SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

17 Stasiun Kereta Api Mendapatkan Penghargaan dari Kementerian Perhubungan

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 30 November 2010 0 komentar

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memberikan penghargaan pelayanan publik 2010 kepada 17 Stasiun Kereta Api yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera dalam kategori pelayanan penumpang di Stasiun Kereta Api (KA). Pemberian penghargaan ini sebagai wujud prestasi dalam melayani para pengguna jasa kereta api, serta dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap konsumen sebagai pengguna jasa transportasi publik

Kiri: Menteri Perhubungan, Freddy Numbery (kiri) memberikan penghargaan Pelayanan Publik 2010 Prima Pratama kepada Kepala Stasiun Besar Tugu, Asdo Atrivianto (kanan).
Kanan: Para Kepala Stasiun Kereta Api memperlihatkan penghargaan pelayanan publik 2010

Pemberian penghargaan ini dilakukan di ruang Sriwijaya Kompleks Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (24/11), diberikan langsung kepada masing-masing Kepala Stasiun yang mendapatkan penghargaan dengan berbagai tingkatan penilaian. Penilaian ini berdasarkan dari hasil dua tim yang berbeda, tim dari internal Kementerian Perhubungan dan tim konsultan. Tiga Stasiun KA mendapatkan penghargaan Prima Madya, yaitu Stasiun Besar Gambir, Stasiun Besar Bandung, dan Stasiun Besar Surabaya Gubeng. Tujuh Stasiun mendapatkan Prima Pratama, diantaranya Stasiun Besar Tugu, Stasiun Besar Cirebon, Stasiun Besar Solo Balapan, Stasiun Besar Kertapati, Stasiun Besar Medan, Stasiun Besar Surabaya Pasar Turi, Stasiun Besar Jakarta Kota. Sedangkan bagi Stasiun Tanjung Karang, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Besar Semarang Tawang, Stasiun Jatinegara, Stasiun Semarang Poncol, dan Stasiun Lempuyangan, mendapatkan penghargaan Pemenang Partisipasi.

Pemberian penghargaan pelayanan publik 2010 ini bertujuan untuk memberikan stimulus dan motivasi bagi para pelaksana pelayanan publik di bidang transportasi agar selalu berinovasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua konsumen. Selain itu, dengan adanya penghargaan ini, diharapkan muncul semangat kompetisi dan mendorong kreatifitas unit operator pelayanan jasa transportasi untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

::: News Link :::

Jalur Kereta Bandung-Jakarta Ambles di Stasiun Cilame

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 28 November 2010 0 komentar


Bandung - ‎​Jalur kereta api Bandung-Jakarta, di Stasiun Cilame ambles sedalam 1 meter dan panjang 7 meter. Meski demikian, peristiwa ini tidak menyebabkan gangguan perjalanan kereta.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.13 WIB, Minggu (28/11/2010). Perjalanan kereta api tidak terhalang, namun kecepatan dikurangi hingga 5 km per jam.

"Yang ambles itu di sepur 2, nah sepur 1 masih bisa dilalui. Jadi perjalanan kereta tak terganggu, cuma kecepatan dikurangi," ujar Kepala Humas Daop 2 PT KA Bambang S Prayitno melalui pesan singkatnya yang diterima redaksi detikbandung.

Dampak lain dari amblesnya jalur kereta itu, kata Bambang, di Stasiun Cilame tak bisa dilakukan persilangan dengan kereta lainnya.

"Kami masih berusaha memperbaikinya, ya doakan segera selesai," ujarnya singkat.

::: News Link :::

Lamongan - Kecelakaan kereta api kembali terjadi di Lamongan. Kali ini, 3 nyawa melayang setelah truk memuat batu kapur tertabrak KA Argo Anggrek di perlintasan kereta api tak berpalang pintu di Desa Singosari, Sidodadi, Minggu (29/11/2010) pagi. Menurut keterangan salah seorang saksi mata kejadian, Sarto, mengatakan truk bernopol S 8584 C yang dikemudikan oleh Sutrisno, warga Desa Kendoro, Kecamatan Palang, Tuban melaju dari arah utara ke selatan. Pada saat yang sama, melaju KA Agro Anggrek dari arah timur hendak menuju Jakarta. Warga yang melihat ada sebuah truk engkel bermuatan batu kapur, berusaha untuk meneriaki truk naas tersebut. Namun, teriakan warga sekitar agar truk tersebut menepi karena ada KA yang sedang melaju ternyata tidak didengar sopir dan penumpang truk. Kereta bernomor lokomotif CC 20321 yang dimasinisi Agus Suyanto tersebut langsung menabrak truk tepat di bagian tengah kendaraan itu. "Bahkan truk sempat terseret beberapa meter dari lokasi kejadian dan batu kapur langsung ikut semburat," tandas Sarto. Akibat kejadian ini, tiga penumpang truk yang kesemuanya warga Desa Kendoro, Kecamatan Palang Tuban tewas. Tiga korban yang tewas tersebut diantaranya adalah Mulyadi, kuli truk, Sutrisno, kernet truk, serta Sumadi.

