SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI
Long weekend, PT KA Daop II Bandung memperketat sweeping bagi penumpang kereta tanpa tiket. Pemeriksaan tiket pun bakal dilakukan di tiap stasiun keberangkatan penumpang. "Pada dasarnya sweeping selalu kami lakukan untuk kenyamanan penumpang lainnya. Tapi berkaitan dengan long weekend ini, kita tingkatkan sweeping di tiap stasiun," ujar Kepala Humas PT KA Daop II Bandung Bambang S Prayitno, di ruang kerjanya, Kamis (21/4/2011). Biasanya, sweeping dilakukan di tengah perjalanan dan di stasiun. Mereka yang tertangkap petugas tidak memiliki tiket, bakal didenda dua kali lipat dari harga tiket. Jika tidak mampu membayar, maka yang bersangkutan akan diturunkan di stasiun terdekat. Namun pada long weekend ini, penumpang yang tertangkap tidak memiliki tiket tidak akan didenda. "Sekarang kita akan turunkan di stasiun terdekat. Mereka tidak akan didenda," katanya. Untuk mencegah penumpang tanpa tiket masuk ke dalam kereta, sweeping dan pemeriksaan tiket pun bakal difokuskan di stasiun keberangkatan. "Dengan begitu, maka penumpang tanpa tiket bisa dicegah lebih awal agar tidak masuk ke dalam kereta," katanya. Bambang mengatakan, hal itu juga akan mencegah konflik. "Kalau seperti itu kan lebih bijak. Sehingga penumpang tanpa tiket tidak akan berdebat dengan petugas di dalam karena mereka tidak punya tiket," jelasnya. Selama ini, sambung Bambang, jumlah penumpang tanpa tiket terbilang kecil. "Ya nol koma sekian persen dari penonton bertiket," kata Bambang. Sementara tenaga pengamanan untuk sweeping di antaranya terdiri dari Polsuska, unsur polisi, TNI, dan satpam. Total lebih dari 40 personel keamanan diterjunkan untuk melakukan sweeping, baik di stasiun atau pun di dalam kereta.Hanya untuk malam ini,
pemberangkatan kereta Argo Lawu dilakukan dua kali dari Gambir.
VIVAnews -- Libur panjang Paskah dimanfaatkan sebagian orang untuk mudik atau berlibur ke luar kota. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang diminati. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Kereta Api Indonesia menambah armada kereta api eksekutif Argo Lawu tujuan Jakarta-Solo. "Enam gerbong. Tambahannya hanya hari ini saja," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi I, Mateta Rizalulhaq kepada VIVAnews.com, Kamis 21 April 2011. Untuk diketahui, selama ini PT KA hanya menjalankan kereta Argo Lawu malam pada pukul 20.00 WIB. Khusus untuk malam ini, ada dua kali keberangkatan. Untuk kereta tambahkan berangkat dari Stasiun Gambir pukul 21.05 WIB. Sementara, PT KA Daops VI Yogyakarta menyatakan, tidak akan menyediakan kereta api tambahkan. Kepada VIVAnews, Eko Budianto, Kepala Humas Daops, VI, Yogyakarta, mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan, pihaknya hanya akan memaksimalkan daya tarik lokomotif dari 9 gerbong menjadi 12-13 gerbong kereta untuk semua kelas. "Kami optimis meski hanya memaksimalkan gerbong, penumpang kereta tetap akan terangkut dan tetap bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa kereta api," kata dia. Apalagi, "kami memprediksi ada peningkatan jumlah penumpang namun tidaklah signifikan. Jika pada hari biasanya penumpang dalam kisaran 5-6 ribu, pada libur Paskah mendatang diperkirakan meningkat dalam kisaran 7-8 ribu penumpang,"paparnya Seperti pada libur akhir pekan atau saat high season maka untuk tiket kereta menggunakan tarif batas atas untuk kelas bisnis dan eksekutif, sedangkan kelas ekonomi tidak ada kenaikan harga tiket untuk semua tujuan."Tiket batas atas hanya untuk kelas bisnis dan eksekutif," tegasnya. (eh) pemberangkatan kereta Argo Lawu dilakukan dua kali dari Gambir.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, kedua BUMN tersebut telah membentuk konsorsium bernama PT Railling Indonesia. Pembangunan jalur kereta api ini bakal dikebut pemerintah mulai 2012.
