SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 03 Oktober 2010 0 komentar

Kecelakaan KA di Pemalang
Tak Berdampak di Stasiun Bandung



Bandung - Kecelakaan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Pemalang Sabtu (2/9/2010) dini hari, tidak mengganggu perjalanan Kereta Api dari Bandung menuju Surabaya atau sebaliknya.
Hal itu diungkapkan Kepala Stasiun Kereta Api Daop II Bandung, Bambang S Prayitno melalui pesan singkatnya kepada detikbandung, Sabtu (2/9/2010).
"Pemberangkatan KA dari Bandung, maupun dari Surabaya seperti Argowilis dari Stasiun Bandung dan Pasundan Ekonomi dari Stasiun Kiaracondong berangkat normal," ujarnya.
Pengalihan lintas kereta api pun, kata Bambang tidak terjadi karena berada di lintas utara. "Tidak ada pengalihan lintas kereta akibat kejadian ini, karena berada di lintas utara," katanya.

Kecelakaan antara Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek terjadi di Petarukan, Pemalang Jawa Tengah. 3 Gerbong Senja Utama diketahui keluar rel dan terguling akibat kecelakaan itu. Banyak penumpang mengalami luka-luka. Kecelakaan kereta itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.
===============================
Jakarta - Tabrakan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek menewaskan puluhan penumpang. Tak pelak, kinerja pemerintah di bidang kereta api disorot. Pemerintah dinilai belum melakukan perbaikan yang maksimal dalam urusan transportasi.
"Ini harus menjadi perhatian serius Kemenhub, khususnya Dirjen Perkeretaapian. Dan musibah ini menunjukan masih buruknya kinerja pemerintah dibidang perkeretaapian," kata anggota Komisi V DPR, Abdul Hakim dalam siaran pers, Sabtu (2/10/2010).
Hakim meminta Kemenhub untuk melakukan evaluasi komprehensif dan mengambil langkah-langkah radikal agar kecelakaan serupa tidak terjadi lagi. Apalagi, kecelakaan ini diduga terjadi akibat kelalaian petugas.
"Informasi yang saya dapat, kecelakaan ini kemungkinan besar kelalaian manusia atau human error. KA Agro Anggrek diduga melanggar sinyal dan masuk dalam jalur KA yan sudah diisi oleh KA Senja Utama sehingga terjadi kecelakaan. Persoalan ini harus jadi perhatian pemerintah," terangnya.
Selain itu PT KA selaku penyelenggaraan perkeretaapian diminta untuk melakukan penanganan kecelakaan KA sesuai dengan UU No.23/2007 pasal 125 dan meminta pemerintah memberikan sanksi tegas pada pihak-pihak yang lalai melaksanakan tugasnya sehingga menyebabkan kecelakaan maut tersebut.
Sesuai dengan UU No 23/2007, dalam hal terjadi kecelakaan kereta api, pihak Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian dan Penyelenggara Sarana Perkeretaapian harus melakukan hal-hal diantaranya, mengambil tindakan untuk kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
"Juga menangani korban kecelakaan, dan segera menormalkan kembali lalu lintas kereta api setelah dilakukan penyidikan awal oleh pihak berwenang dan mengurus klaim asuransi korban kecelakaan," imbuhnya.
Juga kepada awak sarana perkeretaapian yang mengoperasikan kereta api yang tidak mematuhi perintah petugas pengatur perjalanan kereta api, sinyal, atau tanda sehingga mengakibatkan kecelakaan kereta api, sebagaimana diatur dalam pasal 206 UU No 23/2007 dapat dikenakan sanksi pidana selama satu tahun penjara jika kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian bagi harta benda.
"Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun," terangnya
Sementara anggota Komisi V DPR lainnya, Yudi Widiana Adia meminta agar PT KA memperbaiki infrastruktur persinyalan. "Kami juga akan segera mengirim Panja keselematan kerja yang sudah dibentuk," tutupnya.
===================================
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberikan dana santunan duka sebanyak Rp 5 juta untuk korban kecelakaan kereta api di Pemalang. Dana ini di luar dana asuransi yang diberikan oleh PT Jasa Raharja (Persero).
"Kita juga akan memberikan tambahan uang duka sebanyak Rp 5 juta untuk korban yang meninggal dunia. Ini di luar asuransi Jasa Raharja, sebagai rasa bela sungkawa kita," kata Kepala Humas KAI Sugeng Priyono kepada detikFinance, Sabtu (2/10/2010).
Ia mengatakan, semua penumpang yang membeli tiket kereta api sudah mendapatkan fasilitas asuransi sehingga kerugiannya bisa diklaim dengan segera.
Menurutnya, dana asuransi yang diberikan KAI melalui Jasa Raharja untuk masinis jika meninggal maksimaal Rp 75 juta, cacat tetap Rp 65 juta dan biaya rawat sebanyak Rp 25 juta.
Sementara untuk penumpang, dana maksimal yang diberikan jika meninggal dunia sebanyak Rp 60 juta, cacat tetap Rp 50 juta dan biaya rawat inap Rp 25 juta.
"Uangnya itu dari semua dari kita (KAI) tetapi disalurkan melalui Jasa Raharja," ungkapnya.
Hingga saat ini, perusahaan pelat merah itu masih menghitung kerugian akibat insiden naas tersebut sehngga jumlah pastinya belum bisa diketahui.
Namun demikian, meski ada kecelakaan, jadwal perjalanan kereta api yang melintasi jalur tersebut tidak tergaanggu karena tidak menutupi rel kereta.
"Jalurnya kan ada dua jadi yang satu masih bisa dipakai. Kecelakaan tadi pagi kan tidak menutup semua jalur rel jadi jadwal tetap normal," ungkapnya.
Seperti diketahui, kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan
===================================


Bojonegoro - Kecelakaan Kereta Api (KA) eksekutif Argo Anggrek tujuan Surabaya dan KA bisnis Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, Jawa Tengah juga berpengaruh di Stasiun Bojonegoro.
Pasalnya, kedatangan KA Rajawali jurusan Semarang-Surabaya melalui Bojonegoro terlambat datang. Mestinya, tiba di Stasiun Bojonegoro pukul 11.00 WIB, namun hingga pukul 14.00 WIB, KA Rajawali belum juga tiba.
"Iya, terjadi keterlambatan kedatangan KA Rajawali. Mestinya sudah tiba di Stasiun Bojonegoro sejak pukul 11.00 WIB. Dan kita masih belum bisa memastikan kapan kereta Rajawali akan sampai di Bojonegoro," kata Kepala Stasiun Bojonegoro Murman kepada detiksurabaya.com di kantornya, Sabtu (2/10/2010).
Meski terjadi keterlambatan, namun tidak berdampak kepada penumpang di Stasiun Bojonegoro. Sebab, hari ini jumlah penumpang KA Rajawali hanya 6 orang.
"Untungnya hanya ada enam orang penumpang, jadi tidak bergitu berpengaruh. Namun, kita tetap berharap supaya kereta segera sampai dan penumpang bisa segera diangkut meskipun hanya berjumlah enam orang," sambungnya.
Dengan terlambatnya tiba di Bojonegoro, kedatangan KA Rajwali ke Stasiun Pasar Turi, Surabaya juga mengalami keterlambatan. Akibatnya, jadwal kereta api lainnya juga harus ikut menyesuaikan kedatangan KA Rajawali.
==================================

Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) pasrahkan posisi jabatan dirinya kepada Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Ia belum mau berkomentar seandainya pemerintah meminta untuk mencopot dari jabatannya terkait dengan banyaknya kecelakaan di sarana transportasi kereta api.
"Jangan berandai-andai. Silakan tanya langsung sama Menteri Perhubungan (soal pencopotan). Saya tidak mau berandai-andai," katanya di lokasi kecelakaan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/2010).
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kesiapan dirinya jika pemerintah memintanya mundur dengan segera, ia pun bungkam da tidak mau berkomentar lebih lanjut.
Jonan diangkat menjadi orang nomor satu di KAI pada 25 Februari 2009 oleh Menteri Negara BUMN saat itu, Sofyan Djalil. Jonan menggantikan posisi Ronny Wahyudi yang ditugaskan menjadi anggota Dewan Komisaris PT Industri Kereta Api (Inka).
Dikutip dari situs resmi Kementerian Perhubungan, sejak menjabat sebagai Dirut KAI, Jonan sudah menghadapi beberapa kasus kecelakaan kereta. Diantaranya PLH As Patah Lokomotif CC 20143 di Km 301+3/4 Petak jalan antara Stasiun Prupuk–Stasiun Linggapura, Jawa Tengah, pada 27 Juli 2009.
Selain itu, tiga gerbong KA Logawa yang terguling dan terjerembap ke dasar tanah rel berkedalaman tujuh hingga 12 meter, pada Juni 2010 lalu. sepanjang 300 meter rel berantakan dalam kecelakaan tersebut.
Hingga saat ini ada banyak kerusakaan yang terjadi di sarana transportasi kereta, seperti kerusakan bantalan beton sebanyak 597 buah, kerusakan rel sepanjang 400 meter, dan sebanyak 1.194 klip hilang.
==================================

Jakarta - Sedikitnya 36 penumpang kereta api luka-luka akibat kecelakaan di Stasiun Petarukan, Pemalang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menanggung seluruh biaya pengobatan hingga para korban sembuh.
"Untuk korban yang luka-luka biaya akan ditanggung PT KAI sampai sembuh," kata Kahumas Daop IV PT KA Sapto Hartoyo saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Sementara untuk korban tewas, kata Sapto, akan mendapat santunan dari Jasa Raharja. PT KAI telah bekerja sama dengan asuransi tersebut.
"Nanti akan ada santunan untuk mereka," kata Sapto.
Sapto mengatakan hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan ini mencapai 34 orang. Jenazah para korban masih berada di RSUD Ashari. Keluarga belum bisa mengambil jenazah korban karena masih ada sejumlah pemeriksaan dan administrasi.
"Tapi nanti kita secepatnya kita bantu supaya jenazah bisa segera dibawa pulang," kata Sapto.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling.
Data terakhir menyebutkan, akibat kejadian itu 34 orang tewas. Tidak tertutup kemungkinan, jumlah korban masih terus bertambah karena masih banyak korban yang terjepit di gerbong KA naas itu.
===================================
Surabaya - Pasca Kecelakaan Kereta Api (KA) eksekutif Argo Anggrek tujuan Surabaya dan KA bisnis Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, penumpang KA Argo Anggrek akan mendapatkan potongan tiket 50%.
Namun besaran pengembalian uang tiket penumpang kereta naas itu masih belum diketahui. Pengembalian sebagian uang tiket penumpang itu adalah bentuk kompensasi atas ketidaknyamanan menggunakan kereta api. Selain itu, penumpang juga diberikan kompensasi berupa makanan.
"Uang tiket penumpang akan kami kembalikan sebagian. Besarannya masih kami godok," kata Kepala Stasiun Pasar Turi, Djainuri saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (2/10/2010).
Ia menjelaskan, pengembalian tiket pada penumpang yang mengalami kecelakaan itu kemungkinan paling besar akan mencapai 50 persen dari harga tiket. Saat ini harga tiket sebesar Rp 320 ribu dan bila 50 persen, maka penumpang akan dapat kembalian sebesar Rp 160 ribu.
Djainuri menambahkan, penumpang diberi opsi melanjutkan menggunakan bus atau tetap berada di kereta. Bila tetap di kereta maka uang potongan akan diberikan setibanya di Surabaya.
"Kami masih belum tentukan besarnya pengembalian uang tiket karena masih berunding. Tapi kami berikan pelayanan tambahan atas kejadian ini," paparnya.
=================================

Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Menteri Perhubungan Freddy Numberi untuk meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada keluarga para korban tabrakan kereta api. YLKI juga mendesak Freddy untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Demikian disampaikan oleh Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).
"Telah terjadi kecelakaan masal yang menyebabkan korban tewas hingga 30 orang. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena merupakan tanggung jawab manajerial pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan. Dia (Menhub) harus meminta maaf dan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik," ujar Tulus.
Hal yang sama pernah terjadi di Jepang, Tulus mengungkapkan adanya kecelakaan kereta api di negeri Bunga Sakura tersebut memakan puluhan korban. "Saat itu dengan legowonya Menteri Perhubungan Jepang mengundurkan diri. Seharusnya Indonesia bisa bersikap seperti itu," tambahnya.
Selain itu, Tulus juga mengungkapkan Presiden SBY harus melakukan evaluasi total di tubuh BUMN yang menangani jasa transportasi publik seperti PT KAI.
"Konsumen kali ini dirugikan akibat human eror atau kesalahan seseorang. Presiden SBY harus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti kecelakaan kereta api, pesawat terbang dan tranportasi masa umum tidak lagi terjadi," tuturnya.
Menurut Tulus, tranportasi publik saat ini sudah lagi tidak menjadi fokus pembenahan pemerintah. Menurutnya, pemerintah hanya memikirkan bagaimana memperbaiki prasarana seperti jalan. "Apalagi khusus kereta api, bahkan dengan jenis eksekutif dimana prasyarat utamanya adalah kenyamanan dan keamanan. Itu yang harus diperhatikan sarana transportasinya," jelas Tulus.
Kejadian kecelakaan kereta api, sambung Tulus pernah juga dialami pada waktu tahun 2003 dimana KA Logawa memakan korban hingga 33 orang. Kemudian, masyarakat yang menjadi korban melakukan gugatan class action (gugatan kelompok) kepada pemerintah. "Hal seperti ini bisa dilakukan kembali oleh masyarakat dan YLKI siap untuk membantu mendapatkan haknya. Ini bagus sekali," terangnya.
Seperti diketahui, kecelakaan maut terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Sampai sore ini korban tewas diperkirakan mencapai 36 orang.
==================================


Jakarta - Kecelakaan besar KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Pemalang, Jawa Tengah, membuat parlemen bereaksi. Komisi V DPR akan memanggil Menhub Freddy Numberi pada Senin 4 Oktober mendatang, khusus meminta penjelasan mengenai kecelakaan tersebut.
"Ini memang kita agendakan khusus," kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Yosef Umarmadi, saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010). Hingga saat ini, korban tewas akibat kecelakaan sudah mencapai 36 orang.
Pada pertemuan Senin mendatang, parlemen akan menanyakan semua aspek yang menyebabkan kecelakaan bisa terjadi. Baik sarana prasarana, maupun manajerial perkeretaapian.
"Ini kan seperti bom waktu, berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam sistem perkeretaapian kita," ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Yosef mengatakan, pihaknya juga akan menanyakan perihal adanya indikasi ketidakharmonisan hubungan antara Kementerian Perhubungan sebagai regulator dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pelaksana.
"Kita lihat ini hubungannya tidak bergitu mesra," kata mantan wartawan ini.
Ditanya apakah partainya akan bereaksi keras kepada Menhub atas kecelakaan ini, Yosef mengatakan masih akan meminta penjelasan lebih dulu.
"Tunggu satu dua hari inilah," ujarnya.
==================================

Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Menteri Perhubungan Freddy Numberi untuk meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada keluarga para korban tabrakan kereta api. YLKI juga mendesak Freddy untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Demikian disampaikan oleh Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi ketika berbincang dengan detikcom di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).
"Telah terjadi kecelakaan masal yang menyebabkan korban tewas hingga 30 orang. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena merupakan tanggung jawab manajerial pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan. Dia (Menhub) harus meminta maaf dan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik," ujar Tulus.
Hal yang sama pernah terjadi di Jepang. Tulus mengungkapkan adanya kecelakaan kereta api di negeri Bunga Sakura tersebut memakan puluhan korban. "Saat itu dengan legowonya Menteri Perhubungan Jepang mengundurkan diri. Seharusnya Indonesia bisa bersikap seperti itu," tambahnya.
Selain itu, Tulus juga mengungkapkan Presiden SBY harus melakukan evaluasi total di tubuh BUMN yang menangani jasa transportasi publik seperti PT KAI.
"Konsumen kali ini dirugikan akibat human error atau kesalahan seseorang. Presiden SBY harus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti kecelakaan kereta api, pesawat terbang dan tranportasi massa untuk umum tidak lagi terjadi," tuturnya.
Menurut Tulus, tranportasi publik saat ini sudah lagi tidak menjadi fokus pembenahan pemerintah. Menurutnya, pemerintah hanya memikirkan bagaimana memperbaiki prasarana seperti jalan. "Apalagi khusus kereta api, bahkan dengan jenis eksekutif dimana prasyarat utamanya adalah kenyamanan dan keamanan. Itu yang harus diperhatikan sarana transportasinya," jelas Tulus.
Kejadian kecelakaan kereta api, sambung Tulus pernah juga dialami pada waktu tahun 2003 dimana KA Logawa memakan korban hingga 33 orang. Kemudian, masyarakat yang menjadi korban melakukan gugatan class action (gugatan kelompok) kepada pemerintah. "Hal seperti ini bisa dilakukan kembali oleh masyarakat dan YLKI siap untuk membantu mendapatkan haknya. Ini bagus sekali," terangnya.
Seperti diketahui, kecelakaan maut terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Sampai sore ini korban tewas diperkirakan mencapai 36 orang.

::: Sumber Detik.Com:::

| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Puluhan Korban Diduga Masih Terjepit,
Alat Berat Belum Juga Datang



Pemalang - Puluhan korban diyakini masih terjepit di gerbong KA Senja Utama yang hancur diseruduk KA Argo Anggrek di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Namun hingga 4 jam lewat, alat berat belum juga tiba di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Pantauan detikcom, hingga pukul 07.00 WIB, puluhan petugas polisi, TNI, PT KA, serta warga, masih mencoba mengevakuasi para korban. Mereka hanya menggunakan alat seadanya, seperti linggis, gergaji besi, balok kayu, serta tali, untuk mengeluarkan korban dari himpitan besi, jok, atau bagian gerbong KA lainnya yang hancur itu.
Menurut seorang petugas Stasiun KA Petarukan, diduga kuat puluhan orang penumpang masih berada di antara reruntuhan gerbong terakhir KA Senja Utama itu. Sebab dalam kondisi normal, paling tidak gerbong itu memuat 64 orang penumpang.
"Di gerbong itu terdapat 64 tempat duduk. Tapi bisa saja jumlah penumpangnya lebih dari itu," ujar petugas tersebut, Sabtu (2/10/2010).
Sampai saat ini belum ada penjelasan dari pihak PT KA atau petugas lainnya mengapa alat berat atau peralatan canggih, seperti gergaji listrik dan lainnya, belum datang. Padahal dengan alat berat itu proses evakuasi bisa lebih cepat dilakukan.
KA eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Data terakhir di RS Hasyim Ashari, Pemalang, jumlah korban tewas mencapai 18 orang.
==================================

Pekalongan - Setelah lebih dari 4 jam berlalu, alat berat milik PT Kereta Api (KA), akhirnya datang juga ke lokasi kecelakaan KA di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Keberadaan alat berat ini sangat ditunggu untuk mempercepat proses evakuasi.
Alat berat yang terdiri dari 1 lokomotif dan 1 gerbong itu, tiba di Stasiun KA Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 07.25 WIB, Sabtu (2/10/2010). Sejumlah petugas langsung menggunakan alat berat tersebut untuk proses evakuasi.
"Alat berat itu didatangkan dari Tegal," kata Adi Subowo, salah seorang petugas Stasiun KA Petarukan.
Namun Adi enggan menjawab saat ditanya mengapa alat berat tersebut terlambat datang. "Saya tidak tahu," kilah Adi.
Pejabat PT KA Daop IV Semarang juga belum ada yang bisa dimintai konfirmasi soal lambatnya kedatangan alat berat tersebut. Belum satu pun pejabat PT KA Daop IV yang terlihat di Stasiun Petarukan.
Sebelumnya diberitakan, puluhan korban diduga masih terjepit besi, jok, atau bagian lain gerbong terakhir KA Senja Utama yang hancur diseruduk KA Argo Anggrek. Gerbong tersebut memiliki 64 tempat duduk. Belum ada konfirmasi jumlah seluruh penumpang di dalam gerbong tersebut.
Peristiwa kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Data terakhir yang dihimpun detikcom, jumlah korban tewas mencapai 27 orang. Jenazah-jenazah korban tewas tersebut dibawa ke RS Santa Maria dan RS Hasyim Ashari, Pekalongan
===================================

