SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Sample Stiker Publikasi

Diposting oleh paguyubancirex Jumat, 29 Oktober 2010 0 komentar

Sample Stiker publikasi Paguyuban Cirex,
yang akan di bagikan secara cuma-cuma


Yang Berminat silahkan menghubungi Admin Paguyuban
atau
silahkan kumpul di Gerbong 3
Stok TERBATAS

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 27 Oktober 2010 3 komentar

Raden Mas Surakso Hargo atau Mbah Marijan -
Ketua Ranting NU desa setempat

Meninggal dalam Keadaan Sujud - Semoga khusnul KhotimanNgabehi
Surakso Hargo atau Mbah Marijan adalah panglima yang pantang mundur sampai titik darah penghabisan. Beliau mengemban tugas muliamenjaga Merapi, dan itu sudah dijalankan dengan baik. Selamat Jalan,
Sugeng Tindak Mbah......


"Jakarta - Mantan Ketum PBNU Hasyim Muzadi ingat betul dengan sosok Mbah Maridjan. Meski memiliki cukup harta, hidup abdi dalem Kraton Yogyakarta itu tetap bersahaja. Hal itu yang selalu dikagumi Hasyim. Salah satu yang diingatnya yakni pesan juru kunci Merapi untuk para pemimpin negeri ini.

"Panjenengan sak konco poro piageng, kedah 'temen lan sak temene' mugi ndonyane tenterem. Yang dalam bahasa Indonesia artinya: 'Pak Hasyim dan para pembesar harus benar dan bertindak sebenarnya, agar alam tenteram," kata Hasyim dalam siaran pers, Rabu (27/10/2010).

Pesan itu disampaikan Maridjan saat mereka bertemu pada 2006 lalu, saat itu Gunung Merapi memang tengah 'menghangat'. Awan panas beberapa kali dimuntahkan Merapi.

"Mbah Maridjan terakhir saya jumpai di rumahnya pada tahun 2006 lalu, ketika Merapi disangka meletus tapi ternyata gempa yang menghancurkan sekitar Merapi," kenang Hasyim.

Saat pertemuan itu, Hasyim juga sempat memberi kenang-kenangan kepada Maridjan yakni seperangkat alat salat. Saat itu Maridjan di tengah kehidupan sederhananya terlihat gembira.

"Karena beliau Ketua Ranting NU desa setempat, saya juga memberi beliau jaket bertuliskan NU," tambah Sekjen ICIS ini.

Hasyim juga ingat, saat itu Maridjan sudah menjadi model iklan Jamu Kuku Bima, namun uangnya digunakan untuk membangun masjid.

"Rumah baru diperbaiki setelah beliau jadi iklan jamu kuku Bima, dan itupun digunakan untuk membangun masjid," terang pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Depok ini.

::: News Link :::

Rem Ngadat, Keberangkatan KA Bima Terganggu

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 24 Oktober 2010 0 komentar

t

Surabaya - Kereta Api Bima jurusan Surabaya-Jakarta mengalami gangguan pada pipa air brake di gerbong nomor 2 di Stasiun Gubeng. Akibatnya, KA Bima molor lebih dari 1 jam.

Pipa air brake pada gerbong nomor 2 itu pecah sehingga harus dilakukan pergantian. Apabila tidak diganti maka akan membahayakan pada bagian pengeremannya.

"Penyebabnya karena pipa itu memang pecah dengan sendirinya. Gerbong yang pipa rem udaranya saat ini proses diganti," kata Humas Daops VIII, Sri Winarto saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (24/10/2010).

Sri menjelaskan, pergantian itu dilakukan pada satu gerbong yang rusak tersebut dengan mengganti gerbong baru. Pergantian ini kini sudah hampir rampung dan kereta akan diberangkatkan.

Kejadian itu diketahui ketika dilakukan kontrol sebelum kereta berangkat. Ketika pengecekan itu,diketahui pipa rem angin pecah sedangkan bagian lain tidak ada kerusakan.

Ia menjelaskan, akibat kejadian ini KA Bima yang rencananya berangkat pada pukul 17.00 WIB dan diberangkatkan pada pukul 18.30 WIB. Penumpang kereta eksekutif ini belum ada yang komplain dengan kejadian ini. "Belum ada yang mengembalikan tiket atau batal berangkat. Kejadian ini murni karena teknis," tandasnya.

::: News Link ::

PT Kereta Api Raup Untung Rp 300 Miliar

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 18 Oktober 2010 0 komentar

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT KA) hampir mencapai target laba sebelum pajak tahun 2010 sebanyak Rp 400 miliar. Hingga triwulan III-2010, perseroan sudah membukukan laba sebelum pajak (laba kotor) sebesar Rp 300 miliar. Menurut Direktur Utama PT KA Ignasius Jonan, perolehan laba sebelum pajak di triwulan III-2010 itu naik 30 persen dari perolehan tahun lalu pada periode yang sama. "Sesuai target dalam RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) tahun 2010 kan Rp 400 miliar. Sampai kuartal III laba sebelum pajak kita itu Rp 300 miliar," katanya di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/10/2010). Ia menambahkan, naiknya perolehan laba di triwulan III-2010 itu disebabkan kenaikan jumlah penumpang sebanyak 3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Ini didukung oleh angkutan penumpang, operasional yang biasa. Volume penumpang naik sekitar 3 persen," katanya

::: News Link :::

PT KA Minta Panpel dan Manajemen Persib Tanggung Jawab

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 17 Oktober 2010 0 komentar

Justify Full

Bandung - PT KA meminta penitia penyelenggara (panpel) dan manajemen Persib Bandung turut bertanggung jawab terkait perusakan kereta api lokal 936 Purwakarta-Cibatu yang dilakukan bobotoh.

"Tentu saja kami ingin ada tanggung jawab dari panpel dan manajemen Persib. Sebab, perusak fasilitas kereta tersebut ialah bobotoh yang hendak menyaksikan Persib. Massa itu yakin bobotoh karena memakai atribut Persib," papar Kepala Humas PT KA Daop II Bandung Bambang S Prayitno, saat dihubungi wartawan via telepon, Minggu (17/10/2010).

Menurut Bambang, pihaknya akan memikirkan cara apa langkah yang akan dilakukan nanti mengenai kejadian tersebut. Namun dia berencana melayangkan surat terlebih dahulu kepada panpel dan manajemen Persib.

"Selain itu, kami berencana kejadian ini dibawa ke jalur hukum. Tak hanya itu, bisa jadi kami tidak akan lagi mengangkut bobotoh," tegas Bambang.

