SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



Pemesanan Tiket Kereta Jelang Libur Panjang 80%

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 30 Mei 2011 0 komentar

Tingkat pemesanan tiket kereta api (KA) menjelang libur Kenaikan Isa Al Masih yang jatuh pada Kamis, 2 Juni 2011 dari Bandung ke arah timur Pulau Jawa rata-rata sudah mencapai 80%.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Bambang Setyo Prayitno mengatakan, sejak beberapa hari lalu, pemesanan tiket KA secara online sudah menunjukan peningktan yang signifikan.

"Rata-rata tingkat okupansi sudah mencapai di atas 80%. Meski demikian, ada beberapa perjalanan yang masih sekitar 50%," kata Bambang kepada wartawan, Minggu (29/5/2011).

Ia mengemukakan, rute yang biasanya menjadi primadona pada liburan panjang adalah Bandung-Surabaya, seperti pada KA Turangga yang pemesanan tiketnya sudah 100% dari stanformasi awal untuk keberangkatan pada Rabu (1/6/2011).

Bambang memprediksikan okupansi penumpang dari Stasiun Bandung ke arah timur Pulau Jawa akan mencapai puncaknya menjelang keberangkatan. Menurutnya, pemesanan tiket akan melonjak karena Jumat (3/6/2011), merupakan cuti bersama.

Menurut Bambang, sebelum libur panjang, penumpang KA biasanya memadati Stasiun Bandung karena hendak menghabiskan waktu di kampung halamannya atau berlibur ke luar kota. Sementara itu, pada hari terakhir libur panjang, kereta biasanya tetap penuh oleh wisatawan yang telah berlibur di Kota Bandung dan ingin kembali ke daerah asalnya.

::: News Link :::

| | edit post

Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyiapkan 12 gerbong tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada libur panjang memperingati Kenaikan Isa Almasih pada 2 Juni 2011.

Kepala Humas PT KAI Daop 2 Bandung Bambang Setyo Prayitno mengatakan, gerbong tambahan itu akan dirangkaikan pada sejumlah KA jarak jauh, seperti ke arah timur Pulau Jawa.

"Menghadapi liburan panjang Kenaikan Isa Almasih, kami akan menambah menambah satu hingga dua gerbong pada KA yang ada. Setidaknya ada 12 gerbong tambahan yang kami siapkan," kata Bambang kepada wartawan, Minggu (29/5/2011).

Menurutnya, penambahan gerbong merupakan hal yang biasa dilakukan PT KAI untuk mengantisipasi apabila stanformasi KA awal tidak mampu menampung lonjakan penumpang pada hari-hari tertentu.

"Namun penambahan gerbong tergantung kondisi di lapangan. Kalau memang terjadi lonjakan penumpang, tentu kami akan menambah gerbong. Penambahan biasanya dilakukan bila okupansi penumpang sudah 80%-90%," katanya.

Hingga saat ini, tingkat pemesanan tiket KA dari Stasiun Bandung ke beberapa kota tujuan di timur Pulau Jawa rata-rata telah mencapai 80%.[den]

::: News Link ::

| | edit post

Jelang Cuti Bersama, Tiket KA Eksbis Sold Out

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 29 Mei 2011 0 komentar


Surabaya - Menjelang cuti bersama Juni mendatang, tiket kereta api (KA) Stasiun Pasar Turi ludes terjual. Khususnya 5 Juni untuk KA eksekutif yakni KA Anggrek dan KA Sembrani sudah sold out. "

Yang eksekutif, jadwal pagi dan malam sudah habis. Mungkin karena ada libur panjang berturut-turut dan cuti bersama," kata Akhmad Arifin
Sabtu (28/5/2011).


Pria yang menjabat sebagai Kepala Stasiun Pasar Turi tersebut mengaku, tiket KA bisnis maupun eksekutif laris manis minggu ini. Namun, hal tersebut hanya berlaku pada beberapa tanggal merah atau hari libur saja. Seperti tanggal 29 Mei, 1 Juni dan 5 Juni.