Jakarta - Akibat tabrakan KA Argo Anggrek tujuan Surabaya dengan KA Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, jadwal kedatangan kereta api di sejumlah stasiun terlambat berjam-jam. Penumpukan penumpang di sejumlah stasiun pun tak terhindarkan.
Pantauan detikcom di Stasiun Pasar Turi, penumpang harus rela menunggu berjam-jam sebelum naik kereta ke kota tujuan. Keberangkatan kereta terjadi karena KA Argo Anggrek yang seharusnya sesuai jadwal datang pukul 07.30 WIB tapi sampai pukul 08.30 WIB masih tertahan di Pemalang.
"Yang jelas hanya satu kereta api yang dipastikan mengalami keterlambatan, yakni KA Argo Anggrek tujuan Jakarta-Pasar Turi," kata Humas PT KA Daops 8, Sri Winarto saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Sri menjelaskan, keterlambatan ini disebabkan proses evakuasi masih terus dilakukan. Karena rusak, lokomotif KA Argo Anggrek akan diganti.
"Sampai sekarang masih terus dilakukan evakuasi dan itu salah satu penyebab keterlambatan. Karena sekarang masih ada satu gerbong yang dievakuasi," ujarnya.
Sri juga memastikan, meski terjadi tabrakan, tidak akan dilakukan pengalihan jalur. "Semuanya normal tidak ada perubahan jalur serta operasional juga normal," katanya.
==================================

Kecelakaan di Pemalang,
Kedatangan KA Argo Anggrek di Pasar Turi Terlambat


Surabaya - Tabrakan KA Argo Anggrek tujuan Surabaya dan KA Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang membuat jadwal kedatangan satu kereta api di Stasiun Pasar Turi mengalami keterlambatan.
Kereta api yang mengalami keterlambatan yakni KA Argo Anggrek yang seharusnya jadwal kedatangan pukul 07.30 WIB. Namun hingga pukul 08.00 WIB, KA Argo Anggrek baru diberangkatkan ke Semarang untuk menjalani pemeriksaan tapi sampai sekarang masih tertahan di Pemalang karena proses evakuasi masih dilakukan.
"Yang jelas hanya satu kereta api yang dipastikan mengalami keterlambatan yakni KA Argo Anggrek tujuan Jakarta-Pasar Turi," kata Humas PT KA Daops 8, Sri Winarto saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (2/10/2010).
Sri menjelaskan, keterlambatan ini disebabkan proses evakuasi KA yang mengalami tabrakan masih terus dilakukan. Sementara lokomotif KA Argo Anggrek yang tiba di Semarang akan diperiksa dan bila ditemukan rusak akan segera diganti.
"Hal ini dilakukan agar perjalanan KA Argo Anggrek aman selama melakukan perjalanan ke Surabaya," ujarnya.
Sri memastikan, tabrakan tersebut tidak membuat pihaknya melakukan
pengalihan jalur. "Semuanya normal tidak ada perubahan jalur dan operasional juga normal," katanya.
KA eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Data terakhir di RS Hasyim Ashari, Pemalang, jumlah korban tewas mencapai 18 orang. Sedangkan korban luka diperkirakan mencapai puluhan orang.
==================================
Jakarta - Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek terlibat kecelakaan. Data sementara 27 orang tewas. Belum diketahui penyebab kecelakaan, diduga karena masinis mengabaikan lampu sinyal. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun dilibatkan untuk mengusut.
"Kita nanti lihat seperti apa, kita tunggu nanti dari KNKT," kata Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Tunjung menduga kuat kecelakaan karena faktor manusia. Menurutnya pula kecelakaan jenis ini, yakni menabrak dari belakang sangat jarang terjadi.
"Berdasarkan data ini karena human eror," tambahnya.
KA Senja Utama tujuan Semarang ditabrak KA Argo Anggrek jurusan Surabaya sekitar pukul 03.00 WIB. 3 Gerbong di bagian belakang mengalami rusak berat akibat kejadian ini. Banyak penumpang yang terjepit akibat gerbong yang terbalik.
Celakanya lagi, pertolongan begitu lambat datang. Petugas medis terlambat, juga ketiadaan peralatan untuk melakukan evakuasi.
==================================

Jakarta - Presiden SBY prihatin terjadinya kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Anggrek dengan Senja Utama di Pemalang, Jawa Tengah. Presiden menginstruksikan kepada Menhub dan Menkes untuk langsung menuju lokasi kecelakaan dan memberi perawatan terhadap korban kecelakaan secara maksimal.
"Presiden saat ini sudah mendapatkan laporan dan terus memantau perkembangan terbaru. Presiden menginstruksikan Menhub dan Menkes agar bertindak langsung untuk memberikan pertolongan, pengobatan, dan evakuasi kepada para korban," ujar Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Julian Pasha, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Kepada Menhub, Presiden meminta agar segera mempelajari penyebab kecelakaan. Presiden tidak mau kecelakaan serupa terus terulang.
"Menhub diminta untuk segera mempelajari mengapa kecelakaan ini terjadi. Kalau memang tidak normal harus ditelusuri dan dicari tahu apa penyebabnya," terang Julian.
Presiden meminta kedua menterinya itu berkoordinasi menyelamatkan korban yang masih bisa diselamatkan. Presiden juga tidak menyalahkan salah satu pihak, apakah itu masyarakat atau pejabat.Kecelakaan kereta ini menewaskan 31 orang. Puluhan korban lainnya mengalami luka parah.
====================================

Jakarta - Penumpang kedua kereta yang searah yakni KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama tengah tidur nyenyak saat kereta bertubrukan di stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Sekejap saja, puluhan penumpang meninggal dunia terjepit di antara puing-puing gerbong kereta.
Kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Kecepatan yang tinggi menyebabkan fungsi rem tidak optimal. Tumbukan keras pun tak terhindarkan.
Sejumlah saksi mata mengatakan, gerbong terakhir dari KA Senja Utama langsung ringsek. Gerbong kedua dari belakang terbalik, dan gerbong berikutnya keluar jalur. Para penumpang pun kemudian berhamburan turun. namun malang, puluhan lainnya tewas mengenaskan.
Untuk mengurangi kepadatan di tempat kejadian, tiga gerbong KA Senja Utama dipotong. KA Senja utama pun melanjutkan perjalanan ke Semarang hanya dengan enam gerbong kereta. Sementara itu, KA Argo Anggrek menunggu evakuasi usai.
Petugas kepolisian dibantu warga dengan alat seadanya mengevakuasi korban. Alat alat berat baru datang empat jam setelah kejadian. PT KA berkilah, keterlambatan karena masalah jarak yang jauh. Korban kemudian dibawa menggunakan ambulan ke RS Santa Maria dan RSUD Pemalang.
Hingga pukul 09.00 WIB, Mabes Polri telah merilis 31 korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara puluhan lainnya luka parah. Semua korban adalah penumpang KA Senja Utama, sebagian besar asal Semarang. Hingga puku; 09.30 WIB, proses evakuasi terus diilakukan.

