SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Tahun 2020, PT KA Disubsidi Rp 535 M Dari APBN

Diposting oleh paguyubancirex Jumat, 30 April 2010 0 komentar

Bandung - Menteri Negara BUMN Mustafa Abu Bakar menilai sering meruginya PT Kereta Api karena PT KA selalu memperhatikan misi sosial. Untuk itu tahun 2020, PT KA akan mendapatkan subsidi Rp 535 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


"Misi KA itu ada dua yakni misi komersial dan misi sosial, karena fungsi sosial
lebih diutamakan, untuk kelas ekonomi yang tidak mungkin beban biaya tiketnya
tinggi, kita bantu dari APBN. Tahun ini totalnya Rp 535 miliar," jelas Mustafa usai peresmian KA Malabar, di Stasiun Bandung, Jumat (30/4/2010).

Saat ini, kata Mustafa, pihaknya dan PT KA sedang menginventarisir jalur strategis yang layak untuk diunggulkan selain jalur KA Malabar.

"Kita berharap KA Malabar ini jalur perintis untuk menghubungkan kota strategis
yang lebih unggul oleh jalur udara atau jalur darat. Kita lihat dari Solo ke
Madiun, jarak tempuh pakai mobil cukup lama, kalau pakai KA memang relatif lebih
cepat," ujar Mustafa.

Mustafa juga berharap pemegang saham PT KA segera mengkaji rute-rute yang merugi. Terutama kereta ekonomi yang tidak bersaing langsung dengan jalur udara.

Selain itu, kereta api yang menggunakan bahan bakar hemat dan minim polusi harus dioptimalkan.

"Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tentang kereta api ini juga harus dimanfaatkan," ujarnya.

::: News Link :::

Bandung - Pemerintah Provinsi Jabar akan membebaskan lahan untuk proyek shortcut jalur kereta api Cibungur-Tanjungrasa. Hal itu untuk mempercepat waktu tempuh Bandung-Cirebon dan mengurangi penggunaan Jalan Cadas Pangeran. Hal itu dikatakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada wartawan usai peresmian KA Malabar, di Stasiun Bandung, Jumat (30/4/2010). "Untuk mempercepat waktu tempuh dan mengurangi pemakaian jalan Cadas Pangeran, kita membebaskan lahan untuk PT Kereta Api agar bisa membangun shortcut Cibungur-Tanjungrasa," ungkapnya. Anggaran yang dipersiapkan untuk pembebasan lahan tersebut, ujar Heryawan mencapai Rp 15 miliar. "Anggaran sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah," ungkapnya. Dana tersebut akan digunakan untuk membebaskan lahan sepanjang 9,5 kilometer. "Luasnya saya tidak haapal, tapi panjangnya mencapai 9,5 kilometer. Masyarakat disana juga cukup kooperatif," terangnya. Heryawan berharap tahun ini proyek tersebut dapat segera direalisasikan. "Kalau PT KA mau membangunnya tahun ini ya harus selesai tahun ini pembebasan lahannya. Sekarang sedang berlangsung," paparnya.

::: News Link ::

Gubernur: KA Malabar Kurang 'Geulis'

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Bandung - Saat meresmikan KA Malabar (Malang-Bandung Raya), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku tidak dilibatkan dalam pemberian nama KA tersebut. Padahal jika dilibatkan, Heryawan akan menambahkan kata 'Geulis' pada kereta tersebut. "Kalau saya dilibatkan dalam pemberian nama, pasti jadi Malabar Geulis. Dulu waktu saya resmikan KA Bumi Geulis, Baraya Geulis, itu geulisnya dari saya. Pokonya yang berbau kereta api saya suka pakai nama geulis," ujar Heryawan saat memberikan sambutannya pada acara Peresmian KA Malabar, di Stasiun Bandung. Lebih lanjut Heryawan mengatakan, perkereta apian di Indonesia khususnya Jabar sudah semakin maju sebagai moda transportasi massal. ia juga berharap pemerintah dapat mereaktivasi dan merevitalisasi jalur-jalur kereta api. "Kereta api ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pertumbuhan transportasi yang semakin tinggi harus ada alternatif pengangkutan massal dalam jumlah banyak tanpa harus ada kemacetan," ujarnya. Ia juga optimis kereta api lebih maju dengan mereaktivasi dan merevitalisasi jalur-jalur kereta api. "Sekarang Jalur Sukabumi-Bogor sudah ada lagi, dan tahun ini juga yang akan beroperasi Bandung Cianjur-Sukabumi-Bogor," terangnya.

Bandung - Mulai Jumat (30/4/2010), Kereta Api Malabar jurusan Bandung-Malang resmi beroperasi. KA Malabar melaju untuk pertama kalinya di jalur II Stasiun Bandung.

Peresmian dilakukan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Dirjen Perkeretaapian Tunjung Indrawan dan Duta KA Didi Petet.

Acara dimulai dengan penekanan tombol yang diiringi laju kereta api hingga sampai di depan podium. Menteri langsung menyiramkan air kendi ke lokomotif dan Gubernur meniup peluit KA tanda berangkatnya kereta.

Setelah itu KA Malabar melaju untuk pertama kalinya di jalur II Stasiun Bandung. Keberangkatan KA Malabar telat 20 menit dari jadwal sebelumnya.

Jika jadwal seharusnya pukul 15.30 WIB, kereta baru berangkat jam 15.50 WIB. Peresmian ini disaksikan tak kurang dari 500 pasang mata yang ada di Stasiun Bandung.

Penumpang pun berebut berfoto di depan KA Malabar ini. Dalam sambutannya, Mustafa berharap KA Malabar ini menjadi produk unggulan dalam pengoperasiannya. "Ini kan ada 3 segmen kelas. Kelas ekonomi plus, bisnis dan eksekutif," ujarnya.

Ia juga menuturkan KA ini adalah perwujudan dan komitmen atas respon masyarakat. "Sesuai harapan warga dapat naik kereta api dari Bandung ke Malang dengan harga terjangkau," tandas Mustafa. Tarif KA Malabar untuk kelas eksekutif seharga Rp 220 ribu, kelas bisnis Rp 150 ribu, dan kelas ekonomi plus Rp 90 ribu. Sampai tanggal 15 Juni mendatang PT KA memberikan promosi untuk KA Malabar. Harga promo untuk KA ini untuk kelas eksekutif Rp 200 ribu, bisnis Rp 130 ribu, dan ekonomi Rp 80 ribu.

::: News Link ::

Anggaran, Alasan Membeli Gerbong Kereta Bekas

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 29 April 2010 0 komentar


Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan beralasan memilih membeli gerbong kereta bekas dari Jepang untuk menghembat waktu dan anggaran dibandingkan beli dari PT Inka di Madiun, Jawa Timur. "Dia (PT Kereta Api) impor lokomotifnya. Karena lokomotifnya kita belum bisa produksi," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta, Jumat (23/4).

Namun, pengamat transportasi Darmaningtyas berpandangan berbeda. "Tidak apa harganya lebih mahal. Toh, harganya itu kembali ke negara sendiri karena mempekerjakan warga Indonesia," ucap Darmaningtyas.

Kamis malam, 10 gerbong kereta rel listrik bekas dari Jepang buatan 1980-an tiba di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara. Harga satu unit gerbong mencapai Rp 1 miliar. Kesepuluh gerbong ini merupakan bagian dari 90 unit kereta pesanan PT Kereta Api.

Nantinya, kereta rel listrik ini dipakai untuk melayani rute Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi dan dilengkapi berpendingin udara. Hingga 2012, Indonesia akan mengimpor lebih dari 200 kereta rel listrik bekas [baca: PT KA Tambah Armada].

