SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI




Jakarta - Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menggelar acara istigotsah dilanjutkan dengan salat gaib untuk para korban tabrakan kereta api (KA) di Pemalang, Jawa Tengah, pekan lalu. Kecelakaan maut itu telah merenggut nyawa 34 penumpang KA Senja Utama Semarang.

Istigotsah malam ini, Kamis (7/10/2010), digelar di Masjid Cut Nyak Dien, Jl Johar, Menteng, Jakarta Pusat. Acara itu diikuti oleh kurang lebih 70 orang, termasuk di antaranya para pegawai Ditjen Perkeretaapian.

Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan juga terlihat hadir. Istigotsah yang dimulai setelah ibadah salat maghrib tersebut dipimpin oleh Habib Ali Muchdar.

"Malam ini Kemenhub bersama masyarakat melakukan istigotsah, mendoakan korban meninggal dunia dalam kecelakaan khususnya di Petarukan Pemalang beberapa waktu lalu," kata Tunjung kepada wartawan.

Menurut Tunjung, istigotsah juga dimaksudkan sebagai bentuk keperihatinan atas terjadinya serangkaian kecelakaan KA belakangan ini.

Tunjung menjelaskan, pihaknya telah memerintahkan kepada PT KA untuk memberi santunan terhadap keluarga korban meninggal. Santunan itu total berjumlah Rp 65 juta per orang, dengan rincian dari PT Jasa Raharja Rp 25 juta, Asuransi Jasindo Rp 35 juta, dan PT KA Rp 5 juta.

"Sedangkan untuk yang luka akan ditanggung sampai sembuh. Ini juga berlaku juga untuk korban di solo, Jawa Tengah," ucapnya.

Seperti diketahui, KA Agro Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (2/10/2010), lalu. Akibat kejadian itu, gerbong terakhir KA Senja Utama ringsek. Kecelakaan maut itu juga menyebabkan 34 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

::: News Link ::

| | edit post

KA Tabrak Truk di Permata Hijau

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 06 Oktober 2010 0 komentar

Evakuasi Masih Berlangsung,
Polisi Masih Cari Sopir Truk


Jakarta - KRL jurusan Serpong - Tanah Abang dan yang menabrak truk di perlintasan Permata Hijau masih dievakuasi. Polisi masih mencari sopir truk.

"Masih belum kelar. Sedang dievakuasi. Sopirnya belum ketemu," ujar petugas Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya Aiptu Rahman ketika dihubungi detikcom pukul 22.30 WIB.

Rahman juga mengatakan truk sampah yang tertabrak KA itu mengakibatkan tiang listrik tumbang. Dalam situs TMC truk itu bernopol B 9271 ZQ.

Evakuasi yang masih berlangsung itu, imbuh Rahman, menimbulkan kemacetan di lokasi. Sudah ada petugas yang menangani kemacetan.

Smentara petugas Operations Center PT KA, Tebe mengatakan evakuasi KRL sedang berlangsung. "Lagi ditarik," kata Tebe.

Kronologis

Kronologis tertabraknya truk oleh KRL Serpong - Tanah Abang, menurut situs TMC diduga pengemudi truk bernomor polisi B 9721 ZQ tersebut melanggar lampu lalu lintas di perlintasan rel.

Akibatnya KRL yang sedang melaju cukup kencang dari arah Kebayoran Lama menuju Tanah Abang menabrak truk lalu menyeret badan truk sejauh puluhan meter. Tiang aliran listrik KRL ikut jatuh pula menimpa bagian atas kereta.

Sedangkan petugas Operations Center PT KA Tebe mengatakan KA tersebut menabrak truk hingga berhenti karena mengenai tiang listrik. "Dia nerobos, kejebak macet," ujar Tebe.

Sebelumnya, saksi mata Anto yang dikonfirmasi detikcom mengatakan truk tersebut tidak menerobos palang pintu perlintasan, melainkan terjebak macet dan posisi truk masih di perlintasan sehingga KRL melintas.

"Truk itu bukan menerobos, karena macet otomatis palang lintasan otomatis nggak bisa ketutup, kereta lewat," jelas Anto.

