SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



Mulai Hari Ini Tiket KA Dapat Dibeli H-90

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 08 Maret 2012 0 komentar

KOMPAS/TJAHJA GUNAWAN DIREDJA
Sejumlah calon penumpang berusaha menukarkan tiket yang sudah terlanjur dibeli, tetapi petugas loket Stasiun Tanah Abang Jakarta Pusat menolaknya, Kamis (5/12/2012). Padahal, perjalanan kereta hingga saat ini belum juga dipastikan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Terhitung mulai hari ini, Kamis (8/3/2012), PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan penjualan tiket kereta api sampai dengan H-90 (90 hari sebelum keberangkatan). Dengan demikian, pelanggan atau calon penumpang bisa membeli tiket KA untuk perjalanan hingga 90 hari mendatang.

Ketentuan tersebut hanya berlaku untuk KA kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi komersial jarak jauh dan menengah. Selain itu, PT KAI (Persero) menerapkan ketentuan untuk satu tiket KA hanya berlaku untuk satu orang penumpang.

Direktur Komersial PT KAI (Persero) Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan, pemberlakuan pembelian tiket KA H-90 merupakan salah satu upaya PT KAI dalam meningkatkan pelayanan, khususnya kemudahan dan keleluasaan bagi calon penumpang KA dalam memperoleh tiket. "Selain itu, calon penumpang lebih fleksibel dalam merencanakan perjalanan sesuai keinginannya," ujar Wimbo.

Tiket kereta api kelas komersial sudah dapat dibeli H-90 di tempat-tempat yang telah ditentukan, antara lain, melalui Contact Centre 121 dengan menekan angka 121 dari telepon rumah atau 021-121 dari telepon seluler agen-agen, Indomaret, Kantor Pos, dan lain-lain. Untuk sementara, tiket KA kelas ekonomi nonkomersial dapat dibeli H-7 di stasiun online.

"Pemberlakuan ketentuan satu tiket hanya untuk satu calon penumpang. Untuk itu, bagi calon penumpang wajib menyertakan kopi identitas diri saat melakukan transaksi tiket KA. Dengan demikian, diharapkan bisa membantu dalam mempersempit ruang gerak percaloan tiket KA," kata VP Public Relations PT KAI Sugeng Priyono.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan, keamanan, dan ketertiban, PT KAI tetap konsisten melakukan kebijakan-kebijakan, yaitu:

a. Boarding pass di stasiun-stasiun keberangkatan, yakni hanya penumpang yang telah memiliki tiket diizinkan masuk peron stasiun.

b. Pemberlakuan pembatasan kapasitas angkut maksimal 100 persen untuk KA jarak jauh dan KA jarak menengah tertentu serta tidak menjual tiket tanpa tanda nomor tempat duduk (tiket berdiri).

c. Larangan merokok di atas semua kelas KA.

d. Larangan pedagang asongan berjualan di atas KA.

Bila kurang jelas dapat menghubungi VP Public Relations Sugeng Priyono di nomor 081357045799.

:::: News Link ::::

| | edit post

Kereta Api Sudah Bebas Asap Rokok, Dahlan Harap Dirutnya Berhenti Merokok

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 23 Februari 2012 0 komentar


Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memuji aturan ketat larangan merokok di lingkungan kereta api yang diberlakukan Dirut PT KAI. Padahal, Dirut BUMN transportasi itu merupakan perokok berat.

"Kebijakan larangan merokok tersebut sangat ketat, tidak hanya di stasiun dan di dalam kereta saja, namun digordes-pun (sambungan antara gerbong) juga tidak boleh," ujar Dahlan, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (23/2/2012).

Padahal, menurut Dahlan, Dirut PT KAI, Ignasius Jonan merupakan perokok berat. "Itu yang saya kagum, Dirut KAI itu perokok berat, tapi mau menjalankan aturan tersebut sangat ketat. Bahkan ide larangan merokok tersebut bukan dari saya melainkan dari dia sendiri," kata Dahlan.

