLKI siap untuk membantu mendapatkan haknya. Ini bagus sekali," terangnya.
Seperti diketahui, kecelakaan maut terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Sampai sore ini korban tewas diperkirakan mencapai 36 orang.

::: Sumber Detik.Com:::

| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Puluhan Korban Diduga Masih Terjepit,
Alat Berat Belum Juga Datang



Pemalang - Puluhan korban diyakini masih terjepit di gerbong KA Senja Utama yang hancur diseruduk KA Argo Anggrek di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Namun hingga 4 jam lewat, alat berat belum juga tiba di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Pantauan detikcom, hingga pukul 07.00 WIB, puluhan petugas polisi, TNI, PT KA, serta warga, masih mencoba mengevakuasi para korban. Mereka hanya menggunakan alat seadanya, seperti linggis, gergaji besi, balok kayu, serta tali, untuk mengeluarkan korban dari himpitan besi, jok, atau bagian gerbong KA lainnya yang hancur itu.
Menurut seorang petugas Stasiun KA Petarukan, diduga kuat puluhan orang penumpang masih berada di antara reruntuhan gerbong terakhir KA Senja Utama itu. Sebab dalam kondisi normal, paling tidak gerbong itu memuat 64 orang penumpang.
"Di gerbong itu terdapat 64 tempat duduk. Tapi bisa saja jumlah penumpangnya lebih dari itu," ujar petugas tersebut, Sabtu (2/10/2010).
Sampai saat ini belum ada penjelasan dari pihak PT KA atau petugas lainnya mengapa alat berat atau peralatan canggih, seperti gergaji listrik dan lainnya, belum datang. Padahal dengan alat berat itu proses evakuasi bisa lebih cepat dilakukan.
KA eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Data terakhir di RS Hasyim Ashari, Pemalang, jumlah korban tewas mencapai 18 orang.
==================================

Pekalongan - Setelah lebih dari 4 jam berlalu, alat berat milik PT Kereta Api (KA), akhirnya datang juga ke lokasi kecelakaan KA di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Keberadaan alat berat ini sangat ditunggu untuk mempercepat proses evakuasi.
Alat berat yang terdiri dari 1 lokomotif dan 1 gerbong itu, tiba di Stasiun KA Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 07.25 WIB, Sabtu (2/10/2010). Sejumlah petugas langsung menggunakan alat berat tersebut untuk proses evakuasi.
"Alat berat itu didatangkan dari Tegal," kata Adi Subowo, salah seorang petugas Stasiun KA Petarukan.
Namun Adi enggan menjawab saat ditanya mengapa alat berat tersebut terlambat datang. "Saya tidak tahu," kilah Adi.
Pejabat PT KA Daop IV Semarang juga belum ada yang bisa dimintai konfirmasi soal lambatnya kedatangan alat berat tersebut. Belum satu pun pejabat PT KA Daop IV yang terlihat di Stasiun Petarukan.
Sebelumnya diberitakan, puluhan korban diduga masih terjepit besi, jok, atau bagian lain gerbong terakhir KA Senja Utama yang hancur diseruduk KA Argo Anggrek. Gerbong tersebut memiliki 64 tempat duduk. Belum ada konfirmasi jumlah seluruh penumpang di dalam gerbong tersebut.
Peristiwa kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Data terakhir yang dihimpun detikcom, jumlah korban tewas mencapai 27 orang. Jenazah-jenazah korban tewas tersebut dibawa ke RS Santa Maria dan RS Hasyim Ashari, Pekalongan
===================================

Jakarta - Akibat tabrakan KA Argo Anggrek tujuan Surabaya dengan KA Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, jadwal kedatangan kereta api di sejumlah stasiun terlambat berjam-jam. Penumpukan penumpang di sejumlah stasiun pun tak terhindarkan.
Pantauan detikcom di Stasiun Pasar Turi, penumpang harus rela menunggu berjam-jam sebelum naik kereta ke kota tujuan. Keberangkatan kereta terjadi karena KA Argo Anggrek yang seharusnya sesuai jadwal datang pukul 07.30 WIB tapi sampai pukul 08.30 WIB masih tertahan di Pemalang.
"Yang jelas hanya satu kereta api yang dipastikan mengalami keterlambatan, yakni KA Argo Anggrek tujuan Jakarta-Pasar Turi," kata Humas PT KA Daops 8, Sri Winarto saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Sri menjelaskan, keterlambatan ini disebabkan proses evakuasi masih terus dilakukan. Karena rusak, lokomotif KA Argo Anggrek akan diganti.
"Sampai sekarang masih terus dilakukan evakuasi dan itu salah satu penyebab keterlambatan. Karena sekarang masih ada satu gerbong yang dievakuasi," ujarnya.
Sri juga memastikan, meski terjadi tabrakan, tidak akan dilakukan pengalihan jalur. "Semuanya normal tidak ada perubahan jalur serta operasional juga normal," katanya.
==================================

