SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



KA Logawa Terguling

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 30 Juni 2010 0 komentar

Pemerintah: Perkeretaapian Kita Dalam Kondisi Baik
Madiun - Tergulingnya KA Logawa di di Saradan-Madiun menyebabkan 6 penumpang tewas, mengundang banyak keraguan masyarakat. Meski begitu pemerintah menegaskan kondisi perkeretaapian saat ini dalam kondisi baik dan siap memberikan pelayanan terbaik.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, saat ditemui wartawan disela kunjungannya ke lokasi tergulingnya KA Logawa, Rabu (30/6/2010). Dia meminta masyarakat tidak memvonis PT KA atas kejadian anjloknya KA Logawa, dengan anggapan layanan kereta api tidak aman untuk digunakan.

"Dapat saya tegaskan kalau perkeretaapian kita dalam kondisi baik. Kami siap
melayani masyarakat di musim libur sekolah, termasuk sekarang kami juga sedang
siapkan armada untuk hari raya mendatang," ungkap Bambang didampingi sejumlah
stafnya.

Jaminan jika perkeretaapian dalam kondisi baik, juga diungkapkan atas dasar proses
perawatan yang dilakukan secara berkala dan teratur. Kondisi ini menjadikan
kecelakaan kereta api seharusnya bisa ditekan.

Bambang menambahkan, pihaknya juga mengucapkan rasa bela sungkawa yang
sedalam-dalamnya atas tergulingnya KA Logawa hingga menjadikan 6 nyawa melayang. Terlebih, jalur di lokasi kejadian dianggapnya sebagai titik aman yang semestinya tidak terjadi kecelakaan.

"Keterangan yang saya dapatkan, ini relnya paling ideal dan seharusnya aman. Tapi
kecelakaan kami tidak meminta dan kami tidak mengerti kalau akhirnya terjadi
seperti ini," tegas Bambang.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, 3 gerbong dari KA Logawa yang terguling masuk dalam kategori tua, karena dibuat sejak tahun 1964 bhingga 1965. Meski demikian kondisnya diakui masih sangat layak untuk dioperasikan.

"Yang perlu diingat, kereta yang tua belum tentu tidak laik jalan. Kalau mau
dikatakan tua hampir semua kereta kita tua, tapi yang perlu diingat kami di PT.KA
selalu menjaga kondisinya dengan perawatan rutin," ungkap Dirjen Perkeretaapian
Departemen Perhubungan Tundjung Iderawan, disela kegiatannya mendampingi Wakil
Menteri Perhubungan.

Sebelumnya KA Logawa terguling di Saradan-Madiun, Selasa (29/6/2010) dan memakan 6 korban tewas dan 76 lainnya mengalami luka-luka. Belum diketahui penyebabnya kereta kelas ekonomi ini terguling.

::: News Link :::

| | edit post

KA Logawa Terguling

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 29 Juni 2010 0 komentar

KNKT Kirim Tim Invetigasi Selidiki Insiden KA Logawa
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengirim satu tim investigasi untuk menyelidiki penyebab insiden tergulingnya KA Logawa di sekitar perlintasan Wilangan - Saradan. Tim diperkirakan tiba di lokasi pagi ini.

"Kita sudah mengirimkan satu tim investigasi dari kemarin sore, dan mudah-mudahan tim akan tiba pada pagi ini," kata Ketua KNKT, Tatang Kurniadi kepada detikcom, Rabu (30/6/2010).

Tim investigasi ini, lanjut Tatang berjumlah 5 orang. Mereka adalah Kartomo, Wosep, Ir Lucky Bintri, Sabdono (ketua tim) dan Rossi.

Setibanya di lokasi, tim akan langsung melakukan penyelidikan dan lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelidikan insiden ini lebih kurang 3 bulan. Saat ditanyakan kemungkinan kondisi rel yang tidak layak, dia mengatakan mungkin saja, namun dia belum mau memprediksi apapun sebelum ada laporan dari tim penyelidik.

"Kemungkinan itu saja, karena banyak kasus juga seperti rel yang dipotong. Tapi kita tunggu laporan dari tim yang melihat langsung ke lokasi," tutupnya.

Sebelumnya, menurut Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderwan, lintasan rel dalam kondisi yang cukup baik. Rel kereta dan bantalan pada jalur tersebut baru saja diperbaiki setahun yang lalu.

