SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Tarif Penumpang Kereta Api Ekonomi Naik Mulai Juni

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 31 Mei 2010 0 komentar


PT Kereta Api (Persero) memastikan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi untuk semua jurusan akan naik mulai Juni 2010. "Tarif kereta ekonomi akan disesuaikan pada Juni. Namun besaran kenaikan kami usulkan 50 persen," kata Direktur Utama PTKA, Ignasius Jonan, usai seminar "Mapping Anatomi BUMN Menuju World Class Company", di Jakarta, Rabu (26/5). Menurut Jonan, usulan kenaikan sudah disampaikan kepada Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham, dan Kementerian Perhubungan. "Tarif kelas ekonomi sudah tidak naik sejak delapan tahun lalu, sehingga perlu ada penyesuaian," katanya. Ia menjelaskan, dalam usulan yang disampaikan kepada pemerintah, kenaikan diharapkan mencapai 70 persen. "Namun, kemungkinan akan disetujui sebesar 50 persen, dengan pola penerapan bertahap dalam dua tahun," katanya. Adapun angka 50 persen disesuaikan dengan kemampuan membayar dari konsumen. Keharusan menaikkan tarif, terkait dengan persaingan usaha pada transportasi darat antara Kereta Api dengan angkutan truk yang menggunakan bahan bakar solar bersubsidi. "Saat ini PTKA diwajibkan membayar 'TAC' (track access charge) pengunaan jalan rel milik negara. TAC yang besar berdampak pada biaya operasi perusahaan," kata Jonan. Meski begitu, Jonan tidak merinci tarif penumpang ekonomi penumpang yang berlaku pada saat ini. Ia hanya menjelaskan, dengan kenaikan tarif tersebut sudah menggambarkan tingkat tarif keekonomian PTKA. Kenaikan besaran tarif penumpang ekonomi terakhir kali naik pada 2004 sebesar 10-20 persen dari tahun 2002. Dengan kebijakan tarif kereta ekonomi yang masih rendah tersebut, PTKA memproleh dana sebesar Rp500 miliar yang digunakan untuk subsidi penumpang sebagai pelaksana kewajiban kepada publik (PSO). Jonan mengaku, dengan menaikkan tarif penumpang maka perseroan juga bersedia dana PSO yang bersumber dari APBN dikurangi sebesar persentasi kenaikan tarif.

::: News Link :::

Penumpang Terluka Dibawa KA Matarmaja

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Cirebon - Buntut penyerangan KA Gaya Baru Malam Selatan yang dilakukan ratusan warga di jalur antara Stasiun Cikampek dan Stasiun Haurgeulis Indramayu, membuat ratusan penumpang terlantar. Mereka mengaku takut berada di antara suporter kesebelasan Arema yang tiba-tiba diserang. Para penumpang terpaksa turun di Stasiun Parujakan Cirebon untuk meminta ganti Kereta. Di antara mereka terdapat penumpang yang terluka. Mereka menderita luka akibat lemparan batu dan pecahan kaca. "Di sepanjang jalan kereta dilempari. Kami takut dan memilih untuk menunda perjalanan ke Malang." Ujar Arifin, penumpang yang ditemui detikcom di Stasiun Parujakan, Selasa (01/6/2010) dini hari. Para penumpang yang terlantar akhirnya dinaiki KA bisnis Matarmaja jurusan Jakarta-Malang pukul 22.00 WIB dengan pengawalan petugas kepolisian. Sementara itu, salah seorang Suporter Aremania bernama Susanto (25 tahun) warga Desa Pakis Haji Malang, Jawa Timur terpaksa dilarikan ke RS Pelabuhan Cirebon. Ia terluka di kepala dan kritis setelah terkena lemparan batu saat naik KA untuk pulang. Selain melukai penumpang, aksi penyerangan warga juga merusak sejumlah Gerbong Kereta Api jurusan ke Timur. Kaca dan pintu Gerbong termasuk kaca lokomotif pecah dilempat batu dan bom molotov. Polisi pun belum melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku.

:::: News Link ::::


Cirebon - Puluhan Penumpang Kereta Api (KA) Ekonomi Gaya Baru Malam Selatan terluka akibat diserang bom molotov oleh ratusan warga di sekitar Stasiun Cikampek dan Stasiun Haurgeulis Indramayu, Senin (31/05/2010). Di antara para penumpang yang sebagian besar Aremania, pendukung kesebelasan Klub Arema Malang harus dilarikan ke rumah sakit di Kota Cirebon. Mereka menderita luka bakar dan luka memar akibat lemparan batu. Penyerangan diduga dilakukan oleh warga yang merupakan pendukung kesebelasan musuh mereka. Karena diantara para penyerang diketahui mengenakan pakaian klub sepakbola tertentu. "Ada yang pakai kaos Viking Persib. Kami dilempari batu dan bom molotov hingga nyaris membakar gerbong kereta api tersebut. Penumpang yang terluka banyak." Ujar Bayu, korban luka yang ditemui detikcom di RS Pelabuhan, Senin (31/05/2010) malam. Penyerangan diduga dipicu kekesalan salah satu pendukung klub sepakbola karena Arema berhasil menjuarai Liga Super Indonesia setelah mengalahkan Persija Jakarta di Gelora Bung Karno kemarin. Sementara itu, seorang Masinis KA dikabarkan harus mendapatkan perawatan di RS Haurgeulis Indramayu karena menderita luka akibat terlempar batu. Polisi pun masih melakukan pencarian terhadap para pelaku penyerangan tersebut.

:::: News Link :::

Hari Raya Waisak, Tiket KA Diserbu Penumpang

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 30 Mei 2010 0 komentar

Libur Hari Raya Waisak yang bertepatan dengan akhir minggu menjadikan libur panjang. Untuk menghabiskan libur panjang ini , warga Surabaya sepertinya lebih memilih menghabiskan waktu melancong keluar kota.

Buktinya, tiket kereta api kelas bisnis dan eksekutif laris manis diserbu warga yang ingin menghabiskan waktu keluar kota.

"Sejak seminggu lalu, tiket sudah banyak yang memesan baik lewat online maupun lewat agen-agen kami," kata Humasda PT KA Daops VIII, Herry Winarno, kepada wartawan di Stasiun Pasar Turi, Jalan Semarang, Kamis (27/5/2010).

Tiket kereta yang banyak dipesan, kata Herry, adalah untuk kereta jurusan Bandung dan Jakarta sepert Argo Bromo Anggrek dan Gumarang. Tiket tersebut untuk pemesanan pada tanggal keberangkatan 27, 28, 29 dan 30 Mei.

Herry mengatakan bahwa tiket kereta pada tanggal 27 Mei untuk jurusan Bandung dan Jakarta hampir 100 % ludes. Sementara tiket untuk tanggal 28 dan 29 relatif masih banyak. "Tiket untuk arus balik juga sebagian besar sudah ludes," tutur Herry.

Meski penumpang membludak, pihaknya kata Herry, tidak akan menambah rangkaian kereta. Yang dilakukan hanyalah mengoptimalisasi rangkaian kereta.

"Bila pada hari biasa rangkaian kereta hanya berjumlah 7 ragkaian, maka besok akan kami tambah 2 rangkaian lagi menjadi 9 rangkaian," tandas Herry.


:: News Link :::

Gerbong Berasap, Penumpang KA Senja Utama Berhamburan Keluar

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 23 Mei 2010 0 komentar


Jakarta - Penumpang Kereta Api Senja Utama dari Semarang tujuan Jakarta dikejutkan oleh munculnya api di gerbong nomor 5. Mereka pun berhamburan keluar dari KA. Salah seorang penumpang, Sigit, mengatakan, peristiwa itu terjadi begitu KA kelas bisnis tersebut memasuki Stasiun Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/5/2010) sekitar pukul 03.00 WIB. Ketika akan berhenti, asap tiba-tiba masuk ke dalam gerbong dan membawa bau sangat menyengat. Asap itu diperkirakan berasal dari bawah gerbong. "Semua penumpang panik dan keluar dari gerbong. Saya lihat ada api memercik dari bawah gerbong yang saya naiki itu," ujar dia kepada detikcom. Beberapa saat kemudian, menurut Sigit, dua orang petugas mengecek kondisi KA. Setelah memastikan kondisi KA aman, petugas meminta penumpang masuk kembali ke dalam KA. "Tapi tidak ada penjelasan dari petugas tentang apa yang terjadi," keluh Sigit. KA Senja Utama itu kembali melanjutkan perjalanan sekitar pukul 04.00 WIB. Kereta tertahan selama 30 menit akibat kejadian tersebut.