Kecelakaan di Pemalang,
Kedatangan KA Argo Anggrek di Pasar Turi Terlambat


Surabaya - Tabrakan KA Argo Anggrek tujuan Surabaya dan KA Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang membuat jadwal kedatangan satu kereta api di Stasiun Pasar Turi mengalami keterlambatan.
Kereta api yang mengalami keterlambatan yakni KA Argo Anggrek yang seharusnya jadwal kedatangan pukul 07.30 WIB. Namun hingga pukul 08.00 WIB, KA Argo Anggrek baru diberangkatkan ke Semarang untuk menjalani pemeriksaan tapi sampai sekarang masih tertahan di Pemalang karena proses evakuasi masih dilakukan.
"Yang jelas hanya satu kereta api yang dipastikan mengalami keterlambatan yakni KA Argo Anggrek tujuan Jakarta-Pasar Turi," kata Humas PT KA Daops 8, Sri Winarto saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (2/10/2010).
Sri menjelaskan, keterlambatan ini disebabkan proses evakuasi KA yang mengalami tabrakan masih terus dilakukan. Sementara lokomotif KA Argo Anggrek yang tiba di Semarang akan diperiksa dan bila ditemukan rusak akan segera diganti.
"Hal ini dilakukan agar perjalanan KA Argo Anggrek aman selama melakukan perjalanan ke Surabaya," ujarnya.
Sri memastikan, tabrakan tersebut tidak membuat pihaknya melakukan
pengalihan jalur. "Semuanya normal tidak ada perubahan jalur dan operasional juga normal," katanya.
KA eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Data terakhir di RS Hasyim Ashari, Pemalang, jumlah korban tewas mencapai 18 orang. Sedangkan korban luka diperkirakan mencapai puluhan orang.
==================================
Jakarta - Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek terlibat kecelakaan. Data sementara 27 orang tewas. Belum diketahui penyebab kecelakaan, diduga karena masinis mengabaikan lampu sinyal. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun dilibatkan untuk mengusut.
"Kita nanti lihat seperti apa, kita tunggu nanti dari KNKT," kata Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Tunjung menduga kuat kecelakaan karena faktor manusia. Menurutnya pula kecelakaan jenis ini, yakni menabrak dari belakang sangat jarang terjadi.
"Berdasarkan data ini karena human eror," tambahnya.
KA Senja Utama tujuan Semarang ditabrak KA Argo Anggrek jurusan Surabaya sekitar pukul 03.00 WIB. 3 Gerbong di bagian belakang mengalami rusak berat akibat kejadian ini. Banyak penumpang yang terjepit akibat gerbong yang terbalik.
Celakanya lagi, pertolongan begitu lambat datang. Petugas medis terlambat, juga ketiadaan peralatan untuk melakukan evakuasi.
==================================

Jakarta - Presiden SBY prihatin terjadinya kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Anggrek dengan Senja Utama di Pemalang, Jawa Tengah. Presiden menginstruksikan kepada Menhub dan Menkes untuk langsung menuju lokasi kecelakaan dan memberi perawatan terhadap korban kecelakaan secara maksimal.
"Presiden saat ini sudah mendapatkan laporan dan terus memantau perkembangan terbaru. Presiden menginstruksikan Menhub dan Menkes agar bertindak langsung untuk memberikan pertolongan, pengobatan, dan evakuasi kepada para korban," ujar Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Julian Pasha, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Kepada Menhub, Presiden meminta agar segera mempelajari penyebab kecelakaan. Presiden tidak mau kecelakaan serupa terus terulang.
"Menhub diminta untuk segera mempelajari mengapa kecelakaan ini terjadi. Kalau memang tidak normal harus ditelusuri dan dicari tahu apa penyebabnya," terang Julian.
Presiden meminta kedua menterinya itu berkoordinasi menyelamatkan korban yang masih bisa diselamatkan. Presiden juga tidak menyalahkan salah satu pihak, apakah itu masyarakat atau pejabat.Kecelakaan kereta ini menewaskan 31 orang. Puluhan korban lainnya mengalami luka parah.
====================================