Kebiasaan pemerintah membeli barang bekas sudah berlangsung sejak lama. Sebelumnya, Indonesia juga membeli bus bekas dari Jepang dan Cina. Lalu, pada masa Orde baru, Indonesia juga pernah membeli kapal perang esk Jerman Timur.

::News Link ::


Rapat dengan DPR, Direksi Kereta Api Diusir

Rapat Dengar Pendapat Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat dengan PT Garuda Indonesia (Persero), PT Merpati Nusantara (Persero), PT Angkutan Sungai Danau dan Perairan (Persero), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) diwarnai insiden pengusiran direksi PT KAI.

Pengusiran ini bermula dari protes anggota DPR yang menganggap direksi PT KAI melakukan perbuatan tidak pantas. Pasalnya, saat anggota Dewan melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat, Direktur Utama KAI tidak hadir. Kunjungan itu hanya dihadiri Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasi.

Ternyata kondisi ini membuat Komisi VI berang. Rapat yang semula dijadwalkan pukul 10.30 WIB ini sempat di skors selama 10 menit. Setelah skors dicabut, Komisi memutuskan PT KAI tidak boleh mengikuti rapat.

“Berdasarkan keputusan bersama, PT KAI tidak diperkenankan melanjutkan rapat. Silakan meninggalkan ruangan,” kata Anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Demokrat Idris Sugeng, Kamis 29 April 2010.

Dimintai komentar tentang hal ini, Sekretaris Perusahaan PT KAI Rustam Harahap menjelaskan, saat Komisi VI melakukan kunjungan kerja Maret lalu, Direktur Utama tengah menghadiri seminar perkeretaapian se Asia Tenggara dan Asia Selatan di India, sehingga hanya Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasi yang mewakili. “Kita dianggap tidak siap,” tuturnya:


::: News Link ::

Zaenudin Tewas Tertabrak KRL

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

akarta: Satu orang tewas tertabrak kereta rel listrik, tepatnya di perlintasan kereta di belakang kawasan Mangga Dua Square, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (29/4). Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, korban tewas ITU diketahui bernama Zaenudin (19).

Berdasarkan kartu identitas yang ditemukan petugas, Zaenudin merupakan warga Brebes, Jawa Tengah. Petugas dari Polsek Metro Sawah Besar masih menyelidiki kasus ini. Untuk informasi awal, telah diketahui bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.45 WIB.

Akibat kejadian itu, banyak warga yang berkerumun dan pengemudi yang melambatkan laju kendaraannya sehingga mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Raya Mangga Dua tersendat. Hal tersebut juga berimbas kepada kemacetan antara lain di Jalan Gunung Sahari. Sementara itu, jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

::: News Link :::


Jakarta - Kaum perempuan kerap mengalami pelecehan seksual saat berdesak-desakan di dalam kereta api (KA). Untuk mencegah tindak pelecehan seksual tersebut, otoritas Malaysia telah meluncurkan gerbong-gerbong KA khusus perempuan.

Layanan khusus itu untuk saat ini hanya ditawarkan untuk rute antara Kuala Lumpur dan Port Klang. Namun rencananya akan diperluas ke rute lain dalam dua pekan ini.

Demikian disampaikan Pjs General Manajer KA Malaysia, KTM Bhd, Mohamad Hider Yusof kepada AFP, Kamis (29/4/2010).

"Kami bisa meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para penumpang perempuan dengan implementasi ini dan pada saat bersamaan mencegah pelecehan seksual," kata Yusof.

"Kita ini negara multirasial dan mayoritas penduduk adalah muslim, jadi inisiatif ini juga memberikan perempuan muslim opsi untuk terpisah dari kaum pria saat bepergian," kata Yusof.

Dikatakannya, penumpang perempuan bisa membawa serta anak-anak mereka yang berumur 12 tahun ke bawah untuk duduk di gerbong khusus tersebut.

Gerbong khusus perempuan ini terletak di bagian tengah dari tiga gerbong yang ada di setiap KA komuter. Pada jendela-jendela gerbong terpasang stiker berwarna pink bertuliskan "ladies only".

::: News Link:::

PT KA Kembali Tertibkan Bangunan di Sepanjang Rel

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 28 April 2010 0 komentar


Surabaya - Penertiban bangunan yang dibangun di atas tanah kereta api (KA) antara Stasiun Wonokromo hingga Stasiun Waru terus dilakukan. Hari kedua penertiban, petugas KA yang dibantu Satpol PP mulai membongkar bangunan permanen. Sebelumnya, pihak PT KA sudah membongkar semi permanen.

Dari pantauan detiksurabaya.com, sebuah back hoe dikerahkan untuk memperlancar proses penertiban. Back hoe tersebut merobohkan dan menghancurkan tembok bangunan permanen. Seperti toko, warung, counter HP, bengkel di Jalan Jemursari tepat di sekitar Bank BRI Kantor Inspeksi Surabaya.

"Sampai pukul 10.00 WIB sudah 9 bangunan semi permanen yang sudah dirobohkan. Total bangunan semi permanen yang dirobohkan dengan kemarin sebanyak 12 unit," kata Humasda PT KA Daops VIII Hery Winarno kepada detiksurabaya.com di lokasi, Kamis (29/4/2010).

Dia menambahkan, tidak ada target bangunan yang dirobohkan hari ini. Yang pasti petugas akan merobohkan bangunan hingga selesai hari ini. "Pokoknya jalan saja," tambah Heri.

Meski back hoe sudah merobohkan tembok dan bangunan, namun petugas tetap memberi kesempatan pemilik bangunan untuk mengais sisa-sisa bangunan yang dirobohkan. Seperti kayu dan seng.

Sedangkan pemilik bangunan yang belum dirobohkan back hoe, terlihat tergesa-gesa dan panik mengeluarkan barang-barangnya keluar. Dari pantauan detiksurabaya.com, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Ahmad Yani terpantau padat, karena menjadi tontonan warga dan pengguna jalan memperlambat lajunya. Meski begitu polisi sibuk mengatur lalu lintas menghindari kemacetan.

::: News Link :::


Gangguan traksi motor membuat kereta ekspres Depok-Tanah Abang mogok di Stasiun Lenteng Agung. Akibatnya penumpang kereta itu terpaksa diangkut dengan kereta di belakangnya. "Kejadiannya sekitar pukul 08.35 WIB. Kereta itu mengalami kerusakan di traksi motornya," kata Kahumas Daops I Sugeng Priyono kepada detikcom, Kamis (29/4/2010). Sugeng menjelaskan penumpang kereta itu akhirnya diangkut oleh kereta ekspres Bogor-Tanah Abang. "Sekitar pukul 09.00 WIB sudah bisa diangkut," katanya. Sugeng menyatakan, kereta ekspres Depok-Jakarta yang mengalami gangguan itu akan dibawa ke depo untuk diperbaiki.

::: News Link ::


Cirebon - Ratusan warga Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura Cirebon, menyerang lokasi pembangunan PLTU Cirebon. Sejumlah fasilitas di lokasi PLTU tersebut rusak dan empat sepeda motor milik pegawai dibakar massa. Aksi massa dipicu kekesalan atas musyawarah yang dilakukan pihak PT Cirebon Electrik Power (CEP) selaku main kontraktor PLTU senilai Rp 7 triliun ini. Warga meminta adanya pengerukan sungai akibat pendangkalan yang disebabkan oleh aktifitas PLTU. Massa menyerang kantor rekanan PLTU dan merusak fasilitasnya. Selain itu, massa juga melempari Kapolres Cirebon, AKBP Sufyan Syarif yang berusaha menenangkan massa. "Pak Kapolres dilempar batu hingga giginya tanggal. Massa sangat beringas dan mengobrak-abrik kantor PLTU dari berbagai penjuru," ujar salah seorang perwira polisi di lokasi kejadian, Rabu (28/04/2010). Sementara itu, Kapolres Cirebon AKBP Sufyan Syarif mengaku telah mengamankan lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait kerusuhan ini. Namun ia membantah jika kerusahan ini menimbulkan korban jiwa. "Tidak ada kerusuhan. Sebelumnya kami sudah antisipasi agar tidak meluas dan untuk motor yang dibakar sudah kami amankan. Kita akan memfasilitasi pertemuan ulang antar keduanya malam ini," papar Sufyan kepada sejumlah wartawan. Dalam aksi kerusahan ini wartawan tidak diperkenankan masuk oleh petugas keamanan setempat tanpa alasan yang jelas dan sempat bersitegang. Sementara itu, polisi belum menahan satu pun pelaku tawuran yang telah merusak fasilitas PLTU berdaya 650 MW ini.