Penjepit Rel Dicuri, PT KA Tingkatkan Pengamanan Rel Kereta

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 23 November 2010 0 komentar

PT KA akan meningkatkan pengamanan jalur rel kereta di kawasan Jakarta. Hal ini terkait dengan tertangkapnya seorang pencuri besi penjepit rel kereta api (pendrol) di Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Pencurian ini sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kecelakaan. Kereta bisa terguling atau anjlok akibat pencurian pendrol itu," kata Kahumas Daops I PT KA Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Rabu (24/11/2010). Mateta menjelaskan, PT KA telah melakukan pemeriksaan rel kereta api secara berkala. Juru penilik jalan kereta telah memeriksa jalan kereta secara rutin. "Mereka memeriksa rel dengan berjalan kaki dari satu stasiun ke stasiun lainnya pada malam hari," katanya. Mateta menyatakan, fungsi pendrol sangat vital dalam perjalanan kereta api. Pendrol adalah kunci penguat antara rel dan bantalan beton. Alat ini digunakan agar dudukan rel tidak berubah. "Kalau hilang ya bisa terjadi kecelakaan," katanya. Mateta meminta masyakarat ikut membantu mengawasi jalur-jalur kereta yang telah ada. Ia mengimbau masyarakat segera melapor jika melihat ada sesuatu yang mencurigakan. "Peran masyarakat sangat penting. Dalam UU juga dinyatakan kalau masyarakat harus terlibat dalam pengamanan perjalanan kereta," katanya. Sebelumnya, Polsek Tanjung Priok mengamankan Slamet Riyadi (37) saat mengambil besi di lintasan rel kereta Kampung Bahari RW 12, Tanjung Priok. Polisi menemukan barang bukti berupa pendrol sebanyak 17 buah senilai Rp 20 juta.

:::;;News Link :::

Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap dirombak. Saat ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menyiapkan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Menurut Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin, dua posisi direksi yang akan diganti antara lain Direktur Keuangan dan Direktur Pengembangan Usaha. Sementara untuk posisi Direktur Utama KAI Ignasius Jonan, menurutnya masih akan dibicarakan lebih lanjut. "Dirutnya nanti tergantung kesepakatan pemegang saham. Pergantian ini akan dilakukan secepatnya, tapi tetap tergantung hasil di TPA (Tim Penilai Akhir) nanti," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (23/11/2010). Ia menambahkan, beberapa posisi yang dirombak itu alasannya karena sudah habis masa jabatannya. Selain itu, ada juga yang akan dirombak atas dasar untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja perusahaan pelat merah tersebut. "Untuk setiap posisi akan dicarikan 3 orang calon untuk diseleksi. Agar lebih fokus, struktur organisasinya juga akan dikembangkan," ujarnya. Setelah dilakukan fit and proper test oleh Kementerian BUMN, hasilnya akan dibawa ke TPA yang diketuai oleh Wakil Presiden Boediono. Setelah keputusan TPA keluar, maka jajaran Direksi dan Komisaris KAI yang baru bisa disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pada intinya, menurut Sumaryanto, pergantian ini dilakukan untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat, sehingga mengurangi tingkat kecelakaan kereta. Namun ia mengakui, tingkat kecelakan kereta api dari tahun ke tahun sudah menurun dengan adanya peremajaan di tubuh KAI. Ia menambahkan, agar bisa memantau kinerja masing-masing direksi, Kementerian BUMN telah menetapkan 6 poin dalam key performance indicator (KPI) bagi direksi KAI. Enam poin tersebut diantaranya, memberikan pelayanan kepada pelanggan, menyampaiak dengan jelas produk-produk KAI, proses bisnis yang berkelanjutan, perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM), kepemimpinan dalam perusahaan dan kinerja keuangan. "Nanti poin itu akan dijadikan bobot, jadi bisa diukur dalam satu periode apakah KPI itu terpenuhi atau tidak," jelasnya.

Rel KA dan Pipa Gas Jembatan Selat Sunda ( JSS )

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 22 November 2010 0 komentar


Jakarta Selain sebagai jembatan penghubung jalan darat antara pulau Jawa dan Sumatera,Jembatan Selat Sunda (JSS) juga akan dilewati oleh rel kereta api dan jalur pipa gas.

Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta Bappenas Bastary Panji Indra mengatakan proyek JSS ini memang merupakan proyek multi infrastruktur yang di atasnya tidak hanya terdiri dari jalan saja.

"Ada Kereta api, jembatan, pokoknya multi infrastruktur. Jadi ada jalan, kereta, dan pipa gas," jelas Bastary saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (22/11/2010).

Bastary mengatakan proyek senilai Rp 250 triliun ini ditargetkan akan dimulai pada tahun 2014. Saat ini pemerintah tengah mempersiapkan studi kelayakan proyek ini yang menelan biaya Rp 1,5 triliun.

Studi kelayakan ini termasuk sampai melakukan survey bawah laut dan melihat keberadaan Gunung Anak Krakatau.

"Proyek ini belum akan ditawarkan karena prosesnya masih perlu persiapan, studinya. JSS diharapkan 2011 sudah mulai dalam proses studi lanjutan. Itu yang kita harapkan," ujarnya.

Menurut Bastary, dalam pembangunan proyek ini, pemerintah akan bekerja dengan swasta untuk membantu pembiayaannya.

