SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



Baru 55% Pejabat BUMN Melaporkan Kekayaannya

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 07 Maret 2010 0 komentar

jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat dari sebanyak 6.503 pejabat perusahaan-perusahaan plat merah yang wajib menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Negara Pejabat Negara (LHKPN) baru sekitar 3.576 orang atau sekitar 55% yang telah menyerahkan laporan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekretaris Kementrian BUMN M.Said Didu mengatakan, seluruh pejabat di perusahaan BUMN yang wajib menyerahkan LHKPN yakni Komisaris, Direksi dan satu tingkat dibawah direksi. Hal tersebut dikatakan Said ketika ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (05/03/2010).

Sebelumnya Plt Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyebutkan, dari 10.221 pejabat hanya 5.706 yang sudah melaporkan harta kekayaaan.

"Namun dari data kami, dari sebanyak 6.503 sebanyak 55% telah melaporkan. Itu berdasarkan data per tanggal 16 Februari 2010," ujar Said.

Said menambahkan, dari sebanyak 141 BUMN, PT Kereta Api Indonesia merupakan perusahaan yang memiliki pejabat terbanyak yang wajib menyerahkan LHKP yaitu sebanyak 475 orang.

"Diikuti oleh PT PT Perkebunan Nusantara II sebanyak 321 orang, PT Askes 293 orang. Sementara itu PT Pertamina (Persero) hanya wajib menyerahkan LHKPN dari 208 pejabatnya," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Mustafa Abubakar menghimbau agar seluruh pejabat-pejabat perusahaan BUMN yang terkena kewajiban penyerahan LHKPN dapat menyerahkan laporan tersebut tiga bulan terhitung mulai hari ini.

"Kami akan membuat surat edaran untuk mengingatkan batas waktu yang ditentukan sampai tiga bulan kedepan," ungkapnya.
:::News Link::::

| | edit post



Jakarta - Saya pada tanggal 3/2/2010 menumpang Kereta Api (KA) Executive Bima dari Surabaya ke Jakarta. Alangkah terkejutnya saya setelah sampai di rumah. Laptop saya diganti dengan beberapa majalah yang dibungkus koran.

Untuk itu kami bertanya kepada PT Kereta Api (PT KA) sekaligus sebagai laporan bagaimana kereta sekelas executive bisa berkeliaran maling di dalamnya. Kami juga menghimbau kepada penumpang KA lainnya harap berhati-hati.

KA kelas executive pun masih banyak malingnya. Terima kasih.

:::Link News:::
Agus N
Jl Cempaka Putih Barat XIVB/26 Jakarta
bagasthaa@yahoo.com
081384893827

| | edit post

Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih mempunyai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan tahun ini. Salah satunya mengembalikan aset-aset yang bermasalah dengan nilai yang ditaksir mencapai triliunan rupiah.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, karena nilainya yang sangat besar itu maka hal ini akan menjadi prioritas Kementerian BUMN di tahun 2010.

"Aset-aset bermasalah yang saat ini tercatat di kementerian adalah 11.000 rumah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan 15.000 rumah milik seluruh PT Perkebunan Nusantara (PTPN). PTPN II saja memiliki rumah yang bermasalah sebanyak 12.000. Itu yang akan kita kejar," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Mustafa menambahkan, disamping rumah, aset-aset bermasalah lain yang masih dalam sengketa adalah sejumlah lahan milik perusahaan BUMN. "Banyak aset-aset yang dihuni oleh orang yang tidak berhak," tegasnya.

Mustafa mengharapkan seluruh permasalahan aset bermasalah BUMN itu bisa selesaikan seluruhnya tahun ini. Hal itu tentunya harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang bakal memaksa pengalihan aset terlantar menjadi milik negara.

Selain itu, Mustafa juga meminta kepada semua BUMN untuk kembali mendata ulang serta mengaudit semua anak perusahaan di masing-masing BUMN.

"Nanti pada 9 Maret bertempat di Gedung Telkom akan ada pertemuan Menteri BUMN dengan seluruh jajaran Komisaris dan Direksi dari masing-masing BUMN, adapun beberapa poin utama yang dibicarakan nantinya semua perusahaan BUMN wajib mendata ulang serta melakukan audit atas semua anak perusahaannya," katanya.

