SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



Permohonan Maaf PT KAI Commuter Jabodetabek

Diposting oleh paguyubancirex Sabtu, 24 November 2012 0 komentar



Jakarta - Seluruh jajaran manajemen dan karyawan PT KAI (Persero) dan PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar - besarnya khususnya kepada para pengguna jasa KRL karena terganggunya kenyamanan dan kelancaran perjalanan KRL terutama untuk lintas Bogor sampai dengan Bojonggede akibat peristiwa alam longsor yang terjadi pada hari Rabu 21 November 2012 pukul 17:50 WIB, tepatnya pada KM 45 di lintas Bojonggede-Cilebut.

Akibat hal tersebut dan demi keamanan perjalanan KRL maka seluruh perjalanan KRL pada Lintas Bogor sampai dengan Bojong Gede tidak dioperasikan. Perjalanan KRL hanya dapat dioperasikan mulai dari Stasiun Bojonggede dan Stasiun Depok menuju Jakarta kota, Tanah Abang dan Jatinegara PP.

Dengan tertutupnya lintas Bogor s.d Bojonggede, maka seluruh loket Stasiun Bogor dan Cilebut tidak melayani penjualan karcis untuk sementara. Namun bagi penumpang pada kedua Stasiun tersebut yang menggunakan kartu Commet tetap dapat melakukan refund pada loket St Bogor dan St Cilebut sesuai harga tiket satu kali perjalanan.

Penjualan karcis dengan relasi tujuan Stasiun Bogor juga tidak dijual pada Stasiun lain. Bagi penumpang yang akan menuju Bojong Gede diperkenankan membeli tiket tujuan Stasiun Depok, namun tetap dapat melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Bojonggede.

Perbaikan atas peristiwa alam Longsor tersebut akan dilakukan sesegera mungkin agar kerusakan dapat teratasi dengan cepat dan KRL dapat Kembali beroperasi seperti biasa.

Hormat kami,

Direksi PT KAI (Persero)
dan
Direksi PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ)
 

| | edit post

Longsor Terjadi di Jalur KA Antara Purwokerto-Karang Gandul

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 22 November 2012 0 komentar

Purwokerto - Hujan deras yang terus turun di kota Purwokerto sejak siang hingga petang ini menyebabkan banjir, longsor, dan pohon tumbang di beberapa titik. Bahkan longsor juga terjadi di jalur kereta api yang berada di wilayah Daop V Purwokerto antara stasiun Purwokerto dan stasiun Karang Gandul.

"Betul terjadi gogos (longsoran kecil) di bawah rel (tubuh ban). Di kilometer 345 antara Karanggandul- Purwokerto jalur hilir sepanjang 100 meter dan di kilometer 337 antara Karangsari-Karang Gandul jalur hilir sepanjang 20 meter," kata Manager Humas PT KAI Daop V Purwokerto dalam pesan singkatnya, Kamis (22/11/2012).

Menurut dia, akibat longsoran ini pihaknya telah bersiaga memantau jalur kereta di lokasi tersebut.

"Sementara KA dilewatkan 1 jalur," jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun, akibat longsor ini beberapa perjalanan kereta api terhenti.

Selain banjir di berbagai titik di kota Purwokero. Air sungai Logawa dan Banjaran juga meluap menggenangi pemukiman warga. Belum diperoleh data kerusakan akibat banjir tersebut.

::: News Link:::

| | edit post

Bogor - PT KAI memperkirakan longsor di Cilebut, Bogor, Jabar baru bisa diselesaikan dalam waktu 21 hari. Kereta Jakarta-Bogor dan sebaliknya, tidak bisa lewat dalam waktu dekat. Paling cepat 2 minggu.

"Tiga hari, nggak bisa. Paling cepat dua minggu," kata Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan di lokasi kejadian, Kampung Babakan Sirna RT 3 RW 11, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (22/11/2012).

Jonan menjelaskan, keretakan tanah akibat longsor cukup parah. Kondisi tersebut terlihat dari pengecekan struktur tanah. Tanah tempat rel berpijak, ikut retak.