"Karena memang untuk kerjasama pemerintah swasta. Jadi bebannya tidak di pemerintah secara keseluruhan. Mungkin ada bantuan teknis dan dukungan pemerintah yang diperlukan, nanti akan kita lihat dalam studinya. Seberapa besar dukungan pemerintah," jelasnya.

Proyek JSS ini diyakini Bastary sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di dua pulau yang terhubung tersebut. Apalagi hampir seluruh dananya memakai dana swasta sehingga mendorong laju investasi.

"Jadi kenapa mesti ditunda-tunda, kecuali kalau benar-benar dalam studinya proyek ini tidak feasible, mungkin harus ditunda. Tapi jika proyek ini feasible dan pakai uang swasta, kenapa harus kita tunda?" tukas Bastary.

:: News Link ::

PT KA Optimis Kenaikan Harga Tiket Ekonomi Tak Memberatkan

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 21 November 2010 0 komentar

Naiknya harga tiket KA Ekonomi mulai diberlakukan hari ini telah dipersiapkan sejak lama. Kebijakan pusat ini beralasan untuk efektivitas dana produksi cetak karcis KA. Pihak PT KA memprediksi calon penumpang tidak akan keberatan dengan kenaikan Rp 500 hingga Rp 1.000.

"Dari kebijakan pusat, penyesuaian jarak minimim ini memang sejak lama sudah dipersiapkan. Tujuannya untuk meminimalisasi produksi cetak karcis KA," kata Humas PT KA Daops VIII, Sri Winarto,
Di samping itu perkembangan ekonomoi secara makro, tambah Sri Winarto, cukup mengalami kenaikan yang signifikan. Saat ditanya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pihaknya mengaku belum secara menyeluruh mempublikasikannya.

"Pada dasarnya perubahan hanya sebatas penyesuaian itu saja, tidak terlalu berat untuk masyarakat," tambahnya.

Sebelumnya mulai hari ini, Rabu (17/11/2010) rute Kereta Api (KA) khususnya golongan ekonomi jarak minimum mengalami kenaikan. Kini, pemberangkatan dari stasiun Gubeng, jarak pendeknya diperpanjang hingga Surabaya-Lawang dengan karcis seharga Rp 3.500.

::: News Link ::

Harga Tiket KA Ekonomi Naik Hari Ini

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Harga tiket Kereta Api (KA) ekonomi jarak minimum mulai hari ini mengalami peningkatan. Bagi penumpang yang berangkat dari Stasiun Gubeng, jarak pendeknya diperpanjang hingga Surabaya-Lawang dengan harga tiket Rp 3.500.

Calon penumpang yang hanya menempuh rute hingga Stasiun Bangil, juga dikenai tiket seharga tujuan Lawang yakni Rp 3.500. Kenaikan tiket ini diprediksi tidak akan memberatkan penumpang.

"Perubahan ini merupakan kebijakan pusat bahwa harus ada penyederhanaan jarak minimum. Dan kenaikan tarifnya hanya berkisar antara Rp 500 hingga Rp 1.000, tidak akan memberatkan masyarakat," kata Humas PT KA Daops VIII Sri Winarto saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (17/11/2010).

Kenaikan harga tiket ini, kata Sri Winarto, tidak akan mempengaruhi rute jarak jauh. Misalnya untuk harga tiket KA Penataran rute Surabaya-Blitar melewati Malang konsisten di harga Rp 5.500. Bahkan untuk perjalanan Surabaya-Kertosono mengalami penurunan tarif karcis Rp 500.

"Calon penumpang tidak perlu khawatir. Kenaikan tarif akibat penyesuaian jarak minimim ini tidak akan merugikan penumpang. Apalagi bila dibanding dengan angkutan darat lainnya, tarif KA ekonomi masih terhitung terjangkau," pungkasnya.

:: News Link ::

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 17 November 2010 0 komentar



Kami Segenap Keluarga Besar Paguyuban Cirex
Mengucapkan
Selamat Merayakan Idul Adha 1431 H






Sinyal KRL Masih Terganggu, Ribuan Penumpang Terlantar

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 14 November 2010 0 komentar

Jakarta - Sinyal KRL Bogor-Jakarta masih terganggu. Ribuan pengguna KRL pun terlantar dan terancam telat masuk kerja.


"Gangguan KRL Jakarta-Bogor masih terjadi sampai sekarang. Antrean kereta," tulis Aditya Bayu lewat infoanda detikcom, Senin (15/11/2010) pukul 06.46 WIB.

Penumpang lainnya pun mengeluhkan hal ini. Ferdian, menuturkan gangguan sinyal KRL kumat lagi. Lalu lintas kereta dari Stasiun UI ke Pasar Minggu mengalami gangguan bersamaan dengan gangguan persinyalan Pasar Minggu ke Manggarai.

"Jadi antrian KRL semakin lama karena dari Citayam Pakuan 205 tertahan, padahal mestinya jam segini sudah sampai Pasar Minggu," jelas Ferdian.

Sementara itu penumpang lain, Mario, menuturkan seluruh KRL ekonomi, AC ekonomi dan ekspres AC tujuan Jakarta Kota dan Tanahabang terlambat dan tertahan di stasiun Depok Baru. Hal ini karena ada gangguan sinyal di Stasiun Pasar Minggu hingga Stasiun Manggarai.

