SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Naik Kereta & Pesawat, Cukup Beli Satu Tiket

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 31 Januari 2010 0 komentar


VIVAnews - Pemerintah berencana mengintegrasi pembelian tiket bagi angkutan umum massal. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, Kementerian Perhubungan tengah melakukan pengerjaan sistem elektronik guna mendukung penerapan itu.

"Masih sedang dikerjakan," kata dia kepada wartawan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 28 Januari 2010.

Hatta menjelaskan, mekanisme integrasi tiket ini misalnya penumpang kereta dari Bandung jika ingin naik kapal laut di Merak tidak perlu membeli tiket lagi. Begitu pula dengan penumpang kereta jika naik pesawat juga tidak perlu membeli tiket lagi. Dengan demikian biaya transportasi bisa ditekan.


Jakarta - Selama ini saya sering kali menjemput atau mengantar orang tua dari dan ke Stasiun Gambir. Berhubung usia orang tua sudah lanjut dan agak kesulitan bila berjalan saya selalu mengantar sampai ke peron di lt 3. Jadi biasanya saya parkir di halaman depan stasiun, beli karcis peron di loket (atau dulu bisa juga beli langsung di portir di ujung-ujung koridor lt 2), dan kemudian naik sampai ke peron.

Terakhir saya menjemput orang tua pada 31 Desember 2009 dan mengantar kembali tanggal 6 Januari 2010. Ada hal-hal yang berubah dan cukup membuat tidak nyaman, yaitu sebagai berikut:

1. Lokasi parkir depan ditutup dan dipindah ke bagian belakang stasiun. Waktu saya tanyakan ke petugas tiket katanya halaman depan sedang direnovasi sehingga menimbulkan kekurangnyamanan karena parkir lebih jauh dan agak kacau.

2. Pada waktu ke toilet bagian selatan lt 1 saya diminta tip oleh petugas kebersihan. Padahal jelas-jelas terpampang info 'toilet gratis'. Dulu-dulu sebelum lt 1 direnovasi dan toilet ada di dekat bagian gerai-gerai makanan memang toilet bayar. Tapi, setelah selesai renovasi jelas-jelas menjadi toilet gratis (kesan saya proficiat sekali). Tapi, mulai 31 Desember 2009 kemarin ternyata mulai ingin tidak gratis lagi.

3. Ternyata sekarang karcis peron tidak dijual dan pintu tiket checking di lt 1 dibuka lebar. Saya pikir sekarang sedang momen liburan jadi pintu dibuka untuk memudahkan lalu lintas orang. Atau memang sekarang tidak perlu bayar karcis peron. Biasa saya beli karcis peron. Jadi saya pikir terkesan sekali karena sekarang mungkin gratis.

4. Terakhir hari Rabu, 6 Januari 2010 sewaktu mengantar orang tua (berempat, saya, istri, orang tua, dan suster), berhubung datang masih cukup waktu, kami menunggu di tempat duduk lt 2. Sambil menunggu saya mengamati keadaan. Sekarang tangga turun dari lt 3 diberi penghalang besi dan setiap orang yang akan naik lewat tangga dihentikan PKD dan diarahkan lewat eskalator. Di eskalator dijaga oleh para PKD. Setiap orang yang akan naik eskalator distop.

Ada yang membayar pada PKD, ada yang menunjukkan tiket KA, ada yang lewat saja sambil PKD menggerutu atau menggumam kurang etis. Jadi, saya pikir, mungkin sekarang loket peron bisa langsung beli/bayar Rp 1,500 per orang di eskalator tersebut.

Pada saat ada panggilan untuk naik kereta kami bermaksud naik eskalator. Ternyata sama yaitu ditahan PKD juga. Tiket kami tunjukkan dan sekalian saya bermaksud menyerahkan Rp 3,000 untuk beli karcis peron (asumsi 2 orang dengan tiket dan 2 orang pengantar). Uang ditolak oleh petugas A sambil menunjukkan pengumuman pengantar dilarang naik ke peron.

Waktu saya jelaskan mengenai orang tua yang agak susah berjalan dan harus dituntun waktu naik eskalator petugas A agaknya bingung dan menyerahkan soal kami ini ke petugas B. Dengan posisi 'tegas' petugas B tetap bersikeras menahan saya walau sudah menjelaskan kondisinya kembali.

Saya coba pahami. Mungkin memang aturannya sekarang begitu (walaupun agak aneh, kok tidak memikirkan kondisi para penumpang yang memiliki keterbatasan ya). Oleh karena itu saya mengatakan ke petugas B, "Pak, karena saya tidak boleh naik, boleh minta tolong pak untuk menuntun orang tua saya naik eskalator, Pak, karena naik lewat tangga juga dilarang?"

Mungkin dikiranya saya susah diatur atau si petugas B itu agak malas membantu. Akhirnya si petugas B mengatakan, "ya udah naik, tapi itu uangnya bawa sini". Jadi, akhirnya saya serahkan Rp 3,000 ke petugas B dan tidak mendapat kertas karcis peron.

Asumsi saya kita berempat bisa naik karena saya konsen menuntun orang tua naik eskalator. Begitu naik lebih kurang 2 m saya baru sadar ternyata istri dan suster sedang ditahan oleh petugas C. Agak emosi saya waktu itu. Akhirnya karena sudah naik tinggi saya agak berteriak untuk menyuruh mereka ikut naik sambil berkata, "kan sudah bayar tadi."

Jadi, kira-kira, kesan yang saya rasakan semakin baik setelah renovasi lt 1 minimal 1-2 tahun terakhir terhadap Stasiun Gambir menjadi langsung berbeda dan menjadi tidak nyaman dengan adanya kejadian dalam hari-hari terakhir ini. Selama ini saya sangat berusaha mengikuti aturan di sana. Tetapi, kayaknya sedang disalahgunakan oleh oknum-oknum yang hanya ingin mencari kesempatan dalam kesempitan.

Demikian sekedar info kejadian-kejadian yang saya alami di Stasiun Gambir akhir tahun 2009 dan awal tahun 2010 ini. Mudah-mudahan bisa menjadi perhatian bagi pihak-pihak yang berwenang. Terima kasih.

Arwan
Karawaci
amzas@hotmail.com


Jakarta - Pada tanggal 29 Januari 2010 saya dan Ibu saya hendak berangkat dengan menggunakan KA Cirebon Ekpress (Cireks) Jurusan Cirebon - Jakarta. Dengan keberangkatan kereta jam 7.40 dari Cirebon.

Saya dan Ibu saya menunggu dari Stasiun Jatibarang karena memang letak rumah kami lebih dekat ke Stasiun Jatibarang dibanding Stasiun Cirebon. Kami masuk ke stasiun dengan diperiksa tiket dan membayar peron tanpa pemberitahuan apa pun dari petugas.

KA Cireks pun sampai. Namun, tanpa diduga ternyata kereta tersebut tidak berhenti di Stasiun Jatibarang (seperti tertulis di situsnya dan sudah mafhum bagi semua orang Cireks berhenti di Jatibarang).

Kami bingung lalu menanyakan perihal tersebut ke petugas yang dijawab, "kenapa tidak bilang dulu?" Kenapa harus bilang? Bukankah memang sesuai jadwal kereta harus berhenti di Jatibarang.

Akibat kejadian tersebut, selain hangusnya dua tiket tanpa pertanggungjawaban kami juga terancam ketinggalan pesawat menuju Palembang. Kereta Api sungguh sangat tidak professional.

Chifdiah
Jalan Raya Selatan No 53 Karangampel Indramayu
ixudin@yahoo.com
08121402444

warga Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Kakek ini tewas disambar KA penumpang Banyuwangi-Surabaya.

Sebelum kejadian naas itu terjadi, Astro pamit mencari rumput. Ketika menyeberang rel berjarak sekitar 100 meter dari Stasiun Leces. Korban tidak menyadari kalau dari arah selatan meluncur kereta.

"Warga sempat meneriaki korban kalau ada KA meluncur dari selatan," kata salah satu warga Sanimo kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian, Sabtu (30/1/2010).

Meski sudah diteriaki, namun korban tetap menyeberang rel KA. Tubuh Astro langsung terpental beberapa meter usai ditabrak. Dia langsung tewas seketika dengan kepala hancur dan kedua tangan patah.

Kades Malasan Kulon, Sunami mengatakan, Astro mengalami gangguan pendengaran alias tuli. "Korban memang agak tuli karena sudah tua. Jadi meskipun ada teriakan, korban tidak mendengar," tuturnya.