PT KAI tidak berani berspekulasi. Untuk itu, kereta akan diizinkan lewat jika kondisi betul-betul aman. "Bahaya kalau dipaksakan. Mudah-mudahan (kereta) dua minggu sudah bisa (lewat)," kata Jonan.

Jonan menambahkan, rencananya PT KAI akan menimbun bekas longsoran sehingga ketinggian tanahnya sama dengan kondisi semula. Di bawah timbunan akan dibangun saluran atau aliran kapiler untuk mencegah penggerusan tanah saat hujan.

"Ketiga, kami akan buat plengsengan atau talut penahan longsoran. Memang agak lama pengerjaannya tapi tidak masalah," jelasnya.

Jonan menegaskan, kereta Jakarta-Bogor bisa sampai Stasiun Bojonggede. PT KAI hanya mengenakan tarif seharga tiket Jakarta-Depok. "Tapi penumpang bisa turun sampai Bojonggede. Untuk Bogor ke Jakarta, sementara tidak dioperasikan," katanya.

::: News Link:::

| | edit post

Hore! Semua Kereta Ekonomi Pakai AC Mulai Tahun Depan

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 05 September 2012 0 komentar

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana membenahi terus layanannya. Mulai tahun depan, seluruh kereta ekonomi bakal dilengkapi dengan pendingin ruangan atau AC.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Ignasius Jonan kepada detikFinance, Kamis (6/9/2012).

"Kita berupaya menyediakan kereta ekonomi semua dengan AC mulai awal tahun depan. Tujuannya adalah untuk pelayanan lebih baik," tegas Jonan.

Pihak KAI saat ini sedang menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk pembenahan pelayanan tersebut. Jonan mengatakan, saat ini ada 700 gerbong kereta ekonomi yang bakal dilengkapi dengan AC mulai tahun depan.

Apakah dengan tambahan AC ini maka tiket kereta ekonomi bakal naik? "Untuk tiket kelas ekonomi, harga tiket diatur/ditentukan pemerintah. Sehingga terserah keputusan pemerintah, apakah harga tiket disesuaikan atau PSO (subsidi) ditambah," papar Jonan.

:::: News Link:::

| | edit post

4 Rumah Terbakar dan 16 orang Luka-Luka Akibat Tawuran di Cirebon

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 29 Agustus 2012 0 komentar

Tawuran antar warga terjadi di wilayah Pasar Celancang, Desa Purwawinangun, Kabupaten Cirebon. Akibat tawuran tersebut empat rumah warga habis terbakar dan 16 orang luka-luka.

Hal itu disampaikan Kanit Polsek Gunung Jati, Aiptu Wahyudi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (29/8/2012).

Menurut Wahyudi, Kebakaran yang menghabiskan 4 rumah warga tersebut diakibatkan lemparan bom molotov dan petasan pada saat tawuran. Dan 16 korban yang terluka dikarenakan terkena anak panah.

"Terbakar karena lemparan bom molotov dan petasan. Sedangkan korban karena terkena anak panah," ujar Wahyudi.

Menurutnya saat ini semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan dan Rumah Sakit Gunung Jati. dan masih dalam perawatan.

"Seluruh korban masih di Rumah Sakit Pelabuhan dan Rumah Sakit Gunung Jati," ujarnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti anak panah yang digunakan saat tawuran. Dan saat ini keadaan di tempat kejadian sudah terkendali.

"Situasi saat ini sudah aman," ujar Wahyudi.

::;News Link:::

| | edit post

Tawuran antar warga terjadi di wilayah Pasar Celancang, Desa Purwawinangun, Kabupaten Cirebon. Satu rumah warga menjadi sasaran amuk massa dan dibakar.

"Laporan yang diterima di lokasi tawuran ada satu rumah yang dibakar," kata petugas piket Pemadam Kebakaran Gunung Jati, Karsidi, saat dihubungi detikcom, Rabu (29/8/2012).

