SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Proyek Tol Memotong 60 Saluran Irigasi

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 27 Oktober 2009



Rabu, 28 Oktober 2009 | 03:55 WIB

Cirebon, Pembangunan proyek Tol Kanci-Pejagan yang membentang di Kabupaten Cirebon ternyata memotong 60 saluran irigasi sekunder dan tersier dari Kecamatan Astanajapura hingga Losari. Petani kini mendesak agar pemerintah menyambung kembali sistem irigasi tersebut sebelum masa tanam tiba pada November.

Sa’adi, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Cirebon, Selasa (27/10), mengaku, ada sekitar 1.000 hektar lebih lahan padi, tebu, dan palawija yang terancam kekeringan akibat rusaknya sistem irigasi itu karena dibongkar untuk jalan tol.

Beberapa bagian aliran irigasi memang dibelokkan, tetapi cara seperti itu sangat tidak efektif karena terlalu jauh dari jangkauan lahan petani.

Tiga titik saluran irigasi sekunder di Desa Kanci Wetan, Kanci Kulon, dan Astanamukti di Kecamatan Astanajapura bahkan ditutup sama sekali.

Selama ini petani tidak menyangka pembangunan tol akan memotong irigasi. Menurut Sa’adi, petani tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan jalan, termasuk masalah irigasi.

”Saat bulan puasa lalu, pembangunan tol dikebut. Saya pikir saluran irigasi tetap disambung, tetapi ternyata saluran irigasi dipotong. Ini jelas mengancam produktivitas padi kami,” katanya.

Kasus pemotongan jaringan irigasi karena proyek tol juga dikhawatirkan petani di Majalengka.

Dodo, salah satu petani di Jatiwangi, mengaku tak ingin pembangunan Tol Cikampek-Palimanan nantinya mengorbankan petani. ”Kami sudah mengirim surat kepada pemerintah daerah agar nantinya tol tidak memotong irigasi,” katanya.

Menurut Dodo, pemotongan irigasi tersebut bisa berdampak negatif kepada petani setempat, termasuk dirinya, yang mempunyai lahan 2.225 meter di Jatiwangi.

Ano Sutrisno, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah Cirebon, mengakui, pemotongan irigasi membuat petani resah. Pihaknya sudah mulai membicarakan persoalan itu kepada kontraktor Tol Kanci-Pejagan.

Menurut Ano, kontraktor bersedia memperbaiki beberapa saluran irigasi yang terpotong. ”Pembangunan calon jalur Tol Cikampek-Palimanan juga perlu dikaji lebih lanjut agar kasus serupa tidak terjadi. Kami tidak ingin petani dirugikan,” kata Ano.

Saat ini proyek Tol Kanci-Pejagan dalam proses pembangunan. Salah satu sisi jalan bahkan sudah digunakan untuk arus mudik dan arus balik Lebaran pada September. Adapun, Tol Cikampek-Palimanan masih dalam proses pembebasan tanah.

Sekretaris Tim Pengadaan Tanah Proyek Tol Cikampek-Palimanan, Bambang Purwadi, menjamin tidak akan memotong irigasi petani. Kalaupun saluran irigasi dilewati tol, akan dibuat jalur air.

”Kami sudah konsultasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah di masing-masing kabupaten yang dilalui. Analisis mengenai dampak lingkungan juga ada, jadi petani tak perlu khawatir,” katanya.


Sumber Berita: