SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI




Bandung - Rencana Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) untuk mengadakan 'Joy Ride' sebagai apresiasi terhadap dihentikannya operasional KA Parahyangan, disikapi positif oleh PT KA. "Begitu kita menerima informasi kalau IRPS akan mengadakan Joy Ride kita malah senang. Ini merupakan wujud kecintaan masyarakat kepada kereta api. Selain itu, sekaligus menjadi bukti masih banyak pengguna kereta api di Indonesia," terang Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno ketika dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (21/4/2010). Karenanya, PT KA akan berupaya memfasilitasi dan membantu kelancaran Joy Ride. "Toh mereka beli tiket sesuai aturan. Kita akan memfasilitasi dan membantu kelancaran acara," ujar Bambang. Meski begitu, pihaknya mengaku belum ada keterangan dan surat resmi yang masuk. "Kalau resmi belum. Namun secara lisan sudah ada. Ya kami persilakan. Toh itu aset kami," lanjutnya. Bambang menambahkan, pihaknya akan terus mendukung segala macam kegiatan yang berkaitan dengan kereta api. "Kemarin kita terima informasi kalau IRPS akan pameran foto di Stasiun Bandung, ya kita terima,"ucapnya. Mulai tanggal 25 hingga 26 April mendatang, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) akan menyelanggarakan Joy Ride menggunakan KA Parahyangan. Joy Ride akan diisi dengan sharing tentang kereta dan juga pemaparan dari Humas Daop II Bandung, termasuk alasan penghentian beroperasinya KA Parahyangan.

::: News Link ::::

| | edit post

Ikut 'Joy Ride' KA Parahyangan Yuk!

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Bandung - Jika anda termasuk konsumen KA Parahyangan dan ingin mengiringi hari terakhir kereta api yang sudah beroperasi hingga empat dekade ini, ikuti saja acara 'Joy Ride' yang digelar oleh komunitas pecinta kereta api Bandung maupun Jakarta. Jika sebelumnya diinformasikan, acara Joy Ride akan dilakukan pada tanggal 27 April 2007, berdasarkan informasi dari Sekretaris Wilayah Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Bandung Ario Wibisono, Joy Ride akan digelar dua hari. "Ada kesalahan tekhnis. Awalnya kita akan lakukan Joy Ride di tanggal 27 April, tapi ternyata tanggal 27 adalah pencabutan SK, jadi hari terakhir KA Parahyangan beroperasi tanggal 26 April. Kita akan adakan Joy Ride dua hari yaitu 25 dan 26 April," ujar Ario saat dihubungi detikbandung, Rabu (21/4/2010). Digelarnya Joy Ride jadi dua hari menurut Ario agar peserta Joy Ride yang bekerja atau sekolah masih bisa mengikuti di tanggal 25 yang bertepatan dengan hari Minggu. "Sedangkan untuk yang waktunya benar-benar luang bisa ikut hari Senin, tanggal 26 April," jelas pegawai Pemkot Cimahi ini. Untuk tanggal 25 April, sambungnya, sudah ada 3 komunitas pecinta kereta api dari Jakarta dan dua komunitas dari Bandung. Sedangkan pada tanggal 26 April, hanya diikuti oleh komunitas dari Bandung saja. Komunitas yang mengikuti Joy Ride antara lain Komunitas Edan Sepur dari Jakarta, Semboyan 35.com dari Jakarta, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Bandung dan Jakarta serta Railway Fotografi. Sejauh ini, lanjut Ario, di jejaring facebook sudah ada 80 orang yang mendaftar. Sedangkan untuk yang menyatakan ikut tapi belum ada konfirmasi sekitar 50 orang. "Jadi kemungkinan ada 100-an orang yang ikut," jelasnya. Untuk yang ingin bergabung bisa datang ke Stasiun Kereta Api Gambir hari Minggu pukul 07.15 WIB. Sedangkan untuk yang dari Bandung bisa kumpul sekitar pukul 10.30 WIB. "Untuk Senin akan naik KA Parahyangan yang pukul 13.00 WIB jadi kumpulnya pukul 12.00 WIB," ujarnya. Untuk hari Senin ini, menurut Ario, biasanya diikuti oleh orang-orang yang fanatik dengan kereta api sampai mereka rela bolos kerja atau sekolah. Joy Ride akan diisi dengan sharing tentang kereta dan juga pemaparan dari Humas Daop II Bandung, termasuk alasan penghentian beroperasinya KA Parahyangan. KA Parahyangan sudah beroperasi selama 39 tahun dengan jurusan Bandung-Jakarta. Namun, karena makin menurunnya okupansi dan merugikan PT KA sebesar Rp 36 miliar akhinya PT KA terpaksa menghentikan operasi KA Parahyangan.