::: News Link :::

| | edit post

KA Logawa Terguling

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Penyebab Kecelakaan Diduga karena Banyaknya Baut Rel yang Dicuri
Nganjuk - Proses perbaikan rel yang rusak akibat tergulingnya KA Logawa di sekitar perlintasan Wilangan - Saradan, terus dikebut oleh PT Kereta Api. Sementara penyebab kecelakaan diduga akibat banyaknya baut rel yang dicuri oleh orang tak bertanggung jawab.

Dugaan tersebut disampaikan Humas Daops VII Madiun Haryono, saat ditemui detikcom di lokasi kejadian, Selasa (29/6/2010) malam. Salah satu indikasi yang dijadikan alasan adalah kondisi rel yang masih baru, sehingga kecil kemungkinan tak kuat menahan beban kereta.

"Sekadar diketahui rel ini baru diperbaiki 2 tahun lalu, jadi masih baru dan menggunakan rel berstandar R 54. Artinya, setiap 1 meter rel memiliki berat 54 kilogram dan itu sangat ideal," jelas Haryono.

Haryono menambahkan, untuk memastikan penyebab kecelakaan hingga menjadikan rel patah sepanjang sekitar 300 meter, PT KA akan berkoordinasi dengan KNKT. Proses identifikasi dijadwalkan dilaksanakan Rabu (30/6/2010) besok.

"Sekarang kita hanya cari data awal dan belum bisa menyimpulkan dan besok akan kami lakukan bersama KNKT," imbuh Haryono.

Pantauan detikcom di lokasi kejadian, hingga pukul 20.00 WIB proses perbaikan rel terus dikebut dan ditargetkan selesai dilakukan pukul 24.00 WIB, untuk selanjutnya dilakukan uji coba rel. Sementara evakuasi bangkai gerbong yang terguling akan dilakukan apabila rel telah siap digunakan.

"KA Kumbokarno sekarang sudah ada di Stasiun Saradan dan siap meluncur kesini. Pokoknya rel siap, evakuasi akan segera dilakukan," tegas Haryono.

Diberitakan sebelumnya, KA Logawa jurusan Purwakarta - Jember, anjlok dan terguling di sekitar perlintasan Wilangan - Saradan. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 3 gerbong terguling, hingga menjadikan 6 nyawa penumpang melayang dan 73 lainnya luka-luka.

:::: News Link :::

| | edit post

KA Logawa Terguling

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

9 Korban Luka Dirawat di RSUD Nganjuk, 2 Belum Teridentifikasi
Nganjuk - Puluhan korban luka akibat tergulingnya KA Logawa di sekitar perlintasan Wilangan - Saradan, tidak hanya dilarikan ke RSU Panti Waluyo, Caruban. 9 Orang lainnya dirawat di RSUD Nganjuk dan 2 di antaranya mengalami luka parah serta belum teridentifikasi.

Data yang berhasil dihimpun detikcom menyebutkan, 7 korban yang sudah teridentifikasi adalah Achmad Husein (17) asal Brebes, Jawa Tengah, Dwi Totayer asal Sragen, Firman (32) asal Jember, Sutrawi (29) asal Jombang, serta pasangan suami istri Sunardi (29) dan Sunarno (35) asal Kebumen, Jawa Tengah. Dari 7 orang tersebut rata-rata mengalami luka cukup parah di bagian kaki, punggung dan kepala.

"Ini yang sakit di kepala, karena memang saya tadi sempat ikut terguling di dalam gerbong," ungkap Dwi Totayer, salah seorang korban luka yang mengaku menumpang gerbong ke 11 yang diketahui terlempar ke jurang sedalam hampir 15 meter, saat ditemui detikcom di rumah sakit, Selasa (29/6/2010) malam.

Dwi menceritakan, dia sama sekali tidak memiliki firasat jika akan mengalami nasib naas. Menurutnya, pertanda kereta akan mengalami kecelakaan baru terasa sekitar 15 menit sebelum kejadian, setelah 4 gerbong terakhir dirasakan menimbulkan getaran yang tidak wajar. "Belakangan saya tahu ternyata memang rangkaiannya mau lepas, sehingga keretanya goyang dan terguling," imbuhnya.

