SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Suara Konsumen

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 31 Oktober 2011 7 komentar

Pelayanan PT. KAI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebagaimana yang kita pahami bersama bahwa PT. KAI sedang dalam proses perbaikan/improvement terhadap pelayanan kepada pelanggan dalam berbagai sisi berikut :

1. Rencana Pembangunan Infra Struktur sepanjang Pulau Jawa dan segera menyusul diluar Pulau Jawa melalui skala prioritas.

2. Memperbaiki Gerbong Kereta dan Pembuatan Gerbong Baru yang lebih canggih dan ramah lingkungan

3. Meningkatkan Pelayanan kepada pelanggan, penumpang dan calon penumpang (Pelayanan Tiket, Ruang Tunggu dan Tingkat Keamanan)

Dari hal tersebut diatas dalam perjalanannya kita harus melihat sedikit ke belakang antara lain :

~ Form Pemesanan, berisi berbagai pertanyaan yang harus diisi, diantaranya ada kolom Jadwal Pemeberangkatan dan Nomor Telepon. (Komentar) Selama ini pencantuman kolom tersebut hanya slogan semata, kereta terlambat tak pernah ada informasi yang disampaikan melalui nomor telepon yang kita cantumkan, penumpang dibiarkan menumpuk di ruang tunggu stasiun dengan alas seadanya dan tanpa ada kompensasi lapar/haus plus kesal karena acara keluarga jadi berantakan.

~ Harga tiket peak seasseon yang selalu lebih mahal seolah ingin merampok para pekerja yang pulang mingguan/bulanan dan pelayanan tiket yang selalu mengatakan “tiket habis” walau terbukti di kereta masih beberapa kursi tak berpenghuni (cadangan) apakah yang ini tidak bisa di jual di detik terakhir kereta mau berangkat sehingga kami bisa beli tiket dengan resmi dan tak perlu adu urat leher dengan petugas PS.

~ Sadarkah berapa banyak penumpang yang berpotensi membayar dengan resmi (tiket) sehingga dapat dijadikan dasar disediakannya kereta tambahan secara efektif dan efisien.


Coba cari solusi :


1. Berendah hatilah (ramah dan waspada) wahai PT. KAI walau Anda jadi moda angkutan favorit dan andalan, karena saat ini telah siap pesaing mengantri lengahnya moda angkutan ini, ingat jalan Tol, murahnya tiket pesawat dan bis excecutive – 5 tahun mendatang bisa-bisa PT. KAI tak lagi mampu bayar utang atas investasinya apabila paradigma Anda masih berkonotasi “Kesombongan” – ngrampok penumpang dengan tarifnya.

2. Usahakan setiap stasium mempunyai "pola pikir" bahwa penumpang Anda ada barang, hewan, manula, balita dan orang sehat yang sangat kritis dengan segala kesenjangan. (Buatlah SOP sebagai standar Stasiun pada setiap kategorinya – Besar, Sedang, Kecil dan Lintasan)

3. Libatkan penumpang melalui quesionare supaya keinginan PT. KAI seirama dengan keinginan penumpang dengan segala logika yang pantas dan berperikemanusiaan. Termasuk didalamnya adalah kesan penumpang terhadap para petugas.

4. Lakukan improvement secara konsisten karena kepuasan pelanggan akan selalu meningkat.

5. Ciptakan wacana untuk melalukan inovasi sehingga suatu saat ada gerbong kamar mandi dan mushola/ruang ibadah sampai ruang privasi. Jangan hanya ada di Kereta Wisata saja. Untuk Kereta Jarak Jauh disediakan mall dan café yang syariah, petugas restorasi tak lagi sebagai tukang asong yang teriak sepanjang lorong.

Kami sebagai penumpang yang selalu berusaha naik kereta dengan resmi dan tak kepingin dihambat untuk mendirikan kebenaran dan keadilan. Please……. PT. KAI berhatilah seperti KYAI, insya Allah suatu saat Per- kerta Api – an di Indonesia akan jadi acuan moda kereta api di seluruh dunia dan…… akherat…? .


Keterlambatan

Jum’at, 28 Oktober 2011 seperti biasa kami serombongan kaum urban yang cinta keluarga di Cirebon dan Tegal ingin segera bertemu sanak buah hati sehingga kami memilih Cirex pemberangkatan pukul 18.30 WIB dari Gambir, alhamdulillah kami sampai di Cirebon pukul 00.10 WIB hari berikutnya – Sabtu dini hari (kapan sampai Tegalnya…?) dan 10 menit kemudian Cirex tambahan datang pula di stasiun Cirebon.