"Akibatnya ada penumpukan penumpang," terang Mario.

Kemarin malam, Kahumas Daops I Mateta Rizaulhaq menjelaskan ada KRL Jakarta-Bogor mengalami gangguan listrik aliran atas (LAA) dan gangguan sinyal. Gangguan ini terjadi sejak pukul 13.50 WIB, Minggu (14/11).

"2 Gangguan ini menyebabkan penumpukan penumpang terutama di Manggarai," ujar Mateta.

::: News Link:::

KA Cirebon Express Anjlok

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 10 November 2010 0 komentar


Penumpang KA Senja Kediri Kelaparan 10 Jam di Tengah Sawah
Jakarta - Anjloknya KA Cirebon Ekspress (Cirex) di Telagasari, Indramayu, Jawa Barat, mengakibatkan 18 KA terhenti, termasuk KA Senja Kediri. Kereta itu tertahan di Stasiun Sindanglaut, Subang, yang berada di tengah-tengah sawah. Penumpang pun banyak yang kelaparan. "Kereta saya terdampar di stasiun kecil di daerah Sindanglaut, Subang," ujar salah satu penumpang, Lasebayang, kepada detikcom saat dihubungi pukul 14.30 WIB, Rabu (10/11/2010). Dia mengatakan, kereta dari Kediri dengan tujuan Stasiun Pasar Senen, Jakarta itu, sudah terhenti di tengah sawah selama hampir 10 jam. Kereta itu berhenti sejak pukul 05.00 WIB. "Saya berangkat dari Kediri pukul 17.00 WIB kemarin, sampai sekarang belum tiba di Jakarta. Padahal harusnya kita sudah tiba sejak pagi tadi," katanya. Lasebayang menceritakan, seharusnya rute kereta menuju Jakarta melalui Semarang. Tapi karena jalur kereta daerah Semarang terendam banjir, akhirnya rute dialihkan ke arah selatan (lewat Indramayu). "Tahunya lebih parah, karena ada kereta anjlok di Telagasari," tutur Lasebayang. Hampir 10 jam berada di atas kereta membuat penumpang jenuh dan kelaparan. Pihak PT KAI baru memberikan sarapan bagi para penumpang pukul 11.30, atau setelah kereta terhenti selama hampir 7 jam. "Itu pun cuma disuguhi mie instan dan dikasih minum. Kalau yang kurang ya terpaksa beli cemilan. Mana stasiunnya kecil, cuma ada jajanan ringan. Kita kelaparan," keluhnya. Dia juga menyayangkan PT KAI yang tidak memberikan informasi jelas pada penumpang atas penghentian tersebut. Penumpang justru memperoleh informasi setelah mengakses berita dari handphone mereka. "Kita cek-cek berita, baru kita tahu ada yang anjlok. Ya mau gimana lagi, marah juga mau gimana," ucap Lasebayang. Sebelumnya 8 gerbong KA Cirebon Express (Cirex) anjlok, Selasa (09/11) sekitar pukul 16.10 WIB. Proses evakuasi KA tersebut, menghambat perjalanan sejumlah KA. Kahumas Daops III, Rudi Effendi, membantah jika 8 KA itu terguling. Menurutnya kereta tersebut anjlok dan miring. "Ini sebenarnya bukan terguling tetapi miring menutupi jalur sebelah. 1 Gerbong di jalur hulu melintang mendekati jalur hilir. Yang anjlok berarti ada 8 gerbong," kata Rudi.

::: News Link ::

KA Cirebon Express Anjlok

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Selidiki Penyebab KA Cirex Anjlok,
KNKT Terjunkan Tim ke Indramayu

Jakarta - Penyebab anjloknya KA Cirebon Ekspres (Cirex) belum terkuak. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menerjunkan timnya ke Indramayu untuk melakukan investigasi. "KNKT akan menyelidiki. Ada 5 anggota KNKT yang ditugaskan," kata salah satu anggota KNKT yang diterjunkan, Mumuh, ketika dihubungi detikcom, Rabu (10/11/2010). Setiap kali ada kecelakaan kereta, lanjut Mumuh, sudah pasti KNKT akan menelitinya. "Nanti kita akan lihat kondisi gerbongnya, jalannya (rel), sebanyak-banyaknya data akan kita kumpulkan," sambung dia. Pada sekitar pukul 17.00 WIB, lalu lintas kereta yang melintasi Indramayu masih sedikit terkendala. Hal ini dikarenakan dari dua jalur kereta yang ada, baru satu yang bisa digunakan. "Belum 100 persen, karena baru satu jalur," imbuh Mumuh. KA Cirebon Express (Cirex) anjlok di Telagasari, Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa (9/11) pukul 16.10 WIB. Anjloknya 8 gerbong KA itu menghambat perjalanan sekitar 18 KA. Kecelakaan itu mengakibatkan 18 orang luka-luka. "5 Orang luka tapi sudah bisa pulang. 3 Orang luka berat karena ada yang terjepit dan ada 1 yang hingga pukul 11.00 WIB belum sadar, dan 10 orang masih dirawat di RS," terang Kahumas Daops III, Rudi Effendi. Korban luka berat atas nama Mohammad Wahidin, Suhaidi dan Ramadhon. Para korban dirawat di sejumlah RS, yakni RS Pelabuhan Cirebon, RS Pertamina Klayan Cirebon, RS Gunung Jati dan RS Bhayangkara Indramayu. "Ada Jasa Raharja yang menanggung biaya pengobatan," kata Rudi. Atas insiden ini, Rudi atas nama PT KA meminta maaf kepada penumpang KA. "Mohon maaf kepada seluruh penumpang yang tertahan di stasiun dengan kejadian Cirebon Ekspres," ucap Rudi.