Sedangkan Sutrawi, salah seorang korban luka lain mengaku masih sangat trauma dengan kejadian yang dialaminya. Bahkan dia mengaku akan berfikir ulang untuk bisa melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api.

"Saya syukur banget sekarang masih hidup, karena memang tadi gerbongnya terguling-guling," cerita Sutrawi sambil menahan rasa sakit akibat luka di punggungnya.

Sutrawi dan 6 korban luka lain yang sudah teridentifikasi berharap, biaya perawatan di rumah sakit dapat ditanggung oleh PT KA. Mereka mengaku sebagai penumpang resmi yang memegang karcis perjalanan.

Sementara 2 korban lain, pihak rumah sakit belum dapat mengetahui identitasnya, karena tidak ditemukan selembar kartu pengenal apapun dari dalam tubuhnya. Kedua korban diketahui masih sangat shock dan belum bisa banyak diajak komunikasi.

Sebelumnya, KA Logawa jurusan Purwokarto - Jember anjlok dan terguling di sekitar perlintasan Wilangan - Saradan. Akibat kejadian tersebut 3 gerbong terakhir terlempar dari rel dan 1 diantaranya jatuh ke dalam jurang, hingga mengakibatkan 6 nyawa korban melayang. PT KA menyatakan akan menanggung biaya perawatan korban luka, serta memberikan santunan bagi korban meninggal dunia.

::: News Link :::

| | edit post

KA Logawsa Terguling

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Niat Hajatan Keluarga Azizah Terganggu
Nganjuk - Tergulingnya KA Logawa di sekitar perlintasan Wilangan - Saradan, menyisakan kisah pilu bagi keluarga Azizah, wanita berusia 66 tahun asal Purwakarta, Jawa Tengah. Niat menghadiri hajatan kerabatnya di Kabupaten Jombang terganggu, setelah salah seorang kerabatnya mengalami luka parah.

Azizah berangkat dengan menumpang KA Logawa bersama 5 anggota keluarganya, yaitu anak kandungnya Dairoh dan menantu Muzamil Abdul Aziz, serta 3 cucunya, Soraya Mahareni Dewi, Soraya Anggi Dewi dan Arya Sukma Jati. Meraka akan menghadiri pesta khitanan salah seorang anak kerabatnya di Kecamatan Sumobito, Jombang.

"Ini tadi sekalian kan maunya juga mengantar anak-anak liburan, makanya berangkat sama-sama. Kami sendiri tidak menyangka kalau akhirnya ada kecelakaan seperti ini," ungkap Azizah kepada detikcom di tempat peristirahatannya di sekitar lokasi kejadian, Selasa (29/6/2010).

Akibat kecelakaan tersebut, menantu Azizah Muzamil Abdul Aziz mengalami luka serius di bagian kepala, sementara dia dan 3 cucunya selamat dan hanya menderita luka lecet di bagian dahi dan tangan. "Ibunya anak-anak juga sama, hanya lecet di kepala dan dia sekarang mendampingi suaminya di rumah sakit," imbuhnya dengan logat Purwakarta yang sangat kental.

Mengenai kronologis terjadinya kecelakaan, Azizah mengaku sudah merasakannya sejak 15 menit sebelumnya, tepatnya saat kereta baru saja keluar dari Stasiun Saradan. Gerbong ke 10 tempatnya duduk terasa sangat bergetar sampai akhirnya terdengar suara hentakan sampai kereta anjlok dan terguling.

"Saat itu saya baru saja selesai dari WC dan hanya bisa nyebut sama dengan anak-anak. Saat kereta ambruk saya masih duduk di kursi dan ikut miring, tapi nggak sampai jatuh karena pegangan jendela," ceritanya dengan mimik wajah serius.

Sementara cucu Azizah, Soraya Mahareni Dewi, membenarkan apa yang disampaikan neneknya. Dia mengaku merasakan getaran yang tidak wajar di dalam gerbong, sampai akhirnya terjatuh dari kursi saat kereta terguling. Akibat kecelakaan tersebut, bocah yang masih duduk di bangku kelas VIII sebuah SMP Negeri di Purwakarta tersebut mengalami luka lecet di bagian dahi.

"Ini di tangan juga sakit kalau disentuh, padahal yang ada lecetnya. Nggak tahu kenapa, mungkin luka di dalamnya," ujar gadis berparas cantik tersebut sambil menunjukkan lukanya.