Minggu, 30 Oktober 2011 sudah selayaknya kami para pencari nafkah kembali lagi ketempat kerja dan masih percaya dengan Cirex dari Tegal jam 16.00 WIB dan dijadwalkan berangkat dari Stasiun Cirebon pukul 18.15 WIB, alhamdulillah lagi tertunda karena harus digantinya Gerbong Aling2 bagian belakang, kami maklum demi keamanan bersama, anehnya……??? Hari itu banyak penumpang bergerbong dan bertempat duduk sama yang jumlahnya lebih kurang 70 penumpang (1 gerbong). Untungnya sank Kondektur punya inisiatif dadakan menampung mereka di Kereta Makan dan Eksekutif 5 yang ternyata masih banyak yang kosong. Alasan yang disampaikan kepada kami semua ini akibat perubahan sistem tiketing.

Saran :

Lain kali kalau telat gak perlu minta maaf lagi karena sejak tahun 2003 menurut pengalamanku untuk jadwal Cirex kereta terakhir reguler tepat waktu baru 3 kali. Agar pengumuman dibalik saja “Mohon maaf para penumang/calon penumpang Cirebon Ekspres kali ini pemberangkatan tepat waktu sehingga sebagian penumpang ketinggalan, agar mengembalikan tiket anda ke loket 8 untuk kami ganti 10 kali lipat dari harga tiket Anda”

Wassalamua’alaikum Wr. Wb.

Paguyuran Cirex


Pramono Edi



Contoh Usulan bikin rail card

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 27 Oktober 2011 1 komentar




Contoh Usulan Rail Card

RAIL CARD Memudahkan Untuk Mendapatkan Tiket KA

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 26 Oktober 2011 0 komentar

PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) dan PT. BANK NEGARA INDONESIA, Tbk bekerjasama menerbitkan kartu keanggotaan dari Kereta Api Frequent Passenger (KAFP) yang disebut dengan RAIL CARD. Perjanjian Kerjasama tentang Pengembangan Kartu Member KAI Rail Card telah ditandatanani oleh Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito dan Direktur Konsumer & Ritel, Darmadi Sutanto di Gedung Bank BNI, Jakarta pada Selasa 11 Oktober 2011.


Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito (kanan) dan Direktur Konsumer & Ritel, Darmadi Sutanto (kiri), menandatangani perjanjian kerjasama tentang Pengembangan Kartu Member KAI Rail Card.

Selai sebagai Kartu Member, RAIL CARD merupakan kartu prabayar yang diterbitkan BNI sebagai pengganti uang tunai yang merupakan hasil co-branding kartu member KAI, dapat diisi ulang (to up) di ATM BNI, merchant BNI yang memasang logo BNI Prepaid, dan mesin EDC (Electronic Data Capture) yang terdapat di loket Stasiun Kereta Api yang disediakan BNI. Rail Card ini juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran tiket kereta api serta transaksi pembayaran lainnya di merchant-merchant yang memasang logo BNI Prepaid.

Direktur Korporasi BNI Krishna R. Suparto mencoba melakukan transaksi pembelian tiket KA menggunakan Rail Card di vending machine Rail Box

Untuk memperoleh Rail Card ini masyarakat dapat datang dan langsung membelinya di Kantor Cabang Bank BNI serta di Customer Service beberapa stasiun diantaranya: Stasiun Gambir, Stasiun Bandung, Stasiun Cirebon, Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Semarang. Pelanggan yang yang telah teregistrasi sebagai anggota Kereta Api Frequent Passenger (KAFP), akan mendapatkan poin sejumlah tertentu setiap kali bertransaksi dengan Rail Card. Setiap transaksi kelipatan Rp. 5.000,- pelanggan berhak mendapatkan satu poin. Poin ini akan terakumulasi dan dihitung setelah tiket yang dibeli dipergunakan dan berlaku sampai dengan 2 tahun. Khusus customer yang melakukan pembayaran dengan menggunakan Rail Card, berhak atas poin insentif sebesar 25% dari nilai transaksi.

Dari kiri: Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur Direktur Korporasi BNI, Krishna R. Suparto dan Direktur Konsumer & Ritel, Darmadi Sutanto, menunjukkan bukti pembayaran yang nantinya ditukarkan di loket stasiun.

Harga kartu perdana dari Rail Card ini adalah Rp. 20.000,- (sudah termasuk PPn), dan dapat diisi ulang dengan nominal yang tersedia sebesar Rp. 10.000,- ; Rp. 20.000,- ; Rp. 50.000,- ; Rp. 100.000,- ; Rp. 250.000,- dan Rp. 500.000,-. Untuk maksimum nominal saldo dalam kartu sebesar Rp. 1.000.000,-. Sementara untuk jangka watu Rail Card adalah selama 10 tahun atau selama masih terdapat saldo.

Wimbo mengatakan, bahwa “Kerjasama ini dilakukan untuk mengoptimalkan segala sumber daya dan potensi yang tersedia, guna meningkatkan mutu pelayanan bagi pengguna jasa kereta api”, papar Wimbo.