Jenazah Astro kini sudah dievakuasi ke kamar mayat dr Muhamad Saleh, Kota Probolinggo.

Sumber Berita

Jakarta - Dahulu kala ketika zaman es konon katanya Pulau Sumatera, Jawa, Madura, dan Bali masih bersatu. Mungkinkah saat ini kita bisa menyatukan ketiga pulau itu kembali.

Founding Father bangsa Indonesia Ir Soekarno adalah orang pertama kali yang mencetuskan ide untuk menghubungkan pulau Sumatera, jawa, dan Bali. Ide tersebut dicetuskan pada tahun 1960-an. Kemudian ide itu ditangkap dengan baik oleh Profesor Sedyatmo dengan gagasan besar yang disebut sebagai Tri – Nusa Bima Sakti yaitu sebuah gagasan untuk menghubungkan pulau Sumatera, Jawa, dan Bali dengan infrastruktur fisik buatan manusia.

Pada awal dicetuskannya Tri - Nusa Bima Sakti, khusus untuk segmen Sumatera – Jawa, ada dua pilihan, yaitu jembatan dan terowongan. Perdebatan antara dua ide ini berlangsung selama bertahun-tahun.

Pada akhirnya, pemerintah lebih memilih jembatan, karena untuk terowongan diperkirakan akan membutuhkan dana yang jauh besar dari jembatan. Di selat sunda terdapat palung yang sangat dalam dan cukup lebar sehingga panjang terowongan pun menjadi dua kali lipat dari panjang jembatan.

Indonesia tidak lagi hanya bisa menjadi negara yang mengandalkan kekayaan warisan (inherited wealth). Cobalah kita tengok di negeri yang kaya sumber daya alam ini rakyatnya bagaikan ayam yang kelaparan di lumbung padi. Ini bagaikan kutukan sumber daya alam. Kita kaya akan sumber daya alam tetapi yang menikmatinya adalah negara-negara maju. Dan, yang lebih penting lagi, rakyat negeri ini merasa tidak percaya diri jika harus berhadapan dengan negara lain.

Indonesia harus mempunyai simbol baru yang menyita perhatian dunia. Membangkitkan percaya diri bangsa ini sekaligus mengubah persepsi dunia tentang Indonesia. Dahulu kita mengenal tentang tujuh keajaiban dunia, yaitu Colloseum, Tembok Besar China, Taman Gantung Babylonia, Candi Borobudur, Menara Eiffel, Grand Canyon, dan Air Terjun Niagara.

Bahkan, sekarang dikenal pula Tujuh Keajaiban Dunia Modern, yaitu Empire State Building (Amerika), Golden Gate Bridge (Amerika), Messina Bridge (Italia), Akashi Kaikyo Bridge (Jepang), dan Al Burj (Dubai). Bangunan–bangunan ini tidak dibuat hanya untuk sekedar pamer atau pun memenuhi kebutuhan ekonomi negara yang bersangkutan. Namun, lebih besar dari itu. Bangunan-bangunan monumental itu menunjukkan bahwa bangsa tersebut telah keluar dari ekonomi yang berdasarkan kekayaan (inherited wealth).

Secara tidak langsung bangunan-bangunan tersebut mengatakan kepada dunia bahwa mereka tidak dibangun apa adanya. Begitu pula dengan Jembatan Selat Sunda. Selain sangat bermanfaat bagi perekonomian Indonesia juga menjadi sebuah simbol keperkasaan bangsa Indonesia.

Jembatan ini akan memiliki panjang sekitar 29-31 km. Akan menjadi jembatan terpanjang kedua di dunia setelah jembatan di Shanghai China dengan panjang 36 km. Jembatan Selat Sunda ini akan memiliki lebar 60 m, dilengkapi dengan jalur kereta api double track dan juga pipa gas serta jaringan kabel yang menghubungkan Sumatera - Jawa. Jembatan ini akan memiliki tinggi sekitar 70 km dari permukaan air laut. Di bawah jembatan ini akan dilalui oleh kapal–kapal induk dan juga kapal-kapal selam yang akan menyaksikan kemegahan jembatan ini.

Jembatan ini akan menhubungkan dua pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia. Sekitar 200 juta penduduk. Dan, juga jutaan ton komoditi akan melintasi jembatan ini setiap tahunnya.

Sekarang pembangunan jembatan ini sudah masuk dalam program 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tentunya mega proyek ini akan sangat membutuhkan dana yang besar. Perkiraan harga jembatan ini bermacam-macam. Sampai saat ini ada dua desain Jembatan Selat Sunda, yaitu desain yang diusulkan oleh Prof Wiratman Wangsadinata (1997) dan Dr Ir Jodi Firmansyah (2003). Kebetulan keduanya adalah engineer dari ITB.

Berdasarkan desain Prof Wiratman biaya yang dibutuhkan adalah 60-70 triliun rupiah. Sedangkan berdasarkan desain Dr Ir Jodi biaya yang dibutuhkan sekitar 30 triliun. Saat ini studi kelayakan tentang Jembatan Selat Sunda sedang dilakukan lebih serius lagi. Yang pasti kita harus belajar banyak dari pembangunan jembatan Suramadu.

Bolehlah kita bekerja sama dengan orang asing (harus kita akui bahwa mereka sudah selangkah lebih maju). Tetapi, pemimpin mega proyek ini haruslah anak negeri sendiri. Kita harus mulai percaya pada kemampuan diri sendiri. Tidak selamanya kita harus mengekor kepada orang lain.

Bangsa ini harus bisa menjadikan pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda sebagai momentum untuk membangkitkan rasa percaya diri dalam mengahadapi dunia global. Sebagaimana dahulu Bangsa Indonesia pernah menghasilkan sebuah karya monumental seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan lain-lain. Karya–karya itu merupakan hasil dari jerih payah anak negeri ini sendiri.

Widianto Noviansah
Mahasiswa Teknik Sipil ITB.

KPI: TV Tak Perlu Patuhi Imbauan Intelijen Soal Demo 28 Januari

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 27 Januari 2010 0 komentar

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta lembaga penyiaran tidak serta merta patuh pada imbauan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda). Media televisi diminta tetap menyiarkan aksi 28 Januari menyambut 100 hari pemerintahan SBY-Boediono sesuai fakta.

"Tidak perlu khawatir dengan imbauan. Beritakan saja secara wajar," kata anggota KPI Izzul Muslimin melalui telepon, Rabu (27/1/2010).

Izzul setuju sebaiknya TV tidak membesar-besarkan dan tidak pula mengecil-ngecilkan. Semua pemberitaan sesuai apa yang ada. "Kebebasan pers dilindungi ketika itu sesuai kode etik jurnalistik, termasuk dalam penyiaran dan tidak boleh ada intervensi untuk kepentingan politik tertentu," terangnya.

Khususnya media elektronik, Izzul mengingatkan agar bisa menjaga netralitas. "Kalau ada yang menghalang-halangi itu melawan UU dan bisa kena pasal," tutupnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengakui adanya imbauan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) kepada media televisi agar tidak membesar-besarkan aksi 28 Januari bertepatan 100 Hari SBY-Boediono.

Imbauan tersebut sebagai strategi untuk menjaga kondusifitas di masyarakat. Siaran televisi dinilai dapat mengundang emosi penonton. Pembatasan tidak diberlakukan untuk media cetak.

Sumber Berita

Armani Minta Maaf Soal Kaos Garuda

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar


Armani Minta Maaf Soal Kaos Garuda

Rumah mode Armani Exchange meminta maaf atas desain kaos terbarunya yang memuat logo burung mirip lambang negara Burung Garuda. Armani pun menghentikan penjualan online dan menarik promosi kaos tersebut di situsnya.

"Kami meminta maaf atas segala dampak akibat kaos ini," kata Armani Exchange dalam email seperti dilansir Reuters, Rabu (27/1/2010).

Awalnya Armani mengaku merilis baju-baju terbaru yang terinspirasi dari logo-logo militer. Baju berlogo mirip Garuda itu dijual online dengan harga sekitar Rp 300 ribu.

Namun masyarakat Indonesia melancarkan protes lewat berbagai forum maya terkait logo yang mirip Garuda itu. Kaos itu dianggap sebagai penghinaan terhadap lambang negara Indonesia.

"Masalah ini sangat menjadi perhatian kami dan barang tersebut sudah langsung kami copot dari situs kami," kata pihak Armani.

