SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Puncak Arus Balik

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 28 September 2009 0 komentar


Puncak Arus Balik di Stasiun Gambir Tanggal 2 & 3 Januari 2009

Situasi arus balik libur Natal dan Tahun Baru di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, masih belum mencolok. Puncak arus balik diperkirakan baru akan terjadi pada 2 dan 3 Januari 2009."Diperkirakan puncak untuk arus balik Natal dan Tahun Baru antara tanggal 2 dan 3 (Januari 2009). Sedangkan saat ini, walaupun (penumpang yang datang) lebih dari biasanya, namun masih dikatakan normal," ujar Wakil Kepala Stasiun Gambir Edi Kuswoyo di Stasiun Gambir, Jl Medan Merdeka Timur, Senin (29/12/2008)."Yang jelas dari arah timur seperti Cirebon, Surabaya, dan Solo itu ada penambahan gerbong untuk tanggal 2 dan 3," ungkapnya.Edi menambahkan, penumpang yang tiba di Stasiun Gambir berjumlah 8.000-an penumpang. Sementara pada hari biasanya, jumlah penumpang antar kota yang turun di stasiun itu antara 6 -7 ribu penumpang."Diperkirakan sampai nanti malam bisa mencapai 10-12 ribu penumpang," jelas dia.Menurut Edi, tidak ada antisipasi khusus untuk menghadapi puncak arus balik yang tinggal beberapa hari ini. Paling-paling hanya penambahan personel saja untuk mengamankan kedatangan pemudik."Tidak ada. Paling hanya penambahan personel keamanan. Karena situasinya kita kedatangan bukan pemberangkatan,"pungkas Edi.

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Kami Segenap Anggota dan Keluarga Besar Paguyuban Cirex
Mengucapkan :

"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H"
"MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN"
"MOHON MA'AF LAHIR BATIN "

KA Ditambah, Sisakan Kursi 15%

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 15 September 2009 0 komentar


Mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan penumpang di Stasiun Kejaksan Cirebon, khususnya bagi yang hendak menuju Jakarta, PT KAI Daop III Cirebon menyediakan angkutan KA Lebaran sebagai tambahan. Demikian diungkapkan Kepala Stasiun Kejaksan, Den Bagus Toat, kemarin (14/9). Ia menyebutkan, tambahan KA Lebaran tersebut meliputi dua rangkaian KA Cirebon Ekspress (Cireks) dan satu rangkaian KA Argo Jati. “Untuk tujuan Cirebon-Jakarta, maupun sebaliknya kami prediksi tahun ini meningkat 10-15 persen. Karena itu, sebagai bentuk maksimalisasi pelayanan, kami tambahkan tiga rangkaian sekaligus,” kata dia. Pria yang akrab disapa Toat itu menyebutkan, KA Lebaran akan difungsikan mulai H-3 hingga H+3, dengan jadwal regular Cireks sehari 5 kali pemberangkatan dan Argo Jati 2 kali, sehingga selanjutnya akan ada 20 kali perjalanan PP. Sementara untuk ketersediaan tiket Cireks dan Argo Jati, Toat menegaskan, tak pernah akan habis. Kalaupun habis di tingkat reservasi, akan diadakan penjualan langsung tempat duduk pada hari H pemberangkatan. “Ini adalah bagian regulasi program go show. Sisa sheet kursi dari 10 sampai 15 persen yang biasa kami kosongkan pada perjalanan regular, akan dijual untuk memenuhi kapasitas maksimal jumlah penumpang. Jadi calon penumpang tak perlu khawatir, tiket selalu ada,” terangnya seraya menyebutkan tanpa harga tuslah, namun memakai dasar harga atas dan bawah, PT KAI Daop III Cirebon menjual tiket Cireks Rp75 ribu dan Argo Jati Rp115 ribu. Kapan peningkatan secara umum arus mudik penumpang KA? Toat memrediksi pada Kamis (17/9). Pihaknya juga telah menyiapkan antisipasi menurunkan penumpang yang mengambil posisi bukan di tempat penumpang, khususnya di lokomotif. “Peningkatan secara umum jumlah penumpang kereta api, tahun ini mencapai 6 persen,” tuturnya.
Sumber Berita:

KERETA TAMBAHAN MULAI DI AKTIFKAN

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 13 September 2009 0 komentar


PT Kereta Api (KA) mulai mengaktifkan kereta tambahan dari Jakarta ke arah Surabaya. Hal ini dilakukan karena jumlah penumpang sudah mengalami peningkatan."Mulai Senin sudah dijalankan kereta tambahan untuk ke Surabaya," kata Kahumas Daop I Jakarta, Sugeng Riyanto saat berbincang lewat telepon, Minggu (13/9/2009).Menurut Sugeng, seharusnya program kereta tambahan belum dijalankan saat ini. Namun akibat penumpang yang membludak, jalur tambahan perlu disediakan.PT KA mengaku sudah menyiapkan sedikitnya 15 kereta api tambahan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik. Masing-masing perjalanan kereta tersebut terdiri dari 12 gerbong."Tapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, jumlah tersebut masih tetap saja kurang," imbuhnya.Sugeng mengaku tidak bisa menambah jalur kereta sembarangan. Sebab konsekuensi yang ditimbulkan, berpengaruh juga pada biaya perjalanan dan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM). "Jadi kita tidak bisa sembarangan menambah kereta," tutupnya.


Jakarta - Stasiun Gambir, Jakarta masih sepi dari serbuan pemudik. Saking sepinya pemudik, kereta api Argo Lawu lebaran untuk pemberangkatan Minggu (21/9/2008) dan Senin (22/9/2008) besok pun dibatalkan.

"Yang Argo Lawu reguler masih operasi. Tapi yang lebaran untuk hari ini dan besok dibatalkan karena tidak ada penumpang," jelas Wakil Kepala Stasiun Gambir Sumbudi di stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (21/9/2008).

Untuk mengantisipasi mudik lebaran, Stasiun Gambir mengoperasikan 3 KA tambahan yakni Cirebon Express, Kamandanu dan Argo Lawu lebaran. Diperkirakan puncak mudik akan terjadi pada 27-30 September.

Sumbudi menjelaskan, penumpang eksekutif Gambir tidak ada penumpang yang spekulatif. "Tidak ada penumpang yang non seat, semua seat karena pemesanan tiket dilakukan sejak satu bulan lalu," pungkas Sumbudi.
Sumber Berita :

Oleh-oleh Khas Cirebon

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Jika mudik nanti Anda melintas ke kota Cirebon, tidak ada salahnya Anda mampir sejenak dan berwisata belanja oleh-oleh khas Cirebon.
Karena selain dijuluki kota Wali, Cirebon juga punya banyak panganan khas asli setempat. Mulai dari sirup buah merek lawas 'Tjampolay', kerupuk Melarat, aneka olahan udang, terasi khas Cirebon dan lain-lain. Tertarik?
Seperti sirup 'Tjampolay'. Minuman ini terkenal asli Cirebon sejak 1930-an. Dibuat secara home industry dari gula asli murni dan tidak memakan bahan kimia.
Rasanya tentu berbeda dengan sirup-sirup yang biasa Anda sajikan di meja makan. 'Tjampolay' lebih manis dan wangi.
Selain 'Tjampolay', Anda juga bisa mencoba terasi khas Cirebon. Meski secara bentuk dan warna tidak jauh berbeda dengan terasi di kota-kota lainnya. Namun aroma terasi Cirebon lebih khas dan mantab sebagai bumbu masak.
Oleh-oleh tersebut dapat Anda temukan di Pasar Pagi, Cirebon. Pusat jajanan oleh-oleh terbesar di Cirebon.
Biasanya jelang lebaran, omzet di Pasar Pagi bisa naik 3 hingga 4 kali lipat. Sebab, tempat ini sudah menjadi langganan para pemudik untuk wisata belanja.
"Biasanya mereka beli berdus-dus sampai pedagang-pedagang kewalahan," kata Yayan, salah seorang penjual toko oleh-oleh 'Sumber Ikan Asin'
Yayan menjelaskan, saat ini jajanan khas Cirebon memang bisa dijumpai di mana saja. Tapi, semua oleh-oleh di Pasar Pagi, lanjut Yayan, dipastikan lebih murah dan orisinil.
"Kita sudah puluhan tahun di sini jadi pasti dijamin asli dan murah," jelasnya.
Sirup Tjampolay rasa pisang susu yang biasanya dijual Rp 14 ribu-15 ribu, Anda bisa mendapatkannya di Pasar Pagi hanya dengan harga Rp. 12.500. Tentu apabila Anda jago dalam hal tawar-menawar, harganya bisa lebih turun lagi.
Di Pasar Pagi terdapat puluhan toko yang menjual bermacam-macam oleh-oleh. Apabila hari-hari menjelang Lebaran biasanya mereka buka hingga larut malam.
Untuk Anda yang suka wisata belanja, aneka panganan khas Cirebon bisa jadi buah tangan Anda saat tiba di kampung halaman.
Sumber Berita :