Padahal petugas penjaga lintasan KA itu, imbuh Anto, sudah memperingatkan masinis. Petugas terlihat sibuk hingga memberikan sinyal dengan mengacung-acungkan bendera.

"Truk yang ditabrak bak terbuka. Habis nabrak kereta langsung berhenti dan korslet aliran listriknya. Truknya malang di perlintasan," imbuh Anto yang saat itu hendak pulang ke rumahnya di kawasan Senayan ini.

:::: news Link ::

| | edit post
Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 05 Oktober 2010 0 komentar


Gimana kalo yg ini berdampingan sama celana pendek jadi header.. setuju ???

| | edit post
Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

KEPEDULIAN ANGGOTA CIREX YANG SIAP JIKA DIPERLUKAN UNTUK DIPERBANTUKAN, ini adalah salah satu wujud kepedulian anggota Cirex, dalam membantu Penumpang Cirek agar tidak tersesat di dalam Gerbong Kereta, bentuk kepedulian semisal membantu tugas Pramugari, berikut dengan kostum special.

Maraknya penumpang yang tersesat dalam menemukan Gerbong kereta yang sesuai dengan nomor yang tertera dalam ticket, dan untuk menghindari berjubelnya penumpang dalam menemukan tempat duduk hingga berakhir di Gerbong kereta makan.

Banyolan -red

Sastra Jendra


| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Menhub: Kecelakaan Jelas Kesalahan Fatal Masinis

Jakarta - Menteri perhubungan Freddy Numberi menyatakan kecelakaan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek disebabkan kesalahan masinis. Masinis dianggap melakukan tindakan yang tidak sesuai prosedur.

"Dari evaluasi di lapangan jelas ini kesalahan fatal masinis," kata Freddy Numberi.

Hal ini disampaikan dalam rapat kerja komisi V DPR dengan Kementerian Perhubungan dan PT KAI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2010).

Freddy menjelaskan, dalam hasil pemeriksaan ditemukan rekaman pembicaraan antara masinis dan asisten masinis. Dalam rekaman tersebut, terdengar asisten menegur masinis untuk memberitahukan sinyal merah.

"Tapi masinis mengatakan itu lampu sudah hijau. Dan dia masuk," imbuhnya.

Sementara itu, Freddy sendiri tidak mau berkomentar banyak soal desakan agar dirinya mundur.

"Saya sudah bekerja, yang penting bagi kita adalah sudah bekerja. Kita harus lihat kewenangan yang benar. PT KAI harus dilihat dengan kaca mata jernih," ujarnya.

:::News Link :::

| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Komisi V Segera Bentuk Panja Keselamatan Transportasi KA


Jakarta
- Komisi V segera akan membentuk Panita Kerja (Panja) Keselamatan Transportasi Kereta Api. Komisi V juga akan segera memanggil Kementerian BUMN untuk menjelaskan masalah kecelakaan antara Kereta Argo Angrek dan Senjata Utama Yogyakarta.


"Dari rapat kerja hari ini kita ambil kesimpulan yaitu membuat Panja Keselamatan Transportasi Per-kereta Apian," ujar ketua Komis V DPR Yasti Soepiedjo Mokoagow.

Hal ini dikatakannya usai mengadakan rapat kerja sama antara Menteri Perhubungan dan PT KAI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2010) malam.

Komisi V juga berencana akan memanggil Menteri BUMN untuk bisa menjelaskan masalah tabrakan kereta api antara Argo Anggrek dengan Senja Utama Yogyakarta.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Freddy Numberi akan memberikan jawaban tertulis kepada anggota DPR mengenai berbagai macam hal yang ditanyakan, terumata pada masalah tabrakan kereta api.

"Tentunya kami akan memberikan jawaban tertulis atas pertanyaan untuk membantu kerja bapak dan ibu dalam Panja nanti," kata Freddy.

Seperti diketahui, Menteri Perhubungan Freddy Numberi dalam Rapat Bersama dengan DPR dan PT KAI menyatakan, kecelakaan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek disebabkan kesalahan masinis. Masinis dianggap melakukan tindakan yang tidak sesuai prosedur.

:: News Link :::

| | edit post
Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


SALAH SATU BENTUK KEPEDULIAN ANGGOTA PAGUYUBAN CIREK

Membantu tugas Pak Kondektur, memang luar biasa para Anggota Paguyuban Cirebon


| | edit post

Calon header alternatif 2, setuju ???

