S1 (Tehnik Sipil, Mesin, Elektro, Perkapalan, Matematika, Statistika, Akuntansi, Manajemen, Hukum, Asuransi). Usia max. 27 tahun - Kelahiran tahun 1984. IPK minimal (PTN : 3.00 & PTS : 3.20)
SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI
S1 (Tehnik Sipil, Mesin, Elektro, Perkapalan, Matematika, Statistika, Akuntansi, Manajemen, Hukum, Asuransi). Usia max. 27 tahun - Kelahiran tahun 1984. IPK minimal (PTN : 3.00 & PTS : 3.20)
"Desain yang sudah dibuat kita print pakai sistem digital printing dengan bahan stiker. Kereta ini tingginya 2,5 meter, panjangnya 21 meter, kira-kira menghabiskan 120 meter stiker," ujar Bagian Produksi MAP Digital Rika Yusiska usai peluncuran Kereta Batik di Stasiun PT KA, Jalan Kebon Kawung, Selasa (15/1/2010).
Menurut Rika, stiker tersebut tahan cuaca. Sesuai dengan Kereta Api yang tak kenal cuaca. "Stikernya sudah dipernis, anti air juga. Kalau tidak, sebulan dua bulan saja sudah pudar terkena hujan dan kepanasan," terangnya.
Stiker pada Kereta Batik ini diperkirakan akan bertahan hingga satu tahun ke depan. "Pemeliharaannya sama seperti dengan pemeliharaan branding mobil (mobil
berstiker-red). Dicuci biasa saja, dilap pakai sabun," jelasnya.
Proses penempelan stiker ini memakan waktu 3 hari. Ada sekitar 8 orang pekerja dikerahkan untuk menempelkan stiker pada kereta.
"Kendalanya lebih ke koordinasi. Karena terhubung dengan banyak pihak kita harus koordinasi, antara desain dengan produksi. Pengukuran juga agak terkendala, karena ini kan kereta berjalan. Jadi harus menyesuaikan dengan jadwal kereta," ujarnya.
::: News Link ::
::::: News Link ::::
::: News Link :::
"Jadi tidak benar jika heli meledak, yang ada heli sempat tenggelam, namun sudah berhasil kita evakuasi," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tengggara AKBP Fahrurozzi, kepada detikcom, Kamis (27/1/2011).
Fahrurozzi mengatakan, heli yang lepas landas dari Bandara Haluoleo itu kemungkinan sedang melakukan latihan terbang. Sebab, sebelum pesawat tenggelam heli berisi 3 orang itu memang terbang sangat rendah.
"Saat berangkat dari bandara, tiba-tiba saja di atas pantai Kendari heli terbang rendah, kemudian heli terjatuh dan kemudian tenggelam. Kita evakuasi heli dibantu Basarnas dan TNI AU," katanya.
Fahrurozzi memastikan pesawat tersebut tidak mengalami kerusakan. Termasuk setelah pesawat diangkut dari dalam air.
Untuk penumpang heli tersebut, Fahrurozzi mengatakan, satu orang dalam keadaan kritis dan sedang dirawat di RS Bhayangkara, Kendari. Sedangkan dua penumpang lainnya hanya luka-luka ringan.
"Yang masih di UGD itu manajer Intan Angkasa Air Service, Lukman. Sedangkan pilot heli Edi Gunawan dan petugas ATC Kendari, Kiking, yang menumpangi heli itu tidak terlalu parah," jelasnya.
Heli bernomor registrasi PKIWS tersebut jatuh sekitar pukul 08.15 WITA, jatuh di Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. Heli tersebut lepas landas dari Bandara Haluoleo pada pukul 07.30 WITA dan hendak menempuh rute Bandara-Kendari Kota-Bandara. (lia/nrl)
::: News Link ::
di Pulau Tempurung
Jakarta - Terbakarnya Kapal Motor Penyeberang (KMP) Laut Teduh menewaskan 7 penumpang. Petugas telah melakukan evakuasi dan membawa jenazah korban ke rumah sakit terdekat. "Data yang kita peroleh 7 orang," kata Kepala Humas Kemenhub Bambang S Ervan saat dihubungi detikcom, Jumat (28/1/2011). Sementara itu, puluhan penumpang lainnya telah dievakuasi. "Petugas masih melakukan penyisiran," terang Bambang. KMP Laut Teduh diketahui terbakar sekitar pukul 04.00 WIB di sekitar Pulau Tempurung atau 40 menit dari Pelabuhan Merak. "Kita belum tahu korban meninggal karena terbakar atau tenggelam di laut," terang Bambang. Bambang menjelaskan, terbakarnya kapal ini, diduga kuat berasal dari api yang menjalar dari dek yang membawa kendaraan. "Untuk kepastiannya kita masih selidiki," tutupnya.
