SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

PT KAI: eTicketing Bantu Pengelola KRL

Diposting oleh paguyubancirex Selasa, 17 November 2009


JAKARTA - Pemberlakuan sistem tiket elektronik atau eTicketing bagi para pengguna KRL (kereta rel listrik), mendapatkan tanggapan beragam dari para konsumen. Sebagian komunitas pengguna KRL ada pula yang menolak penggunaan sistem tersebut dengan alasan, pengelola KRL disarankan lebih memprioritaskan hal lain terkait pelayanan KRL.
Menurut mereka, ada banyak hal yang selayaknya didahulukan untuk ditangani seperti masalah daya tampung, pemeliharaan KRL, pembenahan stasiun, keterlambatan jadwal, dan lain sebagainya.
Menanggapi hal ini, Coorporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek Makmur Syaheran membantah bahwa pihaknya hanya mementingkan penerapan sistem eTicketing. Menurutnya, pemberlakukan e-Ticketing nantinya justru akan sangat membantu pengelola KRL dalam menangani perbaikan sarana dan prasarana KRL, serta meningkatkan pelayanan kepada para penggunanya.
"Sarana dan prasarana KRL sangat penting bagi kami dan juga pengguna KRL. Yang menjadi sarananya adalah KRL, sementara prasarana adalah hal-hal lain yang mendukung seperti stasiun, rel kereta, dan lain-lain. Perbaikan sarana tanpa dibarengi prasarana tidak akan menghasilkan sebuah layanan yang baik," kata Makmur saat dihubungi okezone, Jumat (13/11/2009).
"Sistem eTicketing kami maksudkan untuk mendisiplinkan para pengguna KRL. Dengan sistem seperti ini, hanya yang membayar tiket yang bisa naik kereta," tambahnya.
Makmur menyebutkan hingga saat ini masih banyak penumpang KRL yang tidak disiplin. Tercatat ada sekira 20 persen penumpang yang tidak membeli tiket. Hal ini menjadi penghambat pengelola KRL dalam memperbaiki sarana dan prasarana. Pasalnya, pendapatan dari penjualan tiket seharusnya diinvestasikan guna pemeliharaan sarana dan prasarana KRL.
"Keluhan pengguna KRL mengenai daya tampung KRL yang tidak memadai, pemeliharaan KRL, sterilisasi stasiun dan lain sebagainya tengah coba kami benahi, salah satunya melalui rencana penerapan sistem eTicketing ini," kata Makmur.
Diakui pengelola KRL, proyek ini molor hingga 2010. Hal tersebut mengakibatkan peralatan eTicketing yang telah dipasang di stasiun se-Jabodetabek sejak 2008 'mengganggur', bahkan menjadi penghalang penumpang untuk keluar stasiun.
Makmur mengiyakan bahwa diperlukan sosialisasi yang cukup lama untuk mengenalkan sistem ini pada masyarakat pengguna KRL. Selain itu, Makmur pun mengimbau agar sarana dan prasarana KRL didukung oleh kedisplinan para penggunanya. Dengan demikian, proyek ini nantinya tidak mubazir dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Sumber Berita