SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Suara Pembaca

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 19 Juli 2010

"PT. KAI MELALUI CIREX DAN ARGO JATI - CARI UNTUNG, MENJEBAK ATAU SERVICE"

Assalamu'alaikum.wr.wb.

Para penumpang Cirex dan Argo Jati yang setia, dari cerita dibangku Cirex selama beberapa minggu ini menunjukkan beberapa pengalaman yang perlu kita bahas dan setidaknya dapat dijadikan dasar kebijakan Direksi PT. KAI kalau mau dengar suara hati para pecinta Cirex dan Argo Jati.

Sejak Cirex memutar rodanya sampai Station Tegal maka jumlah penumpang mengalami lonjakan yang cukup significan sehingga sangat wajar bila tingkat keuntungan yang diperoleh PT. KAI melalui Cirex ini juga meningkat drastis dan semakin memacu nafsu untuk semakin banyak meraih untung.

Semangat PT. KAI untuk meningkatkan ketertiban penumpang juga harus semakin ketat karena dengan sejak Cirex melayani penumpang dari/ke Brebes dan Tegal semakin banyak juga penumpang yang mencoba untuk bayar diatas kereta untuk mencapai tujuan dengan selamat dan irit tanpa memikirkan bahwa Kereta itu bukan milik pribadi, perlu bahan bakar dan perawatan.

Kalau mau jujur semangat para oknum yang mau menerima pembayaran diatas kereta tanpa mengeluarkan tiket atau resi pengganti tiket juga semakin meningkat karena ada harapan menambah belanja untuk bekal ke Neraka dengan lancar dan aman. PT. KAI dan oknum sama-sama punya semangat.

Pemeriksaan Serempak (PS) untuk merazia penumpang tanpa tiket begitu gencar dan sebagai penumpang yang lebih senang punya tiket sangat salut walaupun dibalik kesalutan kami sungguh menyiratkan beberapa kesan yang tidak elegant (tidak profesional) mengapa... yuk kita simak.

Tiket habis :

Alasan tiket habis 1 (satu) jam sebelum kereta berangkat dari stasiun pemberangkatan maupun loket Jatinegara dan Jatibarang menimbulkan keheranan para penumpang yang berniat baik beli tiket dengan baik-baik, karena pada kenyataannya sebagian penumpang masih boleh bayar tiket disaat dalam kereta dan perjalanan saat pemeriksaan harga 100% tapi sering juga kereta berhenti cukup lama di Cikampek untuk memberi kesempatan penumpang membeli tiket (harga tiket.....???) - Belakangan ini sebagian penumpang kena tarif 200% bila bayar dalam perjalanan (tanpa nomor kursi)

Dampak bagi penumpang : Penumpang menjadi bingung dengan cara pemungutan dan harga tiket yang tidak konsisten. Kalau belum pegang tiket harus bagaimana...? mau baik saja begitu susahnya dan yang lebih menyakitkan kami merasa di jebak sebagai lahan penyumbang keuntungan PT. KAI melalui Cirex

Kereta terlambat berangkat dan tiba :

Hampir disetiap akhir pekan dan awal pekan pemberangkatan dari Stasiun Gambir 99,98% terlambat (sejak Juli tahun 2003 s/d sekarang Juli tahun 2010 sebagai penumpang akhir pekan sempat mengalami berangkat tepat waktu lebih kurang 3 kali - tolong di cek realitanya)

Dampak bagi penumpang : tidak ada kepastian berangkat dan sampai tujuan, apalagi yang punya janji di tempat tujuan baik itu keluarga (penjemput), relasi dan pihak yang berkepentingan lainnya. Hal ini sangat mengganggu kredibilitas penumpang Cirex baik dalam keluarga maupun dikancah bisnis - secara psikologis sangat membuat nyaman penumpang Cirex, secara finansiil tarif angkutan terusan ke rumah jadi mahal.

Tarif Tiket paling mahal :

Sebenarnya kami sadar bahwa tiket Cirex bila dihitung dari jarak dan waktu tempuh menjadi tarif tiket termahal dibandingkan dengan tarif tiket kereta manapun yang dimiliki PT. KAI diseluruh Indonesia.

Dampak bagi penumpang : Dari sisi keuangan para penumpang selalu merindukan angkutan alternatif yang memungkinkan tarifnya lebih realistis walaupun sampai saat ini penumpang masih memadati bordes, (Tidak perlu heran dalam waktu yang tidak lama nasib Cirex akan sama dengan Parahyangan dan Argo Gede)

Pelayanan (services) sangat mengecewakan :

Beberapa infra struktur dan sarana kereta ada perbaikan kami sadari itu, tetapi dengan berjubelnya penumpang pada kereta berkelas Eksekutif dan Bisnis ini sangat tidak nyaman dirasakan karena sebagus apapun sarana kereta (walaupun sampai dengan detik ini sarana Cirex belum pernah bagus) apabila mau ke toilet saja mesti melewati orang dalam segala posisi di lorong maupun di bordes, mau santai menyandarkan tangan harus berebut dengan pantat orang, mau makan/minum harus berjuang agar tidak bersentuhan dengan penumpang lain atau cari kesempatan berbagi tempat makanan yang nempel di dinding kereta yang begitu cupet, mau minum rokok bagi perokok jadi serba salah karena tidak tersedia asbak dan harus mengotori lantai yang disitu sudah ada kaki atau barang penumpang lain, rasa gerah ketika kereta berhenti karena kipas angin mati dan belum dikubur (bisnis) dll. pokoknya kenyamanan nyaris belum dapat dirasakan oleh para penumpang yang tergolong normal.