::: News Link :::

KA Brantas Hantam Mobil, 1 Orang Kritis

Diposting oleh paguyubancirex Jumat, 21 Mei 2010 0 komentar


Madiun - Kecelakaan antara mobil dengan kereta terjadi di Madiun. KA Brantas jurusan Pasar Senin-Kediri bertabrakan dengan mobil Suzuki Forsa Nopol AE 1547 NC. Peristiwa itu terjadi di perlintasan rel KA tanpa palang pintu di Desa Ngetreb, Kecamatan Jiwan. 1 Orang kritis dan dirawat di UGD RSUD Dr Soedono Madiun. Korban kritis adalah Erlita Angkasanawati (27), guru honorer SDN Bedoho 1 dan warga RT 12 RW 3 Desa/Kecamatan Jiwan. Bejo (60) warga yang biasa mengatur lalu lintas di lokasi kepada wartawan mengatakan kejadian terjadi pada pukul 07.00 WIB, Rabu (19/5/2010). Kala itu mobil yang dikendarai korban berjalan dari selatan. Warga sekitar sudah member tanda KA lewat. Tapi mobil tetap melaju pdan dihantam KA Brantas. Mobil terseret sekitar 15 meter. "Tadi yang bertugas di sini saya bersama Dawuk dan kebetulan tadi yang bawa rambu stop saya. Mobil lambat jalannya tapi kok bablas dan tersambar KA terseret hampir 15 meter. Korban pingsan dan luka-luka di kaki sekarang sudah di RS Madiun," ungkap Bejo. Bejo menambahkan di lokasi yang merupakan perbatasan antara Desa Ngetreb dan Teguhan memang sering terjadi kecelakaan dan setahun belakangan ini jarang dilewati. Tapi sejak ada petugas sukarela dirinya dan temannya jalur tersebut dilewati warga kembali. Mobil milik korban tampak rusak bagian depan dan belakang. Mobil belum dievakuasi dan menjadi tontonan warga. Rencananya mobil itu akan diderek oleh Unit laka Polres Madiun.

::: News Link ::


Tulungagung - Kecelakaan hebat terjadi di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Sebuah pick up berpenumpang 3 orang dihantam KA Eksekutif Gajayana, hingga terbelah jadi 2 bagian. Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Kejadian bermula ssaat mobil pick up bernopol AG 8019 RE mendadak mogok tepat di tengah perlintasan KA. Saat kembali dinyalakan, mendadak melaju dengan kecepatan tinggi KA Eksekutif Gajayana dari arah timur, hingga terjadi benturan keras tak dapat dihindarkan.

:: News Link :: Akibatnya pick up terbelah jadi 2 bagian dengan bak terseret hingga 250 meter. Sementara kepalanya terpental sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Beruntung 2 penumpang, masing-masing Sakip dan Gian bisa menyelamatkan diri. Sedangkan pengemudi atas nama Harianto Saputra, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Sumbergempol, ikut terseret di bagian kepala mobil, meski akhirnya hanya mengalami luka berat di bagian kepala. "Dari 3 penumpang hanya 1 yang luka, yaitu sopirnya. Informasi yang saya dapatkan dia luka di kepala dan sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah," terang KBO Reskrim Polres Tulungagung Iptu Siswanto, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com di sela-sela pengamanan Gedung DPRD, Rabu (19/5/2010). Siswanto menambahkan, kini Satuan Lalu Lintas saat ini mengumpulkan data dan mengamankan mobil pick up. "Dua korban selamat juga sudah diminta keterangan, dan hasilnya terkait penyebab kecelakaan mungkin akan bisa segera diketahui," imbuhnya. Di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, berdasarkan catatan kepolisian memang sangat rawan terjadi kecelakaan antara pengguna jalan dan kereta api.

KA Mutiara Dikabarkan Terjebak Banjir

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 18 Mei 2010 0 komentar

Hujan yang mengguyur Banyuwangi dan sekitarnya menyebabkan beberapa daerah di kawasan itu tergenang air. Akibatnya satu KA Mutiara jurusan Surabaya-Banyuwangi terjebak banjir dan tak bisa melewati rel yang tergenang. KA itu terjebak di Kalibaru. Banjir terjadi setelah kawasan Kalibaru diguyur hujan dengan intensitas tinggi, Selasa (18/05/2010) sore. Kereta api Mutiara tersebut terjebak saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banyuwangi. Sesaat kemudian laju kereta api terhenti setelah adanya genangan air yang merendam rel yang dilewatinya. "Kereta apinya tidak berani lanjutkan perjalanan, terpaksa berhenti," jelas salah seorang Pegawai PT Kereta APi, saat mengkonfirmasi pada detiksurabaya.com Posisi kereta api saat ini berada sekitar 100 meter dari terowongan Gumitir. Belum jelas bagaimana nasib para penumpangnya. PT Kereta Api Daop XI saat dihubungi justru mengaku belum mendapat laporan perihal peristiwa tersebut. "Kami belum mendapat tembusan mas, terima kasih informasinya," kata Humas PT Kereta Api Daop XI, Burhani Sulthon, saat dihubungi detiksurabaya.com.

:::: News Link :::

Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, terendam banjir cukup tinggi. Akibatnya, sejumlah perjalanan Kereta Api (KA) terganggu, termasuk KA Bangun Karta yang tertahan di stasiun itu selama 6 jam. "Ini sudah mulai berangkat. Kereta sampai di Stasiun Tawang pukul 24.00 WIB lalu tidak bisa melanjutkan perjalanan karena banjir," kata salah seorang penumpang KA Bangun Karta, Wahyu Cahyono, kepada detikcom, Senin (17/5/2010). Wahyu mengatakan, sebagian besar penumpang memilih turun dari kereta dan menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di stasiun saat KA menunggu bisa melaju kembali. Bangun Karta adalah KA dengan rute Jombang, Jawa Timur, tujuan Jakarta. Sebelum di Stasiun Tawang pun, imbuh Wahyu, KA yang ditumpanginya itu sempat terhambat akibat banjir di Walikukun, Jatim. Supaya dapat melintasi banjir, lokomotif KA Bangun Karta sampai harus diganti. "Ada sekitar satu jam KA tertahan di Walikukun. Banjirnya tinggi sekali, relnya sampai tidak kelihatan," ucap Wahyu. Menurutnya, ia naik KA Bangun Karta dari Stasiun Kertosono pada Minggu (16/5), kemarin, sekitar pukul 16.45 WIB. Seharusnya KA tersebut tiba di Jakarta sekitar pukul 04.00-05.00 WIB. "Ya, mau bagaimana lagi. Saya tidak bisa masuk kerja hari ini," ucapnya sedih.

Banjir, Kereta Api Tertunda 11 Jam

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 17 Mei 2010 0 komentar

SEMARANG, KOMPAS - Banjir yang merendam Kota Semarang, Jawa Tengah, sejak Senin (17/5) dini hari mengakibatkan perjalanan 16 kereta api, baik dari arah Surabaya, Jawa Timur, maupun Jakarta, tertunda hingga 11 jam. Lokomotif KA tidak bisa melewati rel yang tergenang di kota itu dengan ketinggian air mencapai 12,5 sentimeter.

Kereta api (KA) dari Jakarta terjebak di Stasiun Tawang, Semarang, sedangkan KA dari Surabaya terhenti di Stasiun Alas Tuwo, Semarang sejak pukul 00.30. KA tidak dapat melewati genangan air yang merendam rel sepanjang 300 meter di Kilometer 0+4 hingga 0+7 di Kecamatan Genuk.

”Lokomotif hanya bisa melewati genangan air setinggi 7,5 sentimeter. Saat ini genangan mencapai 12,5 sentimeter,” kata Wakil Kepala Stasiun Tawang Widodo yang ditemui di Stasiun Tawang kemarin siang sekitar pukul 12.30.

