SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Wanita asal Bangkalan Melahirkan di Atas Kereta Kahuripan

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 29 September 2010 0 komentar


Nganjuk - Perjalanan KA Kahuripan jurusan Bandung-Kediri mendadak heboh. Siti Badriyah (19) asal Bangkalan, Madura, yang sedang hamil tua mendadak sakit perut. Badriyah pun melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan di tengah perjalanan. Informasi yang dihimpun, bayi Badriyah lahir pada pukul 13.30 WIB, (28/9/2010).

Badriyah ditolong oleh penumpang lainnya. Dia baru mendapatkan pertolongan sekitar 10 menit setelah bayinya lahir dan kereta berhenti di Stasiun Kertosono, pihak stasiun mendatangkan seorang bidan. Dia dan bayinya lantas dibawa ke RSUD Kertosono untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Istri saya yang menolong. Ya sebisanya, karena memang istri saya bukan bidan," kata Mahmud, salah seorang penumpang KA Kahuripan saat berbincang dengan detiksurabaya.com di Stasiun Kertosono.

Menurut Petugas Kesehatan di Stasiun Kertosono, Joko Heru Prastyo Badriyah melahirkan di atas kereta dengan sejumlah penyebab. Diantaranya adanya getaran gerbong hingga menjadikan kontraksi, serta sirkulasi udara yang tak lancar, hingga mengakibatkan proses kelahiran bisa terjadi lebih cepat dari jadwal semestinya.

"Kalau usia kandungannya katanya masih 8 bulan. Tapi ya mungkin karena getaran, makanya terjadi kontraksi," ungkap Joko menjelaskan.

Kelahiran bayi perempuan Badriyah ini juga menjadi kado spesial bagi PT KA, karena bertepatan dengan hari jadinya yang ke 65 tahun. Bayi yang dilahirkan Badriyah memiliki berat badan 2,7 kilogram dan panjang 48 centimeter. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kondisinya dinyatakan sehat.

Badriyah di sela-sela perawatan mengaku sama sekali tak menduga, akan melahirkan bayi di atas kereta api. Meski demikian dia mengaku sudah merasakan sakit pertanda akan melahirkan, saat kereta memasuki Stasiun Jogyakarta.

"Tadinya saya pikir ginjal saya yang kambuh, tidak tahunya malah mau melahirkan," tutur Badriyah didampingi suaminya, Mamat.

Wanita yang bekerja sebagai penjual sate di Subang tersebut mengatakan, dia memang sengaja pulang untuk melahirkan di kampung halamannya, karena di tanah rantau dia tidak mempunyai sanak saudara. Badriyah dan suaminya Mamat belum memikir nama untuk anak pertama mereka.

"Tidak tahu, apa namanya ada hubungannya dengan kereta apa tidak. Saya belum berpikir kesana, yang penting sekarang istri dan anak saya sehat, serta bisa pulang ke Bangkalan dengan selamat," tandas Mamat dengan wajah yang sumringah.

::: News Link :::

Tambah Kereta, PT KA Ngutang Rp 5 Triliun

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 26 September 2010 0 komentar

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendapatkan pinjaman sebanyak Rp 5 triliun dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dana ini akan dipakai untuk ekspansi kereta barang di sekitar Pulau Sumatera.

Menurut Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan, komitmen ini sudah diberikan oleh dua bank pelat merah itu. Namun perseroan belum berniat mencairkannya dalam waktu dekat.

"Sudah ada komitmen, nilainya Rp 5 triliun," ungkapnya usai pelantikan eselon I di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (24/9/2010).

Menurut Jonan, pinjaman itu baru akan dicairkan pada tahun 2011 mendatang. Dari nilai pinjaman sebesar itu, porsi antara BRI dan BNI seimbang, yaitu masing-masing setengahnya.

Jonan menambahkan, seluruh dana pinjaman itu akan digunakan untuk melakukan ekspansi kereta barang si Pulau Sumatera. Ekspansi dilakukan di antaranya melalui perbaikan dan perluasan.

