SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Selamat Natal & Tahun Baru 1912

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 20 Desember 2011 0 komentar

Jelang libur tahun baru, permintaan tiket kereta api dipastikan akan melonjak tajam. Meski demikian, PT KAI tetap tidak akan memberikan kursi tambahan di tahun ini.

Namun bagi Anda yang belum mendapatkan tiket kereta api jangan khawatir, meski tidak ada kursi tambahan, PT KAI menambah jadwal perjalanan.

"ATidak ada kursi tambahan, tapi yang ada tambahan perjalanan kereta api untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Karena setiap libur Natal dan tahun baru pemesanan tiket selalu naik," ujar Kepala Humas PT KAI Daops I, Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Rabu (21/12/2011).

Menurut Mateta, penambahan perjalanan diberikan untuk kereta Argo Lawu, Cirebon Ekspres dan Parahyangan. Bila sebelumnya Argo Lawu dari Gambir menuju Solo hanya satu perjalanan, maka jelang Natal dan tahun Baru akan menjadi dua perjalanan perharinya.

"Argo Lawu dari Gambir ke Solo kan hanya pagi, nanti ada kereta malamnya juga. Dari Gambir pukul 21.30 WIB," terangnya.

Untuk kereta CIREX (CIrebon EXpress), juga akan ditambah dua perjalanan tiap harinya. Sedangkan Kereta Parahyangan ditambah 1 perjalanan.

"Argo Lawu malam untuk Natal, penambahan perjalanannya untuk tanggal 22 dan 23 Desember, sedangkan tahun baru tanggal 29 sampai 31 Desember," terangnya.

Penambahan kereta CIREX untuk libur Natal dilakukan pada tanggal 23 sampai 24 Desember. Sedangkan penambahan untuk libur tahun baru dimulai 29 Desember hingga 2 Januari.

"Kalau Parahyangan penambahan pasti, tapi kalendernya belum dibuat. Nanti akan diinformasikan lagi," tutupnya.

::: News Link ::

Pemesanan tiket kereta api akhir tahun naik

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 14 Desember 2011 0 komentar

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Tingkat pemesanan kereta api kelas utama akhir tahun dari Bandung ke berbagai tujuan di timur Pulau Jawa menyentuh angka 60%.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Bambang Setyo Prayitno mengatakan, tingkat okupansi 7 perjalanan 22-31 Desember 2011 hingga pukul 09.05 WIB terpesan 60%.

“Tapi untuk jadwal keberangkatan Jumat (23/12) okupansi mendekatai 100% dengan tingkat pemesana tertinggi terjadi di kereta eksekutif Lodaya Malam sebesar 99%,” kata Bambang.

Bambang merilis okupansi kereta eksekutif Argowilis 72%, Turangga 96%, Harina 82%, Lodaya Malam 85%, Malabar 85%, Mutiara Selatan 80%, sedangkan Lodaya Pagi 50%.

Menurut Bambang, untuk memudahkan proses pemesanan tiket, pihaknya sudah membuka pemesanan secara on line sejak 40 hari sebelum keberangkatan, dan 7 hari jelang berangkat untuk kereta ekonomi jarak jauh.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk segera merencanakan dan melakukan reservasi perjalanannya karena kami melakukan pembatasan kapasitas angkut hanya 100% dan tidak menjual tiket tanpa tempat duduk,” jelasnya.(fsi)


::: News Link ::

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tidak akan bisa untung hanya dengan mengandalkan penjualan karcis. BUMN kereta api itu bisa meraup untung dari pengelolaan propertinya jika dikelola dengan benar.

Hal tersebut diutarakan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai mengikuti rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/12/2011).

"Di seluruh dunia, perusahaan kereta api itu tidak mungkin bisa untung dari jualan karcis, pasti dari pengelolaan propertinya. Kedepannya tida apa-apa ada 2 bidang usaha dari KAI," urai Dahlan.

PT KAI merupakan salah satu BUMN yang akan ditumbuhkembangkan menjadi sangat besar, selain Perum Perumnas. Menurut Dahlan, hal itu bisa dilakukan mengingat properti milik KAI sangat besar.

"Propertinya KAI itu luar biasa besar dan strategis-strategis semua," ujar Dahlan.

"Artinya, jangan sampai kereta api ini jelek karena memang tidak pernah bisa punya uang dan tidak bisa melayani penumpang dengan baik, tidak bisa memperbaiki keretanya. Misalnya di Hong Kong, penghasilan dari propertinya itu besar sekali," imbuhnya.

::: News Link ::

Libur akhir tahun, tiket KA hampir habis

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 11 Desember 2011 0 komentar

Calon penumpang kereta api akhir tahun diimbau untuk segera memesan tiket lebih awal karena tingkat ketersediaan kursi semakin menipis.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Bambang Setyo Prayitno mengatakan, tingkat pemesanan rata-rata kelas utama ke berbagai tujuan di arah timur terus bergerak naik dan mulai memasuki angka 40%.

“Tingkat pemesanannya diperkirakan akan terus naik dan mengalami puncaknya menjelang natal dan tahun baru,” kata Bambang di ruang kerjanya.

Untuk menghindari kekosongan tiket, lanjutnya, pihaknya mengimbau calon penumpang segera melakukan pemesanan tiket melalui system on line, karena dia khawatir jika masyarakat masih melakukan pembelian system go show (beli di loket langsung berangkat), tidak ada lagi tiket tersedia.

“Setiap akhir tahun terutama beberapa hari menjelang natal dan tahun baru tingkat okupansi selalu meningkat, sehingga kami mengimbau calon penumpang untuk melakukan pemesanan dari sekarang,” jelasnya.

Kondisi itu diperburuk dengan regulasi pembatasan jumlah penumpang di seluruh kelas kereta api sebesar 100%.

“Kami juga menyarankan masyarakat memesan tiket dengan system return (pulang-pergi) untuk mengantisipasi tiket kosong dari stasiun asal sebelum kembali ke Bandung,” terangnya. (fsi)

::: News Link ::

KA disiapkan untuk Natal & tahun baru

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

SUBANG (bisnis-jabar.com):

PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengerahkan empat kereta api untuk mengangkut penumpang dan penambahan gerbong guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2012.

Keempat kereta itu adalah kereta Cirebon Ekspress (Jakarta-Cirebon), Argo Lawu (Jakarta-Solo), Argo Parahyangan (Bandung-Jakarta), dan Sancaka (Yogyakarta-Surabaya), kata Vice President Pemasaran Angkutan Penumpang PT KAI Husein Nuroni kepada wartawan saat menghadiri acara “Sahabat KAI Gathering” di Sari Ater Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu.

“Pemesanan tiket untuk kereta api yang mengangkut pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2011 sudah bisa dilakukan sejak 40 hari sebelum hari H pelaksanaan,” ujarnya.

Layaknya ketika menyambut perayaan Lebaran yang ramai dengan pembukaan Posko, maka PT KAI pun akan membuka posko tersebut mulai 20 Desember 2011 hingga 5 Januari 2012.

Selain itu, pada rentang tanggal tersebut, PT KAI pun telah mengintruksikan kepada seluruh pegawainya untuk tidak bepergian jauh, kecuali dalam rangka memberikan pelayanan kepada pelanggan jasa moda transportasi kereta api.

“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jumlah penumpang kereta api pada momen Natal dan Tahun Baru itu mencapai 1,2 juta orang. Tahun ini kita memprediksi ada kenaikan sebesar 5 persen saja,” kata Husein.

Di sisi lain akibat kebijakan PT KAI yang melarang penumpang tidak bertiket berada di dalam gerbong atau pun berdiri, diprediksi juga berdampak pada turunnya jumlah penumpang.

Pasalnya, tahun sebelumnya kebijakan penumpang sesuai dengan tempat duduk belumlah dijalankan.

“Karena sekarang ini naik kereta api termasuk kelas ekonomi sudah semakin nyaman seperti naik kelas bisnis. Penumpang tidak boleh ada yang berdiri dan tidak bertiket semuanya harus sesuai dengan yang ada di tiketnya masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Husein, pemesanan tiket secara langsung oleh penumpang ke stasiun masih tetap bisa dilakukan selama persediaan tiket tersedia. Hingga kini, persediaan tiket untuk Daop 2 Bandung, tinggal 50 persen saja. Sedangkan untuk daerah Jakarta dengan tujuan ke beberapa daerah lainnya sudah habis dipesan.

“Pemesanan tiket bisa dilakukan secara langsung datang ke stasiun atau mengunjungi agen seperti Indomaret dan Kantor Pos atau bisa juga melakukan pemesanan lewat telpon. Pada prinsipnya pelayanan yang dilakukan oleh PT KAI terus diperbaiki demi kenyamanan penumpang,” ujarnya.

:::News Link :::

Kloter Terlambat

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Perubahan jadwal kereta per 1 Desember 2011

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 28 November 2011 0 komentar

Berita ini di Copas dari Link
Terhitung mulai hari Kamis tanggal 1 Desember 2011, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberlakukan perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). Perubahan ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Direksi No. D3/189 tanggal 17 Nopember 2011 setelah adanya persetujuan dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dengan surat No. KA.407/A-259/DJKA/10/11 tanggal 28 Oktober 2011 tentang pelaksanaan Gapeka tahun 2011 dan Peraturan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. KA.407/SK.102/DJKA/10/2011, tanggal 26 Oktober 2011 tentang Gapeka tahun 2011.