Perjalanan KA tertunda 1,5-11 jam dan baru normal sekitar pukul 13.00. Sebagai contoh, KA Sembrani (Jakarta-Surabaya) yang seharusnya berangkat dari Stasiun Tawang menuju Surabaya Minggu pukul 23.21 baru dapat melaju Senin pukul 11.00. Kereta lainnya yang perjalanannya terlambat, antara lain, adalah KA Argo Anggrek, KA Gumarang, KA Matar Maja, KA Kertajaya, KA Bangunkarta, KA Brantas, dan KA Fajar Utama.

Akibat banjir, Stasiun Poncol, Semarang, membatalkan keberangkatan KA Banyubiru jurusan Semarang-Solo-Yogyakarta pukul 04.50 dan KA Feeder Semarang-Bojonegoro pukul 05.30. Kepala Stasiun Semarang Poncol Ahmad Zahid mengatakan, penumpang KA tersebut dialihkan ke KA Matarmaja yang melalui Solo serta KA Kertajaya jurusan Jakarta-Surabaya yang melalui Bojonegoro.

Penumpang kecewa

Sebagian penumpang yang naik dari Stasiun Tawang kecewa atas tertundanya keberangkatan KA. ”Memang ini karena banjir, tetapi semestinya ada pemberitahuan dari PT KA sehingga kami tidak perlu menghabiskan waktu di stasiun,” ucap Heri (42), penumpang KA Argo Anggrek.

Selain rel KA, loket di dalam Stasiun Tawang pun terendam sekitar 10 cm. ”Ini sudah menyusut dibandingkan subuh tadi, yang setinggi betis (orang dewasa),” kata Kusnan (50), pengangkut barang di Stasiun Tawang, Semarang Utara, kemarin siang.

Jalan di luar Stasiun Tawang pun terendam hingga setinggi lutut (sekitar 50 cm). Air juga menggenangi jalan-jalan lain di kawasan Kota Lama setinggi 30-50 cm dan sekitar Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Selain di Semarang Utara, banjir juga terjadi di Kecamatan Genuk dan Kecamatan Gayamsari. Di Kelurahan Gebangsari, Genuk, ketinggian air mencapai 1 meter. Di Kecamatan Gayamsari, genangan terparah terjadi di Kelurahan Tambakrejo, Kaligawe, Sawah Besar, dan Siwalan dengan ketinggian mencapai 80 cm.

Banjir juga terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Banjir ini terjadi karena tanggul Sungai Cabean yang jebol di tiga titik, masing-masing selebar 25 meter, 20 meter, dan 5 meter, belum diperbaiki.

Bupati Demak Tafta Zani yang meninjau lokasi tanggul yang jebol kemarin mengatakan, kemungkinan perbaikan dilakukan pekan ini. ”Tugas pemerintah daerah hanya bersifat darurat dalam penanganan Sungai Cabean” ujarnya.

Sawah terendam

Dari Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan, laut yang sedang pasang menyebabkan air Bengawan Solo di Bojonegoro lambat mengalir ke laut kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mendata, seluas 789 hektar tanaman padi usia 7-14 hari, 94 hektar tegalan, dan 4.165 meter jalan desa terendam.

Wilayah permukiman Ledok Kulon, Ledok Wetan, dan Banjarjo di Kecamatan Bojonegoro serta wilayah Ngablak dan Ngulanan di Kecamatan Dander juga kebanjiran.

Di Kabupaten Tuban, luapan Bengawan Solo menggenangi jalan desa serta puluhan rumah.

::; News Link :::

Jumat Bersih, Para Kepala Stasiun Bersihkan KA Argo Bromo Anggrek

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 16 Mei 2010 0 komentar


Menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus dalam rangka Jumat bersih, para kepala stasiun di wilayah PT KA Daops VIII melakukan kerja bakti bersama. Acara bersih-bersih itu dilangsungkan di Stasiun Pasar Turi.

"Acara pada Jumat bersih ini adalah melakukan pembersihan terhadap gerbong kereta api ikon Stasiun Surabaya Pasar Turi yakni KA Argo Bromo Anggrek," kata Kahumas PT KA Daops VIII, Sri Winarto, kepada wartawan di Stasiun Pasar Turi, Jalan Semarang, Jumat (14/5/2010).

Selain bagian luar gerbong yang dibersihkan, bagian dalam kereta juga dibersihkan. Para pejabat tertinggi di setiap stasiun dengan giat menyemprot dan mengelap kaca, dinding ataupun tempat duduk para penumpang. Toilet tak luput ikut dibersihkan juga.

Sayangnya, kata Winarto, tak semua kepala stasiun ikut serta dalam acara ini. Dari 51 kepala stasiun, hanya 48 kepal stasiun yang bisa hadir. Winarto menjelaskan bahwa wilayah PT KA Daops VIII terbagi dalam 3 wilayah yakni wilayah A yang terdiri dari 19 stasiun, wilayah B terdiri dari 16 stasiun dan wilayah C yang terdiri dari 16 stasiun.

Nantinya, lanjut Winarto, acara ini akan diagendakan secara rutin dengan tempat berkumpul yang berbeda-beda. Dan kegiatannya juga tidak selalu membersihkan gerbong kereta api.

::: News Link :::

Polda Jabar Senang Tiket KA Didiskon

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Polda Jabar menyambut baik program diskon tiket kereta api sebesar 50 persen untuk anggota TNI- Polri. Diharapkan, dengan diskon tersebut bisa berdampak positif dalam membantu tugas kepolisian. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad melalui pesan singkatnya hari ini, Jumat (14/5/2010). "Tentunya kami berterima kasih dengan adaya diskon untuk anggota Polri. Dengan diberlakukannya diskon ini harapannya tentu dapat berdampak positif dalam pelaksanaan tugas pengamanan dan keamanan negara di segala bidang," jelasnya. Dade menambahkan sejauh ini dirinya belum mendapat laporan mengenai tindakan anggota polisi yang tidak membayar tiket. Bila hal itu terjadi maka akan ditindak. "Ya, untuk anggota yang tidak bayar tentu perlu ditindak tegas, karena yang namanya aparat negara seharusnya beri contoh teladan di semua bidang dan kegiatan dalam kesehariannya," ungkap Dade.

::News Link :::


Kereta api Malabar jurusan Malang-Bandung anjlok di sekitar Stasiun Talun, Jawa Timur. Peristiwa ini membuat perjalanan kereta di sekitar lokasi kejadian menjadi terhambat. "Kejadian ini membuat KA Gajayana jurusan Gambir-Malang tertahan di Stasiun Blitar," kata Hari, melalui fasilitas Info Anda detikcom, Jumat (14/5/2010). Sementara itu, Kahumas Daops I PT KA Sugeng Priyono menyatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.50 WIB. Gerbong nomor dua dari belakang KA Malabar anjlok keluar lintasan. "Saya hanya dapat informasi sepert itu, karena memang wilayah operasinya ada di Jawa Timur," katanya.
II
Kereta Api Malabar Jurusan Malang-Bandung yang baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu anjlok.

KA Malabar tujuan Bandung-Malang anjlok di areal Stasiun Talun, Blitar. Akibat anjloknya KA tersebut, KA Mataremaja yang ada di belakangnya mengalami keterlambatan.

"KA Mataremaja tujuan Jakarta-Malang yang ada di belakangnya mengalami keterlambatan 1 jam. Seharusnya datang pukul 09.00 WIB jadi terlambat datang," ujar Kahumas PT KA Daops VIII, Sri Winarto, kepada wartawan di Stasiun Pasar Turi, Jalan Semarang, Jumat (14/5/2010).

Sri mengatakan bahwa KA malabar membawa 10 gerbong yakni 3 gerbong kereta eksekutif, 3 gerbong kereta bisnis, 2 gerbong kereta ekonomi, 1 gerbong kereta makan dan 1 gerbong kereta barang. Yang anjlok, kata Winarto, adalah gerbong kereta ekonomi yang berada di rangkaian nomor 9. "Kereta itu mengalami anjlok 2 roda," tutur Winarto.

50 penumpang yang menumpang gerbong yang anjlok itu, lanjur Winarto, dipindahkan ke gerbong yang ada di depannya.

