SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

KA Argo Anggrek Anjlok di Batang

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 29 Juli 2010 0 komentar

Semarang - Kereta Eksekutif Argo Anggrek jurusan Surabaya-Jakarta anjlok di Batang, Jawa Tengah. Tak ada kerusakan parah, apalagi korban. Saat ini, insiden itu masih ditangani PT KAI.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, Kamis (29/7/2010). Lokasi tepat peristiwa itu yakni KM 51+ 2/3 dekat Pelabuhan Krengseng, Gringsing, Batang. Dua as kereta dilaporkan keluar dari rel.

"Ini masih didatangkan bantuan dari Pekalongan dan Semarang untuk mengangkat kereta ke jalurnya," kata Humas PT KAI Daops IV Semarang, Sapto Hartoyo saat dihubungi melalui ponselnya.

Sapto mengaku belum tahu penyebab keluarnya as kereta. Namun ia memastikan sudah ada tim PT KAI yang bergerak ke lokasi. Selain membantu pengangkatan kereta, tim juga meneliti sebab-sebab anjloknya kereta.

"Kami juga belum tahu butuh berapa lama untuk mengangkat kereta. Yang jelas, saat ini kami berusaha mengatasi masalah tersebut. Semoga bisa cepat sehingga tak mengganggu arus kereta," jelasnya.

Sapto menambahkan, penumpang masih berada di kereta. Sejauh ini, belum ada rencana memindahkan penumpang ke moda transportasi lain.

::: Link News:::

Antisipasi Masa Lebaran, PT KA Tambah 17 Kereta

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 28 Juli 2010 0 komentar

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dalam rangka antisipasi membludaknya penumpang pada masa Lebaran, PT Kereta Api (Persero) menyiapkan 17 kereta tambahan atau 34 perjalanan kereta tambahan untuk perjalanan dari dan ke Jakarta.

"Kami siapkan 10 kereta ekonomi tambahan atau 20 perjalanan dan 7 kereta komersail (bisnis dan eksekutif) atau 14 perjalanan dari dan ke Jakarta," ujar Kepala Humas PT KA Pusat, Sugeng Priono, saat dihubungi Tempo, Selasa (27/7).

Menurut Sugeng dalam kondisi normal jumlah kereta reguler dari dan ke Jakarta adalah 198 perjalanan sehingga dengan penambahan 34 perjalanan itu menjadi 232 perjalanan kereta.

Pihak PT KA memprediksi jumlah penumpang kereta api tahun ini akan meningkat dibanding tahun lalu. "Kami prediksi peningkatan sebesar 1,7 persen dibanding tahun lalu," kata Sugeng.

Tahun lalu jumlah penumpang pada masa Lebaran mencapai 2,610 juta sehingga dengan prediksi penambahan 1,7 persen penumpang diperkirakan akan menjadi 2,655 juta. "Diprediksi puncak arus mudik adalah pada H-2 Lebaran, sedangkan puncak arus balik adalah pada H+7 Lebaran," katanya.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan memperlancar perjalanan, PT KA telah melakukan sejumlah langkah perbaikan rel kereta. "Kami lakukan operasi AMUS (alat material untuk siaga) dengan menambah material memperkuat rel kereta di sejumlah titik rawan longsor dan banjir," ujarnya. Selain itu di sejumlah stasiun juga telah dipersiapkan lokomotif derek.

Suara Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Penjelasan KA Argo Parahyangan Terlambat untuk Saudara Agustinus

Jakarta - Yth Saudara Agustinus di Cimahi. Menanggapi Suara Pembaca yang Saudara sampaikan di media ini, Selasa, 20/07/2010 dengan judul "Berangkat Jam 04:00 Hingga 9:00 Argo Parahyangan Belum Sampai Jatinegara", kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian keterlambatan yang Saudara alami ketika menggunakan KA Argo Parahyangan pemberangkatan Bandung pk 04:00 tanggal 19 Juli 2010.

Setelah Kami melakukan konfirmasi dengan berbagai unit terkait, perlu kiranya Kami informasikan bahwa berdasarkan data dari Pusat Kendali Operasi Daop 2 Bandung, KA 7065 (KA Argo Parahyangan berangkat pk 04:00) berangkat tepat dari Stasiun Bandung.

Lepas Cikampek memang mengalami keterlambatan 1 menit. Namun, setelah Cikampek, perjalanan KA mulai tersendat karena ada KRL Ekonomi yang mengalami gangguan di kilometer antara Stasiun Cakung - Stasiun Klender mulai pk 06:15 sampai dengan pk 07:00 WIB.

Dengan adanya peristiwa ini, mengakibatkan antrian kereta-kereta dari arah timur termasuk KA dari Bandung yaitu KA Argo Parahyangan.

Demikian disampaikan, atas peristiwa yang Saudara alami, sekali lagi Kami mohon maaf dan tidak lupa mengucapkan atas kritik dan sarannya sehingga menjadi bahan evaluasi berharga untuk terus meningkatkan pelayanan Kami kepada masyarakat pengguna kereta api.

Kahumas PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung
Bambang S Prayitno

Suara Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 26 Juli 2010 0 komentar

Kereta Api yang Selalu Terlambat

Jakarta - Akhir pekan lalu saya ada acara di Surabaya. Karena mendadak akhirnya saya memilih menggunakan jasa kereta Api. Jumat, 16 Juli 2010 saya berangkat menggunakan Argo Bromo Anggrek. Seharusnya berangkat pukul 21.30 tetapi baru berangkat pukul 21.40. Sepanjang perjalanan kereta banyak berhenti. Padahal kelas Argo.

Tiba di Cirebon mengalami keterlambatan dan tentunya tiba di kota-kota lainnya pun terlambat. Tiba di Surabaya, 17 Juli 2010 pukul 10.30 seharusnya pukul 07.30. Mengalami keterlambatan hingga 3 jam. Akhirnya acara saya pun molor.

