Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana
membenahi terus layanannya. Mulai tahun depan, seluruh kereta ekonomi
bakal dilengkapi dengan pendingin ruangan atau AC.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Ignasius Jonan kepada detikFinance, Kamis (6/9/2012).
"Kita
berupaya menyediakan kereta ekonomi semua dengan AC mulai awal tahun
depan. Tujuannya adalah untuk pelayanan lebih baik," tegas Jonan.
Pihak
KAI saat ini sedang menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk
pembenahan pelayanan tersebut. Jonan mengatakan, saat ini ada 700
gerbong kereta ekonomi yang bakal dilengkapi dengan AC mulai tahun
depan.
Apakah dengan tambahan AC ini maka tiket kereta ekonomi
bakal naik? "Untuk tiket kelas ekonomi, harga tiket diatur/ditentukan
pemerintah. Sehingga terserah keputusan pemerintah, apakah harga tiket
disesuaikan atau PSO (subsidi) ditambah," papar Jonan.
:::: News Link:::
SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI
Tawuran antar warga terjadi di wilayah Pasar Celancang, Desa
Purwawinangun, Kabupaten Cirebon. Akibat tawuran tersebut empat rumah
warga habis terbakar dan 16 orang luka-luka.
Hal itu disampaikan Kanit Polsek Gunung Jati, Aiptu Wahyudi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (29/8/2012).
Menurut
Wahyudi, Kebakaran yang menghabiskan 4 rumah warga tersebut diakibatkan
lemparan bom molotov dan petasan pada saat tawuran. Dan 16 korban yang
terluka dikarenakan terkena anak panah.
"Terbakar karena lemparan bom molotov dan petasan. Sedangkan korban karena terkena anak panah," ujar Wahyudi.
Menurutnya saat ini semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan dan Rumah Sakit Gunung Jati. dan masih dalam perawatan.
"Seluruh korban masih di Rumah Sakit Pelabuhan dan Rumah Sakit Gunung Jati," ujarnya.
Polisi
berhasil mengamankan barang bukti anak panah yang digunakan saat
tawuran. Dan saat ini keadaan di tempat kejadian sudah terkendali.
"Situasi saat ini sudah aman," ujar Wahyudi.
::;News Link:::
Tawuran antar warga terjadi di wilayah Pasar Celancang, Desa
Purwawinangun, Kabupaten Cirebon. Satu rumah warga menjadi sasaran amuk
massa dan dibakar.
"Laporan yang diterima di lokasi tawuran ada
satu rumah yang dibakar," kata petugas piket Pemadam Kebakaran Gunung
Jati, Karsidi, saat dihubungi detikcom, Rabu (29/8/2012).
Dari laporan yang diterima pihak pemadam kebakaran, aksi pembakaran rumah tersebut terjadi sekitar pukul 24.00 WIB.
"Satu unit mobil pemadam sudah dikerahkan ke TKP," ujar petugas tersebut.
Menurutnya, tawuran yang terjadi di lokasi tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Pekan kemarin juga sempat terjadi tawuran.
Seorang
petugas piket Polsek Gunung Jati membenarkan adanya informasi tawuran
tersebut. Namun petugas tersebut belum mengetahui rincian mengenai
tawuran itu.
"Waka Polsek masih di TKP, saya belum mengetahui data-datanya," ujar petugas itu.
::: News Link::
TRIBUNNEWS.COM
CIREBON - Anggota Polisi Khusus Kereta
Api (Polsuska) Cirebon Express, Lukman S (22), melaporkan kasus
pemukulan yang dialaminya di dalam kereta api oleh oknum anggota TNI,
Minggu (12/8/2012) malam.
Kejadian itu hanya berselang sehari setelah kasus dua anggota TNI
yang dilaporkan warga dengan tuduhan penganiayaan terhadap warga di RW
11, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu
(11/8/2012).
Lukman mengatakan peristiwa itu bermula dari pemeriksaan tiket
penumpang kereta api. Lukman bertugas memeriksa tiket para penumpang
kereta Cirebon Express sesaat setelah meninggalkan Stasiun Gambir,
Jakarta.
Tujuan akhir perjalanan kereta itu adalah Stasiun Kejaksan, Cirebon.
"Saat itu, saya mendapatkan ada delapan penumpang dengan tiket kelas
bisnis tapi duduk di gerbong eksekutif," ujar Lukman kepada wartawan, di
Stasiun Kejaksan, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Minggu (12/8/2012)
malam.