Dan, yang membuat dirinya tambah bangga lagi dengan kebijakan yang dilakukan PT KAI tersebut, respon dari masyarakat sangat positif.

"Respon dari masyarakat terutama Komisi Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Perempuan, responnya sangat luar biasa positif. Walaupun dibeberapa jurusan kereta saat ini masih ada ditemukan perokok, makanya kita harus dukung terus kebijakan ini,"

Maka dari pada itu, Dahlan mengajak siapapun yang mendukung kebijakan PT KAI tersebut mendoakan Dirut KAI. "Ayo sama-sama kita doain agar Dirut PT KAI segera berhenti merokok," tukas Dahlan.

::: Link News :::

| | edit post

Sample Logo Baru

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 16 Februari 2012 0 komentar


Sample Logo Baru
Untuk KAOS Paguyuban CIREX
Silahkan Comment

| | edit post

Mulai Maret, Ketahuan Merokok di Kereta Diturunkan

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 06 Februari 2012 0 komentar

PT Kereta Api kini mulai menyosialisasikan larangan merokok di seluruh gerbong kereta. Larangan ini akan berlaku mulai 1 Maret disertai dengan sanksi penurunan penumpang yang melanggar.

Gatut Widagdo, Humas PT KA Daop IX Jawa Timur, mengatakan, sosialisasi pelarangan merokok ini berlaku di seluruh gerbong kereta. Selain teguran langsung, larangan merokok di KA juga dicantumkan dalam seluruh tiket perjalanan yang diterima penumpang.

Penumpang yang kedapatan merokok untuk sementara hanya ditegur, tetapi mulai Maret nanti penumpang langsung diberi sanksi, yakni diturunkan di stasiun terdekat. "Kalau pun ia punya tiket, tiketnya akan hangus atau tak berlaku lagi," kata Gatut. >> News Link ||

--------------------------------------------------------

Larangan Merokok dalam Kereta Diprotes

TEMPO.CO, Tegal - Larangan merokok dalam kereta api menuai protes dari Re-Ide Indonesia yang menilai kebijakan PT Kereta Api ini terlalu gegabah dan diskriminatif. Mereka menilai perokok selama ini memiliki hak yang sama dalam menikmati moda transportasi.

Peneliti Re-Ide Indonesia, Satrio Adjie, menilai kebijakan ini seharusnya diimbangi dengan persediaan kereta khusus untuk perokok sebagai konsekuensi kebijakan yang baru dikeluarkan ini.

“Kebijakan melarang merokok ini terlalu gegabah. PT KAI cenderung diskriminatif karena tak menyediakan gerbong khusus bagi perokok,” ujar Satrio Adjie saat dimintai komentar terkait kebijakan larangan merokok pada semua jenis kereta yang berlaku secara tegas bulan Maret mendatang.

Satrio menyarankan sebaiknya PT Kereta Api meningkatkan layanan infrastruktur pendukung operasional kereta ketimbang merampas hak-hak penumpang dengan cara melarang merokok di dalam gerbong. “Ini lebih baik, toh selama ini pendapatan PT KAI selalu merugi,” ujar Satrio.

Ia menilai larangan merokok dalam kereta bukan kebijakan populis bagi salah satu badan usaha milik negara yang dinilai masih punya masalah yang lebih besar. Apalagi, menurut dia, perokok Indonesia lebih santun dan bisa memposisikan diri ketika menikmati rokok dalam kereta. Perokok nasional tak mau gegabah mengisap tembakau dalam kondisi tertentu. “Mereka sering menggunakan toilet atau ruang sambung kereta saat merokok ketika berada di dalam gerbong eksekutif,” katanya.

Sementara itu, pengelola Stasiun Kota Tegal telah mulai mensosialisasikan kebijakan larangan merokok sejak awal bulan Februari ini. Kenyamanan penumpang umum menjadi alasan utama bagi pengelola stasiun untuk menjalankan kebijakan tersebut.