::: News Link ::


Kamis, 29 April 2010 | 03:54 WIB

Cirebon, Kompas - Investor asing dari Jepang, PT Maxim Marine Indonesia, membuka pabrik pembuatan kapal pesiar mini (yacht) dan tangkap ikan kecil (cruiser) di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. Kapal yang dibuat rencananya untuk memenuhi pasar luar negeri dan lokal.

Presiden Direktur PT Maxim Marine Indonesia (MMI) Sadayuki Ito, Rabu (28/4), saat pembukaan produksi perdana di Pelabuhan Cirebon, menyatakan, mulai 2010 perusahaannya membuat kapal pesiar dan kapal tangkap ikan di Cirebon. Targetnya, dalam setahun, mampu dihasilkan empat kapal pesiar atau enam kapal penangkap ikan.

”Saat ini kami mengerjakan pembuatan dua kapal cruiser tipe 65 feet. Ada dua pesanan lagi yang akan kami kerjakan,” ujar Sadayuki.

Seluruh produksi dilakukan di Cirebon, bahkan 60 persen bahan baku berasal dari Indonesia, kecuali bahan-bahan interior dan mesin kapal yang didatangkan dari Amerika Serikat, Australia, Italia, dan Thailand. Untuk segmen pasar, diakui Sadayuki, mayoritas ke luar negeri, yaitu Eropa, Amerika, Jepang, dan China, dengan harga jual Rp 14 miliar per unit.

Cirebon sengaja dipilih sebagai lokasi pabrik daripada Jakarta karena akses masuk keluar produk lebih mudah dan membutuhkan tempat yang besar. Sementara di Jakarta tempatnya terbatas dan sering banjir sehingga mengganggu pengiriman material. Selain itu, sewa tempat dan harga tenaga kerja terampil di Cirebon juga lebih murah daripada di Jakarta.

Diharapkan, dengan adanya pabrik di Cirebon, banyak tenaga kerja lokal yang terserap.

Menurut Akhmad Alisyahbana dari Bagian Produksi PT MMI, untuk membuat satu kapal dibutuhkan sekitar 30 tenaga kerja selama 3-4 bulan.

:::: News Link :::


Kereta Api Parahyangan "Dimatikan"

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Kereta Api Parahyangan sudah selesai. Tamat riwayatnya pada pekan ini. Menjelang ajalnya, pencinta kereta ramai-ramai naik dari Bandung ke Jakarta. Namun, jangan terjebak pada ”romantika” belaka karena sekarang saat terbaik untuk berefleksi. Ada apa dengan kereta api dan transportasi massal?

Salah satu alasan terkuat penutupan layanan kereta itu adalah KA Parahyangan merugi. KA Parahyangan merugi Rp 36 miliar per tahun.

Di tengah resistensi terhadap penutupan Parahyangan, Taufik Hidayat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) justru berani ”melawan arus”.

Menurut Taufik, ”Tutup kalau merugi. Pikirkan juga sisi komersial kereta api yang harus dijaga untuk keberlangsungan kereta api.”

Taufik menjelaskan, bila keuangan Parahyangan yang ”merah” atau bahkan ”merah membara” dibiarkan, malah mengancam keseluruhan hidup PT Kereta Api (PT KA). Alhasil, mempertahankan Parahyangan hanya memperkeruh kondisi dan masa depan perkeretaapian kita.

Memang terkesan PT Kereta Api hanya menimbang sisi bisnis saat menutup Parahyangan. Namun, ingat, pergeseran PT KA dari pelayan publik ke perusahaan profit merupakan kehendak pemerintah, yang mengubah menjadi perusahaan perseroan.

Jika pemerintah serius menangani perkeretaapian, mengapa tidak membentuk Kementerian Perkeretaapian. Toh, India dan China, dengan Menteri Kereta Api-nya, berhasil membangun puluhan ribu kilometer jalur rel. Tanpa liberalisasi perkeretaapian, dua negara itu pun berhasil.

Pemicu awal kematian KA Parahyangan adalah beroperasinya Jalan Tol Cikampek-Padalarang penghubung Jakarta dan Bandung, tahun 2005. Melalui jalan tol, waktu tempuh dua kota itu (180 kilometer) terpangkas dari 4-5 jam menjadi 2-2,5 jam.

Kalah kompetisi

Daya saing KA Parahyangan, yang menembus Jakarta-Bandung dalam tiga jam, pun melemah. Parahyangan makin ”terpukul” saat Kementerian Perhubungan mengizinkan lebih banyak travel, tidak lagi hanya travel ”4848”.

Pertanyaannya, mengapa travel? Tidakkah lebih baik mengandalkan bus daripada travel untuk mengurangi macet dan emisi buang? Bila travel boleh berangkat dari Jalan Sudirman, Jakarta, mengapa bus tidak? Di kota-kota besar dunia, seperti Tokyo, Kuala Lumpur, dan Stockholm, bus juga berangkat dari tengah kota.

Tentu sah-sah saja ada kompetisi antara kereta dan travel. Kompetisi adalah sebuah kewajaran. Harus diakui, travel Jakarta-Bandung memudahkan konsumen di Depok, Bintaro, atau Rawamangun yang jauh dari Stasiun Gambir.

Saat pemerintah membiarkan kompetisi terbuka antara kereta dan travel, itu sama saja dengan menunjukkan ketidakadilan dan ketidakberpihakan. Atau memang tidak ada arah dalam pembangunan transportasi massal?

Ketidakadilan pertama adalah membiarkan kereta menggunakan bahan bakar minyak tarif industri, sedangkan angkutan darat (travel) memakai BBM bersubsidi. Jika ingin tiket kereta lebih murah sehingga rakyat tertarik, mengapa solar kereta tak disubsidi?

”Matinya Parahyangan menunjukkan pemerintah omong kosong dalam mewujudkan angkutan massal yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan kebijakan yang tak protransportasi massal, Parahyangan seolah dimatikan perlahan-lahan,” kata ahli transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno.

Jika direnungkan, kematian KA Parahyangan mungkin juga disumbang

oleh buruknya sistem transfer antartransportasi massal di negara ini.

Bila travel memanjakan penumpang dengan perjalanan dari titik ke titik, sebaliknya penumpang KA Parahyangan direpotkan saat harus berpindah moda.

Misalnya, Anda mau ke Bandung naik KA Parahyangan dari Kalibata, bila naik kereta ekonomi, Anda harus turun di Stasiun Gondangdia, naik bajaj ke Stasiun Gambir, baru naik KA Parahyangan ke Bandung.

Setibanya di Bandung, Anda masih harus berpikir keras sebab tak mudah, misalnya, untuk menuju Jalan Hegarmanah. Di Stasiun Bandung tak tersedia transportasi massal seperti jaringan bus rapid transit yang andal.