Pemberlakukan Gapeka tahun 2010 yang berlaku sejak tanggal 1 Maret 2010 dalam pelaksanaannya terutama dalam hal pengendalian KA, saat ini sudah tidak sesuai lagi terkait dengan adanya perubahan kualitas, kuantitas prasarana dan sarana KA, serta untuk lebih meningkatkan keselamatan, keamanan dan kelancaran operasi kereta api di wilayah Jawa dan Sumatera.

Perubahan tersebut diantaranya sebagai berikut:

1. Adanya perubahan perjalanan KRL Jabodetabek dengan pola single operation, untuk selanjutnya menuju ke pola Loop Line (jalur lingkar) di Daerah Operasi 1 Jakarta
2. Adanya perubahan tempat pergantian awak KA (Masinis) di suatu stasiun. Antara lain; Stasiun Cirebon, stasiun Banjar, dll
3. Adanya penambahan dukungan sarana, yaitu;
a. 1 (satu) set rangkaian KA Ekonomi AC sebagai KA Gajahwong lintas Lempuyangan-Pasarsenen
b. 1 (satu) set rangkaian KA Ekonomi AC sebagai KA Bogowonto lintas Kutoarjo – Pasarsenen
c. 2 (dua) Set KRDI AC, yaitu;
- KA Cepu Ekspres lintas Surabaya Pasarturi – Cepu
- KA Madiun Jaya, lintas Madiun - Yogyakarta
4. Adanya perubahan Prasarana, antara lain;
a. Rencana pemberlakukan jalur kembar Kretek –Prupuk (Daop 5 Purwokerto)
b. Perubahan system pengaturan keluar masuknya kereta api di stasiun Cirebon dan stasiun Cirebon Prujakan (Daop 3 Cirebon)
c. Penambahan 6 (enam) stasiun baru di Divre 3 Sumatera Selatan, yaitu;
- Stasiun Talangpadang antara stasiun Niru – Blimbingpendopo
- Stasiun Tanjungterang antara Stasiun Blimbingpendopo– Gunungmegang
- Stasiun Sukamenanti antara Stasiun Tarahan-Kotabumi
- Stasiun Candimas antara Stasiun Kalibalangan – Kotabumi
- Stasiun Beringinjaya antara Stasiun Giham-Waytuba
- Stasiun Waypisang antara stasiun Waytuba – Martapura


Dengan pemberlakuan Gapeka tahun 2011 ini, diharapkan dapat menekan kelambatan kedatangan KA karena perjalanan kereta api intercity maupun komuter sudah diakomodir atau terjadwal dalam Gapeka 2011.

Dari sisi efesiensi KA penumpang kelas komersial, PT KAI (Persero) merasionalisasi beberapa perjalanan KA yang tidak efisien, sebagai contoh membatalkan KA Banyubiru relasi Semarang Poncol-Solo Balapan, rangkaian dialihkan dengan menjalankan KA Blorajaya relasi Bojonegoro - Semarang Poncol. Untuk jumlah perjalanan KA Ekonomi (PSO) tidak mengalami perubahan.
Sementara itu, untuk KA barang, dijalankan KA angkutan semen relasi Karangtalun-Cirebon Prujakan PP dan menjalankan KA angkutan Container relasi Kalimas – Tanjungpriok PP.

Selain melakukan perubahan Gapeka baru tahun 2011, dalam rangka meningkatkan pelayanan, keamanan dan ketertiban, PT KAI (Persero) tetap melakukan kebijakan – kebijakan yaitu:
a. Boardingpass di stasiun-stasiun keberangkatan, yakni hanya penumpang yang telah memiliki tiket dan kereta apinya telah siap, diijinkan masuk peron di dalam stasiun.
b. Pemberlakukan pembatasan kapasitas angkut maksimal 100 % untuk KA jarak jauh dan KA jarak menengah tertentu serta tidak menjual tiket tanpa tanda nomor tempat duduk (tiket berdiri)
c. Rencana larangan merokok di atas semua kelas KA, untuk KA-KA yang tidak disiapkan ruang khusus merokok.

Sebagai informasi tambahan, tiket kereta api kelas komersial sudah dapat dibeli H-40 di tempat-tempat yang telah di tentukan, antara lain; stasiun on-line, Contact Centre 121, Agent, Indomaret dan ATM bank-bank tertentu, kantor pos dan lain-lain. Tiket untuk KA kelas ekonomi dapat dibeli H-7 di stasiun on-line.

“Dengan pemberlakuan Gapeka ini kami berharap dapat meningkatkan layanan terhadap pengguna jasa kereta api karena angkutan KA akan lebih tertib, aman, nyaman dan tepat waktu. Disisi lain, dengan perubahan pola Loop line pada perjalanan KRL Jabodetabek, akan semakin banyak penumpang yang bisa diangkut” demikian dikatakan VP Public Relations PT KAI (Persero), Sugeng Priyono.

Bila kurang jelas dapat menghubungi VP Public Relations Sugeng Priyono HP. 081357045799 atau melalui email: sugeng.priyono@kereta-api.co.id


BANDUNG (bisnis-jabar.com) : PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung memberlakukan jadwal perjalanan baru di beberapa rute per 1 Desember 2011.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Bambang Setyo Prayitno mengatakan, perubahan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

“Setiap tahun kami melakukan perubahan Gapeka karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan perkembangan yang terjadi,” kata Bambang di ruang kerjanya.

Dalam pelaksanaannya nanti, lanjutnya, beberapa jadwal keberangkatan dan kedatangan akan mengalami perubahan, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

Kereta Argo Parahyangan rute Bandung-Jakarta Gambir mengalami perubahan keberangkatan dari pukul 05.45 WIB menjadi 05.55 WIB, sementara kedatangan menjadi pukul 05.00 WIB dari jadwal sebelumnya pukul 05.30 WIB.

Kereta Kutojaya Selatan berangkat pukul 08.20 WIB, sebelumnya 08.20 WIB. KRD Patas Bandung-Raya (Padalarang-Cicalengka), Bandung Raya Ekonomi, dan Ekonomi Lokal juga mengalami perubahan jadwal keberangkatan.

“Dari hasil analisis kami, rangkaian kereta api tersebut membutuhkan penyesuaian jadwal karena pasar memang menuntut seperti itu,” jelasnya.

Sementara KA Harina (Bandung-Semarang Tawang), Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya Gubeng), Argo Wilis (Bandung-Surabaya Gubeng), Lodaya pagi dan Lodaya malam (Bandung-Solo Balapan), Turangga (Bandung-Surabaya Gubeng), dan Malabar (Bandung-Malang) tidak mengalami perubahan jadwal.

Kereta api kelas ekonomi yakni Pasundan (Bandung Kiaracondong-Surabaya Gubeng), Kahuripan (Padalarang-Kediri), Kutojaya Selatan (Bandung Kiaracondong-Kutoarjo) juga tidak mengalami perubahan.

“Kami berharap dengan adanya perubahan jadwal ini dapat meningkatkan sistem pelayanan kepada para pengguna kereta api, khususnya, di wilayah Daop 2 Bandung,” terangnya. (fsi)


:: News Link :::

Kereta Api ubah grafik perjalanan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

JAKARTA (bisnis-jabar.com): PT Kereta Api akan memberlakukan perubahan grafik perjalanan kereta api mulai 1 Desember 2011 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. D3/187 setelah ada persetujuan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

“Perubahan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) disebabkan pengendalian yang saat ini tidak sesuai lagi terkait perubahan kualitas serta kuantitas prasarana dan sarana KA,” kata VP Public Relations PT KA Sugeng Priyono kepada wartawan di gedung JRC Jakarta Pusat, Selasa.

Perubahan, kata Sugeng, juga meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasi kereta api di Jawa dan Sumatera.

“Perubahan tersebut seperti perjalanan KRL Jabodetabek yang semula memakai pola single operation menjadi pola loop line (jalur lingkar) di daerah operasi I Jakarta,” ujarnya.

Kemudian perubahan tempat pergantian awak masinis kereta api di beberapa stasiun seperti stasiun Banjar, stasiun Cirebon, dan sebagainya.

“Gapeka 2011 diharapkan mampu menekan keterlambatan kereta api karena Gapeka membuat perjalanan kereta api intercity maupun komuter sudah terjadwal,” tuturnya.

Dari sisi efisiensi penumpang kelas komersial, ungkap Sugeng, PT KA merasionalisasi beberapa perjalanan kereta api yang tidak efisien. Misalnya, membatalkan kereta api Banyubiru relasi Semarang Poncol-Solo Balapan dan dialihkan dengan menjalankan kereta api Blorajaya relasi Bojonegoro-Semarang Poncol.

“Jumlah perjalanan kereta api ekonomi tidak mengalami perubahan. Sedangkan untuk kereta api barang, dijalankan kereta api angkutan semen relasi Karangtalun-Cirebon Prujakan pulang pergi dan kereta api angkutan container relasi Kalimas-Tanjung Priok pulang pergi,” ungkapnya.

Selain mengubah Gapeka, menurut Sugeng, PT KA juga melakukan perubahan prasarana serta penambahan dukungan saran. Perubahan prasarana tersebut seperti rencana pemberlakuan jalur kembar Kretek-Prupuk pada daerah operasional 5 Purwokerto.