Sementara akibat kecelakaan tersebut, keluarga Azizah sempat terlantar sekitar 2 jam di sekitar lokasi kejadian, sampai akhirnya keluarga dan Jombang menjemputnya dengan kendaraan pribadi. Meski demikian pesta hajatan yang dilakukannya diakui terasa tidak nyaman, karena menantunya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Tadi saya lihat keluar darah dari telinga dan kepalanya yang belakang, mungkin karena benturan. Tapi sekarang dia dirawat di rumah sakit mana saya juga belum tahu dan semoga baik-baik saja," ujarnya.

Sebelumnya, KA Logawa jurusan Purwakarta - Jember, anjlok dan terguling di sekitar perlintasan Wilangan - Saradan. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 3 gerbong terguling, hingga menjadikan 6 nyawa penumpang melayang dan 73 lainnya luka-luka.

::: News Link :::

| | edit post

Kereta Api yang Terus Memakan Korban

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Jakarta - Kecelakaan transportasi sepertinya terus terjadi di negeri ini. Mulai dari kecelakaan udara, laut hingga darat. Terakhir, kecelakaan Kereta Api Logawa jurusan Purwokerto-Jember yang terjadi pada Selasa (29/6/2010) kemarin menenwaskan 6 penumpang. Publik kian was-was dengan keamanan saat melakukan perjalanan.

PT Kereta Api malah menuding kecelakaan terjadi akibat baut rel kereta yang dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dugaan tersebut disampaikan Humas PT Kereta Api Daops VII Madiun, Haryono, saat ditemui detikcom di lokasi kejadian, Selasa (29/6/2010) malam.

Salah satu indikasi yang dijadikan alasan adalah kondisi rel yang masih baru, sehingga kecil kemungkinan tak kuat menahan beban kereta.

"Sekadar diketahui rel ini baru diperbaiki 2 tahun lalu, jadi masih baru dan menggunakan rel berstandar R 54. Artinya, setiap 1 meter rel memiliki berat 54 kilogram dan itu sangat ideal," jelas Haryono.

Kecelakaan KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember yang menarik 11 gerbong itu menyebabkan 6 gerbong terguling dan mengakibatkan 6 orang tewas dan puluhan lainnya menderita luka-luka. Hingga Selasa (29/6/2010) malam, jalur selatan masih lumpuh. Lalulintas kereta dialihkan melalui jalur utara.

Departemen Perhubungan pada tahun 2009 mencatat, pada tahun 2009 terdapat 90 kecelakaan kereta api. Jumlah tersebut turun dibandingkan kejadian kecelakaan 2008 yang berjumlah 147 kejadian dan pada 2007 yang mencapai 159 kejadian.

Namun demikian, jumlah korban tewas akibat kecelakaan kereta api malah naik selama tiga tahun terakhir. Pada 2007 angka korban tewas sebanyak 34 jiwa, 2008 sebanyak 45 jiwa, pada 2009 sebanyak 57 orang tewas.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kereta api, pada Desember 2009 Ditjen Perkeretaapian mewajibkan semua masinis, asisten masinis, dan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) untuk mengantongi sertifikat dari Ditjen Perkeretaapian. Proses sertifikasi sendiri sudah dimulai sejak pertengahan 2009. Namun apa yang terjadi, kecelakaan kereta api dengan korban tewas masih saja terjadi.

Hari ini, KNKT akan melakukan investigasi di lapangan untuk mengetahui penyebab kecelakaan kereta. Diharapkan, hasil investigasi ini bisa menjadi pembelajaran bagi dunia transportasi Indonesia, khususnya kereta api untuk lebih memetingkan faktor keselamatan penumpang.

::: News Link::::