Pada Sabtu (16/10/2010), sekitar 500 bobotoh menaiki kereta api dari Purwakarta menuju Bandung untuk menyaksikan laga Persib kontra Persiba di Stadion Siliwangi. Namun, selama perjalanan atau sebelum masuk Stasiun Cikudapateuh, oknum bobotoh merusak fasilitas kereta tersebut.

Rincian kerusakan yang tercatat PT KA yakni kaca jendela 102 buah, kaca bordes dua buah, kaca jalosi penumpang 12 buah, kaca jalosi WC 10 buah, meja penumpang 81 buah, kran WC 4 buah dan 1 atap lampu (dalam) jebol.

::::::::News Link :::

KA Terbakar di Rangkasbitung

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 12 Oktober 2010 0 komentar

Polisi Duga Ada Aktivitas Pembakaran
Sebelum KA Terbakar

Jakarta - Kepolisian Resor Lebak belum bisa memastikan penyebab terbakarnya 24 rangkaian kereta di Stasiun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Senin, 11 Oktober dini hari lalu. Dugaan sementara, KA tersebut tebakar karena adanya aktivitas pembakaran.

Kapolres Lebak AKBP Widoni Fredi mematahkan berbagai spekulasi di antaranya korsleting listrik. “Karena saat itu kereta dalam keadaan terparkir. Kemungkinan ada perbuatan yang bisa menimbulkan api,” kata Widoni saat dihubungi wartawan, Selasa (12/10/2010).

Ia mencontohkan aktivitas yang bisa menimbulkan api. “Misalnya menyulut rokok,” katanya.

Namun, spekulasi tersebut dinilainya tidak masuk akal. Karena menurutnya, api yang ditimbulkan rokok, tidak akan berakibat besar.

“Kalau cuma rokok, api yang ditimbulkan tidak akan sebesar itu. Dan kereta sendiri bahannya terbuat dari material yang tidak mudah terbakar hanya dengan api sekecil rokok,” katanya.

Ketika ditanya apakah peristiwa kebakaran itu merupakan suatu kesengajaan, Widoni mengungkapkan, hal itu bisa saja terjadi.

“Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Tapi kita kan bicara fakta, bukan dugaan dugaan,” kata dia.

Namun, jika dalam penyelidikan ditemukan adanya unsur kesengajaan atau
kelalaian, polisi akan menindaklanjutinya.

“Kalau ada kesengajaan atau kelalaian, kita akan cari siapa pelakunya,” katanya.

Lebih jauh Widoni mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa 14 saksi terkait
peristiwa tersebut. Sementara Puslabfor sendiri telah mengamankan sejumlah
barang bukti untuk diteliti.

“Dari kemarin sampai dnegan tadi, Puslabfor baru mengambil barang bukti untuk diteliti. Doakan saja agar cepat terungkap apa penyebabnya,” tutupnya.

Sedikitnya 24 rangkaian kereta yang terparkir di Stasiun Rangkasbitung, Lebak, Banten terbakar pada Senin, 11 Oktober dinihari lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian yang diderita PT KA diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sebelumnya, Kepala Humas PT KAI Daops I Mateta Rizalulhaq mengungkapkan,
rangkaian kereta tersebut terbakar saat diparkir. Kereta itu sendiri telah dibersihkan.

:: News Link by Detik.com::

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 11 Oktober 2010 0 komentar


Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik, La Shareek Laka, Labbaik. Innal Hamdah, Wan Nematah, Laka wal Mulk, La Shareek Laka Labbaik.


Kami Segenap Pengurus, Anggota dan keluarga Besar Paguyuban CIREX

Mengucapkan
" SELAMAT JALAN
&
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH HAJI


Kepada salah satu keluarga besar Anggota Paguyuban CIREX

Bpk MI'AN Beserta ISTRI

Yang Berangkat Menjalankan Ibadah Haji
Kloter Pertama Minggu ini ( 13 Oktober 2010 )

Do'a Kami Semoga di berikan Kesehatan, diberikan kemudahkan dan di berikan keselamatan dari berangkat hingga kembali ke Tanah Air
Membawa Haji yang mambrur.
Amin.. YA ROBBAL N'GLAMAIN...


Atas Nama Anggota dan Keluarga Besar Paguyuban Cirex

Pramono Edy - Ketua
&
Nurachman - Wakil Ketua

21 Gerbong Hangus di Stasiun Rangkas, Kebakaran Diduga Kesengajaan

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 10 Oktober 2010 0 komentar

Jakarta - Kobaran api di stasiun Rangkasbitung, Lebak, Banten, menyebabkan 21 gerbong kereta penumpang kelas ekonomi terbakar. 18 Gerbong terbakar habis sedangkan 3 gerbong terbakar sebagian. PT KA menduga ada kesengajaan dalam peristiwa ini.

"Keretanya habis dicuci dan sedang parkir, jadi tidak ada aliran listrik di situ. Kami menduga ada kesengajaan," kata Kahumas Daops I PT KA Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Senin (11/10/2010).
Mateta menjelaskan, kereta yang terbakar adalah kereta jenis ekonomi. Saat ini petugas kepolisian sudah berada di lokasi. Beberapa orang juga sudah dimintai keterangan.
"Keretanya belum dipindahkan, masih di lokasi karena sudah diberi garis polisi," katanya.
Peristiwa ini menyebabkan perjalanan kereta dari Rangkas menuju Senen pada pukul 05.20 WIB dibatalkan.
"Kita masih punya kereta cadangan, jadi rute itu masih tetap beroperasi. Hanya yang pukul 05.20 WIB saja dibatalkan," katanya.
Kebakaran hebat terjadi di Stasiun Rangkasbitung subuh tadi sekitar pukul 01.25 WIB dan bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB. Kereta Rangkas jurusan Jakarta selalu dipadati penumpang karena murah meriah.

::: News Link :::


Jakarta - Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menggelar acara istigotsah dilanjutkan dengan salat gaib untuk para korban tabrakan kereta api (KA) di Pemalang, Jawa Tengah, pekan lalu. Kecelakaan maut itu telah merenggut nyawa 34 penumpang KA Senja Utama Semarang.

Istigotsah malam ini, Kamis (7/10/2010), digelar di Masjid Cut Nyak Dien, Jl Johar, Menteng, Jakarta Pusat. Acara itu diikuti oleh kurang lebih 70 orang, termasuk di antaranya para pegawai Ditjen Perkeretaapian.

Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan juga terlihat hadir. Istigotsah yang dimulai setelah ibadah salat maghrib tersebut dipimpin oleh Habib Ali Muchdar.