Ia menjelaskan, maksud dari pendataan dan audit ini adalah untuk mengetahui perkembangan dari masing-masing perusahaan. "Jangan-jangan sudah banyak yang mati suri. Makanya ini tidak boleh dibiarkan sehingga bisa diketahui mana yang sakit, mana yang perlu diamputasi saja," ungkapnya.
:::News Link::::

| | edit post

Jakarta - Kementerian Perhubungan akan berencana membangun jalur kereta api di Papua dan Papua Barat. Dua jalur yang akan dibangun adalah Jayapura-Sarmi dan Manokwari–Sorong.

"Ada permintaan dari dua Gubernur (Papua dan Papua Barat), pembangunan kereta api Manokwari-Sorong dan Jayapura-Sarmi," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi.

Hal itu dia katakan saat ramah tamah dengan wartawan di Kantor Kemhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Kedua rute tersebut kemudian akan dikembangkan ke wilayah-wilayah lainnya sesuai dengan perencanaan jangka panjang selanjutnya. Terkait dengan rencana itu, maka dalam desain atau perencanaannya Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat diminta memperhatikan pengembangan jangka panjang.

Investasi Tidak Terganggu

Situasi politik yang memanas akibat kisruh kasus dana talangan Bank Century menjadi kekhawatiran bagi iklim investasi di Indonesia. Kementerian Perhubungan memastikan iklim investasi di bidang angkutan darat, laut dan udara tidak terganggu dengan hal itu.

"Tidak ada masalah, kita jalan terus, bahkan akan ada investasi di papua untuk kereta api. Kita bersyukur tidak terlalu berpengaruh," jelas Freddy.
::: Link News:::

| | edit post

Bantalan Rel Lapuk Diduga Penyebab KA Anjlok di Jember

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 01 Maret 2010 0 komentar


Jember - Penyebab anjloknya KA Mutiara Timur di Kalisat-Stasiun Kotok, Jember dipicu lapuknya bantalan rel dari kayu. Bantalan rel dari kayu hanya kuat bertahan 2-3 tahun.


"Sangat mungkin faktor lapuknya bantalan rel yang terbuat dari kayu. Tetapi penyebab pastinya masih menunggu penyelidikan dari tim," kata Manajer Komersial PT KA Daops IX Jember,Slamet Sriyanto kepada detiksurabaya.com, Senin (1/3/2010).

KA Mutiara Timur anjlok di Jember pada pukul 12.39 WIB, Minggu (28/2/2010).Kereta berangkat dari Banyuwangi ke Surabaya dan membawa 9 rangkaian gerbong.

7 kereta anjlok, 1 kereta anjlok separuh dan 1 kereta tidak anjlok atau masih berada di atas rel. Kejadian itu terjadi pada pukul 11.29 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Bantalan dari kayu itu rencananya diganti pada tahun 2010 ini dengan menggunakan dana APBN. Bantalan yang akan diganti mulai dari Klakah, Lumajang hingga Kalisat, Jember. Sementara sisanya dari Kalisat ke Banyuwangi masih menunggu anggaran selanjutnya.

"Kalau bantalan diganti dengan beton, diharapkan meminimalisir kecelakaan kereta api," ungkap Slamet.

Jalur Jember-Banyuwangi yang sempat tidak bisa dilalui akibat anjloknya Mutiara Timur sudah normal. Petugas mengevakuasi gerbong dan memperbaiki rel.
::: News Link::::

| | edit post

Sisa Sampah Mauludan Menumpuk

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 28 Februari 2010 0 komentar

CIREBON, KOMPAS.com - Pasar malam yang berlangsung selama sebulan di sekitar dan dalam Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan, Kota Cirebon, menyisakan tumpukan sampah. Diperkirakan jumlahnya mencapai 100 meter kubik.

Tumpukan sampah itu berserakan di sepanjang Jalan Kasepuhan, Ariodinoto, Lemah Wungkuk, serta jalan di sekeliling Alun-alun Keraton Kasepuhan. Demikian pula di dalam pekarang keraton, sampahnya merusak pemandangan. Sejumlah petugas kebersihan dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon terlihat membersihkan sampah itu sepanjang Minggu (28/2/2010).

