SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

KPI: TV Tak Perlu Patuhi Imbauan Intelijen Soal Demo 28 Januari

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 27 Januari 2010

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta lembaga penyiaran tidak serta merta patuh pada imbauan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda). Media televisi diminta tetap menyiarkan aksi 28 Januari menyambut 100 hari pemerintahan SBY-Boediono sesuai fakta.

"Tidak perlu khawatir dengan imbauan. Beritakan saja secara wajar," kata anggota KPI Izzul Muslimin melalui telepon, Rabu (27/1/2010).

Izzul setuju sebaiknya TV tidak membesar-besarkan dan tidak pula mengecil-ngecilkan. Semua pemberitaan sesuai apa yang ada. "Kebebasan pers dilindungi ketika itu sesuai kode etik jurnalistik, termasuk dalam penyiaran dan tidak boleh ada intervensi untuk kepentingan politik tertentu," terangnya.

Khususnya media elektronik, Izzul mengingatkan agar bisa menjaga netralitas. "Kalau ada yang menghalang-halangi itu melawan UU dan bisa kena pasal," tutupnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengakui adanya imbauan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) kepada media televisi agar tidak membesar-besarkan aksi 28 Januari bertepatan 100 Hari SBY-Boediono.

Imbauan tersebut sebagai strategi untuk menjaga kondusifitas di masyarakat. Siaran televisi dinilai dapat mengundang emosi penonton. Pembatasan tidak diberlakukan untuk media cetak.

Sumber Berita