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 04 Oktober 2010 0 komentar

| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

SBY: Petugas yang Lalai Harus Diberi Sanksi

Jakarta - Bila hasil investigasi menyimpulkan bahwa penyebab kecelakaan KA di Pemalang adalah kelalaian petugas, maka yang bersangkutan harus dijatuhi sanksi. Sedangkan bila akibat prasarana yang kurang lengkap, maka harus segera dilengkapi.

Demikian kata Presiden SBY menyinggung tabrakan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah, dan kecelakaan transportasi lainnya. Hal ini disampaikannya saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/10/2010).

"Kalau ada memang kelalaian, apalagi sampai mengakibatkan korban jiwa, berikan sanksi. Begitulan sistem dan etika yang kita tegakkan," kata SBY.

Mengenai keterbatasan prasarana dan sistem tranportasi umum, Presiden SBY perintahkan untuk segera dilengkapi. Sebab bagaimana pun faktor keselamatan dan keamanan perjalanan yang menjadi prioritas.

"Kalau ada sarana dan sistem yang tidak lengkap, lengkapi. Kita tahu banyak yang membutuhkan sistem dan instrumen transportasi, silahkan dilengkapi," ujarnya.

Khusus kepada menteri terkait transportasi umum, Presiden SBY mengingatkan untuk mengelola menajemen dan melakukan pengawasan. Menteri harus memastikan jasa transportasi umum baik darat, laut dan udara berjalan baik, dengan turun langsung ke lapangan.

"Iklim dan cuaca memang tidak bersahabat , tetapi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjalankan itu," tegas SBY.
:: News Link ::

=======================================
Sebelum Kecelakaan di Solo,
KA Gaya Baru Dilempari Batu


Jakarta - Dua kecelakaan KA terjadi pada 2 Oktober lalu. Salah satunya terjadi di Solo, yakni saat KA Gaya Baru Malam dari Surabaya-Jakarta ditabrak KA Bima jurusan yang sama. Sebelum kecelakaan terjadi, KA Gaya Baru sempat dilempari batu oleh massa.

Peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (2/10) sekitar pukul 02.39 WIB. Kejadian bermula saat KA Gaya Baru Malam masuk ke stasiun Purwosari, Solo. Kereta saat itu masuk ke lintasan satu, tetapi saat berhenti, kondisi kereta belum sempurna masuk ke lintasan satu.

"Gerbong terakhir masih berada di wesel, kemudian ditabrak oleh kereta Bima," kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan saat jumpa pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (4/10/2010).

Tundjung menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, ada massa yang melempari KA Gaya Baru Malam karena diduga ada suporter Persib Bandung yang akan pulang ke Bandung dari Sidoarjo. Ulah massa tersebut mengganggu psikologis masinis, sehingga dia tidak berani melanjutkan kereta hingga masuk sepenuhnya ke lintasan satu.

"Akibatnya masinis tidak bisa langsung masuk ke jalur satu sehingga ditabrak, terjadilah peristiwa naas itu," imbuh Tundjung.

Menurut Tundjung, lemparan terhadap KA yang melintas di Solo kerap terjadi. "Itu mulai dari daerah Palur sampai ke Purwosari, itu masyarakat sering melempari kereta," jelasnya.

Kecelakaan itu mengakibatkan gerbong terakhir KA Gaya Baru Malam mengalami kerusakan di sisi kirinya. Satu orang tewas dan 4 orang luka-luka dalam peristiwa tersebut.

::: News Link ::
========================
Cegah Ngantuk, Jumlah Masinis Harus Ditambah

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan PT KA untuk merekrut masinis baru untuk mencegah terjadinya kecelakaan kereta akibat masinis mengantuk. Dengan merekrut masinis baru, sehingga jumlah jam kerja masinis 3 atau 4 jam.

"Ke depan dengan adanya dana yang ada, PT KA harus menambah jumlah masinis. Sehingga dengan jumlah banyak shift-nya bisa 3 atau 4 jam," ujar Menhub Freddy Numberi.

Menhub mengatakan itu di kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2010).