Sumber Berita


Menpora Minta Pemuda Waspadai "Penumpang Gelap"

Jakarta (ANTARA) - Menpora Andi Alifian Mallarangeng kembali mempersilakan mahasiswa dan pemuda melakukan demonstrasi pada 28 Januari yang bertepatan dengan berakhirnya 100 hari kerja Kabinet Indonesia Bersatu II, asalkan tidak anarkis dan berhati-hati terhadap "penumpang gelap".

"Unjuk rasa kalau tertib, damai dan sesuai aturan tidak masalah. Yang menjadi persoalan jika ada anarkis dan ada `penumpang gelap`," kata Andi Mallarangeng di sela sarasehan Kebijakan Pembangunan Kepemudaan di Jakarta, Rabu.

Andi mempersilakan para pemuda dan mahasiswa mengaspirasikan suara-suara rakyat. Namun Andi meminta pemuda dan mahasiswa berhati-hati tersebut terhadap masuknya "penumpang gelap" saat unjuk rasa yang ingin bermain politik dan kekuasaan.

"Penumpang gelap" tersebut, katanya, ingin terjadi kekerasan dan ada martir saat unjuk rasa.

Ditanya apakah ada indikasi adanya "penumpang gelap" tersebut, Menpora hanya mengatakan, "Tugas saya mengingatkan," katanya.

"Sebagai Menpora saya ingatkan pemuda dan mahasiswa agar berunjuk rasa dengan baik," katanya lagi.

Ia mengatakan, jika terjadi kekerasan saat unjuk rasa maka masyarakat akan dirugikan dan takut terhadap kondisi di Tanah Air. "Iklim investasi juga akan memburuk," katanya.

Jika ada aksi kekerasan, lanjutnya, maka perlu ditangani secara hukum.

Mengenai kemajuan program 100 hari di Kementerian Olah Raga, Andi Mallarangeng mengatakan, "Insya Allah selesai semua".

Sarasehan yang diadakan instansinya, katanya, juga merupakan bagian dari program 100 harinya. Sarasehan tersebut membahas pembangunan pemuda di Indonesia. Sarasehan dihadiri tokoh-tokoh pemuda dari berbagai macam profesi dan organisasi seperti anggota parlemen muda, organisasi kepemudaan, perwira muda TNI, karang taruna, pramuka, dan santri muda.

Dalam sarasehan itu, para elemen pemuda tersebut diharapkan mengeluarkan ide dan gagasan-gagasannya. Sarasehan tersebut, katanya, juga berarti bahwa pemuda juga bisa mengeluarkan ide-ide yang positif dan tidak hanya melakukan unjuk rasa.

Sumber Berita

akarta - Pantauan detikcom di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2010), pukul 05.15 WIB puluhan tentara bersenjata laras panjang, Paspampres, maupun Polisi Militer sudah berjaga di sekitar stasiun.

Area parkir Stasiun bagian depan pun sudah disterilkan. Sehingga mobil-mobil dan sepeda Justify Fullmotor milik umum dialihkan ke area parkir ke belakang.

Sterilisasi dilakukan hingga peron jalur 1, tempat KA Luar Biasa yang mengangkut rombongan presiden menaikkan penumpang. Paspampres pun tak luput memeriksa bawaan penumpang umum.

SBY rencananya akan menaiki KA Luar Biasa dengan waktu tempuh sekitar tiga jam ke Cirebon. KA akan berangkat pukul 06.45 WIB. Sementara, peresmian Tol akan dilakukan pukul 10.00 WIB.

Tol Kanci-Pejagan mempunyai panjang 35 kilometer menghubungkan Jawa Barat (Cirebon) dan Jawa Tengah (Brebes). Nilai investasi untuk membangun Tol yang dibangun dalam 18 bulan ini adalah Rp 2,2 triliun. Tol ini dioperasikan oleh Bakrie Toll Road (BTR). Ruas tol ini pembangunannya terintegrasi dengan pengembangan 200 hektar kawasan di sekitarnya. Di kawasan tersebut dikembangkan sebagai sentra UMKM untuk produk-produk setempat dan potensi ekonomi lokal lainnya
Sumber BErita

Resmikan Tol Kanci-Pejagan, SBY Naik KA Ke Cirebon

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 26 Januari 2010 0 komentar


Jakarta - Pantauan detikcom di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2010), pukul 05.15 WIB puluhan tentara bersenjata laras panjang, Paspampres, maupun Polisi Militer sudah berjaga di sekitar stasiun.

Area parkir Stasiun bagian depan pun sudah disterilkan. Sehingga mobil-mobil dan sepeda motor milik umum dialihkan ke area parkir ke belakang.

Sterilisasi dilakukan hingga peron jalur 1, tempat KA Luar Biasa yang mengangkut rombongan presiden menaikkan penumpang. Paspampres pun tak luput memeriksa bawaan penumpang umum.

SBY rencananya akan menaiki KA Luar Biasa dengan waktu tempuh sekitar tiga jam ke Cirebon. KA akan berangkat pukul 06.45 WIB. Sementara, peresmian Tol akan dilakukan pukul 10.00 WIB.

Tol Kanci-Pejagan mempunyai panjang 35 kilometer menghubungkan Jawa Barat (Cirebon) dan Jawa Tengah (Brebes). Nilai investasi untuk membangun Tol yang dibangun dalam 18 bulan ini adalah Rp 2,2 triliun. Tol ini dioperasikan oleh Bakrie Toll Road (BTR). Ruas tol ini pembangunannya terintegrasi dengan pengembangan 200 hektar kawasan di sekitarnya. Di kawasan tersebut dikembangkan sebagai sentra UMKM untuk produk-produk setempat dan potensi ekonomi lokal lainnya.
Sumber berita

Mulianta Sinulingga - Executive Vice President - suaraPembaca



/ilustrasi ist.
Jakarta - Membaca surat pembaca di detik.com yang berjudul "Perubahan Stasiun Gambir Membuat Peluang Pungli" oleh Bapak Sugeng R, pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kesetian Bapak menggunakan Jasa Angkutan Kereta api dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak alami di Stasiun Gambir.

Perkenankan saya memberikan penjelasan tentang pembenahan atau penataan yang sedang kami lakukan di Stasiun Gambir yang dicanangkan sebagai World Class Stasion, sebagai berikut:

1. Saat ini penataan baru berjalan sekitar 60%.
2. Penataan dilakukan di saat operasi pelayanaan Stasiun Gambir sedang berlangsung, artinya Stasiun Gambir tetap buka, kami menyadari akan terjadi ketidaknyamanan. Pembenahan tersebut meliputi:
1. Hospitality.
2. Security.
3. Penataan Lay Out Tenant.
4. How Pup in and out.
5. penataan Taman.
6. Toilet bersih gratis.
7. Penataan parkir.
8. Estetika Sta.Gambir.
9. Stasiun Gambir yang lebih bersih dan bersahabat, bebas Gepengpeng (gelandangan, pengemis, pengamen).
10. Integrasi Shelter Busway dengan Stasiun.
11. Garrets Gate.

Jalan di depan Stasiun arah merdeka timur dipergunakan untuk Dropping Area, Vallet Parking, dan Parkir VIP. Di belakang stasiun di tata area parkir, area Taksi way, jalur khusus dan shelter Bis Bandara dan Bandar Lampung, diharapkan parkir di belakang lebih luas, lebih tertib, dan lebih nyaman.

Untuk di dalam Gedung Stasiun semua pintu dibuka lantai dasar dan lantai 1 sehingga Public Area lebih luas dan bebas bea peron.

"Ketika saya berusaha menerobos dikatakan oleh petugas, udah Pak kasih berapa saja lalu saya kasih 10.000 dan dibiarkan lewat."

Tanpa didukung oleh rasa kesadaran masyarakat yang perduli akan ketertiban maka semua aturan yang dibuat untuk itu percuma. Kami mohon untuk mengikuti aturan yang telah dibuat agar ketertiban bersama dapat segera terwujud.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Bapak.

Hormat kami,
PT KA
Executive Vice President
Daerah Operasi 1 Jakarta
Mulianta Sinulingga

Walfredo - suaraPembaca



Jakarta - Di mana keseriusan PT KA dalam memberantas 'calo' yang berada di stasiun. Saya melihat dan mendapati mereka yang menjadi calo di stasiun KA Senen ternyata adalah para petugas 'porter' [kuli panggul] yang menggunakan seragam dan berlogo PT KA. Sungguh ironis ini terjadi.