Alhasil, penumpang harus naik taksi, yang parahnya tidak semua taksi di Bandung resmi. Ada pula yang menyebut dirinya taksi, tetapi ternyata minibus tanpa argometer. Tak jarang pula penumpang dari Stasiun KA Bandung harus membayar tarif taksi hingga Rp 50.000, yang ironisnya lebih mahal dari tarif kereta itu.

Sebenarnya tak perlu mengambil contoh terlalu jauh. Penempatan halte busway Gambir I yang jauh di sisi utara Stasiun Gambir saja telah menunjukkan ketidakberpihakan pemerintah terhadap masyarakat pengguna transportasi massal.

Apa susahnya membangun halte busway sejajar sisi timur Stasiun Gambir? Arahkan busway masuk ke areal Stasiun Gambir supaya penumpang kereta langsung naik busway.

Kadang-kadang kita jadi bertanya-tanya. Apakah pemerintah tak punya hati, melihat rakyatnya berjalan kaki sambil memanggul tas? Mengapa di Stasiun Gambir, misalnya, lokasi parkir mobil paling dekat pintu stasiun, sebaliknya Bus Damri diparkir jauh?

Begitu KA Parahyangan ditutup, pemerintah malah menawarkan kepada investor swasta untuk menjalankan kereta itu. Undang-Undang Perkeretaapian Nomor 23 Tahun 2007 memang memperbolehkan investor swasta untuk menjadi operator.

Pertanyaannya, mungkinkah ada investor swasta yang mau menjalankan kereta api di tengah kebijakan-kebijakan yang lebih ramah bagi kendaraan pribadi?

Belum lagi ada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 219 Tahun 2010, yang intinya ”menyerahkan” prasarana (rel, stasiun, fasilitas operasi) kepada PT KA.

Maka, jangan-jangan, bila menjalankan KA Parahyangan, investor swasta selalu ”dikalahkan” oleh perjalanan Argo Gede.

Sebagai manusia, bernostalgia mengenang masa lalu, meratapi ditutupnya Parahyangan, memang tidak dilarang. Apalagi, dulu, antrean panjang di loket KA Parahyangan menjadi pemandangan setiap akhir pekan.

Sangat boleh jadi, jika Tol Cikampek-Palimanan selesai, KA Argo Jati Jakarta-Cirebon akan ditutup. Demikian juga jika Tol Ciawi-Sukabumi selesai, KA Bogor-Sukabumi pun mungkin ditutup.

:::News Link:::


Bandung - November 2010, rencananya kereta api Jurusan Bandung-Bogor akan segera beroperasi. Kini tengah disiapkan jalur penghubung Cianjur-Sukabumi yang selama ini terputus.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dicky Saromi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (28/4/2010). Selama ini, katanya, baru ada jalur Bandung-Cianjur dan Sukabumi-Jakarta. Sementara Cianjur-Sukabumi terputus.

"Nantinya kita akan menghubungkan Cianjur-Sukabumi. Sebab selama ini tidak ada jalan, karena ada kerusakan di terowongan di Lampegan. Nah saat ini terowongan itu sedang tahap renovasi oleh pemerintah pusat," katanya.

Ditargetkank, renovasi terowongan akan selesai pada Oktober 2010 nanti. "November akan siap diluncurkan jurusan Bandung-Bogor, rutenya Bandung-Cianjur-Sukabumi-Bogor," kata Dicky.

::: News Link :::


Surabaya - 45 Bangunan liar (Bangli) di sepanjang rel kereta api (KA) mulai Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan gedung diklat Bank BRI hingga bundaran Waru, ditertibkan. Puluhan petugas PT KA Daops menertibkan bangli semi permanen dan permanen. Rencananya 96 bangli semi permanen dan permanen di sepanjang rel KA akan ditertibkan.

"Penertiban ini dilakukan secara bertahap mulai 23-30 April mendatang. Jangka panjangnya akan dilakukan penertiban di Porong," kata Humas PT KA Daops VIII, Sri Winarto kepada detiksurabaya.com, Rabu (28/4/2010).

Winarto menjelaskan, bangli yang ditertibkan meliputi bangunan yang bersertifikat dan tidak bersertifikat. Salah satunya bangunan yang ditertibkan bagian belakang Dunkin Donuts. Jika nantinya penertiban mulai Jalan Ahmad Yani hingga Porong tuntas, rencananya bangli di kawasan lain ditertibkan. Seperti Pasar Turi dan lain-lain.

Sementara bangli di pinggir rel KA yang ditertibkan berjarak 7 meter. Justify Full Bangli-bangli yang ditertibkan ini nantinya akan dibangun double track.

:::; News Link :::

KA Parahyangan Dihentikan

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 27 April 2010 0 komentar


Bertemu Jodoh di Kereta Penuh Kenangan
Kesan menaiki KA Parahyangan Bandung-Jakarta PP tidak hanya dirasakan oleh komunitas pecinta KA saja. Penumpang biasa yang rutin menggunakan KA Parahyangan juga memiliki kesan yang berbeda-beda. Edwin (39) misalnya, mengaku di KA Parahyangan dirinya mendapatkan jodoh. "Saya ketemu dengan Risma, istri saya di kereta api. Itu sekitar tahun 2008," ujar fotografer freelance asal Bandung ini. Ia pun menyayangkan dihentikannya operasi KA Parahyangan karena banyak kenangannya. Sementara itu, Rismaya (35), istri Edwin juga merasa kehilangan KA Parahyangan. Padahal diakuinya, saat pertama kali berkarier di Jakarta, dia menggunakan KA Parahyangan. "Dulu saya ngelamar kerja ke Jakarta bolak-balik pakai KA Parahyangan. Sekarang pun saya sudah kerja jarang pakai travel selalu pakai kereta, kecuali teburu-buru baru pakai taravel," ujar karyawan sebuah bank di Jakarta ini. Hal senada dinyatakan Suherman (55) yang telah naik KA Parahyangan sejak tahun 1990. Menurutnya dalam setiap perjalanan KA Parahyangan menyimpan banyak kenangan. "Saya naik dari tahun 1990. Dari jaman tiket 12 ribu sampai sekarang 45 ribu," ujarnya. Hampir setiap Sabtu atau Senin saya pasti bolak balik Bandung-Jakarta pakai kereta ini. Momen yang paling berkesan menurut Suherman saat Hari raya Idul Fitri. "Itu kalau pas hari raya berjubel rame banget. Memang berdesakan tapi lebih terasa kesannya," ceritanya.

::: News Link :::

KA Parahyangan Dihentikan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Pegawai KA Parahyangan Sedih Berpisah dengan Penumpang
Diberhentikannya operasi KA Parahyangan Bandung-Jakarta tidak hanya disayangkan konsumen. Pegawai KA Parahyangan pun merasa sedih karena harus berpisah dengan penumpang terutama yang sudah jadi langganan. Yadi (24), salah seorang pramugara misalnya mengaku sudah banyak kenal dengan penumpang langganan. "Ya, sedih soalnya sudah banyak kenal orang. Sudah kenal juga sama penumpang langganan yang biasa menggunakan kereta pas pergi dan pulangnya sore," ujarnya. Bahkan, Yadi mengaku pernah jatuh hati dengan penumpang. "Itu pernah ada. Tapi cuma ngeceng-ngeceng aja," terangnya. Ditambahkan Yadi, seorang pramugara yang sering berkeliling ke setiap gerbong harus mengetahui seluruh kejadian di tubuh PT KA. "Misalnya pas lagi delay karena anjlok atau kereta telat biasnya kita yang ditanya daripada kondektur. Mau enggak mau kita harus jawab." jelasnya. Begitupun informasi akan diberhentikannya operasi KA Parahyangan. "Banyak yang nanya kenapa? Ya, kita harus cari tahu sama kru di atas, soalnya kita tidak dikasih tahu," jelasnya. Sementara itu, Herlina (18) juag menyatakan kesedihannya dengan penghentian operasi KA Parahyangan. Dia menilai kekeluargaan antar pegawai di KA Parahyangan sudah sangat erat. "Kalau di sini tuh beda, kekeluargaannya dekat banget. Satu sama lain sudah seperti saudara," akunya.