"Malam ini Kemenhub bersama masyarakat melakukan istigotsah, mendoakan korban meninggal dunia dalam kecelakaan khususnya di Petarukan Pemalang beberapa waktu lalu," kata Tunjung kepada wartawan.

Menurut Tunjung, istigotsah juga dimaksudkan sebagai bentuk keperihatinan atas terjadinya serangkaian kecelakaan KA belakangan ini.

Tunjung menjelaskan, pihaknya telah memerintahkan kepada PT KA untuk memberi santunan terhadap keluarga korban meninggal. Santunan itu total berjumlah Rp 65 juta per orang, dengan rincian dari PT Jasa Raharja Rp 25 juta, Asuransi Jasindo Rp 35 juta, dan PT KA Rp 5 juta.

"Sedangkan untuk yang luka akan ditanggung sampai sembuh. Ini juga berlaku juga untuk korban di solo, Jawa Tengah," ucapnya.

Seperti diketahui, KA Agro Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (2/10/2010), lalu. Akibat kejadian itu, gerbong terakhir KA Senja Utama ringsek. Kecelakaan maut itu juga menyebabkan 34 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

::: News Link ::

KA Tabrak Truk di Permata Hijau

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 06 Oktober 2010 0 komentar

Evakuasi Masih Berlangsung,
Polisi Masih Cari Sopir Truk


Jakarta - KRL jurusan Serpong - Tanah Abang dan yang menabrak truk di perlintasan Permata Hijau masih dievakuasi. Polisi masih mencari sopir truk.

"Masih belum kelar. Sedang dievakuasi. Sopirnya belum ketemu," ujar petugas Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya Aiptu Rahman ketika dihubungi detikcom pukul 22.30 WIB.

Rahman juga mengatakan truk sampah yang tertabrak KA itu mengakibatkan tiang listrik tumbang. Dalam situs TMC truk itu bernopol B 9271 ZQ.

Evakuasi yang masih berlangsung itu, imbuh Rahman, menimbulkan kemacetan di lokasi. Sudah ada petugas yang menangani kemacetan.

Smentara petugas Operations Center PT KA, Tebe mengatakan evakuasi KRL sedang berlangsung. "Lagi ditarik," kata Tebe.

Kronologis

Kronologis tertabraknya truk oleh KRL Serpong - Tanah Abang, menurut situs TMC diduga pengemudi truk bernomor polisi B 9721 ZQ tersebut melanggar lampu lalu lintas di perlintasan rel.

Akibatnya KRL yang sedang melaju cukup kencang dari arah Kebayoran Lama menuju Tanah Abang menabrak truk lalu menyeret badan truk sejauh puluhan meter. Tiang aliran listrik KRL ikut jatuh pula menimpa bagian atas kereta.

Sedangkan petugas Operations Center PT KA Tebe mengatakan KA tersebut menabrak truk hingga berhenti karena mengenai tiang listrik. "Dia nerobos, kejebak macet," ujar Tebe.

Sebelumnya, saksi mata Anto yang dikonfirmasi detikcom mengatakan truk tersebut tidak menerobos palang pintu perlintasan, melainkan terjebak macet dan posisi truk masih di perlintasan sehingga KRL melintas.

"Truk itu bukan menerobos, karena macet otomatis palang lintasan otomatis nggak bisa ketutup, kereta lewat," jelas Anto.

Padahal petugas penjaga lintasan KA itu, imbuh Anto, sudah memperingatkan masinis. Petugas terlihat sibuk hingga memberikan sinyal dengan mengacung-acungkan bendera.

"Truk yang ditabrak bak terbuka. Habis nabrak kereta langsung berhenti dan korslet aliran listriknya. Truknya malang di perlintasan," imbuh Anto yang saat itu hendak pulang ke rumahnya di kawasan Senayan ini.

:::: news Link ::

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 05 Oktober 2010 0 komentar


Gimana kalo yg ini berdampingan sama celana pendek jadi header.. setuju ???

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

KEPEDULIAN ANGGOTA CIREX YANG SIAP JIKA DIPERLUKAN UNTUK DIPERBANTUKAN, ini adalah salah satu wujud kepedulian anggota Cirex, dalam membantu Penumpang Cirek agar tidak tersesat di dalam Gerbong Kereta, bentuk kepedulian semisal membantu tugas Pramugari, berikut dengan kostum special.

Maraknya penumpang yang tersesat dalam menemukan Gerbong kereta yang sesuai dengan nomor yang tertera dalam ticket, dan untuk menghindari berjubelnya penumpang dalam menemukan tempat duduk hingga berakhir di Gerbong kereta makan.

Banyolan -red

Sastra Jendra


KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Menhub: Kecelakaan Jelas Kesalahan Fatal Masinis

Jakarta - Menteri perhubungan Freddy Numberi menyatakan kecelakaan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek disebabkan kesalahan masinis. Masinis dianggap melakukan tindakan yang tidak sesuai prosedur.

"Dari evaluasi di lapangan jelas ini kesalahan fatal masinis," kata Freddy Numberi.

Hal ini disampaikan dalam rapat kerja komisi V DPR dengan Kementerian Perhubungan dan PT KAI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2010).

Freddy menjelaskan, dalam hasil pemeriksaan ditemukan rekaman pembicaraan antara masinis dan asisten masinis. Dalam rekaman tersebut, terdengar asisten menegur masinis untuk memberitahukan sinyal merah.

"Tapi masinis mengatakan itu lampu sudah hijau. Dan dia masuk," imbuhnya.

Sementara itu, Freddy sendiri tidak mau berkomentar banyak soal desakan agar dirinya mundur.

"Saya sudah bekerja, yang penting bagi kita adalah sudah bekerja. Kita harus lihat kewenangan yang benar. PT KAI harus dilihat dengan kaca mata jernih," ujarnya.

:::News Link :::

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Komisi V Segera Bentuk Panja Keselamatan Transportasi KA


Jakarta
- Komisi V segera akan membentuk Panita Kerja (Panja) Keselamatan Transportasi Kereta Api. Komisi V juga akan segera memanggil Kementerian BUMN untuk menjelaskan masalah kecelakaan antara Kereta Argo Angrek dan Senjata Utama Yogyakarta.


"Dari rapat kerja hari ini kita ambil kesimpulan yaitu membuat Panja Keselamatan Transportasi Per-kereta Apian," ujar ketua Komis V DPR Yasti Soepiedjo Mokoagow.

Hal ini dikatakannya usai mengadakan rapat kerja sama antara Menteri Perhubungan dan PT KAI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2010) malam.

