Jakarta - Menjelang masa liburan panjang mulai 21 Desember 2010 hingga 5 Januari 2011, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatasi pembelian tiket antrean maksimal 4 tempat duduk untuk 1 pengantre. Hal ini dilakukan agar setiap calon penumpang mendapatkan tiket. Hal ini disampaikan oleh VP Public Relations KAI Sugeng Priyono dalam siaran pers, Senin (20/12/2010). "Pembelian tiket untuk antrean dibatasi maksimal 4 tempat duduk untuk 1 pengantre dengan melengkapi identitas yang berlaku, dicetak 1 tiket untuk 4 tempat duduk," ujarnya. Sugeng mengatakan, sepanjang masa liburan Natal dan Tahun Baru selama 16 hari tersebut, KAI telah menyiapkan 200 KA untuk mengangkut para penumpang yang ingin berlibur. KAI memperkirakan puncak arus angkutan terjadi pada Minggu (2/1/2011). Volume angkutan saat itu diperkirakan bakal sebesar 2.007.357 penumpang atau naik 0,46%, naik dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 1.998.140 penumpang. "Dukungan dari sarana dengan menyiapkan lokomotif sebanyak 167 unit, meliputi lokomotif dinas KA 137 unit dan cadangan 30 unit. Sedangkan armada kereta yang disiapkan berjumlah 1.194 unit," ujar Sugeng. Sebagaimana tahun sebelumnya, untuk mengantisipasi gangguan operasi KA telah dipersiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) pada titik-titik tertentu yang dianggap rawan seperti banjir dan longsor. Untuk mengantisipasi gangguan operasi KA, telah disiapkan lokomotif cadangan dan crane di Cikampek (CC 201), Banjar (CC 201), Semarangponcol (BB 301), Madiun (BB 301), dan Kertosono (CC 201) masing-masing 1 buah.
SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI
::: News Link :::
"Saya melihat KA Cirebon Ekspres mogok sebelum Stasiun Jatibarang. Sebagian penumpang ada yang berinisiatif pindah ke KA Purwojaya dan sebagian lagi memilih menunggu datangnya lokomotif bantuan," kata seorang penumpang KA Purwojaya, Rizki, kepada detikcom, Sabtu (11/10/2010).
Menurut dia, penumpang KA Cirebon Ekspres yang beralih ke KA Purwojaya terpaksa berdiri hingga Cirebon lantaran muatan penumpang yang padat. Namun, penumpang KA Cirebon Ekspres kini sudah turun di stasiun Cirebon.
"Saat KA Purwojaya berangkat dari Jatibarang, lokomotif bantuan belum datang," ujar dia.
::: News Link ::
PAGUYUBAN CIREX
MENGUCAPKAN SELAMAT
ATAS KELAHIRAN PUTRI PERTAMA
Salah satu Anggota Paguyuban Cirex,
Mas Ahmad Arasyi, pada hari Jum'at, Pon,
Tgl 03 Des 2010 jam 00.45 WIB,
Semoga Menjadi anak yang Sholehah,
berbhakti kepada kedua orang tua,agama dan bangsa..
"KA Kertajaya tertahan karena rel terendam air. Dari kepala rel tinggi air 30 cm. Rel tidak kelihatan," kata Humas KA Daops VIII, Sri Winarto saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (3/12/2010).
Tak hanya KA Kertajaya tujuan Jakarta-Pasar Turi yang tertahan, KA Gumarang juga tertahan di Stasiun Cerme dan KA Anggrek juga tertahan di Stasiun Lamongan. Tapi kata Sri, sekitar pukul 08.30 WIB, KA Kertajaya sudah mulai bergerak dari Stasiun Tandes menuju Stasiun Pasar Turi. Pasalnya, air sudah mulai surut.
"Tinggi air di atas rel sudah 10 cm. Kereta sudah bisa bergerak dan diberlakukan gantian dengan kecepatan 5 km/jam," ungkapnya.