::: News Link :::

Jakarta - Rel kereta Pondok Ranji tergenang banjir, akibatnya perjalanan kereta api Jakarta-Serpong terhambat. Kecepatan kereta dikurangi, agar tetap bisa jalan.

"Iya banjir di Pondok Betung, sehingga kecepatan kereta api dibatasi," ujar Kahumas Daops I PT KAI, Mateta Rizalulhaq ketika dihubungi detikcom, Kamis (23/9/2010).

Lokasi persis terjadinya banjir terjadi perlintasan Pondok Betung dan Bintaro. Menurut Mateta, hal yang wajar jika kereta dikurangi kecepatannya jika melintasi jalur banjir.

"Itu wajar, kalau perlu diberhentikan untuk sementara," ucapnya.

Akibat perlambatan kecepatan kereta, sejumlah kereta lintas Jakarta-Serpong harus antri menunggu giliran.

::: news Link :::

PT KA Operasikan Kembali Jalur Kereta Barang Gresik-Surabaya

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 22 September 2010 0 komentar


Mengatasi kemacetan, PT KA Daops VIII berencana mengaktifkan kembali rel untuk lalu lintas kereta barang. Jalur rel yang diaktifkan adalah Gresik-Kandangan. Mereka berharap bisa meminimalisasi arus truk kontainer muat barang yang semakin berkembang memenuhi jalan raya.

"Nanti rencananya, kami akan aktifkan kembali rel untuk kereta barang. Sebab, arus truk kontainer yang muat barang semakin ramai melintas di jalan raya," kata Asisten Manajer Eksternal Humas PT KA DAOP VIII Surabaya, Hery SW saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (23/9/2010).

Hery mengungkaplan bila jalur KA barang kembali aktif, efek positif juga akan dirasakan pengguna jalan raya. Kereta barang ini nantinya akan mengurangi jumlah truk kontainer yang melintas di sekitar jalur Gresik-Kandangan dan sebaliknya.

Selain memuat barang-barang sembako dan kebutuhan rumah tangga, kereta ini juga akan mengangkut bahan-bahan kimia yang rawan bahaya. Untuk itulah, keamanan jalur KA barang ini juga harus ditingkatkan supaya tidak mengakibatkan peristiwa yang tidak diinginkan.

"Bayangkan saja, bila 1 truk hanya bisa memuat 5 ton barang, satu gerbong kereta barang mampu muat hingga 40 ton barang. Padahal satu kereta barang terdiri dari 20 gerbong. Kami yakin bisa mengurangi hingga 1600 truk yang melintas per harinya," tuturnya.

Bangunan liar yang ada di dekat stasiun pun dibersihkan. Seperti bangli di sekitar Stasiun Indro, Desa Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik dilakukan untuk mengaktifkan kembali rel kereta barang.

::: News Link ::

Jumlah Penumpang KA di Cirebon Turun

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 21 September 2010 0 komentar


CIREBON, KOMPAS.com - Jumlah penumpang kereta api yang naik di sejumlah stasiun di wilayah Daerah Operasional (Daop) III Cirebon selama arus mudik dan balik tahun ini turun sekitar 4,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Hingga H+7, Sabtu (18/9/2010) jumlah penumpang kereta api yang naik di sejumlah satsiun di Cirebon mencapai 99.393 orang. Jumlahnya tidak sebanyak realisasi penumpang arus mudik-balik tahun 2009, sebanyak 104.265 orang.

Menurut Kepala Stasiun Cirebon Heru Hartadi, Minggu (19/9), salah satu penyebabnya adalah dua dari lima KA Cirebon Ekspres pindah stasiun keberangkatannya, dari Stasiun Cirebon ke Stasiun Tegal.

"Jadinya, jumlah penumpang yang naik dari Cirebon turun. Tapi, jumlah penumpang kereta sebenarnya naik, apalagi KA Cirebon Ekspres," kata Heru.

Jika dirata-rata, penumpang kereta arus balik yang naik dari Cirebon per hari sekitar 9.200 orang. Adapun puncak arus balik tahun ini terjadi pada H+2 dan H+5, penumpangnya mencapai 10.211 orang dan 9.976 orang.

