SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Musim Libur, Penumpang Kereta Masih Padat

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 11 Juli 2010


BEKASI UTARA – Memasuki pekan kedua liburan sekolah, Stasiun Bekasi kebanjiran penumpang kereta dengan tujuan berbagai kota. Pemandangan tersebut terlihat sejak pagi hingga menjelang malam. Bahkan, para penumpang nekat duduk di atas gerbong karena kehabisan tiket.

Pantauan Radar Bekasi di Stasiun yang berada di Jalan Ir Juanda tersebut terlihat dari ribuan calon penumpang yang harus berebut untuk bisa memasuki gerbong kereta api, seperti kereta api Brantas dengan tujuan Kediri di sesaki para penumpang.

Jumlah calon penumpang tertinggi adalah kereta api kelas ekonomi Brantas, jurusan Kediri-Jakarta Tanah Abang. Demikian juga dengan tiket kereta api kelas bisnis dan eksekutif, seperti Bangunkarta jurusan Jombang dan Bima jurusan Surabaya, Jogja telah habis sejak pukul 10.00 WIB.

Penuturan calon penumpang, Sugiman (38) mengaku nekat duduk di atas gerbang karena sudah kehabisan tiket kereta api jurusan Kediri. “Saya kehabisan tiket, makanya saya duduk di atas gerbong,” katanya dengan nada enteng sambil berpegangan ke besi gerbong.

Hal yang sama diungkapkan Sri Yuli Astuti (28). DIa mengaku sudah menunggu kereta sejak pagi buta untuk mendapatkan sebuah tiket kereta jurusan jogja itu. “Kalau tidak datang pagi-pagi pasti tidak kedapatan tiket,” aku ibu dua orang anak ini yang mengaku mau liburan ke Candi Borobudur

Portir Stasiun Besar Bekasi Dede Triyanto saat ditemui Radar Bekasi yang sedang menertibkan para penumpang yang nekat duduk di atas gerbong mengaku kondisi demikian sudah terjadi sejak liburan sekolah dimulai dan diprediksi bakal membludak hingga minggu depan.

“Peningkatan tampak cukup signifikan, dibandingkan hari-hari sebelumnya. Khususnya pengguna KA kelas ekonomi, baik jurusan luar kota maupun arah yang menuju ke Surabaya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Bekasi Bekasi Eman Sulaeman mengatakan, peningkatan jumlah penumpang ini sudah kerap terjadi setiap liburan sekolah maupun liburan nasional, “Peningkatan memang terjadi hingga 20 persen dari hari biasanya,” katanya singkat.

::::: News LInk :::