::: News Link :::
Jakarta - Jumlah korban tewas akibat kecelakaan Kereta Api (KA) Mutiara Selatan dan KA Kutojaya Selatan bertambah. Data terakhir, diketahui 3 penumpang tewas dan 10 lainnya mengalami luka berat. "Korban tewas dan luka berat dirawat di RSUD Banjar," kata Kepala Humas Daops II Bambang Setyo Prayitno saat dihubungi detikcom, Jumat (28/1/2011). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.24 WIB. Kecelakaan ini terjadi di Stasiun Langen Sari, bukan di daerah Banjar seperti ditulis pada berita sebelumnya. "Informasinya di lapangan, masih ada penumpang yang terhimpit," imbuh Bambang. Untuk korban ringan, saat ini telah menjalani perawatan di Puskesmas Langen Sari. "Evakuasi masih dilakukan," tambahnya. Tabrakan ini, diakui Bambang akan mengganggu perjalanan kereta api untuk di kawasan itu, namun dipastikan tidak ada yang perjalanan kereta yang ditunda. "Hanya terlambat itu pun untuk di daerah sekitar itu," tutupnya.
:: News Link :::
CERITA FAKTA DI GERBONG KERETA CIREX
Dengan Hormat,
Kami warga sipil penumpang Cirebon Ekspres bertahun-tahun lamanya dan tetap berusaha untuk mencintai fasilitas ini selama masih tetap manusiawi dan kami sampai saat ini sangat menghormati untuk membeli Ticket/ karcis dan patuh membayar Pajak.
Setiap Jum'at sore dari Gambir adalah rutinitas kami dengan kereta berjadwal pemberangkatan pukul 18.30 (insya Allah) karena setiap kami menunggu di Jatinegara selalu diberi kesempatan untuk mendapatkan pahala dengan memaafkan PT. KAI yang dengan lantang mengucapkan "Mohon maaf kepada calon penumpang Cirex yang seharusnya berangkat dari stasiun Jatinegara pukul 18.42 kali ini keretanya masih pemeriksaan rangkaian di stasiun Gambir" pengumuman itu di sampaikan pada pukul 18.50. Hal ini terjadi hampir sepanjang tahun.
Dan adalah rutinitas pemeriksaan ticket/karcis, Salah satu contoh Pada saat pemeriksaan serempak Jum'at sore dilakukan secara benar, Tapi ada hal lain yang jelas kami merasa sangat-sangat terganggu dengan keterlambatan yang telah membudaya tapi sejak Jum'at, 21 Januari 2011 lalu disaat para petugas PS berkumpul dan bergabung di Gerbong 1 (belakang Lokomotif) ”ternyata memasukkan komunitas penumpang dari berbagai model untuk duduk di sepanjang lorong gerbong 1 dan bordesnya sampai toilet (karena wkt saya mau ke Toilet disarankan sama penghuni toilet "disini penuh Bpk pakai toilet lainnya saja") dalam hatiku "beli tiket resmi diperlakukan begini, yang kuasa malah bayar didalam kereta" Kalau saya tanya sama seluruh Jajaran Direksi PT. KAI "Apa kesan Saudara terhadap kejadian ini....?" mungkinkah Saudara jawab "Lain kali bayar saja didalam kereta biar lebih kuasa" karena bikin kaya oknum PT. KAI kah....?
Secara tidak langsung Managemen PT. KAI mendidik supaya kami para calon penumpang tidak membeli ticket/karcis (entah tulisan tidak mendapat no tempat duduk atau lainnya). Dan satu hal lagi apakah PT. KAI lebih mementingkan oknum yg mengaku aparat yang tidak membeli karcis ??
Selanjutnya beberapa perjalanan kami sepanjang tahun pada akhir-akhir ini kereta sering mengalami lemparan benda keras/batu ke gerbong yang kami tumpangi, Hal ini jelas sangatlah mengganggu dan ada kemungkinan terjadinya kecelakaan dan luka jika terkena kaca dan pecah, mungkin alangkah bijak dan membantu jika lokomotif di beri Kamera CCTV untuk merekam hal-hal yang mencurigakan atau merugikan di depan kereta.
Demikian, sekiranya kami memberikan informasi dan mungkin masukan, untuk lebih baiknya mutu pelayanan dan kebaikan bersama.
T
Di Tulis Oleh : Paguyuban CIREX