Jakarta - Penumpang kedua kereta yang searah yakni KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama tengah tidur nyenyak saat kereta bertubrukan di stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Sekejap saja, puluhan penumpang meninggal dunia terjepit di antara puing-puing gerbong kereta.
Kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Kecepatan yang tinggi menyebabkan fungsi rem tidak optimal. Tumbukan keras pun tak terhindarkan.
Sejumlah saksi mata mengatakan, gerbong terakhir dari KA Senja Utama langsung ringsek. Gerbong kedua dari belakang terbalik, dan gerbong berikutnya keluar jalur. Para penumpang pun kemudian berhamburan turun. namun malang, puluhan lainnya tewas mengenaskan.
Untuk mengurangi kepadatan di tempat kejadian, tiga gerbong KA Senja Utama dipotong. KA Senja utama pun melanjutkan perjalanan ke Semarang hanya dengan enam gerbong kereta. Sementara itu, KA Argo Anggrek menunggu evakuasi usai.
Petugas kepolisian dibantu warga dengan alat seadanya mengevakuasi korban. Alat alat berat baru datang empat jam setelah kejadian. PT KA berkilah, keterlambatan karena masalah jarak yang jauh. Korban kemudian dibawa menggunakan ambulan ke RS Santa Maria dan RSUD Pemalang.
Hingga pukul 09.00 WIB, Mabes Polri telah merilis 31 korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara puluhan lainnya luka parah. Semua korban adalah penumpang KA Senja Utama, sebagian besar asal Semarang. Hingga puku; 09.30 WIB, proses evakuasi terus diilakukan.

====================================
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar saat ini tengah menuju lokasi kecelakaan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah.
Mustafa yang didampingi Deputi Kementerian BUMN bersama Direksi PT Asuransi Jasa Raharja mengecek jumlah korban serta menunggu laporan penyebab kecelakaan maut tersebut.
"Saya saat ini sedang dalam perjalanan ke tempat lokasi kejadian kecelakaan kereta api. Saya sendiri akan mencari tahu bagaimana kejadian ini bisa terjadi dan menunggu laporan investigasi dengan segera," ujar Menteri BUMN dalam sambungan telepon kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).
Mustafa menyampaikan rasa prihatin serta duka cita yang mendalam kepada seluruh korban penumpang kereta api Argo Anggrek dan Senja Utama.
"Tentu saja saya sangat prihatin terhadap kejadian ini karena korban jiwa banyak. Untuk itu saat ini prioritas utama saya adalah penanganan terhadap seluruh korban jiwa," jelasnya.
Ia menambahkan, Kementerian BUMN langsung membawa Direksi Asuransi Jasa Raharja yang bertanggung jawab memberikan tanggungan kepada seluruh korban.
"Saya sudah bersama direksi Jasa Raharja, dimana BUMN Asuransi ini akan bertanggung jawab penuh memberikan pelayanan kepada korban jiwa," tuturnya.
Lebih lanjut Mustafa mengatakan, pihak Kementerian BUMN telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Menteri Perhubungan dan Kepolisian untuk segera melakukan investigasi terkait kecelakaan kereta api tersebut.
"Saya sudah melakukan koordinasi dengan PT KAI, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Kepolisian untuk mendapatkan laporan investigasi terkait penyebab kecelakaan tersebut," jelasnya.
Seperti diketahui, kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.
Hingga pukul 09.00 WIB, Mabes Polri telah merilis 31 korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara puluhan lainnya luka parah. Semua korban adalah penumpang KA Senja Utama, sebagian besar asal Semarang. Hingga puku; 09.30 WIB, proses evakuasi terus diilakukan.
====================================
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar menegaskan seluruh penumpang yang menjadi korban kecelakaan kereta api di Pemalang, akan ditanggung seluruh biayanya oleh PT Asuransi Jasa Raharja (Persero).
"Penumpang yang menjadi korban jiwa menjadi prioritas saat ini. Kementerian BUMN juga menjamin seluruh penumpang yang menjadi korban kecelakaan akan mendapat tanggungan biaya dari asuransi Jasa Raharja," ujar Mustafa dalam sambungan telepon kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).
Mustafa yang didampingi dengan Deputi Kementerian BUMN bersama Direksi asuransi Jasa Raharja saat ini tengah menuju lokasi kecelakaan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah. Mustafa mengungkapkan, asuransi Jasa Raharja sebagai penyedia jasa proteksi bagi penumpang PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan memberikan pelayanan bagi seluruh penumpang yang menjadi korban.
"Semua penumpang akan menjadi tertanggung. Nantinya korban luka-luka yang dirawat maksimum akan mendapat tanggungan Rp 10 juta. Kemudian untuk yang cacat maksisum Rp 25 juta," tuturnya.
Kemudian, lanjut Mustafa khusus untuk korban yang meninggal maka akan diberikan tanggungan sebesar Rp 25 juta. "Saya dan direksi asuransi Jasa Raharja akan memastikan seluruh korban mendapatkan haknya," tambahnya.
Mustafa sendiri menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam bagi seluruh korban kecelakaan kereta api tersebut. "Saya sangat prihatin terhadap kejadian ini karena korban jiwa banyak. Saya menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam serta duka cita bagi seluruh korban," ungkap Mustafa.
Seperti diketahui, kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.
Hingga pukul 09.00 WIB, Mabes Polri telah merilis 31 korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara puluhan lainnya luka parah. Semua korban adalah penumpang KA Senja Utama, sebagian besar asal Semarang. Hingga puku; 09.30 WIB, proses evakuasi terus diilakukan.
===================================


