SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Solo Akan Operasikan Kereta Railbus Medio 2011

Diposting oleh paguyubancirex Rabu, 19 Januari 2011

Solo - Mulai pertengahan tahun 2011 ini Kota Solo akan menambah moda transportasi baru, yaitu kereta railbus. Kereta khusus buatan PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun tersebut akan beroperasi melayani rute Solo hingga Wonogiri.

"Masih ada beberapa kendala teknis yang harus segera dirampungkan terkait kondisi kendaraan maupun infrastruktur jalannya. Namun dipastikan, pertengahan tahun ini railbus tersebut sudah beroperasi melayani rute yang ditetapkan," ujar Walikota Surakarta, Joko Widodo, kepada wartawan saat meninjau penyelesaian kereta railbus di PT Inka, Madiun, Senin (17/1/2011).

Joko juga menegaskan kereta api adalah pilihan yang paling tepat bagi transportasi umum masa depan di perkotaan. Selain mampu mengangkut penumpang dalam jumlah banyak dalam sekali angkut, kereta api juga menjadi jawaban atas kepadatan jalan raya yang saat ini juga terjadi di Solo.

Sementara itu Dirut PT Inka, Rusdiatmoko, mengakui masih ada beberapa persoalan teknis yang harus diselesaikan sebelum mengoperasikan kereta railbus tersebut. Kendala itu adalah meninggikan atap kereta, membangun kembali rel dalam kota Solo yang telah rusak karena jalurnya sudah tidak terpakai, dan memperbaiki satu jembatan rel KA di Wonogiri.

"Sesuai rencana pertengahan Februari, kereta railbus ini akan kami bawa ke Solo untuk mencoba rute sekaligus sosialisasi kepada warga. Setelah itu kami bawa lagi ke Madiun untuk penyempurnaannya. Diharapkan pada bulan April seluruhnya selesai termasuk interior kereta. Setelah itu siap untuk dioperasikan," papar Rusdiatmoko.

Railbus rute Solo-Wonogiri tersebut adalah pesanan dari Pemerintah Pusat melalui Ditjen Perkeretaapian Kemenhub. Program pengadaannya dilaksanakan melalui DIPA dalam dua tahap yaitu tahap pertama di tahun 2009 dan tahap kedua di tahun 2010, dengan total biaya Rp 16 miliar.

Railbus tersebut terdiri dari satu rangkaian dengan tiga gerbong dengan kapasitas 160 orang, berkecepatan maksimum 100 km/jam dengan tenaga out-put sebesar 560 Kw yang dibangkitkan dari mesin yang dipasang di rangka bawah. Bus kereta tersebut juga dilengkapi dengan AC serta rak bagasi untuk penempatan barang penumpang.

"Untuk biaya operasional dibutuhkan 3 liter solar per 1 kilometernya. Sedangkan biaya perawatannya juga sangat ringan. Sebagai perbandingan, railbus yang telah dioperasikan di Palembang selama dua tahun hingga saat ini belum memerlukan bubut ban. Ini menunjukkan kondisinya masih cukup bagus," lanjut Rusdiatmoko.

:::News Link :::