::: News Link ::

KA Cirebon Express Anjlok

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Imbas KA Cirex Anjlok,
Jadwal KA di Stasiun Tugu Yogyakarta Tertunda



Jakarta - Imbas anjloknya KA Cirebon Express (Cirex) di Indramayu berdampak pada jadwal keberangkatan kereta di sejumlah stasiun. Bahkan sejumlah kereta di Stasiun Tugu, Yogyakarta terpaksa delay 2 jam. "Pemberangkatan untuk malam ini semuanya tertunda, kereta Taksaka dan Argo Dwipangga dari Solo seharusnya berangkat dari Yogya pukul 22.00 WIB, baru bisa berangkat sekitar pukul 00.30 WIB," kata staf petugas PT KA Stasiun Tugu, Yogyakarta, Periyadi kepada detikcom, Rabu (10/11/2010). Menurut Periyadi, pemberangkatan untuk malam ini semuanya mengalami penundaan. Nantinya, 2 rangkaian kereta tersebut akan disatukan. "Bagi penumpang yang tidak ingin menaiki kereta itu, tiket akan dikembalikan 100 persen, silakan ditukar di loket pembelian maupun di reservasi," imbuhnya. Sementara untuk pemberangkatan besok pagi menuju Jakarta, stasiun baru bisa memastikan satu kereta yang berangkat, yakni KA Fajar Utama Yogya. Kereta tersebut dijadwalkan berangkat pukul 08.00 WIB. "Karena rangkaian kereta itu sudah ada di Yogya," tukasnya. Periyadi menjelaskan, untuk kereta Taksaka dan Argo Lawu pihaknya belum bisa memastikan bakal berangkat pagi. Hal ini dikarenakan rangkaian kereta masih terhambat di Indramayu. "Seharusnya Taksaka pagi berangkat pukul 09.00 WIB, Argo Lawu pukul 10.00 WIB, tapi tiket tidak bisa dijual karena rangkaian belum ada. Kalau rangkaiannya sudah ada akan diberangkatkan. Penjualan tiket dilakukan besok, langsung tidak dibuka reservasi," ucapnya. Pantauan detikcom, saat ini di Stasiun Tugu sendiri sudah banyak calon penumpang Argo Dwipangga dan Taksaka yang tengah menunggu kereta. Sebagian bahkan ada yang kembali pulang ke rumah, untuk nanti kembali pukul 00.30 WIB, sementara sebagian lainnya menunggu duduk-duduk di stasiun.

::: News Link ::

KA Cirebon Express Anjlok

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 09 November 2010 0 komentar

Dampak Cirex Terguling,
KA Argo Anggrek dan Argo Lawu Terhenti 7 Jam

Jakarta - Proses evakuasi KA Cirebon Express (Cirex) yang terguling di Telagasari, Indramayu, Jawa Barat, masih berlangsung. Hanya satu jalur KA yang dapat dilewati. Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta harus mengantre berjam-jam untuk bisa lewat.

Kereta yang terkena dampaknya antara lain KA Eksekutif Argo Anggrek dari Gambir tujuan Semarang. Kereta tersebut sudah tertahan sekitar sedikitnya 6 jam di stasiun Ringkasat, Cikampek.

"Sudah sejak pukul 06.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB ini kita masih di sini," ujar salah satu penumpang, Aries.

Aries juga mengatakan, sejak tadi malam keterlamabatan kereta sudah mulai terjadi. Kereta yang harusnya berangkat pukul 20.30 WIB ternyata baru datang sekitar pukul 23.00 WIB.

"Alasan petugasnya karena ada kereta terguling di Indramayu," katanya.

Setelah berjam-jam di dalam kereta, penumpang mulai terlihat kesal. Apalagi hingga saat ini belum ada kepastian kapan kereta bisa melanjutkan perjalanannya.

"Kita cuma bisa tiduran aja, padahal saya mau jenguk orang tua yang sakit keras dan harus kejar waktu. Tapi mau gimana lagi," jelasnya.

Kereta lainnya yang juga terhambat yaitu KA Eksekutif Argo Lawu jurusan Jakarta-Solo. Kereta yang harusnya tiba sejak pagi tadi di Solo, justru masih terhenti di Stasiun Cikaung, Subang.

"Kita sudah dari pukul 05.00 WIB berhenti dan sampai sekarang belum diberi tahu kapan akan jalan lagi," kata Maya yang menumpangi KA itu.

Maya mengatakan, sejak tadi malam KA juga sudah tidak berangkat sesuai jadwal. KA yang sedianya berangkat pukul 20.00 WIB justru baru diberangkatkan pukul 23.00 WIB.

"Tadi malam saja sudah 3 jam, sekarang hampir 7 jam, sudah pada kesal semua. Mana cuma dikasih mie instan," jelas Maya.

