SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

KECELAKAAN KERETA API

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 03 Oktober 2010



Surabaya - Aksi pelemparan terhadap KA Pasundan dan Sancaka menimbulkan banyak kerusakan. Selain penumpang mengalami luka-luka terkena lemparan batu, kaca dan gerbong mengalami kerusakan parah. Tapi berapa kerugian yang dialami, PT KA belum bisa memprediksinya.
"Kami masih belum bisa memprediksi berapa besar kerugiannya. Karena kereta sekarang masih mengantar penumpang menuju stasiun Kiara Condong, Bandung. Tapi kalau saya hitung kotor, mungkin sekitar puluhan juta rupiah untuk memperbaiki body kereta," kata Asisten Manajer Eksternal Humas PT KA Daops VIII Hery SW saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (3/10/2010).
PT KA bekerjasama dengan Jasa Raharja akan menanggung biaya bagi penumpang yang harus menerima perawatan dari rumah sakit. Hery SW mengatakan, selain mengakibatkan kerusakan pada badan kereta, aksi ini juga mempengaruhi dampak psikologis penumpang. Baginya, para penumpang tersebut berpeluang trauma untuk kembali menggunakan KA sebagai angkutan transportasi.
"Aksi ini juga merugikan secara psikis. Penumpang bisa trauma dan tidak berani lagi naik kereta. Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi, cukup yang terakhir. Coba bayangkan saja kalau ada keluarga kita yang ada di dalam kereta tersebut," tuturnya.
Sebelumnya, dua KA, Pasundan dan Sancaka dilempar batu di Solo. Aksi ini dilakukan ratusan warga di sekitar stasiun Solo Balapan. Alhasil, beberapa penumpang kereta tujuan Bandung tersebut mengalami luka. Dan sebanyak 4 dari 8 gerbong terakhir KA Pasundan mengalami kerusakan paling serius.
=================================
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberikan dana santunan sekitar Rp 2,275 miliar bagi 35 orang korban meninggal dunia dalam kecelakaan tabrakan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu kemarin (2/10/2010).
Menurut Kepala Humas KAI Sugeng Priyono, setiap ahli waris korban yang meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp 5 juta. Santunan ini di luar klaim asuransi dari PT Jasa Raharja (Persero) sebesar Rp 60 juta.
"Kalikan saja Rp 60 juta kali 35 orang. Kali Rp 5 juta juga. Kami upayakan agar sudah dapat diterima saat korban dimakamkan," ujar Kepala Humas KAI Sugeng Priyono ketika dikonfirmasi detikFinance di Jakarta, Minggu (3/10/2010).
Sementara untuk penumpang yang mengalami cacat tetap akan mendapatkan santunan maksimal Rp 50 juta dan biaya rawat inap Rp 25 juta.
Berdasarkan data terakhir yang disampaikan perseroan tercatat 35 orang meninggal dunia, 34 orang dirawat. Hingga kini korban rawat inap tinggal 25 orang.
"Sisanya sudah pulang semua. Untuk yang dirawat, itungannya tidak segitu (Rp 50 juta untuk cacat permanen, Rp 25 juta untuk biaya rawat inap). Ini hanya plafon." tegasnya.
Evakuasi korban dan pembersihan lokasi kecelakaan memang telah tuntas pada pukul 09.00 tadi pagi. Jalur III yang menjadi titik kecelakaan telah bersih dan dapat beroperasi kembali."Dari hasil evakuasi, korban lebih banyak yang patah tulang. Juga seperti yang disampaikan, mungkin banyak yang terjepit. Masih ada satu korban yang belum teridenfikasi," ucap Sugeng.
Total jumlah korban yang masih dirawat, tersebar di berbagai kota mulai dari Pemalang, Solo, Semarang serta Surabaya.
Sabtu (2/10/2010) kemarin memang terjadi kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang. KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek yang tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.
Namun pihak KAI belum dapat menegaskan hal tersebut. "Kita belum sampai ke sana, karena kita baru selesai evekuasi. Belum sampai ke SDM," imbuhnya.
=================================