::: NEws Link :::

| | edit post

Seminggu Sebelum Berhenti, Okupansi Parahyangan Masih Tetap

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 20 April 2010 0 komentar



Bandung - Tingkat okupansi KA Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta dan sebaliknya, hingga seminggu sebelum dihentikan operasionalnya masih stabil. PT KA pun tetap memasang tarif normal.
"Untuk okupansi, hingga tanggal 20 April masih cenderung tetap," tutur Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno ketika dihubungi detikbandung melalui telepon, Selasa (20/4/2010).

Bambang menjelaskan okupansi KA Parahyangan berbeda-beda di tiap sesi keberangkatan.

"Untuk keberangkatan paling pagi pukul 05.00 WIB, okupansinya 65 persen. Keberangkatan berikutnya pukul 06.30 WIB, 51 persen. Pukul 13.00 WIB, 67 persen dan pukul 17.30 WIB, 23 persen," jelasnya.

Lebih lanjut Bambang menuturkan, tarif KA Parahyangan kelas bisnis tetap Rp 30 ribu dan eksekutif Rp 50 ribu.

:::: News Link :::

| | edit post



Bandung - Rencana penggunaan KA Argo Gede untuk menggantikan Parahyangan diklaim bisa membuat waktu tempuh Bandung-Jakarta lebih cepat. Sebab jalur-jalur yang dilalui KA Parahyangan kini hanya dilalui beberapa kereta saja.

Hal ini dituturkan oleh Kepala Humas PT KA DAOP II Bambang S Prayitno ketika dihubungi detikbandung melalui telepon Selasa (20/4/2010).

"Bicara mengenai waktu tempuh menggunakan KA. Untuk DAOP I frekuensi KA-nya juga cukup tinggi utamanya KRL. Setidaknya, dengan tidak adanya Parahyangan perjalanan bisa lebih cepat setidaknya dari jalur Bandung sampai Purwakarta," terangnya.

Ditambahkan Bambang, pihaknya juga akan melakukan penyesuaian jam keberangkatan dan kedatangan KA Argo Gede. "Kita akan menyesuaikan jam keberangkatan Argo Gede dengan keberangkatan Parahyangan dulu. Jadi pengguna yang biasa naik Parahyangan juga tidak akan terlewat jamnya," terangnya.

:::: News Link ::::

| | edit post


Bandung - Tarif KA Argo Gede sebagai pengganti KA Parahyangan dinilai PT KA masih cukup terjangkau. Bahkan diklaim masih di bawah tarif travel.

"Kami rasa harganya masih terjangkau. Bahkan masih di bawah travel," tutur Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno ketika dihubungi detikbandung melalui telepon Selasa (20/4/2010).

Dituturkannya, tarif KA Argo Gede berada di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu. "Untuk weekday Rp 55 ribu dan weekend Rp 65 ribu," jelasnya.

Bambang menambahkan, ke depan pihaknya mungkin saja menambahkan gerbong kelas bisnis ke rangkaian KA Argo Gede. "Memang sejatinya rangkaian KA Argo adalah kereta kelas eksekutif. Tapi kalau kebijakan dari pusat mungkin saja bisa terealisasi," terangnya.