Komisi V juga berencana akan memanggil Menteri BUMN untuk bisa menjelaskan masalah tabrakan kereta api antara Argo Anggrek dengan Senja Utama Yogyakarta.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Freddy Numberi akan memberikan jawaban tertulis kepada anggota DPR mengenai berbagai macam hal yang ditanyakan, terumata pada masalah tabrakan kereta api.

"Tentunya kami akan memberikan jawaban tertulis atas pertanyaan untuk membantu kerja bapak dan ibu dalam Panja nanti," kata Freddy.

Seperti diketahui, Menteri Perhubungan Freddy Numberi dalam Rapat Bersama dengan DPR dan PT KAI menyatakan, kecelakaan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek disebabkan kesalahan masinis. Masinis dianggap melakukan tindakan yang tidak sesuai prosedur.

:: News Link :::

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


SALAH SATU BENTUK KEPEDULIAN ANGGOTA PAGUYUBAN CIREK

Membantu tugas Pak Kondektur, memang luar biasa para Anggota Paguyuban Cirebon


Calon header alternatif 2, setuju ???

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 04 Oktober 2010 0 komentar

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

SBY: Petugas yang Lalai Harus Diberi Sanksi

Jakarta - Bila hasil investigasi menyimpulkan bahwa penyebab kecelakaan KA di Pemalang adalah kelalaian petugas, maka yang bersangkutan harus dijatuhi sanksi. Sedangkan bila akibat prasarana yang kurang lengkap, maka harus segera dilengkapi.

Demikian kata Presiden SBY menyinggung tabrakan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah, dan kecelakaan transportasi lainnya. Hal ini disampaikannya saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/10/2010).

"Kalau ada memang kelalaian, apalagi sampai mengakibatkan korban jiwa, berikan sanksi. Begitulan sistem dan etika yang kita tegakkan," kata SBY.

Mengenai keterbatasan prasarana dan sistem tranportasi umum, Presiden SBY perintahkan untuk segera dilengkapi. Sebab bagaimana pun faktor keselamatan dan keamanan perjalanan yang menjadi prioritas.

"Kalau ada sarana dan sistem yang tidak lengkap, lengkapi. Kita tahu banyak yang membutuhkan sistem dan instrumen transportasi, silahkan dilengkapi," ujarnya.

Khusus kepada menteri terkait transportasi umum, Presiden SBY mengingatkan untuk mengelola menajemen dan melakukan pengawasan. Menteri harus memastikan jasa transportasi umum baik darat, laut dan udara berjalan baik, dengan turun langsung ke lapangan.

"Iklim dan cuaca memang tidak bersahabat , tetapi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjalankan itu," tegas SBY.
:: News Link ::

=======================================
Sebelum Kecelakaan di Solo,
KA Gaya Baru Dilempari Batu


Jakarta - Dua kecelakaan KA terjadi pada 2 Oktober lalu. Salah satunya terjadi di Solo, yakni saat KA Gaya Baru Malam dari Surabaya-Jakarta ditabrak KA Bima jurusan yang sama. Sebelum kecelakaan terjadi, KA Gaya Baru sempat dilempari batu oleh massa.

Peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (2/10) sekitar pukul 02.39 WIB. Kejadian bermula saat KA Gaya Baru Malam masuk ke stasiun Purwosari, Solo. Kereta saat itu masuk ke lintasan satu, tetapi saat berhenti, kondisi kereta belum sempurna masuk ke lintasan satu.

"Gerbong terakhir masih berada di wesel, kemudian ditabrak oleh kereta Bima," kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan saat jumpa pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (4/10/2010).

Tundjung menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, ada massa yang melempari KA Gaya Baru Malam karena diduga ada suporter Persib Bandung yang akan pulang ke Bandung dari Sidoarjo. Ulah massa tersebut mengganggu psikologis masinis, sehingga dia tidak berani melanjutkan kereta hingga masuk sepenuhnya ke lintasan satu.

"Akibatnya masinis tidak bisa langsung masuk ke jalur satu sehingga ditabrak, terjadilah peristiwa naas itu," imbuh Tundjung.

Menurut Tundjung, lemparan terhadap KA yang melintas di Solo kerap terjadi. "Itu mulai dari daerah Palur sampai ke Purwosari, itu masyarakat sering melempari kereta," jelasnya.

Kecelakaan itu mengakibatkan gerbong terakhir KA Gaya Baru Malam mengalami kerusakan di sisi kirinya. Satu orang tewas dan 4 orang luka-luka dalam peristiwa tersebut.

::: News Link ::
========================
Cegah Ngantuk, Jumlah Masinis Harus Ditambah

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan PT KA untuk merekrut masinis baru untuk mencegah terjadinya kecelakaan kereta akibat masinis mengantuk. Dengan merekrut masinis baru, sehingga jumlah jam kerja masinis 3 atau 4 jam.

"Ke depan dengan adanya dana yang ada, PT KA harus menambah jumlah masinis. Sehingga dengan jumlah banyak shift-nya bisa 3 atau 4 jam," ujar Menhub Freddy Numberi.

Menhub mengatakan itu di kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2010).

Menhub mengatakan, waktu kerja masinis 6 atau 8 jam dinilai cukup melelahkan. Sehingga dengan penambahan personel baru, jam kerja masinis bisa 3 atau 4 jam.

Selama ini, lanjut Menhub, pihaknya hanya memberi rekomendasi calon masinis yang dipilih. Pemilihan tetap dilakukan oleh PT KA.

"Rekrutmen mereka dilakukan PT KA, kita hanya membantu sertifikasi saja," kata Menhub.

Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling.

Kecelakaan maut itu mengakibatkan 34 orang tewas, dan 36 orang luka-luka. Dari total jumlah orang yang luka tersebut, 34 orang menderita luka berat, sedangkan 2 orang mengalami luka ringan.