Hingga kini Winarto masih belum mengetahui penyebab anjloknya kereta yang pertama kali dioperasikan pada 30 April iti tersebut. Saat ini upaya pengangkatan masih tengah dilakukan.

"Tidak ada efek terhadap keberangkatan KA di Stasiun Pasar Turi akibat anjloknya kereta di Blitar itu," tandas Winarto.

::; News Link :::

Tak Bayar Tiket TNI-Polri Bisa Diturunkan di Tengah Jalan

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 13 Mei 2010 0 komentar


PT Kereta Api tidak akan pandang bulu terhadap penumpang yang tidak membeli tiket meskipun itu adalah anggota TNI dan Polri. Sanksi tetap berlaku bagi anggota korps tersebut. "Mereka akan dikenakan sanksi denda dua kali lipat dari harga tiket," ujar Kepala Humas PT KA Daop II Bandung, Bambang S Prayitno saat dihubungi detikbandung, Kamis (13/5/2010). Tidak hanya itu. Bagi anggota TNI-Polri yang menolak sanksi tersebut, maka sanksi lainnya juga telah disiapkan. "Kalau masih kekeuh tidak mau membayar, kita turunkan saja di stasiun terdekat," tegas Bambang. Per tanggal 1 Mei 2010 ini PT KA memberikan diskon tarif kepada TNI dan Polri sebesar 50 persen. "Dulu pernah juga 20 persen, sekarang ditambah diskonnya dan dipertegas lagi" jelasnya. Selain memberikan diskon kepada TNI dan Polri PT KA juga memberikan diskon kepada lansia sebesar 20 persen, veretan 20 persen dari senin sampai kamis dan 30 persen untuk hari jumat sampai minggu. Sementara Korpri diberi diskon 10 persen.

::: News Link :::


Kodam III Siliwangi belum mau menyiagakan personel POM di stasiun-stasiun untuk memantau personelnya yang menolak membayar tiket kereta api. "Dikoordinasikan dulu, serta jika ada permintaan dari pihak terkait," kata Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Letnan Kolonel Isa Haryanto, melalui pesan singkat yang diterima detikbandung, Kamis (13/5/2010). Meski demikian, Isa menolak jika personelnya ada yang menolak membayar tiket kereta api. "Saya belum dengar masalah personel nggak bayar tiket," tegas Isa. Per 1 Mei 2010, PT Kereta Api memngeluarkan kebijakan memberikan diskon 50 persen bagi anggota TNI-Polri. Syarat yang diberikan anggota TNI-Polri cukup menunjukan fotocopy tanda anggota dan memperlihatkan yang asli.

::: News Link :::

Libur Kenaikan Isa Almasih

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 12 Mei 2010 0 komentar

Penumpang Melonjak, Stasiun Tambah Rangkaian Gerbong Kereta
Meningkatnya okupansi penumpang di Stasiun Kiaracondong membuat petugas Kereta Api menambah jumlah rangkaian gerbong kereta. Tambahan tersebut diperuntukan untuk keberangkatan malam. "Kebanyakan keberangkatan malam. Dari keberangkatan pukul 15.30 WIB sampai 22.00 WIB. Soalnya penumpang ingin sampai di tempat tujuan pagi," kata Wakil Kepala Stasiun Kiaracondong Tri Sekti, saat ditemui detikbandung di ruang kerjanya, Kamis (13/5/2010). Lonjakan penumpang yang mencapai 50 persen sejak Rabu (12/5/2010). Jadwal keberangkatan malam pun, imbuh Tri, yang biasanya dua kali keberangkatan kali ini menjadi empat kali keberangkatan. "Rankaian Ekonomi ditambah yang biasanya 6 gerbong menjadi 8 gerbong. Kalau untuk Eksekutif 2 gerbong jadi empat gerbong, Bisnis jadi enam gerbong," jelasnya. Ia menambahkan, satu rangkaian gerbong Ekonomi dapat menampung 106 penumpang, Bisnis 64 penumpang, dan Eksekutif sebanyak 50 peumpang.

::: News Link :::

Libur Kenaikan Isa Almasih

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Penumpang Kereta Api Meningkat 50 Persen
Okupansi penumpang Kereta Api di Stasion Kiaracondong di long weekend kali ini meningkat 20 hingga 50 persen. Lonjakan penumpang terlihat dari Rabu (12/3/2010) pukul 15.30 WIB, dan puncaknya pukul 20.50 WIB hingga pukul 22.00 WIB. "Kalau untuk kereta bisnis 20 hingga 45 persen. Untuk kelas ekonomi 50 persen, yang biasanya seat 100 persen, bisa 120 persen," kata Wakil Kepala Stasiun Tri Sekti, saat ditemui detikbandung di Stasiun Kiaracondong, Kamis (13/5/2010). Rata-rata penumpang tersebut diberangkatkan menuju Surabaya, Jogja, Solo. "Keretanya Mutiara Selatan, Argo Wilis, Turangga, dan KA Pasundan," jelas Tri. Sementara untuk rute perjalanan Cicalengka masih belum terlihat lonjakan penumpang. "Kalau dari Cicalengka belum ada lonjakan, masih biasa saja. anak sekolah mungkin belum libur," ujarnya.

::: News Link :::

Libur Kenaikan Isa Almasih

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Terminal Cicaheum Belum Ada Peningkatan Penumpang
Terminal Cicaheum belum menampakan keramaian penumpang di libur Kenaikan Isa Almasih dan juga bertepatan dengan liburan sekolah pekan ini. Jumlah penumpang yang tiba dan yang berangkat dari masih normal. "Kalau dari kemarin sampai pukul 8.00 WIB belum ada peningkatan masih normal, tidak tahu kalau hari ini Kamis (13/5/2010)," kata Staf Pelaksana Terminal Cicaheum Itang Mubarak, saat ditemui detikbandung di ruang kerjanya, Kamis (13/5/2010). Tercatat jumlah penumpang yang diberangkatkan dari Terminal Cicaheum hingga pukul 08.00 WIB adalah 2.888 orang, sementara untuk sebaliknya sebayak 3.184 penumpang. "Bis yang tiba 316, bis yang berangkat 288," paparnya. Liburan panjang kali ini Itang memprediksi ada sekitar 4.000 penumpang yang tiba dan berangkat dari Terminal Cicaheum. "Tapi tidak akan lebih dari 10.000 orang. Belum ada lonjakan," ujarnya. Lebih lanjut Itang mengatakan, long weekend biasanya tidak begitu berpengaruh di Terminal Cicaheum. "Kalau long weekend jarang dari arah timur, banyaknya mungkin ke stasiun kereta api," terangnya. Ia menambahkan, saat liburan rute Bandung-Pangandaran selalu dipadati penumpang. "Kalau pangandaran biasanya ramai, tapi saat ini belum bisa diprediksi, mungkin keberangkatan sore," pungkasnya.

::: News Link :::

PT Kereta Api Antisipasi Libur Panjang Mei

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 11 Mei 2010 0 komentar


Pada 12 dan 27 Mei,
PT KAI akan mengoperasikan sejumlah kereta tambahan
.
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I sudah mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang pada masa libur panjang Mei 2010. “Antara lain, kami akan memaksimalkan panjang rangkaian KA regular,” kata Kepala Humas PT KA Daops I, Sugeng Riyono, melalui pesan singkat yang diterima VIVAnews. Kemudian, pada 12 dan 27 Mei, PT KAI akan mengoperasikan sejumlah kereta tambahan, seperti KA Argo Lawu jurusan Gambir-Solo pukul 21.05 (kapasitas 400 kursi), KA Senja Solo jurusan Senen-Solo jam 20.50 (kapasitas 356 kursi). Antisipasi lainnya ialah apabila diperlukan, PT KAI akan menjalankan KA Cirek (Gambir-Cirebon) yang berkapasitas 512 kursi

:: News Link :::

