SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

4 Rumah Terbakar dan 16 orang Luka-Luka Akibat Tawuran di Cirebon

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 29 Agustus 2012 0 komentar

Tawuran antar warga terjadi di wilayah Pasar Celancang, Desa Purwawinangun, Kabupaten Cirebon. Akibat tawuran tersebut empat rumah warga habis terbakar dan 16 orang luka-luka.

Hal itu disampaikan Kanit Polsek Gunung Jati, Aiptu Wahyudi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (29/8/2012).

Menurut Wahyudi, Kebakaran yang menghabiskan 4 rumah warga tersebut diakibatkan lemparan bom molotov dan petasan pada saat tawuran. Dan 16 korban yang terluka dikarenakan terkena anak panah.

"Terbakar karena lemparan bom molotov dan petasan. Sedangkan korban karena terkena anak panah," ujar Wahyudi.

Menurutnya saat ini semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan dan Rumah Sakit Gunung Jati. dan masih dalam perawatan.

"Seluruh korban masih di Rumah Sakit Pelabuhan dan Rumah Sakit Gunung Jati," ujarnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti anak panah yang digunakan saat tawuran. Dan saat ini keadaan di tempat kejadian sudah terkendali.

"Situasi saat ini sudah aman," ujar Wahyudi.

::;News Link:::

Tawuran antar warga terjadi di wilayah Pasar Celancang, Desa Purwawinangun, Kabupaten Cirebon. Satu rumah warga menjadi sasaran amuk massa dan dibakar.

"Laporan yang diterima di lokasi tawuran ada satu rumah yang dibakar," kata petugas piket Pemadam Kebakaran Gunung Jati, Karsidi, saat dihubungi detikcom, Rabu (29/8/2012).

Dari laporan yang diterima pihak pemadam kebakaran, aksi pembakaran rumah tersebut terjadi sekitar pukul 24.00 WIB.

"Satu unit mobil pemadam sudah dikerahkan ke TKP," ujar petugas tersebut.

Menurutnya, tawuran yang terjadi di lokasi tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Pekan kemarin juga sempat terjadi tawuran.

Seorang petugas piket Polsek Gunung Jati membenarkan adanya informasi tawuran tersebut. Namun petugas tersebut belum mengetahui rincian mengenai tawuran itu.

"Waka Polsek masih di TKP, saya belum mengetahui data-datanya," ujar petugas itu.

::: News Link::

Polisi Dianiya 3 Oknum TNI di KA Cirebon Express

Diposting oleh paguyubancirex Jumat, 24 Agustus 2012 0 komentar

 TRIBUNNEWS.COM

CIREBON - Anggota Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Cirebon Express, Lukman S (22), melaporkan kasus pemukulan yang dialaminya di dalam kereta api oleh oknum anggota TNI, Minggu (12/8/2012) malam.

Kejadian itu hanya berselang sehari setelah kasus dua anggota TNI yang dilaporkan warga dengan tuduhan penganiayaan terhadap warga di RW 11, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu (11/8/2012).

Lukman mengatakan peristiwa itu bermula dari pemeriksaan tiket penumpang kereta api. Lukman bertugas memeriksa tiket para penumpang kereta Cirebon Express sesaat setelah meninggalkan Stasiun Gambir, Jakarta.

Tujuan akhir perjalanan kereta itu adalah Stasiun Kejaksan, Cirebon. "Saat itu, saya mendapatkan ada delapan penumpang dengan tiket kelas bisnis tapi duduk di gerbong eksekutif," ujar Lukman kepada wartawan, di Stasiun Kejaksan, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Minggu (12/8/2012) malam.
Tiga di antara penumpang itu adalah anggota TNI. Ia mengaku mengenal ketiga anggota TNI itu karena sering melihat mereka naik kereta api itu.

Pria berusia 22 tahun itu mengatakan lebih dulu meminta lima penumpang sipil agar pindah ke gerbong bisnis. Hal itu dilakukan seusai dengan perintah kondektur kereta api Cirebon Express.
"Saya meminta mereka menempati kursi sesuai yang tertera pada tiket," katanya. Awalnya, tidak ada masalah. Namun, ucap Lukman, seorang di antara lima penumpang itu mengadu ke anggota TNI itu.
"Tuntas pemeriksaan karcis, mereka (tiga anggota TNI) mengadang saya di gerbong kamar makan," ujar Lukman.