Menhub mengatakan, waktu kerja masinis 6 atau 8 jam dinilai cukup melelahkan. Sehingga dengan penambahan personel baru, jam kerja masinis bisa 3 atau 4 jam.

Selama ini, lanjut Menhub, pihaknya hanya memberi rekomendasi calon masinis yang dipilih. Pemilihan tetap dilakukan oleh PT KA.

"Rekrutmen mereka dilakukan PT KA, kita hanya membantu sertifikasi saja," kata Menhub.

Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling.

Kecelakaan maut itu mengakibatkan 34 orang tewas, dan 36 orang luka-luka. Dari total jumlah orang yang luka tersebut, 34 orang menderita luka berat, sedangkan 2 orang mengalami luka ringan.

30 Orang yang mengalami luka berat sudah dirujuk ke RS daerah di Solo, Semarang, dan Surabaya sesuai permintaan keluarga dan korban. Kecelakaan ini karena masinis KA Argo Anggrek mengantuk.
::: News Link ::

| | edit post

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 03 Oktober 2010 0 komentar



Surabaya - Aksi pelemparan terhadap KA Pasundan dan Sancaka menimbulkan banyak kerusakan. Selain penumpang mengalami luka-luka terkena lemparan batu, kaca dan gerbong mengalami kerusakan parah. Tapi berapa kerugian yang dialami, PT KA belum bisa memprediksinya.
"Kami masih belum bisa memprediksi berapa besar kerugiannya. Karena kereta sekarang masih mengantar penumpang menuju stasiun Kiara Condong, Bandung. Tapi kalau saya hitung kotor, mungkin sekitar puluhan juta rupiah untuk memperbaiki body kereta," kata Asisten Manajer Eksternal Humas PT KA Daops VIII Hery SW saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (3/10/2010).
PT KA bekerjasama dengan Jasa Raharja akan menanggung biaya bagi penumpang yang harus menerima perawatan dari rumah sakit. Hery SW mengatakan, selain mengakibatkan kerusakan pada badan kereta, aksi ini juga mempengaruhi dampak psikologis penumpang. Baginya, para penumpang tersebut berpeluang trauma untuk kembali menggunakan KA sebagai angkutan transportasi.
"Aksi ini juga merugikan secara psikis. Penumpang bisa trauma dan tidak berani lagi naik kereta. Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi, cukup yang terakhir. Coba bayangkan saja kalau ada keluarga kita yang ada di dalam kereta tersebut," tuturnya.
Sebelumnya, dua KA, Pasundan dan Sancaka dilempar batu di Solo. Aksi ini dilakukan ratusan warga di sekitar stasiun Solo Balapan. Alhasil, beberapa penumpang kereta tujuan Bandung tersebut mengalami luka. Dan sebanyak 4 dari 8 gerbong terakhir KA Pasundan mengalami kerusakan paling serius.
=================================
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberikan dana santunan sekitar Rp 2,275 miliar bagi 35 orang korban meninggal dunia dalam kecelakaan tabrakan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu kemarin (2/10/2010).
Menurut Kepala Humas KAI Sugeng Priyono, setiap ahli waris korban yang meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp 5 juta. Santunan ini di luar klaim asuransi dari PT Jasa Raharja (Persero) sebesar Rp 60 juta.
"Kalikan saja Rp 60 juta kali 35 orang. Kali Rp 5 juta juga. Kami upayakan agar sudah dapat diterima saat korban dimakamkan," ujar Kepala Humas KAI Sugeng Priyono ketika dikonfirmasi detikFinance di Jakarta, Minggu (3/10/2010).
Sementara untuk penumpang yang mengalami cacat tetap akan mendapatkan santunan maksimal Rp 50 juta dan biaya rawat inap Rp 25 juta.
Berdasarkan data terakhir yang disampaikan perseroan tercatat 35 orang meninggal dunia, 34 orang dirawat. Hingga kini korban rawat inap tinggal 25 orang.
"Sisanya sudah pulang semua. Untuk yang dirawat, itungannya tidak segitu (Rp 50 juta untuk cacat permanen, Rp 25 juta untuk biaya rawat inap). Ini hanya plafon." tegasnya.
Evakuasi korban dan pembersihan lokasi kecelakaan memang telah tuntas pada pukul 09.00 tadi pagi. Jalur III yang menjadi titik kecelakaan telah bersih dan dapat beroperasi kembali."Dari hasil evakuasi, korban lebih banyak yang patah tulang. Juga seperti yang disampaikan, mungkin banyak yang terjepit. Masih ada satu korban yang belum teridenfikasi," ucap Sugeng.
Total jumlah korban yang masih dirawat, tersebar di berbagai kota mulai dari Pemalang, Solo, Semarang serta Surabaya.
Sabtu (2/10/2010) kemarin memang terjadi kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang. KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek yang tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.
Namun pihak KAI belum dapat menegaskan hal tersebut. "Kita belum sampai ke sana, karena kita baru selesai evekuasi. Belum sampai ke SDM," imbuhnya.
=================================