2 KA Tertahan di Stasiun

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Banjir yang melanda wilayah Pasuruan berpengaruh terhadap perjalanan kereta api. Dua kereta saat ini tertahan di Stasiun Pasuruan dan Stasiun Bangil. KA Mutiara Timur siang dari Surabaya ke Banyuwangi saat ini berhenti di Stasiun Bangil sedangkan KA Logawa dari Jember berada di Stasiun Pasuruan. Dua kereta ini tak bisa diberangkatkan karena ketinggian air mencapai 50 cm. Jalan rel yang terendam sepanjang 1 km antara Bangil-Pasuruan. Perjalanan kedua kereta berhenti sejak pukul 10.00 WIB, Rabu (12/5/2010). "Batas toleransi kita 10 cm. Karena di atas angka 50 cm maka perjalanan kereta tidak bisa kita lanjutkan," kata Kepala Humas PT KA Daops VIII, Sri Winarto Penumpang kedua kereta kata Sri untuk sementara berada di dalam kereta. Ini menunggu air surut. Karena rencananya penumpang akan diangkut menggunakan jalur darat alias naik bus. Tapi tambah Sri menunggu kondisi jalan raya. "Penumpang masih berada di dalam kereta. Kita melihat kondisi dulu. Kalau bisa jalan darat kita alihkan naik bus tapi kalau tidak bisa kita menunggu air surut sehingga kereta bisa bergerak," ungkapnya

Kereta odong-odong mogok di pintu perlintasan Cipinang Lontar, Jakarta Timur. Akibatnya jalur kereta menuju arah Kota tersendat. Penumpang pun berhamburan keluar. "Penumpang turun semua, soalnya sempat mandak selama 30 menit," kata Petugas Operator Informasi Kereta Api, Amran Suhaimi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (12/5/2010). Menurut Amran, seluruh keberangkatan kereta menuju kawasan Timur Jakarta sempat tersendat. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Kereta odong-odong tersebut berhasil dievakuasi pada pukul 07.10 WIB. "Sekarang udah normal. Cuman ada antrian saja sedikit," tutupnya.

KERETA SUMATERA

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Khusus untuk Angkutan Barang
Rabu, 12 Mei 2010 | 02:44 WIB

Oleh HELENA F NABABAN

Sudah jamak dipahami, sejak awal pembangunan jalan kereta di Pulau Sumatera memang untuk angkutan barang. Kereta penumpang seolah hanya disisipkan pada rangkaian jadwal perjalanan kereta api.

Hal itu karena Sumatera bagian selatan memang kaya akan potensi alam, seperti tambang dan hasil perkebunan. Wajar apabila jalan rel di Sumatera Selatan hingga Lampung dipadati kereta barang.

Salah satunya adalah pengoperasian kereta batu bara rangkaian panjang atau babaranjang dengan jumlah rangkaian yang banyak sejak 1980-an. Sebanyak 28 kereta babaranjang, meliputi 14 rangkaian bermuatan dan 14 rangkaian kosong, melintasi jalan rel Tanjung Enim di Sumatera Selatan ke Tarahan di Lampung Selatan pergi-pulang sepanjang 411 kilometer setiap hari.

Tingkat kepadatan lintasan kereta barang akan semakin bertambah. Itu karena sejak 23 Desember 2009 PT Kereta Api (KA) Divisi Regional (Divre) III Sumatera Selatan dan Subdivre III.2 Tanjungkarang mulai menguji coba kereta babaranjang dengan 60 gerbong. Tujuannya satu, meningkatkan kapasitas angkut batu bara hingga 20 juta ton pada 2014.

Persiapan dan pemeriksaan detail terhadap rangkaian kereta sudah dilakukan sejak kereta masih kosong atau sudah bermuatan hendak diberangkatkan. Seperti yang terlihat di emplasemen Stasiun Besar Tarahan di Lampung Selatan, Jumat (30/1), tim mekanik dari Stasiun Besar Tarahan tengah mengecek sistem pengeremen antargerbong.

Mereka ingin memastikan kereta dengan 60 gerbong kosong itu betul-betul berfungsi dan bekerja baik di jalan rel dari Tarahan hingga Tanjung Enim. Tidak hanya sistem pengereman antargerbong, tetapi juga kondisi fisik per gerbong betul-betul mereka perhatikan.

Eko Purwanto, Kepala Seksi Sarana PT KA Subdivre III.2 Tanjungkarang, mengatakan, pengecekan demikian juga berlaku untuk rangkaian babaranjang dengan 40 atau 46 gerbong. Khusus untuk rangkaian 60 gerbong, ini merupakan uji coba setelah sekian lama PT KA mengoperasikan kereta pengangkut batu bara dengan jumlah gerbong 40 hingga 46 unit per kereta.

Babaranjang 60 gerbong yang panjangnya mencapai 1 kilometer itu secara bertahap akan ditambahkan pada rangkaian babaranjang yang sudah beroperasi. Dengan target angkutan 9,3 juta ton pada 2010, pengoperasian babaranjang 60 gerbong bisa mengurangi tingkat kepadatan lintasan dari 14 rangkaian menjadi 12 rangkaian per hari. Akan tetapi, apabila target angkutan semakin besar, dipastikan rangkaian kereta yang melintas semakin padat.

Dwiyana Slamet Riyadi, Senior Manajer Operasi PT KA Divre III, mengatakan, karena bakal padat, PT KA sudah menyiapkan penambahan sarana dan prasarana angkutan. Jumlah gerbong dan lokomotif direncanakan ditambah.

Saat ini, untuk melayani angkutan batu bara Tanjung Enim-Tarahan, PT KA mengoperasikan 1.100 unit gerbong batu bara dan 48 unit lokomotif seri CC 202. Sebagai upaya peningkatan angkutan, sampai dengan 2014 direncanakan akan ada tambahan lokomotif seri CC 205 sebanyak 50 unit dan gerbong 1.200 unit.

Dwiyana mengatakan, penambahan sarana sebagai salah satu bentuk investasi tersebut perlu karena PT KA harus mengoperasikan tiga lokomotif CC 202 untuk sekali jalan menarik 60 gerbong. Sementara dengan lokomotif seri CC 205, rangkaian 60 gerbong cukup ditarik dengan dua lokomotif.

Penambahan sarana juga akan memampukan PT KA memelihara aset-asetnya secara menyeluruh. Selama ini, lokomotif dan rangkaian kereta hanya sempat dicek atau diperiksa beberapa jam saja begitu tiba di stasiun pembongkaran atau pemuatan, kemudian berangkat lagi. Sarana yang bagus pastinya akan mendukung upaya peningkatan angkutan.

Selain itu, PT KA juga secara bertahap menambah stasiun-stasiun baru, memperpanjang rel di sejumlah stasiun untuk persilangan babaranjang 60 gerbong, membangun rel ganda, dan sarana persinyalan. Stasiun ataupun rumah persinyalan itu akan sangat membantu pengoperasian kereta babaranjang.

Hendro Suwanto, masinis babaranjang yang ditemui di Stasiun Tigagajah, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, mengatakan, dengan beroperasinya babaranjang 1 kilometer itu, satu hal yang tidak boleh dilupakan dengan beroperasinya kereta sepanjang hampir 1 kilometer adalah permasalahan lingkungan yang muncul. Dari pengalamannya membawa babaranjang, jalan rel yang pada beberapa titik berada di dalam kota bisa menimbulkan antrean kendaraan yang panjang ketika babaranjang 1 kilometer itu lewat.

Demikian juga di daerah-daerah pedesaan. Masyarakat yang ingin bisa cepat melintas bisa jadi akan membuka jalan perlintasan tanpa izin. ”Bagi kereta, banyaknya lintasan liar sangat mengganggu perjalanan,” ujar Hendro.

Kepala Humas PT KA Divre III Sumatera Selatan As’ad Sayuti mengatakan, setiap kepala stasiun diharapkan bisa membantu menyosialisasikan keberadaan babaranjang 60 gerbong tersebut, sekaligus juga mengimbau masyarakat untuk tidak merusak aset kereta.

As’ad mengakui, di beberapa titik di wilayah Subdivre III.2 Tanjungkarang ada beberapa wilayah yang rawan, di antaranya rawan pelemparan batu ke kereta hingga tangan-tangan jahil penduduk yang dengan sengaja mengubah sistem pengereman gerbong.

Itu semua harus diantisipasi sejak sekarang supaya masyarakat mendukung angkutan. Terutama dengan fokus angkutan PT KA yang lebih mengutamakan angkutan batu bara dan hasil-hasil perkebunan.