Sebelumya diberitakan, sejumlah pelanggan KA Parahyangan mengaku lebih memilih moda transportasi lain jika tarif Argo Gede tidak diturunkan.

:::: News Link :::

| | edit post

Travel Tanggapi Dingin Tak Beroperasinya KA Parahyangan

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 18 April 2010 0 komentar


Bandung - Penghentian operasi KA Parahyangan ditanggapi biasa oleh perusahaan travel. Mereka menyatakan penghentian tersebut tidak berdampak besar bagi perkembangan travel. Seperti dinyatakan Marketing Communications City Trans Budiyanto Kusuma yang menyatakan penghentian KA Parahyangan tidak masalah. "No problem, mau dioperasikan atau tidak, kita punya market sendiri," ujar Budi saat dihubungi detikbandung, Senin (19/4/2010). Menurutnya, kelas City Trans sejak awal memang untuk mahasiswa meski dalam perkembangannya juga digunakan untuk keluarga. "Melihat costumer kami, jadi penghentian tersebut tidak terlalu berpengaruh untuk City Trans," jelasnya. Ditambahkan Budi, City Trans memiliki 70 unit jurusan Bandung-Jakarta yang beroperasi setiap jam dari mulai pukul 05.00 WIB-21.00 WIB. Hal senada juga dinyatakan Marketing Communications Cipaganti Travel Stanly William. Menurut Stanly pihaknya belum bisa melihat dampak penghentian operasi KA Parahyangan bagi travel. Tapi dirinya melihat, sejak adanya Tol Cipularang sepertinya konsumen memang lebih tertarik menggunakan jasa travel. Perbandingan waktu tempuh dan fasilitas jadi pertimbangan konsumen untuk tidak menggunakan kereta api. "Satu sisi bisa saja menguntungkan, sisi lain juga kita punya fasilitas-fasilitas untuk menyaingi kereta api," jelas Stanly. Saat ini, ditambahkan Stanly, Cipaganti Travel memiliki 600 unit, dimana setengahnya untuk perjalanan Bandung-Jakarta. Satu mobil beroperasi sebanyak 2 perjalanan. "Ada yang setengah jam, satu jam atau yang dua jam sekali," terangnya.

::: News Link :::

| | edit post
Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

KA Parahyangan Dihentikan
Tarif Argo Gede Tidak Turun, Pelanggan Enggan Naik Kereta

Bandung - Rencana dihentikannya operasional KA Parahyangan mulai tanggal 27 April mendatang membuat sejumlah penggunanya memilih moda transportasi lain. Rata-rata mereka mengeluhkan mahalnya tarif KA Argo Gede yang menjadi pengganti KA Parahyangan.

Seperti misalnya Gembira Putra Agam (26), karyawan swasta sebuah perusahaan di Jakarta ini mengaku menyayangkan dihentikannya operasional KA Parahyangan.

"Sayang kalau harus dihentikan. Soalnya Parahyangan menjadi pilihan saya untuk pulang ke Jakarta atau saat di akhir pekan datang ke Bandung," ujarnya kepada detikbandung, Senin (19/4/2010).

Jika operasional KA Parahyangan sudah dihentikan, pria yang akrab disapa Gembi ini mengaku akan berganti ke mobil travel.

"Kalau sudah ditutup, travel jadi pilihan saya. Soalnya harganya lebih murah dari Argo Gede. Kecuali kalau Argo Gede mau menurunkan tarifnya hingga kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribuan," terangnya.

Hal senada dituturkan Angga (27), karyawan swasta perusahaan di Jakarta ini mengaku lebih memilih jasa transportasi lain ketimbang harus menggunakan jasak kereta Argo Gede.

"Kalau untuk dari Jakarta ke Bandung sepertinya saya akan naik bis saja. Karena harganya hampir sama dengan Parahyangan. Kecuali kalau Argo Gede bisa turun harga," terangnya.