Kepala Seksi Sapuan Jalan dan Selokan DKP Kota Cirebon Ahmad Hafid mengatakan, sampah di sekitar Keraton Kasepuhan berkisar 80 kubik. Sedangkan total sampah sisa pasar malam di sekitar keraton diperkirakan mencapai 100 kubik. Setidaknya, butuh waktu 3-5 hari membersihkannya.

"Setiap tahun, jumlah sampah sisa Mauludan semakin banyak. Itu karena pedagang dan orang yang datang ke pasar malam ini juga terus bertambah," ujar Hafid.

Sampah-sampah sisa pasar malam Mauludan berkisar 20 persen dari produksi sampah harian di Kota Cirebon sebanyak 400 kubik per hari. Jenis sampah yang ada kebanyakan adalah plastik dan sisa makanan. Adapun penyumbang sampah paling banyak di kota ini adalah pasar tradisional, berkisar 25 persen per hari.

Beberapa pengunjung Keraton Kasepuhan yang datang sempat mengeluhkan menumpuknya sampah tersebut. Meski pasar malam berakhir Sabtu (27/2/2010) pagi hari, pembersihan sampah baru dilakukan Minggu pagi. Lambatnya pedagang mengepak barang dan lapaknya, menyebabkan sampah menumpuk sehari tanpa diangkut oleh petugas DKP Kota Cirebon.

Selain itu, ratusan pedagang di pasar malam sejak awal tidak diajak mengelola sampah yang mereka hasilkan. Akibatnya, setelah pasar malam bubar, sampah berserakan dan menumpuk di sudut-sudut jalan.

Untuk membersihkan sampah di sekit ar Keraton Kasepun dan Kacirebonan, DKP menyiapkan dua truk sampah, tiga motor pengangkut sampah serta belasan petugas kebersihan. Sementara di Keraton Kanoman, sampah dibersihkan petugas kebersihan dari PD Pasar Kanoman.

:::News Link ::::

| | edit post

KA Argojati Masih Padat Senin Pagi

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Walaupun PT KA Daerah Operasi III Cirebon memberangkatkan kereta api Argojati tambahan pada Minggu (28/2) pukul 21.15 WIB sebagai kereta tambahan, kereta tujuan Jakarta itu pada Senin pagi masih dipadati penumpang.

"Pagi ini pemberangkatan jam pertama KA Argojati pukul 05.45 WIB masih padat penumpang," kata Wakil Kepala Stasiun Besar Cirebon M Saleh kepada wartawan di Cirebon, Senin.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang arus balik setelah liburan panjang akhir pekan lalu, PT KA memberangkatkan kereta tambahan dari Ceribon ke Jakarta pada Minggu malam.

Khusus pada Minggu PT KA memberangkatan 10 rangkaian dari Cirebon, yakni Cirebon Ekpres enam, dan Argojati empat, termasuk tambahan.

Dia mengatakan, penumpang yang berangkat Senin kemungkinan penumpang yang tidak kebagian tiket pada Minggu.

Karena itu, pemberangkatan pertama KA Argojati pada pukul 05.46 WIB semua eksekutif dengan tarif Rp110 ribu penuh penumpang. Kereta itu tiba di Jakarta pada pukul 08.30 WIB.

"Jadi bagi penumpang yang berkerja di Jakarta masih sempat masuk kantor," katanya.

Di pihak lain, kata dia, minat masyarakat menggunakan KA dari Cirebon ke Jakarta semakin baik, terutama pada hari-hari libur.

Karena itu, PT KA akan terus memantau perkembangan penumpang guna memberi pelayanan terbaik, katanya, seperti memberangkatkan penumpang yang ketinggalan kereta dengan kereta berikutnya.

Begitu juga dengan jadual keberangkatan diatur sedemikian rupa, sehingga memenuhi kebutuhan calon penumpang, tambahnya.

:::: News Link ::::

| | edit post

Sepasang Naga Gemparkan Kutai Barat

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


KOMPAS.com — Masyarakat Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu, digemparkan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 40 meter. Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.

Ular raksasa yang melintas di sungai itu diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebenarnya peristiwa kemunculan naga terjadi Jumat (29/1/2010).

