SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



Penumpang APV, Mahasiswa dan Staf LP3I Cirebon

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 15 November 2011 8 komentar

Korban tewas pada kecelakaan maut antara KA Argojati dan mobil APV di perlintasan KA tanpa palang pintu, diduga mahasiswa dan staf LP3I Cirebon. - inilah.com

INILAH.COM, Cirebon - Korban tewas pada kecelakaan maut antara KA Argojati dan APV Nopol B 1159 TOD di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa ujungsemi Kecamatan Kaliwedi, merupakan mahasiswa dan staf LP3I Cirebon.

Kecelakaan maut tersebut, mengakibatkan empat orang penumpangnya tewas di tempat kejadian. Mereka yakni, sopir APV Charlim warga Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana Kabupaten Cirebon, Yudi Akum (32) warga Tulmudal, Diani (23) warga Keraton, dan Johan Perdana Akbar (21) warga Desa Haurkoneng Kecamatan Nusa Herang Kabupaten Kuningan. Saat ini jenazah keempat korban kecelakaan telah dievakuasi petugas.

Menurut rekan keempat korban Nanda, selain keempat orang yang tewas masih terdapat satu orang rekannya yang ikut dalam mobil APV tersebut. Penumpang lain yang belum diketahui nasibnya tersebut yakni Burhanudin yang pada pukul 09.00 WIB ikut rombongan APV bersama keempat korban.

"Yang saya tahu tadinya Burhan ikut bersama keempat korban untuk mengantarkan surat undangan acara seminar," kata Nanda.

Nanda pun menuturkan, keempat korban merupakan mahasiswa dan staf LP3i Cirebon yang akan mengantarkan surat undangan acara seminar.

Untuk kepastian jumlah korban, saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah korban disebut-sebut mencapai 5 orang.

Kanit Laka Lantas Polres Cirebon Iptu Didi Wahyudi mengatakan, seorang penumpang yang diduga bernama Burhanudin, warga Desa Babadan Kecamatan Kertasemaya memang dilaporkan ikut dalam rombongan APV yang ditumpangi keempat korban.

"Namun setelah kami lacak, kedua handphone-nya sempat melakukan telfon dan SMS di Kertasemaya beberapa saat setelah kejadian," ujar Didi.[ang]

| | edit post

KA Argojati Tabrak APV, 4 Tewas

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Sebanyak empat orang tewas setelah KA Argojati jurusan Cirebon-Jakarta menabrak mobil Suzuki APV di perlintasan tanpa pintu di Desa Ujungsemi Kabupaten Cirebon, hari ini. - inilah.com/Ibnu Saechu

INILAH.COM, Cirebon - Sebanyak empat orang tewas setelah Kereta Api (KA) Argojati jurusan Cirebon-Jakarta menabrak mobil Suzuki APV di perlintasan tanpa pintu di Desa Ujungsemi Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, Senin (15/11/2011) sekitar pukul 11.45 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, seluruh penumpang mobil tewas di tempat kejadian. Kendaraan tersebut sempat terseret hingga sekitar 100 meter hingga tersangkut di tengah-tengah jembatan.

Informasi yang berhasil dihimpun di tempat kejadian, korban tewas bernama Diani warga Keraton Kecamatan Suranenggala, Agus Suyudi warga Kelurahan Tukmudal Kecamatan Sumber, Agus warga Karangmulya Kecamatan plumbon dan Joan Perdana, warga Haur Kuning Kecamatan Nusaherang Kuningan.

Menurut keterangan saksi mata Saleh, 60, warga Desa Guwa Kidul, kecelakaan berawal saat Suzuki APV dengan nopol B 1159 (huruf belakang lepas) melaju dari arah Desa Guwa Kidul Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon.

Pada saat melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu di perbatasan Desa guwa Kidul dan Desa Ujungsemi datang KA Argojati dari arah Jakarta dan langsung menabrak rombongan yang baru menghadiri acara hajatan tersebut.[jul]

::: news Link ::::

| | edit post

Tol Cikampek-Palimanan dibangun mulai akhir November

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 14 November 2011 2 komentar


JAKARTA (bisnis-jabar.com): PT Lintas Marga Sedaya menegaskan siap melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) proyek tol Cikampek-Palimanan pada akhir November dengan target pembebasan lahan oleh pemerintah pada akhir tahun.

Direktur PT Lintas Marga Sedaya Steve Ginting menargetkan Maret 2012 pengerjaan konstruksi dapat dilaksanakan dengan waktu pengerjaan 30 bulan sehingga 2014 ditargetkan selesai.

Menurutnya, proses prakualifikasi tender konstruksi telah dilaksanakan sehingga tinggal penawaran final.

“Sekarang sedang menunggu pemerintah yang siap menyerahkan tanah Desember, kalau semua sudah beres, Maret bisa mulai konstruksi. Kami serius dan tidak main-main,” ujarnya hari ini.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Ghazali mengatakan pemerintah telah mengirimkan surat kepada LMS untuk segera memulai konstruksi.

“Kita rencanakan akhir bulan untuk groundbreaking seperti pengerukan tanah, pematokan, dan lainnya,” katanya.

Menurut Ghani, tidak ada alasan bagi pemegang konsesi untuk menunda pembangunan ruas tol yang sempat mangkrak tersebut setelah lahan terbebaskan. Pasalnya, Cikampek-Palimanan merupakan ruas yang paling penting untuk ruas tol Trans Jawa lainnya. (fsi)


::: News Link:::

| | edit post

SBY instruksikan underpass Stasiun Kejaksan Cirebon sediakan eskalato

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 09 November 2011 3 komentar

CIREBON (bisnis-jabar.com):

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan PT KAI supaya menyediakan eskalator pada underpass Stasiun Kejaksan Kota Cirebon.

“Saya instruksikan kepada menteri terkait dan PT KAI supaya menyediakan eskalator di underpass tersebut kalau memungkinkan. Karena saya tidak tahu teknisnya seperti apa,” kata Susilo Bambang Yudhoyono di Cirebon, hari ini.

dalam kunjungan Safari Ramadan dan peninjauan kesiapan layanan mudik tersebut, SBY berkomunikasi langsung dengan penumpang kereta api di Stasiun Kejaksan Kota Cirebon, dan mendapatkan keluhan dari Suardi warga Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Pada kesempatan tersebut, Suardi meminta supaya PT KAI menyediakan eskalator pada underpass di stasiun tersebut karena melelahkan sekali bagi yang manula dan ibu hamil.

“Stasiun Kejaksaan merupakan stasiun yang ramai dan banyak keberangkatan kereta, akan tetapi minimnya fasilitas underpass membuat penumpang, termasuk saya, kelelahan karena anak tangganya banyak dan tidak ada eskalator. Untuk itu, diharapkan ada fasilitas tangga berjalan,” kata Suardi.

::: News Link :::

| | edit post

Surat Pembaca - KOMPAS

Diposting oleh paguyubancirex 1 komentar


Kereta Eksekutif Rasa Ekonomi
Senin, 7 November 2011 | 11:42 WIB

Saya penumpang kereta api Cirebon Ekspress (Cireks) kelas eksekutif jadwal keberangkatan Minggu 6 November 2011 tujuan Jakarta jam 15.15 dari Stasiun Kejaksan Cirebon. Saat berangkat dari Cirebon keadaan masih baik-baik saja. Namun, saat di Stasiun Kosambi, tiba-tiba kereta berhenti cukup lama disertai pemadaman lampu dan AC di gerbong.

Saya pikir pemadaman hanya sementara. Ternyata insiden ini berlangsung sampai tujuan akhir di Stasiun Gambir. Bisa dibayangkan kami semua penumpang harus merasakan kondisi gerbong yang panas dan gelap padahal kami membayar tiket kelas eksekutif yang seharusnya merasakan kenyamanan.

Dalam kondisi demikian selama perjalanan, tidak satu pun petugas mendatangi gerbong untuk menjelaskan penyebab insiden tersebut, sehingga sampai turun dari kereta pun masih bertanya-tanya apa penyebab insiden malam itu.

Sebelumnya, pada hari Jumat ketika hendak pulang ke Cirebon (saya naik dari Stasiun Jatinegara, jadwal Cireks jam 18.30), terjadi insiden tiket dobel. Untuk tiket Cireks dengan tanggal dan jam keberangkatan yag sama serta nomor gerbong dan kursi yang sama terdapat 2 tiket yang dipegang 2 orang yang berbeda.