====================================
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar saat ini tengah menuju lokasi kecelakaan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah.
Mustafa yang didampingi Deputi Kementerian BUMN bersama Direksi PT Asuransi Jasa Raharja mengecek jumlah korban serta menunggu laporan penyebab kecelakaan maut tersebut.
"Saya saat ini sedang dalam perjalanan ke tempat lokasi kejadian kecelakaan kereta api. Saya sendiri akan mencari tahu bagaimana kejadian ini bisa terjadi dan menunggu laporan investigasi dengan segera," ujar Menteri BUMN dalam sambungan telepon kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).
Mustafa menyampaikan rasa prihatin serta duka cita yang mendalam kepada seluruh korban penumpang kereta api Argo Anggrek dan Senja Utama.
"Tentu saja saya sangat prihatin terhadap kejadian ini karena korban jiwa banyak. Untuk itu saat ini prioritas utama saya adalah penanganan terhadap seluruh korban jiwa," jelasnya.
Ia menambahkan, Kementerian BUMN langsung membawa Direksi Asuransi Jasa Raharja yang bertanggung jawab memberikan tanggungan kepada seluruh korban.
"Saya sudah bersama direksi Jasa Raharja, dimana BUMN Asuransi ini akan bertanggung jawab penuh memberikan pelayanan kepada korban jiwa," tuturnya.
Lebih lanjut Mustafa mengatakan, pihak Kementerian BUMN telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Menteri Perhubungan dan Kepolisian untuk segera melakukan investigasi terkait kecelakaan kereta api tersebut.
"Saya sudah melakukan koordinasi dengan PT KAI, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Kepolisian untuk mendapatkan laporan investigasi terkait penyebab kecelakaan tersebut," jelasnya.
Seperti diketahui, kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.
Hingga pukul 09.00 WIB, Mabes Polri telah merilis 31 korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara puluhan lainnya luka parah. Semua korban adalah penumpang KA Senja Utama, sebagian besar asal Semarang. Hingga puku; 09.30 WIB, proses evakuasi terus diilakukan.
====================================
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar menegaskan seluruh penumpang yang menjadi korban kecelakaan kereta api di Pemalang, akan ditanggung seluruh biayanya oleh PT Asuransi Jasa Raharja (Persero).
"Penumpang yang menjadi korban jiwa menjadi prioritas saat ini. Kementerian BUMN juga menjamin seluruh penumpang yang menjadi korban kecelakaan akan mendapat tanggungan biaya dari asuransi Jasa Raharja," ujar Mustafa dalam sambungan telepon kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).
Mustafa yang didampingi dengan Deputi Kementerian BUMN bersama Direksi asuransi Jasa Raharja saat ini tengah menuju lokasi kecelakaan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah. Mustafa mengungkapkan, asuransi Jasa Raharja sebagai penyedia jasa proteksi bagi penumpang PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan memberikan pelayanan bagi seluruh penumpang yang menjadi korban.
"Semua penumpang akan menjadi tertanggung. Nantinya korban luka-luka yang dirawat maksimum akan mendapat tanggungan Rp 10 juta. Kemudian untuk yang cacat maksisum Rp 25 juta," tuturnya.
Kemudian, lanjut Mustafa khusus untuk korban yang meninggal maka akan diberikan tanggungan sebesar Rp 25 juta. "Saya dan direksi asuransi Jasa Raharja akan memastikan seluruh korban mendapatkan haknya," tambahnya.
Mustafa sendiri menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam bagi seluruh korban kecelakaan kereta api tersebut. "Saya sangat prihatin terhadap kejadian ini karena korban jiwa banyak. Saya menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam serta duka cita bagi seluruh korban," ungkap Mustafa.
Seperti diketahui, kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.
Hingga pukul 09.00 WIB, Mabes Polri telah merilis 31 korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara puluhan lainnya luka parah. Semua korban adalah penumpang KA Senja Utama, sebagian besar asal Semarang. Hingga puku; 09.30 WIB, proses evakuasi terus diilakukan.
===================================


Jakarta - Hingga kini, masinis KA Argo Anggrek, yang menyeruduk KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, masih diperiksa di Polres Pemalang. Sementara masinis KA Senja Utama masih dalam perjalanan dari Semarang.
"Masinis Argo Anggrek sudah diamankan dan masih dalam penyidikan, kalau yang Senja Utama masih di perjalanan, dia dari Semarang," ujar petugas Polsek Pemalang, Sugeng, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Selain mereka berdua, polisi juga memeriksa sejumlah pihak yang terkait dalam kecelakaan yang menewaskan puluhan orang tersebut. Salah satunya adalah pimpinan perjalanan kereta api dari Stasiun Petarukan.
"Asisten masinis Argo Anggrek dan asisten Senja Utama juga akan diperiksa. Pokoknya semua yang terkait, kan untuk mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya," katanya.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling.
Data terakhir menyebutkan, akibat kejadian itu 34 orang tewas. Tidak tertutup kemungkinan, jumlah korban masih terus bertambah karena masih banyak korban yang terjepit di gerbong KA naas itu.

::: Sumber Detik.com :::

| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Jakarta - Kecelakaan kereta kembali terjadi. Kereta eksekutif Bima jurusan Jakarta-Surabaya menabrak kereta ekonomi Gaya Baru di Stasiun Purwosari, Solo.
"Kereta Bima seharusnya tidak berhenti di Stasiun Purwosari. Tapi kereta api Gaya Baru yang seharusnya memberi jalan, gerbong paling belakangnya masih melintang saat lansir," ujar Penumpang KA Bima, Suharto, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Menurut Suharto, kondisi gerbong KA Gaya Baru yang tertabrak cukup parah. Namun demikian KA Bima yang ditumpanginya hanya berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.
"Gerbong paling belakangnya penyok cukup dalam, sepertinya ada korban tadi dibawa tapi kita tidak tahu persis," papar Suharto.

Dirjen Perkeretaapian Kemhub Meluncur ke Pemalang

Jakarta - Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tunjung Inderawan bergerak ke lokasi kecelakaan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah. Tundjung akan mengecek jumlah korban serta penyebab kecelakaan maut tersebut.
"Saat ini sudah di Bandara Soekarno Hatta, akan terbang ke Semarang dengan pesawat paling pagi seterusnya ke Pemalang," ujar Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Bambang menjelaskan Tundjung juga akan meninjau operasional kereta di sana. Dia juga memastikan seluruh evakuasi korban berjalan dengan baik.
"Akan dicek mengapa kejadian ini bisa terjadi lalu penanganan korban dan operasional selanjutnya," terang Bambang.
Kereta api eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama dengan jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Dari data Kementerian Kesehatan, 9 orang tewas dan 36 luka berat.
Hingga pukul 06.20 WIB, petugas masih melakukan evakuasi pada para korban di lapangan

Jakarta - Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas insiden tabrakan Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek. Dia meminta maaf atas insiden itu.
"Saya mengucapkan ikut bela sungkawa dan permohonan maaf mewakili pemerintah, kepada seluruh korban yang luka-luka maupun menjadi korban," kata Tunjung saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Menurut dia, peristiwa kecelakaan ini memang di luar dugaan. Dia pun menyayangkan terjadinya peristiwa memilukan ini.
"Tentunya ini adalah suatu hal yang sangat kita sesalkan," tambahnya.
Lebih lanjut, dia sudah meminta petugas kereta di lapangan secepat mungkin melakukan upaya evakuasi dan pertolongan. "Kami instruksikan pertolongan pertama kepada korban," tambahnya.
KA Senja Utama tujuan Semarang diketahui ditabrak KA Argo Anggrek jurusan Surabaya sekitar pukul 03.00 WIB. 3 Gerbong di bagian belakang mengalami rusak berat akibat kejadian ini. 9 Orang penumpang meninggal dunia dan 16 penumpang lainnya mengalami luka-luka.