Perubahan sistem pengaturan keluar masuknya kereta api di stasiun Cirebon dan stasiun Cirebon Prujakan yang merupakan daerah operasional 3 Cirebon.

“Kami juga menambah enam stasiun baru di Divre 3 Sumatera Selatan seperti stasiun Talangpadang antara stasiun Niru-Blimbingpendopo,” jelasnya.

Kemudian, lima penambahan stasiun baru lainnya di Divre 3 Sumsel yakni stasiun Tanjungterang antara stasiun Blimbingpendopo-Gunungmegang, stasiun Sukamenanti antara stasiun Tarahan-Kotabumi, stasiun Candiman antara stasiun Kalibalang-Kotabumi, stasiun Beringinjaya antara stasiun Giham-Waytuba, dan stasiun Waypisang antara stasiun Waytuba-Martapura.

Dia menambahkan, ada penambahan dukungan sarana seperti satu set rangkaian kereta api ekonomi AC sebagai kereta api Gajahwong lintas Lempuyangan-Pasat Senen dan kereta api Bogowonto lintas Kutoarjo-Pasar Senen. (fsi)

:::: news Link :::

6 Desember karyawan kereta api ancam mogok kerja

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 21 November 2011 1 komentar

Serikat Pekerja PT Kereta Api Indonesia (SPKA) mengancam mogok bekerja selama 3 jam pada 6 Desember 2011 mendatang jika pemerintah tidak mengabulkan tuntutan mereka.

SPKA meminta pemerintah agar kereta api diberikan izin untuk menggunakan BBM bersubsidi dalam operasional pelayanan angkutannya, karena selama ini moda transportasi tersebut membeli BBM tanpa subsidi.

Ketua Umum SPKA Sri Nugroho mengatakan, aksi mogok kerja akan dilakukan jika hingga 5 Desember 2011 pukul 16.00 WIB pemerintah masih bersikeras mengharuskan PT KA membeli BBM nonsubsidi.

“Tuntutan aksi mopgok itu akan kami cabut jika sampai batas waktu yang sudah kami tentutkan pemerintah mengubah kebijakannya dan memperbolehkan PT KA menggunakan BBM bersubsidi,” kata Sri dalam keterangan persnya di Kantor pusat PT KAI.

Penggunaan BBM bersubsidi tersebut, lanjutnya, sudah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2006. Namun hingga kini operator kereta api pelat merah itu masih tidak diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi.

Aksi mogok sendiri akan dilakukan mulai pukul 05.00 WIB hingga 08.00 WIB. Namun belum jelas apakah seluruh jadwal perjalanan pada tanggal dan jam tersebut akan dihentikan.

Sejauh ini, kemungkinan besar operasional kerata api rel listrik (KRL) di kawasan Jabodetabek akan berhenti beroperasi.

“Selasa 6 Desember 2011 nanti, seluruh pekerja kereta api akan berhenti beraktivitas mulai pukul 05.00-08.00 WIB, kecuali jika tuntutan kami dipenuhi,” jelasnya.

::: News Link ::

Penumpang APV, Mahasiswa dan Staf LP3I Cirebon

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 15 November 2011 8 komentar

Korban tewas pada kecelakaan maut antara KA Argojati dan mobil APV di perlintasan KA tanpa palang pintu, diduga mahasiswa dan staf LP3I Cirebon. - inilah.com

INILAH.COM, Cirebon - Korban tewas pada kecelakaan maut antara KA Argojati dan APV Nopol B 1159 TOD di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa ujungsemi Kecamatan Kaliwedi, merupakan mahasiswa dan staf LP3I Cirebon.

Kecelakaan maut tersebut, mengakibatkan empat orang penumpangnya tewas di tempat kejadian. Mereka yakni, sopir APV Charlim warga Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana Kabupaten Cirebon, Yudi Akum (32) warga Tulmudal, Diani (23) warga Keraton, dan Johan Perdana Akbar (21) warga Desa Haurkoneng Kecamatan Nusa Herang Kabupaten Kuningan. Saat ini jenazah keempat korban kecelakaan telah dievakuasi petugas.

Menurut rekan keempat korban Nanda, selain keempat orang yang tewas masih terdapat satu orang rekannya yang ikut dalam mobil APV tersebut. Penumpang lain yang belum diketahui nasibnya tersebut yakni Burhanudin yang pada pukul 09.00 WIB ikut rombongan APV bersama keempat korban.

"Yang saya tahu tadinya Burhan ikut bersama keempat korban untuk mengantarkan surat undangan acara seminar," kata Nanda.

Nanda pun menuturkan, keempat korban merupakan mahasiswa dan staf LP3i Cirebon yang akan mengantarkan surat undangan acara seminar.

Untuk kepastian jumlah korban, saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah korban disebut-sebut mencapai 5 orang.

Kanit Laka Lantas Polres Cirebon Iptu Didi Wahyudi mengatakan, seorang penumpang yang diduga bernama Burhanudin, warga Desa Babadan Kecamatan Kertasemaya memang dilaporkan ikut dalam rombongan APV yang ditumpangi keempat korban.

"Namun setelah kami lacak, kedua handphone-nya sempat melakukan telfon dan SMS di Kertasemaya beberapa saat setelah kejadian," ujar Didi.[ang]

KA Argojati Tabrak APV, 4 Tewas

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Sebanyak empat orang tewas setelah KA Argojati jurusan Cirebon-Jakarta menabrak mobil Suzuki APV di perlintasan tanpa pintu di Desa Ujungsemi Kabupaten Cirebon, hari ini. - inilah.com/Ibnu Saechu

INILAH.COM, Cirebon - Sebanyak empat orang tewas setelah Kereta Api (KA) Argojati jurusan Cirebon-Jakarta menabrak mobil Suzuki APV di perlintasan tanpa pintu di Desa Ujungsemi Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, Senin (15/11/2011) sekitar pukul 11.45 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, seluruh penumpang mobil tewas di tempat kejadian. Kendaraan tersebut sempat terseret hingga sekitar 100 meter hingga tersangkut di tengah-tengah jembatan.

Informasi yang berhasil dihimpun di tempat kejadian, korban tewas bernama Diani warga Keraton Kecamatan Suranenggala, Agus Suyudi warga Kelurahan Tukmudal Kecamatan Sumber, Agus warga Karangmulya Kecamatan plumbon dan Joan Perdana, warga Haur Kuning Kecamatan Nusaherang Kuningan.

Menurut keterangan saksi mata Saleh, 60, warga Desa Guwa Kidul, kecelakaan berawal saat Suzuki APV dengan nopol B 1159 (huruf belakang lepas) melaju dari arah Desa Guwa Kidul Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon.

Pada saat melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu di perbatasan Desa guwa Kidul dan Desa Ujungsemi datang KA Argojati dari arah Jakarta dan langsung menabrak rombongan yang baru menghadiri acara hajatan tersebut.[jul]

::: news Link ::::

Tol Cikampek-Palimanan dibangun mulai akhir November

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 14 November 2011 2 komentar


JAKARTA (bisnis-jabar.com): PT Lintas Marga Sedaya menegaskan siap melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) proyek tol Cikampek-Palimanan pada akhir November dengan target pembebasan lahan oleh pemerintah pada akhir tahun.

Direktur PT Lintas Marga Sedaya Steve Ginting menargetkan Maret 2012 pengerjaan konstruksi dapat dilaksanakan dengan waktu pengerjaan 30 bulan sehingga 2014 ditargetkan selesai.

Menurutnya, proses prakualifikasi tender konstruksi telah dilaksanakan sehingga tinggal penawaran final.

“Sekarang sedang menunggu pemerintah yang siap menyerahkan tanah Desember, kalau semua sudah beres, Maret bisa mulai konstruksi. Kami serius dan tidak main-main,” ujarnya hari ini.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Ghazali mengatakan pemerintah telah mengirimkan surat kepada LMS untuk segera memulai konstruksi.

“Kita rencanakan akhir bulan untuk groundbreaking seperti pengerukan tanah, pematokan, dan lainnya,” katanya.

Menurut Ghani, tidak ada alasan bagi pemegang konsesi untuk menunda pembangunan ruas tol yang sempat mangkrak tersebut setelah lahan terbebaskan. Pasalnya, Cikampek-Palimanan merupakan ruas yang paling penting untuk ruas tol Trans Jawa lainnya. (fsi)


::: News Link:::

SBY instruksikan underpass Stasiun Kejaksan Cirebon sediakan eskalato

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 09 November 2011 3 komentar

CIREBON (bisnis-jabar.com):

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan PT KAI supaya menyediakan eskalator pada underpass Stasiun Kejaksan Kota Cirebon.

“Saya instruksikan kepada menteri terkait dan PT KAI supaya menyediakan eskalator di underpass tersebut kalau memungkinkan. Karena saya tidak tahu teknisnya seperti apa,” kata Susilo Bambang Yudhoyono di Cirebon, hari ini.

dalam kunjungan Safari Ramadan dan peninjauan kesiapan layanan mudik tersebut, SBY berkomunikasi langsung dengan penumpang kereta api di Stasiun Kejaksan Kota Cirebon, dan mendapatkan keluhan dari Suardi warga Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Pada kesempatan tersebut, Suardi meminta supaya PT KAI menyediakan eskalator pada underpass di stasiun tersebut karena melelahkan sekali bagi yang manula dan ibu hamil.