Surabaya - Dua kereta, Pasundan dan Sancaka dilempar batu saat mendekati stasiun Solo Balapan. Alhasil, beberapa penumpang kereta tujuan Bandung tersebut mengalami luka.
Peritiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (3/10/2010). Saat pelempara, KA Pasundan mengangkut rombongan suporter Persib dan masyarakat umum.
Kejadian itu terjadi tiba-tiba, warga sekitar stasiun Solo Balapan melempar kereta. Sebenarnya tak hanya KA Pasundan yang dilempar tapi KA Sancaka juga dilempar ketika melewati perlintasan yang sama.
"Mungkin kejadian ini runtutan dari kerusuhan tahun lalu. Warga sekitar stasiun Solo Balapan masih menyimpan dendam. Padahal kan tidak semua penumpang kami itu Viking. Ada juga penumpang dari masyarakat umum. Tindakan ini benar-benar merugikan," kata Asisten Manajer Eksternal Humas PT KA Daops VIII Hery SW saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (3/10/2010).
Dari 8 gerbong KA Pasundan, 4 gerbong terakhir mengalami kerusakan paling serius. Selain banyak kaca yang pecah dan retak, badan KA juga mengalami lecet akibat ulah ratusan warga sekitar stasiun Solo Balapan.
Jakarta - Fraksi Partai Demokrat (FPD) tetap kritis dalam rapat dengan Menhub Freddy Numberi terkait kasus kecelakaan 2 kereta api di Jawa Tengah. Keberadaan Freddy dalam Dewan Pembina PD, bukan beban psikologis bagi mereka.
"Nggaklah. Sebagai the ruling party, kami sangat memperhatikan kasus itu. Tentu selalu ada komunikasi dan check and balances," kata Ketua Fraksi PD, M Jafar Hafsah, kepada detikcom, Minggu (3/10/2010).
Menurutnya ada sejumlah materi penting terkait transportasi menjadi sorotan FPD di Komisi V DPR dalam rapat yang dijadwalkan pada Senin (4/10/2010). Di antaranya adalah meminta pemerintah lebih memberi perhatian terhadap kondisi infrastruktur dan sistem kerja demi menghindarkan human error.
"Tidak cuma untuk kereta api, tapi juga kapal, pesawat terbang dan moda lain transpotasi darat. Baik itu yang dikelola BUMN maupun swasta," imbuh Jafar.
Pria kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, itu mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada anggota dari fraksi lain yang memunculkan desakan agar Freddy mengundurkan diri sebagai Menhub. Terhadap kemungkinan tersebut, Jafar menegaskan bahwa yang jadi prioritas adalah tanggung jawab terhadap kasus yang memakan 36 korban jiwa itu.
"Mengundurkan diri atau bagaimana, itu bukan kapasitas kita. Justu yang paling penting adalah tanggung jawab agar kecelakaan tidak terulang," ujar Jafar.
Pemalang - Kecelakaan KA yang masih kerap terjadi mendorong DPR membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian. Sebab kereta api adalah moda transportasi massal primadona masyarakat.
"Untuk menangani masalah ini, DPR akan membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian. Nantinya bisa diketahui siapa yang paling bertanggung jawab dengan adanya kejadian seperti ini," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Yoseph Umar Hadi.
Hal itu disampaikan Yoseph saat melihat lokasi kecelakaan KA Senja Utama yang ditubruk KA Argo Anggrek di Stasiun Petarukan, Pemalang, bersama rombongan anggota Komisi V DPR.
"Akan membuat surat rekomendasi yang akan diberikan langsung kepada Presiden dalam bentuk yang pertama, melaksanakan UU, dan yang kedua pemisahan regulator dan operator. Juga melakukan pembaharuan manajemen perkeretaapian," tambah Yoseph.
Menurut dia, peristiwa-peristiwa semacam itu harus mendapat perhatian serius. Hal ini penting agar tidak terjadi peristiwa serupa di masa mendatang.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR yang turut dalam rombongan tersebut, Epiyardi Asda mendesak Dirut PT KAI untuk dicopot dari jabatannya. Menurut dia, langkah tersebut perlu dilakukan untuk memberikan efek jera sehingga kejadian seperti itu tidak terulang kembali.
"Karena berdasarkan temuan-temuan di lapangan, 98 persen kejadian ini dikarenakan human error atau kesalahan manusia," kata Epiyardi.
Selain meninjau lokasi kecelakaan, Komisi V DPR juga meminta keterangan dari Kepala Stasiun Petarukan dan anggota KNKT yang tengah menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi. Di saat yang hampir bersamaan, di Solo KA Bima menyeruduk KA Gaya Baru.
=================================
Pemalang - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan yang melibatkan KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang, Jawa Tengah. Untuk mengkroscek informasi, KNKT meminta keterangan masinis Argo Anggrek, M Halik Rusianto.
Untuk mendapatkan keterangan dari Halik, anggota KNKT pun menyambangi ruang tahanan Mapolres Pemalang. Maklum, sejak Sabtu 2 Oktober kemarin, Halik telah diamankan pihak kepolisian.
"Kami meminta keterangan ini dengan tujuan untuk mencocokkan fakta di lapangan, di TKP, dan pengakuan dari masinisnya," ujar anggota KNKT, Kartomo, di Mapolres Pemalang, Jl Jenderal Sudirman, Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (3/10/2010).
Kartomo datang bersama kuasa hukum Halik, Tugiman, dan beberapa kerabat Halik. Rombongan tersebut datang ke Mapolres Pemalang sekitar pukul 09.20 WIB.
"Jika temuan nanti benar-benar karena kesalahan faktor manusia maka KNKT akan menyerahkan kepada kepolisian," imbuh Kartomo yang mengenakan kemeja kotak-kotak dan topi KNKT.
Selain mengumpulkan data di TKP, KNKT juga meminta keterangan asisten masinis, H Jiono. Keterangan-keterangan ini akan dikumpulkan sehingga didapat data yang komprehensif.
Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi.
Pemalang - KA Argo Anggrek yang menubruk KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, menewaskan 36 orang. Masinis KA Argo Anggrek pun diperiksa.
Masinis KA Argo Anggrek, M Halik Rusianto, diamankan Polres Pemalang pada Sabtu 2 Oktober kemarin. Setelah menjalani pemeriksaan, dia ditetapkan sebagai tersangka.
"Kemarin klien saya diperiksa sejak pukul 21.00 WIB hingga sekitar 00.00 WIB, lalu ditetapkan tersangka," kata kuasa hukum M Halik Rusianto, Tugiman.
Hal itu disampaikan Tugiman saat menjenguk kliennya di tahanan Mapolres Pemalang, Jl Jenderal Sudirman, Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (3/10/2010).
"Dengan tuduhan pasal 359 dan pasal 360 KUHP juncto pasal 361 KUHP. Status itu diberikan semalam dan kami akan memohon penangguhan penahanan," sambung Tugiman.
Pasal yang digunakan untuk menjerat Halik adalah tentang kealpaan yang dapat mengakibatkan orang lain meninggal atau luka berat. Jeratan lainnya adalah terkait dengan kejahatan yang dilakukan adalah dalam menjalankan suatu jabatan atau pekerjaan. Berdasar KUHP, ancaman hukuman akibat kelalaian yang dilakukan adalah pidana penjara paling lama 5 tahun. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataannya terkait status M Halik.
Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi.
=================================