Jakarta - Hingga kini, masinis KA Argo Anggrek, yang menyeruduk KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, masih diperiksa di Polres Pemalang. Sementara masinis KA Senja Utama masih dalam perjalanan dari Semarang.
"Masinis Argo Anggrek sudah diamankan dan masih dalam penyidikan, kalau yang Senja Utama masih di perjalanan, dia dari Semarang," ujar petugas Polsek Pemalang, Sugeng, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Selain mereka berdua, polisi juga memeriksa sejumlah pihak yang terkait dalam kecelakaan yang menewaskan puluhan orang tersebut. Salah satunya adalah pimpinan perjalanan kereta api dari Stasiun Petarukan.
"Asisten masinis Argo Anggrek dan asisten Senja Utama juga akan diperiksa. Pokoknya semua yang terkait, kan untuk mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya," katanya.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling.
Data terakhir menyebutkan, akibat kejadian itu 34 orang tewas. Tidak tertutup kemungkinan, jumlah korban masih terus bertambah karena masih banyak korban yang terjepit di gerbong KA naas itu.

::: Sumber Detik.com :::

| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Jakarta - Kecelakaan kereta kembali terjadi. Kereta eksekutif Bima jurusan Jakarta-Surabaya menabrak kereta ekonomi Gaya Baru di Stasiun Purwosari, Solo.
"Kereta Bima seharusnya tidak berhenti di Stasiun Purwosari. Tapi kereta api Gaya Baru yang seharusnya memberi jalan, gerbong paling belakangnya masih melintang saat lansir," ujar Penumpang KA Bima, Suharto, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Menurut Suharto, kondisi gerbong KA Gaya Baru yang tertabrak cukup parah. Namun demikian KA Bima yang ditumpanginya hanya berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.
"Gerbong paling belakangnya penyok cukup dalam, sepertinya ada korban tadi dibawa tapi kita tidak tahu persis," papar Suharto.

Dirjen Perkeretaapian Kemhub Meluncur ke Pemalang

Jakarta - Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tunjung Inderawan bergerak ke lokasi kecelakaan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah. Tundjung akan mengecek jumlah korban serta penyebab kecelakaan maut tersebut.
"Saat ini sudah di Bandara Soekarno Hatta, akan terbang ke Semarang dengan pesawat paling pagi seterusnya ke Pemalang," ujar Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Bambang menjelaskan Tundjung juga akan meninjau operasional kereta di sana. Dia juga memastikan seluruh evakuasi korban berjalan dengan baik.
"Akan dicek mengapa kejadian ini bisa terjadi lalu penanganan korban dan operasional selanjutnya," terang Bambang.
Kereta api eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama dengan jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Dari data Kementerian Kesehatan, 9 orang tewas dan 36 luka berat.
Hingga pukul 06.20 WIB, petugas masih melakukan evakuasi pada para korban di lapangan