Maya juga menambahkan sebagian penumpang juga terlihat mulai resah dan keluar dari dalam kereta. Bahkan dia mendengar beberapa penumpang berniat memilih alternatif angkutan lain.

"Saking kesalnya tadi saya dengar sampai ada yang mau naik bus, ada yang minta jemput keluarganya. Karena memang semua belum pasti," cerita Maya.

KA Cirex terguling pada Selasa (9/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Sedikitnya 10 orang terluka dan dirawat di RS Bhayangkara, Indramayu.

::: News Link :::

KA Cirebon Express Anjlok

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Evakuasi 8 Gerbong Cirex Anjlok Selesai,
KA Dijanjikan Normal Sore Nanti


Jakarta - Anjloknya 8 gerbong KA Cirebon Express (Cirex) Selasa (10/11) di Telagasari, Indramayu, Jawa Barat, menghambat perjalanan sejumlah KA. Seiring selesainya evakuasi kereta naas itu, transportasi KA yang melewati Indramayu diperkirakan akan normal kembali pada Rabu sore ini.

"Evakuasi selesai pukul 14.00 WIB. Sementara 1 jalur yang bisa dipakai. Ada rel yang rusak juga jadi dua jalur yang ada belum bisa dipakai semua," kata Kahumas Daops III, Rudi Effendi, ketika dihubungi detikcom, Rabu (10/11/2010) pukul 13.45 WIB.

Menurut dia, perbaikan rel yang rusak tidak akan membutuhkan waktu lama. Sekitar 3-4 jam, rel yang rusak akibat tergulingnya kereta sudah selesai. "Kira-kira pukul 17.00-18.00 WIB nanti dua jalur sudah bisa dilewati seperti biasa," terang Rudi.

Dia menambahkan, evakuasi kereta menggunakan dua alat berat yang didatangkan dari Cirebon dan Jakarta. Evakuasi yang dilakukan semalam tidak bisa maksimal karena guyuran hujan dan petir. Beruntung hari ini cuaca cukup bersahabat sehingga evakuasi dapat dilanjutkan kembali.

"Kita juga menerapkan overstapen sejak semalam. Karena kan ada beberapa kereta yang dari Jakarta atau Surabaya dan Yogya yang lewat sini," jelasnya.

Untuk KA yang ke arah Jakarta, penumpang menempuh perjalanan dengan mobil atau bus yang disediakan PT KA dari Stasiun Pegadenbaru sampai ke Stasiun Cirebon. Sedangkan untuk arah sebaliknya, dari Cirebon akan langsung ke Jakarta.

KA Cirex kecelakaan di Telagasari, Indramayu, Jawa Barat, pada pukul 16.10 WIB. 8 Gerbong anjlok, sedangkan 1 gerbong melintang ke jalur lainnya.

"Ini sebenarnya bukan terguling tetapi miring menutupi jalur sebelah. 1 Gerbong di jalur hulu melintang mendekati jalur hilir. Yang anjlok berarti ada 8 gerbong," sambung Rudi.

Rel yang mengalami kerusakan sekitar 200 meter. Namun dia kembali menegaskan tidak memerlukan waktu berhari-hari untuk memulihkan kondisi rel tersebut. Akibat insiden tersebut, 11 penumpang mengalami luka-luka.

::: News LInk :::

KA Cirebon Express Anjlok

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Imbas KA Cirex Anjlok,
KA Gajayana Tertahan 1 Jam di Bekasi


Jakarta - Kereta Cirebon Express anjlok di Telagasari, Indramayu, Jawa Barat. Peristiwa ini rupanya berimbas pada pemberangkatan jalur kereta api lain, yakni KA Gajayana yang tertahan hingga satu jam di Bekasi.

"Sudah hampir satu jam kita stay, katanya ada kereta anjlok di Telagasari," kata salah seorang penumpang KA Gajayana, Bagus, kepada detikcom, Selasa (9/11/2010) pukul 20.00 WIB.

Menurut Bagus, kereta yang ditumpanginya berhenti di Stasiun Kedung Gede menjelang malam. Pihak stasiun kemudian menyampaikan bahwa ada kereta yang anjlok di sekitar Indramayu.

"Saya mau ke Purwokerto. Kita ya diam saja, nggak berani keluar juga takut ketinggalan," tambahnya.

Pada pukul 20.10 WIB, pihak stasiun kemudian mengumumkan jalur kereta sudah mulai normal kembali. KA Gajayana pun berangkat menuju tujuan akhir Malang, Jawa Tengah.

"Sekarang sudah berangkat lagi. Kalau posisi saya sekarang sudah tinggal dua jam lagi dari lokasi anjlok," tutupnya.

Kereta Cirebon Express jurusan Jakarta-Cirebon anjlok di kawasan Telagasari, Indramayu, Jawa Barat sore tadi. Insiden ini mengakibatkan 10 orang penumpang terluka yang kesemuanya dibawa ke RS Bhayangkara, Indramayu.
::; News Link m::

KA Cirebon Express Anjlok

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Dialihkan Lewat Bandung, Penumpang KA Gajayana Tujuan Puwokerto Kebingungan

Jakarta - Imbas anjloknya KA Cirebon Express di Indramayu, KA Gajayana tujuan Malang dialihkan melalui Bandung. Namun, ada sebagian penumpang yang kebingungan dengan pengalihan ini, khususnya yang menuju stasiun Purwokerto.