Surabaya - Dua kereta, Pasundan dan Sancaka dilempar batu saat mendekati stasiun Solo Balapan. Alhasil, beberapa penumpang kereta tujuan Bandung tersebut mengalami luka.
Peritiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (3/10/2010). Saat pelempara, KA Pasundan mengangkut rombongan suporter Persib dan masyarakat umum.
Kejadian itu terjadi tiba-tiba, warga sekitar stasiun Solo Balapan melempar kereta. Sebenarnya tak hanya KA Pasundan yang dilempar tapi KA Sancaka juga dilempar ketika melewati perlintasan yang sama.
"Mungkin kejadian ini runtutan dari kerusuhan tahun lalu. Warga sekitar stasiun Solo Balapan masih menyimpan dendam. Padahal kan tidak semua penumpang kami itu Viking. Ada juga penumpang dari masyarakat umum. Tindakan ini benar-benar merugikan," kata Asisten Manajer Eksternal Humas PT KA Daops VIII Hery SW saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (3/10/2010).
Dari 8 gerbong KA Pasundan, 4 gerbong terakhir mengalami kerusakan paling serius. Selain banyak kaca yang pecah dan retak, badan KA juga mengalami lecet akibat ulah ratusan warga sekitar stasiun Solo Balapan.
Jakarta - Fraksi Partai Demokrat (FPD) tetap kritis dalam rapat dengan Menhub Freddy Numberi terkait kasus kecelakaan 2 kereta api di Jawa Tengah. Keberadaan Freddy dalam Dewan Pembina PD, bukan beban psikologis bagi mereka.
"Nggaklah. Sebagai the ruling party, kami sangat memperhatikan kasus itu. Tentu selalu ada komunikasi dan check and balances," kata Ketua Fraksi PD, M Jafar Hafsah, kepada detikcom, Minggu (3/10/2010).
Menurutnya ada sejumlah materi penting terkait transportasi menjadi sorotan FPD di Komisi V DPR dalam rapat yang dijadwalkan pada Senin (4/10/2010). Di antaranya adalah meminta pemerintah lebih memberi perhatian terhadap kondisi infrastruktur dan sistem kerja demi menghindarkan human error.
"Tidak cuma untuk kereta api, tapi juga kapal, pesawat terbang dan moda lain transpotasi darat. Baik itu yang dikelola BUMN maupun swasta," imbuh Jafar.
Pria kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, itu mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada anggota dari fraksi lain yang memunculkan desakan agar Freddy mengundurkan diri sebagai Menhub. Terhadap kemungkinan tersebut, Jafar menegaskan bahwa yang jadi prioritas adalah tanggung jawab terhadap kasus yang memakan 36 korban jiwa itu.
"Mengundurkan diri atau bagaimana, itu bukan kapasitas kita. Justu yang paling penting adalah tanggung jawab agar kecelakaan tidak terulang," ujar Jafar.
Pemalang - Kecelakaan KA yang masih kerap terjadi mendorong DPR membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian. Sebab kereta api adalah moda transportasi massal primadona masyarakat.
"Untuk menangani masalah ini, DPR akan membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian. Nantinya bisa diketahui siapa yang paling bertanggung jawab dengan adanya kejadian seperti ini," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Yoseph Umar Hadi.
Hal itu disampaikan Yoseph saat melihat lokasi kecelakaan KA Senja Utama yang ditubruk KA Argo Anggrek di Stasiun Petarukan, Pemalang, bersama rombongan anggota Komisi V DPR.
"Akan membuat surat rekomendasi yang akan diberikan langsung kepada Presiden dalam bentuk yang pertama, melaksanakan UU, dan yang kedua pemisahan regulator dan operator. Juga melakukan pembaharuan manajemen perkeretaapian," tambah Yoseph.
Menurut dia, peristiwa-peristiwa semacam itu harus mendapat perhatian serius. Hal ini penting agar tidak terjadi peristiwa serupa di masa mendatang.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR yang turut dalam rombongan tersebut, Epiyardi Asda mendesak Dirut PT KAI untuk dicopot dari jabatannya. Menurut dia, langkah tersebut perlu dilakukan untuk memberikan efek jera sehingga kejadian seperti itu tidak terulang kembali.
"Karena berdasarkan temuan-temuan di lapangan, 98 persen kejadian ini dikarenakan human error atau kesalahan manusia," kata Epiyardi.
Selain meninjau lokasi kecelakaan, Komisi V DPR juga meminta keterangan dari Kepala Stasiun Petarukan dan anggota KNKT yang tengah menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi. Di saat yang hampir bersamaan, di Solo KA Bima menyeruduk KA Gaya Baru.
=================================
Pemalang - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan yang melibatkan KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang, Jawa Tengah. Untuk mengkroscek informasi, KNKT meminta keterangan masinis Argo Anggrek, M Halik Rusianto.
Untuk mendapatkan keterangan dari Halik, anggota KNKT pun menyambangi ruang tahanan Mapolres Pemalang. Maklum, sejak Sabtu 2 Oktober kemarin, Halik telah diamankan pihak kepolisian.
"Kami meminta keterangan ini dengan tujuan untuk mencocokkan fakta di lapangan, di TKP, dan pengakuan dari masinisnya," ujar anggota KNKT, Kartomo, di Mapolres Pemalang, Jl Jenderal Sudirman, Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (3/10/2010).
Kartomo datang bersama kuasa hukum Halik, Tugiman, dan beberapa kerabat Halik. Rombongan tersebut datang ke Mapolres Pemalang sekitar pukul 09.20 WIB.
"Jika temuan nanti benar-benar karena kesalahan faktor manusia maka KNKT akan menyerahkan kepada kepolisian," imbuh Kartomo yang mengenakan kemeja kotak-kotak dan topi KNKT.
Selain mengumpulkan data di TKP, KNKT juga meminta keterangan asisten masinis, H Jiono. Keterangan-keterangan ini akan dikumpulkan sehingga didapat data yang komprehensif.
Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi.
Pemalang - KA Argo Anggrek yang menubruk KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, menewaskan 36 orang. Masinis KA Argo Anggrek pun diperiksa.
Masinis KA Argo Anggrek, M Halik Rusianto, diamankan Polres Pemalang pada Sabtu 2 Oktober kemarin. Setelah menjalani pemeriksaan, dia ditetapkan sebagai tersangka.
"Kemarin klien saya diperiksa sejak pukul 21.00 WIB hingga sekitar 00.00 WIB, lalu ditetapkan tersangka," kata kuasa hukum M Halik Rusianto, Tugiman.
Hal itu disampaikan Tugiman saat menjenguk kliennya di tahanan Mapolres Pemalang, Jl Jenderal Sudirman, Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (3/10/2010).
"Dengan tuduhan pasal 359 dan pasal 360 KUHP juncto pasal 361 KUHP. Status itu diberikan semalam dan kami akan memohon penangguhan penahanan," sambung Tugiman.
Pasal yang digunakan untuk menjerat Halik adalah tentang kealpaan yang dapat mengakibatkan orang lain meninggal atau luka berat. Jeratan lainnya adalah terkait dengan kejahatan yang dilakukan adalah dalam menjalankan suatu jabatan atau pekerjaan. Berdasar KUHP, ancaman hukuman akibat kelalaian yang dilakukan adalah pidana penjara paling lama 5 tahun. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataannya terkait status M Halik.
Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi.
=================================