Jakarta - Sejumlah korban kecelakaan kereta api (KA) di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) menyesalkan lambatnya pertolongan dari tim medis. Bagaimana tidak? Para petugas medis baru tiba di lokasi hampir 1 jam lebih setelah peristiwa maut itu terjadi.
Lambatnya kedatangan petugas medis itu membuat kondisi para korban semakin menderita. Mereka menanggung rasa sakit tanpa mendapat pertolongan apa pun, baik itu infus atau pun obat-obatan penahan nyeri. Padahal secara geografis, lokasi kecelakaan sangat mudah dijangkau.
Warga setempat dan petugas kepolisian yang tiba terlebih dahulu di lokasi kejadian hanya bisa memberikan pertolongan seadanya. Padahal, banyak para korban yang tidak berdaya terjepit besi atau bagian gerbong KA Senja Utama yang hancur diseruduk KA Argo Anggrek.
"Petugas medis lama sekali datangnya. Padahal korban sudah bergelimpangan tidak karuan," kata Rohmat, salah satu penumpang KA Senja Utama di lokasi kejadian, Stasiun KA Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/9/2010).
Kondisi juga diperparah dengan lambatnya proses evakuasi para korban. Hal ini disebabkan minimnya peralatan yang dibawa para petugas, baik kepolisian atau pun lainnya, ke lokasi kejadian. Para korban yang terjepit badan gerbong yang hancur 'dibiarkan' begitu saja selama sekian jam.
Sebelumnya diberitakan, KA eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Dari data Kementerian Kesehatan, 9 orang tewas dan 36 luka berat.

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) belum dapat memastikan penyebab kecelakaan kereta api (KA) di Pemalang, Jawa Tengah. Namun jika kereta ditabrak dari belakang, ada beberapa kemungkinan yang bisa dijadikan dugaan awal penyebab kecelakaan maut ini.
"Kalau kereta ditabrak dari belakang, ada beberapa kemungkinan. Yang pertama bisa karena sinyalnya bermasalah," ujar Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Dugaan kedua karena masinisnya melanggar aturan. Seharusnya masinis menjaga jarak antar kereta, sehingga kasus semacam ini tidak terjadi.
"Seharusnya kereta kan satu jarak dibagi dalam beberapa kotak. Ada daerah yang dijaga kosong," terang Bambang.
Menurut Bambang, saat ini pihak Dirjen Perkeretaapian masih fokus melakukan evakuasi. Setelah itu akan dilakukan penyelidikan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mencari penyebab kecelakaan.
"Nanti akan ada tim dari Dirjen Perkeretaapian dengan KNKT," terang Bambang.
Bambang pun memastikan seluruh korban tewas dan luka mendapat santunan dari asuransi. "Itu pasti. Kita akan pastikan semuanya mendapat hak mereka," tutup dia.

:::: Sumber Detik.com :::


| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Kereta Api Argo Anggrek
Seruduk Senja Utama di Pemalang



Jakarta - Kereta api eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama dengan jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang. Gerbong belakang Kereta Senja Utama keluar jalur.
"Kereta api Argo Anggrek menabrak kereta api Senja Utama arah Semarang di Petarukan," ujar salah seorang penumpang kereta Argo Anggrek, Firman Adjie, melalui fasilitas info anda detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Adji menuturkan kondisi gerbong paling belakang kereta Senja Utama Semarang cukup parah terbalik ke sisi kanan.
"Kondisi gerbong paling belakang rusak parah," papar Adjie.
Sampai saat ini belum diketahui adanya korban dalam kecelakaan ini. Kereta Senja Utama Semarang sengaja berhenti untuk memberikan kesempatan bagi Kereta Argo Bromo Anggrek untuk melaju lebih dahulu.

3 Gerbong Terguling,
Penumpang Banyak yang Terjepit


Jakarta - Kecelakaan kereta terjadi antara Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang Jawa Tengah. 3 Gerbong Senja Utama diketahui keluar rel dan terguling akibat kecelakaan itu. Banyak penumpang mengalami luka-luka.
"Banyak yang terjepit dan dievakuasi ke rumah warga," kata seorang penumpang, Anwar Riksono, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Kecelakaan kereta itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. "Kereta yang saya tumpangi, KA Senja Utama, ditabrak kereta Argo Anggrek di Stasiun Petarukan," imbuh Anwar.
Benturan keras terjadi dalam kecelakaan itu. Anwar yang duduk di gerbong ke 3 segera bergegas keluar dari gerbong. Saat itu dia melihat gerbong nomor 7, 8 dan 9 hancur ditabrak KA Argo Anggrek.
"Banyak korban, sekarang sudah dievakuasi ke stasiun dan ke rumah-rumah penduduk," tutupnya.

Jakarta - Tiga gerbong paling belakang kereta Senja Utama Semarang yang diseruduk kereta api Argo Anggrek terguling. Puluhan korban diperkirakan mengalami luka-luka. Polisi pun kini tengah melakukan evakuasi.
"Banyak yang terjepit, polisi ramai disana sedang gotong-gotong puluhan orang," ujar penumpang kereta api Senja Utama, Bambang, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Bambang menuturkan, tiga gerbong paling belakang hancur berantakan. Hingga saat ini masih banyak korban yang terjepit di gerbong kereta.
"Beberapa korban ditidurkan di stasiun Petarukan," terang Bambang.
Sementara itu petugas stasiun meminta semua penumpang yang berada di gerbong yang aman untuk kembali duduk di gerbong masing-masing.
"Katanya perjalanan mau dilanjutkan karena lokomotif kereta Senja Utama memang tidak rusak dan bisa dijalankan setelah memotong gerbongnya," terangnya.