Petugas keamanan pun pura-pura tidak tahu. Bahkan, bersikap cuek dengan aksi para calo yang sudah tidak malu-malu menawarkan ke para calon penumpang KA. Mereka terang-terangan tidak melepas seragamnya.

Hal yang membuat kesal lagi adalah ketika loket bertuliskan tiket habis dan hanya tiket berdiri yang ada. Tapi, kenapa di calo-calo ini bisa menyimpan begitu banyak tiket. Para porter ini mengantongi tiket mulai kelas bisnis hingga ekonomi masing-masing lebih dari 10 tiket.

Saat para calon penumpang kereta yang kecewa mendapati tiket habis adalah menjadi sasaran empuk para calo. Mereka mendekat dan menawarkan tiket. Harga tiket untuk KA Senja Yogya dan Senja Solo Rp 130,000. Namun, di tangan calo dijual Rp 170,000. Sedangkan untuk ekonomi harga normalnya Rp 35,000 dijual Rp 45,000 - Rp 50,000.

Praktek calo ini ternyata hampir setiap hari. Sungguh memprihatinkan.

Walfredo
Jl P Polim 11 / 1 Kebayoran Baru Jakarta
newz_room@yahoo.com
08159266653
Justify Full



/ilus ist.
Jakarta - Hari Selasa, 19 Januari 2010 saya pergi memakai kereta Cirebon Ekspress jam keberangkatan 11.00 dari Gambir tujuan Cirebon. Seperti yang sudah saya lakukan selama tiga minggu terakhir saya selalu memakai sepeda berangkat dari rumah untuk kemudian dinaikkan ke dalam kereta.

Oleh karena minggu sebelumnya saya baru tahu bahwa kalau membawa sepeda diharuskan membeli tiket bagasi saya bermaksud untuk mendapatkan tiket yang dimaksud di Stasiun Gambir. Saya bertanya ke bagian pembelian tiket bagasi.

Tapi, dengan mimik yang tidak bersahabat Bapak-bapak yang ada di sana dengan tenang menyampaikan bahwa tidak ada jasa penjualan tiket bagasi sepeda di Stasiun Gambir. Melainkan harus di Stasiun Kota. Lho? Kereta Cirebon Ekspress kan tidak berangkat dari Stasiun Kota?

Jadi saya harus ke Stasiun Kota, menitipkan sepeda melalui ekspedisi kereta, kemudian meninggalkannya. Sedangkan sepeda itu sangat penting untuk saya pakai setibanya saya di Cirebon.

Jadi bagaimana sebenarnya model pelayanan yang ramah konsumen dari PTKA. Saya yang ingin mengikuti peraturan malah jadi dipersulit.

Mohon penjelasan dari pihak yang berwenang. Saya yakin moda transportasi favorit rakyat ini bisa memiliki solusi yang baik bagi pengguna sepeda seperti saya. Terima kasih.

Ari Hidayat
Mahagoni Park B9/7
Pondok Aren Tangerang Selatan
teak24@gmail.com
081514546125



Jakarta - Pada hari Selasa, 26 Januari 2010 pukul 14.00 saya memesan tiket di Ticketing Service Stasiun Gambir. Saya dilayani oleh Ibu CW. Ketika menyerahkan kertas pemesanan Ibu CW menyebutkan harga per tiketnya.

Berhubung saya juga dititipi tiket untuk teman-teman saya maka saya hendak mengkonfirmasi harga tersebut kepada teman-teman saya. Tanpa disangka-sangka Ibu CW mengatakan, "gimana, gak ada uangnya ya?" Dengan nada mencibir dan terkesan mengejek saya. Seolah-olah saya tidak membawa uangnya.

Sebenarnya saya sudah membawa uang yang bahkan lebih untuk membeli tiket tersebut. Tetapi, saya juga harus mengkonfirmasi teman-teman saya mengenai harga tiket tersebut. Buat saya uang bukanlah masalah. Tetapi, pelayanan dengan senyum manis dan kata-kata yang sopan adalah yang saya harapkan dari perusahaan sebesar PT KA atau PT Kereta Api (Persero).

Sangatlah tidak pantas bagi seorang yang pekerjaannya berhubungan dengan orang banyak dan kegiatannya bersifat "melayani" berkata sedemikian rupa. Dan, ketika saya mengantri lagi dan hendak menanyakan harga tiket yang lainnya Ibu CW mengatakan, "kalau mau nanya harga, mendingan ke papan depan itu deh, di situ lengkap". Tapi, ketika saya lihat di papan, ada beberapa kereta yang saya akan pesan tidak ada keterangan harganya.

Saya berharap PT KA dapat meningkatkan pelayanannya karena sepengetahuan saya bukan hanya Ibu CW saja yang sikapnya tidak baik. Bahkan, seluruh ibu-ibu yang melayani pemesanan tiket dari muka, sikap, dan kata-katanya tidak ada yang menghargai konsumen.

Saya berharap pegawai di Bagian Pemesanan Tiket sebagai front line diberi pendidikan pelayanan prima. Untuk meningkatkan pelayanan demi mencapai kepuasan konsumen. Terima kasih.

Euis Sofiah
Jl Batu Tulis 7 No 30 Jakarta Pusat
euis_sofia@yahoo.com
0813.1990.1922


Kesimpulan Pansus Dirumuskan Pekan Depan

Diposting oleh paguyubancirex Kamis, 21 Januari 2010 0 komentar

Jum'at 22 Januari 2010

Kesimpulan Pansus Dirumuskan Pekan Depan

Liputan6.com, Jakarta: Wakil Ketua Panitia Khusus Angket Bank Century, Gayus Lumbuun mengatakan, pansus akan menggelar rapat pleno pada Senin pekan depan. Rapat ini akan merumuskan kesimpulan sementara atas kerja mereka selama ini. Hal itu disampaikan Gayus saat jeda rapat pansus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1).

Gayus menjelaskan, kesimpulan sementara yang dirumuskan tersebut nantinya akan dilaporkan pada rapat paripurna DPR yang rencananya akan dilaksanakan pada 4 Februari 2010. "Rapat paripurna nanti bisa memutuskan apakah pansus dilanjutkan atau dihentikan," kata Gayus seperti dikutip ANTARA.

Politisi PDIP itu menilai, berdasarkan keterangan para saksi yang didengar, semuanya sudah cukup sebagai bahan membuat kesimpulan sementara pansus. Menurut dia, kerja pansus itu sebenarnya tinggal nelanjutkan dan mencocokan saja berbagai temuan dari audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan.(ADO)

Sumber Berita

Jum'at 22 Januari 2010
PT KA Berniat Beli 150 Lokomotif Baru dari AS

PT Kereta Api (KA) berniat membeli sekitar 150 buah lokomotif baru dari Amerika Serikat (AS). Lokomotif tersebut akan digunakan untuk operasional angkutan barang dan penumpang.

"Rencana pembelian akan bertahap, tahun ini PT KA akan membeli 10 lokomotif dari General Electric (GE) dan General Motor," kata Dirut PT KA Ignasius Jonan kepada wartawan di sela-sela menerima kunjungan Dubes AS Cameron R. Hume di Stasin Tugu Yogyakarta, Kamis (21/1/2010).

Menurut dia, lokomotif khusus untuk angkutan penumpang maupun barang saat ini kondisinya ada yang sudah tua sehingga perlu penambahan dan peremajaan untuk mendukung operasional. Lokomotif tersebut rencananya untuk menambah di wilayah operasi di Pulau Jawa dan Sumatera, terutama untuk mengangkut batu bara.

Di wilayah Sumatera pada 2014 ,direncanakan akan menggunakan kereta api yang mempunyai daya angkut 20 juta ton batu bara. Sedang lokomotif yang ada saat ini hanya berdaya angkut sekitar 10 juta ton.

"Kebutuhan menambah loko untuk angkutan barang memang sangat diperlukan agar operasional berjalan baik," katanya.

Menurut Ignasius pengadaan lokomotif dari AS itu dilakukan secara bertahap. Dalam waktu dekat ini akan didatangkan sebanyak 10 buah lokomotif baru dari GE dan GM Amerika Serikat. Pembelian itu langsung kepada pabriknya tanpa melalui pihak ketiga. Sedangkan sisanya sebanyak 150 buah akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

"Bila lokomotif yang kita beli itu sudah datang bisa langsung dioperasikan sesuai kebutuhan," katanya.

