SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI



Susno Duadji Pegang Kartu Truf Kapolri?

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 18 November 2009 0 komentar


JAKARTA - Posisi Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang seolah tak tergoyahkan meski diterpa badai perseteruan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memunculkan tanda tanya.
Apakah betul Susno memegang kartu Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, sehingga posisinya aman?
Untuk mengklarifikasi dugaan ini, anggota Komisi Hukum DPR Ruhut Sitompul bakal mempertanyakan kepada Kapolri. "Apakah (Kapolri) takut memecat Susno karena pernah di PPATK, jadi tahu rekening petinggi Polri," terka Ruhut saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/11/2009).
Susno Duadji sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Saat itu, Susno pernah menggembar-gemborkan ihwal rekening beberapa perwira tinggi yang tidak wajar karena berjumlah ratusan miliar bahkan triliunan rupiah. "Sekarang pernah enggak dia ngomong itu. Ini kan berarti buat posisi tawar waktu itu," ujarnya.
Seperti diketahui, Susno baru dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kabareskrim, setelah muncul tekanan publik yang begitu besar. Pencopotan ini pun hanya bersifat sementara guna memudahkan kinerja Tim Delapan. Di sisi lain, Susno dinilai sebagai pemicu awal perseteruan antara Polri dan KPK. Bahkan istilah Cicak dan Buaya merupakan buah kreasi Susno.
Kontroversi kembali muncul, karena Susno kembali menduduki jabatannya sesaat setelah Tim Delapan menyerahkan rekomendasi ke Presiden

Sember Berita

| | edit post

Tak Ber-KTP Jakarta, Warga Pinggir Rel Kereta Akan Dipulangkan

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 17 November 2009 0 komentar

Jakarta - Warga pinggir rel yang tidak ber-KTP Jakarta akan segera dipulangkan ke daerah asalnya. Namun warga yang ber-KTP Jakarta akan digusur ke rusunawa.
"Setelah meninjau nanti masyarakat yang tinggal di pinggir rel KA yang be-KTP Jakarta rencananya akan dilakukan penempatan di daerah rusunawa. Ada pun yang tidak punya KTP akan dikembalikan ke tempat asal," ujar Menko Kesra Agung Laksono.
Agung mengatakan itu usai meninjau Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Senen dan Stasiun Kota, Jakarta, Rabu (18/11/2009). Selain Agung, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, dan Menpera Suharso Monoarfa juga ikut meninjau.
Menurut Agung, bagi warga yang tidak ber-KTP Jakarta tidak dilakukan transmigrasi karena beberapa daerah menolak menampung.
Agung berharap, masyarakat yang akan dipulangkan akan diusahakan mendapatkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Tujuannya agar masyarakat dapat berwiraswasta sehingga tidak kembali lagi ke Jakarta.
Agung menjelaskan, penataan kawasan jalur KA Tanjung Priok-Jakarta Kota-Pasar Senen merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden. Hal ini terkait rencana pemerintah untuk menghidupkan jalur KA lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok.
"Supaya tercipta transportasi yang aman dan selamat melalui penertiban, juga terciptanya lingkungan yang sehat dan bertata melalui pembersihan sampah," imbuh dia

Sumber Berita :