Jakarta - Puluhan orang menjadi korban kecelakaan Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Diketahui sejumlah korban meningga dunia juga telah dibawa ke RSUD Pemalang.
"Di rumah sakit sudah ada 2 korban meninggal dunia," kata petugas rumah sakit, Bagus saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Dia menjelaskan, selain korban meninggal, puluhan lainnya juga tengah menjalani perawatan di unit gawat darurat. Identitas mereka belum diketahui.
"Ada 20 orang yang dirawat dan ada yang kritis," terang Bagus.
Diketahui KA Senja Utama ditabrak KA Argo Anggrek sekitar pukul 03.00 WIB. 1 Gerbong hancur, 1 gerbong terguling, dan 1 gerbong keluar jalur akibat kecelakaan ini


Jakarta - Kereta Api Senja Utama yang baru saja diseruduk KA Argo Anggrek melanjutkan perjalanan ke Semarang. Tiga gerbong yang rusak parah akibat kecelakaan ditinggal.

"Gerbong 9 hancur, gerbong 8 terguling ke kanan, gerbong 7 keluar jalur, jadi yang yang melanjutkan perjalanan 6 gerbong terdepan," ujar penumpang KA Senja Utama, Bambang, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Enam gerbong terdepan pun sudah berjalan normal melanjurkan perjalanan ke Semarang. Bambang pun bisa sedikit menarik nafas lega, kereta yang ditumpanginya sudah melaju mulus ke Semarang.
"Ini baru saja berhenti di Stasiun Sragi cuma sebentar terus jalan," ujar Bambang.
Namun demikian, kondisi penumpang di enam gerbong ini bertambah padat. Sebab, sejumlah penumpang yang selamat di tiga gerbong paling belakang kemudian memilih melanjutkan perjalanan ke Semarang menggunakan gerbong yang tersisa.

::: Sumber Detik.com :::

| | edit post

Wanita asal Bangkalan Melahirkan di Atas Kereta Kahuripan

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 29 September 2010 0 komentar


Nganjuk - Perjalanan KA Kahuripan jurusan Bandung-Kediri mendadak heboh. Siti Badriyah (19) asal Bangkalan, Madura, yang sedang hamil tua mendadak sakit perut. Badriyah pun melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan di tengah perjalanan. Informasi yang dihimpun, bayi Badriyah lahir pada pukul 13.30 WIB, (28/9/2010).

Badriyah ditolong oleh penumpang lainnya. Dia baru mendapatkan pertolongan sekitar 10 menit setelah bayinya lahir dan kereta berhenti di Stasiun Kertosono, pihak stasiun mendatangkan seorang bidan. Dia dan bayinya lantas dibawa ke RSUD Kertosono untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Istri saya yang menolong. Ya sebisanya, karena memang istri saya bukan bidan," kata Mahmud, salah seorang penumpang KA Kahuripan saat berbincang dengan detiksurabaya.com di Stasiun Kertosono.

Menurut Petugas Kesehatan di Stasiun Kertosono, Joko Heru Prastyo Badriyah melahirkan di atas kereta dengan sejumlah penyebab. Diantaranya adanya getaran gerbong hingga menjadikan kontraksi, serta sirkulasi udara yang tak lancar, hingga mengakibatkan proses kelahiran bisa terjadi lebih cepat dari jadwal semestinya.

"Kalau usia kandungannya katanya masih 8 bulan. Tapi ya mungkin karena getaran, makanya terjadi kontraksi," ungkap Joko menjelaskan.

Kelahiran bayi perempuan Badriyah ini juga menjadi kado spesial bagi PT KA, karena bertepatan dengan hari jadinya yang ke 65 tahun. Bayi yang dilahirkan Badriyah memiliki berat badan 2,7 kilogram dan panjang 48 centimeter. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kondisinya dinyatakan sehat.

Badriyah di sela-sela perawatan mengaku sama sekali tak menduga, akan melahirkan bayi di atas kereta api. Meski demikian dia mengaku sudah merasakan sakit pertanda akan melahirkan, saat kereta memasuki Stasiun Jogyakarta.

"Tadinya saya pikir ginjal saya yang kambuh, tidak tahunya malah mau melahirkan," tutur Badriyah didampingi suaminya, Mamat.

Wanita yang bekerja sebagai penjual sate di Subang tersebut mengatakan, dia memang sengaja pulang untuk melahirkan di kampung halamannya, karena di tanah rantau dia tidak mempunyai sanak saudara. Badriyah dan suaminya Mamat belum memikir nama untuk anak pertama mereka.

"Tidak tahu, apa namanya ada hubungannya dengan kereta apa tidak. Saya belum berpikir kesana, yang penting sekarang istri dan anak saya sehat, serta bisa pulang ke Bangkalan dengan selamat," tandas Mamat dengan wajah yang sumringah.

::: News Link :::

| | edit post

Tambah Kereta, PT KA Ngutang Rp 5 Triliun

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 26 September 2010 0 komentar

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendapatkan pinjaman sebanyak Rp 5 triliun dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dana ini akan dipakai untuk ekspansi kereta barang di sekitar Pulau Sumatera.

Menurut Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan, komitmen ini sudah diberikan oleh dua bank pelat merah itu. Namun perseroan belum berniat mencairkannya dalam waktu dekat.

"Sudah ada komitmen, nilainya Rp 5 triliun," ungkapnya usai pelantikan eselon I di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (24/9/2010).

Menurut Jonan, pinjaman itu baru akan dicairkan pada tahun 2011 mendatang. Dari nilai pinjaman sebesar itu, porsi antara BRI dan BNI seimbang, yaitu masing-masing setengahnya.

Jonan menambahkan, seluruh dana pinjaman itu akan digunakan untuk melakukan ekspansi kereta barang si Pulau Sumatera. Ekspansi dilakukan di antaranya melalui perbaikan dan perluasan.

::: News Link :::

Jakarta - Rel kereta Pondok Ranji tergenang banjir, akibatnya perjalanan kereta api Jakarta-Serpong terhambat. Kecepatan kereta dikurangi, agar tetap bisa jalan.

"Iya banjir di Pondok Betung, sehingga kecepatan kereta api dibatasi," ujar Kahumas Daops I PT KAI, Mateta Rizalulhaq ketika dihubungi detikcom, Kamis (23/9/2010).

Lokasi persis terjadinya banjir terjadi perlintasan Pondok Betung dan Bintaro. Menurut Mateta, hal yang wajar jika kereta dikurangi kecepatannya jika melintasi jalur banjir.

"Itu wajar, kalau perlu diberhentikan untuk sementara," ucapnya.

Akibat perlambatan kecepatan kereta, sejumlah kereta lintas Jakarta-Serpong harus antri menunggu giliran.

::: news Link :::

| | edit post

PT KA Operasikan Kembali Jalur Kereta Barang Gresik-Surabaya

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 22 September 2010 0 komentar


Mengatasi kemacetan, PT KA Daops VIII berencana mengaktifkan kembali rel untuk lalu lintas kereta barang. Jalur rel yang diaktifkan adalah Gresik-Kandangan. Mereka berharap bisa meminimalisasi arus truk kontainer muat barang yang semakin berkembang memenuhi jalan raya.