Anggota TNI itu menarik baju Lukman hingga kancing atasnya lepas. Selain itu, mereka memukuli wajah korban. "Saya digeret-geret, kancing baju lepas," ujarnya. Lukman mengalami pemukulan itu sekitar pukul 16.51. Ponsel yang dikantongi dalam saku bajunya rusak karena tangan ketiga anggota TNI itu sering menekan ponselnya ketika mendorong-dorongnya.

Hidung Lukman pun mengeluarkan darah dan bibirnya pecah. Ketiga anggota TNI itu juga mengucapkan kata-kata kasar kepada Lukman.

Padahal, menurut dia, ia hanya berurusan dengan lima penumpang sipil dan belum menegur ketiga anggota TNI itu. Karena itu, ia melaporkan peristiwa itu kepada atasannya.

Menurut Kepala PT KAI Daerah Operasional (Daop) III Cirebon, Berlin Barus, pimpinan tertinggi atau direktur utama PT KAI menyatakan kasus pemukulan oleh anggota TNI terhadap anggota Polsuska diselesaikan melalui proses hukum.

Sejauh ini, Dirut PT KAI, katanya, sudah mendatangi markas besar AL di Jakarta untuk membicarakan hal ini. "Tunggu saja hasilnya," kata dia.

Belum ada tanggapan dari pihak TNI AL mengenai ini. Dandenpom AL, Kapten Achmad Taufan W, yang dihubungi Tribun melalui pesan singkat, menolak berkomentar.

"Mohon maaf, belum bisa konfirmasi Komandan (karena) masih dinas di luar kota," ujarnya via pesan singkat. Dandenpom AD, Letkol Agus Santoso, pun belum menanggapi hal itu. Agus sempat menerima telepon Tribun kemarin sore tapi tak sempat memberi keterangan karena sedang berada di tempat ramai.

::: New Link:::

Penumpang Tuding PT KAI Arogan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Ribuan masyarakat kecewa dan menilai PT Kereta Api Indonesia (KAI) arogan alias kejam, bertindak semaunya sendiri tanpa memikirkan kesusahan orang lain.
Keluhan penumpang tersebut terkait dihanguskannya 5 ribu tiket kereta yang sudah dibeli penumpang karena tidak sesuai dengan identitas penumpang.

“Saya melihat pimpinan PT Kereta Api memanfaatkan momen Lebaran untuk menindas penumpang. Mereka tau kondisi sekarang ini orang kejepit kesulitan mencari angkutan mudik, dan kesempatan itulah dimanfaatkan PT Kereta Api supaya kami membeli tiket lagi,” papar Fredy Kartanto, penumpang asal Tegal, Jawa Tengah.

Menurutnya, dia membeli tiket jauh hari sebelum Lebaran dan meminta tolong adiknya pergi ke loket Stasiun Gambir pada bulan Mei 2012. Saat itu adiknya disuruh mengisi nama dan KTP tapi petugas tidak menjelaskan lebih rinci kalau harus KTP yang akan berangkat.

“Waktu itu adik saya mengira KTP adik saya yang ditanya, mangkanya yang tertera nama dan nomor KTP di tiket adalah adik saya,” cerita Fredy menyesalkan sikap manajemen Kereta Api.

“Saat mau masuk stasiun saya dilarang naik ke atas kereta karena di tiket tidak sesuai denan identitas, meskipun saya jelaskan itu nama adik saya, petugas tidak mau tau,”tambahnya.

Dengan nada kesal, Fredy menceritakan akhirnya dia diharuskan membeli tiket baru lagi dan menambah 25 persen dari harga tiket yang berlaku saat itu. “Ini jelas pemerasan. Pemerintah cuma gembar-gembor membantu masyarakat mudik, tapi disatu sisi membiarkan BUMN Kereta Api memeras penumpang.”
Beberapa penumpang lainnya menuturkan, kalau nama yang tertera di tiket adalah nama panggilan sehari-hari atau nama pendek panggilan mereka tetap saja tiketnya dianggap tidak berlaku dan disuruh membeli tiket baru. “Harusnya ada petugas khusus di loket yang mensosialisasikan. Sebab waktu saya antri tiket bulan Juli lalu tidak ada yang memberitahu,” kata Achwan, warga Kelapa Gading.