::: News Link :::

Mutiara Timur Anjlok di Lumajang

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 09 Mei 2010 0 komentar


Berhasil Dievakuasi, Jalur KA Kembali Normal
Lumajang - Gerbong KA Mutiara Timur yang anjlok di Desa Leduk Tempuro Desa Randuagung, berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.30 WIB. Dan perjalanan 4 kereta KA Sri Tanjung, KA Tawang Alun, KA Probowangi dan KA Logawa bisa lancar. "Gerbong selesai selesai dievakuasi dan pergantian bantalan rel pukul 16.30 WIB. Sehingga jalur kereta di Randuagung Lumajang bisa dilewati," kata Humas PT KA Daops IX, Burhani Sulton saat dihubungi detiksurabaya.com usai mengecek lokasi anjloknya gerbong kereta api di Randuagung, Jumat (7/5/2010). Menurutnya, selesainya evakuasi gerbong KA yang anjlok, jalur kereta bisa dilewati pukul 18.00 WIB. "Alhamdillah mas, evakuasi dan perbaikan batalan rel selesai lebih cepat, meskipun hujan menguyur deras sekali," ungkapnya. Sebelumnya, KA Mutiara Timur anjlok di Desa Leduk Tempuro Desa Randuagung sekitar pukul 12.00 WIB. 206 Penumpang pun dievakuasi menggunakan bus menuju Surabaya, setelah sebelumnya dibawa dengan KA lainnya menuju stasiun.

::: News Link ::


Lumajang - PT KA Daops IX Jember belum bisa memastikan apa penyebab Kereta Api (KA) Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi anjlok. Mereka saat ini berkonsentrasi melakukan evakuasi terhadap penumpang dan jalan rel. "Secara pasti apa penyebabnya kita masih belum tahu," kata Humas PT KA Daops IX, Burhami Sulton saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Jumat (7/5/2010). Penumpang saat ini kata dia sudah dievakuasi dan diangkut oleh KA Mutiara yang berangkat dari Banyuwangi menuju Surabaya. Sementara penumpang dari Banyuwangi dialihkan menggunakan bus di bawa ke Surabaya. "Sudah kita evakuasi semua. Jumlah penumpang ada 270 orang," ungkapnya. KA Mutiara Timur dengan CC 20337 anjlok di Desa Leduk Tempuro Kecamatan Randuagung, Lumajang sekitar pukul 12.00 WIB. Yang anjlok ada rangkaian KA pertama atau dibelakang lokomotif. KA Mutiara Timur itu membawa 2 gerbong eksekutif, 4 gerbong bisnis dan 1 gerbong restorasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

:::: News Link :::

KA Mutiara Timur Anjlok di Lumajang

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Lumajang - Kereta Api (KA) Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi anjlok di Desa Leduk Tempuro Kecamatan Randuagung, Lumajang. Anjloknya KA Mutiara Timur ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Jumat (7/5/2010) di gerbong pertama tepat belakang lokomotif. Justify Full Anjloknya KA yang dimasinisi Kusnan bermula saat melintasi kawasan berbelok di Desa Leduk Tempuro. Saat itulah KA yang membawa 206 penumpang dan 6 gerbong itu melambatkan lajunya dan tiba-tiba anjlok. Menurut salah satu penumpang, Grena (27) asal Banyuwangi mengaku kaget saat mendengar suara grek..grek di dalam KA. Saat itu penumpang panik dan mengira jika KA anjlok. Rupanya benar adanya, KA anjlok di tengah-tengah kebun tebu. "Tadi memang mendengar suara grek-grek seperti anjlok dan ternyata benar," kata Grena yang mengaku pulang ke Banyuwangi kepada detiksurabaya.com di sela-sela dievakuasi pihak KA. Namun para penumpang tidak perlu menunggu lama untuk dievakuasi. Setelah menunggu 2,5 jam, sekitar pukul 14.30 WIB, ke-206 penumpang dievakuasi dengan KA Mutiara Timur lainnya. Hingga pukul 14.40 WIB, 6 gerbong KA masih di lokasi menunggu perbaikan.

KRL ANJLOK di MANGGARAI

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 06 Mei 2010 0 komentar


Terjadi Antrean, KRL Beroperasi Normal Lagi Pkl 18.00 WIB
Jakarta - Penyebab anjloknya 2 gerbong KRL yang menabrak tiang listrik masih diselidiki. Jalur KRL lumpuh dan diprediksi beroperasi normal lagi pukul 18.00 WIB. "Sementara ini lumpuh. Prediksi saya sampai pukul 16.00 WIB ada jalur lagi. Karena, kita nanti mau pasang aliran listrik dari atas. Cuma masalahnya tidak bisa cepat seperti biasa. Yang biasanya 2 jalur jadi 1 jalur," kata Kahumas Daops I PT KA Sugeng Priyono di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (6/5/2010). Sugeng mengatakan akan terjadi antrean KRL. "Jadi pelan-pelan. Yang penting bisa melayani penumpang dulu. Normal total di atas pukul 18.00 WIB karena proses mengangkatnya butuh waktu lama," ujar Sugeng. Dikatakan dia, insiden itu berawal saat KRL dari arah Stasiun Kota hendak menuju Depo Bukit Duri. KRL itu tidak mengangkut penumpang karena hanya untuk pemeriksaan harian. Lalu, terjadilah kecelakaan. Menurut dia, penyebabnya masih diselidiki. "Ada 8 rangkaian gerbong. Gerbong 7 tiba-tiba melintang lalu menabrak tiang listrik. Kabelnya putus. Gerbong 8 anjlok satu As dan akhirnya terpisah dengan rangkaian depannya," papar Sugeng.

::: News Link :::

KRL ANJLOK di MANGGARAI

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Kabel Listrik Putus, Gerbong KRL Tidak Berpenumpang
Jakarta - Dua gerbong KRL yang anjlok dan menabrak tiang listrik sedang dievakuasi. Kabel-kabel listrik putus akibat insiden. Untunglah saat kejadian KRL tidak sedang mengangkut penumpang dan akan kembali ke Depo KRL. Pengamatan detikcom, Kamis (6/5/2010), 1 dari 2 gerbong sudah dievakuasi dan dipindahkan ke jalurnya. Sedangkan 1 gerbong lagi masih diupayakan dievakuasi. Kabel-kabel listrik putus akibat tiang ditabrak KRL. Tiang listrik yang berdiameter sekitar 30 centimeter miring tertindih kereta. Warga sekitar berkerumun menonton di lokasi. Menurut saksi mata bernama Dodi, peristiwa itu terjadi pukul 11.00 WIB, ketika dia sedang di peron. "Tiba-tiba dengar suara gemuruh, seperti kilat, lalu bunyi braaak. Rupanya ada kereta Laksana I menabrak tiang listrik," kata Dodi. Dodi mengatakan 2 dari 8 gerbong KA lepas dari rangkaian. "Dua gerbong itu posisinya melintang dan menabrak tiang listrik," kata Dodi.

::: News Link :::

Kereta Anjlok di Manggarai

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Gerbong yang Anjlok Senggol Tiang Listrik KRL
Jakarta - Petugas masih berupaya megevakuasi dua gerbong KRL yang anjlok di Stasiun Manggarai. Sebuah gerbong melintang dan mengenai tiang listrik aliran atas (LAA) yang menyebabkan gangguan kelistrikan. "Gerbong nomor 7 mengenai LAA sehingga ada gangguan kelistrikan. Akibatnya perjalanan KRL hanya bisa sampai Pasar Minggu saja," kata Kahumas Daops I PT KA Sugeng Priyono kepada detikcom, Kamis (6/5/2010). Sugeng menjelaskan, saat ini petugas sedang memasang tiang LAA sementara agar perjalanan KRL tidak terganggu. "Kita sedang buat yang sementara, sehingga tidak terlalu lama terganggu. Mudah-mudahan pukul 16.00 WIB bisa selesai," katanya. Sugeng menyatakan, penggunaan LAA sementara itu membuat perjalanan KRL akan sedikit pelan. "Tidak bisa secepat yang normal, ini kan cuma sementara," katanya.

