SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

MUTIARA RAMADHAN

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 23 Agustus 2009

Sebelum membahas makna basmalah marilah kita coba merenung diri sejenak, dengan menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini :

~ Kapankah kita masuk Islam (sebagai muslim)…?
~ Apa kewajiban utama bagi umat islam (muslimin) …. ?
~ Apa tugas umat islam ….. ?
~ Berapa jumlah al-qur’an dan apa isinya …… ?
~ Apa yang dimaksud ihlas (muhsin) dan ada dimana mutaqin (taqwa) itu ….. ?
~ Apa mukjizat utama Nabi Muhammad SAW…..?
~ Apa makna hidup duniawi saat ini …… ?

Tujuh pertanyaan sebagai awal tentunya mempunyai jawaban yang berbeda-beda dari masing-masing manusia, padahal sebagai sesama umat islam sepantasnya memiliki jawaban yang sama, searti atau hampir sama, mengapa … ? karena ilmunya sama-sama dari al-qur’an dan hadits yang tidak pernah berbeda walaupun penerbitnya beda.

Kita coba menjawab dengan ringkas, masuk islam sejak dikandungan karena lahir dari ibu islam (fitrah), sejak kita sadar dan membaca dua kalimat sahadat atau sejak berikrar jadi mu’laf dengan membaca dua kalimat sahadat disaksikan oleh para saksi yang cukup.

Kemudian kewajiban utamanya adalah iqra’ yaitu bacalah, membaca, mengaji/mengkaji atau belajar, hal ini sesuai kalimat perintah pertama dalam surat yang pertama kali turun Al-‘Alaq, jadi kewajiban utama bagi umat islam adalah belajar supaya pintar, makanya aneh kalau ngaku islam tapi gak mau belajar.

Sedangkan tugas umat islam sebenarnya sebuah misi illahiah bagi seluruh manusia, namun demikian ungkapan misi ini disampaikan oleh islam secara gamblang dengan maksud bahwa spesifikasi perilaku umat islam seharusnya sesuai dengan misi tadi, yaitu rahmatanlilalamin atau menjadi rahmat bagi alam semesta, artinya menjadikan seluruh mahluk di alam semesta ini merasakan kenyamanan, aman dan sejahtera (miniatur surgawi). Mahluk di alam semesta ini antara lain seluruh penghuni bumi (manusia, binatang, tumbuhan dan unsur mineral), alam Jin dan alam Malaikat serta gugus bintang dan galaksi. Intinya sehat atau sakitnya alam semesta ini sangat tergantung pada perilaku manusia, makanya manusia disebut sebagai mahluk sempurna.

Untuk mengetahui semua itu kita harus mampu mempelajari al-qur’an yang ada dua macam, yaitu Al-qur’an yang tersurat (kitab) dan Al-qur’an yang tersirat (manusia dan alam semesta), semua itu harus mampu kita baca dan dipahami maknanya. Sehingga dapat diketahui inti dari pesan dalam Al-qur’an yaitu Perintah, Larangan dan Sejarah dari al-qur’an sendiri sebenarnya mengarahkan manusia sebagai orang yang merdeka artinya manusia silahkan memilih mau mengikuti Perintah maka janji Allah akan memasukkan manusia ke dalam Jannah (Suarga), mengikuti Larangan janji Allah akan memasukkan manusia ke dalam Nar (Neraka) semua itu dicontohkan dalam Sejarah/ kisah/riwayat masa lalu dan masa datang.
Apa yang dimaksud ihlas sebagaimana sebuah riwayat ketika sahabat nabi menderita sakit yang sangat parah sehingga nabi mengatakan “wahai sababat, dari sakitmu telah menunjukkan pertanda engkau akan wafat, jika engkau wafat nanti mau masuk kemanakah engkah “surga atau neraka” jawab sahabat “wahai nabi kemanapun aku dimasukkan selama dengan ridho Allah maka aku ihlas” betapa sahabat tadi sudah tidak berpamrih surga atau neraka tapi yang ia harapkan hanya ridho Allah. Maka ihlas adalah semua amalan yang menjadikan kita merasa senang dan tak kenal lelah sebagaimana kita melaksanakan hobby saja, seharian main bola, mancing, main catur dan hobby lainnya kita tidak pernah merasa capek dan menyesal karena senang. Untuk itu jadikanlah semua aktifitas kita dalam beribadah merupakan hobby sehingga kalah dan menang tidak menjadi beban lagi, tanpa pamrih dan tak kenal lelah serta continue (istiqomah).