Minggu, 18 Juli 2010 saya pulang menggunakan Sembrani. Kereta ekspres di bawahnya Argo. Berangkat tepat waktu pukul 18.30. Akan tetapi sama mengalami keterlambatan. Sepanjang perjalanan setelah lewat Semarang kereta sering berhenti. Apalagi setelah lewat Cikampek. Sering berhenti dalam waktu yang cukup lama.

Tiba di Gambir, 19 Juli 2010 pukul 08.00 yang seharusnya pukul 05.25. Mengalami keterlambatan hingga 2,5 jam. Akhirnya saya terlambat masuk kantor.

Selain itu beberapa fasilitas dalam kereta tersebut banyak yang sudah rusak. Misalnya pada tempat duduk dan toilet. Itu berarti informasi yang saya baca di website kereta-api.co.id tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

Saya membaca informasi seputar kereta Argo Bromo Anggrek dan Sembrani, seperti dimuat di situs tersebut, akan tetapi pada kenyataannya berbeda. Misalnya Sembrani yang katanya mempunyai rangkaian baru, tapi ternyata beberapa fasilitasnya sudah rusak.

Beginikah pelayanan dan kinerja PT Kereta Api? Dan, yang sudah menjadi rahasia umum adalah, banyaknya penumpang yang membayar "di atas". Saya sangat menyesalkan pihak PT KA yang tidak menindak tegas para oknum Kondektur yang tidak memberlakukan denda tiket dua kali lipat bagi penumpang yang tidak memiliki tiket.

Itu terbukti dari banyaknya penumpang yang mengambil tempat di gerbong kereta makan atau di dekat pintu/ toilet. Bukankah kereta argo/ eksekutif tidak menjual tiket berdiri? Lalu mengapa banyak penumpang 'gelap' seperti itu? Ke mana larinya uang dari para penumpang 'gelap' tersebut?

Dudung KS
Radio Dalam Jakarta Selatan
dudung@kotasantri.net
02191344506


Jakarta - Kondisi kemacetan di ibukota DKI Jakarta semakin parah, pemerintah pun terus mencari jalan keluar. Opsi pembangunan monorel dan kereta api dari Bandara Soekarno-Hatta ke Manggarai kembali muncul.

"Kita ingin mempercepat hal yang terkait dengan katakanlah kereta api dari Soekarno-Hatta ke Manggarai," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditanya mengenai solusi kemacetan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/7/2010).

Hatta menyatakan, sampai saat ini opsi tersebut memang pelaksanaannya macet. Alasannya adalah karena terkendala masalah pembebasan lahan.

"Minggu depan kita minta paparan dari kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) tentang draf pengadaan lahan untuk kepentingan publik, kita harapkan dalam tahun ini sudah masuk ke dewan (DPR) untuk dibahas bersama-sama dewan. Syukur-syukur kalau tahun ini selesai," ujarnya.

Untuk monorel yang sampai saat ini tersendat, Hatta berharap ada kelanjutan antara Pemprov DKI dengan Adhi Karya

:::: News Link :::

Suara Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 19 Juli 2010 0 komentar

"PT. KAI MELALUI CIREX DAN ARGO JATI - CARI UNTUNG, MENJEBAK ATAU SERVICE"

Assalamu'alaikum.wr.wb.

Para penumpang Cirex dan Argo Jati yang setia, dari cerita dibangku Cirex selama beberapa minggu ini menunjukkan beberapa pengalaman yang perlu kita bahas dan setidaknya dapat dijadikan dasar kebijakan Direksi PT. KAI kalau mau dengar suara hati para pecinta Cirex dan Argo Jati.

Sejak Cirex memutar rodanya sampai Station Tegal maka jumlah penumpang mengalami lonjakan yang cukup significan sehingga sangat wajar bila tingkat keuntungan yang diperoleh PT. KAI melalui Cirex ini juga meningkat drastis dan semakin memacu nafsu untuk semakin banyak meraih untung.

Semangat PT. KAI untuk meningkatkan ketertiban penumpang juga harus semakin ketat karena dengan sejak Cirex melayani penumpang dari/ke Brebes dan Tegal semakin banyak juga penumpang yang mencoba untuk bayar diatas kereta untuk mencapai tujuan dengan selamat dan irit tanpa memikirkan bahwa Kereta itu bukan milik pribadi, perlu bahan bakar dan perawatan.

Kalau mau jujur semangat para oknum yang mau menerima pembayaran diatas kereta tanpa mengeluarkan tiket atau resi pengganti tiket juga semakin meningkat karena ada harapan menambah belanja untuk bekal ke Neraka dengan lancar dan aman. PT. KAI dan oknum sama-sama punya semangat.

Pemeriksaan Serempak (PS) untuk merazia penumpang tanpa tiket begitu gencar dan sebagai penumpang yang lebih senang punya tiket sangat salut walaupun dibalik kesalutan kami sungguh menyiratkan beberapa kesan yang tidak elegant (tidak profesional) mengapa... yuk kita simak.

Tiket habis :

Alasan tiket habis 1 (satu) jam sebelum kereta berangkat dari stasiun pemberangkatan maupun loket Jatinegara dan Jatibarang menimbulkan keheranan para penumpang yang berniat baik beli tiket dengan baik-baik, karena pada kenyataannya sebagian penumpang masih boleh bayar tiket disaat dalam kereta dan perjalanan saat pemeriksaan harga 100% tapi sering juga kereta berhenti cukup lama di Cikampek untuk memberi kesempatan penumpang membeli tiket (harga tiket.....???) - Belakangan ini sebagian penumpang kena tarif 200% bila bayar dalam perjalanan (tanpa nomor kursi)

Dampak bagi penumpang : Penumpang menjadi bingung dengan cara pemungutan dan harga tiket yang tidak konsisten. Kalau belum pegang tiket harus bagaimana...? mau baik saja begitu susahnya dan yang lebih menyakitkan kami merasa di jebak sebagai lahan penyumbang keuntungan PT. KAI melalui Cirex

Kereta terlambat berangkat dan tiba :

Hampir disetiap akhir pekan dan awal pekan pemberangkatan dari Stasiun Gambir 99,98% terlambat (sejak Juli tahun 2003 s/d sekarang Juli tahun 2010 sebagai penumpang akhir pekan sempat mengalami berangkat tepat waktu lebih kurang 3 kali - tolong di cek realitanya)

Dampak bagi penumpang : tidak ada kepastian berangkat dan sampai tujuan, apalagi yang punya janji di tempat tujuan baik itu keluarga (penjemput), relasi dan pihak yang berkepentingan lainnya. Hal ini sangat mengganggu kredibilitas penumpang Cirex baik dalam keluarga maupun dikancah bisnis - secara psikologis sangat membuat nyaman penumpang Cirex, secara finansiil tarif angkutan terusan ke rumah jadi mahal.