Namun, diakui oleh Adi Purwanto, Wakil Kepala Stasiun Cirebon, puncak arus balik lebaran tahun meleset dari perkiraan Daop III Cirebon. Awalnya, puncak arus balik diperkirakan terjadi H+1 dan H+8, hari Minggu. Namun pada H+8 jumlah penumpang kereta yang naik di Cirebon kurang dari 7.500 orang.

::: News Link ::

Suara Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

JAM KARET

Tingtong tingtong, tingtong tingtong (biasa ciri khas bunyi stasiun kita). PERHATIAN-PERHATIAN MOHON MAAF BAGI PARA PENUMPANG KERETA CIREBON EXPRES YANG JADWAL PEMBERANGKATAN YANG SEHARUSNYA PUKUL 18:45 MENIT KERETA ANDA MASIH BERADA DI STASIUN GAMBIR… BLA .. BLA …

Kenyamanan dan ketepatan waktu sepertinya hanya mimpi bagi setiap pengguna kereta api kita, sudah bertahun-tahun seakan-akan hanya berupa fenomena semata belaka. Kita menginginkan Kenyamanan dan ketepatan waktu dalam menempuh perjalanan jauh, terlebih faktor keamanan tentunya. Keterlambatan waktu sudah menjadi sesuatu yang lumrah dan suatu hal yang sangat biasa. Komentar :Arrgghh … Menyebalkan !!!

Bukan kah kita harus menghargai waktu, mungkin slogan tersebut hanya kita temui dalam pelajaran sekolah dan jam kantor. Sering kita jumpai keterlambatan kereta yang molor hingga 1 jam dan BAHKAN LEBIH !!! yah lagi-lagi diharap maklum. Komentar : Gila ya (bahasa kapal) .

Jika kita bertanya, “Kenapa Pa, ko Keretanya Telat” jawab Petugas “Sedang Antrian Pa di stasiun –Anu- “ “ Oh ada perbaikan –ada kereta yg anjlok Pa” “Langsiran Pa ada Loko yang Mogok” tapi ada juga jawaban yang menyebalkan “Ah biasa Pa baru setengah jam” . Yah itulah kereta tercinta kita sering terlambat, Budaya ngaret (orang cirebon bilang) sepertinya sangat susah dihilangkan. Apalagi jika menghadapi liburan sekolah atau hari Raya (pulang Mudik) Jam Molor bisa dikatakan “ So Pasti “ Telat !!!.

Ada suatu cerita lucu yang pernah saya alami sewaktu pulang balik ke arah Jakarta waktu itu setelah Lebaran, seperti biasa saya naik kereta Cirek dengan jam pemberangkatan sore pukul 17:35 wib (ada kereta tambahan) tapi jangan salah saya berangkat pukul 17:35 wib adalah jadwal kereta yang berangkat pukul 15:00 wib (bearti sudah telat 2,5 jam !!). Begitu berangkat selang berapa puluh menit sampailah kita di Stasiun Jatibarang, seperti biasa kereta cirek berhenti dan menampung penumpang yang akan balik ke Jakarta setelah selesai penumpang berebut naik, lalu Kereta Cirek Mulai jalan lagi, kira-kira setelah 5 menit kereta berangkat ada seorang Bapak yang bingung karena tidak dapat tempat duduk (padahal dia punya karcis di Gerbong yang sama persis dengan nomor Gerbong yang saya naiki) setelah saya tanya dengan maksud membantu ternyata dia memiliki Nomor yang sama dengan nomor tempat duduk yang ada di sebelah tempat duduk saya, sempat adu mulut dengan penumpang di sebelah saya. Tapi setelah saya koreksi ternyata si-Bapak dapat karcis dengan jadwal Pembrangkatan yang pukul 17:30 wib (dan kereta tersebut bearti masih nunggu antrian di belakang kereta kita) Komentar : Hahaha … kasian tuh si Bapak kayak orang linglung inilah akibat ngaret … tapi sekali lagi … ‘ Ya di HARAP MAKLUM

Tantangan untuk para pengurus Managemen PT.KAI bisakah anda TEPAT WAKTU ??? minimal jangan sering-sering molor (minimal mendekati) .