Jakarta - Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas insiden tabrakan Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek. Dia meminta maaf atas insiden itu.
"Saya mengucapkan ikut bela sungkawa dan permohonan maaf mewakili pemerintah, kepada seluruh korban yang luka-luka maupun menjadi korban," kata Tunjung saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Menurut dia, peristiwa kecelakaan ini memang di luar dugaan. Dia pun menyayangkan terjadinya peristiwa memilukan ini.
"Tentunya ini adalah suatu hal yang sangat kita sesalkan," tambahnya.
Lebih lanjut, dia sudah meminta petugas kereta di lapangan secepat mungkin melakukan upaya evakuasi dan pertolongan. "Kami instruksikan pertolongan pertama kepada korban," tambahnya.
KA Senja Utama tujuan Semarang diketahui ditabrak KA Argo Anggrek jurusan Surabaya sekitar pukul 03.00 WIB. 3 Gerbong di bagian belakang mengalami rusak berat akibat kejadian ini. 9 Orang penumpang meninggal dunia dan 16 penumpang lainnya mengalami luka-luka.


Jakarta - Sejumlah korban kecelakaan kereta api (KA) di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) menyesalkan lambatnya pertolongan dari tim medis. Bagaimana tidak? Para petugas medis baru tiba di lokasi hampir 1 jam lebih setelah peristiwa maut itu terjadi.
Lambatnya kedatangan petugas medis itu membuat kondisi para korban semakin menderita. Mereka menanggung rasa sakit tanpa mendapat pertolongan apa pun, baik itu infus atau pun obat-obatan penahan nyeri. Padahal secara geografis, lokasi kecelakaan sangat mudah dijangkau.
Warga setempat dan petugas kepolisian yang tiba terlebih dahulu di lokasi kejadian hanya bisa memberikan pertolongan seadanya. Padahal, banyak para korban yang tidak berdaya terjepit besi atau bagian gerbong KA Senja Utama yang hancur diseruduk KA Argo Anggrek.
"Petugas medis lama sekali datangnya. Padahal korban sudah bergelimpangan tidak karuan," kata Rohmat, salah satu penumpang KA Senja Utama di lokasi kejadian, Stasiun KA Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/9/2010).
Kondisi juga diperparah dengan lambatnya proses evakuasi para korban. Hal ini disebabkan minimnya peralatan yang dibawa para petugas, baik kepolisian atau pun lainnya, ke lokasi kejadian. Para korban yang terjepit badan gerbong yang hancur 'dibiarkan' begitu saja selama sekian jam.
Sebelumnya diberitakan, KA eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Dari data Kementerian Kesehatan, 9 orang tewas dan 36 luka berat.

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) belum dapat memastikan penyebab kecelakaan kereta api (KA) di Pemalang, Jawa Tengah. Namun jika kereta ditabrak dari belakang, ada beberapa kemungkinan yang bisa dijadikan dugaan awal penyebab kecelakaan maut ini.
"Kalau kereta ditabrak dari belakang, ada beberapa kemungkinan. Yang pertama bisa karena sinyalnya bermasalah," ujar Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Dugaan kedua karena masinisnya melanggar aturan. Seharusnya masinis menjaga jarak antar kereta, sehingga kasus semacam ini tidak terjadi.
"Seharusnya kereta kan satu jarak dibagi dalam beberapa kotak. Ada daerah yang dijaga kosong," terang Bambang.
Menurut Bambang, saat ini pihak Dirjen Perkeretaapian masih fokus melakukan evakuasi. Setelah itu akan dilakukan penyelidikan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mencari penyebab kecelakaan.
"Nanti akan ada tim dari Dirjen Perkeretaapian dengan KNKT," terang Bambang.
Bambang pun memastikan seluruh korban tewas dan luka mendapat santunan dari asuransi. "Itu pasti. Kita akan pastikan semuanya mendapat hak mereka," tutup dia.