Dirut PT KAI Ignasius Jonan membenarkan pihaknya sudah menerapkan system boarding pass dalam pembelian tiket kereta api dan mengakui ada 5 ribu tiket kereta api hangus karena nama yang tertera dalam tiket tidak sesuai dengan kartu identitas yang dimiliki.

“Limaribu tiket yang hangus tergolong kecil tidak sampai 0,5 persen dari total tiket yang terjual sebanyak 1,308 juta tiket selama Idul fitri,” kata Jonan.
Menurut Jonan, penyebab utama tiket yang hangus selain tiket tidak sesui identitas juga calon penumpang menuliskan nama panggilan atau nama julukan.
Namun lanjut Jonan, pihaknya masih memberikan toleransi hingga akhir Agustus 2012, tiket yang tidak sesuai harus membeli tiket baru dengan nomor kursi yang sama dan hanya membayar tambahan 25 persen dari harga tiket yang berlaku saat itu.

“Tapi mulai 1 September 2012 tidak ada toleransi lagi. Kalau tidak sesuai nama, kami anggap hangus dan tidak bisa dibeli ulang,” katanya.
Jonan mengatakan tidak ada larangan membelikan tiket untuk orang lain. Asalkan nama yang tertera adalah nama penumpang yang akan berangkat sebab akan ada pemeriksaan di peron dan di atas kereta. (dwi)

4,100 Train Tickets are Illegal

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


As much as 4,100 train tickets are considered illegal due to bought from the brokers and passengers’ name on the ticket does not match with their ID Card (KTP). To prevent loss, candidate passengers are urged not to buy ticket from brokers.

“Candidate passengers must be more selective in buying ticket. This is because if the name on the ticket and ID card is different, the ticket is no longer valid,” stated Head of Public Relations for PT KAI Operational Region I (Daops), Mateta Rijalulhaq, Thursday (8/16).

With boarding pass system, the ticket owners must check and match the name on the ticket with their ID card when coming to the train station. “Before arriving at the station, the passengers are obligated to wait outside the platform,” stressed Rijalulhaq.

The implemented boarding pass system also makes the amount of passengers departed from Senen Station is relatively similar with the amount of passengers departed on previous day. This is because with boarding pass system, the amount of passengers will be the same with the amount of seats available.

Until 2 PM today, 4,883 passengers have been departed. Meanwhile, in the span of D-10 to D-4, the amount of passengers departed from Senen Station has reached 26,203 passengers.

There are 30 departures at Senen Station, with 20 regular trains and 10 additional trains. The first and last departure would be Tawang Jaya Train, which is an additional train heading to Semarang at 5.50 AM and 10 PM.

Ribuan Tiket Calo Dihanguskan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

4.100 tiket yang dihanguskan ini sudah terhitung sejak H-9 atau sejak diberlakukannya sistem boarding pass

Hingga H-4 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, sebanyak 4.100 tiket kereta ekonomi yang dijual oleh calo di Stasiun Pasar Senen dihanguskan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) I Jakarta.

“4.100 tiket yang dihanguskan ini sudah terhitung sejak H-9 atau sejak diberlakukannya sistem boarding pass,” ujar Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I, Mateta Rijalulhaq.

Dijelaskan oleh Mateta, dengan sistem boarding pass ini, maka para pemilik tiket tersebut ketika datang ke stasiun sebelum masuk maka harus mencocokkan nama yang terdapat didalam tiket dengan Kartu Tanda Pengenal (KTP) asli.

“Nah tiket penumpang yang dihanguskan ini adalah biasanya mereka yang membeli di calo,” kata Mateta saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, hari ini.

Menurut Mateta, jumlah tiket kereta ekonomi yang dihanguskan ini diprediksikan akan meningkat, mengingat konsentrasi penjualan tiket ekonomi terpusat di Pasar Senen. “Apalagi besok menjelang H-3 sampai H-1 Lebaran, pasti makin banyak.”