Saat itu sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulunya Riam Haloq. Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.

Begitu mengetahui sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai karena khawatir menjadi korban. "Ternyata kedua naga itu berjalan terus dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran longboat," tutur Dodik, yang mendengar cerita dari keluarganya di Mahakam Ulu.

Setelah itu, motoris dan beberapa penumpang langsung mengambil gambar menggunakan ponsel berkamera karena menganggap itu sebuah momen langka. Di wilayah Kubar sendiri foto ular raksasa itu telah tersebar dan masyarakat menjadi heboh.

Menurut seorang warga Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, sebenarnya ada dua naga yang terlihat. Satu naga diyakini berjenis jantan karena di kepalanya ada dua tanduk dan naga betina karena tidak ada tanduknya. Kedua binatang itu memiliki empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang sekitar 40 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimeter.

Ia menambahkan, sebelumnya di Long Tuyoq bahkan ada seorang warga dan anaknya yang sedang berburu babi melihat ular raksasa tersebut. Saking kagetnya, sang anak sampai tidak bisa berbicara hingga kini.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, kemunculan naga bagi Suku Dayak adalah sebuah pertanda, yakni pemberitahuan akan turun hujan lebat yang diiringi banjir yang terjadi tiga hari setelah kemunculan ular raksasa. Hal itu lebih meyakinkan karena sejak Senin (1/2/2010) hingga Rabu (3/2/2010), air Sungai Mahakam meluap dan mengakibatkan banjir yang melanda beberapa kecamatan di sepanjang Sungai Mahakam, di antaranya Long Bagun, Laham, Long Hubung, Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Mook Manaar Bulatn.

Sulit akses
Kampung Long Tuyoq terletak di Kecamatan Long Pahangai. Memiliki luas 126,95 kilometer persegi dan dihuni mayoritas Suku Dayak Bahau Busang. Mereka tinggal di sepanjang Sungai Mahakam dengan mata pencarian sebagai petani tadah hujan, karet, vanili, berburu, dan penambang emas tradisional.

Long Tuyoq merupakan daerah yang terpencil sehingga akses menuju ke sana cukup sulit. Dari Samarinda jika menggunakan pesawat kecil DAS, membutuhkan waktu 1 jam hingga di Datah Dawai. Setelah itu harus melanjutkan perjalanan dengan ketinting menuju hilir Sungai Mahakam, membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Jika menggunakan longboat butuh waktu 1 jam.

Sementara jika menggunakan kapal motor (taksi air) dari Samarinda menuju Long Bagun membutuhkan waktu dua hari. Dari Long Bagun dilanjutkan dengan menggunakan speedboat, tarifnya Rp 500.000 per orang, sedangkan longboat Rp 400.000 per orang.

Butuh waktu 12 jam dari Long Bagun sampai di Long Tuyoq. Jalur sungai yang dilewati penuh tantangan dan risiko karena harus menghadapi keganasan riam-riam yang ada di sepanjang Sungai Mahakam. Riam yang dikenal paling ganas adalah Riam Panjang dan Riam Udang, di sana terdapat batu-batu karang yang tajam serta pusaran air yang siap menelan perahu jika tak berhati-hati melintas. Di kanan-kiri Sungai Mahakam menuju Kampung Long Tuyoq ditumbuhi pohon-pohon besar seukuran tubuh kerbau.

Ular 33 meter
Sebelumnya, pada Februari 2009, Kalimantan juga bikin heboh dunia saat muncul sebuah foto udara yang memperlihatkan ular raksasa tengah melintas di sebuah sungai di Sarawak, Malaysia. Ular raksasa itu berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan.

Sebuah foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009.

Foto itulah yang menjadi perdebatan. Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa. Namun, selama ini ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca atau piton atau masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter.

Namun, ular yang terlihat di foto dan beredar luas di internet, termasuk Youtube, itu jauh lebih panjang dan besar dibandingkan dengan temuan piton. Diperkirakan panjangnya 100 kaki atau sekitar 33 meter.

Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal. New Straits Times di Kuala Lumpur juga memuat foto tersebut, yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris.

Ada juga yang tidak memercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal itu karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, foto itu sudah membuat masyarakat di sekitar Serawak, khususnya Sibu, ketakutan sebab sungai itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat selama ini.

