SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 03 Oktober 2010

Jakarta - Police line dipasang mengelilingi ruang jenazah RSUD Ashari. Selain keluarga korban dan petugas forensik, dilarang masuk ke dalam ruang tersebut. Tangisan histeris keluarga korban pun pecah.
Petugas keamanan RSUD Ashari Irwan M mengatakan, di dalam ruang jenazah saat ini masih dilakukan otopsi oleh petugas. Sejumlah keluarga korban tampak berada di dalam ruang tersebut, Sabtu (2/10/2010).
Tangisan histeris terdengar dari dalam ruangan. Ada juga anggota keluarga yang menangis setelah mengetahui anggota keluarganya menjadi korban tewas dalam kecelakaan antara KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama itu.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Hingga pukul 17.50 WIB, evakuasi korban masih terus dilakukan. Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.
Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
==================================

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan Kementerian Perhubungan tidak lagi mengelola jalur kereta api dan menghabiskan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perawatannya. Pemerintah bisa membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang khusus mengelola dan merawat jalur kereta api.
Menurut Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto, demi keselamatan penumpang kereta api diperlukan adanya reformasi pengelolaan jalur kereta api beserta peralatan pendukungnya yang selama ini dikelola Kementrian Perhubungan.
"Perlu diserahkan kepada BUMN atau dikelola secara korporasi sehingga pemeliharaan dan capex (capital expenditure/belanja modal) tidak tergantung APBN," katanya kepada detikFinance, Sabtu (2/10/2010).
Selain itu, menurutnya, dengan adanya pengelolaan jalur kereta api oleh sebuah perusahaan pelat merah maka modernisasi seluruh jalur dan peralatan kereta api bisa lebih cepat terlaksana. Tidak seperti sekarang ini saat jalur dan peralatan penunjang kereta api dikuasai oleh Kementerian Perhubungan.
"Dengan membentuk BUMN Jasa Rel Kereta Api dalam rangka memodernisasi seluruh jalur kereta api, maka pengaturan trafik kereta api dan keselamatan penumpang lebih terjamin," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Sampai sore ini korban tewas diperkirakan mencapai 36 orang.
Beberapa pihak, seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), mendesak Menteri Perhubungan Freddy Numberi meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada keluarga para korban tabrakan kereta api tersebut.
YLKI juga mendesak Freddy untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik.
===================================

Jakarta - Tabrakan KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek sempat membuat lalu lintas kereta api yang melewati Stasiun Petarukan terganggu. Namun pihak Daop I Jakarta menjamin insiden tersebut tidak akan menghambat perjalanan dari dan ke ibukota.
"Saya telah melakukan pemantauan sejak dinihari tadi sampai pukul 16.00 WIB. Alhamdulillah tidak ada masalah sejauh ini untuk perjalanan dari Daop Semarang ke Jakarta atau sebaliknya," ujar Kepala Humas KAI Daop I Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Sabtu, (2/9/2010).
Mateta menambahkan, lokasi kejadian yang berada di stasiun Tarukan menjadi 'keuntungan' tersendiri. Pasalnya di stasiun jumlah track lebih banyak dibanding ketika jalur perjalanan.
"Di stasiun Tarukan memiliki tiga track, saat ini lalu lintas di sana menggunakan dua track saja, dan itu sudah cukup. Kalau pun kereta telat, ya cuma sebentar," tandasnya.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama pada sekitar pukul 03.00 WIB dinihari tadi. Sampai sejauh ini 36 orang telah meninggal karena insiden naas tersebut.
Dugaan sementara penyebab kejadian ini adalah lalainya masinis Argo Anggrek yang tidak melihat sinyal yang menyebabkan kereta yang dikemudikannya menghantam keras gerbong terakhir KA Senja Utama.
====================================
Pemalang - Proses pencarian sisa-sisa korban di bangkai KA Senja Utama masih terus dilakukan. Petugas menemukan sebuah potongan kepala dalam proses evakuasi ini.
Pantauan detikcom, Sabtu (2/10/2010), belasan petugas dari PT KAI, SAR, TNI dan Polri sejak siang tadi masih terus berusaha memotong-motong bagian kereta yang kini sudah diletakan di samping rel. Mereka mencari apakah masih ada jenazah yang terjepit atau korban yang tidak tertutup kemungkinan masih hidup.
Saat proses evakuasi berlangsung. di antara himpitan badan kereta dengan kursi yang sudah hancur berantakan, petugas menemukan sebuah potongan kepala. Belum bisa dipastikan identitas potongan kepala tersebut.
Petugas langsung membawa menggunakan keranda sambil menutupnya dengan koran. Potongan kepala itu pun langsung dibawa ke RSUD Dr M Ashari untuk diidentifikasi.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
=================================

Pemalang - RSUD Dr M Ashari berhasil mengidentifikasi 26 jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama. Berarti tinggal 10 jenazah lagi yang belum berhasil diidentifikasi.
Berdasarkan data dari ruang informasi RSUD Dr M Ashari, ke-26 nama-nama jenazah tersebut adalah;
Budi Setiawan
Fikri Andika
Hartiono
Yeni
Bahtiar Okta Fiandi
Andres
Hena Adi Warsito
Fredi Adopan S
Bayu V
Eko Setiawan
Verigh Tahaling
Bayu Sakti
Ismail Anwar
Maryono
Budi Suyanto
Hery Pramono
Eko Suwonto
Widiya Sandi
Danang Fajar
Tohirin
Kol AL Ipnu
Khoir
Ahmad Dedi Setiawan
Ignatius Sapto
Jamil Setiawan
Hartiono