Akhirnya beberapa penumpang Cireks malam itu dialihkan ke KA Sembrani, sesampainya di Stasiun Cirebon, penumpang yang akan meneruskan perjalanan ke Tegal, harus pindah lagi dari KA Sembrani ke KA Cireks. Carut marut soal tiket juga terjadi di dalam gerbong sesaat sebelum kereta berangkat. Beberapa petugas sibuk hilir mudik mencarikan bangku kosong untuk penumpang yang belum mendapatkan tempat duduk. Saat kereta berangkat, kursi di depan saya malah kosong.

Padahal di loket terdapat tulisan bahwa tiket habis. Kejadian ini menurut saya sangat aneh karena sistem tiket kan sudah sistem online. Ketika sedang duduk di peron menunggu kereta, saya mengobrol dengan seorang perempuan.

Dia bercerita bahwa dirinya naik KA Argo Jati keberangkatan jam 17.00 dari Stasiun Gambir. Tapi diturunkan oleh petugas di Stasiun Jatinegara. Penyebabnya adalah si mbak tersebut memesan tiket di loket di Gambir untuk keberangkatan tanggal 4 November 2011 jauh sebelum tanggal 4 November 2011.

Namun, karena dia terburu-buru tidak sempat lagi mengecek tanggal yang tercetak di tiket. Si mbak tersebut baru ngeh kalau tanggal yang tercetak di tiket adalah tanggal 2 November 2011 saat hari Jumat itu akibat kesalahan petugas loket di Stasiun Gambir saat mencetak tiket.

Alhasil penumpang lagi yang dirugikan atas kecerobohan petugas. Apakah petugas loket ini tidak pernah mendapatkan pelatihan bagaimana mencetak tiket yang benar sesuai dengan form isian yang diisi oleh calon penumpang?

PT KAI tahun ini berusia 66 tahun dengan mengusung tema “Dengan Semangat Pembaharuan Kita Tingkatkan Pelayanan dan Inovasi". Tapi menurut saya tema tersebut hanya omong kosong belaka, karena pada kenyataannya, ketidakbecusan PT KAI menjalankan sistem, efeknya sangat terasa bagi kami para penumpang. Saya menuntut respon dan tanggung jawab dari pihak-pihak terkait atas insiden ini.

Mungkin sekali-kali Direktur PT. KAI, Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan serta jajarannya harus mencoba bagaimana rasanya naik kereta api kelas eksekutif tapi dalam kondisi pengap, panas karena AC padam dan gelap gulita karena lampu padam selama perjalanan.

Cita Utami
Jl. Gn. Rinjani II blok 16
Cirebon

Dibaca 1096 Kali

| | edit post

Suara Konsumen

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 31 Oktober 2011 7 komentar

Pelayanan PT. KAI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebagaimana yang kita pahami bersama bahwa PT. KAI sedang dalam proses perbaikan/improvement terhadap pelayanan kepada pelanggan dalam berbagai sisi berikut :

1. Rencana Pembangunan Infra Struktur sepanjang Pulau Jawa dan segera menyusul diluar Pulau Jawa melalui skala prioritas.

2. Memperbaiki Gerbong Kereta dan Pembuatan Gerbong Baru yang lebih canggih dan ramah lingkungan

3. Meningkatkan Pelayanan kepada pelanggan, penumpang dan calon penumpang (Pelayanan Tiket, Ruang Tunggu dan Tingkat Keamanan)

Dari hal tersebut diatas dalam perjalanannya kita harus melihat sedikit ke belakang antara lain :

~ Form Pemesanan, berisi berbagai pertanyaan yang harus diisi, diantaranya ada kolom Jadwal Pemeberangkatan dan Nomor Telepon. (Komentar) Selama ini pencantuman kolom tersebut hanya slogan semata, kereta terlambat tak pernah ada informasi yang disampaikan melalui nomor telepon yang kita cantumkan, penumpang dibiarkan menumpuk di ruang tunggu stasiun dengan alas seadanya dan tanpa ada kompensasi lapar/haus plus kesal karena acara keluarga jadi berantakan.

~ Harga tiket peak seasseon yang selalu lebih mahal seolah ingin merampok para pekerja yang pulang mingguan/bulanan dan pelayanan tiket yang selalu mengatakan “tiket habis” walau terbukti di kereta masih beberapa kursi tak berpenghuni (cadangan) apakah yang ini tidak bisa di jual di detik terakhir kereta mau berangkat sehingga kami bisa beli tiket dengan resmi dan tak perlu adu urat leher dengan petugas PS.

