SILAHKAN TINGGALKAN PESAN DISINI

Ulama Lebanon Harapkan RI Bantu Perdamaian

Diposting oleh paguyubancirex Jumat, 19 Februari 2010

Beirut (ANTARA) - Para ulama Lebanon mengharapkan Indonesia terus ikut membantu menumbuhkan bibit-bibit perdamaian di Lebanon antara lain dengan membuka forum dialog antarsekte.

Harapan atau permintaan itu muncul ketika puluhan ulama dari dua sekte Sunni dan Syiah di Lebanon duduk bersama dengan santai berbicara masalah perdamaian dan persatuan ummat dengan Duta Besar RI untuk Lebanon, Bagas Hapsoro belum lama ini di Beirut.

KBRI di Lebanon dalam penjelasannya yang diterima ANTARA di Jakata, Sabtu menyebutkan menjelang berakhir masa tugasnya sebagai Dubes untuk Lebanon, Bagas Hapsoro diterima pimpinan organisasi dan ulama dari dua aliran besar di Lebanon, Sunni dan Syiah di markas Liga Ulama Lebanon.

Liga Ulama bersama dengan Grand Mufti Lebanon (Kementerian Agama) merupakan mitra Indonesia dalam merealisasikan kegiatan bilateral interfaith dialogue kedua negara, yang dirintis sejak tahun 2008.

Perpisahan Dubes RI yang akan segera kembali ke Jakarta untuk mengisi pos sebagai Wakil Sekjen ASEAN ini berlangsung khidmat dan penuh dengan pembicaraan kilas balik tentang apa yang telah dilakukan serta rencana kedua pihak kedepan.

Ketua Liga Ulama, Sheikh Ahmad Maulana Zein menekankan harapan besarnya agar Indonesia dapat terus membantu menumbuhkan bibit-bibit perdamaian di Lebanon dengan membuka forum dialog antara sekte-sekte keagamaan.

"Indonesia didengar tidak hanya di Lebanon, tetapi juga di dunia internasional, karena negara Anda bicara berdasarkan pengalaman nyata sebagai sebuah negara besar yang berhasil mengelola kemajemukan multiagama dan keyakinan," kata Sheikh Maulana Zein, ulama sunni terpandang di Lebanon.

Ia menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada bangsa Indonesia atas inisiatif penyelenggaraan Interfaith

Dialog pada tahun 2008 menggarisbawahi tema tentang "Liga Ulama Lebanon satu visi dengan umat Islam di Indonesia dalam mewujudkan persatuan dan memperkecil jurang perbedaan dalam rangka menunjukkan Islam Rahmatallil alamin".

Dubes Bagas Hapsoro juga dijamu oleh Mufti Islam Syiah Lebanon, Sheik Abdul Amir Kabalan. Tokoh berpengaruh ini pun menyatakan kesiapan pihaknya untuk melanjutkan kerja sama dan hubungan dengan Indonesia termasuk siap berpartisipasi dalam Interfaith Dialogue Jilid II di Indonesia.

"Bangsa Indonesia bagaikan saudara tua kami, karena merupakan negara dengan mayoritas muslim moderat dan selalu mendukung isu-isu perdamaian dan keadilan terutama dalam menghadapi agresor Israel," kata Sheikh Kabalan.

Baik Dubes maupun tokoh yang ditemui sepakat bahwa saat ini ormas-ormas memainkan peran yang cukup signifikan dalam rangka ikut membantu peningkatan hubungan kedua negara.

Dubes sangat menghargai upaya Liga Ulama Lebanon dan Nahdhatul Ulama Indonesia yang telah meretas jalan awal terjalinnya hubungan antarwarga atau P to P (people to people) Lebanon dan Indonesia.

Kedua negara pada tahun 2008 telah menyelenggarakan Inter-faith Dialogue di Beirut ,Lebanon. Acara yang diikuti oleh tokoh-tokoh lintas agama dari Indonesia dan Lebanon ini mendapat banyak sorotan dan penghargaan positif dari Pemerintah tuan rumah.

Bahkan delegasi Indonesia yang beranggotakan pimpinan dari berbagai organisasi agama seperti NU, Walubi, PGI, HAK KWI dan Ma`arif Institute telah dijamu oleh Perdana Menteri Lebanon Fouad Siniora.

Rencananya Indonesia akan kembali menggelar Inter-faith Dialogue Jilid II di Indonesia.

News Link