Tarif Tiket paling mahal :

Sebenarnya kami sadar bahwa tiket Cirex bila dihitung dari jarak dan waktu tempuh menjadi tarif tiket termahal dibandingkan dengan tarif tiket kereta manapun yang dimiliki PT. KAI diseluruh Indonesia.

Dampak bagi penumpang : Dari sisi keuangan para penumpang selalu merindukan angkutan alternatif yang memungkinkan tarifnya lebih realistis walaupun sampai saat ini penumpang masih memadati bordes, (Tidak perlu heran dalam waktu yang tidak lama nasib Cirex akan sama dengan Parahyangan dan Argo Gede)

Pelayanan (services) sangat mengecewakan :

Beberapa infra struktur dan sarana kereta ada perbaikan kami sadari itu, tetapi dengan berjubelnya penumpang pada kereta berkelas Eksekutif dan Bisnis ini sangat tidak nyaman dirasakan karena sebagus apapun sarana kereta (walaupun sampai dengan detik ini sarana Cirex belum pernah bagus) apabila mau ke toilet saja mesti melewati orang dalam segala posisi di lorong maupun di bordes, mau santai menyandarkan tangan harus berebut dengan pantat orang, mau makan/minum harus berjuang agar tidak bersentuhan dengan penumpang lain atau cari kesempatan berbagi tempat makanan yang nempel di dinding kereta yang begitu cupet, mau minum rokok bagi perokok jadi serba salah karena tidak tersedia asbak dan harus mengotori lantai yang disitu sudah ada kaki atau barang penumpang lain, rasa gerah ketika kereta berhenti karena kipas angin mati dan belum dikubur (bisnis) dll. pokoknya kenyamanan nyaris belum dapat dirasakan oleh para penumpang yang tergolong normal.

Dampak bagi penumpang : Dengan kenyamanan yang serba dipaksakan karena kepingan segera kumpul dengan keluarga atau urusan bisnis maka penumpang selalu mencari-cari kekurangan lain PT. KAI bahkan lebih banyak obrolan penumpang lebih banyak sekitar keluhan, kejenuhan dalam menunggu kenyamanan di Cirex adalah "bom waktu" yang setiap saat bisa meledak tanpa pemberitahuan, andai itu terjadi tentunya akan merugikan kedua belah pihak karena penumpang akan sangat terganggu dan PT. KAI harus siap dana cadangan untuk memperbaiki infrastruktur dan sarana kereta belum lagi dari sisi keamanan jiwa dan raga.

Alternatif Solusi :

Skala Prioritas :

1. Tetapkan tujuan pelayanan jasa perjalanan ini ( tulis dengan tegas "Kereta kami insya Allah sampai di tempat tujuan","Kereta kami yang penting sampai tujuan","Jadual kereta yang tertera pada tiket Anda hanya formalitas","Tarif tiket ini akan menunjang peningkatan keuntungan yang kami raih", "Para penumpang harap bersabar dan tabah selama waktu menunggu dan selama dalam perjalanan","Kami yakin Anda akan merasa nyaman bergabung dengan Cirex dan Argojati","Cirex dan Argojati ukuran kebanggaan Bangsa Indonesia") tulis yang dianggap paling tepat dan dapat dilaksanakan secara konsisten.

2. Dalam mengatur penumpang dalam kereta tegaskan pula melalui komitmen yang tegas, jelas dan implementatif, misal : "Para penumpang harus selalu siap berbagi tempat di dalam kereta bertarif (bukan bertaraf) Eksekutif dan Bisnis ini karena kami tidak akan membatasi jumlah penumpang","Para penumpang diharap mempersiapkan mental apabila tidak menemukan kenyamanan di kereta kami","Mohon pengertian kepada calon penumpang Cirex untuk segera mencari jasa angkutan alternatif apabila tiket kami telah habis di loket, karena kami mengutamakan kenyamanan perjalanan Anda","Apabila tiket Anda tidak disertai nomor kursi, mohon tidak diterima","Agar segera menghubungi nomor ini 021 0231 0813 xxxx apabila Anda merasa tidak nyaman".

3. Tentukan besaran tarif tiket selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum tarif diberlakukan untuk menghindari adanya perbedaan harga di loket pelayanan manapun demikian juga apabila ada perubahan tarif sesuai kebijakan pemerintah sehingga calon penumpang dapat mempersiapkan anggaran yang tepat, muatlah di media harian Radar Cirebon - mintalah tarif khusus. Terakan : "Apabila terjadi perbedaan tarif pada tiket Anda segera laporkan ke no. 021 0231 0815 xxxx segera kami tindaklanjuti"

4. Pastikan lebih banyak tepat waktu di awal perjalanan atau tempat tujuan dengan komitmen yang tegas "Bilamana dalam bulan yang sama Anda mengalami 2 (dua) kali keterlambatan berangkat maupun sampai tujuan maka 2 (dua) tiket pada hari keterlambatan, harga tarif tiket Anda akan kami kembalikan 25%, hanya dapat ditukar bersamaan pada loket khusus yang kami sediakan pada jam 08.00 - 14.00 pada hari Senin - Sabtu"

5. Apabila ada PS (Pemeriksaan Serempak) dalam rangka penertiban (razia) kepemilikan tiket jangan mengganggu jadual pemberangkatan maupun jadual sampai tujuan, selesaikanlah di kereta dan petugas turun di stasiun pemberhentian reguler kedua atau ketiga sesuaikan dengan tingkat kesulitannya, silahakan tulis besar-besar didinding bagian dalam kereta Cirex "Terima kasih Anda telah menyediakan waktu kepada kami untuk melayanai Anda".