Dari laporan yang diterima pihak pemadam kebakaran, aksi pembakaran rumah tersebut terjadi sekitar pukul 24.00 WIB.

"Satu unit mobil pemadam sudah dikerahkan ke TKP," ujar petugas tersebut.

Menurutnya, tawuran yang terjadi di lokasi tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Pekan kemarin juga sempat terjadi tawuran.

Seorang petugas piket Polsek Gunung Jati membenarkan adanya informasi tawuran tersebut. Namun petugas tersebut belum mengetahui rincian mengenai tawuran itu.

"Waka Polsek masih di TKP, saya belum mengetahui data-datanya," ujar petugas itu.

::: News Link::

| | edit post

Polisi Dianiya 3 Oknum TNI di KA Cirebon Express

Diposting oleh paguyubancirex Jumat, 24 Agustus 2012 0 komentar

 TRIBUNNEWS.COM

CIREBON - Anggota Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Cirebon Express, Lukman S (22), melaporkan kasus pemukulan yang dialaminya di dalam kereta api oleh oknum anggota TNI, Minggu (12/8/2012) malam.

Kejadian itu hanya berselang sehari setelah kasus dua anggota TNI yang dilaporkan warga dengan tuduhan penganiayaan terhadap warga di RW 11, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu (11/8/2012).

Lukman mengatakan peristiwa itu bermula dari pemeriksaan tiket penumpang kereta api. Lukman bertugas memeriksa tiket para penumpang kereta Cirebon Express sesaat setelah meninggalkan Stasiun Gambir, Jakarta.

Tujuan akhir perjalanan kereta itu adalah Stasiun Kejaksan, Cirebon. "Saat itu, saya mendapatkan ada delapan penumpang dengan tiket kelas bisnis tapi duduk di gerbong eksekutif," ujar Lukman kepada wartawan, di Stasiun Kejaksan, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Minggu (12/8/2012) malam.
Tiga di antara penumpang itu adalah anggota TNI. Ia mengaku mengenal ketiga anggota TNI itu karena sering melihat mereka naik kereta api itu.

Pria berusia 22 tahun itu mengatakan lebih dulu meminta lima penumpang sipil agar pindah ke gerbong bisnis. Hal itu dilakukan seusai dengan perintah kondektur kereta api Cirebon Express.
"Saya meminta mereka menempati kursi sesuai yang tertera pada tiket," katanya. Awalnya, tidak ada masalah. Namun, ucap Lukman, seorang di antara lima penumpang itu mengadu ke anggota TNI itu.
"Tuntas pemeriksaan karcis, mereka (tiga anggota TNI) mengadang saya di gerbong kamar makan," ujar Lukman.

Anggota TNI itu menarik baju Lukman hingga kancing atasnya lepas. Selain itu, mereka memukuli wajah korban. "Saya digeret-geret, kancing baju lepas," ujarnya. Lukman mengalami pemukulan itu sekitar pukul 16.51. Ponsel yang dikantongi dalam saku bajunya rusak karena tangan ketiga anggota TNI itu sering menekan ponselnya ketika mendorong-dorongnya.

Hidung Lukman pun mengeluarkan darah dan bibirnya pecah. Ketiga anggota TNI itu juga mengucapkan kata-kata kasar kepada Lukman.

Padahal, menurut dia, ia hanya berurusan dengan lima penumpang sipil dan belum menegur ketiga anggota TNI itu. Karena itu, ia melaporkan peristiwa itu kepada atasannya.

Menurut Kepala PT KAI Daerah Operasional (Daop) III Cirebon, Berlin Barus, pimpinan tertinggi atau direktur utama PT KAI menyatakan kasus pemukulan oleh anggota TNI terhadap anggota Polsuska diselesaikan melalui proses hukum.

Sejauh ini, Dirut PT KAI, katanya, sudah mendatangi markas besar AL di Jakarta untuk membicarakan hal ini. "Tunggu saja hasilnya," kata dia.