Menurutnya, tarif KA Parahyangan dinilainya sudah cukup murah meskipun kedatangannya sering terlambat. "Kalau tarifnya jelas murah. Bahkan waktu awal-awal tahun 2000-an lalu waktu tol Cipularang baru dibuat sempat Rp 20 ribuan. Meski sering terlambat setengah jam rata-rata," tandasnya.

::: News Link :::

| | edit post


Sidoarjo - Munculnya semburan baru di Porong, Sidoarjo tak mempengaruhi perjalanan kereta api ke Malang dan Banyuwangi. Perjalanan tidak ada yang dibatalkan oleh PT KA Daops VIII.

"Sampai sejauh ini masih tidak ada kendala sejak munculnya semburan baru," kata Plh Humas PT KA Daop VIII, Herry Winarno saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (18/4/2010).

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan menurunkan tim pemantau di lokasi untuk melaporkan kejadian yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.
Justify Full
"Tugas dari tim pemantua adalah memantau perkembangan. Jika terjadi bahaya yang dapat membahayakan dan mengganggu perjalanan kereta maka langsung dilaporkan ke pusat pengendali," ungkapnya.

Semburan baru muncul lagi. Bubble ini muncul di bahu Jalan Raya Porong dan di selokan yang berdekatan dengan rel kereta api. Bubble ini jaraknya tidak jauh dari bubble sebelumnya yang ada di tengah Jalan Raya Porong. Bubble ini muncul pada pukul 00.50 WIB.

::. News Link :::

| | edit post


Bandung - Jalur rel buatan Belanda yang meliuk-liuk memutar gunung, membuat kereta api kalah cepat dari moda transportasi lainnya. PT KA pun angkat tangan jika harus bersaing kecepatan dengan moda transportasi lainnya.

Hal itu dikatakan Vice President Public Relation PT Kereta Api Adi Suryatmini saat dihubungi detikbandung melalui telepon selular, Jumat (16/4/2010).

"Mungkin selama ini masyarakat membandingkan dengan kecepatan, kami akui kalah. Kami angkat tangan kalau dibandingkan dari sisi kecepatan," ujarnya.

Adi mencontohkan, dengan naik bus atau travel yang melewati Tol Cipularang jarak Bandung-Jakarta bisa ditempuh dengan 2 jam. Sementara jika menggunakan kereta api paling cepat 3 jam.

"Kita kan lewat dulu tebing, memutar gunung. Kalau dengan Tol Cipularang kan tinggal lurus saja, jadi lebih cepat. Kita tidak bisa lebih cepat dari itu, karena khawatir sisi keselamatannya," tutur Adi.

Adi juga mengakui sering terjadi keterlambatan kereta karena berbagai faktor. "Memang suka ada keterlambatan, misalnya pas musim hujan banyak longsoran, sehingga waktu tempuh jadi lebih lama," akunya.

::: News Link :::

| | edit post


Bandung - Pihak PT Kereta Api menyatakan sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan okupansi KA Parahyangan, termasuk diskon harga tiket. Tetapi hasilnya tetap tidak bisa menutupi biaya operasional.

"Dari 2004 kita evaluasi, setiap tahun okupansi dan pendapatan menurun, kalau dipertahankan biaya operasi naik," ujar Vice President Public Relation PT Kereta Api Adi Suryatmini saat dihubungi detikbandung melalui telepon selular, Jumat (16/4/2010).

Beberapa upaya telah dilakukan PT KA untuk menaikkan okupansi KA Parahyangan, namun tetap saja tidak berpengaruh, bahkan semakin menurun.

"Kalau untuk upaya, kita sudah lakukan, seperti penurunan tarif, tapi tetap saja, tidak berpengaruh.

Oleh karena itulah, ujar Adi, KA Parahyangan diberhentikan pengoperasiannya. "Untuk apa dipertahankan lagi, kalau dipertahankan biaya operasi naik," jelasnya.

"Kalau penumpang maunya itu, misalnya lebih memilih naik travel atau kendaraan pribadi. Meskipun kita upayakan, kalau tetap mereka maunya ke situ, ya susah," ujarnya.

:::; News Link :::


| | edit post