“Stasiun Kejaksaan merupakan stasiun yang ramai dan banyak keberangkatan kereta, akan tetapi minimnya fasilitas underpass membuat penumpang, termasuk saya, kelelahan karena anak tangganya banyak dan tidak ada eskalator. Untuk itu, diharapkan ada fasilitas tangga berjalan,” kata Suardi.

::: News Link :::

Surat Pembaca - KOMPAS

Diposting oleh paguyubancirex 1 komentar


Kereta Eksekutif Rasa Ekonomi
Senin, 7 November 2011 | 11:42 WIB

Saya penumpang kereta api Cirebon Ekspress (Cireks) kelas eksekutif jadwal keberangkatan Minggu 6 November 2011 tujuan Jakarta jam 15.15 dari Stasiun Kejaksan Cirebon. Saat berangkat dari Cirebon keadaan masih baik-baik saja. Namun, saat di Stasiun Kosambi, tiba-tiba kereta berhenti cukup lama disertai pemadaman lampu dan AC di gerbong.

Saya pikir pemadaman hanya sementara. Ternyata insiden ini berlangsung sampai tujuan akhir di Stasiun Gambir. Bisa dibayangkan kami semua penumpang harus merasakan kondisi gerbong yang panas dan gelap padahal kami membayar tiket kelas eksekutif yang seharusnya merasakan kenyamanan.

Dalam kondisi demikian selama perjalanan, tidak satu pun petugas mendatangi gerbong untuk menjelaskan penyebab insiden tersebut, sehingga sampai turun dari kereta pun masih bertanya-tanya apa penyebab insiden malam itu.

Sebelumnya, pada hari Jumat ketika hendak pulang ke Cirebon (saya naik dari Stasiun Jatinegara, jadwal Cireks jam 18.30), terjadi insiden tiket dobel. Untuk tiket Cireks dengan tanggal dan jam keberangkatan yag sama serta nomor gerbong dan kursi yang sama terdapat 2 tiket yang dipegang 2 orang yang berbeda.

Akhirnya beberapa penumpang Cireks malam itu dialihkan ke KA Sembrani, sesampainya di Stasiun Cirebon, penumpang yang akan meneruskan perjalanan ke Tegal, harus pindah lagi dari KA Sembrani ke KA Cireks. Carut marut soal tiket juga terjadi di dalam gerbong sesaat sebelum kereta berangkat. Beberapa petugas sibuk hilir mudik mencarikan bangku kosong untuk penumpang yang belum mendapatkan tempat duduk. Saat kereta berangkat, kursi di depan saya malah kosong.

Padahal di loket terdapat tulisan bahwa tiket habis. Kejadian ini menurut saya sangat aneh karena sistem tiket kan sudah sistem online. Ketika sedang duduk di peron menunggu kereta, saya mengobrol dengan seorang perempuan.

Dia bercerita bahwa dirinya naik KA Argo Jati keberangkatan jam 17.00 dari Stasiun Gambir. Tapi diturunkan oleh petugas di Stasiun Jatinegara. Penyebabnya adalah si mbak tersebut memesan tiket di loket di Gambir untuk keberangkatan tanggal 4 November 2011 jauh sebelum tanggal 4 November 2011.

Namun, karena dia terburu-buru tidak sempat lagi mengecek tanggal yang tercetak di tiket. Si mbak tersebut baru ngeh kalau tanggal yang tercetak di tiket adalah tanggal 2 November 2011 saat hari Jumat itu akibat kesalahan petugas loket di Stasiun Gambir saat mencetak tiket.

Alhasil penumpang lagi yang dirugikan atas kecerobohan petugas. Apakah petugas loket ini tidak pernah mendapatkan pelatihan bagaimana mencetak tiket yang benar sesuai dengan form isian yang diisi oleh calon penumpang?

PT KAI tahun ini berusia 66 tahun dengan mengusung tema “Dengan Semangat Pembaharuan Kita Tingkatkan Pelayanan dan Inovasi". Tapi menurut saya tema tersebut hanya omong kosong belaka, karena pada kenyataannya, ketidakbecusan PT KAI menjalankan sistem, efeknya sangat terasa bagi kami para penumpang. Saya menuntut respon dan tanggung jawab dari pihak-pihak terkait atas insiden ini.

Mungkin sekali-kali Direktur PT. KAI, Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan serta jajarannya harus mencoba bagaimana rasanya naik kereta api kelas eksekutif tapi dalam kondisi pengap, panas karena AC padam dan gelap gulita karena lampu padam selama perjalanan.

Cita Utami
Jl. Gn. Rinjani II blok 16
Cirebon

Dibaca 1096 Kali

Suara Konsumen

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 31 Oktober 2011 7 komentar

Pelayanan PT. KAI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebagaimana yang kita pahami bersama bahwa PT. KAI sedang dalam proses perbaikan/improvement terhadap pelayanan kepada pelanggan dalam berbagai sisi berikut :

1. Rencana Pembangunan Infra Struktur sepanjang Pulau Jawa dan segera menyusul diluar Pulau Jawa melalui skala prioritas.

2. Memperbaiki Gerbong Kereta dan Pembuatan Gerbong Baru yang lebih canggih dan ramah lingkungan

3. Meningkatkan Pelayanan kepada pelanggan, penumpang dan calon penumpang (Pelayanan Tiket, Ruang Tunggu dan Tingkat Keamanan)

Dari hal tersebut diatas dalam perjalanannya kita harus melihat sedikit ke belakang antara lain :

~ Form Pemesanan, berisi berbagai pertanyaan yang harus diisi, diantaranya ada kolom Jadwal Pemeberangkatan dan Nomor Telepon. (Komentar) Selama ini pencantuman kolom tersebut hanya slogan semata, kereta terlambat tak pernah ada informasi yang disampaikan melalui nomor telepon yang kita cantumkan, penumpang dibiarkan menumpuk di ruang tunggu stasiun dengan alas seadanya dan tanpa ada kompensasi lapar/haus plus kesal karena acara keluarga jadi berantakan.

~ Harga tiket peak seasseon yang selalu lebih mahal seolah ingin merampok para pekerja yang pulang mingguan/bulanan dan pelayanan tiket yang selalu mengatakan “tiket habis” walau terbukti di kereta masih beberapa kursi tak berpenghuni (cadangan) apakah yang ini tidak bisa di jual di detik terakhir kereta mau berangkat sehingga kami bisa beli tiket dengan resmi dan tak perlu adu urat leher dengan petugas PS.

~ Sadarkah berapa banyak penumpang yang berpotensi membayar dengan resmi (tiket) sehingga dapat dijadikan dasar disediakannya kereta tambahan secara efektif dan efisien.


Coba cari solusi :


1. Berendah hatilah (ramah dan waspada) wahai PT. KAI walau Anda jadi moda angkutan favorit dan andalan, karena saat ini telah siap pesaing mengantri lengahnya moda angkutan ini, ingat jalan Tol, murahnya tiket pesawat dan bis excecutive – 5 tahun mendatang bisa-bisa PT. KAI tak lagi mampu bayar utang atas investasinya apabila paradigma Anda masih berkonotasi “Kesombongan” – ngrampok penumpang dengan tarifnya.

2. Usahakan setiap stasium mempunyai "pola pikir" bahwa penumpang Anda ada barang, hewan, manula, balita dan orang sehat yang sangat kritis dengan segala kesenjangan. (Buatlah SOP sebagai standar Stasiun pada setiap kategorinya – Besar, Sedang, Kecil dan Lintasan)

3. Libatkan penumpang melalui quesionare supaya keinginan PT. KAI seirama dengan keinginan penumpang dengan segala logika yang pantas dan berperikemanusiaan. Termasuk didalamnya adalah kesan penumpang terhadap para petugas.

4. Lakukan improvement secara konsisten karena kepuasan pelanggan akan selalu meningkat.

5. Ciptakan wacana untuk melalukan inovasi sehingga suatu saat ada gerbong kamar mandi dan mushola/ruang ibadah sampai ruang privasi. Jangan hanya ada di Kereta Wisata saja. Untuk Kereta Jarak Jauh disediakan mall dan café yang syariah, petugas restorasi tak lagi sebagai tukang asong yang teriak sepanjang lorong.

Kami sebagai penumpang yang selalu berusaha naik kereta dengan resmi dan tak kepingin dihambat untuk mendirikan kebenaran dan keadilan. Please……. PT. KAI berhatilah seperti KYAI, insya Allah suatu saat Per- kerta Api – an di Indonesia akan jadi acuan moda kereta api di seluruh dunia dan…… akherat…? .


Keterlambatan

Jum’at, 28 Oktober 2011 seperti biasa kami serombongan kaum urban yang cinta keluarga di Cirebon dan Tegal ingin segera bertemu sanak buah hati sehingga kami memilih Cirex pemberangkatan pukul 18.30 WIB dari Gambir, alhamdulillah kami sampai di Cirebon pukul 00.10 WIB hari berikutnya – Sabtu dini hari (kapan sampai Tegalnya…?) dan 10 menit kemudian Cirex tambahan datang pula di stasiun Cirebon.

Minggu, 30 Oktober 2011 sudah selayaknya kami para pencari nafkah kembali lagi ketempat kerja dan masih percaya dengan Cirex dari Tegal jam 16.00 WIB dan dijadwalkan berangkat dari Stasiun Cirebon pukul 18.15 WIB, alhamdulillah lagi tertunda karena harus digantinya Gerbong Aling2 bagian belakang, kami maklum demi keamanan bersama, anehnya……??? Hari itu banyak penumpang bergerbong dan bertempat duduk sama yang jumlahnya lebih kurang 70 penumpang (1 gerbong). Untungnya sank Kondektur punya inisiatif dadakan menampung mereka di Kereta Makan dan Eksekutif 5 yang ternyata masih banyak yang kosong. Alasan yang disampaikan kepada kami semua ini akibat perubahan sistem tiketing.

