SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 02 Februari 2010 0 komentar

CIREBON – Hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon sejak pukul 14.00 membuat sejumlah ruas jalan terendam. Bahkan, beberapa perkantoran milik pemerintan ikut tergenang. Antara lain kantor Badan Perpustakaan Daerah dan Arsip Daerah (Bapusipda), Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertran), dan SMKN 2 Kota Cirebon.

Kepala Dinsosnakertrans Drs HM Korneli MSi mengatakan, banjir yang menimpa kantornya sudah kerap terjadi, terutama pada saat hujan turun cukup deras. “Bahkan semenjak ada pembuatan saluran air di depan kantor, justeru banjir yang terjadi semakin besar dibandingkan sebelumnya,” kata Korneli, Senin (1/2).
Ia berharap, di sekitar kantor Dinsosnakertran dibuat saluran atau sodetan agar air bisa mengalir dengan cepat. Sebab, banjir tersebut diakibatkan air tidak mengalir lancar saat hujan turun.
“Diharapkan dengan dibuatkan sodetan, arus aliran air di depan Dinsosnakertrans bisa terbuang ke sungai yang lebih besar,” ujar dia.
Nasib sial juga dialami kantor Perpustakaan Daerah yang terendam air. Menurut Kabid Perpusatakaan Bapusipda, Ir Agung Sudidjono, meski belum sempat masuk ke dalam ruangan, namun genangan air yang mencapai betis orang dewasa di halaman kantor sempat membuat panik dan cemas.
“Kalau hujan turun 30 menit lebih lama, dapat dipastikan bahwa air akan masuk semua ke dalam bangunan perpustakaan,” jelasnya.
Agung mengatakan, kondisi yang terjadi Senin sore tersebut sempat terjadi 4 tahun lalu. Tingginya air disebabkan adanya limpahahan air di kawasan Bima yang bertemu dengan air yang ada di Terusan Pemuda. Namun karena tidak ada saluran yang berfungsi untuk pembuangan, maka air tidak bisa mengalir dengan lancar.
“Karena kondisi halaman gedung perpustakaan lebih rendah dari jalan, maka air masuk semua. Kami terpaksa harus membobol tembok untuk bisa membuang air ke saluran air,” tegas dia.
Sedangkan untuk koleksi buku-buku yang ada diperpustakaan, telah diamankan dari ancaman banjir. Khusus untuk koleksi buku-buku penting, ditempatkan 25 meter di atas lantai.
Sementara itu, Ketua RW 05 Semeru Asih, Perumnas Harjamukti, H Basirun kembali meminta kepada walikota untuk serius mengatasi daerah rawan banjir. Tidak melulu mengobral janji, setiap kali ganti pemerintahan, dan periode wakil rakyat. Permintaan warga Semeru hanya dua, yakni mengeruk Sungai Cikenis dan membuat jalan alternatif yang tidak banjir.
”Dua hal itu yang sampai sekarang tidak juga direalisasi. Gimana ini pemerintah, sementara kami rakyatnya kebanjiran. Selalu cemas saat musim hujan datang,” tandasnya.
Permintaan senada juga dikemukakan, Sekretaris Kelurahan Larangan, Lombri. Menurutya, kndisi warga yang kebanjiran telah terjadi sejak tahun 1985 dan hingga kini belum ada perhatian serius. ”Kami berharap daerah yang rawan banjir bisa mendapat skala prioritas untuk ditangani,” pintanya didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Buchori, saat berkunjung ke Graha Pena, Kantor Redaksi Radar Cirebon.
Sementara itu, genangan air juga meluas sampai simpang empat menuju Keraton Kasepuhan. Sebagian ruas jalan di alun-alun Kebumen dan Pasar Talang juga terendam. Meski genangan air tidak sampai mengganggu arus lalu lintas, namun warga yang tinggal dikawasan tersebut mengaku khawatir bila curah hujan tinggi.
“Lihat saja pagar depan sudah terendam, kalau hujan tidak berhenti juga air bisa masuk ke dalam,” ujar warga Jl Medeka, Agus Suwanda.
Menurut Agus, setiap kali terjadi hujan lebat lebih dari 30 menit, hampir dipastikan Jl Merdeka akan terendam meski hingga saat ini banjir belum pernah terjadi di kawasan tersebut. “Tapi, kami tetap saja khawatir sebab kalau sudah banjirkan repot,” tuturnya.
