SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



17 Stasiun Kereta Api Mendapatkan Penghargaan dari Kementerian Perhubungan

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 30 November 2010 0 komentar

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memberikan penghargaan pelayanan publik 2010 kepada 17 Stasiun Kereta Api yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera dalam kategori pelayanan penumpang di Stasiun Kereta Api (KA). Pemberian penghargaan ini sebagai wujud prestasi dalam melayani para pengguna jasa kereta api, serta dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap konsumen sebagai pengguna jasa transportasi publik

Kiri: Menteri Perhubungan, Freddy Numbery (kiri) memberikan penghargaan Pelayanan Publik 2010 Prima Pratama kepada Kepala Stasiun Besar Tugu, Asdo Atrivianto (kanan).
Kanan: Para Kepala Stasiun Kereta Api memperlihatkan penghargaan pelayanan publik 2010

Pemberian penghargaan ini dilakukan di ruang Sriwijaya Kompleks Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (24/11), diberikan langsung kepada masing-masing Kepala Stasiun yang mendapatkan penghargaan dengan berbagai tingkatan penilaian. Penilaian ini berdasarkan dari hasil dua tim yang berbeda, tim dari internal Kementerian Perhubungan dan tim konsultan. Tiga Stasiun KA mendapatkan penghargaan Prima Madya, yaitu Stasiun Besar Gambir, Stasiun Besar Bandung, dan Stasiun Besar Surabaya Gubeng. Tujuh Stasiun mendapatkan Prima Pratama, diantaranya Stasiun Besar Tugu, Stasiun Besar Cirebon, Stasiun Besar Solo Balapan, Stasiun Besar Kertapati, Stasiun Besar Medan, Stasiun Besar Surabaya Pasar Turi, Stasiun Besar Jakarta Kota. Sedangkan bagi Stasiun Tanjung Karang, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Besar Semarang Tawang, Stasiun Jatinegara, Stasiun Semarang Poncol, dan Stasiun Lempuyangan, mendapatkan penghargaan Pemenang Partisipasi.

Pemberian penghargaan pelayanan publik 2010 ini bertujuan untuk memberikan stimulus dan motivasi bagi para pelaksana pelayanan publik di bidang transportasi agar selalu berinovasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua konsumen. Selain itu, dengan adanya penghargaan ini, diharapkan muncul semangat kompetisi dan mendorong kreatifitas unit operator pelayanan jasa transportasi untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

::: News Link :::

| | edit post

Jalur Kereta Bandung-Jakarta Ambles di Stasiun Cilame

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 28 November 2010 0 komentar


Bandung - ‎​Jalur kereta api Bandung-Jakarta, di Stasiun Cilame ambles sedalam 1 meter dan panjang 7 meter. Meski demikian, peristiwa ini tidak menyebabkan gangguan perjalanan kereta.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.13 WIB, Minggu (28/11/2010). Perjalanan kereta api tidak terhalang, namun kecepatan dikurangi hingga 5 km per jam.

"Yang ambles itu di sepur 2, nah sepur 1 masih bisa dilalui. Jadi perjalanan kereta tak terganggu, cuma kecepatan dikurangi," ujar Kepala Humas Daop 2 PT KA Bambang S Prayitno melalui pesan singkatnya yang diterima redaksi detikbandung.

Dampak lain dari amblesnya jalur kereta itu, kata Bambang, di Stasiun Cilame tak bisa dilakukan persilangan dengan kereta lainnya.

"Kami masih berusaha memperbaikinya, ya doakan segera selesai," ujarnya singkat.