Ignasius mengatakan, kedatangan Dubes AS Cameron R. Hume ke Yogyakarta di antaranya untuk meninjau Balai Yasa milik PT KA di Daop VI Yogyakarta di Pengok. Dari tempat itu Cameron kemudian menuju PT Inka di Madiun.

Saat di Balai Yasa, Pengok, Yogyakarta mereka meninjau langsung untuk memastikan kesiapan, kelayakan perbengkelan, kapasitas lintas kereta, bengkel pembuatan dan perawatan gerbong serta standarisasi perawatan lokomotif.

"Ini semacam studi penjajakan dan pengecekan di PT KA dan pihak AS ingin melihat langsung kesiapan sebelum adanya MoU. Sebab proyek ini besar dan berlangsung cukup lama," pungkas dia.

Sumber Berita


Jum'at 22 Januar1 2010

PT KA Berniat Beli 150 Lokomotif Baru dari AS

PT Kereta Api (KA) berniat membeli sekitar 150 buah lokomotif baru dari Amerika Serikat (AS). Lokomotif tersebut akan digunakan untuk operasional angkutan barang dan penumpang.

"Rencana pembelian akan bertahap, tahun ini PT KA akan membeli 10 lokomotif dari General Electric (GE) dan General Motor," kata Dirut PT KA Ignasius Jonan kepada wartawan di sela-sela menerima kunjungan Dubes AS Cameron R. Hume di Stasin Tugu Yogyakarta, Kamis (21/1/2010).

Menurut dia, lokomotif khusus untuk angkutan penumpang maupun barang saat ini kondisinya ada yang sudah tua sehingga perlu penambahan dan peremajaan untuk mendukung operasional. Lokomotif tersebut rencananya untuk menambah di wilayah operasi di Pulau Jawa dan Sumatera, terutama untuk mengangkut batu bara.

Di wilayah Sumatera pada 2014 ,direncanakan akan menggunakan kereta api yang mempunyai daya angkut 20 juta ton batu bara. Sedang lokomotif yang ada saat ini hanya berdaya angkut sekitar 10 juta ton.

"Kebutuhan menambah loko untuk angkutan barang memang sangat diperlukan agar operasional berjalan baik," katanya.

Menurut Ignasius pengadaan lokomotif dari AS itu dilakukan secara bertahap. Dalam waktu dekat ini akan didatangkan sebanyak 10 buah lokomotif baru dari GE dan GM Amerika Serikat. Pembelian itu langsung kepada pabriknya tanpa melalui pihak ketiga. Sedangkan sisanya sebanyak 150 buah akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

"Bila lokomotif yang kita beli itu sudah datang bisa langsung dioperasikan sesuai kebutuhan," katanya.

Ignasius mengatakan, kedatangan Dubes AS Cameron R. Hume ke Yogyakarta di antaranya untuk meninjau Balai Yasa milik PT KA di Daop VI Yogyakarta di Pengok. Dari tempat itu Cameron kemudian menuju PT Inka di Madiun.

Saat di Balai Yasa, Pengok, Yogyakarta mereka meninjau langsung untuk memastikan kesiapan, kelayakan perbengkelan, kapasitas lintas kereta, bengkel pembuatan dan perawatan gerbong serta standarisasi perawatan lokomotif.

"Ini semacam studi penjajakan dan pengecekan di PT KA dan pihak AS ingin melihat langsung kesiapan sebelum adanya MoU. Sebab proyek ini besar dan berlangsung cukup lama," pungkas dia.

Sumber Berita


Jum'at 22 Januari 2010
Jakarta: Polisi meminta masyarakat mengecek rekening bank dan segera melapor bila dana tiba-tiba berkurang. Hal itu perlu dilakukan agar polisi bisa mengecek modus yang digunakan pelaku. Demikian disampaikan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komisaris Jenderal Polisi Ito Sumardi di Jakarta, Kamis (21/1).

Ito mengatakan, pihaknya kini terus berkoordinasi dengan pihak bank, termasuk Bank Central Asia. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sistem pengamanan bank terhadap uang nasabah; kemungkinan keterlibatan orang dalam; pengintipan personal identification number; dan dugaan keterlibatan mafia Rusia. BCA pun mengirim manager seniornya Dwi Arini untuk berkoordinasi dengan Markas Besar Polri.

Sementara laporan kehilangan dana di rekening bank terus bertambah. Dua orang di Jakarta melaporkan kehilangan uang yang ternyata terjadi di Seminyak, Bali. Korban mengaku kehilang Rp 70 juta.

Di Bali, laporan pembobolan uang nasabah juga kian membengkak. Menurut data Bank Indonesia cabang Bali, jumlah yang melapor mencapai 200 orang dengan total kerugian mencapai Rp 2 miliar. Korban sebagian besar berada di Denpasar dan Kuta.

Untuk mengungkap kasus pembobolan kartu anjungan tunai mandiri (ATM), Kepolisian Kota Besar Denpasar memeriksa 20 saksi yang terdiri dari saksi korban, pegawai bank, dan pihak lain yang diduga mengetahui pembobolan. Polisi belum menemukan titik terang karena masih terkendala aturan kerahasiaan bank
Sumber Berita

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 20 Januari 2010 0 komentar

Senin 18 Januari 2010

Assalamu'alaikum Wr Wb
Pada hari sabtu 16 Januari 2010, Paguyuban Cirex telah mengadakan pertemuan rutin dua bulanan yang kali ini bertempat di Kediaman Bpk Wawan Yulianto di Perumahan Taman Majasem Cirebon ,pertemuan ini sebagai ajang silaturahim antar sesama anggota paguyuban cirex untuk lebih mempererat rasa persaudaraan dan disamping itu para ibu-ibu juga mengadakan arisan rutin yang di buka ( kocok ) dua bulan sekali, kali ini yang mendapat giliran arisan adalah dua ibu Wawan ( 1. ibu Wawan Yulianto, dan yang ke 2: ibu Wawan-Jasindo).
Anggota paguyuban cirex yang hadir pada pertemuan tersebut lumayan banyak, secara keseluruhan acara berjalan lancar dan untuk pertemuan kali ini tidak ada agenda khusus yang dibahas, untuk pertemuan selanjutnya InsyaALLOH akan dilaksanakan pada Bulan Maret 2010 untuk Lokasi dan tgl menyusul.
Kami atas nama Bapak,Ibu dan anak-anak dari Anggota Paguyuban Cirex mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga BPK WAWAN YULIANTO atas kesediaannya untuk menyediakan tempat, Hidangan,dan sebagainya, semoga ALLOH SWT membalas dengan beribu-ribu kebaikan dan keberkahan amin....
Kami juga menyampaikan mohon Ma'af apabila ada kesalahan atau hal-hal yang kurang berkenan selama acara berlangsung.

Demikian Sekilas kegiatan paguyuban cirex yang berlangsung.

Wassalamu'alaikum Wr Wb
A/n
Paguyuban Cirex
Admind Cirex

Kamis 21 Januari 2010

Polda Jabar mengundang saksi ahli terkait kasus dugaan aliran sesat kelompok Surga Eden. Saksi ahli dibutuhkan penyidik untuk memastikan apakah ada atau tidaknya ajaran sesat yang dilakukan pimpinan Surga Eden.

"Tadi yang diundang dari MUI pusat. Saksi ahli ini meneliti buku Surga Eden yang ditemukan di TKP," kata Direskrim Polda Jabar Kombes Pol Abdul Hakim saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya, Rabu (20/1/2010).

Abdul menambahkan, saksi ahli tersebut diundang untuk memastikan apakah kelompok Surga Eden ini melakukan perbuatan penistaan agama atau tidak. "Sajauh ini, saksi ahli masih meneliti. Hasil belum ada," jelas Abdul.

Informasi yang dihimpun, saksi ahli itu ialah Amin Djamaluddin. Dia merupakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI).

"Ya betul, tadi saya diundang sebagai saksi ahli dari LPPI. Bukan atasnama dari MUI," jelas Amin saat dihubungi detikbandung melalui ponselnya.

Amin mengaku mengkaji dan meniliti buku panduan Surga Eden yang merupakan karya pimpinan Surga Eden, Ahmad Tantowi. Dirinya datang ke Mapolda Jabar pada pukul 10.00 WIB. "Tadi beres sekitar jam lima sore," ungkapnya.

"Saya baru membaca beberapa halaman dari satu buku karya Ahmad Tantowi. Sebab, satu buku itu jumlahnya ribuan halaman. Dari yang saya baca, di tulisan buku itu ditemukan penyimpangan pada surat Al-Ahzab ayat 50 dan 51. Ahmad Tantowi salah menafsirkannya. Berdalih itu, dirinya bisa menggauli semua perempuan," tutup Amin.

