::: News Link :::
SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI
::: News Link :::
:::: News Link ::::
:::: News Link :::
Buktinya, tiket kereta api kelas bisnis dan eksekutif laris manis diserbu warga yang ingin menghabiskan waktu keluar kota.
"Sejak seminggu lalu, tiket sudah banyak yang memesan baik lewat online maupun lewat agen-agen kami," kata Humasda PT KA Daops VIII, Herry Winarno, kepada wartawan di Stasiun Pasar Turi, Jalan Semarang, Kamis (27/5/2010).
Tiket kereta yang banyak dipesan, kata Herry, adalah untuk kereta jurusan Bandung dan Jakarta sepert Argo Bromo Anggrek dan Gumarang. Tiket tersebut untuk pemesanan pada tanggal keberangkatan 27, 28, 29 dan 30 Mei.
Herry mengatakan bahwa tiket kereta pada tanggal 27 Mei untuk jurusan Bandung dan Jakarta hampir 100 % ludes. Sementara tiket untuk tanggal 28 dan 29 relatif masih banyak. "Tiket untuk arus balik juga sebagian besar sudah ludes," tutur Herry.
Meski penumpang membludak, pihaknya kata Herry, tidak akan menambah rangkaian kereta. Yang dilakukan hanyalah mengoptimalisasi rangkaian kereta.
"Bila pada hari biasa rangkaian kereta hanya berjumlah 7 ragkaian, maka besok akan kami tambah 2 rangkaian lagi menjadi 9 rangkaian," tandas Herry.
:: News Link :::
::: News Link :::
::: News Link ::
:: News Link :: Akibatnya pick up terbelah jadi 2 bagian dengan bak terseret hingga 250 meter. Sementara kepalanya terpental sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Beruntung 2 penumpang, masing-masing Sakip dan Gian bisa menyelamatkan diri. Sedangkan pengemudi atas nama Harianto Saputra, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Sumbergempol, ikut terseret di bagian kepala mobil, meski akhirnya hanya mengalami luka berat di bagian kepala. "Dari 3 penumpang hanya 1 yang luka, yaitu sopirnya. Informasi yang saya dapatkan dia luka di kepala dan sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah," terang KBO Reskrim Polres Tulungagung Iptu Siswanto, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com di sela-sela pengamanan Gedung DPRD, Rabu (19/5/2010). Siswanto menambahkan, kini Satuan Lalu Lintas saat ini mengumpulkan data dan mengamankan mobil pick up. "Dua korban selamat juga sudah diminta keterangan, dan hasilnya terkait penyebab kecelakaan mungkin akan bisa segera diketahui," imbuhnya. Di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, berdasarkan catatan kepolisian memang sangat rawan terjadi kecelakaan antara pengguna jalan dan kereta api.
Hujan yang mengguyur Banyuwangi dan sekitarnya menyebabkan beberapa daerah di kawasan itu tergenang air. Akibatnya satu KA Mutiara jurusan Surabaya-Banyuwangi terjebak banjir dan tak bisa melewati rel yang tergenang. KA itu terjebak di Kalibaru. Banjir terjadi setelah kawasan Kalibaru diguyur hujan dengan intensitas tinggi, Selasa (18/05/2010) sore. Kereta api Mutiara tersebut terjebak saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banyuwangi. Sesaat kemudian laju kereta api terhenti setelah adanya genangan air yang merendam rel yang dilewatinya. "Kereta apinya tidak berani lanjutkan perjalanan, terpaksa berhenti," jelas salah seorang Pegawai PT Kereta APi, saat mengkonfirmasi pada detiksurabaya.com Posisi kereta api saat ini berada sekitar 100 meter dari terowongan Gumitir. Belum jelas bagaimana nasib para penumpangnya. PT Kereta Api Daop XI saat dihubungi justru mengaku belum mendapat laporan perihal peristiwa tersebut. "Kami belum mendapat tembusan mas, terima kasih informasinya," kata Humas PT Kereta Api Daop XI, Burhani Sulthon, saat dihubungi detiksurabaya.com.:::: News Link :::
Stasiun Tawang Terendam Banjir, KA Bangun Karta Tertahan 6 Jam
Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, terendam banjir cukup tinggi. Akibatnya, sejumlah perjalanan Kereta Api (KA) terganggu, termasuk KA Bangun Karta yang tertahan di stasiun itu selama 6 jam. "Ini sudah mulai berangkat. Kereta sampai di Stasiun Tawang pukul 24.00 WIB lalu tidak bisa melanjutkan perjalanan karena banjir," kata salah seorang penumpang KA Bangun Karta, Wahyu Cahyono, kepada detikcom, Senin (17/5/2010). Wahyu mengatakan, sebagian besar penumpang memilih turun dari kereta dan menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di stasiun saat KA menunggu bisa melaju kembali. Bangun Karta adalah KA dengan rute Jombang, Jawa Timur, tujuan Jakarta. Sebelum di Stasiun Tawang pun, imbuh Wahyu, KA yang ditumpanginya itu sempat terhambat akibat banjir di Walikukun, Jatim. Supaya dapat melintasi banjir, lokomotif KA Bangun Karta sampai harus diganti. "Ada sekitar satu jam KA tertahan di Walikukun. Banjirnya tinggi sekali, relnya sampai tidak kelihatan," ucap Wahyu. Menurutnya, ia naik KA Bangun Karta dari Stasiun Kertosono pada Minggu (16/5), kemarin, sekitar pukul 16.45 WIB. Seharusnya KA tersebut tiba di Jakarta sekitar pukul 04.00-05.00 WIB. "Ya, mau bagaimana lagi. Saya tidak bisa masuk kerja hari ini," ucapnya sedih.