Di luar jadwal itu, Arifin mengaku tiket KA masih tersedia normal.
Untuk KA bisnis, seperti KA Gumarang dan KA Rajawali jurusan Surabaya-Semarang laris manis untuk tanggal 1 Juni dan 5 Juni.

Sementara untuk KA eksekutif yakni KA Anggrek dan KA Sembrani baik yang termasuk jadwal pagi ataupun malam, ludes untuk tanggal 5 Juni.

::: News Link :::

| | edit post

Surat Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 25 Mei 2011 0 komentar



Kepada Yth.

PT. KAI DAOP 3 CN

Cirebon.


Dengan hormat,

TIKET PEAK SEASSON / LIBUR PANJANG


Betapa senangnya kaum urban mendengar berita cuti masal dikumandangkan lewat segala media, seolah mendapat setumpuk harta yang akan dibawa pulang tuk persembahan kepada sanak keluarga yang selalu ketemu seminggu sekali.

Dompet yang kempespun segera diseseli ATM dengan gesekan lembut sehingga berubah warna menjadi biru dan merah, stater motor dan mengarahkan stang menuju stasiun KA terbesar di Ibu Kota ini (Gambir) dengan penuh harapan dapat membeli tiket untuk tanggal 01 Juni 2011 untuk Gambir - Cirebon dan untuk tanggal 05 Juni 2011 untuk Cirebon - Gambir. Hebatnya sang penumpang mau beli tiket resmi.

Loket begitu lengang, "wah... masih sepi nih..." batinnya bergumam, segera ia melangkah dan menyodorkan form isian yang telah diisi lengkap dengan nomor telponnya (tak bermanfaat) dan duwit terselip dibawahnya.

Sodorkan dengan penuh percaya ke Loket reservasi yang tersedia, sejenak sang penjual membacanya lalu segera menjawab dengan ramah "maaf pak tiket untuk tanggal ini sudah habis semuanya", "lho.... jawabku kaget, khan pengumuman libur baru pagi ini...? yang bener mbak, tolong bantu saya untuk 1 (satu) orang saja masa gak bisa..." penjual dengan senyum yang tak dinanti menjawab "maaf pak semuanya telah terjual dan kami tidak melayani tiket berdiri" dengan penuh rasa heran ia pun kembali ke pangkuan motor yang baru saja distaternya.

Sesampai dikantor sank urban pun cerita pengalamannya tentang gagalnya beli tiket ke Cirebon. Kata sank urban yang bukan orang Cirebon, saya Alhamdulillah dapat, waktu di Gambir saya gak dapat tiket langsung naik ojek ke Senen langsung ke loket ternyata di loket mendapat jawaban yang sama "tiket tgl. 01/06/2011 habis" pusing2 aku minta tolong pihak sekuriti dan tanpa menunggu lama aku dapatkan selembar tiket tanggal 01.06.2011 dengan menambah harga Rp.50.000,- hatiku senang dan merasa tertolong walaupun dengan cara yang tak kusukai.

Aku bingung dibuatnya, andai aku mau dapat yang ke Cirebon mesti nambah berapa...? ah... tidak...!!! aku yakin loket ke Cirebon gak bisa diajak main yang begituan...? biar aku gak dapat tiket khan masih banyak alternatif angkutan lain, selain Cirex (kalau beli resmi aja susah, kenapa mesti cari susah) oh.... otak ku jadi kotor seolah tak bisa ikhlas menerima kenyataan, ingin rasanya membalas kegagalanku naik resmi Cirex kebanggaanku, memang aku pergi pulang naik Cirex belum lah lama baru 10 tahun yang lalu, insya Allah kalau sudah 300 tahun berlangganan, layanan akan semakin baik dan profesional.

Ada apa dibalik itu semua, mengapa fenomena semacam ini selalu terjadi di negeri ini bahkan negeriku sendiri "Cirebon" betapa niatan untuk semakin baik dibidang pelayanan penumpang cukup dalam wacana yang tak pernah jadi realita. Benarkah.....