| | edit post

PT KAI: eTicketing Bantu Pengelola KRL

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


JAKARTA - Pemberlakuan sistem tiket elektronik atau eTicketing bagi para pengguna KRL (kereta rel listrik), mendapatkan tanggapan beragam dari para konsumen. Sebagian komunitas pengguna KRL ada pula yang menolak penggunaan sistem tersebut dengan alasan, pengelola KRL disarankan lebih memprioritaskan hal lain terkait pelayanan KRL.
Menurut mereka, ada banyak hal yang selayaknya didahulukan untuk ditangani seperti masalah daya tampung, pemeliharaan KRL, pembenahan stasiun, keterlambatan jadwal, dan lain sebagainya.
Menanggapi hal ini, Coorporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek Makmur Syaheran membantah bahwa pihaknya hanya mementingkan penerapan sistem eTicketing. Menurutnya, pemberlakukan e-Ticketing nantinya justru akan sangat membantu pengelola KRL dalam menangani perbaikan sarana dan prasarana KRL, serta meningkatkan pelayanan kepada para penggunanya.
"Sarana dan prasarana KRL sangat penting bagi kami dan juga pengguna KRL. Yang menjadi sarananya adalah KRL, sementara prasarana adalah hal-hal lain yang mendukung seperti stasiun, rel kereta, dan lain-lain. Perbaikan sarana tanpa dibarengi prasarana tidak akan menghasilkan sebuah layanan yang baik," kata Makmur saat dihubungi okezone, Jumat (13/11/2009).
"Sistem eTicketing kami maksudkan untuk mendisiplinkan para pengguna KRL. Dengan sistem seperti ini, hanya yang membayar tiket yang bisa naik kereta," tambahnya.
Makmur menyebutkan hingga saat ini masih banyak penumpang KRL yang tidak disiplin. Tercatat ada sekira 20 persen penumpang yang tidak membeli tiket. Hal ini menjadi penghambat pengelola KRL dalam memperbaiki sarana dan prasarana. Pasalnya, pendapatan dari penjualan tiket seharusnya diinvestasikan guna pemeliharaan sarana dan prasarana KRL.
"Keluhan pengguna KRL mengenai daya tampung KRL yang tidak memadai, pemeliharaan KRL, sterilisasi stasiun dan lain sebagainya tengah coba kami benahi, salah satunya melalui rencana penerapan sistem eTicketing ini," kata Makmur.
Diakui pengelola KRL, proyek ini molor hingga 2010. Hal tersebut mengakibatkan peralatan eTicketing yang telah dipasang di stasiun se-Jabodetabek sejak 2008 'mengganggur', bahkan menjadi penghalang penumpang untuk keluar stasiun.
Makmur mengiyakan bahwa diperlukan sosialisasi yang cukup lama untuk mengenalkan sistem ini pada masyarakat pengguna KRL. Selain itu, Makmur pun mengimbau agar sarana dan prasarana KRL didukung oleh kedisplinan para penggunanya. Dengan demikian, proyek ini nantinya tidak mubazir dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Sumber Berita

| | edit post

Jakarta - Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) berencana menggaet karyawan PT Kereta Api Indonesia (PTKA) untuk menjadi pesertanya. Selain PTKA, perseroan juga sedang melakukan pendekatan dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Kita masih melakukan berbagai pendekatan dengan PLN dan Kereta Api supaya bisa menjadi anggota Jamsostek," ujar Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga usai raker bersama Komisi IX di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2009).
Menurutnya, sesuai undang-undang seharusnya setiap karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki gaji di atas Rp 1 juta wajib menjadi anggota Jamsostek. Namun pada kenyataannya tidak demikian.
"Makanya kita lakukan pendekatan tidak hanya kepada manajemen saja, tapi sampai ke serikat pekerjanya," katanya.
Ia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan perseroan menggaet kedua BUMN itu adalah dengan cara melaporkan kasus tersebut kepada Depnakertrans.
"Tapi memang kalau di PLN ada sedikit nuansa politis di luar kuasa manajemen untuk tidak ikut Jamsostek," tambahnya.
Dengan adanya beberapa perusahaan yang tidak mejadi anggota Jamsostek sebagaimana mestinya, membuat dana kelolaan Jamsostek kalah jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga. Padahal, jumlah pesertanya sudah berjumlah 29 juta.
"Malaysia pesertanya cuma 2 juta, Singapura 8 juta tapi dana kelolaannya lebih tinggi dari kita," katanya tanpa merinci jumlah dana kelolaan masing-masing.

Sumber Berita :

| | edit post


Jakarta - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) sudah membentuk tim untuk menindak tegas makelar kasus dan mafia peradilan. Masyarakat yang mempunyai bukti-bukti mengenai praktek tersebut diminta agar melaporkannya.
"Kami sudah bentuk tim. Kita lakukan operasi bersih. Kami bisa menerima masukan dari masyarakat, KPK, Kejagung," kata BHD dalam rapat kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2009).
BHD mengatakan, tim itu dipimpin oleh Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
"Kalau ada orang-orang atau kelompok tertentu dan ada bukti-buktinya pasti akan kami tindak tegas," ujarnya.
Menurut BHD, pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai markus dan mafia peradilan sampai ke peradilan umum.
"Kita akan lanjutkan dan tindak tegas sampai peradilan umum," tegasnya.