| | edit post

KA Logawa Terguling

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Nganjuk - PT Kereta Api Daops VII Madiun mengaku menjamin seluruh biaya perawatan dan santunan korban tergulingnya KA Logawa di perlintasan Wilangan-Saradan. Ini setelah seluruh penumpang diakui telah diasuransikan. Kepastian ini seperti disampaikan Wakil Kepala Daops VII Madiun Nur Amin, saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi. PT KA akan memberikan bantuan biaya pengobatan dan santunan bagi korban meninggal setelah asuransi dicairkan pihak rekanan. "Itu sudah menjadi tanggung jawab PT KA terhadap penumpangnya. Tapi harus diketahui juga kalau asuransi ini hanya diberikan untuk penumpang yang bertiket, yang tidak bertiket tidak akan diberikan santunan," ungkap Amin, Selasa (29/6/2010). Untuk besaran bantuan biaya pengobatan dan santunan bagi korban luka dan meninggal, Amin mengaku kurang memahaminya. Meski begitu, dia menegaskan para korban tidak perlu resah atas kecelakaan yang dialaminya. "Kami dari PT KA tidak meminta kejadian seperti ini terjadi. Atas hal itu pula, seperti saya katakan tadi jika penumpang yang bertiket akan mendapatkan asuransi," imbuhnya. Sementara penyebab tergulingnya KA Logawa, Daops VII Madiun yang telah melakukan identifikasi awal belum bisa mengetahui. Komisi Nasional Keselamatan Tranportasi (KNKT) diakui yang akan melakukannya. "Besok rencananya KNKT datang melakukan identifikasi, apa yang sebenarnya menjadi penyebab kecelakaan ini. Kami sendiri tidak memiliki kewenangan melakukan identifikasi dan mengungkapkan apa penyebab kecelakaan ini," tegas Amin. Sebelumnya, KA Logawa jurusan Purwakarta-Jember anjlok dan terguling di sekitar perlintasan Wilangan-Saradan. Akibat kejadian itu, 2 gerbong terlempar dan 1 lainnya jatuh ke jurang sedalam hampir 15 meter. Selain itu 6 penumpang tewas di lokasi dan 73 orang luka-luka.

::: News Link :::

| | edit post

KA Logawa Terguling di Nganjuk

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Seorang bocah nampak mengalami luka pada kakinya

4 dari 6 korban tewas sudah berhasil diidentifikasi


Seluruh korban luka dan tewas dilarikan ke Rumah Sakit Caruban, Madiun

Rel kereta terputus pasca kecelakaan

6 orang tewas di lokasi kejadian.

Akibat kejadian ini, 3 dari 11 rangkaian gerbong terjungkal dari rel.


::: Link Foto by Sugeng Harianto :::

| | edit post

KA Logawa Terguling

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Nganjuk - Tergulingnya KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember di Wilangan, Nganjuk membuat satu sisi rel terputus sekitar 300 meter. Selain itu, bantalan rel di sepanjang jalur itu hancur.

Dari pantauan detiksurabaya.com, Selasa (29/6/2010) petang, rel yang terputus berada di sisi utara. Sedangkan bantalan rel dari beton hancur berantakan sepanjang 500 meter.

Untuk mempermudah evakuasi, saat ini petugas sudah memasang lampu penerangan di lokasi kereta terguling. Bantalan rel yang hancur kini juga sudah mulai diganti.

Sementara salah satu petugas lapangan PT KA, Sulistiadi, menjelaskan kemungkinan patahnya rel akibat kencangnya laju kereta, serta akibat terkena pengait 3 gerbong paling belakang yang kendor.

"Dari analisa sementara, laju kereta saat kejadian kita perkirakan melaju dengan kecepatan 70-80 kilometer perjam, serta kemungkinan pengait gerbong paling belakang kendor yang membuat terlepas dan rel juga ikut goyang serta patah," ujarnya, kepada detiksurabaya.com di lokasi.

::: News Link :::

| | edit post

Gerbong KA Gajayana Anjlok di Stasiun Kota

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 28 Juni 2010 0 komentar

Jakarta - Sebuah gerbong kereta Gajayana anjlok di Stasiun Kota, Jakarta. Akibat peristiwa ini perjalanan KRL dari Jakarta-Bogor menjadi terhambat.

"Anjloknya di Stasiun Kota. Gerbong yang anjlok ada di bagian belakang kereta," kata Nurman, salah seorang petugas operation center PT KA, kepada detikcom, Jumat (25/6/2010). Gerbong tersebut anjlok di wesel 43 B1 B2 sehingga menghalangi jalur 9, 10 dan 11.

Nurman menjelaskan, saat ini petugas masih melakukan proses evakuasi terhadap gerbong yang anjlok tersebut. Sedangkan perjalanan KRL dari Bogor-Kota dialihkan ke Tanah Abang.

"Masih kita tangani keretanya. Untuk KRL dialihkan rutenya ke Tanah Abang," katanya.

::: News Link :::

| | edit post