30 Orang yang mengalami luka berat sudah dirujuk ke RS daerah di Solo, Semarang, dan Surabaya sesuai permintaan keluarga dan korban. Kecelakaan ini karena masinis KA Argo Anggrek mengantuk.
::: News Link ::

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 03 Oktober 2010 0 komentar



Surabaya - Aksi pelemparan terhadap KA Pasundan dan Sancaka menimbulkan banyak kerusakan. Selain penumpang mengalami luka-luka terkena lemparan batu, kaca dan gerbong mengalami kerusakan parah. Tapi berapa kerugian yang dialami, PT KA belum bisa memprediksinya.
"Kami masih belum bisa memprediksi berapa besar kerugiannya. Karena kereta sekarang masih mengantar penumpang menuju stasiun Kiara Condong, Bandung. Tapi kalau saya hitung kotor, mungkin sekitar puluhan juta rupiah untuk memperbaiki body kereta," kata Asisten Manajer Eksternal Humas PT KA Daops VIII Hery SW saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (3/10/2010).
PT KA bekerjasama dengan Jasa Raharja akan menanggung biaya bagi penumpang yang harus menerima perawatan dari rumah sakit. Hery SW mengatakan, selain mengakibatkan kerusakan pada badan kereta, aksi ini juga mempengaruhi dampak psikologis penumpang. Baginya, para penumpang tersebut berpeluang trauma untuk kembali menggunakan KA sebagai angkutan transportasi.
"Aksi ini juga merugikan secara psikis. Penumpang bisa trauma dan tidak berani lagi naik kereta. Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi, cukup yang terakhir. Coba bayangkan saja kalau ada keluarga kita yang ada di dalam kereta tersebut," tuturnya.
Sebelumnya, dua KA, Pasundan dan Sancaka dilempar batu di Solo. Aksi ini dilakukan ratusan warga di sekitar stasiun Solo Balapan. Alhasil, beberapa penumpang kereta tujuan Bandung tersebut mengalami luka. Dan sebanyak 4 dari 8 gerbong terakhir KA Pasundan mengalami kerusakan paling serius.
=================================
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberikan dana santunan sekitar Rp 2,275 miliar bagi 35 orang korban meninggal dunia dalam kecelakaan tabrakan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu kemarin (2/10/2010).
Menurut Kepala Humas KAI Sugeng Priyono, setiap ahli waris korban yang meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp 5 juta. Santunan ini di luar klaim asuransi dari PT Jasa Raharja (Persero) sebesar Rp 60 juta.
"Kalikan saja Rp 60 juta kali 35 orang. Kali Rp 5 juta juga. Kami upayakan agar sudah dapat diterima saat korban dimakamkan," ujar Kepala Humas KAI Sugeng Priyono ketika dikonfirmasi detikFinance di Jakarta, Minggu (3/10/2010).
Sementara untuk penumpang yang mengalami cacat tetap akan mendapatkan santunan maksimal Rp 50 juta dan biaya rawat inap Rp 25 juta.
Berdasarkan data terakhir yang disampaikan perseroan tercatat 35 orang meninggal dunia, 34 orang dirawat. Hingga kini korban rawat inap tinggal 25 orang.
"Sisanya sudah pulang semua. Untuk yang dirawat, itungannya tidak segitu (Rp 50 juta untuk cacat permanen, Rp 25 juta untuk biaya rawat inap). Ini hanya plafon." tegasnya.
Evakuasi korban dan pembersihan lokasi kecelakaan memang telah tuntas pada pukul 09.00 tadi pagi. Jalur III yang menjadi titik kecelakaan telah bersih dan dapat beroperasi kembali."Dari hasil evakuasi, korban lebih banyak yang patah tulang. Juga seperti yang disampaikan, mungkin banyak yang terjepit. Masih ada satu korban yang belum teridenfikasi," ucap Sugeng.
Total jumlah korban yang masih dirawat, tersebar di berbagai kota mulai dari Pemalang, Solo, Semarang serta Surabaya.
Sabtu (2/10/2010) kemarin memang terjadi kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang. KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek yang tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.
Namun pihak KAI belum dapat menegaskan hal tersebut. "Kita belum sampai ke sana, karena kita baru selesai evekuasi. Belum sampai ke SDM," imbuhnya.
=================================