Sayangnya, kata dia, belum terlihat adanya tindakan dari aparat terkait untuk melakukan perbaikan saluran air. Agus yakin, banjir yang sering terjadi di kawasan tersebut bukan dikarenakan luapan air sungai, sebab di kawasan tersebut memang tidak ada sungai besar. Banjir lebih disebabkan saluran air yang tersumbat, sehingga air dari jalan raya tidak bisa masuk ke selokan. Akibatnya air menggenang di sepanjang jalan tersebut.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga Jl Merdeka, Muhamed Iqbal, menurutnya, sudah dua hari belakangan ini ketika hujan deras Jl Merdeka terendam. Bahkan, menurutnya, luapan air akibat selokan mampet, kemarin, adalah yang terparah. Sebab, genangan air meluas sampai ke ruas jalan di sekitar Jl Merdeka. “Biasanya cuma di sepanjang Jl Merdeka saja, itu pun kadang cuma separo badan jalan. Tapi sekarang air sampai meluas begini. Khawatirnya, bila hujan terus berlanjut air masuk ke rumah-rumah penduduk yang rata-rata ketinggian lantainya hampir sama dengan trotoar,” tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral, Ir Nasrun Mansyur mengatakan, banjir diruas Jl Merdeka disebabkan pompa air yang berada di Ade Irma, Jl Yos Sudarso tidak berfungsi.
Pompa air tersebut adalah penyedot air dari saluran-saluran air di kawasan pasuketan dan sekitarnya. “Jadi kalau pompanya tidak nyala, ya pasti banjir. Padahal saluran-saluran air di daerah tersebut debitnya tidak seberapa penuh,” terangnya.
Ditanya apakah pompa air tersebut mengalami kerusakan, Nasrun mengaku, dirinya tidak tahu menahu. Sebab, pompa air tersebut operatornya adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Kalau selokannya tidak penuh, ya berarti benar pompa airnya tidak berfungsi. Tapi saya tidak tahu kenapa sampai tidak berfungsi sebab operatornya adalah PDAM,” katanya.
TERKENDALA ANGGARAN
Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU ESDM Nasrun Mansyur mengatakan, penyebab banjir yang terjadi di kawasan Perumnas Sabtu (30/1) lalu karena valume air hujan tidak mampu ditampung oleh Sungai Cikenis dan anak Sungia Cikenis.
“Akibat curah hujan yang tinggi dan tidak bisa tertampung oleh aliran sungai yang ada, menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah warga,” kata Nasrun di ruang kerjanya.
Lebih lanjut Nasrun mengatakan, untuk mengatasi terjadinya banjir yang disebabkan oleh aliran sungai Cikenis dan anak Sungai Cikenis, PU ESDM sedang melakukan kajian apakah akan dikeruk, diperlebar atau diberi tanggul senderan. Namun untuk melakukan rencana tersebut dibutuhkan anggaran yang cukup besar, yakni Rp4 miliar untuk Sungai Cikenis dan Rp900 juta untuk anak Sungai Cikenis.
“Untuk perbaikan Sungai Cikenis yang membutuhkan Rp4 miliar kami belum menganggarkan. Sedangkan untuk anak Sungai Cikenis yang Rp900 juta telah kami ajukan kepada Pemprov Jawa Barat Rp400 juta, dan pemerintah pusat Rp500 juta. Mudah-mudahan pengajuan kami ini bisa disetujui, karena melalui APBD Kota Cirebon tidak dianggarkan,” paparnya.
Sedangkan untuk anggaran yang ada di APBD 2010, bidang SDA PU ESDM mendapatkan anggaran sebesar Rp1,075 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan pemeliharan rutin sejumlah saluran drainase sebesar Rp450 juta. Sedangkan Rp625 juta akan digunakan untuk pembebasan lahan perbaikan sungai di Kalijaga, tepatnya Ciremai Giri.
Dihubungi terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Cirebon Hendi Nurhidaya mengungkapkan, selama ini Pemkot Cirebon belum bekerja maksimal untuk penanggulangan daerah rawan banjir seperti di kawasan perumnas.
“Belum maksimalnya penanggulangan banjir disebabkan minimnya anggaran yang tersedia. Sebab selain banjir, anggaran yang ada di PU ESDM juga digunakan untuk perbaikan jalan maupun penataan pemukiman penduduk. Kami nanti akan mendorong agar PU ESDM bisa kembali mengajukan anggaran penanggulangan banjir melalui anggaran belanja tambahan (ABT),” ungkap dia.
Kader PAN ini menyatakan, selain minimnya anggaran, PU ESDM belum memiliki grand desain bagaimana menanggulangi banjir. Nantinya dengan memiliki grand desain tersebut, penanggulangan banjir bisa dilakukan secera terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Selama ini yang dilakukan hanya sebatas melakukan pemeliharaan saluran air yang ada. Belum sampai kepada perbaikan dan normalisasi sungai-sungai,” tegas Hendi
Link