::: News Link :::


Menjadi pramugara atau pramugari di dalam kereta api tidaklah mudah karena harus membiasakan diri untuk bekerja di tengah goyangan laju kereta api. Kalau tidak hati-hati, makanan atau minuman bisa tumpah dan mengenai penumpang. "Kita sih sudah biasa goyang-goyang. Harus bisa menyeimbangkan jangan sampai makanan atau minuman yang kita bawa tumpah kena penumpang," tutur salah seorang kru restoran, Moch Toha (40). Tapi sejauh ini, dikatakan Toha, dirinya belum pernah melakukan kesalahan tersebut. Dituturkan salah satu pramugari, Herlina (18), dirinya suka deg-deg an kalau mengantarkan minuman karena takut jatuh mengenai penumpang. "Saat mengantarkan minuman biasanya suka deg-deg an. Kalau makanan kan ditutup pakai plastik, jadi kalau tumpah tidak akan berceceran," ujar Herlina yang baru bekerja selama 7 bulan di PT KA. Lain halnya dengan seorang pramugara, Yadi (24). Yadi mengaku pertama kali bekerja pernah menjatuhkan gelas saat mengantar pesanan penumpang. "Dulu pernah, cuma enggak kena sampai penumpang. Cuma sekali, kalau sekarang sudah biasa," tutur pria yang sudah bekerja sebagai pramugara KA Parahyangan sejak tahun 2008 ini. Pantauan detikbandung, ada 5 pekerja di gerbong restoran KA Parahyangan ada 5 pekerja. Satu orang captain, satu koki dan tiga orang pramugari dan pramugara. Tampak dua buah lemari pendingin yang sudah rusak. Sehingga untuk mendinginkan minuman dilakukan secara manual dengan es batu.

::: News Link :::


Gangguan kompresor menyebabkan KRL Sudirman Express tidak bisa beroperasi. Para penumpangnya terpaksa diangkut kereta ekspres lainnya yang mengarah ke Jakarta. "Kereta Pakuan biasanya tidak berhenti di setiap stasiun. Tapi karena kereta Sudirman Express mengalami kerusakan akibatnya kereta itu (Pakuan) harus berhenti di Depok," kata Kahumas Daops I PT KA Sugeng Priyono kepada detikcom, Senin (26/4/2010). Hal itu menyebabkan kereta Pakuan menjadi penuh karena harus mengangkut penumpang dari KRL Sudirman Express. Sugeng menejelaskan, saat ini kereta Sudirman Express sudah ditarik ke depo untuk diperbaiki. "Kita sedang lakukan perbaikan," katanya.

::: News Link :::

KA Parahyangan Dihentikan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Last Trip Parahyangan, dari Ngerumpi Hingga Nyanyi Bareng
Banyak cara yang dilakukan pecinta kereta untuk mengenang perjalanan bersama KA Parahyangan. Seperti yang dilakukan komunitas pecinta kereta dari PT Inti yang menggelar Last Ride Parahyangan pada Senin (26/4/2010). Di awal perjalanan mereka sempat bernyanyi lagu anak legendaris 'Naik Kereta Api' sambil bertepuk tangan bak anak-anak di sekolah. Selain bernyanyi, beberapa di antara mereka juga duduk saling berhadapan dan ngerumpi atau makan bersama rekan-rekannya. Beberapa pecinta kereta api lain sengaja mengambil gambar melalui kamera video dan menanyakan pendapat penumpang-penumpang lain mengenai KA Parahyangan. Sementara itu, sebagian lainnya nampak asyik mengambil foto-foto perjalanan terakhir KA legendaris itu. Dituturkan salah satu pecinta kereta, Nur (44) dengan naik kereta dirinya merasa kekeluargaan sesama penumpang sangat terasa. "Kalau naik KA dengan teman-teman ngerumpi atau ngobrol. Sama penumpang depan atau samping sambil menikmati pemandangan," tuturnya kepada detikbandung di sela-sela perjalanan. Sementara pecinta kereta lainnya, Ani (46) dirinya merasa senang mengikuti last trip ini karena rasanya seperti bertamasya di dalam kereta. "Saya senang seperti tamasya, bisa makan ketawa-ketawa. Dan foto-foto bareng teman-teman kerja," ujar Ani.

::: News Link ::

KA Parahyangan Dihentikan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Pecinta KA PT Inti Nikmati Last Trip Parahyangan
Setelah pecinta kereta api dari Edan Sepur Indonesia melakukan Joy Ride, Minggu (25/4/2010), giliran pecinta kereta api Parahyangan dari PT Inti ikuti last trip Parahyangan, Senin (26/4/2010). Sekitar 45 orang yang mayoritas perempuan ini, berada di Gerbong Eksekutif 1. Mereka berangkat dari Stasiun Bandung pukul 06.45 WIB. Ketua Komunitas Pecinta KA Internal PT Inti Agus Subowo mengatakan ia bersama teman-temannya ingin memanfaatkan momen terakhir melakukan perjalanan dengan Parahyangan. "Kita kebetulan baru merayakan Hari Kartini, jadi momen ini kita abadikan untuk menutup hari Kartini juga mengapresiasi PT KA," katanya kepada detikbandung yang juga ikut dalam Joy Ride ini. Menurut Agus, harusnya yang ikut sekitar 50 orang, tapi karena yang lain ada yang berhalangan serta kesiangan, akhirnya yang ikut hanya 45 orang.

::: News Link ::

Pasca Persib Vs Pelita

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Sepur 'Odong-odong' Diduga Dirusak Bobotoh
pertandingan Persib Bandung versus Pelita Karawang, Sabtu (24/4/2010), bobotoh diduga melakukan perusakan kereta 'Odong-odong' yang biasa melayani jurusan Jakarta-Purwakarta. Menurut Kepala Humas PT KA Daop II, pihaknya menerima informasi dari PT KA Daop I bila KRD dari Jakarta ke Purwakarta yang mengangkut ratusan bobotoh Persib mengalami kerusakan berat setelah dicek di Stasiun Purwakarta. "Saya terima kabar Minggu (25/4/2010) siang. Keretanya biasa disebut 'Odong-odong'. Sedikitnya ada 7 gerbong yang rusak akibat insiden itu," tutur Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (25/4/2010). Menurut Bambang, diduga bobotoh kepanasan karena terlalu berdesakan di dalam gerbong. "Indikasinya bobotoh kepanasan dan bertindak anarkis," ujarnya. 7 gerbong yang rusak itu rata-rata mengalami pecah kaca. "Puluhan kaca pecah dan salah satu gerbong mengalami kerusakan bangku," jelas Bambang. Lebih lanjut Bambang menuturkan, perjalanan bobotoh ke Bandung dilanjutkan dengan KA Serayu. "Untuk dari Purwakarta ke Bandung langsung dikawal 6 anggota kepolisian dari Polres Purwakarta, jadi cenderung aman," imbuhnya. Ketika ditanya berapa kerugian akibat ini, Bambang mengaku belum mengetahui. "Belum tahu kalau itu. Yang jelas kami khawatir jika KA tersebut besok dipakai mengangkut karyawan bekerja. Kalau panas sih masih lumayan lah. Nah kalau hujan ini yang gawat. Karena kacanya bolong bisa-bisa banjir," tandas Bambang.