~ Sadarkah berapa banyak penumpang yang berpotensi membayar dengan resmi (tiket) sehingga dapat dijadikan dasar disediakannya kereta tambahan secara efektif dan efisien.


Coba cari solusi :


1. Berendah hatilah (ramah dan waspada) wahai PT. KAI walau Anda jadi moda angkutan favorit dan andalan, karena saat ini telah siap pesaing mengantri lengahnya moda angkutan ini, ingat jalan Tol, murahnya tiket pesawat dan bis excecutive – 5 tahun mendatang bisa-bisa PT. KAI tak lagi mampu bayar utang atas investasinya apabila paradigma Anda masih berkonotasi “Kesombongan” – ngrampok penumpang dengan tarifnya.

2. Usahakan setiap stasium mempunyai "pola pikir" bahwa penumpang Anda ada barang, hewan, manula, balita dan orang sehat yang sangat kritis dengan segala kesenjangan. (Buatlah SOP sebagai standar Stasiun pada setiap kategorinya – Besar, Sedang, Kecil dan Lintasan)

3. Libatkan penumpang melalui quesionare supaya keinginan PT. KAI seirama dengan keinginan penumpang dengan segala logika yang pantas dan berperikemanusiaan. Termasuk didalamnya adalah kesan penumpang terhadap para petugas.

4. Lakukan improvement secara konsisten karena kepuasan pelanggan akan selalu meningkat.

5. Ciptakan wacana untuk melalukan inovasi sehingga suatu saat ada gerbong kamar mandi dan mushola/ruang ibadah sampai ruang privasi. Jangan hanya ada di Kereta Wisata saja. Untuk Kereta Jarak Jauh disediakan mall dan café yang syariah, petugas restorasi tak lagi sebagai tukang asong yang teriak sepanjang lorong.

Kami sebagai penumpang yang selalu berusaha naik kereta dengan resmi dan tak kepingin dihambat untuk mendirikan kebenaran dan keadilan. Please……. PT. KAI berhatilah seperti KYAI, insya Allah suatu saat Per- kerta Api – an di Indonesia akan jadi acuan moda kereta api di seluruh dunia dan…… akherat…? .


Keterlambatan

Jum’at, 28 Oktober 2011 seperti biasa kami serombongan kaum urban yang cinta keluarga di Cirebon dan Tegal ingin segera bertemu sanak buah hati sehingga kami memilih Cirex pemberangkatan pukul 18.30 WIB dari Gambir, alhamdulillah kami sampai di Cirebon pukul 00.10 WIB hari berikutnya – Sabtu dini hari (kapan sampai Tegalnya…?) dan 10 menit kemudian Cirex tambahan datang pula di stasiun Cirebon.

Minggu, 30 Oktober 2011 sudah selayaknya kami para pencari nafkah kembali lagi ketempat kerja dan masih percaya dengan Cirex dari Tegal jam 16.00 WIB dan dijadwalkan berangkat dari Stasiun Cirebon pukul 18.15 WIB, alhamdulillah lagi tertunda karena harus digantinya Gerbong Aling2 bagian belakang, kami maklum demi keamanan bersama, anehnya……??? Hari itu banyak penumpang bergerbong dan bertempat duduk sama yang jumlahnya lebih kurang 70 penumpang (1 gerbong). Untungnya sank Kondektur punya inisiatif dadakan menampung mereka di Kereta Makan dan Eksekutif 5 yang ternyata masih banyak yang kosong. Alasan yang disampaikan kepada kami semua ini akibat perubahan sistem tiketing.

Saran :

Lain kali kalau telat gak perlu minta maaf lagi karena sejak tahun 2003 menurut pengalamanku untuk jadwal Cirex kereta terakhir reguler tepat waktu baru 3 kali. Agar pengumuman dibalik saja “Mohon maaf para penumang/calon penumpang Cirebon Ekspres kali ini pemberangkatan tepat waktu sehingga sebagian penumpang ketinggalan, agar mengembalikan tiket anda ke loket 8 untuk kami ganti 10 kali lipat dari harga tiket Anda”

Wassalamua’alaikum Wr. Wb.