Surabaya - Dua kereta, Pasundan dan Sancaka dilempar batu saat mendekati stasiun Solo Balapan. Alhasil, beberapa penumpang kereta tujuan Bandung tersebut mengalami luka.
Peritiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (3/10/2010). Saat pelempara, KA Pasundan mengangkut rombongan suporter Persib dan masyarakat umum.
Kejadian itu terjadi tiba-tiba, warga sekitar stasiun Solo Balapan melempar kereta. Sebenarnya tak hanya KA Pasundan yang dilempar tapi KA Sancaka juga dilempar ketika melewati perlintasan yang sama.
"Mungkin kejadian ini runtutan dari kerusuhan tahun lalu. Warga sekitar stasiun Solo Balapan masih menyimpan dendam. Padahal kan tidak semua penumpang kami itu Viking. Ada juga penumpang dari masyarakat umum. Tindakan ini benar-benar merugikan," kata Asisten Manajer Eksternal Humas PT KA Daops VIII Hery SW saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (3/10/2010).
Dari 8 gerbong KA Pasundan, 4 gerbong terakhir mengalami kerusakan paling serius. Selain banyak kaca yang pecah dan retak, badan KA juga mengalami lecet akibat ulah ratusan warga sekitar stasiun Solo Balapan.
Jakarta - Fraksi Partai Demokrat (FPD) tetap kritis dalam rapat dengan Menhub Freddy Numberi terkait kasus kecelakaan 2 kereta api di Jawa Tengah. Keberadaan Freddy dalam Dewan Pembina PD, bukan beban psikologis bagi mereka.
"Nggaklah. Sebagai the ruling party, kami sangat memperhatikan kasus itu. Tentu selalu ada komunikasi dan check and balances," kata Ketua Fraksi PD, M Jafar Hafsah, kepada detikcom, Minggu (3/10/2010).
Menurutnya ada sejumlah materi penting terkait transportasi menjadi sorotan FPD di Komisi V DPR dalam rapat yang dijadwalkan pada Senin (4/10/2010). Di antaranya adalah meminta pemerintah lebih memberi perhatian terhadap kondisi infrastruktur dan sistem kerja demi menghindarkan human error.
"Tidak cuma untuk kereta api, tapi juga kapal, pesawat terbang dan moda lain transpotasi darat. Baik itu yang dikelola BUMN maupun swasta," imbuh Jafar.
Pria kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, itu mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada anggota dari fraksi lain yang memunculkan desakan agar Freddy mengundurkan diri sebagai Menhub. Terhadap kemungkinan tersebut, Jafar menegaskan bahwa yang jadi prioritas adalah tanggung jawab terhadap kasus yang memakan 36 korban jiwa itu.
"Mengundurkan diri atau bagaimana, itu bukan kapasitas kita. Justu yang paling penting adalah tanggung jawab agar kecelakaan tidak terulang," ujar Jafar.
Pemalang - Kecelakaan KA yang masih kerap terjadi mendorong DPR membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian. Sebab kereta api adalah moda transportasi massal primadona masyarakat.
"Untuk menangani masalah ini, DPR akan membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian. Nantinya bisa diketahui siapa yang paling bertanggung jawab dengan adanya kejadian seperti ini," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Yoseph Umar Hadi.
Hal itu disampaikan Yoseph saat melihat lokasi kecelakaan KA Senja Utama yang ditubruk KA Argo Anggrek di Stasiun Petarukan, Pemalang, bersama rombongan anggota Komisi V DPR.
"Akan membuat surat rekomendasi yang akan diberikan langsung kepada Presiden dalam bentuk yang pertama, melaksanakan UU, dan yang kedua pemisahan regulator dan operator. Juga melakukan pembaharuan manajemen perkeretaapian," tambah Yoseph.
Menurut dia, peristiwa-peristiwa semacam itu harus mendapat perhatian serius. Hal ini penting agar tidak terjadi peristiwa serupa di masa mendatang.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR yang turut dalam rombongan tersebut, Epiyardi Asda mendesak Dirut PT KAI untuk dicopot dari jabatannya. Menurut dia, langkah tersebut perlu dilakukan untuk memberikan efek jera sehingga kejadian seperti itu tidak terulang kembali.
"Karena berdasarkan temuan-temuan di lapangan, 98 persen kejadian ini dikarenakan human error atau kesalahan manusia," kata Epiyardi.
Selain meninjau lokasi kecelakaan, Komisi V DPR juga meminta keterangan dari Kepala Stasiun Petarukan dan anggota KNKT yang tengah menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi. Di saat yang hampir bersamaan, di Solo KA Bima menyeruduk KA Gaya Baru.
=================================
Pemalang - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan yang melibatkan KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang, Jawa Tengah. Untuk mengkroscek informasi, KNKT meminta keterangan masinis Argo Anggrek, M Halik Rusianto.
Untuk mendapatkan keterangan dari Halik, anggota KNKT pun menyambangi ruang tahanan Mapolres Pemalang. Maklum, sejak Sabtu 2 Oktober kemarin, Halik telah diamankan pihak kepolisian.
"Kami meminta keterangan ini dengan tujuan untuk mencocokkan fakta di lapangan, di TKP, dan pengakuan dari masinisnya," ujar anggota KNKT, Kartomo, di Mapolres Pemalang, Jl Jenderal Sudirman, Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (3/10/2010).
Kartomo datang bersama kuasa hukum Halik, Tugiman, dan beberapa kerabat Halik. Rombongan tersebut datang ke Mapolres Pemalang sekitar pukul 09.20 WIB.
"Jika temuan nanti benar-benar karena kesalahan faktor manusia maka KNKT akan menyerahkan kepada kepolisian," imbuh Kartomo yang mengenakan kemeja kotak-kotak dan topi KNKT.
Selain mengumpulkan data di TKP, KNKT juga meminta keterangan asisten masinis, H Jiono. Keterangan-keterangan ini akan dikumpulkan sehingga didapat data yang komprehensif.
Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi.
Pemalang - KA Argo Anggrek yang menubruk KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, menewaskan 36 orang. Masinis KA Argo Anggrek pun diperiksa.
Masinis KA Argo Anggrek, M Halik Rusianto, diamankan Polres Pemalang pada Sabtu 2 Oktober kemarin. Setelah menjalani pemeriksaan, dia ditetapkan sebagai tersangka.
"Kemarin klien saya diperiksa sejak pukul 21.00 WIB hingga sekitar 00.00 WIB, lalu ditetapkan tersangka," kata kuasa hukum M Halik Rusianto, Tugiman.
Hal itu disampaikan Tugiman saat menjenguk kliennya di tahanan Mapolres Pemalang, Jl Jenderal Sudirman, Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (3/10/2010).
"Dengan tuduhan pasal 359 dan pasal 360 KUHP juncto pasal 361 KUHP. Status itu diberikan semalam dan kami akan memohon penangguhan penahanan," sambung Tugiman.
Pasal yang digunakan untuk menjerat Halik adalah tentang kealpaan yang dapat mengakibatkan orang lain meninggal atau luka berat. Jeratan lainnya adalah terkait dengan kejahatan yang dilakukan adalah dalam menjalankan suatu jabatan atau pekerjaan. Berdasar KUHP, ancaman hukuman akibat kelalaian yang dilakukan adalah pidana penjara paling lama 5 tahun. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataannya terkait status M Halik.
Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi.
=================================


Pemalang - Bangkai KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, akhirnya berhasil dipindahkan oleh petugas. Kini rel ganda tersebut sudah bersih dan bisa dilalui kembali oleh kereta api.
"Tadi sekitar pukul 05.30 WIB dipindahinnya," ujar salah satu pekerja, Hadi saat ditemui di lokasi, Minggu (3/10/2010).
Pantauan detikcom, pukul 09.00 WIB, belasan petugas dari PT KAI masih terus melakukan perbaikan-perbaikan kecil pada rel. Mulai dari penguatan baut-baut serta penambahan batu-batuan di sekitar rel.
Police line yang sebelumnya terpasang di sekitar kawasan ini juga sudah tidak ada lagi. Namun warga serta polisi masih tampak terlihat di sekitar lokasi kejadian.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dari jumlah tersebut 27 orang sudah dapat diidentifikasi.
================================
Jakarta - Polisi masih terus memeriksa masinis KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama terkait kecelakaan yang menewaskan 36 orang. Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) juga akan memeriksa masinis dua kereta tersebut.
"Tentu saja, karena itu bagian yang harus diinvestigasi," terang Ketua KNKT, Tatang Kurniadi kepada detikcom, Minggu (3/10/2010).
Tatang menjelaskan, pihaknya juga akan mengecek mulai dari perangkat sinyal kereta, kelengkapan yang ada di kereta itu sendiri serta petugas di lapangan. Selain itu, soal umur peralatan yang ada, akan juga jadi bahan penyelidikan KNKT.
Hanya saja, Tatang masih enggan soal dugaan kuat penyebab kecelakaan. Tatang beralasan, proses penyelidikan hingga saat ini masih berlangsung.
Tim dari KNKT hingga saat ini masih berada di lokasi kejadian untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
==================================