Hal-hal lain dapat dilakukan improvement bukan dalam skala prioritas, seperti kepastian semua aliran listrik dikereta bagus dan benda elektronis dapat dioperasikan dengan baik, penyediaan asbak pada bangku kereta Bisnis dan beberapa sarana non standar lainnya.

Demikian kami sampaikan, semoga telah dibaca dengan baik dan bermanfaat untuk kita semua. Selanjutnya bilamana perlu dapat diteruskan sebagai surat pengadua kepada PT. KAI.

Wassalammu'alaikum.wr.wb.

Pramono Edi

Ketua Paguyuban CIREX

Penumpang KA Argojati Mengamuk di Stasiun Cikampek

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 11 Juli 2010 0 komentar

Cirebon - Puluhan penumpang Kereta Api Argojati jurusan Jakarta-Cirebon mengamuk di Stasiun Cikampek, Jawa Barat. Mereka mengamuk saat terjaring razia penumpang tanpa tiket, padahal mereka sudah membeli tiket dari seorang oknum pegawai PT KAI di Stasiun Gambir.

"Tiket di loket stasiun sudah habis, kebetulan ada petugas yang menawarkan tiket di atas dengan harga normal. Tapi kita malah ditangkap karena dikira tidak bayar," ujar Dwi, salah seorang penumpang yang mengamuk di Stasiun Cikampek, Jumat (09/07/2010).

Selain itu, para penumpang marah karena dibentak oleh petugas dan diseret untuk turun dari gerbong KA Argojati karena tiket mereka tidak diakui. Sehingga banyak barang bawaan mereka yang terpaksa tertinggal di atas gerbong KA.

"Kami terpaksa melakukan ini untuk menertibkan penumpang KA Argojati terutama pada hari Jumat," ujar Romli, Kondektur KA Argojati yang ditemui detikcom.

Pihak PT KAI terpaksa menurunkan ratusan penumpang KA Argojati yang tidak memiliki tiket. Mereka yang akan melanjutkan perjalanannya dihukum dengan membeli tiket dengan harga 2 kali lipat dari harga normal.

:::: News Link :::

Jakarta - Kedatangan sejumlah Kereta Api (KA) penumpang di Jakarta terlambat sekitar 30 menit hingga 1 jam. Hal itu diakibatkan oleh patahnya rel di dekat Stasiun Kranji, Bekasi, atau tepatnya di Km 24.500.

"Perjalanan KA terganggu karena ada rel yang patah di dekat stasiun Kranji yang diketahui pada pukul 16.50 WIB," kata Kahumas PT KA Daops I, Mateta, kepada detikcom, Minggu (11/7/2010).

Mateta mengatakan, rel yang patah itu berada di jalur yang mengarah ke Jakarta. Sampai saat ini, belum diketahui penyebab pasti rusaknya rel tersebut.

"Saya tidak mau menduga-duga sebabnya apa. Ada banyak kemungkinan. Bisa jadi akibat cuaca panas atau yang lain," ujarnya.

Selama menunggu perbaikan, lanjut dia, perjalanan KA yang melintas di Kranji dialihkan menjadi satu jalur. Tak pelak, hal itu menyebabkan antraen KA dari dan ke Jakarta karena harus bergantian melewati satu track.

"Operasional KA tetap jalan. Hanya karena ada pengalihan jalur, maka terjadi keterlambatan. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB tadi, keadaan sudah kembali normal," ungkap Mateta.

Salah satu KA yang mengalami keterlambatan adalah KA eksekutif-bisnis Argo Parahyangan. Seorang penumpangnya, Anggia, menuturkan, KA yang ditumpanginya harus tertahan cukup lama di Stasiun Bekasi.

Anggia menambahkan, Argo Parahyangan berangkat pada pukul 14.30 WIB dari Bandung dan seharusnya telah tiba di Jakarta pada pukul 17.30 WIB. Namun, akibat kejadian itu, KA tersebut terlambat masuk Jakarta.

"Tadi beberapa penumpang yang nggak sabar, turun dari kereta dan naik ojek," ucap Anggia .

::: News Link :::



02 April 2010 | 21:38 wib | Nasional

Tak Miliki Tiket Ratusan Penumpang KA Diturunkan Paksa

Cirebon, CyberNews. Ratusan penumpang kereta api yang tidak memiliki tiket diturunkan petugas secara paksa di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, dalam satu razia di KA jurusan Jakarta-Cirebon.

"Kerugian yang terus dialami oleh PT KAI salah satunya akibat penumpang liar yang tidak memiliki tiket. Padahal mereka menggunakan KA bisnis bahkan ada di kelas eksekutif," kata Rudi Effendi, Humas DAOP III Cirebon kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/4).

"Dalam mengantisipasi penumpang gelap itu, Kamis (1/4) sore hingga malam, PT KA kembali melakukan pemeriksaan serentak secara gabungan dengan POM TNI AD, AL, dan AU," katanya.

Dia menjelaskan, pemeriksaan serentak akan terus berlanjut hingga semua pelanggan menyadarinya untuk membeli tiket. Bagi mereka yang tetap melanggar terpaksa diberi sanksi sesuai dengan aturan yaitu menbeli tiket dua kali lipat untuk KA bisnis dan eksekutif, sedangkan tarif ekonomi lima kali lipat.

"Pemeriksaan serentak yang digelar bersama pihak TNI telah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan? Dalam lima kali terakhir penghasilan PT KAI bertambah sekitar Rp350 juta," katanya.