::: News Link :::

| | edit post

Lamongan - Kecelakaan kereta api kembali terjadi di Lamongan. Kali ini, 3 nyawa melayang setelah truk memuat batu kapur tertabrak KA Argo Anggrek di perlintasan kereta api tak berpalang pintu di Desa Singosari, Sidodadi, Minggu (29/11/2010) pagi. Menurut keterangan salah seorang saksi mata kejadian, Sarto, mengatakan truk bernopol S 8584 C yang dikemudikan oleh Sutrisno, warga Desa Kendoro, Kecamatan Palang, Tuban melaju dari arah utara ke selatan. Pada saat yang sama, melaju KA Agro Anggrek dari arah timur hendak menuju Jakarta. Warga yang melihat ada sebuah truk engkel bermuatan batu kapur, berusaha untuk meneriaki truk naas tersebut. Namun, teriakan warga sekitar agar truk tersebut menepi karena ada KA yang sedang melaju ternyata tidak didengar sopir dan penumpang truk. Kereta bernomor lokomotif CC 20321 yang dimasinisi Agus Suyanto tersebut langsung menabrak truk tepat di bagian tengah kendaraan itu. "Bahkan truk sempat terseret beberapa meter dari lokasi kejadian dan batu kapur langsung ikut semburat," tandas Sarto. Akibat kejadian ini, tiga penumpang truk yang kesemuanya warga Desa Kendoro, Kecamatan Palang Tuban tewas. Tiga korban yang tewas tersebut diantaranya adalah Mulyadi, kuli truk, Sutrisno, kernet truk, serta Sumadi.

| | edit post

Penjepit Rel Dicuri, PT KA Tingkatkan Pengamanan Rel Kereta

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 23 November 2010 0 komentar

PT KA akan meningkatkan pengamanan jalur rel kereta di kawasan Jakarta. Hal ini terkait dengan tertangkapnya seorang pencuri besi penjepit rel kereta api (pendrol) di Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Pencurian ini sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kecelakaan. Kereta bisa terguling atau anjlok akibat pencurian pendrol itu," kata Kahumas Daops I PT KA Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Rabu (24/11/2010). Mateta menjelaskan, PT KA telah melakukan pemeriksaan rel kereta api secara berkala. Juru penilik jalan kereta telah memeriksa jalan kereta secara rutin. "Mereka memeriksa rel dengan berjalan kaki dari satu stasiun ke stasiun lainnya pada malam hari," katanya. Mateta menyatakan, fungsi pendrol sangat vital dalam perjalanan kereta api. Pendrol adalah kunci penguat antara rel dan bantalan beton. Alat ini digunakan agar dudukan rel tidak berubah. "Kalau hilang ya bisa terjadi kecelakaan," katanya. Mateta meminta masyakarat ikut membantu mengawasi jalur-jalur kereta yang telah ada. Ia mengimbau masyarakat segera melapor jika melihat ada sesuatu yang mencurigakan. "Peran masyarakat sangat penting. Dalam UU juga dinyatakan kalau masyarakat harus terlibat dalam pengamanan perjalanan kereta," katanya. Sebelumnya, Polsek Tanjung Priok mengamankan Slamet Riyadi (37) saat mengambil besi di lintasan rel kereta Kampung Bahari RW 12, Tanjung Priok. Polisi menemukan barang bukti berupa pendrol sebanyak 17 buah senilai Rp 20 juta.

:::;;News Link :::

| | edit post

Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap dirombak. Saat ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menyiapkan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Menurut Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin, dua posisi direksi yang akan diganti antara lain Direktur Keuangan dan Direktur Pengembangan Usaha. Sementara untuk posisi Direktur Utama KAI Ignasius Jonan, menurutnya masih akan dibicarakan lebih lanjut. "Dirutnya nanti tergantung kesepakatan pemegang saham. Pergantian ini akan dilakukan secepatnya, tapi tetap tergantung hasil di TPA (Tim Penilai Akhir) nanti," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (23/11/2010). Ia menambahkan, beberapa posisi yang dirombak itu alasannya karena sudah habis masa jabatannya. Selain itu, ada juga yang akan dirombak atas dasar untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja perusahaan pelat merah tersebut. "Untuk setiap posisi akan dicarikan 3 orang calon untuk diseleksi. Agar lebih fokus, struktur organisasinya juga akan dikembangkan," ujarnya. Setelah dilakukan fit and proper test oleh Kementerian BUMN, hasilnya akan dibawa ke TPA yang diketuai oleh Wakil Presiden Boediono. Setelah keputusan TPA keluar, maka jajaran Direksi dan Komisaris KAI yang baru bisa disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pada intinya, menurut Sumaryanto, pergantian ini dilakukan untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat, sehingga mengurangi tingkat kecelakaan kereta. Namun ia mengakui, tingkat kecelakan kereta api dari tahun ke tahun sudah menurun dengan adanya peremajaan di tubuh KAI. Ia menambahkan, agar bisa memantau kinerja masing-masing direksi, Kementerian BUMN telah menetapkan 6 poin dalam key performance indicator (KPI) bagi direksi KAI. Enam poin tersebut diantaranya, memberikan pelayanan kepada pelanggan, menyampaiak dengan jelas produk-produk KAI, proses bisnis yang berkelanjutan, perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM), kepemimpinan dalam perusahaan dan kinerja keuangan. "Nanti poin itu akan dijadikan bobot, jadi bisa diukur dalam satu periode apakah KPI itu terpenuhi atau tidak," jelasnya.