Lalu dimanakah taqwa itu, taqwa dalam arti kecintaan yang mendalam kepada Allah sehingga dalam hati kita selalu merasa takut kalau Allah murka, maka kita akan selalu ingin mendekat dan melekat dengan Allah sampai sadar betul bahwa dimanapun kita berada, kapanpun Allah selalu melihat kita, implementasi ini dilatih selama sebulan dalam setahun yaitu bulan Ramadhan, ketika kita berpuasa maka seteguk air, sekilas nafsu, berkata tidak baik dan segala yang membatalkan puasa kita akan singkirkan diwaktu siang, sedangkan malam kita lakukan qiyamulail, sebulan ini akan tetap berlanjut dalam tatanan aktifitas kehidupan selama 11 bulan berikutnya.

Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang tidak dimiliki oleh nabi yang lain adalah kemampuannya untuk menjadi manusia biasa dibalik kenabian dan sang raja diraja. Jadi sebagai orang islam tentunya harus mampu menjadi manusia biasa tanpa terpengaruh dengan jabatan, harta, status social dan segala atribut yang disandangnya “manusia tidak lebih besar dari manusia lain dan tidak lebih kecil dari manusia lain, kita semua sama” mampukah kita …? Ya mampu lah ….

Dengan demikian kita akan mengerti makna hidup ini, yaitu untuk mencari bekal untuk dibawa ke hadapan Allah kelak, artinya sebelum ada tidak ada makna, setelah kita tidak ada lagi juga tidak ada maknya, maka makna yang sebenarnya adalah pada saat kita hidup dengan sadar saja karena disana kita diminta mencari bekal untuk dipertanggung-jawabkan dihadapanNya kelak.

Marilah kita memasuki apa makna Bismillahirahmannirahim “dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang” artinya segala sesuatu yang diciptakan Allah selalu didasari dengan cinta, kasih dan sayang, maka sepantasnya ketika kita sadar diciptakan dengan dasar cinta, kasih dan sayang sudah barang tentu akan melahirkan perilaku cinta, kasih dan sayang (rahmatan lil alamin), ringkasnya apabila ada manusia yang tidak mampu menciptakan cinta, kasih dan sayang boleh diartikan bahwa orang itu tidak sadar bahwa dia diciptakan oleh Allah – betapa sombongnya ia.

Sedangkan apabila kita mencoba mengupas makna rahman dan rahim (kasih dan sayang), maka kita bisa maknai bahwa kasih adalah naluri untuk selalu memberi sedangkan sayang adalah naluri untuk selalu merasa ihlas sebagaimana rahim melahirkan manusia dengan sebelumnya memberikan segala kenikmatan secara menyeluruh sehingga sang janin/bayi selama dalam kandungan walaupun tidak makan dan buang hajat tetap hidup dan tumbuh dengan sempurna, namun setelah ia terlahir sang rahim tidak menyesal ketika yang dilahirkan pada akhirnya jadi penjahat dan tak pernah bangga ketika yang dilahirkan menjadi pejabat.

Demikian Semoga apa yang di sampaikan di atas dapat menambah keimanankita, untuk menjalani pusasa di bulan yang penuh berkah ini, Amiinnn...
Yang benar datangya dari ALLOH SWT dan yang salah adalah kekhilafan kami...
Wassalamu'alakum warih watuullohi wabarokatuh...
Di Sampaikan Oleh
Kritik dan saran silahkan ke : paguyubancirex@yaho.co.id