Dampak bagi penumpang : Dengan kenyamanan yang serba dipaksakan karena kepingan segera kumpul dengan keluarga atau urusan bisnis maka penumpang selalu mencari-cari kekurangan lain PT. KAI bahkan lebih banyak obrolan penumpang lebih banyak sekitar keluhan, kejenuhan dalam menunggu kenyamanan di Cirex adalah "bom waktu" yang setiap saat bisa meledak tanpa pemberitahuan, andai itu terjadi tentunya akan merugikan kedua belah pihak karena penumpang akan sangat terganggu dan PT. KAI harus siap dana cadangan untuk memperbaiki infrastruktur dan sarana kereta belum lagi dari sisi keamanan jiwa dan raga.

Alternatif Solusi :

Skala Prioritas :

1. Tetapkan tujuan pelayanan jasa perjalanan ini ( tulis dengan tegas "Kereta kami insya Allah sampai di tempat tujuan","Kereta kami yang penting sampai tujuan","Jadual kereta yang tertera pada tiket Anda hanya formalitas","Tarif tiket ini akan menunjang peningkatan keuntungan yang kami raih", "Para penumpang harap bersabar dan tabah selama waktu menunggu dan selama dalam perjalanan","Kami yakin Anda akan merasa nyaman bergabung dengan Cirex dan Argojati","Cirex dan Argojati ukuran kebanggaan Bangsa Indonesia") tulis yang dianggap paling tepat dan dapat dilaksanakan secara konsisten.

2. Dalam mengatur penumpang dalam kereta tegaskan pula melalui komitmen yang tegas, jelas dan implementatif, misal : "Para penumpang harus selalu siap berbagi tempat di dalam kereta bertarif (bukan bertaraf) Eksekutif dan Bisnis ini karena kami tidak akan membatasi jumlah penumpang","Para penumpang diharap mempersiapkan mental apabila tidak menemukan kenyamanan di kereta kami","Mohon pengertian kepada calon penumpang Cirex untuk segera mencari jasa angkutan alternatif apabila tiket kami telah habis di loket, karena kami mengutamakan kenyamanan perjalanan Anda","Apabila tiket Anda tidak disertai nomor kursi, mohon tidak diterima","Agar segera menghubungi nomor ini 021 0231 0813 xxxx apabila Anda merasa tidak nyaman".

3. Tentukan besaran tarif tiket selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum tarif diberlakukan untuk menghindari adanya perbedaan harga di loket pelayanan manapun demikian juga apabila ada perubahan tarif sesuai kebijakan pemerintah sehingga calon penumpang dapat mempersiapkan anggaran yang tepat, muatlah di media harian Radar Cirebon - mintalah tarif khusus. Terakan : "Apabila terjadi perbedaan tarif pada tiket Anda segera laporkan ke no. 021 0231 0815 xxxx segera kami tindaklanjuti"

4. Pastikan lebih banyak tepat waktu di awal perjalanan atau tempat tujuan dengan komitmen yang tegas "Bilamana dalam bulan yang sama Anda mengalami 2 (dua) kali keterlambatan berangkat maupun sampai tujuan maka 2 (dua) tiket pada hari keterlambatan, harga tarif tiket Anda akan kami kembalikan 25%, hanya dapat ditukar bersamaan pada loket khusus yang kami sediakan pada jam 08.00 - 14.00 pada hari Senin - Sabtu"

5. Apabila ada PS (Pemeriksaan Serempak) dalam rangka penertiban (razia) kepemilikan tiket jangan mengganggu jadual pemberangkatan maupun jadual sampai tujuan, selesaikanlah di kereta dan petugas turun di stasiun pemberhentian reguler kedua atau ketiga sesuaikan dengan tingkat kesulitannya, silahakan tulis besar-besar didinding bagian dalam kereta Cirex "Terima kasih Anda telah menyediakan waktu kepada kami untuk melayanai Anda".

Hal-hal lain dapat dilakukan improvement bukan dalam skala prioritas, seperti kepastian semua aliran listrik dikereta bagus dan benda elektronis dapat dioperasikan dengan baik, penyediaan asbak pada bangku kereta Bisnis dan beberapa sarana non standar lainnya.

Demikian kami sampaikan, semoga telah dibaca dengan baik dan bermanfaat untuk kita semua. Selanjutnya bilamana perlu dapat diteruskan sebagai surat pengadua kepada PT. KAI.

Wassalammu'alaikum.wr.wb.

Pramono Edi

Ketua Paguyuban CIREX