::: News Link :::

KA Parahyangan Dihentikan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Penumpang: Argo Kurang Gereget
Keberadaan Tol Cipularang ternyata tidak membuat pecinta KA untuk berganti haluan kendaraan saat akan melakukan perjalanan Bandung Jakarta atau sebaliknya. Kereta api dinilai memberikan kenyamanan dalam perjalanan. "Naik kereta ke Jakarta itu beda dengan naik travel atau bis. Lebih santai dan nyaman," tutur salah satu pecinta kereta Tedi Arifin (35) ketika ditemui detikbandung di Stasiun Bandung Minggu (25/4/2010). Dituturkan pria yang mengaku kerap naik KA Parahyangan sejak masih remaja ini, ada sensasi tersendiri saat naik kereta. "Pemandangan dan rasanya duduk di atas kereta itu tidak bisa terganti kendaraan lain," imbuhnya. Ketika ditanya apakah ia akan pindah ke moda transportasi lain jika KA Parahyangan dihentikan, Tedi langsung menggelengkan kepala. "Diganti Argo Gede ya saya tetap naik. Tapi rasanya pasti beda. Naik kereta paling enak itu bisnis atau ekonomi. Argo memang nyaman, tapi kurang geregetnya," papar Tedi. Namun begitu, ada satu kendala yang disayangkan Tedi dari KA Parahyangan. "Dulu itu, sebelum ada Tol Cipularang waktu tempuh KA Parahyangan hanya 2 sampai 2,5 jam. Sekarang bisa 3 jam lebih," tutup Tedi.

:: News Link :::

KA Parahyangan Dihentikan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


PT KA Tidak Akan Cat Ulang Gerbong Argo Parahyangan
penggabungan KA Argo Gede dan Parahyangan menjadi Argo Parahyangan akan dilakukan langsung pasca dihentikannya operasional KA Parahyangan Selasa (27/4/2010) mendatang. Efisiensi waktu, PT Kereta Api (Persero) tidak akan cat ulang badan gerbong. "Ini murni penyambungan. Jadi gerbong digandeng di belakanganya," tutur Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno ketika ditemui wartawan di Stasiun Bandung Minggu (25/4/2010). Ketika ditanya mengapa tidak dilakukan pengecatan terhadap gerbong Parahyangan, Bambang menuturkan pihaknya terbentur kendala waktu. "Waktunya tidak cukup kalau harus dicat dan eksteriornya diganti. Padahal kebutuhan masyarakat akan kereta bisnis terus ada setiap harinya," terang Bambang. Disinggung mengenai penambahan 2 gerbong bisnis, Bambang mengatakan bila penggunaannya bisa disesuaikan. "Kita belum berani mengatakan kurang atau tidak. Kalau sudah berjalan kan kelihatan, kurang atau sudah cukup," tandas Bambang. KA Parahyangan mulai dioperasikan pada 31 Juli 1971 dengan jurusan Bandung-Jakarta. Menempuh perjalanan sejauh 173 kilometer dalam waktu rata-rata 3 jam. PT Kereta Api menghapuskan Kereta Api (KA) Parahyangan Bandung-Jakarta mulai 27 April 2010. PT Kereta mengaku rugi Rp 36 miliar pada tahun 2009. Hal itu disebabkan tingkat okupansi rendah karena kalah saing dengan Tol Cipularang.

:: News Link ::

KA Parahyangan Dihentikan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Argo Gede 'Ganti Baju' jadi Argo Parahyangan
Banyaknya suara masyarakat yang menyayangkan sikap PT Kereta Api (Persero) dalam menghentikan operasional KA Parahyangan membuat manajemen PT KA akan menggabungkan KA Parahyangan dengan Argo Gede. "Kita merespon suara masyarakat yang berharap operasional KA Parahyangan tidak dihentikan. Jadinya kebijakan pusat merangkai KA Parahyangan dan Argo Gede yang tadinya akan dijadikan pengganti Parahyangan. Jadilah Argo Parahyangan," jelas Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno ketika ditemui wartawan di Stasiun Bandung Minggu (25/4/2010). Operasional KA Parahyangan sendiri akan dimulai sejak Selasa (27/4/2010). Bambang menambahkan, gerbong Parahyangan yang digunakan sebagai gandengan Argo Gede ada 2 gerbong. "Total Argo Parahyangan akan memiliki 6 gerbong. 4 kelas eksekutif dan 2 kelas bisnis," ujarnya. Ketika disinggung masalah tarif, Bambang menuturkan tidak akan ada perbedaan yang signifikan. "Untuk eksekutif Rp 50 ribu dan bisnis Rp 30 ribu," lanjut Bambang. Untuk jam keberangkatan sendiri, Bambang menuturkan pihaknya telah membuat jadwal baru. "Jadwalnya sudah ada. Dibuat menyesuaikan dengan pengguna KA Parahyangan dan juga Argo Gede," tutup Bambang.

::News Link :::

KA Parahyangan Dihentikan

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


150 Pecinta Kereta Api Kenang Perjalanan Parahyangan
Parahyangan Bandung-Jakarta PP, membawa kenangan sendiri bagi komunitas pecinta kereta api. Sekitar 150 anggota Edan Sepur Indonesia melakukan perjalanan joy ride dengan KA Parahyangan pada Minggu (25/4/2010).

Mereka memulai perjalanan dari Stasiun Gambir pada pukul 08.30 WIB tadi pagi dan tiba di Stasiun Bandung pukul 12.15 WIB siang tadi.

"Kami sengaja membuat joy ride ini sebagai wujud apresiasi kami sebagai pecinta KA dan juga mengenang KA Parahyangan sebagai kereta yang memiliki nilai historis tinggi," tutur Egief Del Haris (24) perwakilan 'Edan Sepur Indonesia' ketika ditemui wartawan di Stasiun Bandung.

Menurut Egief, joy ride ini akan dilakukan 2 kali perjalanan. "Pertama kita lakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung dan disambut oleh teman-teman Edan Sepur Indonesia Daop II dan teman-teman dari Bandung ikut berangkat ke Jakarta pukul 13.00 WIB siang ini dan kami akan melepas kepulangan tim Edan Sepur Indonesia Daop II sore nanti," terangnya.

Di perjalanan sendiri, nantinya anggota Edan Sepur Indonesia akan berfoto sembari berbagi cerita soal perjalanan KA Parahyangan.

"Bagaimanapun juga Parahyangan adalah ikon KA Jakarta-Bandung. Sekalipun ada Argo Gede yang lebih eksklusif, tetap imejnya beda. Masyarakat jauh lebih banyak mengenal Parahyangan ketimbang Argo Gede," tutup Egief.

KA Parahyangan mulai dioperasikan pada 31 Juli 1971 dengan jurusan Bandung-Jakarta. Menempuh perjalanan sejauh 173 kilometer dalam waktu rata-rata 3 jam.
PT Kereta Api menghapuskan Kereta Api (KA) Parahyangan Bandung-Jakarta mulai 27 April 2010. PT Kereta mengaku rugi Rp 36 miliar pada tahun 2009. Hal itu disebabkan tingkat okupansi rendah karena kalah saing dengan Tol Cipularang.

:: News Link ::

KA Berisi Barang Elektronik Terguling di Stasiun Jakarta Gudang

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 22 April 2010 0 komentar

Jakarta - Kereta api bermuatan barang-barang elektronik terguling di Stasiun Jakarta Gudang, Jakarta Utara. KA kontainer ini terguling karena ada rel kereta yang patah.

"Ada rangkaian gerbong kontainer terguling tadi malam pukul 23.00 WIB," ujar Kahumas Daops I PT KA Sugeng Priyono kepada detikcom, Kamis (22/4/2010).

Sugeng mengatakan, hanya 3 gerbong yang terguling. Tiga gerbong tersebut yakni gerbong 9, gerbong 10, dan gerbong 11 yang berada di depan. Isi dari 3 gerbong tersebut selain barang elektronik, terdapat juga makanan dan minuman.

