SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

KISAH GEMPA di PGC ( Cirebon )

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 02 September 2009


Gempa yang berpusat di barat daya Tasikmalaya kemarin ternyata menjalar ke mana-mana. Di pusat-pusat belanja, kepanikan pengunjung yang ketakutan dan berebut keluar membawa akibat bermacam-macam.
Di Pusat Grosir Cirebon (PGC) di wilayah pantai utara Jawa Barat, sedikitnya tiga pengunjung pingsan dan luka-luka akibat terinjak-injak. Ketiganya masih satu keluarga, yakni Yuni, 41 tahun, dan anak kembarnya, Dora dan Deri, masing-masing 12 tahun.
Yuni menceritakan, ia dan kedua anaknya sedang memilih-milih baju untuk persiapan Lebaran di lantai dua ketika bumi tiba-tiba bergoyang. "Kami langsung lari untuk turun," kata warga Karangsembung, Kawangwareng, Kabupaten Cirebon, ini.
Tetapi ratusan pengunjung lain tentu saja bereaksi serupa. Maka, tak terhindarkan, ketiganya terjebak dalam kepanikan massa hingga terjatuh saat hendak melalui tangga. Mereka terimpit dan terinjak-injak. Luka-luka tak terhindarkan dialami ibu dan anak itu.
Kondisi terparah dialami Dora. Wajahnya lebam-lebam dan kesulitan bernapas karena kehabisan oksigen. Adapun ibu dan kembarannya sempat pingsan serta keseleo.
Kerusakan fisik juga terjadi pada bangunan PGC. Plafon berukuran sekitar 1,2 x 12 meter ambruk tak kuat menahan guncangan. Pusat grosir itu pun segera ditutup untuk umum.
Kepanikan juga melanda ratusan pengunjung di kawasan belanja Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor. Mereka berhamburan keluar karena takut gempa akan meruntuhkan bangunan. “Barang-barang saya masih di dalam dan belum diambil,” ujar Lisa, seorang pengunjung.
Sementara itu, di Bandung, Kepala Kepolisian Wilayah Priangan Komisaris Besar Anton Charlian mengatakan kepanikan akibat gempa ternyata juga menimbulkan peluang terjadinya tindak pidana di pusat belanja.
Banyak pengunjung yang ketakutan lupa membayar atau tak lagi peduli pada barang yang hendak dibelinya. Namun, beberapa di antara mereka rupanya sengaja memanfaatkan kekacauan itu untuk melakukan pencurian. Beberapa kasus telah dilaporkan. "Kami masih melakukan identifikasi lapangan," kata Anton