SBY: "Ponsel jangan dimatikan"

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 09 September 2009 0 komentar


Mudik sudah menjadi rutinitas masyarakat kita di indonesia berbagai cara di tempuh untuk dapat bersilaturahmi setahun sekali kepada sanak saudara di kampung halaman,sebagai warga negara berhak untuk mendapatkan pelayanan yang baik dalam menempuh perjalanan baik darat, udara maupun angkutan laut, untuk itu pemerintah sebagai penyelengara di tuntut untuk memberikan pelayanan maksimal, hal inipun menjadi perhatian tersendiri oleh Presiden sebagai kepala pemerintahan hal ini di sampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam peresmian rel jalur ganda dan 75 rangkaian kereta api baru. Acara berlangsung di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Rabu (9/9/2009).

"Setahun sekali rakyat ingin bersilahturahmi dan halalbilahal dengan sanak saudaranya, mari berikan layan terbaik," ujar SBY.
Layanan terbaik yang dia maksud tidak cuma ketersediaan angkutan Lebaran. Melainkan juga kelancaran arus lalu lintas pemudik serta keselamatan para pemudik baik yang menggunakan moda angkutan laut,darat dan udara.Presiden juga mengingatkan agar seluruh posko yang ada kembali disiagakan untuk memantau kelancaran arus mudik lebaran. Para pejabat terkait diminta untuk tetap siaga 24 jam walau sedang cuti lebaran."Jangan ada kejadian pejabat sulit dihubungi. Meski sedang libur lebaran harus tetap memantau. Ponsel jangan dimatikan, jadi kalau ada apa-apa cepat bereaksi" ujar SBY.
Salam

Mudik Gak Dapat Tiket ???? Jangan Khawatir

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 07 September 2009 0 komentar



Kereta api (KA) menjadi salah satu moda transportasi favorit para pemudik Lebaran. Tidak heran jika tiket moda transportasi itu selalu menjadi rebutan. Jika Anda belum mendapat tiket, jangan khawatir. Tiga kereta baru akan disiapkan.
"Kita akan tambah kereta baru untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, baru akan kita beli," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal saat mengunjungi korban gempa di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (3/9/2009).
Jusman mengatakan, ketersediaan tiket untuk pemudik juga dipastikan cukup. Hingga saat ini, tiket KA kelas ekonomi belum dijual. Tiket itu baru akan dirilis saat hari keberangkatan. "Tiket ekonomi belum kita jual," kata Jusman.
Sebelumnya tiket KA reguler kelas bisnis dan eksekutif untuk mudik Lebaran telah ludes terjual. Tidak cuma itu, tiket KA Lebaran untuk kelas bisnis dan eksekutif pun telah habis hanya dalam beberapa jam penjualan.
Namun permintaan tiket KA masih tinggi baik dari kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif. PT Kereta Api rencananya akan menjual tiket KA untuk kelas bisnis dan eksekutif sehari sebelum keberangkatan dan tiket KA ekonomi pada hari keberangkatan.
Suber Berita