Di Tulis Oleh

Sastrajendra

Suara Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Keretaku sayang Keretaku MALANG

Cirebon . Sudah sekitar 2 tahun / berjalan, saya menjadi langganan Kereta Api Cirebon Expres, hari Jumat sore dan Minggu petang Naik Kereta Cirex

Permasalahan yang sering dialami :

Jatinegara (Stasiun). Soal Tiketing (pembelian tiket / karcis, di Loket), sudah sangat sering terjadi Off line sehingga petugas yang melayani pembelian tiket secara langsung tidak dapat berbuat banyak dan hanya pasrah menerima makian calon pembeli karcis yang sudah berjam – jam mengantri panjang, Komentar red: kasihan juga saya melihat air muka si-Bapak yang tampak kebingungan menghadapi jaringan komputernya yang bermasalah dan bolak balik nelfon ke Stasiun Gambir . Akhirnya dengan sangat terpaksa di Jual karcis dengan mode pencatatan (makan waktu untuk pencatatan dan sudah pasti tidak dapat tempat duduk alias berdiri), komentar penumpang : Grrrr!!!... .

Soal pintu keluar masuk pernah terjadi dan saya lihat masih terjadi sampai sekarang, Jika kita mempergunakan Kereta Listrik / KRL untuk menuju stasiun Jatinegara (yah … karena hanya Stasiun Jatinegara dan Gambir yg menjual loket Cirex secara langsung) setelah turun dari KRL lalu bergegas menuju pintu Loket nah inilah permasalahan sepele tapi menjengkelkan. Karena para penumpang yang keluar harus melewati pintu sebelah kanan, mungkin untuk pengaturan supaya tidak terjadi tabrakan antara keluar dan masuk dalam satu pintu utama. Tidak terkecuali penumpang yang ingin langsung membeli karcis untuk melanjutkan perjalanan Kereta lain lagi harus keluar dan memutar untuk menuju Loket (bayangkan jika dalam keadaan Hujan), saya pernah melihat seorang Kakek yang susah payah memutar jalan dengan kondisi hujan yang sebelumnya di hardik oleh seorang petugas yang menjaga pintu utama. Komentar: Kasihan tuh Kakek.

Yang Menyakitkan : KARCIS HABIS , Maaf Mas Karcis sudah tidak dijual karena sudah melebihi Kuota, coba mas cari alternatif kereta yang lain, sangat disayangkan karena masih banyak calon penumpang Cirek yang masih mengantri panjang. Hal ini sering terjadi pada hari Jumat sore pembrangkatan Kereta Cirek pukul : 18:45 wib. Entah sudah berapa lama hal ini terjadi apakah tidak ada perhatian atau solusi dari PT. KAI yang seharusnya jeli dalam mengambil kebijakan soal ini. Jadi jangan disalahkan jika terdapat penumpang yang kedapatan tidak memiliki karcis tapi ikut dalam perjalan pulang ke Cirebon, lalu …? Pastilah kedapatan oleh petugas pemeriksaan karcis dan harus membayar 2 x lipat. Komentar : Sudah berdiri dobel pula bayarnya . Jika kita mengambil alternatif mempergunakan kereta lain, yang jelas jam keberangkatan beda dan tidak sesuai jadwal yang kita inginkan, tarif tiket yang berbeda dan cenderung lebih mahal (karena perhitungan jarak tempuh dalam satu paket). Kurang nyaman karena ada kemungkinan kita tertidur dan lewat dari tujuan kota kita (bukankah hak kita ingin nyaman dalam perjalanan).

Di Tulis Oleh :

Sastrajendra – say …

Tabrakan Kereta Api 20 Orang Tewas

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 20 September 2010 0 komentar


Sebuah kereta barang bertabrakan dengan kereta penumpang di dekat Stasiun Badarwas, India, Senin (20/9) waktu setempat. 20 Orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka.

::: Link News :::

Jakarta - Jumlah pemudik 2010 yang memanfaatkan moda transportasi darat, laut, udara maupun kereta api mengalami penurunan. Dibanding tahun 2009, angka pemudik menurun hingga 0,35 persen.