| | edit post

Rel KA dan Pipa Gas Jembatan Selat Sunda ( JSS )

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 22 November 2010 0 komentar


Jakarta Selain sebagai jembatan penghubung jalan darat antara pulau Jawa dan Sumatera,Jembatan Selat Sunda (JSS) juga akan dilewati oleh rel kereta api dan jalur pipa gas.

Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta Bappenas Bastary Panji Indra mengatakan proyek JSS ini memang merupakan proyek multi infrastruktur yang di atasnya tidak hanya terdiri dari jalan saja.

"Ada Kereta api, jembatan, pokoknya multi infrastruktur. Jadi ada jalan, kereta, dan pipa gas," jelas Bastary saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (22/11/2010).

Bastary mengatakan proyek senilai Rp 250 triliun ini ditargetkan akan dimulai pada tahun 2014. Saat ini pemerintah tengah mempersiapkan studi kelayakan proyek ini yang menelan biaya Rp 1,5 triliun.

Studi kelayakan ini termasuk sampai melakukan survey bawah laut dan melihat keberadaan Gunung Anak Krakatau.

"Proyek ini belum akan ditawarkan karena prosesnya masih perlu persiapan, studinya. JSS diharapkan 2011 sudah mulai dalam proses studi lanjutan. Itu yang kita harapkan," ujarnya.

Menurut Bastary, dalam pembangunan proyek ini, pemerintah akan bekerja dengan swasta untuk membantu pembiayaannya.

"Karena memang untuk kerjasama pemerintah swasta. Jadi bebannya tidak di pemerintah secara keseluruhan. Mungkin ada bantuan teknis dan dukungan pemerintah yang diperlukan, nanti akan kita lihat dalam studinya. Seberapa besar dukungan pemerintah," jelasnya.

Proyek JSS ini diyakini Bastary sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di dua pulau yang terhubung tersebut. Apalagi hampir seluruh dananya memakai dana swasta sehingga mendorong laju investasi.

"Jadi kenapa mesti ditunda-tunda, kecuali kalau benar-benar dalam studinya proyek ini tidak feasible, mungkin harus ditunda. Tapi jika proyek ini feasible dan pakai uang swasta, kenapa harus kita tunda?" tukas Bastary.

:: News Link ::

| | edit post

PT KA Optimis Kenaikan Harga Tiket Ekonomi Tak Memberatkan

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 21 November 2010 0 komentar

Naiknya harga tiket KA Ekonomi mulai diberlakukan hari ini telah dipersiapkan sejak lama. Kebijakan pusat ini beralasan untuk efektivitas dana produksi cetak karcis KA. Pihak PT KA memprediksi calon penumpang tidak akan keberatan dengan kenaikan Rp 500 hingga Rp 1.000.

"Dari kebijakan pusat, penyesuaian jarak minimim ini memang sejak lama sudah dipersiapkan. Tujuannya untuk meminimalisasi produksi cetak karcis KA," kata Humas PT KA Daops VIII, Sri Winarto,
Di samping itu perkembangan ekonomoi secara makro, tambah Sri Winarto, cukup mengalami kenaikan yang signifikan. Saat ditanya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pihaknya mengaku belum secara menyeluruh mempublikasikannya.