Please help me donk.... untuk tanggal 01 dan 05 Juni 2011 anggota Paguyuban Cirebon sekitar 20 orang. Kami tak mau mengeluh tapi kami akan sangat menghargai andai kami anggota Paguyuban Cirex bisa pulang dengan Kereta Cirebon Ekspres. Kalau ada kereta tambahan tolong segera informasikan kepada kami untuk kami pesan sebelum habis di loket pemesanan.

Terima kasih telah membaca surat kami, semoga hubungan kita semakin indah dan romantis. Selamat dan Sukses dengan Service Excellence KAI DAOP 3 CN.


Jakarta 25 Mei 2011

Hormat kami,

Ketua Paguyuban Cirex


| | edit post

Surat Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 19 Mei 2011 0 komentar

Buat Rekan-Rekan Penumpang Cirex, yang beberapa waktu lalu telah mengeluhkan atas biaya tambahan untuk pemesanan tiket sebesar Rp 5.000 s/d 10.000, dan keluhan juga sudah di sampaikan oleh sdr Fajar Iskandar di harian KOMPAS, hari ini sudah mendapat jawabanya oleh daop III cirebon di harian kompas edisi hari ini Jum'at 20 Mei 2011 hal 7

| | edit post

Rubrik

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 10 Mei 2011 0 komentar


Sumbangsih Anggota Paguyuban Cirex dan bentuk keperdulian terhadap Pemerintah dan Masyarakat

::: News Link ::

| | edit post
Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 28 April 2011 0 komentar

CONTOH KAOS UNTUK PRODUKSI KE 2
Silahkan di komentarin

| | edit post

Long Weekend, PT KA Perketat Sweeping Penumpang Tanpa Tiket

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 24 April 2011 0 komentar

Long weekend, PT KA Daop II Bandung memperketat sweeping bagi penumpang kereta tanpa tiket. Pemeriksaan tiket pun bakal dilakukan di tiap stasiun keberangkatan penumpang. "Pada dasarnya sweeping selalu kami lakukan untuk kenyamanan penumpang lainnya. Tapi berkaitan dengan long weekend ini, kita tingkatkan sweeping di tiap stasiun," ujar Kepala Humas PT KA Daop II Bandung Bambang S Prayitno, di ruang kerjanya, Kamis (21/4/2011). Biasanya, sweeping dilakukan di tengah perjalanan dan di stasiun. Mereka yang tertangkap petugas tidak memiliki tiket, bakal didenda dua kali lipat dari harga tiket. Jika tidak mampu membayar, maka yang bersangkutan akan diturunkan di stasiun terdekat. Namun pada long weekend ini, penumpang yang tertangkap tidak memiliki tiket tidak akan didenda. "Sekarang kita akan turunkan di stasiun terdekat. Mereka tidak akan didenda," katanya. Untuk mencegah penumpang tanpa tiket masuk ke dalam kereta, sweeping dan pemeriksaan tiket pun bakal difokuskan di stasiun keberangkatan. "Dengan begitu, maka penumpang tanpa tiket bisa dicegah lebih awal agar tidak masuk ke dalam kereta," katanya. Bambang mengatakan, hal itu juga akan mencegah konflik. "Kalau seperti itu kan lebih bijak. Sehingga penumpang tanpa tiket tidak akan berdebat dengan petugas di dalam karena mereka tidak punya tiket," jelasnya. Selama ini, sambung Bambang, jumlah penumpang tanpa tiket terbilang kecil. "Ya nol koma sekian persen dari penonton bertiket," kata Bambang. Sementara tenaga pengamanan untuk sweeping di antaranya terdiri dari Polsuska, unsur polisi, TNI, dan satpam. Total lebih dari 40 personel keamanan diterjunkan untuk melakukan sweeping, baik di stasiun atau pun di dalam kereta.