Selain di Stasiun Jatinegara, petugas kembali memeriksa penumpang di Cikampek, Jabar, dan hasilnya pun cukup memuaskan, karena banyak penumpang yang terjaring sehingga mereka terpaksa membeli tiket.

Sementara itu salah seorang pelanggan KA mengaku pemeriksaan serentak yang dilakukan PT KAI serta gabungan TNI perlu mendapat dukungan serius dari semua pihak. Dia menambahkan, penumpang gelap tanpa tiket sangat merugikan semua pihak baik PT KAI juga pelanggan yang membeli tiket resmi.

"Mereka perlu dibasmi hingga tuntas, terlalu mudah naik tanpa tiket, sedangkan saya untuk mendapatkan tiket harus rela berjam-jam antre di loket," katanya.


::: News Link ::


BEKASI UTARA – Memasuki pekan kedua liburan sekolah, Stasiun Bekasi kebanjiran penumpang kereta dengan tujuan berbagai kota. Pemandangan tersebut terlihat sejak pagi hingga menjelang malam. Bahkan, para penumpang nekat duduk di atas gerbong karena kehabisan tiket.

Pantauan Radar Bekasi di Stasiun yang berada di Jalan Ir Juanda tersebut terlihat dari ribuan calon penumpang yang harus berebut untuk bisa memasuki gerbong kereta api, seperti kereta api Brantas dengan tujuan Kediri di sesaki para penumpang.

Jumlah calon penumpang tertinggi adalah kereta api kelas ekonomi Brantas, jurusan Kediri-Jakarta Tanah Abang. Demikian juga dengan tiket kereta api kelas bisnis dan eksekutif, seperti Bangunkarta jurusan Jombang dan Bima jurusan Surabaya, Jogja telah habis sejak pukul 10.00 WIB.

Penuturan calon penumpang, Sugiman (38) mengaku nekat duduk di atas gerbang karena sudah kehabisan tiket kereta api jurusan Kediri. “Saya kehabisan tiket, makanya saya duduk di atas gerbong,” katanya dengan nada enteng sambil berpegangan ke besi gerbong.

Hal yang sama diungkapkan Sri Yuli Astuti (28). DIa mengaku sudah menunggu kereta sejak pagi buta untuk mendapatkan sebuah tiket kereta jurusan jogja itu. “Kalau tidak datang pagi-pagi pasti tidak kedapatan tiket,” aku ibu dua orang anak ini yang mengaku mau liburan ke Candi Borobudur

Portir Stasiun Besar Bekasi Dede Triyanto saat ditemui Radar Bekasi yang sedang menertibkan para penumpang yang nekat duduk di atas gerbong mengaku kondisi demikian sudah terjadi sejak liburan sekolah dimulai dan diprediksi bakal membludak hingga minggu depan.

“Peningkatan tampak cukup signifikan, dibandingkan hari-hari sebelumnya. Khususnya pengguna KA kelas ekonomi, baik jurusan luar kota maupun arah yang menuju ke Surabaya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Bekasi Bekasi Eman Sulaeman mengatakan, peningkatan jumlah penumpang ini sudah kerap terjadi setiap liburan sekolah maupun liburan nasional, “Peningkatan memang terjadi hingga 20 persen dari hari biasanya,” katanya singkat.

::::: News LInk :::

Sabtu, 11 Juli 2009 | 15:58 WIB

TEMPO Interaktif, Cirebon - Seluruh tiket kereta api dari Cirebon tujuan Jakarta, untuk Minggu (12/7) sudah habis terjual. Karenanya PT KAI Daerah Operasi (Daop) III Cirebon menambah rangkaian untuk Minggu dan Senin pagi.

Hal tersebut diungkapkan Humas Daop III Cirebon, Rudi Effendi, Sabtu (11/7). "Untuk esok seluruh tiket keberangkatan ke Jakarta sudah habis terjual," katanya. Karenanya untuk mengantisipasi penumpang yang tidak terangkut menuju Jakarta pihaknya akan mengoperasikan kereta api tambahan yaitu pada pukul 19.30 WIB pada esok, Minggu (12/7). Sehingga esok 8 jadwal keberangkatan kereta api dari Cirebon menuju Jakarta dari semula hanya tujuh jadwal keberangkatan.

Selain itu, pada Senin paginya (13/7) mereka akan kembali mengoperasikan kereta api tambahan pada pukul 05.00 WIB. Dioperasikannya kereta tambahan pada Minggu dan Senin ini menurut Rudi dikarenakan esok diprediksi merupakan puncak arus balik menuju Jakarta. "Seiring dengan selesainya masa liburan, maka diprediksi esok merupakan puncak arusnya orang kembali ke Jakarta dari berlibur," katanya.

Sementara itu saat ditanyakan tingkat kenaikan penumpang, diakui Rudi jumlah penumpang mengalami kenaikan seiring dengan adanya libur panjang anak sekolah. "Tingkat kenaikannya mencapai sekitar 35 persen," katanya.

::: News Link :::


Arus Balik Liburan Sekolah Meningkat

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

JAKARTA (Pos Kota) – Arus balik liburan sekolah Sabtu (10/7) terlihat padat di Stasiun Gambir dan Senen, serta penumpang bus antarkota di Terminal Pulogadung, Kampung Rambutan, Tanjung Priok dan Kalideres. Calon penumpang dan pendatang dari daerah usai mengisi liburannya di Jakarta, memadati stasiun dan terminal bus antarkota.

Di sisi lain, warga ibu kota yang berlibur ke daerah, juga mulai berdatangan kembali.
“Kami habis liburan di Yogyakarta. Karena Senin mendatang sudah masuk sekolah, jadi hari ini kami kembali, Agar besok bisa istirahat,” kata Hermanto Setyo, warga Cempaka Putih yang baru sampai di Stasiun Gambir bersama dua anak dan istrinya.