Saran :

Lain kali kalau telat gak perlu minta maaf lagi karena sejak tahun 2003 menurut pengalamanku untuk jadwal Cirex kereta terakhir reguler tepat waktu baru 3 kali. Agar pengumuman dibalik saja “Mohon maaf para penumang/calon penumpang Cirebon Ekspres kali ini pemberangkatan tepat waktu sehingga sebagian penumpang ketinggalan, agar mengembalikan tiket anda ke loket 8 untuk kami ganti 10 kali lipat dari harga tiket Anda”

Wassalamua’alaikum Wr. Wb.

Paguyuran Cirex


Pramono Edi



Contoh Usulan bikin rail card

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 27 Oktober 2011 1 komentar




Contoh Usulan Rail Card

RAIL CARD Memudahkan Untuk Mendapatkan Tiket KA

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 26 Oktober 2011 0 komentar

PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) dan PT. BANK NEGARA INDONESIA, Tbk bekerjasama menerbitkan kartu keanggotaan dari Kereta Api Frequent Passenger (KAFP) yang disebut dengan RAIL CARD. Perjanjian Kerjasama tentang Pengembangan Kartu Member KAI Rail Card telah ditandatanani oleh Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito dan Direktur Konsumer & Ritel, Darmadi Sutanto di Gedung Bank BNI, Jakarta pada Selasa 11 Oktober 2011.


Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito (kanan) dan Direktur Konsumer & Ritel, Darmadi Sutanto (kiri), menandatangani perjanjian kerjasama tentang Pengembangan Kartu Member KAI Rail Card.

Selai sebagai Kartu Member, RAIL CARD merupakan kartu prabayar yang diterbitkan BNI sebagai pengganti uang tunai yang merupakan hasil co-branding kartu member KAI, dapat diisi ulang (to up) di ATM BNI, merchant BNI yang memasang logo BNI Prepaid, dan mesin EDC (Electronic Data Capture) yang terdapat di loket Stasiun Kereta Api yang disediakan BNI. Rail Card ini juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran tiket kereta api serta transaksi pembayaran lainnya di merchant-merchant yang memasang logo BNI Prepaid.

Direktur Korporasi BNI Krishna R. Suparto mencoba melakukan transaksi pembelian tiket KA menggunakan Rail Card di vending machine Rail Box

Untuk memperoleh Rail Card ini masyarakat dapat datang dan langsung membelinya di Kantor Cabang Bank BNI serta di Customer Service beberapa stasiun diantaranya: Stasiun Gambir, Stasiun Bandung, Stasiun Cirebon, Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Semarang. Pelanggan yang yang telah teregistrasi sebagai anggota Kereta Api Frequent Passenger (KAFP), akan mendapatkan poin sejumlah tertentu setiap kali bertransaksi dengan Rail Card. Setiap transaksi kelipatan Rp. 5.000,- pelanggan berhak mendapatkan satu poin. Poin ini akan terakumulasi dan dihitung setelah tiket yang dibeli dipergunakan dan berlaku sampai dengan 2 tahun. Khusus customer yang melakukan pembayaran dengan menggunakan Rail Card, berhak atas poin insentif sebesar 25% dari nilai transaksi.

Dari kiri: Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur Direktur Korporasi BNI, Krishna R. Suparto dan Direktur Konsumer & Ritel, Darmadi Sutanto, menunjukkan bukti pembayaran yang nantinya ditukarkan di loket stasiun.

Harga kartu perdana dari Rail Card ini adalah Rp. 20.000,- (sudah termasuk PPn), dan dapat diisi ulang dengan nominal yang tersedia sebesar Rp. 10.000,- ; Rp. 20.000,- ; Rp. 50.000,- ; Rp. 100.000,- ; Rp. 250.000,- dan Rp. 500.000,-. Untuk maksimum nominal saldo dalam kartu sebesar Rp. 1.000.000,-. Sementara untuk jangka watu Rail Card adalah selama 10 tahun atau selama masih terdapat saldo.

Wimbo mengatakan, bahwa “Kerjasama ini dilakukan untuk mengoptimalkan segala sumber daya dan potensi yang tersedia, guna meningkatkan mutu pelayanan bagi pengguna jasa kereta api”, papar Wimbo.

Sementara di tempat yang sama, VP Public Relations, Sugeng Priyono. “Nanti, masyarakat dapat melakukan transaksi tiket kereta api tidak hanya melalui Contact Center 121, agen tiket, Kantor Post dan Indomaret secara online, namun dengan Rail Card masyarakat dapat juga bertransaksi di mall atau pusat perbelajaan manapun yang memiliki merchant berlogo BNI Prepaid”. (Humaska)

::: news Link:::

Loket Kereta Api Akan Dihapus

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 16 Oktober 2011 0 komentar


JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia berencana menghapus fasilitas loket penjualan tiket kereta api. Tiket kereta dapat diperoleh di luar stasiun.
"Loket akan dihapus ke depannya. Kalau sistem sudah berjalan baik," ujar Junior Manager Eksternal Humas DAOP I Jakarta, Rapino Situmorang, kepada Kompas.com, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (30/8/2011).
Dengan penghapusan loket tersebut, Rapino menyebutkan, penumpang tidak akan pusing untuk mengantre tiket. Mereka tinggal datang ke stasiun untuk berangkat, seperti halnya di bandara. "(Penumpang) enggak pusingin tiket lagi. Stasiun tinggal ngurusin kereta dan penumpang," tambah Rapino.
Ia menambahkan, tiket dapat dibeli di agen atau melalui layanan online. "Enggak ada penumpukan antrean. (Penumpang) yang datang yang siap berangkat," tegas Rapino.
Dampak positif lainnya, penjualan tiket ilegal melalui calo pun dapat diberantas. Apalagi, lanjut dia, pegawai KAI sering kali diberitakan terlibat dalam penjualan tiket secara ilegal itu.
Saat ini, rencana ini memang masih dalam pembahasan. Jadi, ia menuturkan belum tahu kapan akan dilaksanakan. "Enggak tahu tahun depan, (atau) tahun depannya lagi dan seterusnya. Pokoknya visi ke sana," sebutnya.
Bahkan, ke depannya, stasiun KA akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas lainnya, seperti convention center.

Lokomotif B 5112 Mulai Diperbaiki

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 06 Oktober 2011 0 komentar

Upaya dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) melalui Pusat Pelestarian Benda Bersejarah untuk menghidupkan lagi Lokomotif Uap dengan nomor seri B5112 yang sudah lama tersimpan di Museum Kereta Api Ambarawa semakin nyata. Sejak Jumat (30/9), tim dari unit pelestarian benda dan cagar budaya PT. KAI, sudah melakukan berbagai perbaikan pada roda lokomotif tersebut agar bisa dibawa ke Dipo Traksi Ambarawa yang jaraknya tidak jauh dari Museum. Lokomotif yang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya ini rencananya akan digunakan sebagai kereta wisata. Dan akan menambah armada lokomotif uap yang telah ada sebelumnya, dimana Lokomotif B2502 dan B2503 telah lebih dulu melayani para wisatawan.

Salah seorang anggota dari Tim Unit Pelestarian Benda dan Cagar Budaya, sedang membersihkan karat yang berada pada bagian roda penggerak Lokomotif.

Lokomotif B5112 buatan Hanomag, Jerman, meskipun sudah 30 tahun tidak digunakan, keadaan ketelnya masih relatif baik. Sehingga lokomotif masih besar kemungkinan untuk bisa beroperasi kembali, walaupun kondisinya saat ini dibutuhkan perbaikan dan perawatan untuk bisa kembali melayani penumpang. Menurut Manager Humas Daerah Operasi 4 Semarang, Sapto Hartoyo, lokomotif yang sudah lama menjadi salah satu koleksi milik PT. KAI yang tersimpan di Museum Kereta Ambarawa akan digunakan lagi sebagai penarik KA Wisata. “Hal ini dilakukan selain untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke daerah Ambarawa, juga guna melestarikan berbagai benda cagar budaya yang kami miliki,” tuturnya.




Tim dari unit Pelestarian Benda dan Cagar Budaya, mengiventarisir berbagai kerusakan sebelum lokomotif ini dipindahkan ke dipo Lok Ambarawa.

Ia menambahkan, lokomotif dengan dua gandar dua roda penggerak ini, ditargetkan pada tahun 2012 sudah bisa digunakan. “Kami menargetkan pada tahun depan, lokomotif ini sudah bisa digunakan. Namun, itu semua tidak terlepas dari seberapa banyak kerusakan yang terjadi pada lokomotif tersebut. Mengingat lokomotif ini sudah lama tidak beroperasi,” jelas Sapto.

Lokomotif ini akan menambah armada KA Wisata yang sudah ada di Stasiun Ambarawa.