"Keputusan dari pihak kereta, penumpang yang turun di Purwokerto dialihkan ke Kroya. Tapi belum ada kejelasan bagi penumpang dari Kroya ke Purwokerto bagaimana?," kata salah seorang penumpang KA Gajayana, Bagus, kepada detikcom, Selasa (9/11/2010).

Menurut Bagus, setelah sempat tertunda satu jam di Bekasi akhirnya kereta yang ditumpanginya berangkat. Namun di tengah perjalanan, penumpang mendapatkan informasi kalau kereta akan melewati jalur Timur.

"Kita lewat Bandung. Penumpang yang turun di Purwokerto diberitahu akan diturunkan di Kroya," ujar Bagus.

Bagus menambahkan, saat ini kereta kembali berhenti di daerah Karawang. Sehingga belum dapat diketahui kapan sampai di Kroya.

Padahal, kata Bagus, bisanya Gambir-Purwokerto dapat ditempuh dalam 5 jam.

"Mereka tidak bisa memastikan berapa jam lagi akan sampai," tutupnya.

Kereta Cirebon Express jurusan Jakarta-Cirebon anjlok di kawasan Telagasari, Indramayu, Jawa Barat sore tadi. Insiden ini mengakibatkan 10 orang penumpang terluka yang kesemuanya dibawa ke RS Bhayangkara, Indramayu.

::: News Link :::



Jakarta - Kereta Cirebon Express jurusan Jakarta-Cirebon anjlok di kawasan Telagasari, Indramayu, Jawa Barat. Insiden ini mengakibatkan 10 orang penumpang terluka yang kesemuanya dibawa ke RS Bhayangkara, Indramayu.

"Akibat anjloknya kereta ada 10 orang penumpang yang masuk," ujar petugas pendaftaran RS Bhayangkara, Sri, kepada detikcom, Selasa (9/11/2010) malam.

Sri mengatakan, 10 pasien tersebut tiba di rumah sakit sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut informasi yang diterima Sri dari petugas yang mengantarkan para korban, insiden anjlok itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Kesepuluh korban tersebut 2 perempuan dan 8 laki-laki. Tapi, Sri tidak memperinci bagaimanan kondisi 10 penumpang. Dia hanya mengatakan semua korban saat ini tengah ditangani dokter.

"Saat ini semua sedag ditangani dan kemungkinan dirawat semua," jelas Sri. Sementara itu, petugas PT KAI menyatakan, kereta anjlok sekitar pukul 17.00 WIB.

::: News Link :::


Jember - Kereta Api (KA) Probowangi jurusan Probolinggo - Banyuwangi mengalami anjlok di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo, Jember. Tidak ada korban dalam peristiwa yang terjadi pukul 09.55 WIB, Selasa (9/11/2010). Tetapi anjloknya KA tersebut membuat perjalanan KA terhambat.

Menurut Humas PT KA Daop IX Jember, Burhani Sulthon, KA Probowangi mengalami anjlok di bagian lokomotif dan sebuah gerbong. "Untuk Lokomotifnya ada dua As dan empat roda yang anjlok, sedangkan satu gerbong yang anjlok satu As dua roda," kata Burhani.

KA itu anjlok di tengah persawahan yang cukup jauh dari jalan raya. Hal itu membuat perbaikan cukup terhambat. Namun Burhani, memastikan jalur itu bisa dilewati kembali sekitar pukul 16.00 WIB nanti.

"Butuh tiga jam perbaikan, mungkin nanti jam 4 sore baru bisa dilalui," imbuhnya. Penumpang KA Probowangi yang anjlok diangkut oleh KA cadangan ke stasiun Sempolan dan melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.

Siang ini, hanya KA Mutiara Timur siang jurusan Banyuwangi - Surabaya yang terhambat. Penumpangnya terpaksa diangkut dengan angkutan umum dari stasiun Kalibaru - Banyuwangi menuju stasiun Jember. Kemudianpenumpang naik KA Mutiara Timur yang terhenti di dua stasiun itu.

Burhani masih belum bisa mengatakan penyebab anjloknya KA Probowangi karena masih dalam penyelidikan.

:::; News Link :::


Jakarta - Gara-gara penerbangan terganggu akibat abu Merapi, publik pun menyerbu kereta api (KA) sebagai alternatif. Namun sayang, PT KAI kurang mengantisipasi sehingga terjadi antrean panjang di Stasiun Tugu, Yogyakarta.

Saat ini sekitar 800 orang mengantre tiket. Sayangnya hanya dua loket tiket saja yang buka sehingga antrean ini bertambah parah.

"Sebenarnya ada enam loket tapi yang buka cuma dua loket saja. Tolong PT KA bisa membuka semua loket karena antreannya sangat panjang sekali," kata Aries, salah seorang pengantre melalui Info Anda detikcom, Minggu (7/11/2010).

Aries telah tiba di stasiun itu pada pukul 10.00 WIB dan dapat nomor antrean 700-an. Saat ini nomor antrean yang telah dipanggil baru mencapai 392.