“Mulai Maret kami akan turunkan penumpang yang kedapatan merokok di dalam kereta,” ujar Kepala Stasiun Kota Tegal Achmad Zahid saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu, 5 Februari 2012.

Ia mengaku sudah memasang peringatan larangan merokok di dalam kereta yang beroperasi dari Stasiun Kota Tegal. Bahkan sosialisasi ini melibatkan petugas pemeriksa tiket di dalam kereta untuk menegur penumpang yang sedang merokok. “Pada bulan Februari ini petugas pemeriksa tiket wajib menegur,” ujar Zahid.

Langkah lain yang dilakukan oleh pengelola Stasiun Kota Tegal ini dengan cara melampirkan tulisan berisi larangan merokok pada tiket yang terjual. Zahid mengakui kebijakan atas instruksi PT KAI pusat ini berlaku bagi semua jenis kereta.

Berdasarkan catatannya, selama ini keberadaan perokok di dalam kereta menjadi salah satu pengganggu kenyamanan penumpang lain. Bahkan penumpang perokok ini tak hanya terjadi dalam kereta ekonomi dan bisnis, namun juga kereta eksekutif yang menggunakan mesin pendingin ruangan. “Mereka memanfaatkan ruang sambung kereta untuk merokok,” katanya.




| | edit post

Wow! Mariam Al Safar Jadi Masinis Wanita Pertama di Timur Tengah

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 31 Januari 2012 0 komentar


Mariam Al Safar (Gulf News)

Dubai - Seorang wanita asal Dubai, Uni Emirat Arab tercatat sebagai masinis wanita pertama di Timur Tengah. Kiprah wanita yang masih berusia 28 tahun ini seakan menjadi penghancur penghalang bagi perjuangan persamaan hak wanita di wilayah yang sangat didominasi kaum pria tersebut.

Pencapaian Mariam Al Safar sebagai pengemudi kereta Metro pertama tidak hanya di Uni Emirat Arab, tapi juga di wilayah Timur Tengah ini cukup menakjubkan. Bayangkan jika dibandingkan dengan kaum perempuan di Arab Saudi yang ditangkap hanya karena mengemudi mobil sendirian.

Mariam yang merupakan warga asli Uni Emirat Arab, terpilih dari sekian banyak orang untuk menjadi masinis kereta Metro yang beroperasi di kota Dubai. Dari beberapa orang yang terpilih, hanya Mariam satu-satunya masinis wanita.

Menjadi masinis, terutama bagi kereta Metro yang serba otomatis bukanlah pekerjaan mudah. Walaupun seluruh kontrol dioperasikan secara otomatis, namun dalam kondisi yang tidak diinginkan seperti saat mesin rusak atau mengalami kecelakaan, pengendalian secara manual harus dilakukan.

"Saya selalu terbuka terhadap tantangan yang ada dan saya tidak takut untuk mengambil risiko. Saya bekerja keras dan pekerjaan saya menjadi prioritas utama saya," tutur Mariam kepada Gulf News dan dilansir oleh Daily Mail, Selasa (31/1/2012).

"Menjadi petugas kereta membantu saya untuk memahami bagaimana berinteraksi dengan orang lain dan juga staf dari negara-negara maupun kebudayaan yang berbeda. Hal ini telah memampukan saya untuk mengatasi bermacam situasi berbeda dengan mudah," imbuhnya.

Di sisi lain, Mariam juga mendorong kaum perempuan, tidak hanya di Uni Emirat Arab tapi juga di Timur Tengah, untuk mengembangkan karirnya secara mandiri. Dia meminta agar kaum wanita lebih berani untuk menjalani pekerjaan yang tidak konvensional.

"Jangan jalani hidup Anda tanpa target ataupun tujuan. Tetapkanlah target Anda dan berjuang untuk mencapainya," ujar Mariam.