Tiga di antara penumpang itu adalah anggota TNI. Ia mengaku mengenal
ketiga anggota TNI itu karena sering melihat mereka naik kereta api itu.
Pria berusia 22 tahun itu mengatakan lebih dulu meminta lima
penumpang sipil agar pindah ke gerbong bisnis. Hal itu dilakukan seusai
dengan perintah kondektur kereta api Cirebon Express.
"Saya meminta
mereka menempati kursi sesuai yang tertera pada tiket," katanya.
Awalnya, tidak ada masalah. Namun, ucap Lukman, seorang di antara lima
penumpang itu mengadu ke anggota TNI itu.
"Tuntas pemeriksaan karcis, mereka (tiga anggota TNI) mengadang saya di gerbong kamar makan," ujar Lukman.
Anggota TNI itu menarik baju Lukman hingga kancing atasnya lepas.
Selain itu, mereka memukuli wajah korban. "Saya digeret-geret, kancing
baju lepas," ujarnya. Lukman mengalami pemukulan itu sekitar pukul
16.51. Ponsel yang dikantongi dalam saku bajunya rusak karena tangan
ketiga anggota TNI itu sering menekan ponselnya ketika
mendorong-dorongnya.
Hidung Lukman pun mengeluarkan darah dan bibirnya pecah. Ketiga anggota TNI itu juga mengucapkan kata-kata kasar kepada Lukman.
Padahal,
menurut dia, ia hanya berurusan dengan lima penumpang sipil dan belum
menegur ketiga anggota TNI itu. Karena itu, ia melaporkan peristiwa itu
kepada atasannya.
Menurut Kepala PT KAI Daerah Operasional (Daop) III Cirebon, Berlin
Barus, pimpinan tertinggi atau direktur utama PT KAI menyatakan kasus
pemukulan oleh anggota TNI terhadap anggota Polsuska diselesaikan
melalui proses hukum.
Sejauh ini, Dirut PT KAI, katanya, sudah mendatangi markas besar AL
di Jakarta untuk membicarakan hal ini. "Tunggu saja hasilnya," kata dia.
Belum ada tanggapan dari pihak TNI AL mengenai ini. Dandenpom AL,
Kapten Achmad Taufan W, yang dihubungi Tribun melalui pesan singkat,
menolak berkomentar.
"Mohon maaf, belum bisa konfirmasi Komandan (karena) masih dinas di
luar kota," ujarnya via pesan singkat. Dandenpom AD, Letkol Agus
Santoso, pun belum menanggapi hal itu. Agus sempat menerima telepon
Tribun kemarin sore tapi tak sempat memberi keterangan karena sedang
berada di tempat ramai.
::: New Link:::
Ribuan masyarakat kecewa dan menilai PT Kereta Api Indonesia (KAI)
arogan alias kejam, bertindak semaunya sendiri tanpa memikirkan
kesusahan orang lain.
As much
as 4,100 train tickets are considered illegal due to bought from the
brokers and passengers’ name on the ticket does not match with their ID
Card (KTP). To prevent loss, candidate passengers are urged not to buy
ticket from brokers.Hingga H-4 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, sebanyak 4.100 tiket kereta ekonomi yang dijual oleh calo di Stasiun Pasar Senen dihanguskan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) I Jakarta.
“4.100 tiket yang dihanguskan ini sudah terhitung sejak H-9 atau sejak diberlakukannya sistem boarding pass,” ujar Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I, Mateta Rijalulhaq.
Dijelaskan oleh Mateta, dengan sistem boarding pass ini, maka para pemilik tiket tersebut ketika datang ke stasiun sebelum masuk maka harus mencocokkan nama yang terdapat didalam tiket dengan Kartu Tanda Pengenal (KTP) asli.
“Nah tiket penumpang yang dihanguskan ini adalah biasanya mereka yang membeli di calo,” kata Mateta saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, hari ini.
Menurut Mateta, jumlah tiket kereta ekonomi yang dihanguskan ini diprediksikan akan meningkat, mengingat konsentrasi penjualan tiket ekonomi terpusat di Pasar Senen. “Apalagi besok menjelang H-3 sampai H-1 Lebaran, pasti makin banyak.”
Sudah menjadi tradisi bagi para calo, lanjut Mateta, untuk memborong tiket perjalanan kereta ekonomi pada H-3, H-2, dan H-1 menjelang Lebaran. Namun sayangnya, dengan penerapan sistem boarding pass dimana nama yang tercantum dengan KTP asli harus sama, maka kondisi ini diperkirakan akan menjadi kerugian besar bagi para calo.