Pemalang - Bangkai KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, akhirnya berhasil dipindahkan oleh petugas. Kini rel ganda tersebut sudah bersih dan bisa dilalui kembali oleh kereta api.
"Tadi sekitar pukul 05.30 WIB dipindahinnya," ujar salah satu pekerja, Hadi saat ditemui di lokasi, Minggu (3/10/2010).
Pantauan detikcom, pukul 09.00 WIB, belasan petugas dari PT KAI masih terus melakukan perbaikan-perbaikan kecil pada rel. Mulai dari penguatan baut-baut serta penambahan batu-batuan di sekitar rel.
Police line yang sebelumnya terpasang di sekitar kawasan ini juga sudah tidak ada lagi. Namun warga serta polisi masih tampak terlihat di sekitar lokasi kejadian.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dari jumlah tersebut 27 orang sudah dapat diidentifikasi.
================================
Jakarta - Polisi masih terus memeriksa masinis KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama terkait kecelakaan yang menewaskan 36 orang. Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) juga akan memeriksa masinis dua kereta tersebut.
"Tentu saja, karena itu bagian yang harus diinvestigasi," terang Ketua KNKT, Tatang Kurniadi kepada detikcom, Minggu (3/10/2010).
Tatang menjelaskan, pihaknya juga akan mengecek mulai dari perangkat sinyal kereta, kelengkapan yang ada di kereta itu sendiri serta petugas di lapangan. Selain itu, soal umur peralatan yang ada, akan juga jadi bahan penyelidikan KNKT.
Hanya saja, Tatang masih enggan soal dugaan kuat penyebab kecelakaan. Tatang beralasan, proses penyelidikan hingga saat ini masih berlangsung.
Tim dari KNKT hingga saat ini masih berada di lokasi kejadian untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
==================================


