SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Catut Nama, Facebook PKI 2010 Dituding Sebagai Kebohongan

Diposting oleh paguyubancirex Minggu, 17 Januari 2010


Catut Nama, Facebook PKI 2010 Dituding Sebagai Kebohongan

Grup Partai Komunis Indonesia 2010 di jejaring sosial Facebook diprotes. Salah satunya karena mencatut nama Bedjo Untung, ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 (YPKP 65).

Dalam posting 6 Januari 2010 ditulis Bedjo menghadiri rapat terbatas bersama Heru Atmojo, eks tapol PKI dari Paguyuban Korban Orde Baru, Sumarsih, ketua Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), dan Casman, mantan anggota pasukan Cakrabirawa.

"Kami dari YPKP 65 sangat keberatan atas pencatutan nama Bedjo Untung selaku Ketua YPKP 65 yang mengadakan rapat bersama kawan-kawan lainnya apalagi dihubungkan dengan agenda kebangkitan PKI. Kawan-kawan yang tertera di pernyataan itu juga tidak pernah hadir di dalam pertemuan yang dimaksud oleh ‘Partai Komunis Indonesia 2010'," demikian rilis YPKP 65 yang diterima detikcom, Senin (18/1/2010).

Atas dasar protes itu, YPKP 65 menegaskan tidak ada pertemuan sebelumnya seperti yang diutarakan di dalam grup Partai Komunis Indonesia 2010 dengan agenda apa pun juga yang tertera di facebook tersebut. YPKP 65 juga meminta pengelola Facebook Partai Komunis Indonesia 2010 bertanggung jawab atas kesalahan yang disengaja dengan pencatutan nama Bedjo Untung dan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 dengan cara mengoreksinya dan menyatakan permintaan maafnya ke publik.

"Meminta pengelola Facebook Partai Komunis Indonesia 2010 harus menghentikan penyudutan korban tragedi 1965 secara terselubung. Cara-cara itu biasa digunakan oleh militer yang anti hak asasi manusia (HAM)," tuntut YPKP 65.

Facebook Partai Komunis Indonesia 2010 sebelumnya juga menuai protes soal pencatutan nama sejumlah aktivis prodemokrasi. Diantaranya presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumarsih yang juga membantah menghadiri rapat seperti yang ditulis pada posting 6 Januari 2010 itu.

Sumber Berita