Pada tahun 2009, pemudik mencapai 13.980.378 orang, sedangkan untuk tahun 2010 ini pemudik hanya 13.931.204 orang.

"Ini artinya dari jumlah pemudik ada penurunan sekitar 0,35 persen," ujar Menteri Perhubungan Freddy Numberi usai mengadakan upacara penutupan Posko Nasional Angkutan Nasional 2010, di Kementerian Perhubungan Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (20/9/2010).

Menurut Freddy, penurunan ini cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun tetap saja, moda darat dengan angkutan jalan masih mengalami peningkatan dari tahun 2009 sebanyak 1,5 persen di tahun 2010.

"Moda darat secara total turun sebesar 0,43 persen, tahun 2009 sebanyak 8.666.392 juta menjadi 8.629.030 juta ditahun ini. Tapi angkutan jalan masih meningkat 1,5 persen dibandingkan angkutan penyeberangan yang turun 3,59 persen," kata politisi Partai Demokrat ini.

Untuk angkutan udara, Freddy mengatakan jika tahun ini cukup meningkat penggunanya. Sedangkan untuk angkutan laut justru sangat mengalami penurunan drastis.

"Angkutan udara naik 15,52 persen menjadi 2,4 juta lebih, sedangkan tahun sebelumnya hanya 2,1 juta. Dan untuk angkutan laut turun 43 persen, dimana tahun ini hanya 409 ribu lebih penumpang yang mengunakan," terangnya.

Tak terkeculi untuk angkutan Kereta Api (KA). Meski terlihat tetap diminati tapi jumlah pemudik ternyata malah menurun dari segi jumlah. Jumlah peminat KA turun jadi 1,59 % dari 2,4 juta tahun lalu. Tahun ini, pengguna KA hanya 2,3 juta.

Penurunan ini diakui Freddy akibat banyaknya program mudik gratis yang diselenggarakan oleh perusahaan swasta maupun pemerintah. Penumpang lebih memilih menggunakan kenderaan bus yang disediakan, daripada menggunakan kendaraan masing-masing.

"Maka itu ke depan kita berharap kerja sama seperti ini lebih baik, ini bisa menurunkan tingkat kepadatan tiap moda," jelas Fredy.

"Namun agar lebih efektif saya harap tidak hanya arus mudik yang disediakan kendaraan gratis, tapi juga pada arus balik. Agar semua terakomodir dengan baik," tambahnya.

::: News Link ::

Lebaran, Tiket Kereta Tujuan Bandung & Cirebon Laris Manis

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 19 September 2010 0 komentar

Jakarta - Pemudik kereta untuk jarak menengah, tujuan Bandung dan Cirebon rupanya lebih memilih pulang kampung saat hari raya. Buktinya penjualan tiket di Stasiun Gambir selalu ludes terjual. "H1 dan H2 Penumpang ramai ke arah Bandung dan Cirebon cukup tinggi. Untuk jarak menengah jadwal keberangkatan hingga sore hari 3 ribu tiket sudah terjual," kata Wakil Kepala Stasiun Gambir Sumbudi di kantornya, Kamis (2/10/2008). Untuk hari lebaran saja menurut Sumbudi, jumlah penumpang mencapai 9.710 penumpang dan ini lebih banyak di bandingkan H-10 hingga H-6. "Meningkat 4 persen dibanding tahun lalu," imbuhnya. Suasana di Stasiun Gambir pun masih tampak ramai. Pemudik tampak antri di loket utamanya kereta yang menuju jaarak menengah, panjang antrian mencapai 15 meter. Sementara untuk arus balik diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Namun berdasarkan data penjualan tiket dari daerah menunjukan jarak tiket mulai Senin 6 Oktober hingga akhir pekan ke depan sudah habis. Lalu apa keluhan pemudik selama ini? "Utamanya soal keterlambatan kereta. Dan kita memberikan kompensasi bila lebih dari 4 jam berupa roti dan minuman," tandasnya

::: News Link ::



Jakarta - Kedatangan penumpang arus balik lewat kereta ke Jakarta terus menurun. Puncak arus balik kereta ternyata sudah berlalu pada H+4 atau Rabu (13/9) kemarin. Prediksi puncak arus balik H+6 sepertinya tak terbukti.