Pantauan detikcom hingga pukul 20.30 WIB, ruang jenazah rumah sakit ini masih sangat ramai. Wartawan, petugas kesehatan, sanak keluarga serta kepolisian menumpuk di ruangan ini.PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
==================================



Jakarta - 26 Jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama berhasil diidentifikasi oleh RSUD Dr M Ashari, Pemalang. 11 Jenazah bahkan akan segera dibawa pulang oleh pihak keluarga.
"11 Jenazah sudah diperbolehkan diambil oleh keluarga karena sudah selesai proses otopsi oleh tim forensik," ujar Kabid Pelayanan RSUD Dr M Ashari, Dr Andi, Sabtu (2/9/2010).
Andi menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan mobil yang akan membawa jenazah. Mobil itu dipersiapkan persis di depan ruang jenazah rumah sakit ini.
Sementara itu, ruang jenazah rumah sakit ini masih sangat ramai. Wartawan, petugas kesehatan, sanak keluarga serta kepolisian menumpuk di ruangan ini.Berikut nama-nama jenazah yang akan segera dibawa pulang oleh pihak keluarga:

Khoir
Ahmad Dedi Setiawan
Kol AL Ipnu
Tohirin
Hartiono
Ignatius Sapto
Hery Pramono
Eko Setiawan
Jamil Setiawan
Bayu Sakti
Maryono.
==========================================


Pemalang - Menko Kesra, Agung Laksono beserta rombongan menjenguk korban kecelakaan Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama di RSUD Dr M Ashari, Pemalang. Agung meminta seluruh korban kecelakaan mendapat perawatan yang baik.
"Baik korban luka ringan dan berat harus tertangani, bukan hanya di rumah sakit ini saja, tapi korban yang dirawat di rumah sakit lain," ujar Agung di RSUD Dr M Ashari, Pemalang, Sabtu (2/10/2010).
Agung beserta rombongan tiba di rumah sakit sekitar pukul 22.45 WIB. Agung sempat bertanya kepada bagian informasi rumah sakit soal jumlah jenazah yang telah dibawa pulang. Agung juga menyempatkan melihat kondisi jenazah di ruang mayat serta berbincang dengan korban kecelakaan yang mengalami luka ringan.
Agung mewanti-wanti agar pihak Jasa Raharja memberikan pelayanan maksimal terhadap korban kecelakaan ini. Jika ada keterlambatan, Agung meminta agar warga segera melapor ke kementeriannya.
Soal kecelakaan ini, Agung juga meminta pejabat daerah tidak sembarangan memberikan keterangan. Pasalnya, KNKT sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tabrakan ini."Agar para pejabat saat ini tidak memberikan keterangan seputar kejadian kecelakaan tersebut," pungkasnya.
===============================

Yogyakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaq mengaku prihatin atas tragedi kecelakaan kereta api di Pemalang yang menewaskan 36 orang. Kecelakaan antara KA Senja Utama dan KA Argo Anggrek mencerminkan buruknya sistem transportasi di Indonesia.
"Kita prihatin atas peristiwa itu karena banyak memakan korban," ungkap Lutfi kepada wartawan seusai membuka Muswil PKS DIY di Auditorium MMTC di Jl Magelang, Sabtu (2/10/2010).
Menurut dia, peristiwa itu mencerminkan buruknya sistem transportasi d Indonesia baik darat, laut dan udara. Bahkan persoalan kemacetan di Jakarta maupun saat Lebaran sampai sekarang tidak bisa terselesaikan.
"Tidak hanya di darat saja, tapi juga di laut dan udara. Harus dibenahi sistem manajemen transportasi kita dan semua harus ditata ulang, sehingga tidak menimbulkan korban lagi," tegas dia.
Lutfi tidak setuju jika masinis yang disalahkan dalam kasus kecelakaan KA di Pemalang Jawa Tengah itu. Sebab seorang masinis itu adalah seorang pelaksana di lapangan. Di atas masinis ada tim yang bekerja atau atasan yang lain dalam manajemen perkeretaapian.
"Jangan hanya salahkan masinis, dia adalah pelaksana teknis di lapangan. Semua harus dibenahi. Soal masinis biar nanti urusan penegak hukum," kata Lutfi.
Dia pun setuju bila sistem transportasi di Indonesia di evaluasi secara keseluruhan. Namun bukan menterinya yang harus di reshufle.
"Evaluasi saya setuju tapi tidak hanya menteri saja tapi juga dirjen dan birokrat yang merupakan bawahannya. Karena merekalah yang tahu lebih banyak. Mereka harus di upgrade dan harus meningkatkan pelayanan untuk anak bangsa ini," pungkas dia.
================================

Pemalang - 36 Nyawa melayang akibat tabrakan Kereta Api (KA) Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang. Menko Kesra Agung Laksono menilai tidak tertutup kemungkinan kecelakaan itu akibat sabotase.
"Dan jangan diabaikan kemungkinan adanya sabotase. Sebagaimana diketahui, di tempat-tempat lain yang saat ini terjadi, Saya kira permasalahan yang ketiga ini jangan dikesampingkan," kata Agung di RSUD Dr M Ashari, Pemalang, Sabtu (2/10/2010).
Selain soal sabotase, Agung juga menyebut dua hal lain yang bisa saja menjadi penyebab kecelakaan. "Human error atau manusianya, peralatannya," lanjutnya.
Agung juga meminta agar Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) bisa bekerja cepat untuk mencari tahu penyebab sebenarnya tragedi ini. Agung berharap KNKT bisa bertindak dengan objektif.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
KNKT sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.

::: Sumber Detik.Com::