Sumber Berita


Kamis 21 Januari 2010


Jakarta - Pembobol rekening nasabah sejumlah bank di Indonesia dicurigai sebagai bagian dari sindikat mafia penipuan perbankan. Sindikat ini juga kerap mengelabui konsumen lewat pesan pendek SMS maupun telepon.

"Antara satu modus dengan modus lainnya bukan tidak mungkin saling terkait," demikian ujar pengamat teknologi komunikasi informasi, Heru Sutadi, kepada detikINET, Rabu (20/1/2010).

Menurut analisa dia, sindikat ini melancarkan aksi tipu-tipunya dengan mengiming-imingi hadiah tertentu dari operator telekomunikasi maupun produk-produk konsumen lainnya.

"Masyarakat harus berhati-hati jika mendapat SMS atau telepon seperti itu, apalagi jika cepat-cepat diminta transfer uang untuk pajak undian," Heru mengingatkan.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota regulator telekomunikasi ini pun meminta pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas pembobolan rekening bank nasabah ini.

"Kasus skimming dan pembobolan rekening bank ini perlu diselidiki kepolisian. Sebab bukan tidak mungkin ini dilakukan mafia besar," ujarnya.

Heru punya kecurigaan, sindikat mafia ini menggunakan perangkat canggih berbasis teknologi informasi. "Sebab untuk menghubungkan ATM tentu perlu ATM reader dan mempunyai koneksi ke pusat bank," ia menandaskan.
Sumber Berita

Kamis 21 Januari 2010

Port-au-Prince - Semua orang akan menyebut ini keajaiban! Seorang wanita lanjut usia berhasil diselamatkan dari puing-puing bangunan di Port-au-Prince, ibukota Haiti. Padahal wanita itu telah seminggu penuh terjebak reruntuhan akibat gempa dahsyat yang mengguncang negara miskin itu.

Para petugas penyelamat bersorak gembira ketika wanita bernama Anna Zizi itu ditarik keluar dari reruntuhan gedung katedral Katolik Roma. Bahkan ketika tubuhnya diangkat, wanita berumur 69 tahun itu masih sempat-sempatnya bernyanyi.

"Ini menakjubkan, tak ada yang bisa percaya dia masih hidup," kata Sarah Wilson dari organisasi kemanusiaan Inggris, Christian Aid seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/1/2010).

"Tampaknya para penyelamat bisa berkomunikasi dengan dia dan bisa memberikan air minum padanya melalui selang. Dia bernyanyi ketika diangkat. Semua orang bertepuk tangan dan bersorak-sorak," ujarnya.

Zizi diselamatkan oleh para pemadam kebakaran asal Meksiko. Sebelumnya seorang bayi perempuan juga berhasil diselamatkan setelah enam hari terjebak reruntuhan.

Sejauh ini sudah 75 ribu orang yang dikuburkan pascagempa berkekuatan 7 Skala Richter di Haiti. Pemerintah Haiti memperkirakan sekitar 200 ribu orang kemungkinan tewas dalam bencana ini.
Sumber Berita

Haiti Diguncang Gempa Susulan 6,1 SR

Diposting oleh paguyubancirex 0 komentar

Kamis 21 Januari 2010

Port-au-Prince - Penderitaan di Haiti tak ada habisnya. Setelah diguncang gempa 7 SR, kini negeri miskin tersebut kembali diguncang gempa susulan 6,1 SR.

Seperti dilansir AFP, Kamis (21/1/2010), gempa ini meruntuhkan sisa-sisa bangunan yang sebelumnya telah rusak akibat gempa minggu lalu. Ribuan warga Haiti panik akibat gempa susulan ini.

Belum ada laporan adanya korban jiwa dalam gempa susulan, namun sejumlah gedung kembali roboh, termasuk tembok Katedral yang selama ini masih tersisa akibat gempa pertama.

Sementara, Tim SAR terus melakukan pencarian terhadap para korban yang diperkirakan masih berada di puing-puing reruntuhan bangunan. Pasukan militer dari berbagai negara pun terus berdatangan.

Hingga saat ini sudah 75 ribu orang yang dikuburkan pascagempa berkekuatan 7 Skala Richter di Haiti. Pemerintah Haiti memperkirakan sekitar 200 ribu orang kemungkinan tewas dalam bencana ini.
Sumber Berita

Astaga! Pencuri Pisang Sudah Tiga Bulan Ditahan

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 19 Januari 2010 0 komentar

Rabu 20 Januari 2010
Bojonegoro: Kasus warga miskin yang disidang di pengadilan tanpa memiliki dasar hukum yang kuat, makin membuat miris. Di Bojonegoro, Jawa Timur, pasangan suami-isteri Supriyono dan Sulasrti, menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Bojonegoro, Selasa (19/1).

K

eduanya pun harus hidup terpisah di dalam LP Bojonegoro selama lebih dari tiga bulan.

Supriyono dan Sulastri mendekam di tahanan karenadituduh mencuri setandang pisang, senilai Rp 15 ribu. Keduanya dilaporkan Maskun, selaku pemilik pisang, serta Bambang dan Muis ke polisi. Akibat laporan itu, keduanya pun diproses secara hukum lewat pengadilan.

Saat keduanya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bojonegoro, Selasa (19/1), ruang sidang pun dipadati pengunjung. Terdakwa yang tergolong tidak mampu ini pun didampingi enam penasehat hukum. Mereka prihatin, karena pasangan suami-istri itu dituduh tanpa punya bukti yang kuat.

Seperti saat jaksa menghadirkan ketiga saksi, Maskun, Bambang dan Muis, di ruang sidang. Ketiganya tidak bisa menjawab pertanyaan penasehat hukum, sehingga sempat mendapat cemoohan pengunjung. "Mereka menuduh klien saya mencuri pisang, tapi mereka tidak bisa menjelaskan kapan pisang itu dicuri," jelas Mustain, salah seorang penasehat hukum terdakwa.

Proses hukum atas kasus ini pun terasa janggal. Meski tidak ada bukti Supriyono-Sulastri telah mencuri setandan pisang, polisi dan jaksa tetap memproses kasus ini. Kasus ini pun sudah didamaikan di tingat RT dan desa, disaksikan pihak kepolisian. Namun pasangan suami istri ini tetap dimeja-hijaukan.

Kini, sudah tiga bulan mereka mendekam di LP Bojonegoro, sebagai tahanan titipan polisi. Kondisi ini sangat kontras dengan mantan Ketua DPRD Bojonegoro, Tamam Syaifudin dan mantan Sekda Bojonegoro, Bambang Santoso. Meski juga berstatus terdakwa dalam kasus korupsi yang merugikan negara ratusan juta rupiah, keduanya justru tidak perlu menjalani penahanan. Padahal mereka juga menjalani di sidang di pengadilan yang sama.
Sumber :

Rabu 20 Januari 2010
Tasikmalaya: Luapan kekesalan puluhan ibu dan anak-anak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Bara, Selasa (19/1), tak terbendung lagi. Mereka memblokir jalan masuk kampung agar kendaraan pengangkut pasir ilegal tidak bisa melintas.

Aksi warga merupakan dampak dari ulah penambang di Gunung Sandung yang merusak jalan. Setiap harinya puluhan pengangkut pasir melintas kampung mereka. Tak ayal, berbagai fasilitas jalan rusak dan berdebu. Jika malam tiba, deru kendaraan menciptakan suara bising sehingga warga tak bisa tidur.

Keluhan warga sebenarnya sudah diadukan ke instasnsi terkait, namun tak ada tanggapan. Warga berharap pemerintah Tasikmalaya bertindak tegas. Salah satunya dengan melibatkan warga terkait perijinan memakai jalan kampung. Sedangkan para penggali ilegal menuntut keadilan serupa, pasalnya masih banyak proyek galian C tak berijin. Akibat pemblokiran jalan, aktivitas penggalian pasir terhenti.
Sumber

Rabu 20 Januari 2010

Cara Bertanya Timbulkan 'Ketegangan' Antar Anggota Pansus

Perdebatan memanas kembali terjadi antara anggota Pansus Angket Centruy. Perdebatan ini dipicu akibat pertanyaan anggota pansus dari FPG Harry Azhar Azis yang yang bertanya kepada Rudjito yang dinilai menekan.