Sudah menjadi tradisi bagi para calo, lanjut Mateta, untuk memborong tiket perjalanan kereta ekonomi pada H-3, H-2, dan H-1 menjelang Lebaran. Namun sayangnya, dengan penerapan sistem boarding pass dimana nama yang tercantum dengan KTP asli harus sama, maka kondisi ini diperkirakan akan menjadi kerugian besar bagi para calo.

“Kita lihat saja esok, kalau ada yang menjual tiket dengan harga yang murah dan secara berbondong-bondong itu pasti calo,” lanjutnya.

Dirinya menghimbau untuk para calon penumpang untuk tidak membeli tiket melalui calo tersebut, karena akan merugikan bagi calon penumpang atas resiko kegagalan berpergian akibat tiket yang tidak sah tersebut.

“Tujuan lain diterapkan sistem ini adalah berhubungan dengan asuransi, karena asuransi itu wajib diberikan kepada nama yang tertera di tiket tersebut, bukan kepada orang lain,” tegas Mateta.


::: News Link::

Pada masa angkutan lebaran tahun 2012,  PT Kereta Api Indonesia (PT KAI)  menerapkan sistem Boarding Pass, dimana hanya penumpang yang memiliki tiket yang berhak masuk ke dalam peron dan tiket yang dimiliki oleh calon penumpang harus sesuai dengan kartu identitas yang dimiliki penumpang (ktp/sim/passport/id lainnya). Selain itu PT KAI hanya menjual tiket sesuai dengan kapasitas tempat duduk sehingga tidak ada lagi penumpang yang berdiri.

Kebijakan tersebut selain untuk memberikan rasa aman dan nyaman, juga untuk mencegah calo tiket berulah. Namun kebijakan tersebut menuai kritik pedas dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Anggota Komis V DPR RI, Saleh Husein dalam dialog bersama Pro 3 RRI mengatakan sistem Boarding dan pembatasan penumpang kereta api, dinilai dapat mengatasi kepadatan di moda transportasi kereta api namun imbasnya calon penumpang yang tidak dapat tiket beralih ke moda transportasi lain seperti bus dan motor. Dikhawatirkan kondisi tersebut  akan menambah daftar kecelakaan lalu lintas untuk mudik.
“Berpengaruh juga dengan sistem Boarding pass. Di kereta api tidak ada masalah sehingga orang beralih ke moda transportasi. Di kereta api beres namun ditempat lain bermasalah,” kata Saleh Husein, Selasa (21/8).
Dengan sistem pembatasan penumpang, untuk tahun ini ada 28 ribu penumpang. Dan dibandingkan tahun lalu, tahun ini  lebih sedikit. Tahun lalu ada 34 ribu penumpang yang terangkut .
Menurut Politikus dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), untuk menekan angka kecelakaan pada kendaraan bermotor yang jumlahnya mencapai 2 juta lebih unit, aparat keamanan harus membuat terobosan misal dengan pengawalan pemudik sepeda motor.
“Mereka yang kembali, dilokalisir  di posko dan dikawal sehingga kecelakaan lebih rendah,” ujarnya. Dia juga menghimbau agar pemudik menghindari puncak arus balik lebaran. Diprediksi pucak arus balik akan terjadi pada mulai H+4 atau Jumat (24/8) hingga H+7. (Sgd/BCS)

CIREBON, KOMPAS.com - Kondisi lalulintas arus balik lebaran pada H+5 di Jalur Pantura dari Palimanan ke Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat pada Sabtu pagi (25/8/2012) masih terpantau ramai lancar. Walaupun Sabtu ini aktivitas Pasar Sandang, Tegal Gubug, Cirebon sudah beraktivitas kembali, namun tidak ada kepadatan yang berarti.

Kendaraan masih bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam. Pantauan Tim Mudik Radio Sonora pagi ini, pedagang aneka pakaian tetap berdagang secara normal, tetapi petugas melarang mereka berdagang di bahu jalan.

Sementara itu, demi mengantisipasi terjadinya kepadatan arus lalulintas sekitar Pasar Tegal Gubug anggota Satpol PP dan unsur TNI juga diturunkan untuk mengatur lalulintas, di bawah kendali Kepolisian Resort Kabupaten Cirebon.