| | edit post

Gangguan listrik yang terjadi di daerah Serpong dan Jurangmangu, Tangerang Selatan mengakibatkan perjalanan kereta menuju Serpong terganggu. Sejumlah kereta jalur Tanah Abang-Serpong masih belum melanjutkan perjalanan dan tertahan di Stasiun Kebayoran dan Palmerah.

"Semua kereta tertahan lama di setiap stasiun. Kereta Serpong Express keberangkatan pukul 17.44 dan 17.52 WIB sampai pukul 19.20 masih tertahan di Stasiun Kebayoran dan Palmerah," ujar Rangga, salah satu penumpang melalui Info Anda, Selasa (2/2/2010).

Seharusnya, kata Rangga, pukul 18.30 WIB kereta yang dia tumpangi sudah sampai di Stasiun Serpong. Akibat tersendatnya perjalanan kereta banyak penumpang kesal dan memilih turun dan menunggu kereta nonlistrik.

Kahumas Daops I Sugeng Priyono yang dikonfirmas menyatakan, ada tiga gardu yang mengalami gangguan di antaranya gardu di Jurangmangu dan Serpong. "Kalau istilah sederhananya listriknya turun," katanya.

Sugeng menyatakan, petugas telah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan gardu itu. "Ini yang rusak listriknya bukan masalah rel. Jadi kereta non listrik masih bisa lewat," katanya.

Link

| | edit post

Kabupaten Cirebon"Kedawung Zona Segitiga Emas"

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 01 Februari 2010 0 komentar

KEDAWUNG - Keberadaan wilayah sekitar jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung rupanya masih perlu untuk dilakukan penataan. Pasalnya selain batas wilayah yang kurang jelas, juga dalam rangka untuk meningkatkan potensi yang ada di daerah tersebut.

Menurut Sekretaris Camat Kedawung, Agus M walaupun kecamatan sudah menjadi organisasi perangkat daerah (OPD), akan tetapi kecamatan tidak mempunyai wewenang untuk melakukan hal itu. “Kecamatan hanya memfasilitasi pihak desa untuk merencanakan pembangunan (musrenbang) misalnya,” kata Agus
Melihat karakteristik masyarakat Kedawung yang begitu heterogen serta memiliki pemikiran yang tinggi, lanjutnya haruslah diimbangi dengan pelayanan yang prima.
Sementara itu, pengamat ekonomi Junaedi Noer SE MM berpendapat, kawasan Plered, Kedawung dan Tuparev merupakan daerah segi tiga emas di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, kawasan Kedawung yang berbatasan langsung dengan Kota Cirebon secara geoekonomik sangat prospektif.
Pria yang akrab disapa Bang Jun ini menilai, kawasan tersebut telah menyediakan jasa pendidikan, bisnis retail, otomotif, perbankan, asuransi sampai bidang informasi. “Suatu daerah akan maju kalau berbasis bisnis jasa dan iptek.” kata mantan staf ahli bupati Cirebon itu.
Selain itu di wilayah weru harusnya dibuatkan sebuah sentra komoditi dengan konsep yang jelas, apalagi ini sudah direncanakan bupati dengan tujuan untuk memusatkan hasil kerajinan berbasis kerakyatan seperti kue, batik, rotan, mebeler, sandal dan hasil karya lainnya.
“Selain bisa mengangkat dan memasarkan produk lokal juga dapat menyerap tenaga kerja lokal. Saya harap pihak terkait harus bisa membuat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang jelas. Jangan sampai potensi ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya
Radar Cirebon :