“Kita lihat saja esok, kalau ada yang menjual tiket dengan harga yang murah dan secara berbondong-bondong itu pasti calo,” lanjutnya.
Dirinya menghimbau untuk para calon penumpang untuk tidak membeli tiket melalui calo tersebut, karena akan merugikan bagi calon penumpang atas resiko kegagalan berpergian akibat tiket yang tidak sah tersebut.
“Tujuan lain diterapkan sistem ini adalah berhubungan dengan asuransi, karena asuransi itu wajib diberikan kepada nama yang tertera di tiket tersebut, bukan kepada orang lain,” tegas Mateta.
::: News Link::
Pada masa angkutan lebaran tahun 2012, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menerapkan sistem Boarding menuai kritik dari DPR
Pada masa angkutan lebaran tahun 2012,
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menerapkan sistem Boarding Pass,
dimana hanya penumpang yang memiliki tiket yang berhak masuk ke dalam
peron dan tiket yang dimiliki oleh calon penumpang harus sesuai dengan
kartu identitas yang dimiliki penumpang (ktp/sim/passport/id lainnya).
Selain itu PT KAI hanya menjual tiket sesuai dengan kapasitas tempat
duduk sehingga tidak ada lagi penumpang yang berdiri.
CIREBON, KOMPAS.com - Kondisi lalulintas arus balik
lebaran pada H+5 di Jalur Pantura dari Palimanan ke Jatibarang,
Indramayu, Jawa Barat pada Sabtu pagi (25/8/2012) masih terpantau ramai
lancar. Walaupun Sabtu ini aktivitas Pasar Sandang, Tegal Gubug,
Cirebon sudah beraktivitas kembali, namun tidak ada kepadatan yang
berarti.
Kendaraan masih bisa melaju dengan kecepatan rata-rata
60 kilometer per jam. Pantauan Tim Mudik Radio Sonora pagi ini,
pedagang aneka pakaian tetap berdagang secara normal, tetapi petugas
melarang mereka berdagang di bahu jalan.
Sementara itu, demi
mengantisipasi terjadinya kepadatan arus lalulintas sekitar Pasar Tegal
Gubug anggota Satpol PP dan unsur TNI juga diturunkan untuk mengatur
lalulintas, di bawah kendali Kepolisian Resort Kabupaten Cirebon.
Perwira
Piket Pengendali di Pospam Pertigaan Palimanan AKP Bambang Suryanata
mengatakan, lokasi SPBU dan tempat istirahat yang berpotensi menimbulkan
kemacetan menjadi fokus pengamanan dan pengaturan petugas kepolisian.
"Setiap SPBU setidaknya ditempatkan minimal 2-3 personil dengan satu
unit mobil patroli Mitshubisi Strada untuk mengantisipasi kemacetan di
simpul-simpul kepadatan lalulintas," ujarnya.
Bambang
menambahkan, pertigaan Palimanan sebagai salah satu kunci lancarnya arus
lalulintas di Jalur Pantura Indramayu terus berkoordinasi dengan
beberapa Polres terdekat, seperti Polres Losari untuk melaporkan arus
lalulintas dari arah Timur Jawa Tengah. Jika arus lalulintas dari Timur
Jawa Tengah padat maka pihaknya akan mengalihkan sebagian kendaraan
lewat jalur lintas tengah Jawa Barat yakni lewat Majalengka - Cikamurang
- Sadang.
"Kami selalu koordinasi dengan jajaran polsek
terdekat, jika arus kendaraan dari timur padat maka di Pertigaan
Palimanan diberlakukan pengalihan arus dengan mengarahkan pemudik lewat
Majalengka agar Lintas Pantura Arjawinangun terus terkendali," tambah
Bambang.
::: News Link:::
BANDUNG (bisnis-jabar.com)—Aturan ketat yang diberlakukan PT Kereta
Api agar calon penumpang mencantumkan identitas pada tiket sesuai KTP
menuai hasil.
“Itu karena nama yang tertera pada tiket itu tidak sama dengan identitasnya,” kata Bambang.
Pihaknya mencatat sampai hari perdana Idulfitri 2012 sebanyak 2.543 orang ditolak masuk karena tidak memiliki kesesuaian nama.
Menurut Bambang, sejak pemberlakuan pencantuman identitas calon penumpang pada tiket dan boarding pass, ditambah pembatasan kapasitas penumpang 100%, kenyamanan perjalanan kereta bisa dirasakan para penumpang. (ajz)
::: News Link:::