"Prioritas pertama adalah kereta api bandara, dari Manggarai ke Bandara lewat Tangerang. Yang jangka menengah panjang lewat Pluit. Prioritas yang ringan dan mendesak yang Manggarai. BUMN kita sanggup meng-handle yang lewat Tangerang," tutur Mustafa saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (14/4/2011).
Mustafa mengatakan, total pembangunan rel kereta api Manggarai-Bandara tersebut bakal menghabiskan biaya Rp 2,27 triliun. Sumber dana Rp 2 triliun bakal diambil dari APBN karena ini merupakan proyek infrastruktur pemerintah.
"Pembebasan lahan sudah bisa dilakukan. Untuk yang Tangerang ini lebih ringan dibandingkan yang lewat Pluit nanti. Nanti Pemprov DKI dan Banten ikut aktif membantu," jelas Mustafa.
Sedangkan untuk proyek rel Tangerang-Pluit-Bandara, Mustafa mengatakan biayanya lebih besar. Bisa mencapai Rp 10,7 triliun, karena banyaknya pembebasan tanah yang harus dilakukan.
Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, untuk proyek kereta lewat Pluit tersebut bakal diserahkan ke swasta.
"Kalau ada kereta api lebih ringan, bisa meringankan beban angkutan dan melancarakan. Dan juga terjangkau untuk masyarakat Tangerang ke airport," jelas Freddy.
::: News Link ::::
"Prioritas pertama adalah kereta api bandara, dari Manggarai ke Bandara lewat Tangerang. Yang jangka menengah panjang lewat Pluit. Prioritas yang ringan dan mendesak yang Manggarai. BUMN kita sanggup meng-handle yang lewat Tangerang," tutur Mustafa saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (14/4/2011).
Mustafa mengatakan, total pembangunan rel kereta api Manggarai-Bandara tersebut bakal menghabiskan biaya Rp 2,27 triliun. Sumber dana Rp 2 triliun bakal diambil dari APBN karena ini merupakan proyek infrastruktur pemerintah.
"Pembebasan lahan sudah bisa dilakukan. Untuk yang Tangerang ini lebih ringan dibandingkan yang lewat Pluit nanti. Nanti Pemprov DKI dan Banten ikut aktif membantu," jelas Mustafa.
Sedangkan untuk proyek rel Tangerang-Pluit-Bandara, Mustafa mengatakan biayanya lebih besar. Bisa mencapai Rp 10,7 triliun, karena banyaknya pembebasan tanah yang harus dilakukan.
Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, untuk proyek kereta lewat Pluit tersebut bakal diserahkan ke swasta.
"Kalau ada kereta api lebih ringan, bisa meringankan beban angkutan dan melancarakan. Dan juga terjangkau untuk masyarakat Tangerang ke airport," jelas Freddy.
::: News Link ::::
Bandung - PT Kereta Api Indonesia (PT KA) Daop 2 Bandung kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta, terkait laga Persib vs Persiwa Wamena di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis malam (24/3/2011).
"KA yang dibatalkan hari ini dua perjalanan KA ekonomi lokal Purwakarta-Cibatu PP. Dua perjalanan KA ekonomi Serayu Jakarta-Kroya PP dengan pemberangkatan Jakarta pukul 08.25 WIB dan dari Kroya pukul 07.00," ujar Kahumas Daop 2 PT KA Bambang S Prayitno dalam pesan singkat yang diterima detikbandung.
Selain itu, empat perjalanan KA ekonomi lokal (KRD) Jakarta-Purwakarta PP (wilayah Daop 1). Menurut Bambang hal ini terpaksa dilakukan karena dinilai lebih aman dan telah terbukti saat pertandingan Persib lawan Persija Jakarta beberapa waktu lalu.
"Kerugian tentu jauh lebih besar jika terjadinya insiden korban materil bahkan jiwa, begitu juga dampak sosial bentrokan dengan masyarakat," ujar Bambang.