Kereta api (KA) dari Jakarta terjebak di Stasiun Tawang, Semarang, sedangkan KA dari Surabaya terhenti di Stasiun Alas Tuwo, Semarang sejak pukul 00.30. KA tidak dapat melewati genangan air yang merendam rel sepanjang 300 meter di Kilometer 0+4 hingga 0+7 di Kecamatan Genuk.
”Lokomotif hanya bisa melewati genangan air setinggi 7,5 sentimeter. Saat ini genangan mencapai 12,5 sentimeter,” kata Wakil Kepala Stasiun Tawang Widodo yang ditemui di Stasiun Tawang kemarin siang sekitar pukul 12.30.
Perjalanan KA tertunda 1,5-11 jam dan baru normal sekitar pukul 13.00. Sebagai contoh, KA Sembrani (Jakarta-Surabaya) yang seharusnya berangkat dari Stasiun Tawang menuju Surabaya Minggu pukul 23.21 baru dapat melaju Senin pukul 11.00. Kereta lainnya yang perjalanannya terlambat, antara lain, adalah KA Argo Anggrek, KA Gumarang, KA Matar Maja, KA Kertajaya, KA Bangunkarta, KA Brantas, dan KA Fajar Utama.
Akibat banjir, Stasiun Poncol, Semarang, membatalkan keberangkatan KA Banyubiru jurusan Semarang-Solo-Yogyakarta pukul 04.50 dan KA Feeder Semarang-Bojonegoro pukul 05.30. Kepala Stasiun Semarang Poncol Ahmad Zahid mengatakan, penumpang KA tersebut dialihkan ke KA Matarmaja yang melalui Solo serta KA Kertajaya jurusan Jakarta-Surabaya yang melalui Bojonegoro.
Sebagian penumpang yang
Selain rel KA, loket di dalam Stasiun Tawang pun terendam sekitar 10 cm. ”Ini sudah menyusut dibandingkan subuh tadi, yang setinggi betis (orang dewasa),” kata Kusnan (50), pengangkut barang di Stasiun Tawang, Semarang Utara, kemarin siang.
Jalan di luar Stasiun Tawang pun terendam hingga setinggi lutut (sekitar 50 cm). Air juga menggenangi jalan-jalan lain di kawasan Kota Lama setinggi 30-50 cm dan sekitar Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Selain di Semarang Utara, banjir juga terjadi di Kecamatan Genuk dan Kecamatan Gayamsari. Di Kelurahan Gebangsari, Genuk, ketinggian air mencapai 1 meter. Di Kecamatan Gayamsari, genangan terparah terjadi di Kelurahan Tambakrejo, Kaligawe, Sawah Besar, dan Siwalan dengan ketinggian mencapai 80 cm.
Banjir juga terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Banjir ini terjadi karena tanggul Sungai Cabean yang jebol di tiga titik, masing-masing selebar 25 meter, 20 meter, dan 5 meter, belum diperbaiki.
Bupati Demak Tafta Zani yang meninjau lokasi tanggul yang
Dari Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan, laut yang sedang pasang menyebabkan air Bengawan Solo di Bojonegoro lambat mengalir ke laut kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mendata, seluas 789 hektar tanaman padi usia 7-14 hari, 94 hektar tegalan, dan 4.165 meter jalan desa terendam.
Wilayah permukiman Ledok Kulon, Ledok Wetan, dan Banjarjo di Kecamatan Bojonegoro serta wilayah Ngablak dan Ngulanan di Kecamatan Dander juga kebanjiran.
Di Kabupaten Tuban, luapan Bengawan Solo menggenangi