Pihaknya kata Sri tidak bisa berbuat apa-apa. Pihaknya saat ini hanya bisa menunggu air yang mengenangi rel surut. "Kita sifatnya menunggu air surut," tandasnya.
::: News Link :::
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memberikan penghargaan pelayanan publik 2010 kepada 17 Stasiun Kereta Api yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera dalam kategori pelayanan penumpang di Stasiun Kereta Api (KA). Pemberian penghargaan ini sebagai wujud prestasi dalam melayani para pengguna jasa kereta api, serta dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap konsumen sebagai pengguna jasa transportasi publik
Kanan: Para Kepala Stasiun Kereta Api memperlihatkan penghargaan pelayanan publik 2010
Pemberian penghargaan ini dilakukan di ruang Sriwijaya Kompleks Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (24/11), diberikan langsung kepada masing-masing Kepala Stasiun yang mendapatkan penghargaan dengan berbagai tingkatan penilaian. Penilaian ini berdasarkan dari hasil dua tim yang berbeda, tim dari internal Kementerian Perhubungan dan tim konsultan. Tiga Stasiun KA mendapatkan penghargaan Prima Madya, yaitu Stasiun Besar Gambir, Stasiun Besar Bandung, dan Stasiun Besar Surabaya Gubeng. Tujuh Stasiun mendapatkan Prima Pratama, diantaranya Stasiun Besar Tugu, Stasiun Besar Cirebon, Stasiun Besar Solo Balapan, Stasiun Besar Kertapati, Stasiun Besar Medan, Stasiun Besar Surabaya Pasar Turi, Stasiun Besar Jakarta Kota. Sedangkan bagi Stasiun Tanjung Karang, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Besar Semarang Tawang, Stasiun Jatinegara, Stasiun Semarang Poncol, dan Stasiun Lempuyangan, mendapatkan penghargaan Pemenang Partisipasi.
::: News Link :::
Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.13 WIB, Minggu (28/11/2010). Perjalanan kereta api tidak terhalang, namun kecepatan dikurangi hingga 5 km per jam.
"Yang ambles itu di sepur 2, nah sepur 1 masih bisa dilalui. Jadi perjalanan kereta tak terganggu, cuma kecepatan dikurangi," ujar Kepala Humas Daop 2 PT KA Bambang S Prayitno melalui pesan singkatnya yang diterima redaksi detikbandung.
Dampak lain dari amblesnya jalur kereta itu, kata Bambang, di Stasiun Cilame tak bisa dilakukan persilangan dengan kereta lainnya.
"Kami masih berusaha memperbaikinya, ya doakan segera selesai," ujarnya singkat.
::: News Link :::
Lamongan - Kecelakaan kereta api kembali terjadi di Lamongan. Kali ini, 3 nyawa melayang setelah truk memuat batu kapur tertabrak KA Argo Anggrek di perlintasan kereta api tak berpalang pintu di Desa Singosari, Sidodadi, Minggu (29/11/2010) pagi. Menurut keterangan salah seorang saksi mata kejadian, Sarto, mengatakan truk bernopol S 8584 C yang dikemudikan oleh Sutrisno, warga Desa Kendoro, Kecamatan Palang, Tuban melaju dari arah utara ke selatan. Pada saat yang sama, melaju KA Agro Anggrek dari arah timur hendak menuju Jakarta. Warga yang melihat ada sebuah truk engkel bermuatan batu kapur, berusaha untuk meneriaki truk naas tersebut. Namun, teriakan warga sekitar agar truk tersebut menepi karena ada KA yang sedang melaju ternyata tidak didengar sopir dan penumpang truk. Kereta bernomor lokomotif CC 20321 yang dimasinisi Agus Suyanto tersebut langsung menabrak truk tepat di bagian tengah kendaraan itu. "Bahkan truk sempat terseret beberapa meter dari lokasi kejadian dan batu kapur langsung ikut semburat," tandas Sarto. Akibat kejadian ini, tiga penumpang truk yang kesemuanya warga Desa Kendoro, Kecamatan Palang Tuban tewas. Tiga korban yang tewas tersebut diantaranya adalah Mulyadi, kuli truk, Sutrisno, kernet truk, serta Sumadi.