::: News Link:::
"KA yang dibatalkan hari ini dua perjalanan KA ekonomi lokal Purwakarta-Cibatu PP. Dua perjalanan KA ekonomi Serayu Jakarta-Kroya PP dengan pemberangkatan Jakarta pukul 08.25 WIB dan dari Kroya pukul 07.00," ujar Kahumas Daop 2 PT KA Bambang S Prayitno dalam pesan singkat yang diterima detikbandung.
Selain itu, empat perjalanan KA ekonomi lokal (KRD) Jakarta-Purwakarta PP (wilayah Daop 1). Menurut Bambang hal ini terpaksa dilakukan karena dinilai lebih aman dan telah terbukti saat pertandingan Persib lawan Persija Jakarta beberapa waktu lalu.
"Kerugian tentu jauh lebih besar jika terjadinya insiden korban materil bahkan jiwa, begitu juga dampak sosial bentrokan dengan masyarakat," ujar Bambang.
::: News Link:::
Petugas KA Eksekutif Bima
Jakarta - Sebenarnya pelayanan kereta api eksekutif di Indonesia tidak terlalu istimewa, namun tidak begitu mengecewakan. Sudah beberapa kali saya naik kereta api eksekutif KA Argo Bima yang tujuan Surabaya dan pelayanan pun cukup memuaskan dan tidak ada komplain dari penumpang maupun saya sendiri. Namun saya terkejut mendengar cerita dari ayah saya yang baru beberapa waktu yang lalu baru saja pulang dari Surabaya menggunakan jasa kereta api KA Bima. Bagaimana tidak, pada saat kereta berjalan, semua penumpang diberikan makanan steak & nasi goreng dan para petugas yang membagikan tersebut memberikannya kepada para penumpang tanpa mengucapkan apa-apa dan langsung kasih saja. Menurut pengalaman saya dan keluarga saya, seharusnya makanan seperti nasi goreng atau steak itu ditawarkan kepada petugas dengan membayar setelah memesannya atau tidak gratis. Karena makanan yang GRATIS diberikan di atas gerbong adalah makanan yang biasa, alias isinya hanya nasi putih, daging ayam/rendang, sayur, buah dan air putih dan kalau pagi hari disuguhkan teh hangat. Ayah saya dan penumpang lain pun senang sekali karena beliau mengira itu peningkatan mutu makanan di atas gerbong. Namun pada saat semua penumpang sudah selesai makan hidangan tadi, alangkah terkejutnya saat salah seorang petugas mendatangi penumpang satu per satu untuk meminta uang atas makanan tadi. Apa ini maksudnya? sontak ayah saya dan penumpang lainnya tidak terima karena tidak diberitahukan sebelumnya bahwa makanan itu tidak gratis. Petugas tersebut pun tidak bisa memberikan alasan yang jelas, dan akhirnya ayah saya dan penumpang lain pun membayar hidangan terselubung itu. Untuk PT KAI, apakah pelayanan tersebut dibenarkan ? apakah itu hanya akal-akalan petugas di atas gerbong untuk mendapat keuntungan ? Apakah kejadian ini sudah sering terjadi ? dan kenapa dibiarkan saja ? Jikalau terus dibiarkan nanti para pengguna jasa bisa dirugikan. Mungkin ini masalah sepele, tapi wajib untuk diketahui bahwa pelayanan di atas gerbong kereta ataupun di sarana transportasi lain tidak boleh dianggap sepele oleh petugas yang berwenang dan juga untuk petugas supaya bisa bersikap lebih jujur kepada penumpang. Semoga ini bisa menjadi perhatian kita semua. Terima kasih.
Yudha KP
Asrama Polri Palmerah no.1 Jakarta Barat
thekoertop@gmail.com
02192830839
Surabaya - Banyak kecelakaan kereta api yang disebabkan diantaranya oleh faktor manusia seperti masinis. Untuk meminimalisir terjadinya tabrakan antar kereta api, Direktorat Perkeretaapian Kemenhub, akan memasang alat berupa automatic train protection (ATP) di setiap rel maupun loko. Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko mengatakan, operasional kereta api sekarang ini mengandalkan kemampuan manusia, masinis."Tenaga masinis betul-betul dihandalkan, makanya tak salah masinis menjadi tumpuan kesalahan. Kalau sampai lalai ya sudah," kata Hermanto Dwiatmoko kepada wartawan di sela-sela acara Pembinaan Keselamatan SDM bagi Kontraktor dan Konsultan di Bidang Perkeretaapian Provinsi Jawa Timur di hotel di kawasan Jalan Embong Malang, Surabaya, Jumat (18/3/2011).