| | edit post

Walikota Cirebon Resmikan LARASITA

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


WAHIDIN – Seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya, Kantor Pertanahan Kota Cirebon secera resmi meluncurkan program Layanan Rakyat Untuk Sertifikat Tanah (Larasita), Rabu (13/1). Peluncurkan program Larasita dilakukan oleh Walikota Subardi SPd dan disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat Drs H Teddy Rufkiadi, dan Kepala Kantor Pertahanan Drs H Djuanda Syahbudin. Kepala Kantor Pertahanan Drs H Djuanda Syahbudin mengatakan, keberadaan Larasita ini merupakan jawaban terhadap keinginan masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayanan yang cepat dan mudah tentang pertanahan di Kota Cirebon. “Nantinya dengan pola pelayanan jemput bola, kami bisa melayani warga yang ingin mengurus surat-surat tanah hingga ke pelosok,” kata dia kepada Radar, kemarin (13/1). Dengan adanya Larasita ini diharapkan bisa mengurangi beban biaya tambahan warga dalam mengurus surat-surat tanah, seperti ongkos transportasi hingga campur tangan pihak ketiga. Sehingga rasa keadilan warga dalam proses pengurusan tanah bisa terjamin. “Mobil Larasita ini akan berkeliling ke setiap kelurahan yang ada sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, berkoordinasi terlebih dahulu dengan camat dan lurah,” papar Djuanda. Pria asal Lampung ini mengungkapkan, mobil Larasita dilengkapi dengan satelit dan internet network yang tersambung langsung dengan kantor pertanahan. Selain itu, juga dilengkapi dengan keamanan jaringan yang sangat ketat sehingga memberikan rasa aman bagi warga yang mengurus surat-surat tanah melalui Larasita. “Mobil ini juga dilengkapi dengan AC untuk memberikan rasa nyaman bagi petugas. Namun yang terpenting adalah keberadaan mobil Larasita ini harus didukung oleh masyarakat. Sebab, jika tidak didukung maka keberadaan Larasita ini tidak akan banyak bermanfaat,” ungkap dia. Sementara itu Kepala Kanwil BPN Jawa Barat Drs H Teddy Rufkiadi menyatakan, program Larasita sudah dilaksanakan oleh kantor pertanahan se-Jawa Barat. “Mudah-mudahan program Larasita ini bisa membantu warga dan Pemkot Cirebon agar lebih mudah dalam mengurus sertifikat tanah,” tegas dia. Teddy mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini Kanwil BPN Jawa Barat akan meluncurkan program bantuan sertifikat bagi para nelayan. Selain nelayan, bantuan sertifikat tanah juga akan diberikan bagi para pelaku usaha kecil menengah. “Sedangkan untuk melayani masyarakat yang berada di daerah kepulauan maka pada Jumat (15/1), kapal Larasita akan diresmikan langsung oleh Presiden SBY di Jakarta,” tandasnya. Sedangkan Walikota Subardi SPd menyatakan keberadaan Larasita adalah salahsatu bentuk reformasi birokrasi yang dilakukan oleh BPN pusat. “Dengan adanya program Larasita ini diharapkan para pejabat bisa lebih dekat dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia. Bahkan Subardi menyambut baik dengan keberadaan Larasita karena memang sudang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Sehingga dia meminta kepada para camat dan lurah bisa mendukung dan membantu warga untuk bisa memanfaatkan Larasita dalam proses sertifikasi tanah. “Keberadaan Larasita ini sudah dinantikan oleh masyarakat yang ingin mendapatkan layanan mudah untuk proses pembuatan sertifikat tanah,” tandas Subardi
Radar Cirebon:

| | edit post

Rel KA Rangkasbitung-Jakarta Rusak

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Banten: Rel kereta api jalur Rangkasbitung-Jakarta mengalami kerusakan di kilometer 72, yang terletak di desa Citeras, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (1/2) siang. Rel mengalami kerusakan hingga sepanjang 60 sentimeter. Akibat kerusakan ini, jalur kereta api sempat ditutup, karena dianggap berbahaya bagi laju kereta, sehingga sejumlah jadwal keberangkatan kereta api terpaksa dibatalkan untuk mengantisipasi kecelakaan.