Berdasarkan legenda yang hidup di masyarakat setempat, memang dipercaya tentang adanya ular besar di kawasan tersebut yang bernama Nabau. Menurut kepercayaan, Nabau merupakan ular dengan panjang 80 meter dengan kepala naga dan tujuh lubang hidung. Masyarakat desa yang tinggal di Sungai Baleh Borneo memercayai makhluk mistik tersebut. Selain itu, masyarakat memang sering melihat ular-ular besar di kawasan itu. Nah, bila kedua foto itu asli, apakah ular yang terlihat itu sejenis piton atau anaconda? Hingga kini memang belum ditemukan adanya anaconda di Kalimantan. Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazon. Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang terbaru ditemukan adalah 50 kaki, tetapi para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992. Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter. Piton Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic reticulated pythonPython reticulatus). Piton terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini. Para ilmuwan percaya panjang piton bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter. Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara piton lebih gemuk dan hanya suka kelembaban, bukan di air. Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan, sementara piton menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat. Awal Februari tahun lalu, para ilmuwan juga menemukan fosil ular seberat sebuah mobil kecil. Ular itu diperkirakan bisa melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa ini sangat besar dan hidup dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton. Ia biasa merayap di sekitar hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam
:::: News Link :::::

| | edit post

Jakarta - Hujan yang disertai badai di Ciputat, Tangerang, Minggu (28/2) kemarin menelan korban. Yulianus Watimuru (73), pengunjung Cafe Fifo Gintung, Ciputat, Tangerang tewas akibat tertimpa atap saung yang berada di depan cafe tersebut.

"Meninggalnya di Rumah Sakit Internasional Bintaro setelah tertimpa atap saung tersebut," kata Kapolsek Ciputat, AKP Ngisa Asnari pada detikcom, Senin (1/3/2010).

Dikisahkan Ngisa, saat itu korban tengah berkunjung ke cafe tersebut bersama keluarganya. Namun, tiba-tiba hujan yang disertai angin kencang meniup atap saung yang berada di kolam renang di cafe tersebut.

Tak pelak, atap saung roboh dan menimpa tubuh Yulianus. "Dia datang bersama keluarganya. Isterinya, Ibu Helen luka di kaki," katanya.

Adapun lokasi cafe tersebut terletak di sebelah Resto Ayam Panggang. "Pemilik cafe dan resto masih saudara," kelasnya.

Yulianus kemudian dibawa ke RS Internasional Bintaro untuk mendapatkan perawatan. Namun naas, nyawa Yulianus tidak dapat tertolong.
::::News Link :::::

| | edit post

Polresta Cirebon dibantu Densus Polda Jabar kini terus menyelidiki kasus ditemukannya bom di masjid Sang Cipta Rasa Kraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu.

Polresta Cirebon AKBP Ary Laksamana Wijaya, Minggu, mengatakan pihak Reskrim Polda Jabar dan Komandan Densus Polda Jabar AKBP Erwin Faisal telah mengecek barang bukti bom dan tempat kejadian perkara.

Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan, katanya sambil menambahkan bahwa kasus tersebut tetap ditangani Polresta dengan dibantu Densus Jabar.

Sebelumnya diberitakan, sebuah bom rakitan ditemukan di masjid Sang Cipta Rasa Kraton Cirebon, Sabtu (27/2) kekitar pukul 06.30 WIB oleh pengurus masjid.

Sekitar pukul 12.30 WIB hingga 15.30 WIB tim Gegana Polda Jabar melakukan penyisiran di lokasi.

Bom rakitan yang ditemukan dalam kantong plastik tersebut terdiri dari bensin, petasan cabe rawit ukuran jempol sebanyak 50 buah, pecahan beling dan "timer".

Bungkusan plastik yang berisi bahan peledak tersebut sudah terlihat Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB, tetapi pengurus masjid menduga itu barang milik jemaah.

Baru sekitar pukul 06.30 WIB Sabtu barang tesebut yang masih terletak di tempatnya itu dibuka oleh pengurus masjid dan ternyata isinya bom rakitan dan dilaporkan ke polisi.

::: News Link :::

| | edit post