"Pada dasarnya perubahan hanya sebatas penyesuaian itu saja, tidak terlalu berat untuk masyarakat," tambahnya.

Sebelumnya mulai hari ini, Rabu (17/11/2010) rute Kereta Api (KA) khususnya golongan ekonomi jarak minimum mengalami kenaikan. Kini, pemberangkatan dari stasiun Gubeng, jarak pendeknya diperpanjang hingga Surabaya-Lawang dengan karcis seharga Rp 3.500.

::: News Link ::

| | edit post

Harga Tiket KA Ekonomi Naik Hari Ini

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Harga tiket Kereta Api (KA) ekonomi jarak minimum mulai hari ini mengalami peningkatan. Bagi penumpang yang berangkat dari Stasiun Gubeng, jarak pendeknya diperpanjang hingga Surabaya-Lawang dengan harga tiket Rp 3.500.

Calon penumpang yang hanya menempuh rute hingga Stasiun Bangil, juga dikenai tiket seharga tujuan Lawang yakni Rp 3.500. Kenaikan tiket ini diprediksi tidak akan memberatkan penumpang.

"Perubahan ini merupakan kebijakan pusat bahwa harus ada penyederhanaan jarak minimum. Dan kenaikan tarifnya hanya berkisar antara Rp 500 hingga Rp 1.000, tidak akan memberatkan masyarakat," kata Humas PT KA Daops VIII Sri Winarto saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (17/11/2010).

Kenaikan harga tiket ini, kata Sri Winarto, tidak akan mempengaruhi rute jarak jauh. Misalnya untuk harga tiket KA Penataran rute Surabaya-Blitar melewati Malang konsisten di harga Rp 5.500. Bahkan untuk perjalanan Surabaya-Kertosono mengalami penurunan tarif karcis Rp 500.

"Calon penumpang tidak perlu khawatir. Kenaikan tarif akibat penyesuaian jarak minimim ini tidak akan merugikan penumpang. Apalagi bila dibanding dengan angkutan darat lainnya, tarif KA ekonomi masih terhitung terjangkau," pungkasnya.

:: News Link ::

| | edit post
Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 17 November 2010 0 komentar



Kami Segenap Keluarga Besar Paguyuban Cirex
Mengucapkan
Selamat Merayakan Idul Adha 1431 H






| | edit post

Sinyal KRL Masih Terganggu, Ribuan Penumpang Terlantar

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 14 November 2010 0 komentar

Jakarta - Sinyal KRL Bogor-Jakarta masih terganggu. Ribuan pengguna KRL pun terlantar dan terancam telat masuk kerja.


"Gangguan KRL Jakarta-Bogor masih terjadi sampai sekarang. Antrean kereta," tulis Aditya Bayu lewat infoanda detikcom, Senin (15/11/2010) pukul 06.46 WIB.

Penumpang lainnya pun mengeluhkan hal ini. Ferdian, menuturkan gangguan sinyal KRL kumat lagi. Lalu lintas kereta dari Stasiun UI ke Pasar Minggu mengalami gangguan bersamaan dengan gangguan persinyalan Pasar Minggu ke Manggarai.

"Jadi antrian KRL semakin lama karena dari Citayam Pakuan 205 tertahan, padahal mestinya jam segini sudah sampai Pasar Minggu," jelas Ferdian.

Sementara itu penumpang lain, Mario, menuturkan seluruh KRL ekonomi, AC ekonomi dan ekspres AC tujuan Jakarta Kota dan Tanahabang terlambat dan tertahan di stasiun Depok Baru. Hal ini karena ada gangguan sinyal di Stasiun Pasar Minggu hingga Stasiun Manggarai.

"Akibatnya ada penumpukan penumpang," terang Mario.

Kemarin malam, Kahumas Daops I Mateta Rizaulhaq menjelaskan ada KRL Jakarta-Bogor mengalami gangguan listrik aliran atas (LAA) dan gangguan sinyal. Gangguan ini terjadi sejak pukul 13.50 WIB, Minggu (14/11).

"2 Gangguan ini menyebabkan penumpukan penumpang terutama di Manggarai," ujar Mateta.

::: News Link:::

| | edit post