Ia mengungkapkan, warga Jakarta yang berlibur di Yogya atau Solo, sudah mulai kembali sehingga kereta penuh penumpang. Sementara itu, calon penumpang yang akan berangkat dari Gambir maupun Stasiun Senen, juga meningkat. Mereka umumnya habis berlibur di Jakarta.

“Sudah ke Ancol, Monas dan Kebon Binatang. Jadi sudah banyak tempat didatangi, hari ini waktunya pulang untuk sekolah lagi. Kami pilih pulang hari ini, karena pulang Minggu takut tidak kebagian kereta,” ujar Suharto, bersama keluarganya menuju Purwokerto dari Stasiun Senen.

PULOGADUNG PADAT

Kepadatan calon penumpang menjelang akhir liburan sekolah juga tampak di Terminal Bus Antarkota Pulogadung dan Kampung Rambutan, Jaktim. Umumnya mereka akan pulang ke kampung halaman setelah mengisi liburan di ibukota.
“Jumlah calon penumpang memang meningkat dibanding hari-hari sebelumnya. Peningkatannya berkisar lima hingga 10 persen,” kata Muhamad Nur, Kepala Terminal Bus Pulogadung.

Jurusan yang dipadati calon penumpang itu antara lain rute ke Purwokerto, Pekalongan, Tegal, dan Solo. Jarak pendek jurusan Cirebon dan Kuningan. “Penumpang dijamin tidak ada yang keleleran. Semuanya pasti terangkut,” jelasnya.
Penumpang dari Jawa Tengah dan Timur diperkirakan akan membanjiri terminal pada Minggu dinihari atau subuh, karena liburan anak sekolah sudah berakir.

Kepadatan penumpang juga terlihat di Terminal Bus Kampung Rambutan. Mereka akan menuju Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya, Garut, dan Sumedang. Padatnya calon penumpang membuat ruas di Jl. TB Simatupang, depan terminal tersendat.

PENUMPANG MENINGKAT

Kondisi yang sama terjadi di Terminal Tanjung Priok, Jakut. Jumlah penumpang meningkat hingga 40 persen. Kamis lalu yang datang 900 penumpang, namun Jumat, Sabtu penumpang mencapai 1.300 orang. ”Penumpang yang pulang kampung juga banyak, sehari 3.700 orang, dalam dua hari ini,” kata Hilmansyah, Komandan Regu 2 Terminal Tanjung Priok.

Sementara di Terminal Kalideres, Jakbar, peningkatan penumpang mencapai 10 persen. Hari biasa bus yang diberangkat sekitar 385 armada mengangkut 4.700 orang. Tapi puncak akhir liburan sekolah, bus yang diberangkatkan sampai Sabtu (10/7) sore mencapai 440 armada dengan 5.747 penumpang.

“Bus itu tujuan Sumatera, mulai dari Bandar Lampung hingga Banda Aceh serta bus tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelas Drs.hengky Sitorus, Kepala Terminal Bus Kalideres.


::; News Link :::

JAKARTA - Libur panjang sekolah sudah akan berakhir pada esok hari. Sejumlah wisatawan asal Ibukota pun sudah banyak yang berjejal antre di sejumlah moda transportasi tak terkecuali kereta api.

Khusus di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, para penumpang mayoritas berasal dari Cirebon dan Bandung. "Mayoritas dari Cirebon dan Bandung," kata Wakil Kepala Stasiun Gambir. Mohamad Basir saat ditemui okezone, Minggu (11/7/2010).

Saat ini tiket di Stasiun Gambir sudah habis terjual sekira 5.248 tiket untuk penumpang asal Cirebon dan Bandung.

Basir mengatakan, dalam musim liburan sekolah tahun ini jumlah penumpang kereta melonjak sekira 30 persen. PT KA pun diprediksi akan mengalami pendapatan meningkat karena ada kenaikan harga tiket selama musim liburan sekolah ini.

Selain via Stasiun Gambir para wisatawan lokal untuk mengisi liburan sekolah yang akan berakhir esok pagi, juga memadati sejumlah ruas jalan seperti Tol menuju Puncak dan Cipularang

::: News Link :::

Menjelang berakhirnya masa liburan sekolah, seluruh tiket kereta api jurusan Jakarta di Stasiun Cirebon telah habis terjual hingga tanggal 11 Juli. Penumpang yang akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta api, terpaksa membeli tiket berdiri. (09/07)

Tiket kereta api Cirebon Ekspress dan Argo Djati yang melayani Cirebon-Stasiun Gambir sejak Jumat siang (09/07) telah habis terjual. Para penumpang yang akan berangkat ke Jakarta untuk keberangkatan pada 11 Juli nanti telah membeli tiket sejak kamis (08/07) di reservasi tiket Stasiun Cirebon.Sedangkan penumpang yang akan berangkat pada Sabtu dan Minggu besok, terpaksa membeli tiket berdiri. Puncak arus balik usai liburan sekolah di Stasiun Kejaksan Cirebon diperkirakan akan terjadi pada hari minggu besok.

Untuk harga tiket sendiri yang pada kondisi normal untuk Cirebon Ekspress kelas eksekutif dijual Rp 80ribu, tetapi pada musim liburan ini tiket dijual dengan harga mencapai Rp90ribu. (AJH/FRI-Cirebon)
:: News Link :::

24 Juni 2010 | 15:09 wib | Daerah

Musim Libur Sekolah Jumlah Penumpang Kereta Api Naik 15 Persen

Yogyakarta, CyberNews. Memasuki musim liburan sekolah Yogyakarta, dibanjiri wisatawan domestik yang datang dari berbagai daerah dengan berbagai macam alat transportasi termasuk kereta api. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah penumpang kereta api memasuki libur panjang sekolah.

Setidaknya jumlah penumpang kereta api mulai dari kelas eksekutif hingga kelas ekonomi, sejak liburan anak sekolah ini mengalami kenaikan hingga 15 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa.