| | edit post

Libur Panjang, PT KAI Tambah Kereta Argo Lawu

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 20 April 2011 0 komentar


Hanya untuk malam ini,
pemberangkatan kereta Argo Lawu dilakukan dua kali dari Gambir.
VIVAnews -- Libur panjang Paskah dimanfaatkan sebagian orang untuk mudik atau berlibur ke luar kota. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang diminati. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Kereta Api Indonesia menambah armada kereta api eksekutif Argo Lawu tujuan Jakarta-Solo. "Enam gerbong. Tambahannya hanya hari ini saja," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi I, Mateta Rizalulhaq kepada VIVAnews.com, Kamis 21 April 2011. Untuk diketahui, selama ini PT KA hanya menjalankan kereta Argo Lawu malam pada pukul 20.00 WIB. Khusus untuk malam ini, ada dua kali keberangkatan. Untuk kereta tambahkan berangkat dari Stasiun Gambir pukul 21.05 WIB. Sementara, PT KA Daops VI Yogyakarta menyatakan, tidak akan menyediakan kereta api tambahkan. Kepada VIVAnews, Eko Budianto, Kepala Humas Daops, VI, Yogyakarta, mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan, pihaknya hanya akan memaksimalkan daya tarik lokomotif dari 9 gerbong menjadi 12-13 gerbong kereta untuk semua kelas. "Kami optimis meski hanya memaksimalkan gerbong, penumpang kereta tetap akan terangkut dan tetap bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa kereta api," kata dia. Apalagi, "kami memprediksi ada peningkatan jumlah penumpang namun tidaklah signifikan. Jika pada hari biasanya penumpang dalam kisaran 5-6 ribu, pada libur Paskah mendatang diperkirakan meningkat dalam kisaran 7-8 ribu penumpang,"paparnya Seperti pada libur akhir pekan atau saat high season maka untuk tiket kereta menggunakan tarif batas atas untuk kelas bisnis dan eksekutif, sedangkan kelas ekonomi tidak ada kenaikan harga tiket untuk semua tujuan."Tiket batas atas hanya untuk kelas bisnis dan eksekutif," tegasnya. (eh)

| | edit post

2 BUMN Garap Proyek KA Manggarai-Bandara Rp 2,27 Triliun

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 14 April 2011 0 komentar


Jakarta - Pemerintah bakal menunjuk 2 BUMN untuk menggarap proyek rel kereta api Manggarai-Tangerang-Bandara Soekarno Hatta. Kedua BUMN tersebut adalah PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonsia (KAI).
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, kedua BUMN tersebut telah membentuk konsorsium bernama PT Railling Indonesia. Pembangunan jalur kereta api ini bakal dikebut pemerintah mulai 2012.
"Prioritas pertama adalah kereta api bandara, dari Manggarai ke Bandara lewat Tangerang. Yang jangka menengah panjang lewat Pluit. Prioritas yang ringan dan mendesak yang Manggarai. BUMN kita sanggup meng-handle yang lewat Tangerang," tutur Mustafa saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (14/4/2011).

Mustafa mengatakan, total pembangunan rel kereta api Manggarai-Bandara tersebut bakal menghabiskan biaya Rp 2,27 triliun. Sumber dana Rp 2 triliun bakal diambil dari APBN karena ini merupakan proyek infrastruktur pemerintah.

"Pembebasan lahan sudah bisa dilakukan. Untuk yang Tangerang ini lebih ringan dibandingkan yang lewat Pluit nanti. Nanti Pemprov DKI dan Banten ikut aktif membantu," jelas Mustafa.

Sedangkan untuk proyek rel Tangerang-Pluit-Bandara, Mustafa mengatakan biayanya lebih besar. Bisa mencapai Rp 10,7 triliun, karena banyaknya pembebasan tanah yang harus dilakukan.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, untuk proyek kereta lewat Pluit tersebut bakal diserahkan ke swasta.

"Kalau ada kereta api lebih ringan, bisa meringankan beban angkutan dan melancarakan. Dan juga terjangkau untuk masyarakat Tangerang ke airport," jelas Freddy.

::: News Link ::::

| | edit post