Jakarta - Dirut PT Kereta Api Indonesia diminta berbesar hati untuk mundur pasca kecelakaan KA di Pemalang. Sudah terlalu banyak kecelakaan yang terjadi pada alat transportasi massal ini.
"Pemerintah harus ambil tindakan tegas terhadap direksi PT KAI, kita harus minta Dirut PT KAI untuk mundur," kata anggota Komisi V, Epiyardi Asda saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Epiyardi berharap agar Kementerian BUMN untuk cepat bertindak. Dengan respon yang cepat, Epiyardi memastikan, akan timbul efek jera bagi para pemangku jabatan yang tidak becus dalam bekerja.
Selain jajaran PT KAI, Dirjen Perkeretaapian juga diminta ikut bertanggung jawab dalam kejadian ini. Epiyardi menilai, selama ini tidak ada peningkatan kinerja yang baik soal kereta api.
Wakil Sekretaris Fraksi PPP ini meminta agar seluruh pihak tidak sembarangan menimpakan kesalahan kepada masinis saja. Jika hanya persoalan human error, peristiwa ini seharusnya bisa ditanggulangi.
"Kalau tahu human error, kenapa tidak ada pengecekan SDM yang ketat sebelum berangkat dari dulu, jika masinis tidak siap, untuk apa diberangkatkan," imbuhnya.
Pihaknya, lanjut Epiyardi, memastikan akan mencecar jajaran Kementerian Perhubungan, dalam rapat Senin (4/10) besok. Kementerian harus dapat menjelaskan langkah-langkah apa saja yang sudah diambil untuk menangani masalah ini
====================================
Pagi ini, Komisi V Kunjungi Lokasi Tabrakan Kereta

Jakarta - 36 Nyawa melayang akibat tabrakan Kereta Api (KA) Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang. Beberapa anggota Komisi V DPR RI pun akan segera berangkat ke Pemalang untuk meninjau langsung lokasi kejadian.
"Ada beberapa anggota yang nanti akan ke lapangan, bisa 5-6 orang," kata anggota Komisi V, Epiyardi Asda saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010) malam.
Wakil Sekretaris Fraksi PPP ini menjelaskan, kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi terkini dari para korban kecelakaan kereta. Hasil kunjungan nantinya akan menjadi bahan perbincangan anggota Dewan saat rapat dengan jajaran Kementerian Perhubungan, Senin (4/10) besok.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.

::: Sumber Detik.Com:::

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Jakarta - Police line dipasang mengelilingi ruang jenazah RSUD Ashari. Selain keluarga korban dan petugas forensik, dilarang masuk ke dalam ruang tersebut. Tangisan histeris keluarga korban pun pecah.
Petugas keamanan RSUD Ashari Irwan M mengatakan, di dalam ruang jenazah saat ini masih dilakukan otopsi oleh petugas. Sejumlah keluarga korban tampak berada di dalam ruang tersebut, Sabtu (2/10/2010).
Tangisan histeris terdengar dari dalam ruangan. Ada juga anggota keluarga yang menangis setelah mengetahui anggota keluarganya menjadi korban tewas dalam kecelakaan antara KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama itu.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Hingga pukul 17.50 WIB, evakuasi korban masih terus dilakukan. Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.
Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
==================================

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan Kementerian Perhubungan tidak lagi mengelola jalur kereta api dan menghabiskan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perawatannya. Pemerintah bisa membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang khusus mengelola dan merawat jalur kereta api.
Menurut Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto, demi keselamatan penumpang kereta api diperlukan adanya reformasi pengelolaan jalur kereta api beserta peralatan pendukungnya yang selama ini dikelola Kementrian Perhubungan.
"Perlu diserahkan kepada BUMN atau dikelola secara korporasi sehingga pemeliharaan dan capex (capital expenditure/belanja modal) tidak tergantung APBN," katanya kepada detikFinance, Sabtu (2/10/2010).
Selain itu, menurutnya, dengan adanya pengelolaan jalur kereta api oleh sebuah perusahaan pelat merah maka modernisasi seluruh jalur dan peralatan kereta api bisa lebih cepat terlaksana. Tidak seperti sekarang ini saat jalur dan peralatan penunjang kereta api dikuasai oleh Kementerian Perhubungan.
"Dengan membentuk BUMN Jasa Rel Kereta Api dalam rangka memodernisasi seluruh jalur kereta api, maka pengaturan trafik kereta api dan keselamatan penumpang lebih terjamin," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Sampai sore ini korban tewas diperkirakan mencapai 36 orang.
Beberapa pihak, seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), mendesak Menteri Perhubungan Freddy Numberi meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada keluarga para korban tabrakan kereta api tersebut.
YLKI juga mendesak Freddy untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik.
===================================

Jakarta - Tabrakan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek sempat membuat lalu lintas kereta api yang melewati Stasiun Petarukan terganggu. Namun pihak Daop I Jakarta menjamin insiden tersebut tidak akan menghambat perjalanan dari dan ke ibukota.
"Saya telah melakukan pemantauan sejak dinihari tadi sampai pukul 16.00 WIB. Alhamdulillah tidak ada masalah sejauh ini untuk perjalanan dari Daop Semarang ke Jakarta atau sebaliknya," ujar Kepala Humas KAI Daop I Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Sabtu, (2/9/2010).
Mateta menambahkan, lokasi kejadian yang berada di stasiun Tarukan menjadi 'keuntungan' tersendiri. Pasalnya di stasiun jumlah track lebih banyak dibanding ketika jalur perjalanan.
"Di stasiun Tarukan memiliki tiga track, saat ini lalu lintas di sana menggunakan dua track saja, dan itu sudah cukup. Kalau pun kereta telat, ya cuma sebentar," tandasnya.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama pada sekitar pukul 03.00 WIB dinihari tadi. Sampai sejauh ini 36 orang telah meninggal karena insiden naas tersebut.
Dugaan sementara penyebab kejadian ini adalah lalainya masinis Argo Anggrek yang tidak melihat sinyal yang menyebabkan kereta yang dikemudikannya menghantam keras gerbong terakhir KA Senja Utama.
====================================
Pemalang - Proses pencarian sisa-sisa korban di bangkai KA Senja Utama masih terus dilakukan. Petugas menemukan sebuah potongan kepala dalam proses evakuasi ini.
Pantauan detikcom, Sabtu (2/10/2010), belasan petugas dari PT KAI, SAR, TNI dan Polri sejak siang tadi masih terus berusaha memotong-motong bagian kereta yang kini sudah diletakan di samping rel. Mereka mencari apakah masih ada jenazah yang terjepit atau korban yang tidak tertutup kemungkinan masih hidup.
Saat proses evakuasi berlangsung. di antara himpitan badan kereta dengan kursi yang sudah hancur berantakan, petugas menemukan sebuah potongan kepala. Belum bisa dipastikan identitas potongan kepala tersebut.
Petugas langsung membawa menggunakan keranda sambil menutupnya dengan koran. Potongan kepala itu pun langsung dibawa ke RSUD Dr M Ashari untuk diidentifikasi.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
=================================