Kerusakan rel kereta api penghubung Provinsi Banten dengan DKI Jakarta ini, mengalami kegompalan atau perenggangan sepanjang 60 sentimeter lebih. Belum diketahui secara pasti apakah kerusakan ini disebabkan struktur rel yang sudah rapuh atau karena upaya pencurian yang biasa dilakukan kawanan pencuri besi rel kereta api.

Wakil ketua stasiun Rangkasbitung, Suwandi mengatakan, kerusakan di rel kereta api jalur Rangkasbitung-Jakarta sudah sering terjadi. Salah satu pemicunya adalah, aksi pencurian besi rel yang biasa dilakukan kawanan spesialis pencuri besi rel. Arus kereta api jalur Rangkasbitung-Jakarta tersebut mulai berlangsung pulih Senin petang, setelah upaya perbaikan rel oleh petugas KA selesai.
Liputan6.com,

| | edit post

PT. KERETA API (Persero) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk berkarier dan membangun perusahaan dengan ketentuan sebagai berikut :
Kriteria Pelamar
1.
Warga Negera Indonesia (WNI)
2.
Jenis kelamin : Pria dan Wanita
3.
Usia Max per 31 Desember 2009
- Tingkat Sarjana (S1) 35 tahun
- Tingkat Diploma (D3) 30 tahun
4.
Lulusan perguruan tinggi negeri/swasta yang terakreditasi “ A” sesuai dengan kualifikasi/jurusan yang dibutuhkan, kecuali jurusan tertentu yang belum ada akreditasi "A"
5.
Tidak dalam ikatan kerja dengan instansi lain, termasuk PT. Kereta Api (Persero)
6.
IPK minimal 2,7
7.Sehat Jasmani dan rohani serta tidak buta warna
8.Berkelakuan Baik
Persyaratan Umum Lamaran :
1.
Surat lamaran (ditulis tangan) dan ditandatangani diatas materai Rp.6.000,00 (enam ribu rupiah) oleh peserta dengan melampirkan
a.
Fotocopy ijazah terakhir yang telah dilegalisir
b.
Fotocopy transkrip nilai yang telah dilegalisir
c.
Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
d.Fotocopy Akte Kelahiran / Kenal Lahir
e.
Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 X 6 cm, sebanyak 4 (empat) buah (diberi nama)
f.
Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Kepolisian yang masih berlaku
g.
Surat Pernyataan Bersedia di tempatkan diseluruh wilayah perusahaan bermaterai Rp. 6.000,00
h.
Curiculum Vitae, mencantumkan pengalaman bekerja sampai dengan saat ini, sertifikat (keahlian/kejuruan), Ijasah tertinggi yang dimiliki bila ada
i.Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah
j.Kartu pencari kerja (ak/1) dari Disnaker Setempat
2.
Prosedur melamar
a.
Pelamar harus mengisi/entry data pada Formulir lamaran kerja yang tersedia melalui Website : www.kereta-api.co.id
b.
Formulir yang telah diisi tersebut dicetak dan ditanda tangani oleh pelamar dan beserta persyaratannya dimasukkan dalam amplop berwarna cokelat tertutup dengan mencantumkan KODE JURUSAN/PROGRAM STUDI di sudut kiri atas dan NOMOR REGISTER yang di cetak dari website: www.kereta-api.co.id disudut kanan atas, dikirim melalui pos paling lambat tanggal 5 Februari 2010 (cap pos) dengan alamat :
MANAGING DIRECTOR OF HUMAN CAPITAL
UP. EVP PERSONNEL CARE AND CONTROL
PO BOX 1674 BANDUNG 40000
Persyaratan khusus untuk jurusan tertentu :
1.
Sarjana Psikologi diutamakan yang telah memiliki Profesi Psikologi.
2.
Sarjana Hukum diutamakan yang telah memiliki Sertifikat Advokat dan atau memiliki pengalaman dalam hukum bisnis.
3.
Sarjana Akuntansi diutamakan telah memiliki Sertifikat/Brevet Pajak A – B.
4.
Diploma Arsitektur diutamakan yang menguasai Aplikasi Computer Aid Design (CAD)

Bagi yang memiliki persyaratan khusus diatas agar melampirkan fotocopy sertifikat bersamaan dengan surat lamaran

Link

| | edit post

Naik Kereta & Pesawat, Cukup Beli Satu Tiket

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 31 Januari 2010 0 komentar


VIVAnews - Pemerintah berencana mengintegrasi pembelian tiket bagi angkutan umum massal. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, Kementerian Perhubungan tengah melakukan pengerjaan sistem elektronik guna mendukung penerapan itu.