"Rupa-rupa isinya. Rencananya barang itu mau dikirim ke Surabaya," jelasnya.

Meski 3 gerbong terguling, lanjut Sugeng, namun lalu lintas kereta api tetap berjalan lancar karena gerbong terguling saat di stasiun.

"Tidak mengganggu kereta lain. Kan di stasiun," ungkapnya.

Hingga kini PT KA masih menyiapkan sejumlah alat untuk proses evakuasi. Perkiraan evakuasi akan mulai pukul 09.30 WIB. "Saya perkirakan 1 gerbong 1 jamlah. Jadi selesai bisa 3 jam mudah-mudahan," imbuhnya.

::: News Link :::


Sidoarjo - Struktur perlintasan Kereta Api (KA) yang ambles sekitar 0,8-2 cm di antara KM 250 hingga 249, di dekat tanggul penahan Luapan Lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, membuat arus lalu lintas perjalanan KA barang dan KA penumpang terganggu.

Semua KA barang maupun penumpang yang melintas di jalur perlintasan yang ambles, masinis setiap kereta api harus mengurangi kecepatannya maksimal 10 KM/Jam mulai dari Tanggulangin-Porong atau sebaliknya. Jika kondisi perlintasan normal, KA dapat melaju sekitar 40-60 KM/Jam.

"Betul. Dengan kondisi ini perjalanan kereta api terganggu. Kita mengeluarkan semboyan 2B. Artinya, semua jenis KA baik KA penumpang atau barang, kecepatannya maksimal 10 KM/Jam," kata Plh Humas PT KA Daop VIII, Herry Winarno saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (22/4/2010).

Herry mengatakan, semboyan itu sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan perkembangan di lapangan. Jika struktur perlintasan KA semakin ambles, pihaknya juga siap mengeluarkan semboyan 2 C. Namun sampai saat ini, semboyan yang dikeluarkan 2 B.

"Kalau sudah 2 C, masinis harus mengurangi kecepatannya, dan saat melintas, kecepatannya maksimal 5 KM/Jam," tuturnya.

Semburan baru muncul lagi. Bubble ini muncul di bahu Jalan Raya Porong dan di selokan yang berdekatan dengan rel kereta api. Bubble ini jaraknya tidak jauh dari bubble sebelumnya yang ada di tengah Jalan Raya Porong.

Bubble ini muncul pada pukul 00.50 WIB, pada Minggu (18/4/2010). Kemudian pada Senin (19/4/2010) sekitar pukul 09.15 WIB, tim pemantau perlintasan KA dari PT KA Daop VIII, menemukan struktur perlintasan KA yang ambles sekitar 0,8 sampai 2 cm di KM 250-249.

::; News Link :::


Sidoarjo - Semburan baru atau bubble yang muncul di bahu Jalan Raya Porong dan selokan dekat perlintasan rel kereta api (KA), membuat PT KA Daops VIII mengeluarkan instruksi ke masinis KA BBM tidak melakukan pengereman.

Alasannya jika ada pengereman akan menimbulkan percikan api dan kemungkinan bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Masinis KA BBM diminta tidak melakukan pengereman mulai dari Tanggulangin-Porong atau arah sebaliknya.

"Khusus kereta api BBM, diminta menghindari pengereman. Kita khawatir saat dilakukan pengereman akan menimbulkan percikan api," kata Plh Humas PT KA Daops VIII, Herry Winarno saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (22/4/2010).

Herry mengatakan, KA BBM mengangkut sekitar 22 rangkaian. Dengan kondisi seperti itu saat dilakukan pengereman, akan menimbulkan percikan api. "Kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi rangkaiannya mengangkut BBM," tuturnya.

Pihaknya juga meminta penumpang KA Ekonomi, Bisnis maupun Eksekutif agar tidak merokok atau menyulut api, saat kereta penumpang yang mengangkutnya melintas mulai dari Tanggulangin-Porong.

"Kita mengeluarkan imbauan bagi penumpang kereta agar tidak merokok antara Tanggulangin-Porong atau sebaliknya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Selain mengimbau penumpang KA tidak merokok atau menyulut api serta melarang masinis mengerem di dekat bubble, pihaknya juga meminta masinis untuk mengurungi kecepatan KA mulai dari Tanggulangin-Porong, maksimal 10 KM/Jam. Pasalnya, struktur perlintasan KA antara KM 250-249 mengalami ambles sekitar 0,8 sampai 2 cm.

"Karena ada perubahan struktur perlintasan rel, kita mengeluarkan semboyan 2 B dan meminta semua masinis untuk mengurangi kecepatannya. Maksimal 10 KM/Jam," jelasnya.

Semburan baru muncul lagi. Bubble ini muncul di bahu Jalan Raya Porong dan di selokan yang berdekatan dengan rel kereta api. Bubble ini jaraknya tidak jauh dari bubble sebelumnya yang Ada di tengah Jalan Raya Porong. Bubble ini muncul pada pukul 00.50 WIB, Minggu (18/4/2010).

Kemudian, Senin (19/4/2010), sekitar pukul 09.15 WIB, tim pemantau perlintasan KA dari PT KA Daop VIII, menemukan struktur perlintasan KA yang ambles sekitar 0,8 sampai 2 sentimeter di KM 250-249.

::: News Link :::



Bangkok - Situasi Bangkok, Thailand terus diliputi ketegangan. Para demonstran antipemerintah masih terus menduduki jalan-jalan di Bangkok.

Bahkan para demonstran 'red shirt' mencegat sebuah kereta api yang mengangkut para tentara Thailand di Provinsi Khon Kaen.

KA tersebut mengangkut tentara yang akan dikirimkan ke Thailand selatan untuk membantu mengatasi perlawanan gerilyawan di wilayah itu. Namun para demonstran mengira prajurit-prajurit tersebut akan dikerahkan ke Bangkok.

Demikian disampaikan seorang perwira polisi di Khon Kaen kepada kantor berita Reuters, Kamis (22/4/2010).

KA dengan 18 gerbong itu diblokir oleh sekitar 200 demonstran. Wakil gubernur Khon Kaen telah melakukan negosiasi dengan sejumlah pemimpin 'red shirt' agar KA tersebut bisa melanjutkan perjalanan. Namun massa masih tetap memblokir KA tersebut.

Sebelumnya massa pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra tersebut telah memasang barikade yang terbuat dari ban-ban dan bambu runcing di distrik perbelanjaan di Bangkok yang telah mereka duduki sejak lebih dari sebulan lalu.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan diri jika seandainya pasukan keamanan Thailand mencoba membubarkan massa.

Akibat aksi demo besar-besaran ini, hotel-hotel bintang lima di Bangkok memutuskan untuk tutup. Para tamu hotel telah dipindahkan ke hotel lain di daerah yang lebih aman. Berbagai pusat perbelanjaan pun mengambil langkah serupa.

::: News Link :::


Jakarta - Kereta Api Lodaya jurusan Bandung-Solo mendadak menghentikan perjalanannya setelah 1 jam meninggalkan stasiun Bandung. Berhentinya KA itu akibat jalur rel tertutupi tanah longsor yang terjadi di daerah Lebak Jero, Garut. "Tadi kita dikasih tahu sama petugas ada longsoran, makanya tiba-tiba kereta berhenti dan sekarang sudah hampir 1 jam," kata seorang penumpang Lodaya, Arini Sadida, saat dihubungi detikcom, Kamis (22/4/2010). Dia mengatakan, kereta meninggalkan stasiun Bandung sejak pukul 20.00 WIB berhenti secara mendadak sejak pukul 21.00 WIB. Hingga saat ini belum ada kabar kapan KA tersebut bisa kembali melanjutkan perjalanannya. Penumpang mulai gelisah, karena banyak yang harus mengejar waktu tiba di tempat tujuan Jumat (23/4/2010), besok. "Penumpang sudah mulai gelisah, banyak yang ngejar waktu, seperti saya yang besok pagi harus registrasi di UGM," tutupnya.