Kota Dubai memiliki warga ekspatriat dalam jumlah besar, bahkan hampir 80 persen dari total penduduknya. Warga asli pun seringkali menjadi kaum minoritas di negaranya sendiri. Sebagian besar pekerjaan, termasuk yang dijalani oleh Mariam, lebih sering dilakukan oleh warga asing yang tinggal di Dubai.

Kendati demikian, Uni Emirat Arab saat ini berusaha untuk mengurangi ketergantungannya terhadap tenaga kerja asing. Pemerintah tengah menggalakkan kebijakan baru yang memberikan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga asli.

::: News Link :::

| | edit post

Wow! Terminal & Stasiun KA akan Dilengkapi Rusun & Mal

Diposting oleh paguyubancirex Jumat, 27 Januari 2012 0 komentar

Jakarta - Wapres Boediono menggelar rapat untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Selain membahas cara mengurai macet, dibicarakan juga penataan kota. Diantaranya membangun fasilitas umum yang teritegrasi dengan Terminal Bus dan Stasiun Kereta Api.

"Janganlah terminal itu seperti dulu, kalau bisa dia ada mal-nya, ditata supaya itu juga menjadi sentral," ujar Menhub EE Mangindaan usai rapat di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (27/1/2012).

Sementara di Stasiun KA, bisa dibangun rumah susun. Selain untuk masyarat, Rusun ini juga bisa digunakan untuk tempat tinggal masinis.

"Jadi petugasnya tidak harus pulang ke rumahnya di Bekasi. Jadi harus kombinasi seperti itu," terang menteri asal Demokrat ini.

Menurutnya perlu segera diupayakan sarana transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat Jakarta. Dia juga berharap pembangunan kereta ke Tanjung Priok dan ke Bandara Soetta. Pembangunan KRL diharapkan mampu mengatasi kemacetan.

"Jangan sampai kita terlambat sehingga nanti jadi lebih macet lagi dan kelihatanya titik terang ada," tutupnya.

::: News Link :::

| | edit post

Wih! RI Berambisi Punya Kereta Peluru Jakarta-Surabaya

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 25 Januari 2012 0 komentar




Jakarta
- Indonesia berambisi memiliki kereta peluru seperti Shinkansen di Jepang. Shinkansen a la Indonesia ini akan diberi nama Argo Cahaya, memiliki rute Jakarta-Surabaya. Biayanya diperkirakan mencapai Rp 150 triliun sampai Rp 180 triliun. Wuih!

"Pengembangan KA Indonesia masa depan ada Argo Cahaya, Jakarta-Surabaya. Mengadopsi sistem Shinkansen Jepang. Studi awal sudah dilakukan," ujar Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono dalam acara Seminar Nasional Perkeretaapian di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (25/1/2012).

Sudah ada investor yang menjajaki mengenai pembangunan kereta peluru ini, di antaranya ada investor dari Jepang dan China. Anggarannya cukup fantastis, mencapai ratusan triliunan rupiah.

"Sekitar Rp 150 trilun - Rp 180 triliun. Jadi cukup besar. Diharapkan tidak hanya dari swasta tapi juga pemerintah," jelas dia.

Ketika ditanya mengenai jalur kereta di sepanjang Pulau Jawa yang sering berhimpitan dengan rumah penduduk, Bambang mengatakan, kemungkinan tidak menggunakan jalur kereta yang ada, namun membuat jalur sendiri. Untuk itulah studi awal pembangunan kereta shinkansen ini meliputi kondisi sosial budaya masyarakat.

"Tentu high technology itu harus disiapkan seiring keadaan sosial budaya dan psikologi masyarakat. Kemungkinan itu mengambil jalur sendiri. Jadi nggak campur. Itu harus disiapkan secara matang dari segi nonteknis," tutur Bambang.

Shinkansen di Jepang berkecepatan 300-600 km/jam. Bila nantinya Argo Cahaya secepat ini, maka jarak Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam saja.

Tapi tentu saja harga tiketnya cukup tinggi. Tiket termurah Shinkansen sekitar Rp 1,3 juta untuk jarak 380 km.

::: News Link :::

| | edit post