PT KA akan meningkatkan pengamanan jalur rel kereta di kawasan Jakarta. Hal ini terkait dengan tertangkapnya seorang pencuri besi penjepit rel kereta api (pendrol) di Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Pencurian ini sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kecelakaan. Kereta bisa terguling atau anjlok akibat pencurian pendrol itu," kata Kahumas Daops I PT KA Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Rabu (24/11/2010). Mateta menjelaskan, PT KA telah melakukan pemeriksaan rel kereta api secara berkala. Juru penilik jalan kereta telah memeriksa jalan kereta secara rutin. "Mereka memeriksa rel dengan berjalan kaki dari satu stasiun ke stasiun lainnya pada malam hari," katanya. Mateta menyatakan, fungsi pendrol sangat vital dalam perjalanan kereta api. Pendrol adalah kunci penguat antara rel dan bantalan beton. Alat ini digunakan agar dudukan rel tidak berubah. "Kalau hilang ya bisa terjadi kecelakaan," katanya. Mateta meminta masyakarat ikut membantu mengawasi jalur-jalur kereta yang telah ada. Ia mengimbau masyarakat segera melapor jika melihat ada sesuatu yang mencurigakan. "Peran masyarakat sangat penting. Dalam UU juga dinyatakan kalau masyarakat harus terlibat dalam pengamanan perjalanan kereta," katanya. Sebelumnya, Polsek Tanjung Priok mengamankan Slamet Riyadi (37) saat mengambil besi di lintasan rel kereta Kampung Bahari RW 12, Tanjung Priok. Polisi menemukan barang bukti berupa pendrol sebanyak 17 buah senilai Rp 20 juta.
:::;;News Link :::
Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap dirombak. Saat ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menyiapkan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Menurut Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin, dua posisi direksi yang akan diganti antara lain Direktur Keuangan dan Direktur Pengembangan Usaha. Sementara untuk posisi Direktur Utama KAI Ignasius Jonan, menurutnya masih akan dibicarakan lebih lanjut. "Dirutnya nanti tergantung kesepakatan pemegang saham. Pergantian ini akan dilakukan secepatnya, tapi tetap tergantung hasil di TPA (Tim Penilai Akhir) nanti," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (23/11/2010). Ia menambahkan, beberapa posisi yang dirombak itu alasannya karena sudah habis masa jabatannya. Selain itu, ada juga yang akan dirombak atas dasar untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja perusahaan pelat merah tersebut. "Untuk setiap posisi akan dicarikan 3 orang calon untuk diseleksi. Agar lebih fokus, struktur organisasinya juga akan dikembangkan," ujarnya. Setelah dilakukan fit and proper test oleh Kementerian BUMN, hasilnya akan dibawa ke TPA yang diketuai oleh Wakil Presiden Boediono. Setelah keputusan TPA keluar, maka jajaran Direksi dan Komisaris KAI yang baru bisa disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pada intinya, menurut Sumaryanto, pergantian ini dilakukan untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat, sehingga mengurangi tingkat kecelakaan kereta. Namun ia mengakui, tingkat kecelakan kereta api dari tahun ke tahun sudah menurun dengan adanya peremajaan di tubuh KAI. Ia menambahkan, agar bisa memantau kinerja masing-masing direksi, Kementerian BUMN telah menetapkan 6 poin dalam key performance indicator (KPI) bagi direksi KAI. Enam poin tersebut diantaranya, memberikan pelayanan kepada pelanggan, menyampaiak dengan jelas produk-produk KAI, proses bisnis yang berkelanjutan, perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM), kepemimpinan dalam perusahaan dan kinerja keuangan. "Nanti poin itu akan dijadikan bobot, jadi bisa diukur dalam satu periode apakah KPI itu terpenuhi atau tidak," jelasnya.