Jakarta - Dirut PT Kereta Api Indonesia diminta berbesar hati untuk mundur pasca kecelakaan KA di Pemalang. Sudah terlalu banyak kecelakaan yang terjadi pada alat transportasi massal ini.
"Pemerintah harus ambil tindakan tegas terhadap direksi PT KAI, kita harus minta Dirut PT KAI untuk mundur," kata anggota Komisi V, Epiyardi Asda saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Epiyardi berharap agar Kementerian BUMN untuk cepat bertindak. Dengan respon yang cepat, Epiyardi memastikan, akan timbul efek jera bagi para pemangku jabatan yang tidak becus dalam bekerja.
Selain jajaran PT KAI, Dirjen Perkeretaapian juga diminta ikut bertanggung jawab dalam kejadian ini. Epiyardi menilai, selama ini tidak ada peningkatan kinerja yang baik soal kereta api.
Wakil Sekretaris Fraksi PPP ini meminta agar seluruh pihak tidak sembarangan menimpakan kesalahan kepada masinis saja. Jika hanya persoalan human error, peristiwa ini seharusnya bisa ditanggulangi.
"Kalau tahu human error, kenapa tidak ada pengecekan SDM yang ketat sebelum berangkat dari dulu, jika masinis tidak siap, untuk apa diberangkatkan," imbuhnya.
Pihaknya, lanjut Epiyardi, memastikan akan mencecar jajaran Kementerian Perhubungan, dalam rapat Senin (4/10) besok. Kementerian harus dapat menjelaskan langkah-langkah apa saja yang sudah diambil untuk menangani masalah ini
====================================
Pagi ini, Komisi V Kunjungi Lokasi Tabrakan Kereta

Jakarta - 36 Nyawa melayang akibat tabrakan Kereta Api (KA) Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang. Beberapa anggota Komisi V DPR RI pun akan segera berangkat ke Pemalang untuk meninjau langsung lokasi kejadian.
"Ada beberapa anggota yang nanti akan ke lapangan, bisa 5-6 orang," kata anggota Komisi V, Epiyardi Asda saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010) malam.
Wakil Sekretaris Fraksi PPP ini menjelaskan, kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi terkini dari para korban kecelakaan kereta. Hasil kunjungan nantinya akan menjadi bahan perbincangan anggota Dewan saat rapat dengan jajaran Kementerian Perhubungan, Senin (4/10) besok.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.

::: Sumber Detik.Com:::

| | edit post