''Pada hari biasa, jumlah penumpang kereta api dengan jumlah kursi yang tersedia hanya terisi 70 persen, namun saat libur panjang, jumlah kursi kereta api yang terisi hingga 90 persen,'' kata Eko Budiyanto, Kepala Humas PT KAI, Daop VI, siang tadi (24/6).

Jumlah penumpang ini akan mencapai puncaknya, terutama pada hari Sabtu dan Minggu dengan berbagai tujuan terutama di Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan. Bahkan, peningkatan ini mencapai 100 persen, sehingga banyak penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk sehingga terpaksa harus berdiri.

''Untuk kereta kelas bisnis toleransi penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk sebanyak 25 persen dari kursi yang ada dan untuk kelas ekonomi mencapai 50 persen. Khusus untuk kereta kelas eksekutif tidak ada tiket tanpa tempat duduk. Jika penumpang memaksa naik dengan tiket tanpa tempat duduk maka harus membuat surat pernyataan terlebih dahulu '' katanya.

Eko memprediksi pada awal Juli mendatang, jumlah pengguna kereta api akan semakin tinggi karena bersamaan dengan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah yang akan digelar pada tanggal 3 hingga 8 Juli mendatang.

Khusus dalam liburan panjang sekolah ini, kereta Pramek jurusan Kutoarjo-Solo, banyak dimanfaatkan oleh pelajar Taman Kanak-Kanak maupun anak-anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengenalkan kereta api sembari berwisata ke daerah Solo-Yogyakarta maupun Kutoarjo.


::: News Link ::

Minggu, 11 Juli 2010 18:35:55 WIB
Reporter : Misti P.

Mojokerto (beritajatim.com) - Puncak meningkatnya penumpang Kereta Api di Stasiun Kereta Api Mojokerto terjadi hari ini, Minggu (11/07/2010). Sebanyak 1.866 penumpang diberangkatkan dari Stasiun Kereta Api dari 22 jadwal keberangkatan.

''Hari ini, puncak dari akhir libur sekolah. Karena besok sudah mulai masuk, hari ini mereka memili kembali dengan naik kereta. Ada 1.866 penumpang yang kita berangkatkan dari 22 jadwal keberangkatan kereta api di Stasiun Kereta Api Mojokerto,'' ungkap Kepala Stasiun Kereta Api Mojokerto, Lutfi Wijaya.

Masih kata Lutfi, jika hari-hari biasa Stasiun Kereta Api Mojokerto hanya memberangkatkan 1.300 penumpang. ''Ada peningkatan 40 persen dari hari biasanya. Hari biasa, rata-rata 1.300 penumpang tapi puncak akhir libur sekolah tahun ini mencapai 1.866 penumpang,'' katanya.

Kereta Api Gaya Baru misalnya, jika hari bisa Stasiun Kereta Api Mojokerto memberangkatan 100 penumpang. Saat akhir libur sekolah ini, Stasiun Kereta Api Mojokerto memberangkatkan 176 penumpang. Ini meningkat 76 persen dari hari biasa,'' jelasnya.

Lutfi menambahkan, dari 22 jadwal kereta api yang berangkat dari Stasiun Kereta Api Mojokerto, rata-rata warga Mojokerto lebih memilih naik kereta api Gaya Baru. ''Orang Mojokerto lebih suka naik KA Gaya Baru,'' jelasnya.


::; News Link ::

Jelang berakhirnya liburan sekolah, beberapa transportasi mengalami lonjakan penumpang baik yang datang maupun yang akan berangkat. Kereta api misalnya. Sarana transportasi massal ini ramai diserbu calon penumpang. Hal ini membuat PT KA Daop VIII harus menambah gerbong untuk seluruh rangkaian kereta baik kelas ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Penambahan gerbong ini akan terjadi hingga 2 hari kedepan. "Sekarang kita lagi kebingungan untuk melakukan penambahan gerbong untuk seluruh kereta akibat tingginya volume jumlah penumpang," kata Koordinator Humas PT KA Daop VIII, Herry Winarno, saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (9/7/2010). Menurutnya, penambahan gerbong tidak hanya terjadi di kereta yang melintas jalur utara, tapi juga kereta semua kelas yang melintas di jalur selatan. Meski mengalami peningkatan jumlah penumpang yang mengakibatkan penambahan gerbong, kata Herry pihaknya masih belum perlu mengeluarkan kereta tambahan untuk mengangkut seluruh penumpang dari semua jurusan. "Untuk tiket sendiri semua kelas baik yang melintas jalur selatan maupun utara sudah ludes. Dan kebanyakan tiket sudah dipesan tiga hari lalu sebelum keberangkatan," ujarnya.

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 06 Juli 2010 0 komentar

PENGUMUMAN
Kepada Yth
Rekan-Rekan
Paguyuban CIREX
Dimana Saja Berada

Assalamu'alaikum Wr Wb
Sesuai Kesepakatan Teman-teman bahwa pertemuan rutin dua bulanan, akan di adakan pada :
Hari/Tgl : Sabtu 10 Juli 2010
Waktu : 11.00 s/d Selesai
Tempat : Di Kediaman Bpk Wawan Heradi -Komplek Lingga Hara I No D/3,
Jl Saputra- Tuparev- Cirebon-Jawa Barat - Indonesia
Kami Sangat Mengharapkan Kehadiran kawan-kawan semua berikut keluarganya untuk dapat berkumpul silaturahim tepat pada waktunya.

Bagi yang berhalangan atau mungkin tidak bisa hadir dimohon untuk segera menghubungi/menginformasikan kepada Sekretaris Paguyuban Cirex yaitu Sdr Agus Sadikin 0815 894 8422 .

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih


Agus Sadikin
Sekretaris Paguyuban Cirex

Suara Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Petugas Tiket Kereta Api Salah Memberi Tiket

Jakarta - Hari Sabtu siang tanggal 3 Juli 2010 saya ke Stasiun Jatinegara Jakarta untuk membeli tiket dari Jakarta - Brebes yang sudah saya ajukan lewat formulir pemesanan dengan kota berangkat Jakarta dan kota tiba Brebes untuk 5 orang tanggal 4 Juli 2010. Tapi, ternyata kereta hanya sampai Cirebon.