Perwira Piket Pengendali di Pospam Pertigaan Palimanan AKP Bambang Suryanata mengatakan, lokasi SPBU dan tempat istirahat yang berpotensi menimbulkan kemacetan menjadi fokus pengamanan dan pengaturan petugas kepolisian. "Setiap SPBU setidaknya ditempatkan minimal 2-3 personil dengan satu unit mobil patroli Mitshubisi Strada untuk mengantisipasi kemacetan di simpul-simpul kepadatan lalulintas," ujarnya.

Bambang menambahkan, pertigaan Palimanan sebagai salah satu kunci lancarnya arus lalulintas di Jalur Pantura Indramayu terus berkoordinasi dengan beberapa Polres terdekat, seperti Polres Losari untuk melaporkan arus lalulintas dari arah Timur Jawa Tengah. Jika arus lalulintas dari Timur Jawa Tengah padat maka pihaknya akan mengalihkan sebagian kendaraan lewat jalur lintas tengah Jawa Barat yakni lewat Majalengka - Cikamurang - Sadang.

"Kami selalu koordinasi dengan jajaran polsek terdekat, jika arus kendaraan dari timur padat maka di Pertigaan Palimanan diberlakukan pengalihan arus dengan mengarahkan pemudik lewat Majalengka agar Lintas Pantura Arjawinangun terus terkendali," tambah Bambang.

::: News Link:::

BANDUNG (bisnis-jabar.com)—Aturan ketat yang diberlakukan PT Kereta Api agar calon penumpang mencantumkan identitas pada tiket sesuai KTP menuai hasil.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) II Bandung, Bambang Setya Prayitno, mengatakan pada momen arus mudik lebaran 2012 ini, pihaknya masih menemukan banyak calon penumpang masih membeli tiket lewat calo. Namun karena pihaknya menerapkan aturan ketat, ribuan penumpang yang sudah memiliki tiket lewat calo tidak bisa menggunakan kereta.
“Itu karena nama yang tertera pada tiket itu tidak sama dengan identitasnya,” kata Bambang.
Pihaknya mencatat sampai hari perdana Idulfitri 2012 sebanyak 2.543 orang ditolak masuk karena tidak memiliki kesesuaian nama.
Menurut Bambang, sejak pemberlakuan pencantuman identitas calon penumpang pada tiket dan boarding pass, ditambah pembatasan kapasitas penumpang 100%, kenyamanan perjalanan kereta bisa dirasakan para penumpang. (ajz)

::: News Link:::

BANDUNG (bisnis-jabar.com)—Tingkat okupansi penumpang arus mudik Lebaran 2012 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan 2011 lalu.
Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) II Bandung, Bambang Setya Prayitno mengatakan sejumlah kebijakan ketat yang diterapkan KAI rupanya berhasil mendongkrak tingkat okupansi penumpang.
“Tahun ini okupansi penumpang lebih tinggi 127% dibanding 2011 lalu,” katanya.
Menurut Bambang, sejak H-10 sampai H2  jumlah penumpang yang menggunakan KAI dari Stasiun Bandung dan beberapa stasiun lainnya di wilayah kerja Daop II Bandung mencapai 456.590 orang.
“Pada momen yang sama tahun lalu, jumlah penumpang sebanyak 361.511 orang,” katanya.
Menurutnya, hal itu terjadi berkat terbitnya kebijakan-kebijakan jajaran direksi untuk memperbaki sekaligus meningkatkan sistem pelayanan, seperti pembatasan kapasitas angkut hanya 100% untuk semua kelas baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi, sekaligus pencantuman nama pemilik tiket sesuai KTP. (ajz)

::; news Link:::

IDULFITRI 2012: Arus Mudik Naik 9,63%

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

JAKARTA – Arus mudik tahun ini meningkat 9,63% dibandingkan tahun lalu dengan total pemudik 11,03 juta orang, demikian hasil pantauan Kementerian Perhubungan sejak tujuh hari sebelum Lebaran sampai dua hari setelah Lebaran.
Kenaikan pemudik paling banyak terjadi pada moda kereta api sebesar 28,38%, dari 1,19 juta orang menjadi 1,54 juta orang.
Pada hari kedua setelah Lebaran 170.562 penumpang menggunakan kereta api,  naik 26.876 orang dibandingkan priode sama tahun lalu.
Angkutan kereta api yang dipantau selama arus mudik itu adalah sembilan Daerah Operasi PT Kereta Api di Jawa dan dua Divisi Regional Sumatera Utara dan Sumatera bagian selatan, demikian Kementrian Perhubungan dalam siaran persnya itu. (ant/ajz)