"Ini pertanyaan mengandung tekanan dan ancaman. Saksi kita bukan pesakitan atau terdakwa," ujar anggota pansus dari Partai Demokrat, Didi Irawadi saat rapat pansus Century, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/1/2010).

Menanggapi protes tersebut, Harry mengatakan, nada bicaranya memang seperti itu tanpa bermaksud menekan saksi.

"Saya tidak bertanya pada anggota pansus yang lain. Gaya saya dari lahir seperti ini.
Saya tidak marah-marah," jawab Harry menyikapi komentar Didi.

Mendengar sanggahan Harry tersebut, Didi mengatakan, sebaiknya tidak perlu dengan nada seperti itu karena khawatir akan kesehatan Rudjito.

"Pak Harry memang tidak marah tetapi mengingat kesehatan saksi, tolong dilembutkan," sahut Didi.

Malas berdebat, Harry pun langsung bertanya kepada Rudjito. "Saya tanya saja pada saksi, apa gaya saya membuat bapak tidak sehat?," tanya Harry yang langsung disambut tawa anggota pansus.

Menanggapi pertanyaan Harry, Rudjito pun akhirnya buka suara. "Saya berharap mudah-mudahan tidak. Nanti kalau saya sakit bapak bertanggung jawab juga," jawab Radjito yang lagi-lagi disambut tawa peserta pansus.

Sumber :


Rabu 20 Januari 2010

Adam Malik Maulana masih berusia 5 tahun. Namun, ia harus hidup tanpa orangtua dan menderita penyakit HIV/AIDS. Terbentur masalah dana, Adam pun terpaksa berpindah-pindah rumah sakit untuk pengobatannya.

Adam kini dirawat di RS Koja Jakarta Utara sejak hari Sabtu 16 Januari 2010. Sebelumnya, ia pernah dirawat 3 hari di RS Harapan Kita, 1 minggu di RS Tarakan dan 1 minggu di RSCM.

Penyakit HIV yang diderita berasal dari ayahnya bernama Ahmad. Sejak tiga tahun lalu, Ahmad sudah meninggal. Mariam, ibunda dari Adam juga telah tiada.

Saat dijenguk oleh Menkokesra, Agung Laksono, kondisi Adam cukup mengkhawatirkan. Tubuhnya kurus dengan bibir dan lidah kering pecah-pecah serta sesak napas. Adam juga mengalami sakit di bagian perut.

Dalam kunjungan tersebut, Agung menjamin pengobatan Adam dan seluruh biayanya. Hal ini dilakukan sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam membantu pengobatan penderita HIV/AIDS di Indonesia.

"Biaya pengobatan dan perawatan akan ditanggung pemerintah," kata Agung dalam rilis yang diterima detikcom , Selasa (19/1/2010) malam.

Sumber:


Ayu Azhari Siapkan Dana Kampanye Rp 10 Miliar

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 18 Januari 2010 0 komentar

Selasa 19 Januar1 2010

Gambar
Ayu Azhari (ich/hot)
Bandung Keseriusan artis Ayu Azhari untuk melenggang di bursa bakal calon Wakil Bupati Sukabumi kian kuat. Ayu dikabarkan menyiapkan dana mencapai Rp 10 miliar untuk kepentingan kampanye.

"Kurang lebih Rp 10 miliar," kata anggota tim verifikasi DPD PDIP Jabar yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Agus Welianto usai verifikasi, di kantor PDIP Jabar, Jalan Laswi, Bandung, Senin (18/1/2010).

Agus enggan menyebutkan jumlah tersebut tergolong besar untuk kepentingan kampanye. "Istilahnya Ayu mampu segitu, saya kurang dikit-lah," selorohnya.

Jumlah tersebut, jelas Agus, merupakan pembagian 1/3 dari nominal hasil konsensus antara DPD dengan pihak Ayu yang berjumlah Rp 40 miliar. "Kesanggupannya dua pertiga dan satu pertiga. Jadi asumsinya, dari Rp 40 miliar dia menyanggupi segitu (Rp 10 miliar)," terang Agus. Dua pertiga biaya kampanye akan dibebankan kepada calon bupati yang akan bersanding dengan Ayu.

Sementara itu, Ayu enggan menuturkan berapa jumlah dana kampanye yang disiapkannya. "Dana banyak, dari langit, turun," jawabnya singkat.

Dana tersebut, kata Ayu, disiapkannya dari kocek pribadi Ayu. "Ya iyalah sendiri, memang dari mana lagi," katanya seraya menuruni anak tangga kantor PDP PDIP Jabar.

Andreas Paraera, Wakil Ketua DPD PDIP Jabar yang juga anggota tim verifikasi balon Bupati dan Wabup Sukabumi enggan menjawab kisaran duit yang disiapkan Ayu untuk kampanye pilkada. Ia menuturkan, "Kita lihat nanti," pungkasnya.

"Rahasia negara itu," tutup Andreas.
Sumber Berita

Selasa 19 Januari 2010
Gambar
Ayu Azhari (Eby/Hot)
Jakarta Artis Ayu Azhari bisa saja mengajukan diri sebagai calon bupati Sukabumi karena sudah punya nama. Namun ia tak mau melakukannya karena pamor.


Kakak Sarah dan Rahma Azhari itu mengaku menerima tawaran tersebut karena menurutnya posisi sebagai wakil bupati sudah sangat pas. Ayu memberi kesempatan kepada putra daerah mendaftarkan diri sebagai atasannya.

"Saya nggak daftar bupati karena saya kasih kesempatan kepada putra daerah," ujar artis yang memiliki nama Khadijah Azhari, usai verifikasi balon Wabup Sukabumi, di Kantor PDIP Jabar, Jalan Laswi, Senin (18/1/2010).

Selain itu, kesempatan menjadi balon Wabup Sumedang dikarenakan ia masih belajar dalam dunia politik. Walau masih belajar bukan berarti ia main-main. Ayu sangat serius dengan pilihannya di dunia baru tersebut.

"Untuk mensupport membuat perubahan dan saya sambil belajar," kata Ayu.
Sumber Berita

Selasa 19 Januar 2010
SBY Berdendang 'Kisah Sedih di Hari Minggu'

Setelah seharian kunjungan kenegaraan di Ngawi, Presiden SBY dan rombongan santai dengan mendendangkan lagu di Gedung Bakorwil Madiun, Senin malam (18/1/2010). Sebelumnya SBY makan malam di Warung Pecel 99 Jl Cokroaminoto.

Pada acara santai yang dipandu Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul itu suasana dibuat cair. Sejumlah menteri mendendangkan lagu bersama para undangan termasuk Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi.

Presiden SBY sendiri juga menyumbangkan suaranya dengan menyanyikan lagu diantaranya yang didendangkan Koes Plus berjudul 'Kisah Sedih di Hari Minggu'.

Menariknya di sela-sela acara santai itu, Gus Ipul juga memperkenalkan Arif Afandi di depan undangan sebagai satu-satunya wakil walikota yang berada di tengah-tengah undangan VVIP.

Perebutan Rekom Walikota

Kedatangan SBY yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat itu nampaknya juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan calon walikota Surabaya.

Saat makan malam, rival Arif Afandi, Fandi Utomo yang juga berebut rekomendasi dari DPP Partai Demokrat juga sempat bertemu SBY. Saat makan malam berlangsung, datang Ketua terpilih DPD Partai Demokrat Jatim Ibnu Hajar didampingi Fandi Utomo dan istrinya. Namun, oleh Paspamres mereka dihentikan karena presiden sedang makan.

Setelah itu, mereka diantar menemui SBY dan memperkenalkan diri. Presiden SBY terlihat mengangguk-anggukan kepala. Setelah itu Fandi kembali duduk ke kursi undangan VVIP. Namun sayang saat acara santai di Bakorwil, keduanya tidak bisa masuk karena prosedur Paspamres yang cukup ketat.
Sumber Berita

Jakarta 19 Januari 2010
Banyak yang mengenal Herman Sarens Soediro saat ia memutuskan menjadi promotor tinju. Saat itu, Herman menggantikan Boy Bolang yang mengalami kesulitan finansial menjelang pertandingan akbar Saoul Mamby vs Thomas Americo memperebutkan gelar juara dunia kelas welter ringan versi WBC, 1981.