Data dari PT Kereta Api Indonesia Daops I Jakarta mencatat, puncak arus balik penumpang di Stasiun Gambir, Senen, Kota, Tanah Abang, Manggarai, dan Bekasi, mencapai sekitar 52.000 penumpang pada H+4 lalu. Tren penumpang total terus turun menjadi 48.000 penumpang pada Kamis (16/9) dan 31.000 penumpang pada Jumat (17/9).

Untuk kedatangan Sabtu (18/9/2010) hingga pukul 10.30, tercatat baru 28.000 penumpang yang masuk ke Jakarta dari berbagai stasiun. Dengan demikian, tren kedatangan penumpang makin mendekati normal saat akhir pekan.

"Terkait dengan tren menurun, kita pikir ini imbas dari pemberitaan yang menyebutkan puncak arus balik pada H+6 dan H+7 sehingga orang menghindari tanggal tersebut," kata Kahumas Daops I PTKA Mateta Rizalulhaq saat ditemui di Stasiun Gambir, Sabtu (18/9/2010).

Namun menurut dia, bukan artinya prediksi meleset, melainkan penumpang berinisiatif menghindari puncak arus balik. "Kalau tidak terjadi puncak arus balik, bukan artinya kita salah prediksi, tapi siasat kami berhasil," kata Mateta tersenyum.

Sementara itu pantauan detikcom di Stasiun Gambir hingga pukul 13.00 WIB, suasana ramai khas akhir pekan. Kepadatan orang sempat terjadi pada saat kedatangan kereta Cirebon Ekspress pukul 9.30 WIB pagi, namun selepas itu agak lengang. Sejak pukul 00.00 WIB, telah datang 13 kereta dengan total penumpang 3.874 orang.
::: News Link :::


Arus mudik Lebaran yang menggunakan jasa Kereta Api (KA) tahun ini mengalami penurunan hingga 6 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan jumlah penumpang tersebut terjadi untuk kelas ekonomi. "Sekitar 6 persen penurunannya," ungkap Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan RI, Tunjung Indrawan kepada wartawan usai melakukan sidak arus balik di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Rabu (15/9/2010). Tunjung mengatakan, penurunan jumlah penumpang ini terjadi di seluruh daerah operasional kereta api. Salah satu penyebab penurunan itu di antaranya karena banyak fasilitas mudik gratis menggunakan bis yang disediakan berbagai perusahaan. "Kemungkinan karena ada banyak fasilitas mudik gratis untuk para pekerja sehingga mereka tidak menggunakan KA ekonomi atau pilih pakai kendaraan lain. nanti akan kita evaluasi," katanya. Meski belum bisa memastikan secara pasti penurunan tersebut, kata Tunjung, pihaknya akan melakukan evaluasi setelah arus balik lebaran selesai. Untuk arus mudik sendiri pihaknya telah menambah jumlah armada sampai 1,6 persen. "Saat ini arus balik baru mulai. Bisa saja lonjakan akan terjadi pada saat arus balik," katanya. Tunjung menambahkan hingga saat ini semua penumpang KA baik arus mudik maupun arus balik sudah bisa terangkut di semua Daops. Diperkirakan puncak arus balik akan terjadi mulai H+7 hingga H+9. Jumlah penumpang KA keseluruhan hingga tanggal 14 September mencapai 1,633 juta penumpang. Sedangkan pada tahun sebelumnya untuk periode yang sama menncapai 1.761.228 penumpang. Jumlah penumpang untuk kelas eksekutif pada tahun ini 216.889 penumpang. Sedangkan tahun lalu 239.067 penumpang. Kelas bisnis tahun ini sebanyak 341.897. Sedangkan pada tahun lalu mencapai 350.278 penumpang. Kelas ekonomi tahun ini 1.1074.274. Pada tahun sebelumnya sekitar 1.171.883. "Penurunan ini akan kita jadikan bahan evaluasi nanti," pungkas dia.

::: News Link ::