SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

5 Petugas PT KA Diperiksa Polisi Karanganyar

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 03 Mei 2010

Solo - Lima petugas PT KA yang sedang bertugas saat terjadinya kecelakaan KA Bangun Karta dengan bus saat ini diperiksa polisi di Polres Karanganyar. Hingga saat belum ada yang dijadikan tersangka dalam kecelakaan tersebut. Namun kondisi di lapangan, dipastikan saat kejadian palang pintu dalam kondisi terbuka. Kelima petugas tersebut adalah Kepala Stasiun Palur, pemimpin perjalanan KA (PPKA) di Stasiun Kemiri, seorang petugas penjaga pintu di perlintasan Jaten dan dua petugas di perlintasan Palur yang merupakan lokasi kejadian. "Dari perlintasan Palur ada dua petugas yang diperiksa karena pada saat kejadian bersamaan dengan jam serah terima tugas," ujar Abdul Chamim, Manajer Hukum PT KA DAOPS VI di sela-sela mendampingi kelima petugas PT KA di Polres Karanganyar, Senin (3/5/2010). Chamim mengatakan hingga saat ini belum bisa diambil kesimpulan karena dari kelima orang yang diperiksa memberikan keterangan yang berbeda-beda. Dicontohkannya, petugas di perlintasan Palur mengatakan pemberitahuan dari Stasiun Kemiri sangat terlambat datang. Sedangkan PPKA di Kemiri mengatakan telah melakukan tugas sesuai prosedur. Terpisah Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Dwi Erna Rustati, membenarkan bahwa hingga saat ini jajarannya masih terus mendalami dan melakukan penajaman atas kasus kecelakaan tersebut. Selain memeriksa para petugas PT KA, kata Erna, polisi juag memeriksa sopir bus, Harsono, dan juga beberapa saksi lainnya. "Belum ada tersangka. Kami masih fokus pada penajaman kasus. Yang jelas, pada saat kejadian pintu perlintasan dalam kondisi terbuka," ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan terjadi di perlintasan KA Palur, Karanganyar, Minggu (2/5/2010) pukul 19.45 WIB. KA Bangun Karta menabrak bus PO Langsung Jaya AD 1528 AF, beberapa motor serta pejalan kaki yang sedang menyeberang di perlintasan. Saat kejadian palang pintu dalam keadaan terbuka. Akibat kejadian tersebut, empat orang tewas seketika dan tiga orang mengalami kula berat. Informasi terakhir menyebutkan, korban tewas bertambah menjadi lima orang. Satu korban meninggal yang meninggal hari ini bernama Wiranto asal Wiranto (30 tahun) asal Kalipelang RT 3 RW 7, Mojolaban, Sukoharjo. Saat kejadian Wiranto memboncengkan istri dan anaknya yan masih berusia 3 tahun. Motor Yamaha Jupiter yang dinaikinya tersert bus PO Langsung Jaya yang diseruduk KA. Istri dan anaknya tewas seketika akibat kejadian tersebut. Tiga korban sekeluarga ini dimakamkan hari ini pemakaman umum desa tempat tinggalnya di Mojolaban, Sukoharjo.