::: News Link :::

PROYEK REL GANDA CIREBON-KUTOARJO TUNTAS 2012

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 21 April 2010 0 komentar


Proyek Rel Ganda Cirebon-Kutoarjo Tuntas 2012

PURWOKERTO--Proyek pembangunan rel ganda di wilayah Daerah Operasi (Daop V) Purwokerto, diharapkan tuntas seluruhnya pada tahun 2012. Bila seluruh pengerjaan proyek tersebut selesai seluruhnya, maka jalur KA dari Jakarta hingga Solo sudah menjadi dua jalur.

Kepala Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Surono, menyebutkan, untuk wilayah Daop V, jalur rel ganda KA yang sudah selesai dibangun, baru ruas yang menghubungkan antara stasiun Purwokerto dan Patuguran. ''Jalur ganda di ruas jalur itu dibangun tahun 2009, dan saat ini sudah difungsikan,'' katanya, Rabu (21/4).

Sedangkan untuk tahun 2010 ini, proyek jalur ganda yang sedang dilaksanakan pembangunannya adalah untuk ruas jalur antara Patuguran-Kretek dan Linggapura-Prupuk. Total panjang jalur yang sedang dibangun, mencapai 32 kilometer. ''Proyek pembangunan jalur ganda tersebut, diharapkan sudah selesai dan bisa diujicoba pada Bulan Agustus 2010, atau sebelum lebaran,'' jelasnya.

Sedangkan untuk ruas jalur antara Kretek-Linggapura, rencananya akan mulai dikerjakan pada tahun 2011, bersamaan dengan pembangunan ruas jalur antara Purwokerto-Kroya. Surono menyebutkan, untuk pembengunan real ganda di kedua ruas jalur itu, pembangunannya memang agak belakangan, karena tingkat kesulitannya tergolong tinggi dan membutuhkan biaya relatif besar.

''Hal ini karena akan cukup banyak pekerjaan konstruksi yang dilakukan, baik berupa pembangunan jembatan maupun pengeprasan tebing,'' jelasnya.


::: News Link ::

R
Rusuh Priok, Ada Indikasi Pembiaran oleh Polisi

Jakarta - Tim Pencari Fakta kasus bentrokan di makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, mengindikasikan adanya pembiaran oleh polisi dalam bentrokan yang berujung rusuh itu.

Menurut Ketua Tim Lulung Lunggana, kesimpulan itu diperoleh setelah Tim menghimpun data di lapangan. Mereka juga meminta keterangan dari Wali Kota Jakarta Utara, Pemerintah Provinsi DKI, PT Pelindo II, dan ahli waris makam Mbah Priok, serta masukan dari beberapa organisasi masyarakat. Namun Lulung mengaku tim kekurangan data dari kuasa hukum ahli waris makam dan kepolisian.

Lulung menjelaskan, indikasi pembiaran oleh polisi dirumuskan berdasarkan jalin komando pengamanan saat kerusuhan terjadi. Saat peristiwa, jumlah massa di tempat kejadian mencapai sekitar 3.000 orang. Dalam kondisi rusuh dan darurat, "Seharusnya Satpol PP ditarik mundur, dan polisi yang maju," kata Wakil Ketua DPRD DKI tersebut.

Polisi, kata Lulung, harus membuat brigade dan bernegosiasi (dengan massa). Polisi juga harus menambah personel. Hal itulah yang tak ditemukan Tim. "Analisis kami, diduga ada pembiaran dari pihak keamanan."

S. Andyka, salah satu anggota TPF, menambahkan, saat kerusuhan, Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono sebenarnya sudah meminta Kepala Polres Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengajukan permintaan personel ke Tentara Nasional Indonesia. Kepala Polres KP3 lantas menghubungi Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono. "Tapi saat itu Kapolda bilang situasinya masih kondusif dan aman. Padahal kondisi saat itu bukan lagi sekadar penertiban, tapi sudah kerusuhan," kata Andyka.

Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, membantah kabar bahwa polisi meninggalkan Satpol PP pada saat kerusuhan terjadi. "Itu pernyataan spontan yang tergesa-gesa. Posisi polisi tidak jauh dari pintu makam tempat terjadinya bentrok," katanya.

Menurut dia, polisi telah menurunkan total 650 personel, yakni 250 personel dari Direktorat Perairan Polda Metro Jaya, 200 personel Samapta Polda, dan 200 personel Brimob. Evakuasi anggota Satpol PP juga dilakukan dengan menggunakan 12 perahu polisi air.


::: News Link :::


Bandung - Meskipun PT KA sudah menerima informasi adanya rencana Joy Ride menggunakan KA Parahyangan pada tanggal 25 dan 26 April mendatang, PT KA belum berencana menambah rangkaian gerbong KA Parahyangan. "Untuk sampai saat ini kita masih normal saja. Kalau nanti pesertanya membludak baru kita tambah rangkaian gerbongnya," tutur terang Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno ketika dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (21/4/2010). Selain itu, jam keberangkatan KA Parahyangan juga tidak akan ditambah. "Kalau ditambah jamnya nanti mengganggu yang lain. Kalau ditambah kereta namanya juga bukan Joy Ride Parahyangan nanti," ujarnya. Menurut Bambang, kapasitas KA Parahyangan adalah 360 penumpang. "Parahyangan daya tampungnya 104 untuk kelas eksekutif (52x2) dan untuk Bisnis (64x4) ada 256 penumpang," terangnya. Ketika ditanya berapa gerbong yang akan ditambahkan bila peminat Joy Ride membludak, Bambang belum bisa memastikan. "Kita lihat saja nanti. Bisa 1 gerbong atau lebih. Yang jelas kita upayakan semua terangkut," tutup Bambang. Mulai tanggal 25 hingga 26 April mendatang, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) akan menyelanggarakan Joy Ride menggunakan KA Parahyangan. Joy Ride akan diisi dengan sharing tentang kereta dan juga pemaparan dari Humas Daop II Bandung, termasuk alasan penghentian beroperasinya KA Parahyangan.

::: News Link :::


Bandung - Rencana Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) untuk mengadakan 'Joy Ride' sebagai apresiasi terhadap dihentikannya operasional KA Parahyangan, disikapi positif oleh PT KA. "Begitu kita menerima informasi kalau IRPS akan mengadakan Joy Ride kita malah senang. Ini merupakan wujud kecintaan masyarakat kepada kereta api. Selain itu, sekaligus menjadi bukti masih banyak pengguna kereta api di Indonesia," terang Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno ketika dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (21/4/2010). Karenanya, PT KA akan berupaya memfasilitasi dan membantu kelancaran Joy Ride. "Toh mereka beli tiket sesuai aturan. Kita akan memfasilitasi dan membantu kelancaran acara," ujar Bambang. Meski begitu, pihaknya mengaku belum ada keterangan dan surat resmi yang masuk. "Kalau resmi belum. Namun secara lisan sudah ada. Ya kami persilakan. Toh itu aset kami," lanjutnya. Bambang menambahkan, pihaknya akan terus mendukung segala macam kegiatan yang berkaitan dengan kereta api. "Kemarin kita terima informasi kalau IRPS akan pameran foto di Stasiun Bandung, ya kita terima,"ucapnya. Mulai tanggal 25 hingga 26 April mendatang, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) akan menyelanggarakan Joy Ride menggunakan KA Parahyangan. Joy Ride akan diisi dengan sharing tentang kereta dan juga pemaparan dari Humas Daop II Bandung, termasuk alasan penghentian beroperasinya KA Parahyangan.

::: News Link ::::