Belum ada tanggapan dari pihak TNI AL mengenai ini. Dandenpom AL, Kapten Achmad Taufan W, yang dihubungi Tribun melalui pesan singkat, menolak berkomentar.

"Mohon maaf, belum bisa konfirmasi Komandan (karena) masih dinas di luar kota," ujarnya via pesan singkat. Dandenpom AD, Letkol Agus Santoso, pun belum menanggapi hal itu. Agus sempat menerima telepon Tribun kemarin sore tapi tak sempat memberi keterangan karena sedang berada di tempat ramai.

::: New Link:::

| | edit post

Penumpang Tuding PT KAI Arogan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Ribuan masyarakat kecewa dan menilai PT Kereta Api Indonesia (KAI) arogan alias kejam, bertindak semaunya sendiri tanpa memikirkan kesusahan orang lain.
Keluhan penumpang tersebut terkait dihanguskannya 5 ribu tiket kereta yang sudah dibeli penumpang karena tidak sesuai dengan identitas penumpang.

“Saya melihat pimpinan PT Kereta Api memanfaatkan momen Lebaran untuk menindas penumpang. Mereka tau kondisi sekarang ini orang kejepit kesulitan mencari angkutan mudik, dan kesempatan itulah dimanfaatkan PT Kereta Api supaya kami membeli tiket lagi,” papar Fredy Kartanto, penumpang asal Tegal, Jawa Tengah.

Menurutnya, dia membeli tiket jauh hari sebelum Lebaran dan meminta tolong adiknya pergi ke loket Stasiun Gambir pada bulan Mei 2012. Saat itu adiknya disuruh mengisi nama dan KTP tapi petugas tidak menjelaskan lebih rinci kalau harus KTP yang akan berangkat.

“Waktu itu adik saya mengira KTP adik saya yang ditanya, mangkanya yang tertera nama dan nomor KTP di tiket adalah adik saya,” cerita Fredy menyesalkan sikap manajemen Kereta Api.

“Saat mau masuk stasiun saya dilarang naik ke atas kereta karena di tiket tidak sesuai denan identitas, meskipun saya jelaskan itu nama adik saya, petugas tidak mau tau,”tambahnya.

Dengan nada kesal, Fredy menceritakan akhirnya dia diharuskan membeli tiket baru lagi dan menambah 25 persen dari harga tiket yang berlaku saat itu. “Ini jelas pemerasan. Pemerintah cuma gembar-gembor membantu masyarakat mudik, tapi disatu sisi membiarkan BUMN Kereta Api memeras penumpang.”
Beberapa penumpang lainnya menuturkan, kalau nama yang tertera di tiket adalah nama panggilan sehari-hari atau nama pendek panggilan mereka tetap saja tiketnya dianggap tidak berlaku dan disuruh membeli tiket baru. “Harusnya ada petugas khusus di loket yang mensosialisasikan. Sebab waktu saya antri tiket bulan Juli lalu tidak ada yang memberitahu,” kata Achwan, warga Kelapa Gading.

Dirut PT KAI Ignasius Jonan membenarkan pihaknya sudah menerapkan system boarding pass dalam pembelian tiket kereta api dan mengakui ada 5 ribu tiket kereta api hangus karena nama yang tertera dalam tiket tidak sesuai dengan kartu identitas yang dimiliki.

“Limaribu tiket yang hangus tergolong kecil tidak sampai 0,5 persen dari total tiket yang terjual sebanyak 1,308 juta tiket selama Idul fitri,” kata Jonan.
Menurut Jonan, penyebab utama tiket yang hangus selain tiket tidak sesui identitas juga calon penumpang menuliskan nama panggilan atau nama julukan.
Namun lanjut Jonan, pihaknya masih memberikan toleransi hingga akhir Agustus 2012, tiket yang tidak sesuai harus membeli tiket baru dengan nomor kursi yang sama dan hanya membayar tambahan 25 persen dari harga tiket yang berlaku saat itu.

