SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

"PR"Untuk Calon Mentri Perhubungan

Diposting oleh paguyubancirex Senin, 19 Oktober 2009


Cantiknya bagai gerai pelangi
Indahnya ibarat bunga warna warni
Rangkaianmu laksana naga merayap bumi
Elok tatkala meliuk di bukit ber-tepi
Kemanapun engkau selalu dinanti
Sadarkah engkau wahai seruni.....

Betapa cintaku padamu
Ogah kau membalas cintaku
Dadamu membusung dan cibir dibibirmu
Olah gayamu sombong selagi laku
Haruskah kutarik semua cintaku padamu....?

Dengan apa kuharus mengingatkan
Apakah kesombonganmu tak ter-elak-kan
Namun kuharap engkau masih punya nurani kemanusiaan

Tiketmu termahal dari semua tarif angkutan penumpang
Adakah kau sadar jalan Tol tak lama kan terbentang
Melintasi jalurmu dari Cikampek sampai Semarang
Akankah kau teruskan kesombonganmu sekarang...?
Kemanakan mukamu ketika pesaingmu datang

Sederet puisi diatas adalah ungkapan kecewaku kepadamu
Entah sakit hati atau kesal, karena ticketmu selalu mahal
Keterlambatan tiba dan berangkat telah menjadi tradisi keseharian
Apa lagi bila Minggu dan Jum'at disaat aku pergi dan pulang
Rangkaianmu tak terawat lagi, lampu, toilet dan kipas hanya pajangan
Antara lorong penuh penumpang diatas koran bekas tak beraturan
Nuansa nyaman telah musnah, kelasmu pun jadi terkesan rendah
Gerangan apa yang kau lupakan, apakah Tuhan pun telah kau abaikan

Adakah rencanamu memperbaiki diri agar semakin cantik dan mandiri
Langkahmu semakin jauh hingga ke Tegal kini, pencintamu semakin jadi
Laba kau raih hingga Rp. 6,6 M disaat kami agungkan religi
Apakah engkau tak mampu mensyukuri semua ini
Harapanku mulailah engkau menjadi profesional tak perlu naikan tarip lagi

Tulisan ini semoga bermanfaat dan mampu mengikis kesombonganmu
Obati semua penyakit hati dan mulai dengan mempercantik nurani
Lupakan masa lalu dan mulailah dengan budaya baru
Oleh karena itu marilah kita bersatu untuk bersama membangun diri
Namamu tak perlu tercoreng bila kau sadari kekuranganmu
Gelorakan layaran prima karena selalu ku beli ticket yang resmi

Ditulis Oleh : Pramono Edy