Untuk meminimalisir terjadinya tabrakan antar kereta api, akan dipasang alat automatic train protection (ATP). alat yang juga digunakan perekerataapian di manca negara itu juga akan diterapkan di perkeretaapian di Indonesia.
Alat tersebut akan dipasang di setiap rel yang jaraknya sekitar 1 KM dari stasiun dan juga dipasang di setiap loko. Setiap KA yang melintasi ATP, akan memberikan sinyal atau frekuensi dan memberikan nyala lampu merah.
Jika tidak ada pengereman yang dilakukan masinis, dalam waktu 4 detik, ATP akan berfungsi melakukan pengereman sendiri.
"Misalnya masinis lupa mengerem karena mengantuk, atau ngobrol maupun tertidur, secara otomatis akan melakukan pengereman sendiri," tuturnya. Untuk loko KA di Pulau Jawa, terdapat sekitar 400 KA barang maupun penumpang. Itu pun belum termasuk KRL maupun KRD. Jika dihitung, total loko di Pulau Jawa sekitar 1.000 loko. Sedangkan, stasiun di sepanjang lintasan di Pulau Jawa sebanyak sekitar 400 stasiun. Dana untuk pengadaan alat ATP itu membutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun.
"Sekarang kita sedang membuat proposal. Kalau disetujui dan anggarannya turun, ya akan kita pasang," jelasnya.
::: News Link::
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempersiapkan dana investasi Rp 4,817 triliun di tahun 2011, guna meningkatkan sarana dan prasarana mode transportasi masal yang dikelola perseroan.
Menurut data investasi KAI, Kamis (17/3/2011), total investasi akan didominasi untuk pengembangan sarana kereta api, senilai Rp 3,48 triliun. Kemudian prasarana pokok Rp 89,44 miliar, juga prasarana pendukung Rpp 120,939 miliar.
Dana investasi juga disiapkan untuk memperbaiki fasilitas Rp 149,566 miliar. Juga ada investasi di anak usaha, Rp 171,869 miliar.
Salah satu pengembangan yang disiapkan BUMN kereta api adalah pembangunan jalur lintas utara Jawa, dari Pekalongan-Semarang-Surabaya sepanjang 369 km. Juga ada pengambangan jalur kereta api di pulau Bali, dengan menerapkan tarif komersial.
Hingga akhir tahun 2010, perseroan diperkirakan membukukan laba bersih (unaudited) Rp 371,967 miliar, atau meningkat signifikan dari periode sebelumnya, Rp 154,8 miliar.
Pencapaian ini ditopang oleh raihan penjualan yang mencapai Rp 6,552 triliun hingga Desember 2010. Pendapatan naik dibanding 2009, Rp 5,76 triliun.
::: News Link :::
Menurut data investasi KAI, Kamis (17/3/2011), total investasi akan didominasi untuk pengembangan sarana kereta api, senilai Rp 3,48 triliun. Kemudian prasarana pokok Rp 89,44 miliar, juga prasarana pendukung Rpp 120,939 miliar.
Dana investasi juga disiapkan untuk memperbaiki fasilitas Rp 149,566 miliar. Juga ada investasi di anak usaha, Rp 171,869 miliar.
Salah satu pengembangan yang disiapkan BUMN kereta api adalah pembangunan jalur lintas utara Jawa, dari Pekalongan-Semarang-Surabaya sepanjang 369 km. Juga ada pengambangan jalur kereta api di pulau Bali, dengan menerapkan tarif komersial.
Hingga akhir tahun 2010, perseroan diperkirakan membukukan laba bersih (unaudited) Rp 371,967 miliar, atau meningkat signifikan dari periode sebelumnya, Rp 154,8 miliar.
Pencapaian ini ditopang oleh raihan penjualan yang mencapai Rp 6,552 triliun hingga Desember 2010. Pendapatan naik dibanding 2009, Rp 5,76 triliun.
::: News Link :::