"Panjang sekali, saya saja belum dapat tiket," kata Aries.

Aries menyatakan, begitu tiba di Stasiun Tugu para penumpang diberi nomor antrean. Kemudian petugas akan memanggil nomor secara berurutan.

"Jumlah kursi yang ada di sini cuma ada 50 buah, jadi meski tidak harus berbaris kita tetap harus berdiri," katanya.

Aries menyatakan, rencananya ia akan membeli tiket Senja Utama untuk kembali ke Jakarta besok. Tiket kereta tujuan Jakarta untuk hari ini sudah habis.

"Saya habis menengok keluarga di Yogya, mudah-mudahan tiketnya masih ada soalnya tinggal sisa 100 tiket," katanya.

Aries sempat bertanya ke petugas keamanan kenapa tidak semua tiket yang ada di stasiun itu dibuka. "Katanya ini Minggu jadi yang buka cuma dua saja. Padahal saat ini bandara tutup dan orang semua ingin naik kereta," katanya.

::: News Link :::

Justify Full


Surabaya - PT KA Daops VIII menyiapkan satu rangkaian kereta api untuk membawa bantuan masyarakat bagi korban Gunung Merapi. Pengiriman bantuan dengan rangkaian kereta barang ini nantinya diberikan secara gratis.

"Kita memang siapkan satu rangkaian kereta barang khusus untuk pengiriman bantuan bagi korban bencana Merapi. Dan semuanya gratis," kata Asisten Manager Eksternal Humas PT KA Daops VII, Herry Winarno, saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (7/11/2010).

Herry menegaskan, rangkaian kereta barang tersebut saat ini siap untuk melakukan
pengiriman, namun masih menunggu barang bantuan dari berbagai macam instansi.

Tidak hanya itu, kata Herry pihaknya menjamin pengiriman bantuan tersebut akan
disampaikan kepada instansi yang berkepentingan menyalurkan bantuan.

"Nantinya, petugas kami akan menyampaikan langsung kepada instansi disana, misalnya ditujukan kepada PMI akan kami distribusikan ke PMI Jogjakarta. Sehingga jangan khawatir, kita jamin 110 persen," tegasnya.

Herry juga mempersilahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, baik kelompok maupun perseorangan untuk memberikan bantuannya melalui PT KA dan akan segera dikirimkan tanpa dipungut biaya.

::: News Link :::

Peluncuran kereta New ARGO JATI

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 03 November 2010 0 komentar


CIREBON, (PRLM).- Kereta api (KA) New Argo Jati seharga Rp 30 miliar Rabu (3/11) mulai dioperasikan penggunaannya. Peluncuran KA yang dibuat PT Inka Madiun, dilakukan oleh Wali Kota Cirebon Subardi disaksikan Wakil Direktur Utama PT KA Darmawan Daud di Stasiun Kejaksan Kota Cirebon.

Subardi berharap, Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon kembali mendapat tambahan kereta mewah sejenis.
"Apalagi selain mewah, kereta ini juga ramah lingkungan karena buangan toiletnya langsung diproses, sehingga ketika dibuang tidak lagi mencemari lingkungan," katanya saat meninjau ke dalam kereta.

Menurut Wadirut PT KA Darmawan Daud, Daop 3 Cirebon diberi kehormatan mendapatkan kereta tersebut karena memiliki keunggulan tersendiri. "Selain sebagai wilayah transit, selama ini Cirebon juga menjadi tujuan wisata dan bisnis," kata Daud.

Daud menjelaskan, pengoperasian kereta cepat tersebut juga bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan di jalur pantura. "Dan yang penting lagi, kami berharap pengoperasian kereta cepat ini, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Cirebon," paparnya.

Sementara itu Kadaop 3 Cirebon Muhardjito menyatakan, kereta cepat yang melayani rute Cirebon-Jakarta pulang pergi tersebut, nilai investasi untuk satu gerbong mencapai Rp 4,5 miliar sampai Rp 5 miliar.
"Sehingga total investasi untuk enam gerbongnya kan bisa dihitung sendiri berapa kan," katanya didampingi Wakadaop Susi Munawati dan Humas Daop 3 Ruddy Effendi.

Menurut Muhardjito, kereta New Argo Jati merupakan satu-satunya kereta dengan desain interior mirip pesawat terbang, dari mulai bagasi, tirai jendela sampai desain dan fasilitas toiletnya.
Selain memiliki ruang khusus merokok, kereta dengan jumlah gerbong enam, memiliki fasilitas wi-fi di ruang retorasinya. "Dari mulai jenis dan desain interior yang mirip pesawat, KA New Argojati merupakan satu-satunya di Indonesia," katanya. Meski desainnya lebih mewah sehingga lebih nyaman, tiket yang dijual sama dengan kereta Argo Jati sebelumnya yakni Rp 90.000,00.

Berdasarkan pengamatan "PRLM", desain interior KA New Argo Jati memang mirip benar dengan desain interior pesawat terbang. Begitu juga halnya dengan toiletnya. Bahkan toilet KA New Argo Jati lebih luas sehingga lebih nyawan ketimbang pesawat. Sementara untuk restorasi, didesain seperti restoran cepat saji dengan kursi busa yang empuk.

:: News Link ::