KISAH GEMPA di PGC ( Cirebon )

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 02 September 2009 0 komentar


Gempa yang berpusat di barat daya Tasikmalaya kemarin ternyata menjalar ke mana-mana. Di pusat-pusat belanja, kepanikan pengunjung yang ketakutan dan berebut keluar membawa akibat bermacam-macam.
Di Pusat Grosir Cirebon (PGC) di wilayah pantai utara Jawa Barat, sedikitnya tiga pengunjung pingsan dan luka-luka akibat terinjak-injak. Ketiganya masih satu keluarga, yakni Yuni, 41 tahun, dan anak kembarnya, Dora dan Deri, masing-masing 12 tahun.
Yuni menceritakan, ia dan kedua anaknya sedang memilih-milih baju untuk persiapan Lebaran di lantai dua ketika bumi tiba-tiba bergoyang. "Kami langsung lari untuk turun," kata warga Karangsembung, Kawangwareng, Kabupaten Cirebon, ini.
Tetapi ratusan pengunjung lain tentu saja bereaksi serupa. Maka, tak terhindarkan, ketiganya terjebak dalam kepanikan massa hingga terjatuh saat hendak melalui tangga. Mereka terimpit dan terinjak-injak. Luka-luka tak terhindarkan dialami ibu dan anak itu.
Kondisi terparah dialami Dora. Wajahnya lebam-lebam dan kesulitan bernapas karena kehabisan oksigen. Adapun ibu dan kembarannya sempat pingsan serta keseleo.
Kerusakan fisik juga terjadi pada bangunan PGC. Plafon berukuran sekitar 1,2 x 12 meter ambruk tak kuat menahan guncangan. Pusat grosir itu pun segera ditutup untuk umum.
Kepanikan juga melanda ratusan pengunjung di kawasan belanja Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor. Mereka berhamburan keluar karena takut gempa akan meruntuhkan bangunan. “Barang-barang saya masih di dalam dan belum diambil,” ujar Lisa, seorang pengunjung.
Sementara itu, di Bandung, Kepala Kepolisian Wilayah Priangan Komisaris Besar Anton Charlian mengatakan kepanikan akibat gempa ternyata juga menimbulkan peluang terjadinya tindak pidana di pusat belanja.
Banyak pengunjung yang ketakutan lupa membayar atau tak lagi peduli pada barang yang hendak dibelinya. Namun, beberapa di antara mereka rupanya sengaja memanfaatkan kekacauan itu untuk melakukan pencurian. Beberapa kasus telah dilaporkan. "Kami masih melakukan identifikasi lapangan," kata Anton

Indonesia Berduka

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar






Kami Segenap Anggota dan Keluarga Besar Paguyuban Cirex Turut menyampaikan Belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas terjadinya bencana alam Gempa Bumi 7.3 SR,yang terjadi di Tasikmalaya Jawa Barat dan berdampak di daerah-daerah sekitarnya, Garut, Ciamis dibeberapa tempat lainnya, yang sampai saat ini sudah tercatat 44 orang Meninggal Dunia, Puluhan Orang Hilang dan Luka-luka, serta ratusan rumah tinggal maupun rumah ibadah yang hancur .
Bagi yang meninggal dunia Semoga Amal ibadahnya di terima disisihNYA ... amin... dan bagi keluarga yang di tinggalkankan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk terus berjuang, bagi keluarga luka-luka kami juga tidak henti-hentinya mendo'akan semoga lekas di berikan kesembuhan.
Dibulan suci ini yang penuh berkah ini tuhan memberikan cobaan yang begitu berat bagi warga muslim tasikmalaya dan sekitarnya semoga dibalik ini semua akan terpetik pelajaran bahwa kita harus lebih mendekatkan diri kepada sang pecipta.
Kami berharap kepada semua pihak-pihak terkait dalam hal ini pemerintah segera tanggap untuk menangani bencana ini, kami segabai suatu komunitas belum dapat banyak membantu, bantuan dari kami sebatas DO'A.
Teriring Do'a dari Kami
Paguyuban CIREX