"Masih sedang dikerjakan," kata dia kepada wartawan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 28 Januari 2010.

Hatta menjelaskan, mekanisme integrasi tiket ini misalnya penumpang kereta dari Bandung jika ingin naik kapal laut di Merak tidak perlu membeli tiket lagi. Begitu pula dengan penumpang kereta jika naik pesawat juga tidak perlu membeli tiket lagi. Dengan demikian biaya transportasi bisa ditekan.

| | edit post


Jakarta - Selama ini saya sering kali menjemput atau mengantar orang tua dari dan ke Stasiun Gambir. Berhubung usia orang tua sudah lanjut dan agak kesulitan bila berjalan saya selalu mengantar sampai ke peron di lt 3. Jadi biasanya saya parkir di halaman depan stasiun, beli karcis peron di loket (atau dulu bisa juga beli langsung di portir di ujung-ujung koridor lt 2), dan kemudian naik sampai ke peron.

Terakhir saya menjemput orang tua pada 31 Desember 2009 dan mengantar kembali tanggal 6 Januari 2010. Ada hal-hal yang berubah dan cukup membuat tidak nyaman, yaitu sebagai berikut:

1. Lokasi parkir depan ditutup dan dipindah ke bagian belakang stasiun. Waktu saya tanyakan ke petugas tiket katanya halaman depan sedang direnovasi sehingga menimbulkan kekurangnyamanan karena parkir lebih jauh dan agak kacau.

2. Pada waktu ke toilet bagian selatan lt 1 saya diminta tip oleh petugas kebersihan. Padahal jelas-jelas terpampang info 'toilet gratis'. Dulu-dulu sebelum lt 1 direnovasi dan toilet ada di dekat bagian gerai-gerai makanan memang toilet bayar. Tapi, setelah selesai renovasi jelas-jelas menjadi toilet gratis (kesan saya proficiat sekali). Tapi, mulai 31 Desember 2009 kemarin ternyata mulai ingin tidak gratis lagi.

3. Ternyata sekarang karcis peron tidak dijual dan pintu tiket checking di lt 1 dibuka lebar. Saya pikir sekarang sedang momen liburan jadi pintu dibuka untuk memudahkan lalu lintas orang. Atau memang sekarang tidak perlu bayar karcis peron. Biasa saya beli karcis peron. Jadi saya pikir terkesan sekali karena sekarang mungkin gratis.

4. Terakhir hari Rabu, 6 Januari 2010 sewaktu mengantar orang tua (berempat, saya, istri, orang tua, dan suster), berhubung datang masih cukup waktu, kami menunggu di tempat duduk lt 2. Sambil menunggu saya mengamati keadaan. Sekarang tangga turun dari lt 3 diberi penghalang besi dan setiap orang yang akan naik lewat tangga dihentikan PKD dan diarahkan lewat eskalator. Di eskalator dijaga oleh para PKD. Setiap orang yang akan naik eskalator distop.

Ada yang membayar pada PKD, ada yang menunjukkan tiket KA, ada yang lewat saja sambil PKD menggerutu atau menggumam kurang etis. Jadi, saya pikir, mungkin sekarang loket peron bisa langsung beli/bayar Rp 1,500 per orang di eskalator tersebut.

Pada saat ada panggilan untuk naik kereta kami bermaksud naik eskalator. Ternyata sama yaitu ditahan PKD juga. Tiket kami tunjukkan dan sekalian saya bermaksud menyerahkan Rp 3,000 untuk beli karcis peron (asumsi 2 orang dengan tiket dan 2 orang pengantar). Uang ditolak oleh petugas A sambil menunjukkan pengumuman pengantar dilarang naik ke peron.

Waktu saya jelaskan mengenai orang tua yang agak susah berjalan dan harus dituntun waktu naik eskalator petugas A agaknya bingung dan menyerahkan soal kami ini ke petugas B. Dengan posisi 'tegas' petugas B tetap bersikeras menahan saya walau sudah menjelaskan kondisinya kembali.