::: News Link :::

ICW: DPR Hanya Responsif untuk Kepentingan Sendiri

Jakarta - Rencana pembangunan gedung baru DPR yang bakal menelan biaya Rp 1,8 triliun dinilai sebagai pemborosan uang negara. DPR juga dianggap hanya responsif jika untuk kepentingan sendiri, sementara kepentingan rakyat dilupakan. "DPR terlalu responsif untuk memenuhi kepentingan sendiri," kata Kordinator Bidang Hukum ICW, Abdullah Dahlan ketika memberi keterangan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (5/5/2010). Menurut Dahlan, DPR hanya peduli pada kepentingannya saja, tanpa peduli pada kepentingan rakyat banyak. Dahlan lalu mencontohkan kurang respeknya DPR dan pemerintah dalam upaya merenovasi gedung sekolah yang bukan lagi miring, tapi sudah mau runtuh. "161 Ribu sekolah yang ada di Indonesia ini membutuhkan perbaikan, dan 45 persennya bahkan tidak hanya miring 7 derajat, tapi 90 derajat alias hampir rubuh," papar Dahlan. Dahlan meminta agar DPR membatalkan keinginannya untuk menganggarkan kembali pembangunan gedung baru itu. Pembangunan gedung baru hanya melukai perasaan publik. Bahkan Dahlan menilai DPR telah melakukan pembohongan publik dengan menyebut gedung lama sudah miring 7 derajat. Padahal gedung itu masih layak huni, dan hanya butuh perbaikan di beberapa bagian. Dalam jumpa pers tersebut, ICW memasang dua gambar yang kontras. Dua gambar itu disandingkan, yaitu gambar gedung SD yang roboh dan gedung DPR yang tinggi menjulang.

::: News Link :::

Sidang Korupsi PT KA

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 04 Mei 2010 0 komentar

Terdakwa dan Saksi Adu Mulut
Adu mulut tak terelakkan lagi saat sidang perkara korupsi yang melilit PT Kereta Api (Persero) dan PT Optima Kharya Capital Management (OKCM) digelar di ruang sidang 1 Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (4/5/2010). Direktur Keuangan Ahmad Kuncoro yang menjadi saksi ngotot tidak memberikan fulus kepada bawahannya, Widyoseno, terkait investasi PT Kereta Api. "Walaupun seribu orang bilang iya, saya tetap tidak(memberikan)," ujar Kuncoro ketus saat menanggapi keberatan terdakwa Widyoseno yang juga merupakan bekas staffnya di PT KA. Mendengar itu, peserta sidang yang hadir sontak riuh. Widyoseno menolak kesaksian atasannya itu yang menyebut tidak satu sen pun menyerahkan fulus kepadanya. "Waktu saya dipanggil ke ruangannya, dari setumpuk berkas yang diserahkan ada amplop. Setelah di cek ternyata ada travel check senilai Rp 20 juta," kata Widyoseno di hadapan hakim. Geram mendengar itu, Kuncoro langsung menunjuk sambil mengancam akan melaporkan tuduhan tersebut ke polisi. Sementara itu, dalam kesaksiannya Kuncoro menyebut dirinya tidak pernah menerima sama sekali amplop berisi duit tunai atau travel check dari pihak manapun. Lebih lagi meminta membagikan jatah duit kepada staff dan direksi PT KA untuk kelancaran kerjasama dengan OKCM. "Tidak benar," jawab Kuncoro dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Syahrul Machmud. Dalam persidangan, ia juga menjelaskan jika Widyoseno memberikan masukan terkait penunjukan OKCM untuk investasi PT KA. "Saya tidak pernah memberikan masukan untuk itu," sanggah Widyoseno.

::: News LInk :::

Gerbong Kereta Dirusak Bobotoh

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Ayi Beutik: PT KA Lebay

Panglima Viking Ayi Beutik menyangkal adanya bobotoh yang tak membayar karcis kereta api serta merusak gerbongnya, saat bertolak dari Purwakarta ke Bandung untuk menyaksikan pertandingan Persib-Persipura, Minggu (2/5/2010). Ayi menilai PT KA lebay. "Kami sampai sekarang tidak menerima laporannya. Kadang PT KA itu suka lebay saja. Keretanya sudah rusak dibilang dirusak bobotoh," tutur Ayi setengah kesal ketika dihubungi detikbandung melalui telepon Senin (3/5/2010). Ayi menambahkan, pihaknya juga menyangsikan adanya bobotoh yang tidak membayar karcis kereta. "Kalau tidak bayar karcis kenapa dinaikkan ke kereta? Aneh kan?, apalagi jumlahnya sampai ratusan orang," imbuhnya. Lebih lanjut Ayi menuturkan, PT KA sebaiknya tidak menyalahkan sepenuhnya pada bobotoh yang sampai naik ke atas gerbong untuk menyaksikan pertandingan klub kesayangannya. "Jangan kalau ada yang celaka karena duduk di atas gerbong lantas disalahkan bobotohnya. Harusnya kalau memang tidak boleh duduk di atas ya jangan jalan. Lagian bobotoh naik ke atas karena keretanya penuh," ucap Ayi. Ketika disinggung rencana PT KA melaporkan aksi perusakan yang diduga dilakukan bobotoh ke PSSI, Ayi hanya menanggapi ringan. "Itu tadi yang dimaksud lebay, entah keretanya dirusak siapa atau memang sudah rusak dan kebetulan dinaiki bobotoh lantas lapor sana-sini," sindirnya. Menurut Ayi, Viking sendiri akan turut bertanggung jawab jika ada anggotanya yang tertimpa musibah saat akan menyaksikan pertandingan laga Maung Bandung. "Seperti kemarin ada 8 orang jatuh, pengobatannya kita bantu. Saat ini tinggal 1 orang lagi yang belum pulang. Namanya Egi (19) warga Purwakarta. Tapi rencana sore ini pulang," tandasnya.

::: News Link :::

5 Petugas PT KA Diperiksa Polisi Karanganyar

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 03 Mei 2010 0 komentar

Solo - Lima petugas PT KA yang sedang bertugas saat terjadinya kecelakaan KA Bangun Karta dengan bus saat ini diperiksa polisi di Polres Karanganyar. Hingga saat belum ada yang dijadikan tersangka dalam kecelakaan tersebut. Namun kondisi di lapangan, dipastikan saat kejadian palang pintu dalam kondisi terbuka. Kelima petugas tersebut adalah Kepala Stasiun Palur, pemimpin perjalanan KA (PPKA) di Stasiun Kemiri, seorang petugas penjaga pintu di perlintasan Jaten dan dua petugas di perlintasan Palur yang merupakan lokasi kejadian. "Dari perlintasan Palur ada dua petugas yang diperiksa karena pada saat kejadian bersamaan dengan jam serah terima tugas," ujar Abdul Chamim, Manajer Hukum PT KA DAOPS VI di sela-sela mendampingi kelima petugas PT KA di Polres Karanganyar, Senin (3/5/2010). Chamim mengatakan hingga saat ini belum bisa diambil kesimpulan karena dari kelima orang yang diperiksa memberikan keterangan yang berbeda-beda. Dicontohkannya, petugas di perlintasan Palur mengatakan pemberitahuan dari Stasiun Kemiri sangat terlambat datang. Sedangkan PPKA di Kemiri mengatakan telah melakukan tugas sesuai prosedur. Terpisah Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Dwi Erna Rustati, membenarkan bahwa hingga saat ini jajarannya masih terus mendalami dan melakukan penajaman atas kasus kecelakaan tersebut. Selain memeriksa para petugas PT KA, kata Erna, polisi juag memeriksa sopir bus, Harsono, dan juga beberapa saksi lainnya. "Belum ada tersangka. Kami masih fokus pada penajaman kasus. Yang jelas, pada saat kejadian pintu perlintasan dalam kondisi terbuka," ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan terjadi di perlintasan KA Palur, Karanganyar, Minggu (2/5/2010) pukul 19.45 WIB. KA Bangun Karta menabrak bus PO Langsung Jaya AD 1528 AF, beberapa motor serta pejalan kaki yang sedang menyeberang di perlintasan. Saat kejadian palang pintu dalam keadaan terbuka. Akibat kejadian tersebut, empat orang tewas seketika dan tiga orang mengalami kula berat. Informasi terakhir menyebutkan, korban tewas bertambah menjadi lima orang. Satu korban meninggal yang meninggal hari ini bernama Wiranto asal Wiranto (30 tahun) asal Kalipelang RT 3 RW 7, Mojolaban, Sukoharjo. Saat kejadian Wiranto memboncengkan istri dan anaknya yan masih berusia 3 tahun. Motor Yamaha Jupiter yang dinaikinya tersert bus PO Langsung Jaya yang diseruduk KA. Istri dan anaknya tewas seketika akibat kejadian tersebut. Tiga korban sekeluarga ini dimakamkan hari ini pemakaman umum desa tempat tinggalnya di Mojolaban, Sukoharjo.