Seharusnya petugas KA melihat formulir dan menginfokan ke saya kalau kereta hanya sampai Cirebon. Akhirnya keluarga saya menyambung kendaraan untuk sampai ke Brebes, dan saya merasa direpotkan untuk hal ini.

Andre
Jl Taman Malaka Utara Blok A5 No 40
Malaka Jaya Duren Sawit Jakarta Timur
andressulis@yahoo.com
081388326616


Surabaya - Selama musim liburan, PT KA Daop VIII meningkatkan pengamanan di sekitar stasiun dan perjalanan kereta. Hal ini untuk memberi kenyamanan penumpang dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Peningkatan personel pengamanan masing-masing stasiun akan dilakukan dengan polisi khusus kereta api (polsuska) dan polisi sebesar 10 persen, dibanding jumlah keamanan yang berjaga di hari-hari biasa.

"Selama musim liburan sekolah, pengamanan di sekitar stasiun dan selama perjalanan
kereta kita tingkatkan," kata Koordinator Humas PT KA Daop VIII, Hery Winarno , Senin (5/7/2010).

Herry mencontohkan, perjalanan KA dari Surabaya-Yogyakarta. Awal pengamanan akan diamankan oleh polsuska dari Surabaya kemudian ditambah polsuska dari masing-masing stasiun yang akan ikut mengamankan hingga tujuan akhir.

"Sedangkan pengamanan selama perjalanan kereta sendiri akan dilakukan oleh polsuska ditambah polsuska dari masing-masing stasiun. "Jadi jumlahnya setiap berhenti di stasiun akan makin banyak dan bertambah," pungkasnya.

::: News Link :::

Jakarta - Rangkaian kasus ledakan tabung gas 3 kg jadi salah satu isu yang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cermati saat di luar negeri. Dia mendesak segera diadakan investigasi menyeluruh terhadap musibah yang sudah menelan banyak korban itu.

"Adakan investigasi yang jelas apa yang jadi akar masalahnya," kata SBY saat membuka rapat kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/7/2010).

Investasi yang jelas sangat diperlukan agar isu tersebut tidak lantas dipelintir ke sana ke mari sehingga membuat masyarakat bingung. Hasil investigasi itu selanjutnya dijelaskan ke masyarakat secara gamblang agar semua isu yang jadi pertanyaan bisa terjawab.

"Pers yang jelas mewartakannya sehingga rakyat mendapatkan kejelasan. Itu yang disebut demokrasi," sambung SBY.

Musibah lain yang juga perlu mendapatkan perhatian serius adalah kasus
kecelakaan kereta api. Seringkali musibah yang memakan korban jiwa itu
terjadi oleh hal sepele namun tidak mendapatkan penanganan segera.

"Kecelakaan begini bukan hal kecil," tegas SBY.

::: News Link :::

Jakarta - Sebuah KRL ekonomi jurusan Jakarta-Bogor mogok di antara Stasiun Bojong Gede dan Cilebut. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di Stasiun Bogor.

"KRL Pakuan Bogor-Jakarta yang seharusnya berangkat pukul 9.20 WIB hingga saat ini belum tiba di Stasiun Bogor. Hal ini akibat ada KRL ekonomi mogok di Cilebut. Saat ini ratusan penumpang menumpuk di Stasiun Bogor," kata Hendra salah seorang penumpang KRL kepada detikcom, Senin (5/7/2010).

Sementara itu, Kahumas Daops I Mateta Rizalulhaq menyatakan, saat ini petugas masih berusaha memperbaiki kereta yang mogok tersebut. "Untuk sementara hanya satu jalur yang bisa digunakan, jadi dipakainya bergantian," katanya.

Mateta mengaku belum mengetahui penyebab mogoknya kereta tersebut. "Saya belum dapat laporan penyebabnya, tapi sekrang petugas sedang melakukan perbaikan," katanya.

::: News Link :::

KA Penataran Vs Xenia, 1 Orang Tewas

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Blitar - Kecelakaan kereta api (KA) kembali terjadi. Kali ini terjadi di Kelurahan Gedong Kecamatan Sananwetan Kota Blitar yang menewaskan pengemudi Xenia. Korban tewas pengemudi Xenia Nopol AG 334 GD bernama Ismono (45) warga Jalan PK Bangsa Banjaran, Kediri. Saat itu mobil warna hitam terseret KA Penataran jurusan Surabaya-Blitar lewat malang di perlintasan tanpa palang pintu, Sabtu (3/7/2010). Kejadian ini berawal saat KA berloko CC 20113 yang dimasinisi Muhammad Thalib melaju dari arah timur ke arah barat melewati perlintasan tanpa palang pintu tersebut. Namun naas mobil Ismono tiba-tiba berhenti di tengah rel. Kecelakaan pun tak terhindarkan hingga kendaraan terseret sejauh 500 meter. "Mobil itu dari arah selatan tiba-tiba berhenti di tengah rel dan akhirnya tertabrak kereta dari arah timur," tutur salah satu saksi Pri (38) warga Gedog, Sananwetan kepada wartawan di lokasi. Akibatnya, mobil ringsek tepat di bagian kemudi hingga menjepit Ismono dan tewas. Meski begitu kondisi ini tak menganggu arus lalu lintas KA jalur Blitar-Malang. Proses evakuasi pun dibantu puluhan warga sehingga kondisi perlintasan kembali normal. Sementara Kapolresta Blitar AKBP AA Marwan polisi masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini. Kini jenazah akan dibawa ke RSUD Mardiwaluyo Blitar. "Dugaan awal adalah kelalaian korban yang tidak waspada terhadap datangnya kereta api. Sebab informasi dari beberapa saksi melihat korban bermain bermain HP saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu itu," jelas Marwan kepada wartawan.

::: News Link ::