Pemalang - Bangkai KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, akhirnya berhasil dipindahkan oleh petugas. Kini rel ganda tersebut sudah bersih dan bisa dilalui kembali oleh kereta api.
"Tadi sekitar pukul 05.30 WIB dipindahinnya," ujar salah satu pekerja, Hadi saat ditemui di lokasi, Minggu (3/10/2010).
Pantauan detikcom, pukul 09.00 WIB, belasan petugas dari PT KAI masih terus melakukan perbaikan-perbaikan kecil pada rel. Mulai dari penguatan baut-baut serta penambahan batu-batuan di sekitar rel.
Police line yang sebelumnya terpasang di sekitar kawasan ini juga sudah tidak ada lagi. Namun warga serta polisi masih tampak terlihat di sekitar lokasi kejadian.
KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dari jumlah tersebut 27 orang sudah dapat diidentifikasi.
================================
Jakarta - Polisi masih terus memeriksa masinis KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama terkait kecelakaan yang menewaskan 36 orang. Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) juga akan memeriksa masinis dua kereta tersebut.
"Tentu saja, karena itu bagian yang harus diinvestigasi," terang Ketua KNKT, Tatang Kurniadi kepada detikcom, Minggu (3/10/2010).
Tatang menjelaskan, pihaknya juga akan mengecek mulai dari perangkat sinyal kereta, kelengkapan yang ada di kereta itu sendiri serta petugas di lapangan. Selain itu, soal umur peralatan yang ada, akan juga jadi bahan penyelidikan KNKT.
Hanya saja, Tatang masih enggan soal dugaan kuat penyebab kecelakaan. Tatang beralasan, proses penyelidikan hingga saat ini masih berlangsung.
Tim dari KNKT hingga saat ini masih berada di lokasi kejadian untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
==================================