Sumber Berita :

| | edit post

KEGIATAN KELUARGA PAGUYUBAN CIREX

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 08 November 2009 0 komentar


Cirebon 07 November 2009
Assalamu'alaikum Wr Wb
Bentuk nyata kerukunan yang di bangun lewat wadah Paguyuban Cirex, mengadakan kegiatan rutin silaturahim dua bulanan, walaupun sempat tertunda beberapa waktu lalu karena kesibukan para anggota dan akhirnya terlaksana pada hari sabtu 07 November 2009 yang kali ini mengambil tempat di Sidomba salah satu tempat Wisata di Kuningan Jawa Barat.
Para anggota beserta keluarga datang ke tempat acara, sebagian berangkat secara bersamaan dari rumah salah satu anggota ( Mas Eko ) di Tuparev, dan sebagian langsung menuju ke tempat acara, semua peserta berkumpul di tempat lokasi kurang lebih jam 14:00, Rasa keakraban antar sesama keluarga anggota terasa lebih dekat, meski ada beberapa anggota yang tidak dapat hadir karena kesibukannya masing-masing, namun tidak mengurangi rasa kebersamaan, Acarapun di mulai dengan makan siang bersama, setelah makan siang selesai masuk ke acara selanjutnya yaitu sedikit wejangan yang di sampaikan oleh Bpk Edy-Ketua Paguyuban, acarapun berlangsung santai dan di bumbui dengan guyonan-guyonan sehingga suasana terasa akrab, di samping itu ibu-ibu (para istri anggota paguyuban ) yang sibuk mengadakan arisan yang di koordinir oleh Ibu Nur ( yang pasti Istrinya Pak NUR alias Nurachman), acarapun selesai dan anak-anak dari keluarga Paguyuban tidak kalah senangnya berlarian kesana-kemari untuk menikmati permainan dan tempat yang begitu nyaman.
Setelah Menjalankan sholat Ashar pesertapun mulai meninggalkan lokasi pulang untuk beristriahat, karena minggu sore harus sudah berangkat berjuang melaksanakan rutinitas ke Jakarta.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua teman-teman berikut keluarganya yang hadir, Mas Agus sebagai Panitia, Mas Agung atas tumpangannya dan yang lebih khusus kepada keluarga Pak Nurachman yang sudah menyempatkan diri untuk survey tempat dan ibu Nur yang mengkoordinir perserta untuk Arisan dan menyiapkan makan siang bersama, tidak lupa terima kasih untuk teman-teman yang tidak dapat hadir atas dukungannya, harapan kami di pertemuan-pertemuan berikutnya dapat hadir.
Atas segala kekurangan dan kekhilafan dalam penyelengaraan acara ini di segaja atau tidak kami mohon ma'af yang sebesar-besarnya.
Wassalamu'alaikum wr wb

Fajar Iskandar
Anggota Paguyuban

Note : ayo teman-teman silahkan nulis pengalamannya, kesan2 atau apapun dan kirim ke : email : paguyubancirex@yahoo.co.id



| | edit post
Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 03 November 2009 0 komentar

Negeri Para Bedebah

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Karya :Adhie Massardi

| | edit post

Gerbong KA Mutiara Timur Terbakar

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 01 November 2009 0 komentar


Lumajang - Gerbong makan KA Mutiara Timur yang terbakar diduga berasal dari konsleting genset. Meski terbakar habis, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini Informasi yang berhasil dihimpum detiksurabaya.com di lokasi, Sabtu (31/10/2009), KA jurusan Banyuwangi-Surabaya terbakar sekitar 200 meter sebelum masuk Stasiun Klakah. Beruntung, ada salah seorang petugas yang mengetahu peristiwa itu Akhirnya petugas menghentikan laju Kereta Mutiara timur dengan menyalakan lampu merah untuk peringatan. "Waktu itu asap mengepul, akibat angin bertiup kenjang dan terjadilah kobaran api," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Kusmindar ditemui di lokasi kejadian Menurut Kusmindar penumpang yang panik langsung diturunkan dan dievakuasi ke dalam stasiun. Sehingga kebakaran gerbong KA tersebut tidak ada korban jiwa "Alhamdulillah korban jiwa tidak ada," kata Kusmindar