Sementara di tempat yang sama, VP Public Relations, Sugeng Priyono. “Nanti, masyarakat dapat melakukan transaksi tiket kereta api tidak hanya melalui Contact Center 121, agen tiket, Kantor Post dan Indomaret secara online, namun dengan Rail Card masyarakat dapat juga bertransaksi di mall atau pusat perbelajaan manapun yang memiliki merchant berlogo BNI Prepaid”. (Humaska)

::: news Link:::

Loket Kereta Api Akan Dihapus

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 16 Oktober 2011 0 komentar


JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia berencana menghapus fasilitas loket penjualan tiket kereta api. Tiket kereta dapat diperoleh di luar stasiun.
"Loket akan dihapus ke depannya. Kalau sistem sudah berjalan baik," ujar Junior Manager Eksternal Humas DAOP I Jakarta, Rapino Situmorang, kepada Kompas.com, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (30/8/2011).
Dengan penghapusan loket tersebut, Rapino menyebutkan, penumpang tidak akan pusing untuk mengantre tiket. Mereka tinggal datang ke stasiun untuk berangkat, seperti halnya di bandara. "(Penumpang) enggak pusingin tiket lagi. Stasiun tinggal ngurusin kereta dan penumpang," tambah Rapino.
Ia menambahkan, tiket dapat dibeli di agen atau melalui layanan online. "Enggak ada penumpukan antrean. (Penumpang) yang datang yang siap berangkat," tegas Rapino.
Dampak positif lainnya, penjualan tiket ilegal melalui calo pun dapat diberantas. Apalagi, lanjut dia, pegawai KAI sering kali diberitakan terlibat dalam penjualan tiket secara ilegal itu.
Saat ini, rencana ini memang masih dalam pembahasan. Jadi, ia menuturkan belum tahu kapan akan dilaksanakan. "Enggak tahu tahun depan, (atau) tahun depannya lagi dan seterusnya. Pokoknya visi ke sana," sebutnya.
Bahkan, ke depannya, stasiun KA akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas lainnya, seperti convention center.

Lokomotif B 5112 Mulai Diperbaiki

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 06 Oktober 2011 0 komentar

Upaya dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) melalui Pusat Pelestarian Benda Bersejarah untuk menghidupkan lagi Lokomotif Uap dengan nomor seri B5112 yang sudah lama tersimpan di Museum Kereta Api Ambarawa semakin nyata. Sejak Jumat (30/9), tim dari unit pelestarian benda dan cagar budaya PT. KAI, sudah melakukan berbagai perbaikan pada roda lokomotif tersebut agar bisa dibawa ke Dipo Traksi Ambarawa yang jaraknya tidak jauh dari Museum. Lokomotif yang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya ini rencananya akan digunakan sebagai kereta wisata. Dan akan menambah armada lokomotif uap yang telah ada sebelumnya, dimana Lokomotif B2502 dan B2503 telah lebih dulu melayani para wisatawan.

Salah seorang anggota dari Tim Unit Pelestarian Benda dan Cagar Budaya, sedang membersihkan karat yang berada pada bagian roda penggerak Lokomotif.

Lokomotif B5112 buatan Hanomag, Jerman, meskipun sudah 30 tahun tidak digunakan, keadaan ketelnya masih relatif baik. Sehingga lokomotif masih besar kemungkinan untuk bisa beroperasi kembali, walaupun kondisinya saat ini dibutuhkan perbaikan dan perawatan untuk bisa kembali melayani penumpang. Menurut Manager Humas Daerah Operasi 4 Semarang, Sapto Hartoyo, lokomotif yang sudah lama menjadi salah satu koleksi milik PT. KAI yang tersimpan di Museum Kereta Ambarawa akan digunakan lagi sebagai penarik KA Wisata. “Hal ini dilakukan selain untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke daerah Ambarawa, juga guna melestarikan berbagai benda cagar budaya yang kami miliki,” tuturnya.




Tim dari unit Pelestarian Benda dan Cagar Budaya, mengiventarisir berbagai kerusakan sebelum lokomotif ini dipindahkan ke dipo Lok Ambarawa.

Ia menambahkan, lokomotif dengan dua gandar dua roda penggerak ini, ditargetkan pada tahun 2012 sudah bisa digunakan. “Kami menargetkan pada tahun depan, lokomotif ini sudah bisa digunakan. Namun, itu semua tidak terlepas dari seberapa banyak kerusakan yang terjadi pada lokomotif tersebut. Mengingat lokomotif ini sudah lama tidak beroperasi,” jelas Sapto.

Lokomotif ini akan menambah armada KA Wisata yang sudah ada di Stasiun Ambarawa.

“Kami berharap, target perbaikan lokomotif ini selesai sesuai dengan jadwal yang sudah ada dan bisa digunakan untuk melayani wisatawan yang datang berkunjung ke Ambarawa, pungkas Sapto. (Humaska)