SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Wow! Mariam Al Safar Jadi Masinis Wanita Pertama di Timur Tengah

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 31 Januari 2012 0 komentar


Mariam Al Safar (Gulf News)

Dubai - Seorang wanita asal Dubai, Uni Emirat Arab tercatat sebagai masinis wanita pertama di Timur Tengah. Kiprah wanita yang masih berusia 28 tahun ini seakan menjadi penghancur penghalang bagi perjuangan persamaan hak wanita di wilayah yang sangat didominasi kaum pria tersebut.

Pencapaian Mariam Al Safar sebagai pengemudi kereta Metro pertama tidak hanya di Uni Emirat Arab, tapi juga di wilayah Timur Tengah ini cukup menakjubkan. Bayangkan jika dibandingkan dengan kaum perempuan di Arab Saudi yang ditangkap hanya karena mengemudi mobil sendirian.

Mariam yang merupakan warga asli Uni Emirat Arab, terpilih dari sekian banyak orang untuk menjadi masinis kereta Metro yang beroperasi di kota Dubai. Dari beberapa orang yang terpilih, hanya Mariam satu-satunya masinis wanita.

Menjadi masinis, terutama bagi kereta Metro yang serba otomatis bukanlah pekerjaan mudah. Walaupun seluruh kontrol dioperasikan secara otomatis, namun dalam kondisi yang tidak diinginkan seperti saat mesin rusak atau mengalami kecelakaan, pengendalian secara manual harus dilakukan.

"Saya selalu terbuka terhadap tantangan yang ada dan saya tidak takut untuk mengambil risiko. Saya bekerja keras dan pekerjaan saya menjadi prioritas utama saya," tutur Mariam kepada Gulf News dan dilansir oleh Daily Mail, Selasa (31/1/2012).

"Menjadi petugas kereta membantu saya untuk memahami bagaimana berinteraksi dengan orang lain dan juga staf dari negara-negara maupun kebudayaan yang berbeda. Hal ini telah memampukan saya untuk mengatasi bermacam situasi berbeda dengan mudah," imbuhnya.

Di sisi lain, Mariam juga mendorong kaum perempuan, tidak hanya di Uni Emirat Arab tapi juga di Timur Tengah, untuk mengembangkan karirnya secara mandiri. Dia meminta agar kaum wanita lebih berani untuk menjalani pekerjaan yang tidak konvensional.

"Jangan jalani hidup Anda tanpa target ataupun tujuan. Tetapkanlah target Anda dan berjuang untuk mencapainya," ujar Mariam.

Kota Dubai memiliki warga ekspatriat dalam jumlah besar, bahkan hampir 80 persen dari total penduduknya. Warga asli pun seringkali menjadi kaum minoritas di negaranya sendiri. Sebagian besar pekerjaan, termasuk yang dijalani oleh Mariam, lebih sering dilakukan oleh warga asing yang tinggal di Dubai.

Kendati demikian, Uni Emirat Arab saat ini berusaha untuk mengurangi ketergantungannya terhadap tenaga kerja asing. Pemerintah tengah menggalakkan kebijakan baru yang memberikan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga asli.

::: News Link :::

Wow! Terminal & Stasiun KA akan Dilengkapi Rusun & Mal

Diposting oleh paguyubancirex Jumat, 27 Januari 2012 0 komentar

Jakarta - Wapres Boediono menggelar rapat untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Selain membahas cara mengurai macet, dibicarakan juga penataan kota. Diantaranya membangun fasilitas umum yang teritegrasi dengan Terminal Bus dan Stasiun Kereta Api.

"Janganlah terminal itu seperti dulu, kalau bisa dia ada mal-nya, ditata supaya itu juga menjadi sentral," ujar Menhub EE Mangindaan usai rapat di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (27/1/2012).

Sementara di Stasiun KA, bisa dibangun rumah susun. Selain untuk masyarat, Rusun ini juga bisa digunakan untuk tempat tinggal masinis.

"Jadi petugasnya tidak harus pulang ke rumahnya di Bekasi. Jadi harus kombinasi seperti itu," terang menteri asal Demokrat ini.

Menurutnya perlu segera diupayakan sarana transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat Jakarta. Dia juga berharap pembangunan kereta ke Tanjung Priok dan ke Bandara Soetta. Pembangunan KRL diharapkan mampu mengatasi kemacetan.

"Jangan sampai kita terlambat sehingga nanti jadi lebih macet lagi dan kelihatanya titik terang ada," tutupnya.

::: News Link :::

Wih! RI Berambisi Punya Kereta Peluru Jakarta-Surabaya

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 25 Januari 2012 0 komentar




Jakarta
- Indonesia berambisi memiliki kereta peluru seperti Shinkansen di Jepang. Shinkansen a la Indonesia ini akan diberi nama Argo Cahaya, memiliki rute Jakarta-Surabaya. Biayanya diperkirakan mencapai Rp 150 triliun sampai Rp 180 triliun. Wuih!

"Pengembangan KA Indonesia masa depan ada Argo Cahaya, Jakarta-Surabaya. Mengadopsi sistem Shinkansen Jepang. Studi awal sudah dilakukan," ujar Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono dalam acara Seminar Nasional Perkeretaapian di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (25/1/2012).

Sudah ada investor yang menjajaki mengenai pembangunan kereta peluru ini, di antaranya ada investor dari Jepang dan China. Anggarannya cukup fantastis, mencapai ratusan triliunan rupiah.

"Sekitar Rp 150 trilun - Rp 180 triliun. Jadi cukup besar. Diharapkan tidak hanya dari swasta tapi juga pemerintah," jelas dia.

Ketika ditanya mengenai jalur kereta di sepanjang Pulau Jawa yang sering berhimpitan dengan rumah penduduk, Bambang mengatakan, kemungkinan tidak menggunakan jalur kereta yang ada, namun membuat jalur sendiri. Untuk itulah studi awal pembangunan kereta shinkansen ini meliputi kondisi sosial budaya masyarakat.

"Tentu high technology itu harus disiapkan seiring keadaan sosial budaya dan psikologi masyarakat. Kemungkinan itu mengambil jalur sendiri. Jadi nggak campur. Itu harus disiapkan secara matang dari segi nonteknis," tutur Bambang.

Shinkansen di Jepang berkecepatan 300-600 km/jam. Bila nantinya Argo Cahaya secepat ini, maka jarak Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam saja.

Tapi tentu saja harga tiketnya cukup tinggi. Tiket termurah Shinkansen sekitar Rp 1,3 juta untuk jarak 380 km.

::: News Link :::