Saya coba pahami. Mungkin memang aturannya sekarang begitu (walaupun agak aneh, kok tidak memikirkan kondisi para penumpang yang memiliki keterbatasan ya). Oleh karena itu saya mengatakan ke petugas B, "Pak, karena saya tidak boleh naik, boleh minta tolong pak untuk menuntun orang tua saya naik eskalator, Pak, karena naik lewat tangga juga dilarang?"

Mungkin dikiranya saya susah diatur atau si petugas B itu agak malas membantu. Akhirnya si petugas B mengatakan, "ya udah naik, tapi itu uangnya bawa sini". Jadi, akhirnya saya serahkan Rp 3,000 ke petugas B dan tidak mendapat kertas karcis peron.

Asumsi saya kita berempat bisa naik karena saya konsen menuntun orang tua naik eskalator. Begitu naik lebih kurang 2 m saya baru sadar ternyata istri dan suster sedang ditahan oleh petugas C. Agak emosi saya waktu itu. Akhirnya karena sudah naik tinggi saya agak berteriak untuk menyuruh mereka ikut naik sambil berkata, "kan sudah bayar tadi."

Jadi, kira-kira, kesan yang saya rasakan semakin baik setelah renovasi lt 1 minimal 1-2 tahun terakhir terhadap Stasiun Gambir menjadi langsung berbeda dan menjadi tidak nyaman dengan adanya kejadian dalam hari-hari terakhir ini. Selama ini saya sangat berusaha mengikuti aturan di sana. Tetapi, kayaknya sedang disalahgunakan oleh oknum-oknum yang hanya ingin mencari kesempatan dalam kesempitan.

Demikian sekedar info kejadian-kejadian yang saya alami di Stasiun Gambir akhir tahun 2009 dan awal tahun 2010 ini. Mudah-mudahan bisa menjadi perhatian bagi pihak-pihak yang berwenang. Terima kasih.

Arwan
Karawaci
amzas@hotmail.com

| | edit post


Jakarta - Pada tanggal 29 Januari 2010 saya dan Ibu saya hendak berangkat dengan menggunakan KA Cirebon Ekpress (Cireks) Jurusan Cirebon - Jakarta. Dengan keberangkatan kereta jam 7.40 dari Cirebon.

Saya dan Ibu saya menunggu dari Stasiun Jatibarang karena memang letak rumah kami lebih dekat ke Stasiun Jatibarang dibanding Stasiun Cirebon. Kami masuk ke stasiun dengan diperiksa tiket dan membayar peron tanpa pemberitahuan apa pun dari petugas.

KA Cireks pun sampai. Namun, tanpa diduga ternyata kereta tersebut tidak berhenti di Stasiun Jatibarang (seperti tertulis di situsnya dan sudah mafhum bagi semua orang Cireks berhenti di Jatibarang).

Kami bingung lalu menanyakan perihal tersebut ke petugas yang dijawab, "kenapa tidak bilang dulu?" Kenapa harus bilang? Bukankah memang sesuai jadwal kereta harus berhenti di Jatibarang.

Akibat kejadian tersebut, selain hangusnya dua tiket tanpa pertanggungjawaban kami juga terancam ketinggalan pesawat menuju Palembang. Kereta Api sungguh sangat tidak professional.

Chifdiah
Jalan Raya Selatan No 53 Karangampel Indramayu
ixudin@yahoo.com
08121402444

| | edit post

warga Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Kakek ini tewas disambar KA penumpang Banyuwangi-Surabaya.

Sebelum kejadian naas itu terjadi, Astro pamit mencari rumput. Ketika menyeberang rel berjarak sekitar 100 meter dari Stasiun Leces. Korban tidak menyadari kalau dari arah selatan meluncur kereta.

"Warga sempat meneriaki korban kalau ada KA meluncur dari selatan," kata salah satu warga Sanimo kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian, Sabtu (30/1/2010).

Meski sudah diteriaki, namun korban tetap menyeberang rel KA. Tubuh Astro langsung terpental beberapa meter usai ditabrak. Dia langsung tewas seketika dengan kepala hancur dan kedua tangan patah.

Kades Malasan Kulon, Sunami mengatakan, Astro mengalami gangguan pendengaran alias tuli. "Korban memang agak tuli karena sudah tua. Jadi meskipun ada teriakan, korban tidak mendengar," tuturnya.

Jenazah Astro kini sudah dievakuasi ke kamar mayat dr Muhamad Saleh, Kota Probolinggo.

Sumber Berita

| | edit post