"Nanti rencananya, kami akan aktifkan kembali rel untuk kereta barang. Sebab, arus truk kontainer yang muat barang semakin ramai melintas di jalan raya," kata Asisten Manajer Eksternal Humas PT KA DAOP VIII Surabaya, Hery SW saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (23/9/2010).

Hery mengungkaplan bila jalur KA barang kembali aktif, efek positif juga akan dirasakan pengguna jalan raya. Kereta barang ini nantinya akan mengurangi jumlah truk kontainer yang melintas di sekitar jalur Gresik-Kandangan dan sebaliknya.

Selain memuat barang-barang sembako dan kebutuhan rumah tangga, kereta ini juga akan mengangkut bahan-bahan kimia yang rawan bahaya. Untuk itulah, keamanan jalur KA barang ini juga harus ditingkatkan supaya tidak mengakibatkan peristiwa yang tidak diinginkan.

"Bayangkan saja, bila 1 truk hanya bisa memuat 5 ton barang, satu gerbong kereta barang mampu muat hingga 40 ton barang. Padahal satu kereta barang terdiri dari 20 gerbong. Kami yakin bisa mengurangi hingga 1600 truk yang melintas per harinya," tuturnya.

Bangunan liar yang ada di dekat stasiun pun dibersihkan. Seperti bangli di sekitar Stasiun Indro, Desa Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik dilakukan untuk mengaktifkan kembali rel kereta barang.

::: News Link ::

| | edit post

Jumlah Penumpang KA di Cirebon Turun

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 21 September 2010 0 komentar


CIREBON, KOMPAS.com - Jumlah penumpang kereta api yang naik di sejumlah stasiun di wilayah Daerah Operasional (Daop) III Cirebon selama arus mudik dan balik tahun ini turun sekitar 4,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Hingga H+7, Sabtu (18/9/2010) jumlah penumpang kereta api yang naik di sejumlah satsiun di Cirebon mencapai 99.393 orang. Jumlahnya tidak sebanyak realisasi penumpang arus mudik-balik tahun 2009, sebanyak 104.265 orang.

Menurut Kepala Stasiun Cirebon Heru Hartadi, Minggu (19/9), salah satu penyebabnya adalah dua dari lima KA Cirebon Ekspres pindah stasiun keberangkatannya, dari Stasiun Cirebon ke Stasiun Tegal.

"Jadinya, jumlah penumpang yang naik dari Cirebon turun. Tapi, jumlah penumpang kereta sebenarnya naik, apalagi KA Cirebon Ekspres," kata Heru.

Jika dirata-rata, penumpang kereta arus balik yang naik dari Cirebon per hari sekitar 9.200 orang. Adapun puncak arus balik tahun ini terjadi pada H+2 dan H+5, penumpangnya mencapai 10.211 orang dan 9.976 orang.

Namun, diakui oleh Adi Purwanto, Wakil Kepala Stasiun Cirebon, puncak arus balik lebaran tahun meleset dari perkiraan Daop III Cirebon. Awalnya, puncak arus balik diperkirakan terjadi H+1 dan H+8, hari Minggu. Namun pada H+8 jumlah penumpang kereta yang naik di Cirebon kurang dari 7.500 orang.

::: News Link ::

| | edit post

Suara Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

JAM KARET

Tingtong tingtong, tingtong tingtong (biasa ciri khas bunyi stasiun kita). PERHATIAN-PERHATIAN MOHON MAAF BAGI PARA PENUMPANG KERETA CIREBON EXPRES YANG JADWAL PEMBERANGKATAN YANG SEHARUSNYA PUKUL 18:45 MENIT KERETA ANDA MASIH BERADA DI STASIUN GAMBIR… BLA .. BLA …

Kenyamanan dan ketepatan waktu sepertinya hanya mimpi bagi setiap pengguna kereta api kita, sudah bertahun-tahun seakan-akan hanya berupa fenomena semata belaka. Kita menginginkan Kenyamanan dan ketepatan waktu dalam menempuh perjalanan jauh, terlebih faktor keamanan tentunya. Keterlambatan waktu sudah menjadi sesuatu yang lumrah dan suatu hal yang sangat biasa. Komentar :Arrgghh … Menyebalkan !!!

Bukan kah kita harus menghargai waktu, mungkin slogan tersebut hanya kita temui dalam pelajaran sekolah dan jam kantor. Sering kita jumpai keterlambatan kereta yang molor hingga 1 jam dan BAHKAN LEBIH !!! yah lagi-lagi diharap maklum. Komentar : Gila ya (bahasa kapal) .

Jika kita bertanya, “Kenapa Pa, ko Keretanya Telat” jawab Petugas “Sedang Antrian Pa di stasiun –Anu- “ “ Oh ada perbaikan –ada kereta yg anjlok Pa” “Langsiran Pa ada Loko yang Mogok” tapi ada juga jawaban yang menyebalkan “Ah biasa Pa baru setengah jam” . Yah itulah kereta tercinta kita sering terlambat, Budaya ngaret (orang cirebon bilang) sepertinya sangat susah dihilangkan. Apalagi jika menghadapi liburan sekolah atau hari Raya (pulang Mudik) Jam Molor bisa dikatakan “ So Pasti “ Telat !!!.

Ada suatu cerita lucu yang pernah saya alami sewaktu pulang balik ke arah Jakarta waktu itu setelah Lebaran, seperti biasa saya naik kereta Cirek dengan jam pemberangkatan sore pukul 17:35 wib (ada kereta tambahan) tapi jangan salah saya berangkat pukul 17:35 wib adalah jadwal kereta yang berangkat pukul 15:00 wib (bearti sudah telat 2,5 jam !!). Begitu berangkat selang berapa puluh menit sampailah kita di Stasiun Jatibarang, seperti biasa kereta cirek berhenti dan menampung penumpang yang akan balik ke Jakarta setelah selesai penumpang berebut naik, lalu Kereta Cirek Mulai jalan lagi, kira-kira setelah 5 menit kereta berangkat ada seorang Bapak yang bingung karena tidak dapat tempat duduk (padahal dia punya karcis di Gerbong yang sama persis dengan nomor Gerbong yang saya naiki) setelah saya tanya dengan maksud membantu ternyata dia memiliki Nomor yang sama dengan nomor tempat duduk yang ada di sebelah tempat duduk saya, sempat adu mulut dengan penumpang di sebelah saya. Tapi setelah saya koreksi ternyata si-Bapak dapat karcis dengan jadwal Pembrangkatan yang pukul 17:30 wib (dan kereta tersebut bearti masih nunggu antrian di belakang kereta kita) Komentar : Hahaha … kasian tuh si Bapak kayak orang linglung inilah akibat ngaret … tapi sekali lagi … ‘ Ya di HARAP MAKLUM

Tantangan untuk para pengurus Managemen PT.KAI bisakah anda TEPAT WAKTU ??? minimal jangan sering-sering molor (minimal mendekati) .


Di Tulis Oleh

Sastrajendra

| | edit post