“Kami berharap, target perbaikan lokomotif ini selesai sesuai dengan jadwal yang sudah ada dan bisa digunakan untuk melayani wisatawan yang datang berkunjung ke Ambarawa, pungkas Sapto. (Humaska)

LOGO KERETA API YANG BARU DI HUT KE 66

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 28 September 2011 0 komentar


Foto by Antara
Logo PT Kereta Api Indonesia yang baru di Luncurkan pada HUT ke 66
Rabu 28 September 2011

Berulang Tahun ke-66, PT KA Launching Logo Baru

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 27 September 2011 0 komentar

Bertepatan dengan peringatan HUT Kereta Api ke-66, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaunching logo baru yang resmi digunakan sebagai coorporate identity PT KA mulai hari ini, Rabu (28/92011). Direktur Utama PT KA Ignasius Jonan mengatakan perubahan logo menandai peningkatan kualiyas pelayanan pada masyarakat yang akan terus dilakukan.

"Nilai-nilai integritas adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi, begitu juga dengan keselamatan yang tidak bisa dikompromikan. Dengan logo baru sebagai brand PT KA, bukan sekedar mengganti logo yang lama namun yang lebih utama adalah perubahan nilai dan perilaku insan PT KA dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Jonan dalam sambutannya dalam acara Peringatan HUT PT KA ke-66 di halaman Kantor Pusat PT KA Jalan Perintis Kemerdekaan No 1, Rabu (28/9/2011).

::: news Link:::
Senada dengan Jonan, Direktur Komersial PT KA Sulistyo Wimbo Hardjito berharap dengan logo baru bisa jadi tonggak semangat untuk melakukan perubahan dan percepatan transformasi menuju pelayanan prima.

"Dengan logo baru diharapkan bisa menumbuhkan hubungan timbal balik antara penyedia jasa dan pengguna jasa kereta api," katanya.

Mulai hari ini secara bertahap PT KA akan menggunakan logo baru tersebut dalam semua dokumen perusahaan.

Selain meresmikan logo baru dalam acara ini juga dilaksanakan penyerahan penghargaan pada karyawan teladan, penyematan atribut seragam baru dan penandatanganan kerjasama PT KA dengan beberapa perusahaan.

Acara peringatan HUT PT KA ini juga dihadiri oleh Deputi Meneg BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin.

Semua penumpang yang naik dipastikan mendapat tempat duduk.

VIVAnews - Mulai 1 Oktober 2011 mendatang PT Kereta Api (KA) hanya menjual tiket kereta sesuai jumlah tempat duduk yang ada. Hal ini berlaku untuk semua kelas kereta, baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi.

Semua penumpang yang naik dipastikan mendapat nomor tempat duduk dan duduk sesuai nomornya masing-masing. "Tidak lagi berjubel atau duduk di bawah sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman bagi penumpang," demikian seperti dikutip dari situs resmi PT KA, Selasa 27 September 2011.

Ketentuan tersebut tidak berlaku pada kereta api lokal yang melayani jarak dekat seperti KRDI, KRDE, KRD, dan KRL. Untuk mencegah penumpang tanpa karcis, sistem boarding masih akan diberlakukan, penumpang yang bertiket diperbolehkan masuk ke dalam peron maksimal 2 jam sebelum KA berangkat.

Selain itu, pemeriksaan serentak oleh petugas PT KA akan dilakukan secara lebih intensif.

Pelayanan penjualan karcis bisa dilakukan H-40 sebelum hari keberangkatan untuk KA kelas eksekutif dan bisnis melalui contact center 121, stasiun, agen, minimarket dan kantor pos.

Untuk KA ekonomi, tiket bisa dipesan H-7 di stasiun. Selain menjual tiket sesuai dengan tempat duduk, PT KA juga berencana akan memberikan fasilitas AC pada kereta ekonomi di tahun 2012 mendatang.

Dirut KAI Klaim 'Bersihkan' Pedagang Asongan di KA Ekonomi

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 25 September 2011 0 komentar


Jakarta - Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengklaim telah berhasil 'membersihkan' KA ekonomi dari para pedagang asongan. Saat ini tidak ada lagi pedagang asongan yang hilir mudik di dalam KA ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Ignasius Jonan saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/9/2011).

"Sekarang kalau naik kereta ekonomi sudah tidak ada pedagang," ujarnya.

Untuk tahun depan, Jonan menyatakan KAI berencana untuk menambah sekitar 400 gerbong kereta baru dengan nilai sekitar Rp 300 miliar. Gerbong tersebut adalah untuk kereta barang yang kebanyakan beroperasi di Sumatera Selatan untuk mengangkut batubara.

"Sekitar 400 gerbong, kebanyakan Sumatera Selatan, buat batubara," ujarnya.

Jonan mengatakan, dana untuk pengadaan 400 gerbong baru kereta barang tersebut rencananya akan didapatkan perseroan dari pinjaman PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

:::: News Link :::


Malang - Tiga jadwal Kereta Api (KA) terganggu saat ratusan korban lumpur Lapindo yang tergabung kelompok 45 RT Desa Mindi, Porong mayoritas ibu-ibu memblokir jalur rel KA.

Tiga KA itu yakni KA Penataran dari Malang tujuan Surabaya, KA Mutiara Timur dari Surabaya, serta Komuter tujuan Surabaya-Porong.

"Iya, ada tiga jadwal KA terhenti karena aktifitas demo warga Porong," ujar Sri Winarto saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Senin (26/9/2011).

Humas Daops VIII itu mengungkapkan, KA Penataran harus terhenti selama 22 menit di Stasiun Porong, sedangkan KA Mutiara Timur terhenti selama 33 menit melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi, dan Komuter harus berbalik arah menuju Surabaya.

"Komuter tujuan Porong kita kembalikan ke Surabaya," ungkap Sri ditemui di Stasiun Besar Malang Jalan Trunojoyo, ini.

Meski sempat terhenti, lanjut dia, ketiga KA itu sudah bisa melanjutkan perjalanannya saat ini dan posisinya telah menjauh dari wilayah Sidoarjo. "Tapi sudah jalan kembali sekarang," tegasnya.

Ia mengaku, mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB jalur rel KA Surabaya-Blitar kosong. Jadi tak bakal terganggu oleh aktivitas warga Porong yang tengah menyalurkan aspirasinya.

"Sekarang jam kosong sampai nanti pukul 12 siang," ujar dia.

Ia berharap, usai jam kosong aktivitas perjalanan KA tak kembali terganggu, karena sejumlah KA dijadwalkan melintas di jalur porong sepanjang 2 kilometer itu. "Ada empat KA akan melintas setelah pukul 12 siang nanti," akunya.

Keempat KA itu, lanjut dia, komuter dari Surabaya menuju Porong, Penataran tujuan Blitar dari Surabaya, Penataran tujuan Malang dan Sri Tanjung tujuan Yogyakarta dari Surabaya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan skenario terburuk bila jalur KA terganggu di wilayah Sidoarjo, yakni menggunakan jalur melingkar dari Mojokerto dan Jombang.

"Kita siapkan jalur lain, jika memang situasinya buruk," imbuh dia.
:::: News Link :::

Stasiun Jatinegara Siap Menyambut Pemudik

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 22 Agustus 2011 0 komentar


Jakarta - "Untuk pengantar tidak diperkenankan masuk ke dalam stasiun, perlihatkan tiket anda kepada petugas. Sekali lagi pengantar tidak diperkenankan masuk," ujar seorang petugas lewat pengeras suranya di stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.

Imbauan tersebut disampaikan di bawah tenda di lapangan parkir stasiun yang disulap menjadi ruang tunggu bagi para pemudik. Suasana Stasiun Jatinegara memang terlihat agak berbeda hari ini.

Pintu masuk yang berada di pintu tengah kali ini dialihkan di sisi kanan gedung stasiun. Sedangkan pintu keluar berada di sisi kiri. Pintu utama untuk sementara ditutup dan khusus dipergunakan untuk calon penumpang yang antre tiket mudik lebaran.

"Untuk menghindari penumpang liar yang masuk stasiun sekaligus membatasi kuota kereta dengan penumpang," kata Wakil Kepala Staiusn Jatinegara Weddy Hartono kepada detikcom, Selasa (23/8/2011).

Di halaman parkir yang disulap sebagai ruang tunggu, terhitung dari pukul 07.00 WIB ratusan pemudik terlihat duduk di kursi lipat yang sudah disediakan petugas stasiun. Seorang petugas perempuan yang berada di dekat pintu masuk terus menerus memberikan informasi kedatangan kereta, imbauan pengantar, dan rute perjalanan kereta yang akan ditempuh.

"Mereka baru bisa masuk ke stasiun satu jam sebelum keberangkatan. Ini untuk menghindari penumpukan di dalam stasiun dan juga menjaga kenyamanan dan keamanan para penumpang," jelas Weddy.

Di gerbang masuk stasiun, dua orang petugas berdiri di luar stasiun dan dua lainnya berada di dalam stasiun. Setiap calon penumpang diperiksa kepemilikan tiket perjalanan. Bagi pengantar, mereka terpaksa harus mengantar sanak keluarganya sebatas pintu gerbang.

Menurut Weddy, perubahan yang dilakukan pihaknya adalah kesiapan untuk menyambut para pemudik di Lebaran 2011.

"Perubahan ini dinamakan boarding positioning. Sama halnya kalau kita mau naik pesawat di bandara. Artinya hanya penumpang bertiket yang diperkenankan memasuki stasiun," jelas Weddy.