Bandung - Dari 136 penumpang yang tercatat melakukan pelanggaran pada saat sweeping di Stasiun Kiara Condong, Senin (3/5/2010), 17 orang di antaranya terpaksa menggadaikan barang berharga pada petugas KA. Hal itu mereka lakukan untuk memperoleh pinjaman dari PT KA sebesar Rp 20 ribu, untuk biaya sidang di tempat. Menurut Petugas PT KA yang turut melakukan sweeping Maman Sulaeman, 17 orang yang menggadaikan ini tidak bawa uang sepeser pun. "Rata-rata barang yang disimpan penumpang ada handphone, tas, jam tangan dan jaket," terangnya. Namun ada-ada saja ulah para penumpang yang kena sweeping ini. Dua penumpang yang diberi pinjaman Rp 20 ribu untuk biaya sidang, malah membawa kabur uang itu, setelah menggadaikan KTP mereka. Kedua orang itu adalah Ali Surahman dan Wahyudin. Ali tercatat sebagai warga Garut dan Wahyudin warga Cicalengka. "Ya semestinya uang Rp 20 ribu itu dipakai biaya sidang. Ternyata mereka tidak kembali-kembali," sesal Maman. Sementara itu, Dede (19) terpaksa harus menggadaikan jaket dan sepasang sepatu kulit cokelat kesayangannya. "Habis gimana, enggak ada uang sepeserpun," ucapnya. Kementerian Perhubungan Dirjen Perkeretaapian bekerjasama dengan PT KA Daop II Bandung menggelar sweeping bagi penumpang KA ke berbagai jurusan di Stasiun Kiaracondong, Senin (3/5/2010). Penumpang yang ditertibkan adalah penumpang tanpa tiket dan yang berada di kabin atau atap kereta.

Bandung - PT Kereta Api (PT KA) mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta, akibat ulah bobotoh yang tak bertanggung jawab. Sedikitnya 500 orang tak bayar tiket saat naik kereta menuju Bandung untuk menonton laga Persib-Persipura, Minggu (2/5/2010). Tak hanya itu, mereka pun merusak gerbong. "Dari 700 bobotoh hanya 235 yang bayar. Sisanya sekitar 500 lebih tidak bayar karcis seharga Rp 2 ribu," ujar Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno saat ditemui di Stasiun Kiaracondong, Senin (3/5/2010). Ia menuturkan, kereta berangkat dari Purwakarta sekitar 14.35 WIB dan di perjalanan gerbong kereta dirusak. Para bobotoh dari Purwakarta ini turun di Stasiun Cikudapateuh. Akibat kejadian ini, 30 kaca pecah dan interior dicoret-coret dengan cat semprot dan kursi penumpang dirobek. "Akibat tidak membayar dan kerusakan kami merugi sekitar Rp 30 juta," terang Bambang Sebagai tindak lanjut pihaknya akan melapor pada Polres Purwakarta dan melayangkan surat aduan pada KONI pusat dan Jabar, PSSI, penyelenggara LSI dan perwakilan bobotoh Purwakarta. Sementara itu, Vice President PT KA Daop II Slamet Suseno Prianto menyatakan untuk ke depannya pihaknya akan meminta bobotoh Purwakarta dikawal polisi jika ingin menyaksikan langsung laga pertandingan Persib di Bandung. "Kami meminta kejadian ini tidak terulang, bobotoh bisa dewasa dan tidak bertindak anarkis," tutup Slamet.

Jakarta - Pada periode kuartal I-2010, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia jumlahnya mencapai 1,61 juta orang, naik 14,59% dibandingkan periode yang sama di 2009 yang sebesar 1,41 juta orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, pada Maret 2010, jumlah wisman yang mengunjungi Indonesia mencapai 594,2 ribu orang, naik 16,22% dibandingkan Maret 2009 yang jumlahnya mencapai 511,3 ribu orang.

"Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Maret 2010 naik 13,74% dibanding Maret 2009. Jika dibanding Februari 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 0,12%, yaitu dari 191,4 ribu orang menjadi 191,1 ribu orang pada Maret 2010," ujar Rusman dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Soetomo, Jakarta, Senin (3/5/2010).

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada Maret 2010 mencapai rata-rata 50,04%, atau naik 2,73 poin dibanding TPK Maret 2009 sebesar 47,31%. Demikian juga, dibanding TPK hotel Februari 2010, TPK hotel berbintang pada Maret 2010 naik 2,89 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama Maret 2010 adalah 2,19 hari naik 0,15 poin dibanding keadaan Februari 2010.

Kemudian, jumlah penumpang kereta api pada bulan Maret 2010 tercatat mencapai 17,0 juta orang, naik 11,74% dibanding bulan Februari 2010. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api naik 9,4% menjadi 1,5 juta ton.

Selama kuartal I-2010 (Januari-Maret), jumlah penumpang mencapai 49,6 juta orang atau naik 1,33%, sebaliknya jumlah barang mencapai 4,3 juta ton atau turun 4,87% dibanding periode yang sama tahun 2009.

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Maret 2010 tercatat 504,8 ribu orang atau naik 13,62% dibanding bulan Februari 2010 dan jumlah barang yang diangkut naik 9,79% menjadi 8,7 juta ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009, selama Januari-Maret 2010 jumlah penumpang mencapai 1,5 juta orang atau naik 7,52%, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 25,4 juta ton atau turun 11,2%.

Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Maret 2010 mencapai 3,4 juta orang atau naik 14% dibanding bulan Februari 2010.

Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 16,21% menjadi 767,7 ribu orang. Selama Januari-Maret 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 9,6 juta orang atau naik 20,3%, dan jumlah penumpang internasional mencapai 2,1 juta orang atau naik 29,74% dibanding periode yang sama tahun 2009.

::: News LInk::>>>

Bandung - Dalam sweeping di Stasiun Kiaracondong, Senin (3/5/2010), tak hanya penumpang yang terjaring. Kondektur pun ada yang melakukan pelanggaran. Pelanggaran terungkap setelah petugas mendapati 6 pemuda tanpa karcis yang naik KA Kahuripan jurusan Kediri-Padalarang. Dan menurut 6 pengakuan pemuda itu mereka sudah membayar pada kondektur sebesar Rp 10 ribu untuk 1 orang. Menurut salah satu pemuda Nizar (20), ia bersama 5 rekannya berangkat dari Tasikmalaya dan loketnya belum buka. "Kami bayar 60 ribu untuk 6 orang karena loketnya tutup," ujarnya yang baru pertama kali naik KA dari Tasikmalaya ini. Ia dan kelima rekannya pun tidak mendapat tiket suplisi (tiket denda yang semestinya 2 kali lipat). Petugas pun mencari kondektur dan mendatanya. Humas Daop II Bambang S Prayitno menuturkan seharusnya tiket suplisi diberikan 2 kali lipat dari tarif normal. "Tadi kondektur itu tidak memberikat karcis suplisi. Seharusnya dia memberikan karcis suplisi," ujarnya ketika ditemui di sela-sela sweeping di Stasiun Kiaracondong. Ia menambahkan, tarif dari Tasik-Bandung Rp 10 ribu. "Tapi seharusnya mereka membayar Rp 20 ribu. Karena tidak beli di stasiun," terang Bambang. Terkait pelanggaran ini, pihaknya akan membahas secara internal dan si kondektur terancam sanksi. Di antaranya tidak boleh bekerja, penundaan kenaikan gaji berkala, penurunan pangkat hingga pemecatan. "Tapi akan dibahas secara internal," tandas Bambang.