“Tapi mulai 1 September 2012 tidak ada toleransi lagi. Kalau tidak sesuai nama, kami anggap hangus dan tidak bisa dibeli ulang,” katanya.
Jonan mengatakan tidak ada larangan membelikan tiket untuk orang lain. Asalkan nama yang tertera adalah nama penumpang yang akan berangkat sebab akan ada pemeriksaan di peron dan di atas kereta. (dwi)

| | edit post

4,100 Train Tickets are Illegal

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


As much as 4,100 train tickets are considered illegal due to bought from the brokers and passengers’ name on the ticket does not match with their ID Card (KTP). To prevent loss, candidate passengers are urged not to buy ticket from brokers.

“Candidate passengers must be more selective in buying ticket. This is because if the name on the ticket and ID card is different, the ticket is no longer valid,” stated Head of Public Relations for PT KAI Operational Region I (Daops), Mateta Rijalulhaq, Thursday (8/16).

With boarding pass system, the ticket owners must check and match the name on the ticket with their ID card when coming to the train station. “Before arriving at the station, the passengers are obligated to wait outside the platform,” stressed Rijalulhaq.

The implemented boarding pass system also makes the amount of passengers departed from Senen Station is relatively similar with the amount of passengers departed on previous day. This is because with boarding pass system, the amount of passengers will be the same with the amount of seats available.

Until 2 PM today, 4,883 passengers have been departed. Meanwhile, in the span of D-10 to D-4, the amount of passengers departed from Senen Station has reached 26,203 passengers.

There are 30 departures at Senen Station, with 20 regular trains and 10 additional trains. The first and last departure would be Tawang Jaya Train, which is an additional train heading to Semarang at 5.50 AM and 10 PM.

| | edit post

Ribuan Tiket Calo Dihanguskan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

4.100 tiket yang dihanguskan ini sudah terhitung sejak H-9 atau sejak diberlakukannya sistem boarding pass

Hingga H-4 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, sebanyak 4.100 tiket kereta ekonomi yang dijual oleh calo di Stasiun Pasar Senen dihanguskan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) I Jakarta.

“4.100 tiket yang dihanguskan ini sudah terhitung sejak H-9 atau sejak diberlakukannya sistem boarding pass,” ujar Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I, Mateta Rijalulhaq.

Dijelaskan oleh Mateta, dengan sistem boarding pass ini, maka para pemilik tiket tersebut ketika datang ke stasiun sebelum masuk maka harus mencocokkan nama yang terdapat didalam tiket dengan Kartu Tanda Pengenal (KTP) asli.

“Nah tiket penumpang yang dihanguskan ini adalah biasanya mereka yang membeli di calo,” kata Mateta saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, hari ini.

Menurut Mateta, jumlah tiket kereta ekonomi yang dihanguskan ini diprediksikan akan meningkat, mengingat konsentrasi penjualan tiket ekonomi terpusat di Pasar Senen. “Apalagi besok menjelang H-3 sampai H-1 Lebaran, pasti makin banyak.”

Sudah menjadi tradisi bagi para calo, lanjut Mateta, untuk memborong tiket perjalanan kereta ekonomi pada H-3, H-2, dan H-1 menjelang Lebaran. Namun sayangnya, dengan penerapan sistem boarding pass dimana nama yang tercantum dengan KTP asli harus sama, maka kondisi ini diperkirakan akan menjadi kerugian besar bagi para calo.

“Kita lihat saja esok, kalau ada yang menjual tiket dengan harga yang murah dan secara berbondong-bondong itu pasti calo,” lanjutnya.

Dirinya menghimbau untuk para calon penumpang untuk tidak membeli tiket melalui calo tersebut, karena akan merugikan bagi calon penumpang atas resiko kegagalan berpergian akibat tiket yang tidak sah tersebut.

“Tujuan lain diterapkan sistem ini adalah berhubungan dengan asuransi, karena asuransi itu wajib diberikan kepada nama yang tertera di tiket tersebut, bukan kepada orang lain,” tegas Mateta.


::: News Link::

| | edit post