Penjagaan ketat yang disiagakan pihaknya, ujar Weddy, bukan bermaksud untuk membuat riskan calon penumpang. "Ini justru untuk keamanan dan kenyamanan mereka juga," katanya.

Weddy menambahkan, pola boarding positioning ini diberlakukan hanya sampai H +3 Lebaran. "Nanti dievaluasi apakah akan diterapkan seterusnya atau tidak," tutur Weddy.

Bukan hanya penjagaan super ketat saja yang diberlakukan. Guna menjaga kebersihan di sekitar stasiun, pihaknya menambah 30 tong sampah yang disebar di beberapa titik stasiun. Dia berharap kebersihan dapat dijaga para pemudik.

Juned (29) seorang penumpang Kereta Cirebon Ekspres yang akan pulang ke Tegal menuturkan, dirinya menyambut baik perubahan yang dilakukan pihak stasiun dalam menyambut para pemudik.

"Lebih bagus lebih tertata, sebelumnya kan agak kumuh," ujarnya.

Dia berharap PT Kereta Api tidak hanya menerapkan pola boarding positioning di hari Lebaran. "Jangan cuma lebaran, kalau bisa hari biasa juga seperti ini," usul pria berbadan tambun ini.

Pujian senada disampaikan Amelia (48). Penumpang yang akan pulang ke Gombong, Kebumen, Jawa Tengah ini mengapresiasi perubahan yang dilakukan pihak Kereta Api, terutama kenyamanan dan keamanan. Namun, dia berharap PT Kereta Api tetap memperbaiki sistem pembelian tiket online-nya.

"Jangan sampai diumumkan hari kapan tiket bisa dibeli, pas waktunya belum bisa," keluhnya.

Pantaun detikcom, suasana di stasiun memang nampak tertib. Tidak ada penumpang yang duduk di lantai seperti yang dapat kita saksikan di hari biasa. Pedagang asongan pun tidak tampak di dalam stasiun. Beberapa petugas Pramuka terus memberikan arahan kepada para penumpang yang baru masuk untuk menunggu di ruang tunggu lajur keberangkatan kereta.

KOMITMEN PT KAI 2011

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 21 Agustus 2011 0 komentar




Truk Mogok di Perlintasan Kereta Bekasi Hambat KA Argo Parahyangan

Jakarta - Sebuah truk patah as tepat di atas perlintasan kereta api Tambun-Bekasi. Untungnya truk itu tidak tertabrak kereta api yang melintas di kawasan itu. Namun peristiwa ini membuat perjalanan KA Argo Parahyangan tujuan Bandung terhambat.

"Untungya tidak tertabrak. Petugas di perlintasan menginformasikan ke pusat sehingga kereta diberhentikan di stasiun," kata Kahumas PT KAI Daops I Mateta Rizalulhaq Senin (22/8/2011) pukul 11.15 WIB.

Mateta menjelaskan, truk itu patah as sektiar pukul 08.15 WIB. Butuh sekitar satu jam untuk membuat truk itu bisa berjalan lagi.

"Pukul 09.10 WIB baru bisa diperbaiki truknya," sambungnya.

Mateta menjelaskan, peristiwa ini membuat perjalanan kereta Argo Parahyangan dari Jakarta tujuan Bandung terhambat di daerah tersebut. "Terpaksa harus menunggu keretanya," ucap Mateta.


::: News Link:::

Tiket KA Ekonomi H-7 Mulai Dijual Hari Ini

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 17 Agustus 2011 0 komentar



"Kapasitas maksimum tiap kereta sebanyak 150 penumpang."

VIVAnews - Calon pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman menggunakan sarana transportasi kereta api, mulai Rabu, 17 Agustus 2011, sudah dapat mereservasi tiket kelas ekonomi. Tiket yang dijual ini adalah untuk keberangkatan KA ekonomi tanpa tempat duduk H-7 Hari Raya Lebaran.

Menurut Vice President Public Relation PT KAI, Sugeng Priyono, tiket ini berlaku untuk kereta reguler maupun tambahan. Secara serentak, penjualan tiket dibuka mulai pukul 07.00 dan hanya dapat dilakukan di stasiun Daop keberangkatan KA tersebut.

"Kapasitas maksimum tiap kereta sebanyak 150 penumpang. Saat kapasitas sudah terpenuhi, PT KAI tidak mengeluarkan tiket lagi," kata Sugeng di Jakarta.

Sugeng menjelaskan stasiun antara hanya diperkenankan menjual pada hari H, selama batas kapasitas maksimum belum terpenuhi atau masih tersedia. Untuk pelayanan penjualan dan pemesanan tiket eksekutif dan bisnis sudah dibuka sejak 15 Agustus 2011. Sedangkan, khusus untuk KA Argo Anggrek, waktu perjalanan, pelayanan pemesanan, dan penjualannya akan diatur kemudian.

Untuk kelas eksekutif dan bisnis akan dijalankan mulai H-5 sampai dengan H+11 yakni 25 Agustus sampai dengan 11 September 2011. Sementara, kereta ekonomi akan dijalankan mulai H-5 sampai dengan H+7 tanggal 25 Agustus sampai dengan 7 September 2011.

"Kami juga siapkan antisipasi untuk menjaga ketertiban dan calon penumpang yang tidak memiliki tiket menumpuk di stasiun selama masa Angkutan Lebaran," ujarnya.

Adapun langkah antisipasinya sebagai berikut, penjualan tiket peron ditiadakan. Yang diperbolehkan masuk ke peron stasiun adalah penumpang yang memiliki tiket, pegawai PT KAI serta petugas lain yang berkepentingan dengan PT KAI yang dibuktikan dengan surat tugas.

Untuk antisipasi tersebut, akan diadakan tambahan tenaga pengamanan, sterilisasi stasiun, pengawalan KA, penanganan penumpang di stasiun antara, serta sosialisasi tentang kebijakan angkutan lebaran kepada masyarakat.

Sementara itu, untuk keamanan akan dilaksanakan tambahan pengawalan KA oleh personil Polri, pengamanan stasioner di stasiun-stasiun penting dan padat penumpang serta patroli lintas oleh anggota Brimob seperti tahun lalu. (umi)• VIVAnews

::; News Link::


Surabaya - Meski sudah disosialisasikan, namun peminat tiket kereta api jarak jauh ekonomi online masih sepi. Layanan yang sudah dibuka mulai kemarin itu hanya diminati sebagian kecil penumpang ekonomi. "Sudah ada yang pesan, tetapi tidak banyak. Untuk jumlahnya saya kurang tahu, saya belum ngecek," kata Sri Winarto saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (18/8/2011). Humas PT KA Daops VIII Surabaya itu mengatakan hal tersebut normal saja. Karena seperti tahun-tahun sebelumnya, 'gawe' stasiun di Surabaya adalah saat arus balik, bukan arus mudik. Pada arus mudik, penumpang justru didominasi oleh jumlah kedatangan bukan keberangkatan. Namun saat arus balik, para penumpang biasanya memenuhi stasiun untuk menuju Bandung atau Jakarta. "Pada arus mudik, yang ramai adalah kereta jarak dekat seperti Lamongan dan Bojonegoro," tambah Winarto. Winarto sendiri yakin bahwa tiket ekonomi online akan banyak peminatnya untuk keberangkatan H+. Setidaknya pada tanggal 25 Agustus ke atas akan ada banyak penumpang ekonomi yang memesan tiket via online. "Kalau tanggal 17 Agustus kan untuk keberangkatan tanggal 23 Agustus. Kalau tanggal 25 ke atas untuk keberangkatan H+," tandas Winarto.

::: News Link :::

Gerbong Kereta Khusus Motor Dioperasikan H-5

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 16 Agustus 2011 0 komentar


Jakarta - Pemerintah siapkan gerbong kereta api khusus motor lima hari menjelang lebaran (H-5). Gerbong khusus ini akan ditempel di seluruh keberangkatan kereta. "Pada prinsipnya setiap gerbong ada rangkaian yang disiapkan," ujarnya Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/8/2011). Sementara untuk kapal, menurut Freddy, pemerintah akan menyediakan tempat untuk menyimpan motor pada H-15. Tempat ini, lanjutnya, tidak akan diberikan pungutan tambahan. Pada tahap awal, kapal yang menyediakan tempat untuk motor ini hanya untuk kapal dari Tanjung Priok ke pelabuhan di Pulau Jawa, belum ke pulau-pulau lainnya. "Kalau kapal kita sudah siapkan sejak H-15 dari Tanjung Priok, sekarang masih proses sosialisasi khususnya untuk Pulau Jawa dari Jakarta ke Tanjung Emas Semarang nanti dari situ nereka bisa kunjungi keluarganya di kampungnya masing-masing dan tidak bayar, jadi buka puasa di kapal dan sahur di kapal jam 7 pagi sudah bisa langsung menuju desanya masing-masing menggunakan motor," jelasnya. Mengenai sepinya peminat pada arus mudik tahun lalu, Freddy meyakini hal tersebut wajar karena masih dalam proses sosialisasi. "Ini kan sosialisasi saja, kalau mereka berminat silahkan," tegasnya. Pemerintah juga akan menambahkan 5 kapal roll on roll off (roro) untuk Pelabuhan Merak-Bakaheuni sejak H-3 hingga H+3 untuk mengangkut truk-truk pangan sehingga distribusinya jelang lebaran tidak terganggu. "Nanti kita lihat, terutama lintas Sumatera. pada prinsipnya penambahan kapal ada," pungkasnya.