:: News Link:::

CIREBON (bisnis-jabar.com) : Puncak arus balik Idulfitri 2012 di 33 stasiun yang berada di wilayah Daop 3 diperkirakan terjadi besok Sabtu (25/8).
Manajer Humas PT KAI Daop 3, Sumarsono mengatakan pada H+1 hingga H+3 idulfitri, seluruh tiket kereta api berdasarkan tempat duduk yang ada telah terisi secara keseluruhan.
“Besok kami perkirakan puncak arus balik untuk jalur kereta api di Daop 3,” katanya, Jumat (24/8).
Sumarsono menuturkan penambahan kereta api sebanyak 3 buah yang diberangkatkan hari ini seluruh tiketnya telah habis.
“Begitu juga untuk tiket besok, yang kami perkirakan sebagai puncak arus balik,” tuturnya.
Meski telah terbit aturan yang melarang menjual tiket tanpa tempat duduk, Sumarsono optimistis target penjualan tiket di Daop 3 bisa sesuai target atau sama seperti tahun lalu.
“Total penjualan tiket di Daop 3 sejak H-7 hingga H+3 Idulfitri, sudah mencapai 42.313 tiket, atau telah 99,5% dari tahun lalu dengan kurun waktu yang sama hingga H+3 yang mencapai 42.507,” tuturnya.
Sumarsono menambahkan penambahan kereta menjadi faktor utama yang mendorong penjualan tiket meskipun sebelum larangan menjual tiket berdiri, dalam 1 kereta jumlah penumpang bisa 50% lebih banyak. (K3/ajz)

::: News Link:::

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 23 Agustus 2012 0 komentar


::

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 14 Agustus 2012 0 komentar

INNALILLAHI WAIINA ILAIHI ROJI'UN

 

Segenap Pengurus, dan anggota Keluarga Besar 

PAGUYUBAN CIREX

 Menyampaikan 

TURUT BELASUNGKAWA YANG SEDALAM-DALAMNYA

ATAS BERPULANNGA IBUNDA DARI 

MAS AGUS SADIKIN ( tiketting Paguyuban Cirex)

Semoga Almarhummah, di berikan tempat yang terbaik di sisihNYA..

dan yang Di tinggalkan di berikan ketabahan Aminnn...

 


Bebaskan Pembelian Tiket Mudik Lebaran dari Calo!

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 01 Agustus 2012 0 komentar

Jakarta Anggota Komisi V DPR Saleh Husin mendorong PT Angkasa Pura dan PT KAI membersihkan stasiun dan bandara dari calo. Sudah menjadi tradisi para calo biasa beraksi di masa mudik lebaran.

"Pihak Angkasa Pura dan PT KAI kali ini harus benar-benar membersihkan airport maupun stasiun terutama airport Cengkareng dan Juanda serta stasiun Gambir dan Senen dari calo yang biasanya tumbuh subur pada saat mudik lebaran," kata Saleh kepada detikcom, Kamis (2/8/2012).

Menurut Saleh, semua angkutan mudik harus bebas dari calo. "Hal ini harus dilakukan guna kita dapat melayani guna menghindari para penumpang terganggu dari ulah para calo yang sering menyusahkan dan menyesatkan para pemudik," kata Sekretaris Fraksi Hanura DPR ini.

Dia berharap loket penjualan tiket di stasiun juga ditambah. Jangan karena kereta api tergolong angkutan ekonomis kemudian tidak dijaga dari gangguan calo.

"Terutama pemudik yg menggunakan kereta api yang notabene adalah saudara-saudara kita yang berpenghasilan rendah . Untuk itu kami harapkan juga agar kementerian perhubungan juga turut memantau agar para pemudik dapat bepergian dengan nyaman tanpa terganggu oleh ulah para calo termasuk juga PT KAI dapat memperbanyak loket-loket penjualan tiket di stasiun,"tandasnya.