Namun, nama Herman di kancah nasional muncul jauh sebelumnya saat masih aktif di militer. Berawal dari masa pergolakan kemerdekaan di wilayah Ciamis, Jawa Barat, Herman menjadi komandan kompi Tentara Pelajar Siliwangi (TPS) Banjar, Ciamis, 1945-1947. Kala itu Herman diperintahkan berangkat ke Yogyakarta menghadap Jenderal Soedirman melaporkan situasi menyusul serangan Belanda. Perintah itu juga sekaligus untuk mengambil perbekalan untuk pasukan yang bergerilya di Ciamis selatan.

Pascakemerdekaan, Herman meneruskan karier di militer. Ia ikut andil dalam berbagai operasi seperti Dwikora di Kalimantan, penumpasan PKI di Jakarta, dan pemberontakan DI/TII di Jabar. Pada 1959, Herman menjabat Wakil Komandan Batalyon Divisi Siliwangi, Bandung. Di tahun yang sama, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon Divisi Siliwangi.

Herman meninggalkan karier militer dengan pangkat brigadir jenderal. Kemudian tokoh yang fasih berbahasa Inggris dan Belanda ini juga sempat ditugaskan sebagai Duta Besar RI di Madagaskar.

Setelah pensiun, salah satu kesibukan Herman adalah mengurus kuda. Tak hanya gemar menunggang kuda, Herman juga berbisnis di bidang ini. Kuda-kuda silangan dari peternakannya dijual ke Singapura dengan harga per ekor setidaknya Rp 2 juta. Bisnis Herman lainnya adalah perhotelan. Resor Pulorida di Merak, Banten, dan Pondok Dewata, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jabar, adalah dua di antara milik Herman. Ia juga menekuni olahraga menembak dan menjadi Ketua I Bidang Target Perbakin Jaya.

Herman lahir di Pandeglang, Banten, 24 Mei 1930. Ayahnya adalah Serma R. Soediro Wirio Soehardjo, Kepala Perlengkapan Batalyon IV, Resimen XI, Divisi III Siliwangi. Soediro gugur di tangan Belanda pada 19 Desember 1947. Pada 1958, Herman menikah dengan Tinawati di Banjar, Jabar. Dari pernikahannya ini, Herman dikaruniai empat anak. Kini namanya kembali muncul, namun dengan isu tak sedap. Ia diduga menggelapkan aset TNI [baca: Rumah Herman Sarens Sudiro Dikepung
Sumber Berita

Polisi Kembali Geledah Rumah Ahmad Tantowi

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 17 Januari 2010 0 komentar

CIREBON - Setelah menggerebek dua rumah di Desa Pemengkang, Kecamtan Mundu, Kabupaten Cirebon, petugas dari Polda Jabar kembali melakukan penggeledahan di rumah pimpijan aliran sesat Surga Eden, Ahmad Tantowi, yang berada di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Seperti di dua rumah yang berada di Desa Pamengkang, petugas mengambil seluruh barang bukti yang diduga dijadikan sebagai alat untuk ritual aliran yang diduga sesat ini. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa benda yang kerap dijadikan alat ritual, petugas juga mengamankan buku-buku yang terkait dengan keyakinan aliran ini.

Penggeledahan yang dilakukan petugas Polda Jabar ini, diakui salah seorang anak buah Ahmad Tantowi, Rio,30. Dia mengaku, penggeledahan dilakukan petugas Polda Jabar pada Jumat lalu.

Saat ditanyan aktivitas Ahmad Tantowi yang kerap melampiaskan nafsunya kepada para pengikut wanitanya, Rio membantah. Menurut Dia, prakter ritual yang diduga membebaskan hubungan intim antara Ahmad Tantowi dan para pengikut wanita.
Dia juga membantah jika Ahmad Tantowi mengaku menjadi tuhan terhadap para pengikutnya.

“Saya berani bersumpah, jika pak Ahmad tidak mengaku sebagai tuhan dan memperlakukan wanita seenaknya,” kataRio.

Menurut Rio, gambar-gambar, patung-patung wanita telanjang, dan barang antik lainnya yang terpajang dirumah Ahmad Tantowi, hanyalah bagian dari seni dan hobi Ahmad Tantowi dalam mengoleksi benda antik.

Sejak digerebek petugas, ketiga rumah Ahmad Tantowi, terlihat sepi. Petugas Polres Cirebon, dan babikamtibmas, terus siaga melakukan penjagaan, guna mengantisipasi adanya tindakan anarkis dari warga geram dengan prakterk aliran tersebut.

Sementara itu, Ahmad Tantowi juga diketahui sempat mengajar ngaji di dusun Grenjeng, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Daerah tersebut merupakan kampung halaman Endang yang merupakan istri Ahmad Tantowi.

Ati,38, warga sekitar mengaku, Ahmad Tantowi pernah mendatangi kampungnya dan mengajak warga untuk ikut pengajian. Namun usaha Ahmad sedikit terganjal karena warga Grenjeng tidak serta-merta ikut dalam pengajian tersebut.

"Warga disini jarang yang ikut pengajian di Ahmad Tantowi. Hanya Endang (istri Tantowi) yang ikut pengajian itu hingga menjadi istri kedua Pak Ahmad Tantowi, "ujar Ati.

Menurut dia, ketika menikahi Endang, Ahmad Tantowi masih memiliki istri sah di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon. Bahkan, orang tua Endang saat itu tidak menyetujui pernikahan keduanya.Endang disini dulu dikenal baik dan alim.

"Namun, setelah menikah dengan Ahmad Tantowi dia berubah drastis, bahkan tidak memakai kerudung lagi,"katanya. (abe)
Sumber Berita

Senin 18 Januari 2010

CIREBON - Kepolisian Daerah (Polda) Jabar menggerebek markas aliran keagamaan surga AND yang diduga sesat, di Desa Pamengkang Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/1/2010) pagi.

Petugas menangkap pimpinan, Ahmad Tantowi, dan tujuh orang pengikut lainnya.

Keberadaan aliran surga ADN yang dianggap sesat ini, memang sering dibicarakan warga Cirebon belakangan ini. Berdasar informasi, Ahmad Tantowi selaku pimpinannya diduga mengaku sebagai Tuhan dan menghalalkan persetubuhan terhadap pengikut perempuannya.

Berdasar pantauan, proses penggerebegan yang dilakukan tim Reskrim dan perlindungan perempuan Polda Jabar di dua rumah yang berdekatan itu berlangsung ricuh. Pasalnya, Ahmad Tantowi dan para pengikutnya histeris menolak saat diamankan petugas.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas yang berjumlah sekira 15 anggota itu secara bersamaan melakukan pengepungan dan penggerebekan di dua rumah yang diduga sebagai markas mereka. Tidak hanya itu, belasan anggota ormas Islam dari wilayah Cirebon juga turut menyaksikan proses penggerebekan.

Saat Ahmad Tantowi dan pengikutnya digerebek, mereka sempat menolak dibawa petugas. Bahkan, saat petugas berusaha mengamankan, Ahmad Tantowi sempat melawan. Perlawanan juga sempat dilakukan oleh para pengikut Ahmad Tantowi lainnya.

Dalam penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan empat orang perempuan yang salah satunya istri Ahmad Tantowi, Endang (30), dan empat orang pengikut pria. Alhasil, petugas berhasil mengamankan delapan orang pengikut dan pimpinan aliran surga ADN yang berada di kedua rumah tersebut.

Di kamar Tantowi, petugas menemukan kolam yang diduga digunakan untuk ritual pembaiatan anggota perempuan dengan cara menggaulinya. Petugas juga menemukan sejumlah benda berbau mistis seperti keris dan benda-benda pusaka yang diduga digunakan untuk ritual.

Penyergapan ini dilakukan petugas setelah mendapat laporan dari mantan pengikutnya, Andi (40). Dalam aliran ini, Ahmad Tantowi dianggap sebagai Tuhan Agama Islam yang ajarannya membolehkan pimpinannya menggauli anggota-anggota perempuannya.

“Saya bersyukur Ahmad Tantowi dan para pengikutnya bisa tertangkap. Mudah-mudahan petugas dapat memproses dia sesuai dengan aturan yang berlaku. Saya dulu memang pernah menjadi pengikut dia, namun setelah ada upaya Tantowi akan menggauli istri saya. Saya terus terang tidak terima dan memilih untuk keluar dan melaporkan perbuatan dia ke petugas berwajib,” papar Andi.

Ahmad Tantowi dan 7 orang pengikutnya langsug dibawa petugas ke Mapolda Jabar di Bandung. Sementara, petugas dua rumah milik Ahmad Tantowi langsung diberikan garis polisi oleh petugas

Sumber Berita