::: News Link :::

Calon Penumpang Serbu Tiket Tambahan Kereta di Stasiun Jatinegara

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 14 Agustus 2011 0 komentar

Calon Penumpang Serbu Tiket Tambahan Kereta di Stasiun Jatinegara Jakarta - Antrean calon penumpang kembali terlihat di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Antrean tersebut muncul karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka kembali layanan pemesanan tiket mudik secara online sampai dengan hari lebaran.

Antrean sudah mulai tampak sekitar pukul 06.00 WIB atau satu jam sebelum loket pelayanan pemesanan dibuka pukul 07.00 WIB.

Dibandingkan dengan jumlah calon penumpang yang melakukan pembelian tiket di pelayanan pembelian tiket online sebelumnya, jumlah calon penumpang kali ini jauh lebih sedikit.

"Karena itu kita membuka 4 loket saja. Kalau sebelumnya kan sampai 6 loket," kata Wakil Kepala Stasiun Jatinegara Weddy Hartono, saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Senin (15/8/2011).

Setiap calon penumpang, jelas Weddy, harus mengisi formulir pembelian tiket yang sudah disediakan petugas stasiun.
"Satu formulir berlaku untuk satu tujuan dan maksimal 4 tiket," katanya

Weddy menambahkan, dibandingkan dengan pelayanan tiket online sebelumnya, pelayanan kali ini melayani pembelian tiket untuk beberapa rangkaian kereta keberangkatan. "Pelayanan sebelumnya melayani hampir seluruh kereta, kalau sekarang beberapa rangkaian saja," ujar Weddy.

Adapun rangkaian kereta tersebut adalah Gajayana (Gambir-Malang), Argo Lawu (Gambir-Solo), Argo Anggrek (Gambir-Pasarturi), Cirebon Ekspres (Gambir-Cirebon), Sawunggalih (Pasar Senen-Kutoarjo).

Sedangkan untuk rangkaian kereta ekonomi adalah Tawang Jaya (Pasar Senen-Semarang), Kutojaya (Tanah Abang-Kutoarjo), Komunitas Utara (Gambir-Surabaya), Matarmaja (Pasar Senen-Malang), Kertajaya (Pasar Senen-Surabaya), plus kereta Matarmaja Tambahan Lebaran yang akan disiapkan.

::: News Link:::

Menteri BUMN: Tiket Kereta Mahal, Harap Maklum

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 11 Agustus 2011 0 komentar


Jakarta - Pemerintah meminta seluruh masyarakat memaklumi adanya kenaikan tiket kereta api menjelang lebaran. Menteri BUMN Mustafa Abubakar tidak bisa berbuat banyak terkait adanya kenaikan tiket kereta api ini.

"Kenaikan tiket kereta api harus dimaklumi. Kan banyak memang permintaan yang luar biasa sedangkan memang seat (tempat duduk) terbatas jadi bertambahnya demand (permintaan) mengakibatkan harga naik," ujar Mustafa ketika ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (11/8/2011).

Sebelumnya banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga tiket kereta api hingga 100%. Nia yang biasa menggunakan jasa kereta api untuk mudik lebaran mengeluhkan tingginya harga tiket kereta api.

"Tiket jurusan Jakarta-Surabaya kelas bisnis itu biasanya hanya Rp 150.000 sekarang jadi Rp 300.000. Sedangkan yang eksekutif biasa Rp 300.000 sekarang menjadi Rp 600.000," katanya.

"Itu kan mahal sekali. Harusnya pemerintah memberikan kebijakan agar tiket murah dan sistem yang mudah jangan sampai mengantri," imbuh wanita asli Surabaya ini kepada detikFinance.

Namun Mustafa memastikan untuk tiket pesawat Garuda Indonesia tidak akan mengalami kenaikan. "Untuk tiket pesawat Garuda untuk sementara tidak akan ada kenaikan tiket," terangnya.

Mustafa telah memanggil manajemen Garuda Indonesia terkait kesiapan menjelang lebaran. Termasuk persiapan armada yang diberangkatkan khusus untuk ibadah Haji.

"Selain itu pemanggilan dilakukan terkait dengan rugi yang diderita Garuda. Kita terus tingkatkan penguatan manajemen yang salah satunya men-drop Direktur Keuangan baru dari Bank Mandiri. Tinggal tunggu persetujuan PPA saja," papar Mustafa.

Lebih jauh Mustafa mengharapkan dengan adanya penguatan internal manajemen Garuda Indonesia ditambah dengan musim peak season ini maka diharapkan Garuda Indonesia tidak merugi.

Terkait dengan transportasi penyeberangan menggunakan kapal ferry, Mustafa mengatakan pihaknya juga sudah memanggil manajemen PT ASDP Indonesia Ferrry. Menurut Mustafa armada penyebrangan yang disiapkan mencapai 30 unit.

"Kita mendorong mereka untuk menyiapkan lebih dari 30 unit kapal. Tetapi masih akan dibahas lagi termasuk tiketnya nanti apakah ada kenaikan atau tidak," jelasnya.

::: News Link:::

Jelang Mudik, Polisi Amankan Stasiun-Terminal

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 08 Agustus 2011 0 komentar


VIVAnews - Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya akan melakukan pengamanan di beberapa stasiun kereta api dan empat terminal bus dengan rute antar provinsi. Ini dilakukan guna melindungi pemudik yang ingin pulang ke kempung halaman.

Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sujarno mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan pengamanan meskipun belum maksimal, karena keramaian biasanya baru terjadi H-7 jelang lebaran.

"Tapi kalau memang terjadi peningkatan di stasiun atau terminal, langsung kami terjunkan petugas," ujar Sujarno, di Jakarta, Senin 8 Agustus 2011.

Sujarno menjelaskan, ada empat stasiun kereta api yang masuk prioritas pengamanan, yakni Stasiun Gambir, Stasiun Jatinegara, Stasiun Senen, dan Stasiun Kota. Selain itu empat terminal besar yang masuk pantauan petugas di antaranya Terminal Lebak Bulus, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gadung, Terminal Kalideres.

"Saya sudah mengimbau kepada Kapolres, kalau ada antrean tiket baik itu di stasiun ataupun di terminal segera amankan. Kalau ada jadwal antrian tiket segera amankan. Kalau ada peningkatan penumpang kita yang jemput bola," kata dia.

Dia menilai, peningkatan aktifitas masyarakat, bukan hanya terjadi di stasiun dan terminal, melainkan juga di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan, terlebih menjelang lebaran.

Seperti diketahui, selama bulan Ramadan, Direktorat Lalu-lintas Polda Metro Jaya akan menerjunkan 4.260 personel yang akan memantau dan menjaga tempat-tempat yang banyak aktivitas masyarakat, seperti ngabuburit, buka puasa, tarawih, sampai antisipasi tawuran.

:::: News Link:::

Arus Balik, Penumpang KA Ekonomi Dibatasi

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 04 Agustus 2011 0 komentar


PT KAI membatasi isi satu gerbong ekonomi maksimum 150 orang. Kelas ekonomi akan terbatas.

VIVAnews - PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi VI Yogyakarta memperkirakan banyak calon penumpang KA ekonomi yang tidak terangkut pada arus balik Lebaran nanti. Kondisi ini terjadi karena PT KA pada arus balik nanti mengeluarkan kebijakan pembatasan penumpang dalam setiap gerbong.

Menurut Kepala Humas PT KA Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, jumlah penumpang KA ekonomi nantinya setiap gerbong hanya dibatasi sekitar 150 penumpang. Dengan rincian, 100 penumpang duduk dan 50 penumpang berdiri.

"Hanya dibatasi 150 orang setiap gerbongnya. Jadi, umpamanya rangkaiannya berjumlah 8 gerbong jadi tinggal kalikan saja, 150 x 8 gitu," kata dia kepada VIVAnews.com, Kamis, 4 Agustus 2011

Dengan munculnya kebijakan pembatasan tersebut, lanjut Eko, dipastikan banyak calon penumpang yang tidak terangkut KA ekonomi. Oleh sebab itu pihaknya meminta kepada masyarakat yang nantinya tidak mendapatkan tiket KA ekonomi untuk menggunakan moda transportasi lain seperti bus.

"Pembatasan penumpang ini untuk mengutamakan keselamatan sesuai dengan aturan UU Perkeretaapian. Jadi prioritas kami adalah untuk keselamatan jadi muncul kebijakan pembatasan jumlah penumpang," kata Eko.

Seperti diungkapan dia, berdasarkan pengalaman arus balik Lebaran tahun lalu, jumlah penumpang KA ekonomi dalam setiap gerbongnya bisa mencapai 200 orang. "Bahkan kadang satu gerbong diisi 250 orang. Tapi untuk arus balik nanti, penumpang tidak akan seperti itu lagi," ujar dia.

Bahkan, saat jadwal keberangkatan nanti, Eko mengatakan para penumpang yang sudah mendapatkan tiket KA ekonomi diiperbolehkan masuk stasiun sekitar satu jam sebelum jadwal keberangkatan kereta. "Jadi yang masuk ke stasiun khusus yang membawa tiket," tutur dia.

Ketika disinggung mengenai penjualan tiket KA ekonomi, Eko mengatakan, penjualan tiket KA ekonomi tujuan Solo maupun Jogja jurusan Jakarta akan dimulai 7 hari sebelum jadwal keberangkatan arus balik