Jakarta - Dirut PT Kereta Api Indonesia diminta berbesar hati untuk mundur pasca kecelakaan KA di Pemalang. Sudah terlalu banyak kecelakaan yang terjadi pada alat transportasi massal ini.
"Pemerintah harus ambil tindakan tegas terhadap direksi PT KAI, kita harus minta Dirut PT KAI untuk mundur," kata anggota Komisi V, Epiyardi Asda saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Epiyardi berharap agar Kementerian BUMN untuk cepat bertindak. Dengan respon yang cepat, Epiyardi memastikan, akan timbul efek jera bagi para pemangku jabatan yang tidak becus dalam bekerja.
Selain jajaran PT KAI, Dirjen Perkeretaapian juga diminta ikut bertanggung jawab dalam kejadian ini. Epiyardi menilai, selama ini tidak ada peningkatan kinerja yang baik soal kereta api.
Wakil Sekretaris Fraksi PPP ini meminta agar seluruh pihak tidak sembarangan menimpakan kesalahan kepada masinis saja. Jika hanya persoalan human error, peristiwa ini seharusnya bisa ditanggulangi.
"Kalau tahu human error, kenapa tidak ada pengecekan SDM yang ketat sebelum berangkat dari dulu, jika masinis tidak siap, untuk apa diberangkatkan," imbuhnya.
Pihaknya, lanjut Epiyardi, memastikan akan mencecar jajaran Kementerian Perhubungan, dalam rapat Senin (4/10) besok. Kementerian harus dapat menjelaskan langkah-langkah apa saja yang sudah diambil untuk menangani masalah ini
====================================
Pagi ini, Komisi V Kunjungi Lokasi Tabrakan Kereta

Jakarta - 36 Nyawa melayang akibat tabrakan Kereta Api (KA) Argo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang. Beberapa anggota Komisi V DPR RI pun akan segera berangkat ke Pemalang untuk meninjau langsung lokasi kejadian.
"Ada beberapa anggota yang nanti akan ke lapangan, bisa 5-6 orang," kata anggota Komisi V, Epiyardi Asda saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010) malam.
Wakil Sekretaris Fraksi PPP ini menjelaskan, kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi terkini dari para korban kecelakaan kereta. Hasil kunjungan nantinya akan menjadi bahan perbincangan anggota Dewan saat rapat dengan jajaran Kementerian Perhubungan, Senin (4/10) besok.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.

::: Sumber Detik.Com:::