Paguyuran Cirex


Pramono Edi



| | edit post

Contoh Usulan bikin rail card

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 27 Oktober 2011 1 komentar




Contoh Usulan Rail Card

| | edit post

RAIL CARD Memudahkan Untuk Mendapatkan Tiket KA

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 26 Oktober 2011 0 komentar

PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) dan PT. BANK NEGARA INDONESIA, Tbk bekerjasama menerbitkan kartu keanggotaan dari Kereta Api Frequent Passenger (KAFP) yang disebut dengan RAIL CARD. Perjanjian Kerjasama tentang Pengembangan Kartu Member KAI Rail Card telah ditandatanani oleh Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito dan Direktur Konsumer & Ritel, Darmadi Sutanto di Gedung Bank BNI, Jakarta pada Selasa 11 Oktober 2011.


Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito (kanan) dan Direktur Konsumer & Ritel, Darmadi Sutanto (kiri), menandatangani perjanjian kerjasama tentang Pengembangan Kartu Member KAI Rail Card.

Selai sebagai Kartu Member, RAIL CARD merupakan kartu prabayar yang diterbitkan BNI sebagai pengganti uang tunai yang merupakan hasil co-branding kartu member KAI, dapat diisi ulang (to up) di ATM BNI, merchant BNI yang memasang logo BNI Prepaid, dan mesin EDC (Electronic Data Capture) yang terdapat di loket Stasiun Kereta Api yang disediakan BNI. Rail Card ini juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran tiket kereta api serta transaksi pembayaran lainnya di merchant-merchant yang memasang logo BNI Prepaid.

Direktur Korporasi BNI Krishna R. Suparto mencoba melakukan transaksi pembelian tiket KA menggunakan Rail Card di vending machine Rail Box

Untuk memperoleh Rail Card ini masyarakat dapat datang dan langsung membelinya di Kantor Cabang Bank BNI serta di Customer Service beberapa stasiun diantaranya: Stasiun Gambir, Stasiun Bandung, Stasiun Cirebon, Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Semarang. Pelanggan yang yang telah teregistrasi sebagai anggota Kereta Api Frequent Passenger (KAFP), akan mendapatkan poin sejumlah tertentu setiap kali bertransaksi dengan Rail Card. Setiap transaksi kelipatan Rp. 5.000,- pelanggan berhak mendapatkan satu poin. Poin ini akan terakumulasi dan dihitung setelah tiket yang dibeli dipergunakan dan berlaku sampai dengan 2 tahun. Khusus customer yang melakukan pembayaran dengan menggunakan Rail Card, berhak atas poin insentif sebesar 25% dari nilai transaksi.

Dari kiri: Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur Direktur Korporasi BNI, Krishna R. Suparto dan Direktur Konsumer & Ritel, Darmadi Sutanto, menunjukkan bukti pembayaran yang nantinya ditukarkan di loket stasiun.

Harga kartu perdana dari Rail Card ini adalah Rp. 20.000,- (sudah termasuk PPn), dan dapat diisi ulang dengan nominal yang tersedia sebesar Rp. 10.000,- ; Rp. 20.000,- ; Rp. 50.000,- ; Rp. 100.000,- ; Rp. 250.000,- dan Rp. 500.000,-. Untuk maksimum nominal saldo dalam kartu sebesar Rp. 1.000.000,-. Sementara untuk jangka watu Rail Card adalah selama 10 tahun atau selama masih terdapat saldo.

Wimbo mengatakan, bahwa “Kerjasama ini dilakukan untuk mengoptimalkan segala sumber daya dan potensi yang tersedia, guna meningkatkan mutu pelayanan bagi pengguna jasa kereta api”, papar Wimbo.