Sumber Berita

| | edit post


Jakarta - Jumlah orang yang tergabung dalam "Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto" terus meningkat. Kini, gerakan tersebut telah menembus jumlah 250.000 facebooker.
Pantauan detikcom, Minggu (1/11/2009), pukul 20.15 WIB, tercatat 250.114 orang ambil bagian dalam gerakan tersebut. Itu berarti, dalam 7 jam sejak pukul 13.00 WIB, terdapat peningkatan anggota sekitar 50 ribu.
Gerakan ini diprakarsai oleh Ketua Yayasan Lembak Bengkulu, Usman Yasin. Dia juga merupakan salah satu dosen di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Tidak jarang di antara anggota gerakan ini juga menyampaikan pendapatnya soal penahanan Bibit dan Chandra. Seperti apa yang ditulis Fadli Gitu Aja yang menyatakan polisi sebagai sosok buaya.
"Waktu akan berbicara yang benar akan terbukti wahai para buaya janganlah karena kulitmu yg keras, gigimu yg tajam merontokkan sikecil dan mengelak karena takut akan keburukanmu," tulis Fadli
Gerakan 1.000.000 Facebookers mulai diluncurkan pada Jumat, 30 Oktober pekan lalu, satu hari setelah Chandra dan Bibit ditahan oleh Mabes Polri. Dalam pengantarnya, Usman mengatakan, terlepas dari apakah bersalah atau tidak, tindakan hukum terhadap keduanya telah membuat masyarakat terganggu.
Dikatakan dia, fakta membuktikan bahwa institusi Polri dan Kejaksaan Agung telah gagal mewujudkan cita-cita Indonesia yang bebas dari korupsi. Harapan besar dengan lahirnya KPK, kini harus redup oleh adanya kasus yang ditimpakan kepada Chandra dan Bibit.
"Sebagai anak bangsa kami mencintai KPK, untuk itu mari kita dukung Chandra dan Bibit dalam Grup ini. Kita namakan Gerakan Satu Juta Facebookers Dukung Chandra dan Bibit. Ayo kirim semua teman-teman kita, kejar target 1.000.000 Facebooker," ajak Usman.

Sumber Berita

| | edit post


Dukungan terhadap pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah terus mengalir. Forum Aktivis Bandung (FAB) mendesak proseJustify Fulls hukum Bibit dan Chandra mengutamakan kepercayaan masyarakat. Mereka juga menuntut Presiden SBY membuktikan ucapannya untuk menyelamatkan KPK. Dukungan terhadap Bibit dan Chandra itu dituangkan dalam petisi masyarakat anti korupsi Jabar, yang ditandatangani sekitar 25 aktivis Bandung termasuk mantan pimpinan KPK Erry Hardjapamekas. Petisi dibacakan oleh Anggota FAB Boy Antonius Pratama di Sekretariat FAB, Jalan Batik Kumeli, Minggu (1/11/2009). Petisi itu berisi tiga poin, yaitu pertama, mendesak Presiden SBY membuktikan ucapannya untuk menyelamatkan KPK. Kedua, meminta presiden untuk menyetop untuk selamanya konflik tidak produktif yang terjadi antara KPK dan polisi serta kejaksaan dan KPK. Tiga, membentuk komite negara yang terdiri dari orang-orang yang dipercaya untuk menyelidiki dan menuntaskan terdahulu kasus dugaan rekayasa Bibit dan Chandra, dan hanya melanjutkan kasus ini berdasarkan hasil dari pengusutan. "Kami ingin berikan dukungan moril terhadap KPK terutama Bibit dan Chandra," ujar Ketua Ketua FAB Radhar Tri Baskoro. Menurutnya proses hukum kasus Bibit dan Chandra menimbulkan polemik di tengah masyarakat yang menilai kasus ini tidak fair. "Indikasi tidak fair yang berada di tengah masyarakat mengarah kepada polisi dan kejaksaan," tandasnya. Karenanya, kata dia, aktivis Bandung meminta presiden segera membuktikan ucapannya untuk menyelamatkan KPK. "Proses hukum Bibit dan Chandra harus berdasarkan kepercayaan masyarakat," tegasnya. Sementara itu Mantan Pimpinan KPK Erry Riyana Hardjapamekas yang hadir menyatakan penyesalannya alasan penahanan Bibit dan Chandra karena seringnya mereka jumpa pers. "Alasan itu sangat naif dan melecehkan akal sehat, saya kira tidak mudah media digiring untuk membuat opini publik," tandasnya. "Saya yakin wartawan yang kaum intelektual bisa memilih mana yang rasional dan tidak rasional. Dengan kasus inikebebasan pers akan menjadi gangguan bagi penguasa," tambah Erry.

| | edit post