:::: Sumber Detik.com :::


| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Kereta Api Argo Anggrek
Seruduk Senja Utama di Pemalang



Jakarta - Kereta api eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama dengan jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang. Gerbong belakang Kereta Senja Utama keluar jalur.
"Kereta api Argo Anggrek menabrak kereta api Senja Utama arah Semarang di Petarukan," ujar salah seorang penumpang kereta Argo Anggrek, Firman Adjie, melalui fasilitas info anda detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Adji menuturkan kondisi gerbong paling belakang kereta Senja Utama Semarang cukup parah terbalik ke sisi kanan.
"Kondisi gerbong paling belakang rusak parah," papar Adjie.
Sampai saat ini belum diketahui adanya korban dalam kecelakaan ini. Kereta Senja Utama Semarang sengaja berhenti untuk memberikan kesempatan bagi Kereta Argo Bromo Anggrek untuk melaju lebih dahulu.

3 Gerbong Terguling,
Penumpang Banyak yang Terjepit


Jakarta - Kecelakaan kereta terjadi antara Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang Jawa Tengah. 3 Gerbong Senja Utama diketahui keluar rel dan terguling akibat kecelakaan itu. Banyak penumpang mengalami luka-luka.
"Banyak yang terjepit dan dievakuasi ke rumah warga," kata seorang penumpang, Anwar Riksono, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Kecelakaan kereta itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. "Kereta yang saya tumpangi, KA Senja Utama, ditabrak kereta Argo Anggrek di Stasiun Petarukan," imbuh Anwar.
Benturan keras terjadi dalam kecelakaan itu. Anwar yang duduk di gerbong ke 3 segera bergegas keluar dari gerbong. Saat itu dia melihat gerbong nomor 7, 8 dan 9 hancur ditabrak KA Argo Anggrek.
"Banyak korban, sekarang sudah dievakuasi ke stasiun dan ke rumah-rumah penduduk," tutupnya.

Jakarta - Tiga gerbong paling belakang kereta Senja Utama Semarang yang diseruduk kereta api Argo Anggrek terguling. Puluhan korban diperkirakan mengalami luka-luka. Polisi pun kini tengah melakukan evakuasi.
"Banyak yang terjepit, polisi ramai disana sedang gotong-gotong puluhan orang," ujar penumpang kereta api Senja Utama, Bambang, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Bambang menuturkan, tiga gerbong paling belakang hancur berantakan. Hingga saat ini masih banyak korban yang terjepit di gerbong kereta.
"Beberapa korban ditidurkan di stasiun Petarukan," terang Bambang.
Sementara itu petugas stasiun meminta semua penumpang yang berada di gerbong yang aman untuk kembali duduk di gerbong masing-masing.
"Katanya perjalanan mau dilanjutkan karena lokomotif kereta Senja Utama memang tidak rusak dan bisa dijalankan setelah memotong gerbongnya," terangnya.


Jakarta - Puluhan orang menjadi korban kecelakaan Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Diketahui sejumlah korban meningga dunia juga telah dibawa ke RSUD Pemalang.
"Di rumah sakit sudah ada 2 korban meninggal dunia," kata petugas rumah sakit, Bagus saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Dia menjelaskan, selain korban meninggal, puluhan lainnya juga tengah menjalani perawatan di unit gawat darurat. Identitas mereka belum diketahui.
"Ada 20 orang yang dirawat dan ada yang kritis," terang Bagus.
Diketahui KA Senja Utama ditabrak KA Argo Anggrek sekitar pukul 03.00 WIB. 1 Gerbong hancur, 1 gerbong terguling, dan 1 gerbong keluar jalur akibat kecelakaan ini


Jakarta - Kereta Api Senja Utama yang baru saja diseruduk KA Argo Anggrek melanjutkan perjalanan ke Semarang. Tiga gerbong yang rusak parah akibat kecelakaan ditinggal.

"Gerbong 9 hancur, gerbong 8 terguling ke kanan, gerbong 7 keluar jalur, jadi yang yang melanjutkan perjalanan 6 gerbong terdepan," ujar penumpang KA Senja Utama, Bambang, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Enam gerbong terdepan pun sudah berjalan normal melanjurkan perjalanan ke Semarang. Bambang pun bisa sedikit menarik nafas lega, kereta yang ditumpanginya sudah melaju mulus ke Semarang.
"Ini baru saja berhenti di Stasiun Sragi cuma sebentar terus jalan," ujar Bambang.
Namun demikian, kondisi penumpang di enam gerbong ini bertambah padat. Sebab, sejumlah penumpang yang selamat di tiga gerbong paling belakang kemudian memilih melanjutkan perjalanan ke Semarang menggunakan gerbong yang tersisa.

::: Sumber Detik.com :::

| | edit post