Sementara di tempat yang sama, VP Public Relations, Sugeng Priyono. “Nanti, masyarakat dapat melakukan transaksi tiket kereta api tidak hanya melalui Contact Center 121, agen tiket, Kantor Post dan Indomaret secara online, namun dengan Rail Card masyarakat dapat juga bertransaksi di mall atau pusat perbelajaan manapun yang memiliki merchant berlogo BNI Prepaid”. (Humaska)

::: news Link:::

| | edit post

Loket Kereta Api Akan Dihapus

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 16 Oktober 2011 0 komentar


JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia berencana menghapus fasilitas loket penjualan tiket kereta api. Tiket kereta dapat diperoleh di luar stasiun.
"Loket akan dihapus ke depannya. Kalau sistem sudah berjalan baik," ujar Junior Manager Eksternal Humas DAOP I Jakarta, Rapino Situmorang, kepada Kompas.com, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (30/8/2011).
Dengan penghapusan loket tersebut, Rapino menyebutkan, penumpang tidak akan pusing untuk mengantre tiket. Mereka tinggal datang ke stasiun untuk berangkat, seperti halnya di bandara. "(Penumpang) enggak pusingin tiket lagi. Stasiun tinggal ngurusin kereta dan penumpang," tambah Rapino.
Ia menambahkan, tiket dapat dibeli di agen atau melalui layanan online. "Enggak ada penumpukan antrean. (Penumpang) yang datang yang siap berangkat," tegas Rapino.
Dampak positif lainnya, penjualan tiket ilegal melalui calo pun dapat diberantas. Apalagi, lanjut dia, pegawai KAI sering kali diberitakan terlibat dalam penjualan tiket secara ilegal itu.
Saat ini, rencana ini memang masih dalam pembahasan. Jadi, ia menuturkan belum tahu kapan akan dilaksanakan. "Enggak tahu tahun depan, (atau) tahun depannya lagi dan seterusnya. Pokoknya visi ke sana," sebutnya.
Bahkan, ke depannya, stasiun KA akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas lainnya, seperti convention center.

| | edit post

Lokomotif B 5112 Mulai Diperbaiki

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 06 Oktober 2011 0 komentar

Upaya dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) melalui Pusat Pelestarian Benda Bersejarah untuk menghidupkan lagi Lokomotif Uap dengan nomor seri B5112 yang sudah lama tersimpan di Museum Kereta Api Ambarawa semakin nyata. Sejak Jumat (30/9), tim dari unit pelestarian benda dan cagar budaya PT. KAI, sudah melakukan berbagai perbaikan pada roda lokomotif tersebut agar bisa dibawa ke Dipo Traksi Ambarawa yang jaraknya tidak jauh dari Museum. Lokomotif yang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya ini rencananya akan digunakan sebagai kereta wisata. Dan akan menambah armada lokomotif uap yang telah ada sebelumnya, dimana Lokomotif B2502 dan B2503 telah lebih dulu melayani para wisatawan.

Salah seorang anggota dari Tim Unit Pelestarian Benda dan Cagar Budaya, sedang membersihkan karat yang berada pada bagian roda penggerak Lokomotif.

Lokomotif B5112 buatan Hanomag, Jerman, meskipun sudah 30 tahun tidak digunakan, keadaan ketelnya masih relatif baik. Sehingga lokomotif masih besar kemungkinan untuk bisa beroperasi kembali, walaupun kondisinya saat ini dibutuhkan perbaikan dan perawatan untuk bisa kembali melayani penumpang. Menurut Manager Humas Daerah Operasi 4 Semarang, Sapto Hartoyo, lokomotif yang sudah lama menjadi salah satu koleksi milik PT. KAI yang tersimpan di Museum Kereta Ambarawa akan digunakan lagi sebagai penarik KA Wisata. “Hal ini dilakukan selain untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke daerah Ambarawa, juga guna melestarikan berbagai benda cagar budaya yang kami miliki,” tuturnya.




Tim dari unit Pelestarian Benda dan Cagar Budaya, mengiventarisir berbagai kerusakan sebelum lokomotif ini dipindahkan ke dipo Lok Ambarawa.

Ia menambahkan, lokomotif dengan dua gandar dua roda penggerak ini, ditargetkan pada tahun 2012 sudah bisa digunakan. “Kami menargetkan pada tahun depan, lokomotif ini sudah bisa digunakan. Namun, itu semua tidak terlepas dari seberapa banyak kerusakan yang terjadi pada lokomotif tersebut. Mengingat lokomotif ini sudah lama tidak beroperasi,” jelas Sapto.

Lokomotif ini akan menambah armada KA Wisata yang sudah ada di Stasiun Ambarawa.

“Kami berharap, target perbaikan lokomotif ini selesai sesuai dengan jadwal yang sudah ada dan bisa digunakan untuk melayani wisatawan yang datang berkunjung ke Ambarawa, pungkas Sapto. (Humaska)

| | edit post