Pemalang - RSUD Dr M Ashari berhasil mengidentifikasi 26 jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama. Berarti tinggal 10 jenazah lagi yang belum berhasil diidentifikasi.
Berdasarkan data dari ruang informasi RSUD Dr M Ashari, ke-26 nama-nama jenazah tersebut adalah;
Budi Setiawan
Fikri Andika
Hartiono
Yeni
Bahtiar Okta Fiandi
Andres
Hena Adi Warsito
Fredi Adopan S
Bayu V
Eko Setiawan
Verigh Tahaling
Bayu Sakti
Ismail Anwar
Maryono
Budi Suyanto
Hery Pramono
Eko Suwonto
Widiya Sandi
Danang Fajar
Tohirin
Kol AL Ipnu
Khoir
Ahmad Dedi Setiawan
Ignatius Sapto
Jamil Setiawan
Hartiono

Pantauan detikcom hingga pukul 20.30 WIB, ruang jenazah rumah sakit ini masih sangat ramai. Wartawan, petugas kesehatan, sanak keluarga serta kepolisian menumpuk di ruangan ini.PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
==================================



Jakarta - 26 Jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama berhasil diidentifikasi oleh RSUD Dr M Ashari, Pemalang. 11 Jenazah bahkan akan segera dibawa pulang oleh pihak keluarga.
"11 Jenazah sudah diperbolehkan diambil oleh keluarga karena sudah selesai proses otopsi oleh tim forensik," ujar Kabid Pelayanan RSUD Dr M Ashari, Dr Andi, Sabtu (2/9/2010).
Andi menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan mobil yang akan membawa jenazah. Mobil itu dipersiapkan persis di depan ruang jenazah rumah sakit ini.
Sementara itu, ruang jenazah rumah sakit ini masih sangat ramai. Wartawan, petugas kesehatan, sanak keluarga serta kepolisian menumpuk di ruangan ini.Berikut nama-nama jenazah yang akan segera dibawa pulang oleh pihak keluarga:

Khoir
Ahmad Dedi Setiawan
Kol AL Ipnu
Tohirin
Hartiono
Ignatius Sapto
Hery Pramono
Eko Setiawan
Jamil Setiawan
Bayu Sakti
Maryono.
==========================================


Pemalang - Menko Kesra, Agung Laksono beserta rombongan menjenguk korban kecelakaan Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama di RSUD Dr M Ashari, Pemalang. Agung meminta seluruh korban kecelakaan mendapat perawatan yang baik.
"Baik korban luka ringan dan berat harus tertangani, bukan hanya di rumah sakit ini saja, tapi korban yang dirawat di rumah sakit lain," ujar Agung di RSUD Dr M Ashari, Pemalang, Sabtu (2/10/2010).
Agung beserta rombongan tiba di rumah sakit sekitar pukul 22.45 WIB. Agung sempat bertanya kepada bagian informasi rumah sakit soal jumlah jenazah yang telah dibawa pulang. Agung juga menyempatkan melihat kondisi jenazah di ruang mayat serta berbincang dengan korban kecelakaan yang mengalami luka ringan.
Agung mewanti-wanti agar pihak Jasa Raharja memberikan pelayanan maksimal terhadap korban kecelakaan ini. Jika ada keterlambatan, Agung meminta agar warga segera melapor ke kementeriannya.
Soal kecelakaan ini, Agung juga meminta pejabat daerah tidak sembarangan memberikan keterangan. Pasalnya, KNKT sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tabrakan ini."Agar para pejabat saat ini tidak memberikan keterangan seputar kejadian kecelakaan tersebut," pungkasnya.
===============================

Yogyakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaq mengaku prihatin atas tragedi kecelakaan kereta api di Pemalang yang menewaskan 36 orang. Kecelakaan antara KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek mencerminkan buruknya sistem transportasi di Indonesia.
"Kita prihatin atas peristiwa itu karena banyak memakan korban," ungkap Lutfi kepada wartawan seusai membuka Muswil PKS DIY di Auditorium MMTC di Jl Magelang, Sabtu (2/10/2010).
Menurut dia, peristiwa itu mencerminkan buruknya sistem transportasi d Indonesia baik darat, laut dan udara. Bahkan persoalan kemacetan di Jakarta maupun saat Lebaran sampai sekarang tidak bisa terselesaikan.
"Tidak hanya di darat saja, tapi juga di laut dan udara. Harus dibenahi sistem manajemen transportasi kita dan semua harus ditata ulang, sehingga tidak menimbulkan korban lagi," tegas dia.
Lutfi tidak setuju jika masinis yang disalahkan dalam kasus kecelakaan KA di Pemalang Jawa Tengah itu. Sebab seorang masinis itu adalah seorang pelaksana di lapangan. Di atas masinis ada tim yang bekerja atau atasan yang lain dalam manajemen perkeretaapian.
"Jangan hanya salahkan masinis, dia adalah pelaksana teknis di lapangan. Semua harus dibenahi. Soal masinis biar nanti urusan penegak hukum," kata Lutfi.
Dia pun setuju bila sistem transportasi di Indonesia di evaluasi secara keseluruhan. Namun bukan menterinya yang harus di reshufle.
"Evaluasi saya setuju tapi tidak hanya menteri saja tapi juga dirjen dan birokrat yang merupakan bawahannya. Karena merekalah yang tahu lebih banyak. Mereka harus di upgrade dan harus meningkatkan pelayanan untuk anak bangsa ini," pungkas dia.
================================

Pemalang - 36 Nyawa melayang akibat tabrakan Kereta Api (KA) Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang. Menko Kesra Agung Laksono menilai tidak tertutup kemungkinan kecelakaan itu akibat sabotase.
"Dan jangan diabaikan kemungkinan adanya sabotase. Sebagaimana diketahui, di tempat-tempat lain yang saat ini terjadi, Saya kira permasalahan yang ketiga ini jangan dikesampingkan," kata Agung di RSUD Dr M Ashari, Pemalang, Sabtu (2/10/2010).
Selain soal sabotase, Agung juga menyebut dua hal lain yang bisa saja menjadi penyebab kecelakaan. "Human error atau manusianya, peralatannya," lanjutnya.
Agung juga meminta agar Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) bisa bekerja cepat untuk mencari tahu penyebab sebenarnya tragedi ini. Agung berharap KNKT bisa bertindak dengan objektif.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
KNKT sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.

::: Sumber Detik.Com::